GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1. Aspek Geografis dan Demografis 1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah
2.2.4 Indeks Gini
Koefisien Gini (Gini Ratio) adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Koefisien gini diukur berdasarkan pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.
Indeks Gini di Kabupaten Rembang selama 2015-2019 menunjukkan bahwa tren ketimpangan pendapatan penduduk yang berada dalam kategori sedang atau menengah. Adapun perkembangan indeks gini Kabupaten Rembang selama 5 tahun sebagaimana tabel berikut.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
B A B I I | 56
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Tabel 2.24
Indeks Gini Kabupaten Rembang Tahun 2019
KABUPATEN REMBANG
INDEKS GINI (TAHUN) 2016 2017 2018 2019 0,30 0,32 0.33 0.31
Sumber : BPS, 2020
Jika dibandingkan dengan indeks gini Provinsi Jawa Tengah dan Nasional, posisi angka ketimpangan Kabupaten Rembang mulai Tahun 2015 sampai Tahun 2019 lebih rendah daripada angka Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Perkembangan Indeks Gini Kabupaten Rembang menunjukkan pada tahun 2015, 2016 dan 2017 adalah 0,30 mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi 0,33 dan kembali turun pada tahun 2019 menjadi 0,31. Adapun perbandingan Perkembangan Indeks Gini Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2015-2019 sebagai berikut.
Grafik 2.2
Perbandingan Perkembangan Indeks Gini Kabupaten Rembang dengan ProvinsiJawa Tengah dan Nasional Tahun 2015-2019
2.2.5 Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu kondisi ketidakmampuan secara ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah. Ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa pangan, sandang, maupun papan. Ketidakmampuan ini berdampak pada menurunnya kemampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar
R K P D 2 0 2 1
| LAMPIRAN PERBUP NO. 26 TAHUN 2020Tabel 2.14
Perbandingan Indikator PDRB Perkapita Wilayah Eks-Karesidenan Pati Tahun 2019
Kabupaten (ribu rupiah) PDRB ADHB Penduduk Jml PDRB Perkapita (juta rupiah/penduduk) Pertumbuhan PDRB Perkapita (%) Pertumbuhan Ekonomi (%) Blora 25.797.446 865.013 30,03 5,09 4,05 Rembang 18.934.344 638.188 29,67 6,26 5,20 Pati 43.063.877 1.259.590 34,19 7,37 5,86 Kudus 110.514.047 871.311 126,84 5,00 3,10 Jepara 30.230.591 1.257.912 24,03 6,50 6,02
Sumber: BPS 2020, data diolah
d. Koefisien Gini
Koefisien Gini (Gini Ratio) adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Koefisien gini diukur berdasarkan pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.
Koefisien Gini atau Indeks Gini di Kabupaten Rembang selama tahun 2015-2019 menunjukkan bahwa tren ketimpangan pendapatan penduduk di Kabupaten Rembang berada dalam kategori sedang atau menengah. Namun demikian perhitungan Indeks Gini pada tahun berikutnya tidak dilakukan. Adapun perkembangan indeks gini Kabupaten Rembang selama 5 tahun sebagaimana tabel berikut.
Tabel 2.15
Indeks Gini Kabupaten Rembang Tahun 2015 – 2019 KABUPATEN REMBANG
INDEKS GINI (TAHUN)
2015 2016 2017 2018 2019
0,30 0,30 0,30 0,33 0,31
Sumber : Bappeda data diolah, 2019
Jika dibandingkan dengan indeks gini Provinsi Jawa Tengah dan Nasional, posisi angka ketimpangan Kabupaten Rembang mulai Tahun 2015 sampai Tahun 2019 lebih rendah daripada angka Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Perkembangan Indeks Gini Kabupaten Rembang menunjukkan pada tahun 2015 dan 2017 sebesar 0,30 mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebesar 0,33 dan kembali turun pada tahun 2019 sebesar 0,31. Adapun perbandingan Perkembangan Indeks Gini Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2015-2019 tersaji pada grafik berikut.
Sumber: Rembang Dalam Angka, 2019 diolah.
