BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
D. Implikasi Terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Pada kurikulum KTSP pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP kelas VII semester ganjil terdapat meteri mengenai menulis surat pribadi dengan standar kompetensi, yaitu mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi dengan kompetensi dasar, yaitu menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi, dan bahasa.
Penulis mencoba untuk mengimplementasikan pembelajaran menulis surat pribadi dengan menggunakan media surat H.B. Jassin pada SMP PGRI 371 Pondok Aren. Dalam penggunaan surat H.B. Jassin beserta balasannya,
pertama-tama siswa disajikan sebuah surat H.B. Jassin dan juga balasannya, kemudian siswa ditugaskan untuk mencermati dan membaca secara seksama pada surat tersebut. Setelah itu melalui tuturan-tuturan yang terdapat dalam surat, siswa menentukan topik, isi, dan bahasa yang komunikatif yang terdapat dalam surat.
Penggunaan media surat tersebut memiliki banyak manfaat, selain siswa dapat secara langsung melihat bagaimana surat menyurat, siswa juga dapat menambah pengetahuannya mengenai tokoh H.B. Jassin yang memang tidak asing dalam dunia kesusastraan di Indonesia. Melalui surat-surat H.B. Jassin dan balasannya, dapat terlihat percakapan-percakapan secara tidak langsung yang dituturkan oleh H.B. Jassin dengan seseorang, baik itu keluarga, maupun temannya. Selain itu, dapat juga melihat respon dari surat-surat tersebut berupa balasan suratnya. Surat yang memang merupakan salah satu media komunikasi mengandung berbagai tuturan-tuturan yang dapat dianalisis ke dalam tindak tutur ilokusi.
Dalam percakapan pada surat, penutur berusaha menyampaikan informasi kepada lawan tutur, namun untuk menyampaikan sebuah tuturan tanpa disadari terkadang penutur sering menggunakan kalimat yang tersirat dalam menyampaikan tuturannya. Terkadang antara bentuk kalimat tidak sesuai dengan fungsi kalimat. Misalnya kalimat pernyataan memiliki fungsi tidak sekedar untuk menyampaikan informasi melainkan juga untuk menjelaskan, atau bahkan menyuruh.
Apabila siswa mengetahui berbagai tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam surat tersebut, akan memudahkan siswa untuk mengetahui topik yang dibicarakan dalam surat tersebut karena dalam pembelajaran menulis surat pribadi siswa dituntut untuk dapat mencermati surat pribadi, menentukan komposisi dalam surat pribadi, menentukan topik pada surat pribadi, menulis surat pribadi, hingga menyunting surat pribadi.
Penelitian ini bertolak pada teori Searle yang menyatakan bahwa tindak tutur ilokusi dibagi menjadi lima kategori, yaitu asertif, ekspresif, komisif, direktif, dan deklarasi. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengklasifikasikan tuturan dalam surat H.B. Jassin ke dalam kategori dan kata kuncinya. Untuk itu,
80
peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis surat pribadi dengan menampilkan surat pribadi H.B. Jassin beserta balasannya sebagai sebuah media penunjang yang dapat menarik minat siswa dalam mempelajari surat pribadi sehingga pembelajaran lebih bervariasi.
81
Penulis berhasil menemukan empat surat yang dikirim H.B. Jassin dan juga empat surat balasan. Dari surat-surat tersebut penulis menganalisis dengan menggunakan teori tindak tutur Searle, setelah diteliti terdapat wujud tindak tutur ilokusi sebanyak 59 tuturan dengan berbagai kategori dan kata kunci. Untuk kategori asertif berjumlah 30 tuturan dengan rincian pada data satu sebanyak tiga tuturan (menyatakan sebanyak dua, dan mengeluh), data dua sebanyak tiga tuturan (mengeluh dan menyatakan sebanyak dua tuturan), data tiga sebanyak dua tuturan (meyatakan dan mengeluh), data empat sebanyak empat tuturan (menyatakan sebanyak tiga tuturan dan membual), data lima sebanyak empat tuturan (menyatakan sebanyak tiga tuturan dan menyarankan), data enam sebanyak lima tuturan (menyatakan sebanyak empat tuturan dan membual), data tujuh sebanyak tiga tuturan (menyatakan sebanyak dua tuturan dan meyarankan), data delapan sebanyak enam tuturan dengan kategori menyatakan.
