MENGASUH ANAK SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI GRAFIS
B. Implementasi Visual
1. Konsep Bentuk
Melalui proses pengamatan, perenungan serta pemikiran yang matang, maka mendorong penulis untuk mengekspresikan ke dalam bentuk figur atau obyek manusia baik anak-anak maupun dewasa sebagai figur utama. Penulis menggunakan foto dan sketsa langsung untuk mendapatkan sebuah gambar, serta mendapatkan dari majalah, surat kabar dan internet yang kemudian dituangkan ke dalam karya.
Penulis mengangkat figur ini secara realis supaya cepat menangkap, memahami dan mengerti apa yang dirasakan serta dilakukan orang tua, anak dan anggota keluarga lainnya sehari-hari terutama di lingkungan keluarga.
commit to user
Bentuk yang realis dipilih penulis karena dapat mempresentasikan tema yang dikerjakan dalam pembuatan karya. Penulis pada karya memunculkan wujud garis yaitu garis formal dengan bermacam-macam bentuk, karakater atau sifat garis. Garis ilusif (khayali, semu) juga dimunculkan dalam karya ini, yang merupakan pembatas suatu bentuk, ruang, massa atau warna. Garis-garis dimunculkan sebagai penegas yang merupakan pengambaran dari figur yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Disamping penggambaran yang realis, juga dilengkapi gambaran ornamen-ornamen berupa garis-garis. Figur anak-anak dan orang dewasa juga sangat sederhana dan tidak begitu rumit. Secara keseluruhan background dari karya tersebut memainkan bidang-bidang dengan garis-garis sehingga kesan realis hanya pada figur utama saja.
Sedangkan pada proses pewarnaan, secara keseluruhan warna yang digunakan dalam karya Tugas Akhir ini adalah warna hitam, adapun warna putih dianggap sebagai warna dasar yang didapat dari warna kertas. Warna-warna pada karya-karya ini sebagai penegas untuk menyatakan suasana pengasuhan anak. Penggunaan warna disini hanya memainkan dua warna yang dihasilkan.
2. Medium
Medium adalah bahan atau material yang pada dasarnya adalah sesuatu yang konkrit sesuatu yang nyata-nyata ada seperti cat, tinta, batu, pasir, dan sebagainya.
commit to user
Gambar 1. Akrilik, kertas dan tinta cat. Foto dokumentasi, 2012.
Pada karya grafis ini penulis menggunakan kertas concord dan tinta cetak. Medium yang digunakan sebagai acuan cetakan pada pengerjaan drypoint ini adalah plat mika plastik yang diberi tinta cetak kemudian dicetak di atas kertas.
3. Teknik
Penulis memilih menggunakan teknik drypoint. Selain prosesnya cepat, penulis juga lebih menguasai teknik tersebut. Penulis lebih cocok menggunakan teknik drypoint sesuai dengan karakter karya yang akan dibuat, dan juga cenderung mendalami drypoint diantara sekian banyak teknik yang ada pada seni grafis.
Pemanfaatan teknik gores dengan tangan menggunakan satu alat pokok yaitu alat berupa jarum dan paku yang dalam seni grafis alat ini disebut needle. Penulis menggunakan bahan mika maka alat torehnya adalah alat mesin minidril, paku, dan amplas.
commit to user
Gambar 2. Alat menggambar dan peralatan cetak. Foto dokumentasi, 2012.
Bahan-bahan dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan karya drypoint inipun juga mudah didapat. Bahan yang digunakan adalah kertas concord, mika akrilik, cat tinta dan pengencer cat minyak tanah. Sedangkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan karya drypoint adalah alat menggambar, mesin pres, kertas, jarum drypoint, minidril, amplas, mesin pres cetak sarung tangan, dan skrap.
Gambar 3. Mesin pres. Foto dokumentasi, 2012.
Proses awal yang dilakukan penulis adalah membuat sketsa seperti yang diinginkan, setelah proses sketsa karya sudah jadi seperti yang diinginkan, kemudian sketsa dipindahkan pada medium plat mika. Mulanya gambar dipindahkan ke mika plastik, sketsa karyanya bisa dibuat tidak negatif ketika dipindah ke acuan cetak, karena acuan cetak dari mika plastik ini berwarna putih bening atau tembus pandang.
commit to user
Gambar 4. Skets di kertas dan di akrilik. Foto dokumentasi, 2012.
Sesudah acuan cetak digambari, maka dilanjutkan dengan proses penorehan atau goresan di bagian belakang acuan cetak yang digambar, supaya hasil cetakan tidak terbalik. Penggoresan menggunakan alat gores berupa paku, alat minidrill dan amplas hingga mendapatkan kedalaman yang diinginkan. Apabila diinginkan adanya gradasi maka proses goresan diulang hingga mendapatkan kedalaman yang sekiraya sudah dapat untuk mencetak gradasi warna.
