• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Strategi Bagi Agricafe

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.6 Implikasi Strategi Bagi Agricafe

Setelah diketahui karakteristik konsumen pengunjung Agricafe, keputusan pembelian, Importance Performance Analysis , dan indeks kepuasan konsumen terhadap mutu produk dan jasa pelayanan Agricafe. Maka hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan pertimbangan oleh pihak Agricafe dalam menentukan strategi yang dilakukan untuk membuat komitmen yang tinggi dalam memberikan kinerja terbaik dan memberikan kepuasan konsumen.

Perilaku konsumen perlu dianalisis karena hal ini sangat bemanfaat bagi pengembangan produk, desain produk, penetapan harga, pemilihan saluran distribusi dan penentuan strategi promosi. Analisis perilaku konsumen dapat dilakukan dengan penelitian (riset pasar), baik melalui observasi maupun metode survei. Adapun beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh Agricafe adalah sebagai berikut :

6.6.1 Strategi Produk (Product)

Berdasarkan hasil analisis karakteristik konsumen, perusahaan bisa menganalisis kembali segmentasi, target, dan positioning dari produk dan jasa yang ditawarkan oleh Agricafe, apakah sudah sesuai antara konsep pada awal berdirinya usaha dan setelah berjalannya usaha. Selain itu juga perlu menganalisis apakan sudah sesuai harapan perusahaan, atau justru tidak mampu menjangkau konsumen yang dijadikan target. Agricafe merupakan resto cafe yang menyediakan beberapa produk yang berbahan dasar organik, seperti beras organik dan sayuran organik, namun tidak semua konsumen yang berkunjung mengetahui adanya makanan berbahan dasar produk organik. Sehingga konsumen beranggapan bahwa produk yang ditawarkan di Agricafe sama saja dengan produk yang ditawarkan di rumah makan lainnya. Hal ini bisa menjadi masukan bagi perusahaan untuk menunjukkan atau menginformasikan kepada konsumen yang

yang berbahan dasar organik yang pada umumnya diperhatikan oleh konsumen dengan tingkat pendapatan menengah ke atas.

6.6.2 Strategi Harga (Price)

Agricafe memiliki segmen semua kalangan masyarakat baik berdasarkan umur, pendapatan, maupun jenis pekerjaan. Sedangkan target Agricafe adalah para pelajar/mahasiswa, pegawai swasta, dan keluarga atau masyarakat lainnya. Namun berdasarkan hasil pengamatan di lapangan pada umumnya konsumen yang datang adalah kalangan menengah ke atas, misalnya pegawai swasta, pegawai negeri, dan lain-lain, meskipun banyak juga kalangan pelajar/mahasiswa yang datang ke Agricafe, tapi pada umumnya mereka membeli makanan dan minuman yang sesuai dengan pendapatan (uang saku yang diperoleh). Sehingga Agricafe perlu menganalisis kembali, jika berusaha untuk menjangkau seluruh kalangan konsumen, maka perusahaan berusaha untuk memikirkan atribut harga sebagai sesuatu yang bisa menjadi daya tarik bagi konsumen, karena berdasarkan IPA, atribut harga masuk ke dalam kuadran III artinya atribut dengan tingkat kinerja rendah dan kepentingan rendah, konsumen yang pada umumnya menilai tersebut adalah konsumen menengah ke atas yang tidak terpengaruh oleh tingkat harga. Sedangkan kalangan menengah ke bawah sangat memperhatikan atribut harga, sehingga Agricafe bisa saja membuat produk berupa paket hemat dengan harga yang terjangkau.

6.6.3 Strategi Tempat (Place)

Tempat sangat berpengaruh bagi kelangsungan suatu usaha, salah satu faktor yang membuat suatu tempat memiliki daya tarik adalah fasilitas yang ditawarkan. Berdasarkan wawancara dengan konsumen, ada beberapa fasilitas yang belum terkelola dengan baik yaitu toilet, mushola dan taman bermain anak serta penaatan eksterior lainnya. Agricafe perlu untuk memperhatikan atribut- atribut tersebut, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kenyamanan mereka. Tetapi sampai sejauh ini alasan konsumen berkunjung ke Agricafe adalah karena suasana yang nyaman, oleh karena itu untuk mempertahankan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kenyamanan tempat, Agricafe harus tetap memperhatikan kondisi tersebut.