Untuk kategori ekspresif berjumlah 17 tuturan dengan rincian pada data satu sebanyak tiga tuturan (memuji, memberi selamat, dan berterima kasih), data dua sebanyak dua tuturan (memuji dan meminta maaf), data tiga sebanyak dua tuturan (memuji, dan meminta maaf), data empat sebanyak dua (meminta maaf dan memberi selamat), data lima sebanyak satu tuturan (berbela sungkawa), data enam sebanyak empat tuturan (memuji, berbela sungkawa sebanyak dua tuturan dan memberi selamat), data tujuh sebanyak dua tuturan (berterima kasih dan meminta maaf), data delapan sebanyak satu tuturan (berterima kasih).
82
Sedangkan untuk kategori direktif berjumlah delapan tuturan dengan rincian pada data satu sebanyak dua tuturan (memohon dan memesan), data lima sebanyak satu tuturan (menasihati), data enam sebanyak satu tuturan (memohon), data tujuh sebanyak satu tuturan (merekomendasikan), dan data delapan sebanyak tiga tuturan (memesan sebanyak dua tuturan dan merekomendasikan). Pada kategori deklarasi berjumlah dua tuturan dengan rincian pada data dua sebanyak satu tuturan (berpasrah), dan pada data delapan sebanyak satu tuturan (berpasrah). Pada kategori komisif terdapat dua tuturan di antaranya pada data tiga sebanyak satu tuturan (menawarkan sesuatu), dan pada data delapan sebanyak satu tuturan (menawarkan sesuatu).
Dari delapan surat yang telah dianalisis, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tuturan-tuturan yang terdapat dalam surat-surat pribadi tersebut digunakan sesuai dengan konteks dan tujuannya. Masing-masing penutur dalam surat tersebut menggunakan tuturan dengan menyesuaikan tema apa yang sedang dibahas, dan siapa yang menjadi lawan tutur
Berdasarkan penelitian surat-surat H.B. Jassin beserta balasannya dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran menulis surat pribadi di SMP PGRI 371 Pondok Aren, melalui surat-surat pribadi tersebut siswa dapat melihat sosok H.B. Jassin berkomunikasi dengan keluarga dan rekannya melalui media surat, dan dari tindak tutur yang terdapat dalam surat tersebut siswa mampu mengetahui topik dan maksud dari penulis dalam menulis surat pribadi.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti memiliki beberapa saran yang berkaitan dengan penelitian ini, saran tersebut mencakup untuk guru, siswa, maupun untuk mahasiswa yang akan melakukan penelitian.
1. Bagi Siswa dan Guru
Penelitian ini dapat membantu siswa dan guru untuk mengadakan proses pembelajaran yang lebih variatif dengan menggunakan media surat-surat pribadi H.B. Jassin. Melalui pembelajaran tersebut, selain menguasai pembelajaran menulis surat pribadi siswa juga dapat mengenal salah satu tokoh besar dalam dunia sastra di Indonesia.
2. Bagi Mahasiswa
Penelitian bahasa dengan objek surat-surat H.B. Jassin belumlah banyak dilakukan, untuk itu peneliti berharap akan ada penelitian-penelitian selanjutnya yang akan menyempurnakan atau mengembangkan penelitian ini. 3. Bagi Masyarakat
Melalui penelitian ini, diharapkan masyarakat semakin peduli akan surat-surat H.B. Jassin agar surat tersebut dapat dikumpulkan dan dibukukan sehingga masyarakat dapat lebih mudah untuk membaca.
DAFTAR PUSTAKA
Ajizah, Edah. Ilokusi dalam Dialog Drama RT Nol RW Nol Karya Iwan Simatupang dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di SMP. Skripsi SI FITK. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. 2014.
Ali, Adlan & Tanzil. Pedoman Lengkap Menulis Surat.Tangerang: PT. Kawan Pustaka. 2006.
Alwasilah , A. Chaidar. Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa. 1993.
Aslinda, dan Leni Syafyahya. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT. Refika Aditama. 2007.
Austin, J.L. How to do Things with Words. Cambrige: Harvard University Press. 1962.
Black, Elizabeth. Stilistika Pragmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2011.
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2012.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2010.
Cummings, Louise. Pragmatik Sebuah Perspektif Multidisipliner. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007.
Djajasudarja, Fatimah. Wacana Pemahaman dan Hubungan Antarunsur.
