GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2) Rasio ketergantungan
Dengan membandingkan antara jumlah penduduk tidak produktif dengan penduduk yang produktif dikalikan dengan 100, maka akan dapat diketahui Rasio Beban Ketergantungan (dependency rasio). Rasio beban ketergantungan Kabupaten Rembang di tahun 2019 adalah 40,77%. Banyaknya penduduk usia produktif dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif dengan proporsi hampir dua kali lipat disebut dengan bonus demografi.
2.4.5. IPTEK dan Inovasi
2.4.5.1 Penguatan Sistem Inovasi Daerah
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, Dan Penerapan Iptek, Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, dan Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi RI dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 03 Tahun 2012 dan Nomor 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah atau SIDa, bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan publik secara berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Rembang terus meningkatkan inovasi daerah yang bersifat pembaharuan dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah terutama diantaranya inovasi tata kelola Pemerintahan Daerah, inovasi Pelayanan Publik dan Inovasi lainnya sesuai dengan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah bahwa inovasi daerah merupakan semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah. Inovasi daerah tersebut meliputi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Inovasi Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah Lainnya sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya.
Sistem Inovasi Daerah atau SIDa adalah keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antar institusi Pemerintah, Pemerintahan Daerah, Lembaga Kelitbangan, Lembaga Pendidikan, Lembaga Penunjang Inovasi, dunia usaha, dan masyarakat di daerah. Sedangkan inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan,
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
penerapan, pengkajian, perekayasaan, dan pengoperasian yang selanjutnya disebut Kelitbangan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. Pengembangan daerah/Kabupaten inovatif merupakan suatu model pendekatan yang perlu didorong untuk mempercepat dan meningkatkan keberhasilan pembangunan daerah.
a. Inovasi Tata Kelola Pemerintah Daerah
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Pemerintah daerah merumuskan kebijakan inovasi dengan mengacu kepada peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan, dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya tidak untuk kepentingan diri sendiri.
Inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Rembang bertujuan membantu meningkatkan efesiensi, efektivitas dan perbaikan kualitas pelayanan kerja aparatur, sehingga proses yang dilakukan menjadi lebih efesien dan berkualitas.
Sistem Informasi Manajemen yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Rembang terdiri dari 32 sistem yang eksisting sampai akhir 2018, yang terdiri dari 15 SIM Tata Kelola Pemerintahan dan 10 SIM Pelayanan Publik.
Tabel 2.145
Kondisi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Kab. Rembang Tahun 2019
No. Inovasi Instansi
1. JDIH Bag. Hukum
2. Produk Hukum Bag. Hukum
3. SIKD (Sistem Informasi Kearsipan Daerah) Dinarpus
4. E-Retribusi Pasar Dinindagkop&UKM
5. Sistem Penataan naskah dinas & arsip sekretariat DPRD Setwan
6. SIP@NDU (Sistem Informasi Perencanaan Terpadu) Bappeda
7. E-Budgeting Bappeda
8. E-presensi BKD
9. SIMPATDA (Sistem Informasi Pendapatan Asli Daerah) BPPKAD
10. SIMKEUDA BPPKAD 11. SIMDABMD BPPKAD 12. SIMGAJI BPPKAD 13. MAPATDA BPPKAD 14. SISMIOP BPPKAD 15. MAPINFO BPPKAD
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
b. Inovasi Pelayanan Publik
Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, pemerintah wajib menyediakan pelayanan publik yang mumpuni bagi warganya. Pemerintah Kabupaten Rembang melakukan inovasi pelayanan publik yang bertujuan memudahkan pelayanan umum yang cepat dan efesien. Selain untuk meningkatkan efesiensi, pelayanan publik tersebut dimaksudkan mencapai tujuan seperti meningkatkan daya saing dan berorientasi pada kepentingan umum.
Inovasi pelayanan publik juga dilakukan pemerintah Kabupaten Rembang dalam rangka membantu masyarakat dan pengembangan potensi-potensi khas yang daerah dan masyarakat secara keseluruhan, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daya saing daerah Kabupaten Rembang. Pemerintah Kabupaten Rembang memiliki website sendiri, masyarakat dapat melihat langsung hasil pembangunan Kabupaten Rembang melalui website Kabupaten Rembang rembangkab.go.id.
Tabel 2.146
Kondisi Inovasi Pelayanan Publik Kabupaten Rembang Tahun 2019
No. Inovasi Instansi/Keterangan
1. SI LINCAH (Sistem Layanan Informasi Nyaman Cepat Akuntabel dan Hemat)
Dinkominfo, SIM Layanan informasi keterbukaan publik yang lebih cepat.
