• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Analisis Vegetasi

8. Indeks Kelimpahan Spesies/Species Richness

jenis/Evenness index, dan Indeks Asosiasi dan Indeks Kesamaan Komunitas/AssociationIndex and Index of Similarity

Keanekaragaman jenis adalah suatu karakteristik tingkat komunitas. Keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas yang tinggi, karena dalam komunitas juga terjadi interaksi spesies yang tinggi. Jadi dalam suatu komunitas yang mempunyai keanekaragaman jenis yang tinggi akan terjadi interaksi spesies yang melibatkan transfer energi (jaring makanan), predasi, dan kompetisi. Konsep keanekaragaman jenis dapat digunakan untuk mengukur stabilitas komunitas yaitu kemampuan suatu komunitas untuk menjaga dirinya tetap

commit to user

stabil walaupun ada gangguan terhadap komponen-komponennya (Soegianto 1994).

Gambar 11. Indeks Kelimpahan Spesies/Species Richness (Margalef

Index), Indeks keanekaragaman jenis (Shannon-Wiener Index)

dan indeks kemerataan jenis (Evenness Index) pada ketinggian < 300 m dpl, 300-400 m dpl, dan > 400 m dpl

Salah satu cara untuk mengetahui keanekaragaman jenis di suatu lokasi penelitian adalah dengan menghitung kelimpahan spesies (species

richness). Berdasarkan hasil analisis vegetasi dapat diketahui bahwa sampel

pekarangan pada ketinggian 300-400 m dpl memiliki kelimpahan spesies tertinggi (7,05) dibandingkan dengan sampel pekarangan pada ketinggian < 300 m dpl (6,12) dan > 400 m dpl (5,45). Kabir dan Webb (2008) menyatakan bahwa kelimpahan spesies di pekarangan sangat dipengaruhi oleh jumlah tenaga kerja yang dikerahkan dan ukuran pekarangan.

Keanekaragaman tumbuhan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener yang diperoleh dengan parameter kekayaan jenis dan proporsi kelimpahan masing-masing jenis di suatu habitat. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa pekarangan pada ketinggian 300-400 m dpl memiliki nilai yang lebih tinggi yaitu sebesar 3,00 dibandingkan dengan pekarangan yang berada pada ketinggian < 300 m dpl (2,87) dan pada ketinggian > 400 m dpl (2,83).

Suatu komunitas dikatakan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi jika komunitas itu tersusun oleh banyak jenis. Sebaliknya suatu

0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 MARGALEF INDEX (DMg) SHANNON-WIENER INDEX (H¹) EVENNESS INDEX (E) 6.12 2.87 0.78 7.05 3.00 0.76 5.45 2.83 0.79 nil a i indek s < 300 m dpl 300-400 m dpl > 400 m dpl

commit to user

komunitas dikatakan dikatakan memiliki keanekaragaman jenis yang rendah apabila komunitas tersebut tersusun oleh jenis yang sedikit (Agustina 2008). Berdasarkan pengharkatan, dikatakan bahwa pekarangan pada semua ambang ketinggian keanekaragamannya adalah sedang melimpah. Artinya bahwa keanekaragaman jenis tanaman di ketiga ambang ketinggian tidak terlalu tinggi tetapi juga tidak terlalu rendah.

Keanekaragaman jenis dapat digunakan untuk menyatakan struktur komunitas, mengukur stabilitas komunitas yaitu kemampuan suatu komunitas untuk menjaga dirinya tetap stabil meskipun ada gangguan terhadap lingkungannya. Keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas tinggi karena interaksi spesies yang terjadi dalam komunitas juga tinggi. Apabila suatu komunitas dikatakan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi maka akan meningkatkan stabilitas di dalam komunitas (Indriyanto 2006). Soegianto (1994) menyatakan bahwa konsep keanekaragaman jenis dapat digunakan untuk mengukur stabilitas komunitas yaitu kemampuan suatu komunitas untuk menjaga dirinya tetap stabil walaupun ada gangguan terhadap komponen- komponennya. Keanekaragaman jenis juga juga digunakan sebagai ukuran kematangan suatu komunitas, dengan alasan bahwa komunitas menjadi matang bila lebih kompleks dan lebih stabil.