Bandung: Refika Aditama. 2010.
_____________________. Wacana dan Pragmatik. Bandung: PT. RefikaAditama. 2012.
Hindun. Pragmatik untuk Perguruan Tinggi. Depok: Nufa Citra Mandiri. 2012. Ibrahim, Abd Syukur. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional. 1993. Ihsan, Diemroh. Pragmatik, Analisis Wacana, dan Guru Bahasa. Palembang:
Universitas Sriwijaya. 2011.
Jamilatun. Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif pada Rubrik KRIING SOLOPOS (sebuah tinjauan pragmatik). Skripsi SI Fakultas Sastra dan Seni Rupa. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 2011.
Mahsun. Metode Penelitian Bahasa Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya.
(PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta. 2005.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011.
Mulyana. Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2005.
Nandar, F.X. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: GrahaIlmu. 2009. Pangaribuan, Tagor. Paradigma Bahasa. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2008.
Purwo, Bambang Kaswanti. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Kanisius. 1990.
R. Searle, John. Speech Act An Essay In The Philosophy Of Language. London: Cambrige University Press. 1969.
Rahardi, Kunjana. Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. 2005.
_______________. Sosiopragmatik. Jakarta: Erlangga. 2009.
Rampan, Korrie Layun. Jejak Langkah Sastra Indonesia. Flores: Nusa Indah. 1986.
____________________. Leksikon Susastra Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2000.
Rani, Abdul, dkk. Analisis Wacana. Malang: Bayumedia Pusblishing. 2004. Siahaan, S.M. Komunikasi Pemahaman dan Penerapannya. Jakarta: PT.BPK
Gunung Mulia. 1990.
Soedjito, dan Solchan TW. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung. 2004.
Subana, M. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: CV. Pustaka Setia. 2001. Suharsaputra, Uhar. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan.
Bandung: PT. Refika Aditama. 2014. Sumarsono. Filsafat Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2004.
Suryadi, Asyraf. Menulis Berkomunikasi dengan Surat. Pangkal Pinang: UBB Press. 2010.
Syamsuddin, dan Vismaian S. Damaianti. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.
Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011.
Tarigan, Djago, dan H. G. Tarigan. Teknik Pengajaran Keterampilan Bahasa.
Bandung: Angkasa. 1987.
Tarigan, Djago. Proses Belajar Mengajar Pragmatik. Bandung: Angkasa. 1990. Wijana, I Dewa Putu. Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Percetakan ANDI.
1996.
Wijayati, Keyfitria Diah. Tindak Tutur Direktif dalam Pertunjukan Wayang Lakon Dewaruci oleh Dalang Ki Manteb Soedharsono. Skripsi SI Fakultas Sastra dan Seni Rupa. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 2009.
2. Lampiran 2 : Surat-surat pribadi H.B. Jassin beserta balasannya yang sudah siap baca
DATA 1
Surabaya, 11-12-1952 Anakanda Hans yang terkasih
Merdeka!
Bagaimana dengan keadaan Hanny, adiknya, dan Hans suami istri? Moga-moga dalam keadaan selamat. Maade telah 10 hari di SB, dalam keadaan sakit yaitu penyakit yang dulu kumat lagi. Tapi di sini maade hanya mondok di rumah seorang bekas murid maade yang dulu harusnya
Maade terus ke Jakarta untuk berobat dan juga untuk pensiun adikmu tapi ongkosnya maade tidak punya. Maka dari itu maade minta tolong kiranya ada belas kasihan Hans, Maade minta kirimi uang untuk ongkos dari Surabaya ke Jakarta. Harap ditolong karena berulang-ulang maade minta dari abang tapi tak ada. Barangkali dia tak punya.
Kalau kirim uang tolong adress kan ke Kinto, yaitu anak tempat saya menumpang supaya tidak rewel, jangan nama maade asal tulis dihocknya, untuk itu addreskan kedia sebab anak ini dapat dipercaya.
Sekianlah terima kasih. Adress:
K. Wijono
Krambangan besar 22 SB
Maade yang baik,
Surat Maade sudah saya terima.Tapi maafkan saya tidak bisa kirim uang, karena tidak punya.Sampai sekarang masih saja tidak berkecukupan dan harus usaha kiri kanan buat bikin klop berbegroting rumah tangga- pun si Harjono begitu juga dengan keadaannya saya lihat.Jadi harap dipahami saja dan dimaafkan.
