IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
9. Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan PT. Balticindo dapat dibagi menjadi 4 sasaran, yaitu :
a. Pemasaran
1) Menciptakan variasi produk yang disukai konsumen, misalnya
mengkombinasikan produk es krim dengan makanan seperti roti atau buah. Untuk menciptakan variasi produk, perusahaan dapat menjalin kerjasama dengan universitas atau badan penelitian.
2) Memperluas jaringan pemasaran dengan melakukan penetrasi pasar, misalnya dengan membuat ritel gerai dan usaha waralaba. Disamping itu jaringan pemasaran dapat pula diperluas dengan menjalin pola kemitraan dengan IKM yang bergerak di bidang makanan atau minuman.
3) Meningkatkan pengenalan label produk untuk menjaga eksistensi industri kecil
4) Pihak perusahaan harus cermat dalam mengelola konsumen loyal dengan cara memperlakukan konsumen dengan layak, menjalin hubungan yang
dekat dengan pelanggan, mengukur atau mengelola kepuasan pelanggan dan memberikan ekstra (souvenir, penjelasan produk atau contoh).
5) Mengadakan event-event yang dapat meningkatkan ekuitas merek es krim Baltic. Disamping itu, strategi promosi dapat dilakukan dengan mengadakan promosi melalui penyebaran pamflet di pusat-pusat perbelanjaan atau di kawasan perumahan, memasang papan reklame di tempat strategik, melalui media lain seperti radio dan surat kabar dan melaksanakan promosi melalui hubungan masyarakat dengan menjadi sponsor perusahaan atau memberikan bonus kepada konsumen yang mereferensikan es krim Baltic kepada konsumen baru
b. Keuangan
Memperkuat permodalan agar dapat bersaing dengan pesaing es krim Baltic untuk menunjang kegiatan industri dengan memanfaatkan lembaga perbankan.
c. Produksi
Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu produk dan konsisten dengan mempertahankan produktifitas agar diterima pasar.
d. Sumber Daya Manusia
Mengadakan pelatihan dan pengetahuan karyawan tentang mutu dalam arti umum dan mutu produk untuk meningkatkan produksi es krim. Disamping itu diperlukan standar layanan bagi pelanggan/konsumen. Perhatian terhadap konsumen merupakan hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh unit usaha. Dengan adanya pelayanan yang memuaskan maka konsumen akan merasa dihargai. Pelayanan yang memuaskan, mencakup sikap (kerapian, kesopanan dan keramahan) karyawan dan fasilitas yang memadai, misalnya kebersihan outlet terjaga, parkir kendaraan aman dan mudah didapat.
Strategi jangka pendek (1 - 2 tahun ke depan) dapat dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan strategi yang relatif tidak terlalu menuntut banyak biaya riset, yaitu strategi produk, harga dan strategi promosi. Strategi produk untuk jangka pendek adalah melakukan diversifikasi produk berupa penambahan variasi
67
produk es krim atau menciptakan variasi makanan atau minuman baru yang dijual pada kedai es krim Baltic.
Strategi harga untuk jangka pendek adalah menambah paket-paket dengan harga ekonomis, memberikan ekstra atau tambahan es krim untuk transaksi pembelian dalam jumlah tertentu dan melaksanakan potongan harga dengan teratur dalam pembelian dengan harga tertentu.
Strategi promosi dilakukan dengan mengadakan promosi melalui penyebaran pamflet di pusat-pusat perbelanjaan atau di kawasan perumahan, memasang papan reklame di tempat strategik, melalui media lain seperti radio dan surat kabar dan melaksanakan promosi melalui hubungan masyarakat dengan menjadi sponsor perusahaan atau memberikan bonus kepada konsumen yang mereferensikan es krim Baltic kepada konsumen baru.
Strategi jangka waktu 3 - 5 tahun ke depan ditargetkan untuk jangka panjang, misalnya pembukaan outlet baru dan membuka cabang atau franchise produk es krim Baltic di lokasi strategik. Strategi ini memerlukan biaya, perijinan dan koordinasi khusus dalam penerapannya. Selain itu, strategi produk dengan terus melakukan inovasi baru dalam pengembangan produk juga ditujukan untuk jangka panjang, karena memerlukan biaya dan riset khusus.