Gambar 5. Penggoresan atau melukai akrilik dengan jarum dan alat gores minidril. Foto dokumentasi, 2012.
Proses pencetakan karyanya yaitu dengan memasukkan warna ke dalam acuan cetak, yang nantinya bagian mika yang tergores paling dalam akan memunculkan warna yang paling gelap, sedang goresan yang paling paling landai akan menghasilkan warna yang lebih terang. Warna yang digunakan dalam proses penintaan adalah warna hitam.
commit to user
Gambar 6. Memasukkan dan membersihkan tinta di permukaan acuan cetak (akrilik) Foto dokumentasi difoto oleh Paijo, 2012.
Sebelum tinta cetak dimasukkan ke dalam acuan cetak, terlebih dahulu tinta cetak harus diencerkan, disini penulis menggunakan pengencer minyak tanah, supaya tinta cetak encer dan tidak mudah kering ketika masih dalam proses pemasukan warna ke dalam acuan cetak, sehingga saat dicetak tinta cetak bisa terserap semua pada kertas cetak, dan saat membersihkan acuan juga tidak mengalami kesulitan yang dikarenakan masih ada tinta cetak yang tertinggal di acuan cetak.
Sebelum acuan dicetak pada kertas cetak, kertas tersebut harus dibasahi dahulu secara merata ke seluruh permukaan, tunggu hingga kertasnya agak kering atau lembab saja, karena jika kertas yang masih basah kuyup langsung dicetak, akan menyebabkan robeknya kertas cetakan itu sendiri. Setelah dirasa kelembabannya cukup, baru dilakukan proses pencetakan.
Gambar 7. Melembabkan kertas dan meletakkan kertas di atas acuan cetak. Foto dokumentasi difoto oleh paijo, 2012.
commit to user
Plat mika plastik diletakkan di bawah kertas cetak, lalu tutup kertas cetak dan plat mika plastik tersebut dengan menggunakan bahan yang empuk, bisa dengan menggunakan perlak busa, sehingga kertas tidak rusak sewaktu proses pengepresan pencetakan karyanya.
Gambar 8. Pengepresan dan mengangkat kertas dari acuan cetak. Foto dokumentasi difoto oleh paijo, 2012
Setelah proses pencetakan selesai, ulangi lagi pencetakan tersebut sampai mendapatkan hasil cetakan yang dinginkan.
Gambar 9. Acuan setelah pencetakan dan hasil cetakan. Foto dokumentasi, 2012
commit to user
4. Diskripsi Karya
Gambar 10. Karya dengan judul menimang nimang. Foto dokumentasi, 2012.
Karya pertama dengan judul Menimang-nimang, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas, penulis lebih menekankan pada teknik gelap terang pada karya ini.
Karya ini terdapat figur seorang ibu sedang menimang anaknya dengan mengangkatnya ke atas dan ada empat anak sedang duduk dimana matanya tertuju pada seorang ibu yang sedang menimang anaknya.
Background pada karya ini berupa dinding polos dan tekstur garis yang memvisualisasikan lantai. Terdapat garis sebagai pembatas antara bentuk figur, dinding dan lantai. Terdapat kesan tekstur pada karya ini untuk
commit to user
mempresentasikan sebuah bidang atau bentuk seperti pada gambar baju, dinding dan lantai.
Penyusunan objek dan figur dalam penciptaan karya di atas, penulis memegang unsur desain untuk menciptakan karya kesatuan yang harmonis, dan tentunya dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah seni.
Penempatan objek tersusun secara vertikal dan horisontal, figur empat anak yang sedang duduk tersusun sejajar secara horisontal sedangkan objek perempuan dan anak yang terlihat diangkat tersusun secara vertikal berada di atas dan di bawah, objek yang dihadirkan dalam karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan dan keseimbangan, dari penempatan objek dan figur secara vertikal maupun horisontal untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis.
Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter kain, kulit, lantai dan tembok yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual yang jelas.
commit to user
Gambar 11. Karya dengan judul berebut mainan. Foto dokumentasi, 2012.
Karya kedua dengan judul Berebut Mainan, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
Pada karya ini terdapat figur dua anak laki-laki dan seorang ibu, pada salah satu anak laki-laki ditangan kanannya memegang mainan berbentuk palu dan tangan kirinya meraih mainan yang ada di meja. Figur anak laki-laki yang satunya memegang ketapel di tangan kirinya, dan terdapat figur seorang ibu yang berada diantara kedua figur anak laki-laki terebut.
Penempatan objek tersusun di tengah bidang gambar, penempatan objek dan figur pada karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis. Penyusunan objek dan figur dalam penciptaan karya di atas, penulis tetap
commit to user
memegang unsur desain untuk menciptakan karya kesatuan yang harmonis, dan tentunya dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah seni.
Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter pada kain, kulit, dan meja yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual benda tersebut.
Pada karya ini terdapat garis (out line) sebagai pembatas suatu bentuk, ruang seperti pada figur, meja dan background. Dalam background terdapat garis-garis yang tidak beraturan berfungsi sebagai pendukung visualisasi di dalam karya tersebut.
Gambar 12. Karya dengan judul aku, adik dan ibu. Foto dokumentasi, 2012.
Karya ketiga dengan judul Aku, Adik dan Ibu, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu
commit to user
macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas. Penulis lebih menekankan pada teknik gelap terang pada karya ini.
Karya ini terdapat figur anak dan ibu. Seorang anak yang sedang duduk menutupi wajahnya dengan tangan dan seorang ibu yang sedang membacakan dongeng kepada anak perempuan.
Penempatan objek gambar tersusun secara horisontal di kanan dan di kiri bidang gambar, penempatan objek dan figur pada karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan dan keseimbangan untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis. Penyusunan objek dan figur dalam penciptaan karya diatas terdapat unsur desain untuk menciptakan karya kesatuan yang harmonis.
Pada karya ini menggunakan background garis yang tidak beraturan, terlihat acak dan kasar, namun penulis tetap mempertimbangkan komposisi didalam penciptaan visualisasi background tersebut. Terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Perberbedaan tekstur pada setiap objek tersebut untuk mencitrakan visualisasi objek dengan jelas.
commit to user
Gambar 13. Karya dengan judul bermain bersama. Foto dokumentasi, 2012.
Karya keempat dengan judul Bermain Bersama, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini menggunakan warna hitam dan putih, warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
Pada karya ini terdapat sosok figur ibu dan anak, figur ibu berada pada posisi tengkurap yang di depannya terdapat figur anak yang sedang duduk dan terdapat tiga buah mainan berbentuk balok.
Karya ini terdapat background repetisi figur enam anak merangkak membelakangi figur ibu dan anak yang berada di depan dan repetisi garis-garis lengkung. Penyusunan objek dan figur dalam penciptaan karya di atas, penulis menggunakan unsur desain untuk menciptakan karya kesatuan yang harmonis, dan tentunya dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah seni.
commit to user
Gambar 14. Karya dengan judul mendengarkan. Foto dokumentasi, 2012.
Karya kelima dengan judul Mendengarkan, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini menggunakan warna hitam dan putih, warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
Pada karya keempat ini terdapat anak yang sedang berdiri dan figur seorang ibu digambarkan tangan figur ibu tersebut sedang menunjuk. Pada karya terdapat background garis samar-samar yang memvisualisasikan tiga figur anak Dari ketiga figur tersebut merupakan suatu bentuk repetisi. Figur tersebut mencitrakan seorang anak yang sedang mendengarkan sambil mengangkat sebelah tangannya berada di belakang telinga.
Penyusunan objek dan figur dalam penciptaan karya di atas, penulis menggunakan unsur desain untuk menciptakan karya kesatuan yang harmonis, dan tentunya dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah seni. Penempatan objek dan figur tersusun secara horisontal, figur repetisi tersusun
commit to user
sejajar secara horisontal dan berukuran dari kecil menjadi membesar, sedangkan objek perempuan dewasa dan anak perempuan berada di depan dan di kanan kiri bidang gambar, dari penempatan figur tersebut untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis.
Gambar 15. Karya dengan judul saling tunjuk. Foto dokumentasi, 2012.
Karya enam dengan judul Saling Tunjuk, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
Pada karya ini terdapat tiga figur tokoh manusia yang dihadirkan adalah figur ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki, figur ayah dan ibu berada di depan gambar dan terletak di kanan kiri bidang gambar, kedua objek tersebut terlihat
commit to user
saling mengangkat tangan dan terlihat saling menunjukkan jari. Terdapat figur seorang anak laki-laki pada karya di atas yang terlihat berada di belakang yang terlihat membelakangi kedua objek sebelumnya, figur anak laki-laki tersebut menghadap pada sebuah dinding, pada dinding tersebut terdapat sebuah gambar pemandangan berupa seorang ayah, ibu, dan anak yang saling bergandengan tangan dengan latar belakang gambar sebuah taman dan terdapat objek rumah, tanaman serta visualisasi matahari yang bersinar.
Figur dan objek yang dihadirkan dalam karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan serta memunculkan keseimbangan, penulis menempatkan objek dan figur tersebut untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis.
Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter pada kain, kulit, dinding yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual benda tersebut.
commit to user
Gambar 16. Karya dengan judul ayah ibu bekerja. Foto dokumentasi, 2012.
Karya ketujuh dengan judul Ayah Ibu Bekerja, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas, pada karya ini penulis lebih menekankan pada garis.
