BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. A nalisis Karakteristik Psikometri
2. Indeks Daya Beda Aitem
a. Pengertian Indeks Daya Beda Aitem
Daya beda aitem merupakan kemampuan aitem dalam membedakan antara individu yang memiliki atribut psikologis yang diukur dengan individu yang tidak memiliki atribut psikologis yang diukur sehingga dalam penelitian ini daya beda aitem pada IST subtes SE dapat diartikan sebagai kemampuan aitem dalam membedakan individu yang memiliki pengetahuan umum dengan individu yang tidak memiliki pengetahuan umum.
Aitem yang memiliki indeks daya beda yang baik adalah aitem dapat dijawab benar oleh sebagian besar kelompok subjek kemampuan tinggi, dan dijawab salah oleh sebagian besar kelompok subjek kemampuan rendah jadi kesimpulannya indeks daya beda aitem merupakan suatu harga yang menunjukkan perbedaan proporsi penjawab aitem dengan benar antara kelompok yang memiliki kemampuan tinggi dengan kelompok yang memiliki kemampuan rendah.
Daya beda aitem dilakukan untuk memenuhi tujuan pengukuran psikologis yaitu untuk mengukur perbedaan individu atau reaksi individu yang sama pada situasi yang berbeda (Anastasi & Urbina, 1997).
Murphy dan Davidshofer (2003) mengatakan bahwa aitem yang baik seharusnya dapat membedakan kelompok individu yang mampu mengerjakan tes dengan individu yang tidak, atau dengan kata lain antara kelompok yang memiliki kemampuan tinggi dengan kelompok yang memiliki kemampuan rendah. Indeks daya beda aitem disimbolkan dengan d.
d = - (7)
Keterangan: nit = Jumlah peserta dari kelompok tinggi yang menjawab aitem
dengan benar
Nt = Jumlah peserta dari kelompok tinggi
nir = Jumlah peserta dari kelompok rendah yang menjawab aitem dengan benar
Nr = Jumlah peserta dari kelompok rendah
Karena = p, maka d dapat juga diformulasikan dengan:
d = pt-pr (8)
Keterangan: pt = Indeks kesukaran aitem kelompok tinggi pr = Indeks kesukaran aitem kelompok rendah
Menurut Murphy dan Davidshofer (2003) ada tiga cara statsistik yang dapat digunakan untuk mengestimasi daya beda aitem, yaitu:
1. Metode Kelompok Ekstrim
Metode kelompok ekstrim dapat digunakan untuk mengukur daya beda aitem pada kelompok yang besar. Daya beda aitem dapat dihitung dengan cara membagi kelompok menjadi dua, kelompok tinggi yakni kelompok yang memiliki skor yang tinggi (25-35 % nilai tertinggi didalam kelompok) dan kelompok rendah yakni kelompok yang memiliki nilai yang rendah (25-35 % nilai terendah dalam kelompok). Aitem yang memiliki indeks daya beda aitem yang baik akan dijawab benar oleh kelompok tinggi dan dijawab salah oleh kelompok rendah.
2. Korelasi aitem-total
Korelasi aitem-total memberikan informasi tentang apakah aitem mengukur hal yang sama dengan tes, korelasi aitem-total dapat dihitung menggunakan korelasi point biserial. Korelasi point biserial digunakan jika variabel kontinu dihubungkan dengan variabel dikotomi yang sesungguhnya. Contoh variabel dikotomi sesungguhnya adalah benar-salah, psikotik-normal, buta warna-normal (Kumar, 2009).
Korelasi point biserial yang bernilai positif menunjukkan bahwa aitem dan tes mengukur hal yang sama, nilai mendekati nol menunjukkan bahwa bahwa aitem tidak memiliki indeks daya beda yang baik sehingga kelompok tinggi menjawab pertayaan dengan salah dan kelompok rendah menjawab pertanyaan dengan benar. Nilai negatif
menunjukkan bahwa aitem tidak mengukur hal yang sama dengan alat tes. Korelasi poin biserial diformulasikan sebagai berikut:
(9)
Keterangan: bis = Korelasi poin biserial
µ
+=
Rata-rata skor kriteria bagi individu yang menjawab jawaban dengan benarµ =
Rata-rata skor kriteria kelompokStandar deviasi skor kriteria kelompok P = Indeks Kesulitan aitem
Q = 1-P
3. Korelasi inter-aitem
Korelasi inter-aitem digunakan untuk memahami pengukuran daya beda aitem. Korelasi inter-aitem tidak menjelaskan mengapa beberapa aitem menunjukkan nilai yang tinggi ataupun rendah karena sangat jelas bahwa aitem yang memiliki nilai korelasi aitem-total yang positif akan menunjukkan nilai yang positif juga pada kebanyakan aitemnya, namun korelasi aitem-total tidak dapat menjelaskan mengapa korelasi aitem total dapat bernilai negatif dan dalam hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan korelasi inter-aitem.
Korelasi inter-aitem dapat membantu dalam memahami mengapa beberapa aitem gagal dalam membedakan subjek yang memiliki kemampuan dengan subjek
yang tidak memiliki kemampuan, dalam artian kelompok tinggi dapat menjawab dengan salah dan subjek dari kelompok rendah dapat menjawab dengan benar.
Korelasi inter-aitem yang bernilai rendah dapat memiliki dua arti, kemungkinan pertama adalah aitem tidak mengukur hal yang sama dengan tes, sehingga aitem harus dibuang atau dibuat ulang, kemungkinan kedua adalah aitem memang mengukur atribut yang berbeda dengan tes dikarenakan tes memang disusun untuk mengukur dua atribut yang berbeda.
Daya beda aitem dalam penelitian dapat diestimasi dengan korelasi aitem total dengan menggunakan korelasi point biserial.
b. Analisis Indeks Daya Beda Aitem
Indeks daya beda aitem secara matematis akan berkisar mulai dari -1 sampai dengan +1, namun demikian hanya harga d yang bernilai positif saja yang memiliki arti dalam analisis aitem.
Harga d yang berada disekitar 0 menunjukkan bahwa aitem yang bersangkutan mempunyai daya beda yang rendah sedangkan harga d yang negatif menunjukkan bahwa aitem yang bersangkutan tidak berguna sama sekali bahkan bisa menyesatkan.
Indeks daya beda aitem yang ideal adalah yang mendekati angka 1, semakin besar indeks daya beda (semakin mendekati 1) berarti aitem tersebut mampu membedakan antara individu yang menguasai materi yang diujikan dan mereka yang tidak menguasainya, semakin kecil daya beda aitem (semakin mendekati 0) berarti semakin tidak jelaslah fungsi aitem yang bersangkutan dalam membedakan mana
subjek yang menguasai materi yang diujikan dan subjek yang tidak tahu apa-apa (Azwar, 2007).
Ebel (dalam dalam Azwar, 2007) terdapat suatu panduan dalam evaluasi indeks daya beda aitem, yaitu :
Tabel 3. Evaluasi Indeks Daya Beda Aitem
Indeks
Daya Beda Evaluasi
0,4 atau lebih Bagus sekali
0,3 - 0,39 Lumayan bagus, tidak membutuhkan revisi 0,2 – 0,29 Belum memuaskan, perlu revisi
Kurang dari 0,20 Jelek dan harus dibuang
Thorndike (dalam Azwar, 2007) bahwa dalam proses seleksi aitem, aitem- aitem yang memiliki nilai daya beda aitem di atas 0,50 akan langsung dianggap baik sedangkan aitem-aitem dengan indeks daya beda di bawah 0,20 dapat langsung dibuang dan dianggap jelek.