0,30 0,30 0,30 0,33 0,31 0,38 0,36 0,37 0,36 0,36 0,40 0,40 0,39 0,39 0,38 0,28 0,3 0,32 0,34 0,36 0,38 0,4 0,42 2015 2016 2017 2018 2019 Rembang Provinsi Nasional
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Pengukuran kemiskinan secara umum di Indonesia disusun dengan menggunakan standar dan indikator dari BPS. Berdasarkan data kemiskinan dari BPS, perkembangan kemiskinan Kabupaten Rembang Tahun 2015-2019 mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2015 yaitu 19,28 persen dan pada tahun 2019 adalah 14,95 persen. Data kemiskinan selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut.
Tabel 2.25
Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Rembang tahun 2020
Variabel Keterangan
Jumlah penduduk miskin (dalam ribuan) 100.08
Persentase 15,60
P1 2.44
P2 0.53
Garis Kemiskinan (Rp/Kap/bulan) 403.932 Sumber: BPS, 2020
Tabel 2.26
Perbandingan Penduduk Miskin Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional tahun 2016-2020 (Persen)
Tahun Nasional Jawa Tengah Rembang
2016 10.70 13.27 18.54
2017 10.12 13.01 18.35
2018 9.66 11.32 15.41
2019 9.41 10.80 14.95
Sumber: BPS, 2020
Meskipun kemiskinan di Kabupaten Rembang turun siginifikan dari tahun 2016 yang mencapai 18,45 % menjadi 14,95 % pada tahun 2019, angka ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan wilayah sekitar Eks- Karesidenan Pati. Adapun perbandingan persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Rembang dengan Kabupaten sekitar pada tahun 2016-2019 dapat dilihat pada grafik berikut.
Tabel 2.27
Perbandingan Penduduk Miskin Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Sekitar Tahun 2016– 2020 (Persen)
Tahun Pati Kudus Jepara Blora Rembang
2016 11.65 7.73 8.35 13.33 18.45
2017 11.38 7.65 8.12 13.04 18.35
2018 9.90 6.98 7.00 11.90 15.41
2019 9.46 6.66 6.68 11.32 14.95
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Data kemiskinan dikelompokkan menjadi 2 jenis data, yaitu data kemiskinan makro dan data kemiskinan mikro. Data kemiskinan makro berupa persentase dan perhitungan jumlah penduduk miskin suatu daerah yang di-rilis oleh BPS. Sedangkan data kemiskinan mikro adalah data yang diperoleh melalui mekanisme sensus (bersifat menyeluruh), bersifat kuantitatif, dapat memberikan informasi detail, dan dapat dipergunakan sebagai referensi intervensi kegiatan yang tersedia secara by name by
address.
Dalam rangka akselerasi dan peningkatan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan Pemerintah pusat dan Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Kemiskinan, diperkuat dengan keluarnya Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Rembang melalui Peraturan Bupati Rembang Nomor 28 Tahun 2019. Prioritas penanggulangan kemiskinan difokuskan melalui pendekatan wilayah sesuai yang diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Upaya Penanganan Fakir Miskin melalui Pendekatan Wilayah. Kabupaten Rembang memetakan sasaran desa sebagai lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Nomor 050/1538/2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Penanggulangan Kemiskinan dan Organisasi Perangkat Daerah Pendamping di Kabupaten Rembang Tahun 2018-2019.
Pada tahun 2019 penduduk miskin berjumlah 95.260 jiwa, turun dari tahun sebelumnya, yaitu 97.440 jiwa pada tahun 2018. Penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Rembang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 2.28
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kab Rembang Tahun 2016-2020 Tahun Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rupiah) Jumlah Penduduk
Miskin (Ribuan) Persentase
2016 338.986 115.49 18.54
2017 354.440 115.19 18.35
2018 365.443 97.44 15.41
2019 384.561 95.26 14.95
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Rembang diikuti dengan penurunan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan. Sejak tahun 2017, indeks kedalaman kemiskinan mengalami penurunan yang menunjukkan bahwa jarak rata-rata pengeluaran penduduk terhadap garis kemiskinan semakin menurun. Indeks keparahan kemiskinan juga mengalami penurunan yang signifikan dari tahun 2018 ke tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin berkurang. Tabel berikut menunjukkan indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan dari tahun 2016-2019.