Pada karya ini terdapat dua figur anak laki-laki dan dua objek tubuh gambar ayah dan ibu, kedua objek tersebut sedang membawa tas di tangannya, pada objek ibu tersebut membawa tas di tangan kirinya dan pada objek figur ayah yang membawa tas di tangan kanannya. Dua figur anak laki-laki berada terlihat di belakang dan ada berbagai objek mainan yang terletak di kedua anak tersebut seperi mobil-mobilan, mainan bola, dan juga sebuah boneka monyet.
commit to user
Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter pada kain, kulit, dinding, dan pada objek-objek gambar tertentu, yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual benda tersebut.
Figur dan objek yang dihadirkan dalam karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan serta memunculkan keseimbangan, penulis menempatkan objek dan figur tersebut untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis.
Gambar 17. Karya dengan judul da..da..ayah. Foto dokumentasi, 2012.
Karya kedelapan dengan judul Da..Da..Ayah, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu
commit to user
macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
Pada karya ini terdapat figur seorang anak, seorang ibu yang menggendong anak tersebut, dan objek tubuh gambar seorang ayah yang terlihat sedang berjalan dan membawa tas di tangan kirinya. Terdapat berbagai objek mainan yang terletak di depan gambar perempuan dan anak tersebut, seperi mainan bola, beberapa buku dan mainan balok yang tersusun dan beberapa mainan lainnya.
Pada background gambar di atas berupa garis lengkung bergelombang yang mengikuti bentuk gambar objek tertentu, Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter pada kain, kulit, dinding, dan pada objek-objek gambar tertentu, yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual benda tersebut.
Penempatan figur dan objek diletakkan di kanan kiri bidang gambar, penempatan tersebut memunculkan komposisi horisontal pada karya tersebut. Figur dan objek yang dihadirkan dalam karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan serta memunculkan keseimbangan, penulis menempatkan objek dan figur tersebut untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis.
commit to user
Gambar 18. Karya dengan judul nonton tv. Foto dokumentasi, 2012.
Karya kesembilan dengan judul Nonton TV, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
Pada karya ini terdapat beberapa figur dan objek diantaranya figur seorang anak balita laki-laki yang sedang merangkak, di depan balita tersebut terdapat objek televisi yang berada di atas meja. Dan ada figur seorang anak perempuan yang duduk di atas kursi balok yang sedang memegang remote televisi, anak perempuan tersebut berada di belakang figur balita. Terdapat figur ayah dan ibu terlihat sedang duduk di sofa dan berada pada bidang gambar paling belakang di antara objek dan figur lainnya.
Pada background gambar di atas terlihat polos, Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter
commit to user
pada kain, kulit, kursi, meja, dan pada objek-objek gambar tertentu, yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual benda tersebut.
Figur dan objek yang dihadirkan dalam karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan serta memunculkan keseimbangan, penulis menempatkan objek dan figur tersebut untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis.
Gambar 19. Karya dengan judul belajar hemat. Foto dokumentasi, 2012.
Karya kesepuluh dengan judul Belajar Hemat, karya ini merupakan karya seni grafis yang berukuran 30 X 40 cm dengan menggunakan teknik Drypoint di atas kertas concord. Dalam karya ini hanya menggunakan satu macam warna yaitu warna hitam, dan warna putih dari karya ini berasal dari warna alami kertas.
commit to user
Pada karya ini terdapat beberapa figur dan objek seperti, anak laki-laki yang berada di tengah antara figur seorang ibu dikanannya dan seorang anak perempuan yang berada di kiri anak laki-laki tersebut, ketiga figur tesebut berada di belakang objek meja dan di atas meja tersebut terdapat sebuah objek celengan yang berbentuk seekor babi dan beberapa uang recehan. Dari ketiga figur ibu, anak perempuan, dan anak laki-laki tersebut, ketiganya terlihat sedang memasukkan uang recehan yang berada di atas meja ke dalam celengan babi, dan ada beberapa objek lain yang terdapat di atas meja tersebut, yaitu berupa dua buah tas belanjaan serta belanjaan yang telah dikeluarkan dari tas berupa sepatu wanita yang diletakkan di atas box, objek-objek tersebut berada di sebelah figur ibu.
Penempatan objek tersusun di setiap bidang gambar, penempatan objek dan figur pada karya tersebut menciptakan suatu bentuk kesatuan yang saling berhubungan untuk mendapatkan komposisi visual yang harmonis. Penyusunan objek dan figur dalam penciptaan karya diatas, penulis tetap memegang unsur desain untuk menciptakan karya kesatuan yang harmonis, dan tentunya dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah seni.
Pada karya ini terdapat tekstur dengan karakter yang berbeda-beda pada setiap objek. Seperti karakter pada kain, kulit, dan meja yang kesemuanya memiliki karakter tekstur yang berbeda untuk mencitrakan visual benda