Lain tiada lain mudah-mudahan Maade lekas baik
DATA 3
Medan, 14 Mei 1955 Adinda Arsyad yang baik
Surat-surat abang terima.Maaf terlambat membalas.Banyak sekali urusan.
Sejak bulan Maret lalu ayah dari Gorontalo datang di Jakarta untuk berobat.Bersama beliau ikut ibu, adinda Bimo dengan anaknya baru satu, Toneng anaknya Arif dan dua orang pembantu diajak dalam perjalanan. Jadi adik bisa bayangkan bagaimana padat dan ramainya di rumah sewaan yang kecil, selama berobat di Jakarta ada jugalah keringanan dalam penyakit ayah dan berdoa kita mudah-mudahan kesehatan beliau kembali seperti sediakala.
Kami semua baik. Hanya Hani saja malas belajar, raportnya kurang bagus. Mastinah insyaAllah tahun depan akan disekolahkan.
Seiring dengan ini abang kirimkan poswasel sebesar Rp. 100,- harap sampai pada waktunya dan adinda terima dengan senang hati.
Maaf lebih dahulu, karena dinda telah lama tiada menyurat. Dengan jalan surat ini dinda kabarkan, bahwa keadaan dinda dalam hal yang nyaman. Semoga hal ini berlaku atas diri kakak serta keluarga di sini.
Tentu rumah kakak sekarang menjadi ribut serta ramai, terutama dengan anakkanda Bambang yang nakal berada di sini. Barangkali sudah berkelahi dan berampasan permainan dengan anakanda Hanny dan Marsinah.
Bagaimana dengan keadaan ayahanda?
Semoga penyakit beliau lekas sembuh dan kembali seperti sediakala.
Lain dari pada itu, berhubung dengan Hari Raya Idul Fitri, maka dengan jalan surat ini dinda mengucapkan “Selamat Hari Raya” semoga kekhilafan serta kesalahan-kesalahan dinda baik yang disengaja maupun yang tidak, harap kakak berdua sudi memaafkannya. Kajian dinda berlaku nanti pada tanggal: 13 juni yang akan datang bersama-sama dengan pelajaran-pelajaran S.G.A Pagi.
Cukup sekian dahulu, peluk cium dinda untuk anakanda Hans.
DATA 5
Medan, 25 Mei 1962 Anakkanda Hans,
Sepeninggalan surat ini mudah-mudahan kami seisi rumah berada di dalam keadaan sehat-sehat saja, demikian juga anakkanda dan anak-anak semuanya di sini.
Sepulangnya Oom mu Josua kami telah mendengar kabar tentang penyakit menantu Alm. Sitti dan Mak sangat sedih melihat gambar-gambar yang anakkanda kirim itu, semoga Allah menempatkan alm. Menantu Sitti kepada tempat sebaik-baiknya.
Pada waktu Mak menulis surat ini, bapak Ngasa sedang berada di Medan, dan kami juga telah mendapat berita dari bapakmu Ngasa.
Bagaimana kabar dari anak-anak kita adakah sehat-sehat saja dan bagaimana kabar dari Gorontalo?
Apakah ada kabar dari Mak kita di sana tentang maksud untuk mencari dan mengasuh anak-anak. Mak kasihan melihat anak-anak begitu ditinggalkan, jua anakkanda Hans tentunya merasa sedih juga.
Barangkali anakkanda akan mendapatkannya di Jakarta ini atau di Gorontalo ataupun di Medan. Supaya anak-anak jangan terlalu kesunyian dan anakkanda juga tidak akan bersusah payah melihat anak-anak.
Surat ini Mak titipkan kepada bapakmu Ngasa, kabar lain baik-baik saja dan sekianlah surat ini.
Dari Makmu
Surat pada Om Ngasa sudah saya terima beberapa waktu yang lalu.
Usul yang Mak kemukakan di dalamnya, saya sendiri belum sampai ke sana memikirkannya, meskipun dari beberapa pihak pun telah ada memasukkan pikiran-pikiran demikian. Pada perasaan saya ibu anak-anak yang meninggal masih hadir sekitar saya dan saya tak sampai hati meninggalkannya atau menggantikannya dengan yang lain. Kenangan padanya masih amat segar sehingga dia seolah-olah masih hidup mendampingi saya. Saya tahu keadaan ini lambat laun akan hilang, tapi hendaknya hal ini terjadi dengan sewajarnya, tidak dengan dipaksa-paksa.