Tabel 2.29
Indeks Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten Rembang
Tahun Indeks Kedalaman Kemiskinan Indeks Keparahan Kemiskinan 2016 3.28 0.85 2017 3.24 0.89 2018 2.86 0.78 2019 2.32 0.48
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020, dan BPS 2020
DTKS diperoleh dari BDT 2015 yang telah diverifikasi dan validasi mandiri melalui kegiatan Sistem Layanan Rujukan Terpadu & Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (SLRT & MPM) tingkat desa se-Kabupaten Rembang kemudian dimutakhirkan melalui program Siks-NG Kementrian Sosial. Data tersebut menjadi acuan utama penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dalam skala nasional maupun daerah.
Jika data penduduk miskin Kabupaten Rembang menurut DTKS 2019 adalah 98.323 RTM/320.727 Jiwa (50,12%), berbeda dengan jumlah penduduk miskin Tahun 2019 yang dirilis BPS Kabupaten (pada Rembang dalam angka) yakni berjumlah 95.260 Jiwa (14,95%). Data penduduk miskin di atas adalah data yang diperoleh dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terakhir release bulan Juli tahun 2019. Program skala nasional diantaranya: Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Bantuan Siswa Miskin (BSM)/Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/Program Indonesia Sehat (PIS), Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan Program skala daerah diataranya adalah dengan memberikan Dharmasiswa (beasiswa bagi masyarkat miskin
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
berprestasi), Bantuan Lansia Terlantar Miskin (Kamalia Merekah), dan Bantuan Sembako Disabilitas.
Selain berdasarkan data jumlah penduduk miskin, perkembangan kemiskinan suatu daerah juga dapat dilihat dari Indeks kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan. Dalam rentan waktu tahun 2016-2019, Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami penurunan dari 3,47 menjadi 2,32 pada tahun 2019, hal ini memperlihatkan bahwa program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan telah cukup efektif untuk menurunkan kesenjangan. Sementara P2 Kabupaten Rembang mengalami fluktuasi yang cenderung turun, dengan capaian tertinggi terjadi pada tahun 2015 yaitu 0,99. Pada tahun 2019 P2 mengalami penurunan menjadi 0,48. Hal tersebut menunjukkan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin di Kabupaten Rembang pada tahun 2019 semakin menyempit dibandingkan tahun sebelumnya. Selengkapnya perbandingan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2016-2019 dapat dilihat pada grafik berikut.
Tabel 2.30
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (Indeks) Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2016-2020
Tahun Nasional Jawa Tengah Rembang
2016 1.74 2.37 3.28
2017 1.79 2.21 3.24
2018 1.71 1.85 2.86
2019 1.55 1.53 2.32
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
Grafik 2.3
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (Indeks) Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2016-2019
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020, dan BPS 2020
Tabel 2.31
Posisi Relatif Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) (Indeks) Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2015-2019
Tahun Nasional Jawa Tengah Rembang
2016 0.44 0.63 0.85
2017 0.46 0.57 0.89
2018 0.44 0.45 0.78
2019 0.37 0.30 0.48
Sumber: Kabupaten Rembang dalam Angka tahun 2016-2020, dan BPS 2020
Grafik 2.4
Posisi Relatif Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) (Indeks) Kabupaten Rembang dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2016-2019
Sumber: data diolah
Masalah kemiskinan selalu memperoleh perhatian utama di berbagai daerah. Hal ini terjadi karena adanya kesadaran pemerintah bahwa kegagalan mengatasi persoalan kemiskinan akan dapat menyebabkan
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 2016 2017 2018 2019
Nasional Jawa Tengah Rembang
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 2016 2017 2018 2019
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
munculnya persoalan sosial, ekonomi, dan politik di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu isu kemiskinan menjadi isu krusial yang perlu dicari pemecahannya. Sebagaiaman kemiskinan juga menjadi salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di tahun 2030.