6.6.4 Strategi Promosi (Promotion)

Promosi menjadi bagian yang terpenting untuk memperkenalkan Agricafe ke masyarakat umum, karena usaha ini merupakan usaha yang baru beroperasional satu tahun sehingga belum banyak orang yang mengetahui keberadaan Agricafe. Berdasarkan analisis keputusan pembelian, pada umumnya konsumen yang berkunjung ke Agricafe mendapatkan informasi keberadaan Agricafe dari teman, berdasarkan hal tersebut promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) lebih efektif untuk memberikan informasi keberadaan Agricafe, namun hal tersebut dirasa belum cukup, karena tingkat kunjungan konsumen masih rendah. Oleh karena itu promosi lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat papan nama yang berukuran lebih besar atau spanduk yang dibuat di pinggir jalan raya yang dijadikan sebagai akses utama menuju pusat kota, karena pada umumnya jalur tersebut dilalui oleh banyak masyarakat. Selain itu promosi lain yang bisa dilakukan adalah mengupdate informasi yang terdapat di website Agricafe, karena promosi melalui website ini bisa menjangkau konsumen yang tidak hanya berada di daerah Bogor tetapi juga daerah lainnya dan saat ini konsumen memiliki minat yang cukup tinggi dalam mengakses informasi melalui internet.

Adapun beberapa masukan dari konsumen adalah Agricafe menerapkan adanya diskon atau potongan harga untuk konsumen yang memiliki intenstitas kunjungan yang tinggi, sehingga menjadi daya tarik bagi konsumen lainnya untuk kembali berkunjung ke Agricafe. Usaha ini merupakan usaha baru yang berada di bawah unit bisnis IPB yaitu BLST, namun sampai saat ini belum mendapat perhatian yang cukup dari manajemen utamanya sehingga belum mampu menjangkau pasar secara luas. Sehingga memerlukan adanya pengembangan usaha salah satunya melalui promosi yang memperkenalkan keberadaan Agricafe dan wahana penunjang lainnya yang berada di kawasan Agri Park.

6.6.5 Strategi yang Diprioritaskan

Pelayanan adalah hal yang sangat penting diperhatikan dalam usaha yang bergerak dalam penyediaan kuliner, selain produk yang harus memiliki kualitas

pembelian berulang. Pelayanan adalah atribut yang akan mempengaruhi konsumen untuk melakukan kembali atau tidak, berdasarkan diagram kartesius IPA, atribut yang harus diperbaiki kinerjanya adalah kemampuan/keterampilan karyawan untuk berkomunikasi dengan konsumen. Hal tersebut berhubungan dengan bagaimana karyawan memberikan informasi penjelasan menu makanan dan minuman yang pada umumnya belum diketahui konsumen, selain itu bagaimana karyawan mampu berkomunikasi baik dengan konsumen terkait dengan informsi dan kebutuhan konsumen.

Hal yang harus diperhatikan adalah tidak adanya miss comunication dalam pemesanan makanan dan minuman, karena beberapa konsumen memberikan keluhan terkadang menu yang dipesan tidak sesuai dengan menu yang dibuat. Karyawan tidak berusaha untuk menanyakan kembali atau menyamakan antara menu yang dipesan dengan menu yang ditulis oleh pelayan, sehingga terjadi hal demikian. Untuk mengatasi hal tersebut karyawan perlu diberikan arahan oleh manajer dan supervisor untuk terlatih dalam berkomukiasi dengan konsumen. Untuk mencegah hal tersebut, perusahaan perlu mengadakan evaluasi kinerja setiap hari atau setiap minggu, untuk mengetahui kinerja perusahaan dan cara untuk meminimalisir kesalahannya. Sampai sejauh ini belum ada rapat evaluasi kinerja yang dilakukan oleh Agricafe. Jika pelayanan dirasakan tidak memuaskan maka konsumen akan merasa kecewa dan bisa beralih ke produsen lain.

Dokumen terkait