Anak-anak pun masih sangat ingat pada ibunya, terutama Anibal mereka selalu mengajak melihat kuburan ibunya yang sekarang sudah didirikan bangunan yang bagus diatasnya. Perasaan ini pun harus saya ikut timbangkan dalam mengambil langkah-langkah berikutnya.
Sementara menulis surat ini saya sedang perlop tahunan di Bandung. Hani tidak ikut hanya Mastinah. Hani berkali-kali saya ajak dia menjawab: “nggak ada mami sih” ria sudah ada dua bulan ini menggambar dan ingin menggambar ibunya dari foto kalau ia sudah pandai sekali. Kalau dulu dia bercita-cita mau jadi pilot, kemudian insinyur, maka sekarang dia mau jadi dokter, supaya bisa menolong orang sakit, katanya.Dia baru saja naik kelas 3 SMP dengan angka-angka yang baik.Mastinah tinggal kelas dikelas 5.
Arsyad mampir di rumah dalam perjalanan ke Bali dan berjanji akan mampir juga sekembalinya. Mungkin sudah pulang di Medan.
Salam saya pada Humalo dan semoga perkawinannya berbahagia. Juga salam saya pada Om Josua dan Tante Josua.
DATA 7
Kepada Ytc Prof. Dr. Liaw Yock Fang Singapore
Saudara Yock Fang,
I. Pertama-tama terima kasih atas kiriman cek $ Singapore 500,-
II. Sampai hari ini Erlangga belum selesai mencetak SMK II tak jelas, maaf.
III. Apakah saudara Yock Fang tidak membuat rampai dari fragmen-fragmen Sastra Melayu Klasik? Saya kira akan menarik.
IV. Pembicaraan sajak Chairil Anwar tidak dicetak ulang?
V. Beberapa waktu yang lalu kepada saudara ABP (Al-Qur’an Berwajah Puisi), dan kontroversi ABP apakah sudah Saudara terima? Tolong tawarkan kepada Pustaka Nasional.Barangkali Bapak Semait berminat mengadakan di Singapore, Malaysia, Brunai Darussalam? Saya kira di sana mereka juga berminat.
VI. Baru-baru ini datang ke Jakarta Prof. Dr. Teuku Iskandar menghadiahkan saya bukunya yang terakhir, Sejarah Melayu Klasik Sepanjang Abad, sudahkan Saudara lihat?
VII. Sekian dulu Saudara Yock Fang. Saya harap Saudara sekeluarga baik-baik saja. Bagaimana keadaan kesehatan Saudara? Saya selalu mendoakan Saudara Yock Fang sekeluarga baik-baik saja. Salam saya sekeluarga kepada Saudara Yock Fang sekeluarga.
Wassalam HB. Jassin
11 Maret 1996 Pak Jassin yang diingati,
Saya gembira sekali menerima surat dari bapak. Demikian juga sudah diterima ABP dan Kontroversi ABP. Hanya saja ABP yang saya terima itu di dalamnya ada beberapa halaman yang kosong. Bisa saya kirim satu eksemplar lagi? Dan ABP dan Kontroversi ABP yang dikirim beberapa waktu lalu sampai sekarang masih belum saya terima. Mungkin sudah hilang diperjalanan.
Pak Semait tidak menjadi pengurus pustaka nasional lagi. Beliau lebih banyak menerjemahkan buku-buku arab daripada mengurus PN. Kalau bapak anggap perlu, saya akan menghubungi pengurus barunya hanya saja saya khawatir bapak mungkin sulit untuk mendapat uang kembali. Siapakah yang menjadi penerbit ABP? Apakah bapak sendiri yang menerbitkannya? Kalau bapak sendiri yang menjadi penerbitnya, kirimlah 10 eksemplar kepada saya dan saya akan menjualnya kepada orang yang berminat. Uangnya akan dimasukkan ke dalam rekening bank bapak di Jakarta. Bapak perlu memberi tahu saya no rekening bank bapak di Jakarta. Kalau dikirim cek, resikonya besar. i.e. ceknya bisa hilang. Bunga rampai sastra lama pernah saya usahakan atau anjuran bapak, tapi usaha itu terbengkalai karena berbagai hal. Apakah di Indonesia ada penerbit yang bersedia menerbitkannya? Terjemahan sajak-sajak Chairil Anwar juga tidak ada kesempatan mengulang cetak. Penjualan SKMK juga mengecewakan, terutama SKMK 1. Saya tidak tahu apakah kedua buku ini ada kemungkinan dicetak ulang.