Pada saat ini, es krim Baltic lebih memprioritaskan upaya memperluas atau mengembangkan pasar, mengingat pelanggan potensial belum terjangkau sepenuhnya. Saat ini, konsumen sebagian besar merupakan pelanggan loyal atau tetap, maka strategi pengembangan pasar ditujukan untuk meningkatkan volume penjualan dan membidik konsumen potensial.
A. Kesimpulan
1. Atribut es krim dengan model atribut Fishbein meliputi kemasan, tingkat kelezatan, pilihan rasa, tekstur, komposisi, harga, tempat penjualan, kemudahan memperoleh, kejelasan ijin BPOM dan kejelasan halal LP POM MUI masing-masing memiliki skor 2 (dinilai sangat penting bagi produk es krim) ; ukuran, bentuk, warna, higienis, promosi dan merk masing-masing memiliki skor 1 (dinilai penting bagi produk es krim). Dalam hal ini, dibandingkan pesaingnya (es krim Campina dan Walls), es krim Baltic memiliki keunggulan pada atribut pilihan rasa, ukuran, bentuk, warna dan harga; kelemahannya mencakup kemasan, tempat penjualan, promosi dan merk.
2. Faktor internal yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah kekuatan (lokasi perusahaan strategis, ketersediaan tenaga kerja, keterampilan manajer mengelola usaha, ketersediaan alat produksi, pelayanan yang baik, jalur distribusi sederhana) dan kelemahan (kapasitas produksi terbatas, kemasan kurang menarik, outlet penjualan terbatas, tingkat keterampilan karyawan rendah, biaya produksi tinggi, kurangnya promosi, pemasaran belum optimal). Sedangkan faktor eksternal adalah peluang (meningkatnya permintaan, pangsa pasar masih luas, hubungan baik dengan pemasok, kemudahan mendapatkan bahan baku, jalur komunikasi mudah dan murah) dan ancaman (krisis ekonomi, banyaknya pesaing produk es krim, kebiasaan mengkonsumsi es krim tidak rutin)
3. Berdasarkan matriks IE diketahui bahwa posisi perusahaan, PT. Balticindo Jayafood berada pada posisi sel tengah (Pertumbuhan/Stabil) dan analisis SWOT dengan strategi pemasaran yang perlu diimplementasikan melalui aspek bauran pemasaran (product, price, place dan promotion).
69
B. Rekomendasi
1. Bidang pemasaran
a. Menciptakan variasi produk yang disukai konsumen.
b. Memperluas jaringan pemasaran dengan penetrasi pasar, misalnya membuat ritel gerai dan usaha waralaba, serta jaringan pemasaran diperluas dengan menjalin pola kemitraan dengan IKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman.
c. Meningkatkan pengenalan label produk untuk menjaga eksistensi industri kecil.
d. Mengadakan event-event yang dapat meningkatkan ekuitas merek es krim Baltic.
e. Mengelola konsumen loyal dengan menjalin hubungan baik bagi pelanggan. 2. Bidang keuangan
Memperkuat permodalan agar dapat bersaing dengan pesaing es krim Baltic untuk menunjang kegiatan industri dengan memanfaatkan lembaga perbankan.
3. Bidang produksi
Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu produk dan konsisten dengan mempertahankan produktifitas agar diterima pasar.
4. Bidang sumber daya manusia
Mengadakan pelatihan dan pengetahuan bagi karyawan tentang mutu untuk meningkatkan produksi es krim dan meningkatkan pelayanan sesuai standar layanan, agar pelanggan puas.
Arbuckle, W.S. and R.T. Marshall. 1996. Ice Cream. Chapman and Hall, New York. Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. PT. Rineka Cipta.
Jakarta.
Astawan, M. 2007. Ada Penjinak Virus di Dalam Es Krim.http://www.depkes.go.id. Buckle, KA., R.A Edwards, G.H. Fleet dan M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan (Terjemahan)
UI Press, Jakarta.
Cravens, D.W. 2000. Strategic Marketing. Mc-Graw Hill, New York.
David, F.R. 1997. Strategic Management. 6th Prentice Hall International Inc., New Jersey.
Drucker P. 1973. Management Task Responsibilities Practice. Haper and Row, New York.
Eckles, E.H, W.B. Combs, and H. Macy. 1984. Milk and milk products. Me Graw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi.
Engel, J.F., R.D. Blackwell dan P.W. Miniard. 1994. Perilaku Konsumen (Terjemahan). Binarupa Aksara. Jakarta.
Fardiaz S. 1989. Analisis Mikrobiologi Pangan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Hidayat, T. 2008. Adu Strategi di Pasar Es Krim. http://www.swa.co.id.