2. ARJUNO (Aplikasi Rujukan ke RSUD dr. R. Soetrasno)
RSUD, SIM layanan rujukan pasien dari puskesmas ke RSUD dr. R. Soetrasno.
3. E-KIR (Elektronik KIR) Dinhub, SIM layanan KIR kendaraan. 4. BKO (Bursa Kerja Online)
Job Fair
DPMPTSP&Naker, SIM layanan pencari kerja ke perusahaan.
5. Enjoy Rembang Dinbudpar, SIM-aplikasi layanan informasi tentang
promosi pariwisata Kabupaten Rembang.
6. Kresno (sistem nomor
antrian online)
RSUD, SIM layanan antrien pasien secara online di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.
7. Pulang Gratis RSUD, pelayanan antar pasien pulang gratis.
8. rembangkab.go.id Dinkominfo, SIM-Website Kabupaten Rembang
9. Website perizinan DPMPTSPNaker, SIM SIPIPISE (Sistem Pelayanan
Informasi dan Perijinan Investasi Secara Elektronik) Pelayanan Perizinan Pusat yg terintegrasi dg Daerah, ygdpt dilakukan pendaftarannya scr online terdiri dr 100 jenis perizinan & fasilitas yan lainnya.
10. KIARA (Klinik Pelayanan Perencanaan)
Bappeda, pelayanan konsultasi perencanaan
11. SIM Litbang Bappeda, SIM Kelitbangan yang terintegrasi dengan
Kesbangpolinmas dan DPMPTSPNaker
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
No. Inovasi Instansi/Keterangan
dengan Dindukcapil dan Kecamatan. 13. BAPER (Mobil Ambulan
Pencari Riak)
UPT Puskesmas Pamotan, upaya pemberantasan penyakit TBC, dimana salah satu upaya nya adalah dengan memeriksa riak warga yang sakit batuk.
14. GREMET (Program Gerakan Ngrumat Wong Meteng)
UPT Puskesmas Pancur, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memenuhi hak sehingga ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terpadu sehingga mampu menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat dan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
15. KELONI (Cekel Lan Openi) UPT Puskesmas Gunem, menurunkan angka kematian Ibu dan bayi di wilayah Kecamatan Gunem sebagai wujud dari Gerakan Sayang Ibu dan anak.
16. Ante Natal Care ( ANC ) Mobile
UPT Puskesmas Kaliori, meningkatkan kesehatan masyrakat dengan kemudahan mengakses fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai standart.
Sumber : BAPPEDA dan Dinas terkait, 2019
c. Inovasi Daerah Lainnya
Inovasi Daerah Lainnya sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannyayang dimiliki Kabupaten Rembang adalah inovasi yang
bersifat ekstenal. Dalam rangka menampung, mengolah dan
mempublikasikan kepada publik sehingga hasilnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Inovasi ini berisikan hasil karya pembangunan Kabupaten Rembang baik yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten maupun swasta. Berikut kondisi perkembangan Inovasi yang telah dicapai sampai akhir tahun 2018 seperti pada tabel berikut.
Tabel 2.147
Kondisi Inovasi Daerah Lainnya Kabupaten Rembang Tahun 2019
No. Inovasi Instansi/Keterangan
1. KRENOVA (Kreativitas dan Inovasi Masyarakat)
Bappeda, diselenggarakan dlm rangka menggali dan melakukan pembinaan terhadap produk krenova yg berbasis ilmu pengetahuan & teknologi masyarakat
2. BID (Bursa Inovasi Desa) Dinpermades, diselenggarakan dlm rangka menggali potensi inovasi pdtiap desa di Kabupaten Rembang
3. Kamalia Merekah (Koin Amal Lansia Bagi Mereka Menjadi Berkah)
Bappeda, kegiatan pengumpulan koin tuk memberikan santunan pd lansia terlantar, dlm rangka mendukung program penanggulangan kemiskinan
4. Istri Mantab (Industri Rumahan Mantab)
Bappeda dan DinsosPPKB, kegiatan untuk menggali dan
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
No. Inovasi Instansi/Keterangan
mendukung program penanggulangan kemiskinan
5. Desa Inovasi Bappeda & Dinpermades, kegiatan pembinaan & pemberian penghargaan terhadap desa yg telah melakukan inovasi 6. Klinik TTG (Teknologi
Tepat Guna)
Dinpermades dan masyarakat, forum konsultasi dan pembinaan inovasi masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
7. Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi)
Dinpermades dan masyarakat, lembaga masyyg menangani inovasi-inovasi yg ada di masyarakat berbasis TTG.