Bulan April tahun lalu operasi by pass, i.e. sakit jantung. Sekarang sudah agak sembuh tapi masih sakit-sakitan saja. Dan pada bulan september ini saya akan pensiun kalau kesehatan mengizinkan saya akan terus berkarya. Diantara proyek yang akan dikerjakan ialah
1. Undang-undang Laut, edisi Teks dan Terjemahan dalam Bahasa Inggris 2. Kompendiaum Undang-Undang Malaka,
3. yaitu kumpulan semua naskah versi Undang-undang Malaka.
Saya belum melihat buku prof. Teuku Iskandar dimanakah buku itu diterbitkan?
Akhir sekali saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada bapak yang senantiasa memberi perhatian kepada kegiatan berkarya saya, dari masa saya menjadi mahasiswa sampai kepada masa saya menjadi profesor Madya dan pensiun. Saya juga senantiasa berdoa agar bapak dan keluarga senantiasa dalam keadaan sehat walafiat.
No. Tuturan Kategori Penjelas Kata Kunci
1. Anakanda Hans yang terkasih
Ekspresif Penutur membuka
percakapan dalam suratnya dengan memuji lawan tutur
Memuji
2. Merdeka! Ekspresif Penutur mengungkapkan
semangatnya melalui kata-kata tersebut.
Memberi selamat
3. Bagaimana dengan keadaan Hanny, adiknya, dan Hans suami istri? Moga-moga dalam keadaan selamat.
Asertif Penutur menanyakan
keadaan lawan tutur dan keluarga, dan berharap dalam keadaan selamat.
Menyatakan
4. Maade telah telah 10 hari di SB, dalam keadaan sakit, yaitu penyakit yang dulu kumat lagi. Tapi di sini maade hanya modok di rumah bekas murid maade yang dulu.
Asertif Penutur mengungkapkan
keadaan yang sedang dialaminya seputar dengan kesehatannya kepada lawan
tutur dan Penutur
menceritakan keadaannya selama sakit.
Menyatakan
5. Harusnya maade terus ke Jakarta berobat dan juga untuk pensiun adikmu, tapi ongkosnya maade tidak punya.
Asertif Penutur mengeluh tidak memiliki uang untuk berobat.
Mengeluh
6. Maka maade minta tolong kiranya belas kasihan Hans, maare minta kirimi uang untuk ongkos dari Surabaya ke Jakarta. Harap ditolong karena berulang-ulang maade minta Harjono tapi tak ada, barangkali dia tak punya.
Direktif Penutur meminta tolong agar
lawan tutur dapat
mengirimkan sejumlah uang
karena ia sedang
membutuhkannya.
Memohon
7. Kalau kirim uang tolong adress kan ke Kinto, yaitu
anak tempat saya menumpang supaya tidak rewel, jangan nama maade asal tulis dihocknya, untuk itu addreskan kedia sebab anak ini dapat dipercaya.
kepada lawan tutur agar mengirimkan uang ke alamat yang telah dituliskan.
8. Sekianlah terima kasih Ekspresif Penutur mengucapkan rasa terima kasihnya kepada lawan tutur.
Berterima kasih
b. Tindak Tutur Ilokusi pada Data 2
No. Tuturan Kategori Penjelas Kata kunci
1. “Maade yang baik” Ekspresif Penutur memberikan salam dalam bentuk pujian kepada lawan tutur.
Memuji
2. “Surat Maade sudah saya
terima”
Asertif Penutur memberitahukan mengenai surat yang diterimanya dari lawan tutur.
Menyatakan
3. “Tapi maafkan saya tidak
bisa kirim uang, karena
tidak punya.”
Ekspresif Penutur meminta maaf karena tidak bisa menuruti keinginan lawan tutur.
Meminta maaf
4. “Sampai sekarang masih
saja tidak berkecukupan dan harus usaha kiri kanan buat bikin klop bergroting rumah tangga- pun si Harjono begitu juga dengan keadaan
saya lihat.”
Asertif Penutur mengeluhkan
keadaan yang terjadi pada dirinya yang menyebabkan