Hubeis, M. 1997. Manajemen Industri Kecil Profesional di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri. Orasi Ilmiah. Institut Pertanian Bogor. _________. 2003. Modul 8 : Pengelolaan Industri. Bahan Kuliah PS MPI, SPS IPB,
Bogor.
_________. 2006. Modul 1-6 : Pengantar Industri Kecil Menengah. Bahan Kuliah PS MPI, SPS IPB, Bogor.
Kasali, R. 1998. Membidik Pasar Indonesia : Segmentasi, Targeting dan Positioning. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Kotler, P. 2000. Marketing Management : The Milenium Edition. International edition. Prentice Hall, New Jersey.
71
________. dan Armstrong, 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Terjemahan, Jilid 1). Intermedia, Jakarta.
________. dan K.L. Keller. 2007. Manajemen Pemasaran (Terjemahan). Prentice-Hall, New Jersey.
Lamb, C.W., J.F Hair, dan C. McDaniel. 2001. Pemasaran (Terjemahan) Salemba Empat, Jakarta.
Majid, A. 2008. Pengertian, Konsep, Definisi Pemasaran dan Manajemen Pemasaran. http://majidbsz.wordpress.com.
Pearce, J.A. and R.B. Robinson. 1991. Strategic Management: Formulation, Implementation. Prentice Hall. New Jersey.
Peter, J.P., dan J.C. Olson. 2000. Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran (Terjemahan). Prentice Hall, New Jersey.
Porter, M.E, 1990. The Competitive Advantage of Nations 1990. The Free Press. A Division of Macmillan, Inc, New York.
________. 1992. Keunggulan Bersaing, Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul (Terjemahan). Erlangga, Jakarta.
Priyatno, D. 2008. Mandiri Belajar SPSS. Mediakom, Jakarta.
Robinson, R.K. 1985. The Microbiology of Milk. Dairy Microbiology. Applied Science Publishers, London and New York.
Soemantri, S. 2003. Strategi Pemasaran Ritel (Studi Kasus di Bank X). Tugas Akhir Institut Banker Indonesia, Jakarta.
Suyanto, M. 2007. Marketing Strategy. Andi, Yogyakarta.
Syarief, R. 1990. Peranan Pengemasan dalam Mempertahankan Mutu Pangan. Kumpulan Makalah. Pusbangtepa. Institut Pertanian Bogor.
Tjiptono, F. 1999. Strategi Pemasaran. Andi, Yogyakarta.
Tunggal, A.W. 2009. Intisari Manajemen Strategik. Havarindo, Jakarta.
Walker, O.C., H. Boyd, and J.C Larreche. 2003. Marketing Strategic: A Decision-Focused Approach. Mc-Graw Hill, New York.
Lampiran 1. Daftar pertanyaan
1. Kapan es krim Baltic mulai diproduksi dan bagaimana sejarah perusahaan ? 2. Bagaimana struktur organisasi perusahaan dan apa tugas-tugas serta, tanggung-
jawabnya ?
3. Apa bahan baku es krim Baltic ?
4. Bagaimana proses produksi es krim Baltic ?
5. Dimanakah mendapatkan bahan baku untuk proses produksi ? 6. Bagaimana sistem pembelian bahan baku tersebut ?
7. Apakah selama ini ada kerjasama dengan mitra usaha ? Bila ada bagaimana cara kerja sama tersebut ?
8. Ada berapa macam jenis es krim yang diproduksi dan berapa harga masing-masing produk ?
9. Berapa produksi dan kapasitas alat es krim Baltic ? 10.Siapakah pesaing dari perusahaan ini ?
11.Bagaimana segmentasi pasar es krim Baltic ?
12.Apakah keunggulan es krim Baltic dibandingkan dengan pesaing ? 13.Bagaimana distribusi pasar es krim Baltic ?
14.Dimanakah tempat penjualan es krim Baltic ? 15.Promosi apa saja yang sudah dilakukan ? 16.Berapa biaya promosi per tahunnya ?
17.Faktor-faktor apa saja yang dimiliki oleh perusahaan sebagai faktor kekuatan dan kelemahan ?
18.Faktor-faktor apa saja yang menjadi peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan ?
19.Usaha apa saja yang telah dilakukan oleh perusahaan agar es krim Baltic dapat lebih dikenal ?
73
Lampiran 2. Kuesioner Kajian