8. Microlite (menciptakan insan yang cakap dan ramah mengolah literasi)
Dinarpus, meningkatkan kunjungan perpustakaan dengan memberikan pelatihan.
Sumber : BAPPEDA dan Dinas terkait, 2019
2.4.5.2 Daya Dukung Inovasi Daerah
Daya dukung inovasi Kabupaten Rembang tidak hanya berasal dari pemerintahan daerah. Para stakeholder dituntut meningkatkan kapasitasnya sebagai bagian dari pelayanan publik. Salah satunya adalah adanya perguruan tinggi yang mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya secara berkelanjutan.
Tabel 2.148
Daya Dukung Inovasi Kabupaten Rembang Tahun 2019 No. Daya Dukung Inovasi -
Perguruan Tinggi Keterangan
1. STIE YPPI Menginduk LPPM, KKU (Kuliah Kerja Usaha)
2. STAI Al ANWAR Menginduk LPPM
3. STAI Al Akmal Menginduk LPPM
4. AKSI Akademi Komunitas Semen Indonesia merupakan
lembaga pendidikan tinggi vokasi diploma dua di Kabupaten Rembang yang dimiliki PT. Semen Indonesia Tbk. yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyalurkan potensi dan menggali pengalaman di BUMN
5. PSDKU UNDIP Menginduk LPPM
6. DRD (Dewan Riset
Daerah)
Sekretariat di Bappeda Kabupaten Rembang. Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Bappeda bekerja sama dengan Perguruan Tinggi membentuk DRD Kabupaten Rembang yang merupakan Dewan Riset sebagai lembaga non struktural yang beranggotakan para Dosen perguruan Tinggi yang mempunyai tugas memberikan masukan dan arah kebijakan serta mendukung Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (P3IPTEK)
RANCANGANTEKNOKRATIK RPJMD KABUPATEN REMBANG TAHUN 2021 – 2025
No. Daya Dukung Inovasi -
Perguruan Tinggi Keterangan
Daerah) Rembang berupa agenda Penelitian dan Pengembangan
yang dilakukan dan disusun dalam dokumen sebagai acuan dan masukan yang dipakai Kepala Daerah dalam arah kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan daerah. ARD disusun berdasarkan masa bakti/periode DRD
8. Jurnal Litbang Rembang (JLR)
JLR adalah media informasi penelitian dan pengembangan yang dikelola oleh Bappeda Kabupaten Rembang bersama DRD, sumber JLR dari masyarakat, perguruan tinggi, lembaga serta pemerintah dengan lokus litbang wilayah Kabupaten Rembang. JLR bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi, kemajuan pembangunan berkelanjutan berbagai bidang serta peningkatan daya saing daerah Kabuapten Rembang
9. BKK (Bursa Kerja
Khusus) SMK
BKK-SMK merupakan salah satu unit yang membantu
Pemeritah Daerah untuk menyalurkan dan
menempatkan lulusan SMK yang berprestasi di Perusahaan-perusahaan
10. RCCN (Rembang Creative Community Network)
Sebuah komunitas untuk mewadai penggiat ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang
Sumber : Kabupaten Rembang diolah, Tahun 2019
2.5. Tambahan: Gambaran Kondisi Dampak Covid-19 di Kabupaten Rembang
Dengan menggunakan metode penelitian Non- Probability Sampling yang merupakan kombinasi dari Convenience, Voluntary dan Snowball
Sampling —BPS (2020)— menyajikan data dari dampak COVID-19di
Kabupaten Rembang. Dalam kurun waktu 1 minggu pelaksanaan survei melalui 1.666 respon partisipasi dimana didominasi 61,3% perempuan dengan 52,3% berstatus suami/istri. Penulis memberi beberapa ringkasan dan/atau sorotan terhadap kajian yang telah dilakukan, utamanya data keadaan sosial-ekonomi masyarakat Kabupaten Rembang.
Sebagai catatan data ini mengalami keterbatasan dengan adanya metode dalam jaringan dimana mengindikasikan responden penelitian merupakan kelompok masyarakat dengan literasi internet cukup tinggi. Analisis yang dihasilkan merupakan gambaran individu yang secara sukarela berpartisipasi dalam survei dan tidak mewakili kondisi seluruh masyarakat. Dalam analisis di publikasi ini penggunaan penimbang belum dilakukan, meskipun hal tersebut dapat dipertimbangkan untuk mengurangi bias