Pada ketinggian < 300 m dpl ditemukan 39 jenis tanaman pohon (tabel 27 dalam lampiran 21), pada ketinggian 300-400 m dpl ditemukan 52 jenis tanaman pohon (tabel 28 dalam lampiran 22), dan pada ketinggian > 400 m dpl ditemukan 36 jenis tanaman pohon (tabel 29 dalam lampiran 23). Hasil ini menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis pohon yang ada di Karanganyar masih termasuk dalam kategori tinggi dibandingkan dengan keanekaragaman jenis yang ada di Bangladesh Barat Daya, Phong My, dan Afrika Selatan. Di Bangladesh Barat Daya ditemukan 419 jenis tanaman,

jumlah ini termasuk tanaman pohon dan bawah tegakan pohon (Kabir dan Webb 2009). Di Phong My, Vietnam Tengah, hanya ditemukan

commit to user

sedangkan di Provinsi Eastern Cape dan Provinsi Limpopo, Afrika Selatan, hanya ditemukan 83 jenis tanaman pohon dan bawah tegakan pohon (Shackleton et al. 2008). Keanekaragaman jenis tanaman yang masih termasuk dalam kategori tinggi di Kabupaten Karanganyar ini seharusnya justru menjadi fokus utama untuk pengembangan dan konservasi jenis tanaman, terutama tanaman lokal yang berpotensi tinggi, dan mencegah terjadinya penurunan tingkat keanekaragaman jenis di Kabupaten Karanganyar.

Kemerataan jenis (evenness index) dinyatakan sebagai hubungan keeratan antara serangkaian data kelimpahan spesies hasil observasi dengan keanekaragaman maksimum yang mungkin dicapai. Berdasarkan hasil analisis vegetasi dapat diketahui bahwa kemerataan jenis pada ketiga ketinggian termasuk dalam kategori tinggi, artinya tanaman pohon yang ada pada ketiga ketinggian melimpah dan memiliki keanekaragaman yang tinggi. Pekarangan pada ketinggian > 400 m dpl memiliki nilai indeks kemerataan jenis paling tinggi yaitu sebesar 0,79. Dan pada ketinggian < 300 m dpl sebesar 0,78, sedangkan pada ketinggian 300-400 m dpl sebesar 0,76. Gambar 11 dapat menunjukkan bahwa indeks kemerataan jenis berbanding terbalik dengan indeks keanekaragaman jenis, yang berarti bahwa tingkat keanekaragaman dan kelimpahan jenis yang tinggi tidak menyebabkan tingkat kemerataan jenis yang tinggi.

Gambar 12. Perbandingan Indeks Asosiasi dan Indeks Kesamaan Komunitas/Association Index and Index of Similarity pada ketinggian antara < 300 dan 300-400 m dpl, < 300 dan > 400 m dpl, serta 300-400 dan > 400 m dpl 0.66 0.63 0.67 0.60 0.62 0.64 0.66 0.68 nil a i indek s

commit to user

Indeks asosiasi dan indeks kesamaan komunitas merupakan suatu koefisien untuk mengetahui kesamaan jenis tumbuhan di dua daerah yang berbeda yang dihitung dengan indeks kesamaan jenis Sorensen. Hasil dari indeks ini berupa nilai dengan kisaran 0-1. Semakin sama tingkat kesamaan dua komunitas maka nilainya akan mendekati nilai satu, begitu juga sebaliknya nilai nol yang menyatakan bahwa dua komunitas berbeda (Ningsih 2009). Parameter yang digunakan adalah kelimpahan jenis dan kehadiran jenis yang sama. Berdasarkan hasil analisis vegetasi dapat diketahui ketiga ketinggian tempat memiliki kemiripan dalam tingkat sedang, artinya bahwa ketiga tempat tersebut memiliki vegetasi yang hampir sama.

Berdasarkan gambar 12 dapat dilihat bahwa pekarangan pada ketinggian 300-400 m dpl dan > 400 m dpl memiliki kesamaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekarangan pada ketinggian < 300 m dpl dan ketinggian 300-400 m dpl maupun pada ketinggian < 300 m dpl dan > 400 m dpl. Ketinggian tempat 300-400 m dpl dan > 400 m dpl memiliki regim suhu dan kelembaban relatif yang hampir sama, artinya kedua lokasi ini memiliki selisih suhu udara dan kelembaban udara relatif yang tidak besar, sehingga keragaan tanaman pohon di pekarangan pada kedua ketinggian ini relatif sama. Selain itu, Bakri (2009) menyatakan pohon-pohon di pegunungan memiliki kondisi yang khas seiring dengan naiknya ketinggian tempat. Pekarangan pada ketinggian 300-400 m dpl dan > 400 m dpl termasuk ke dalam dataran tinggi yang memungkinkan keduanya memiliki kesamaan jenis yang cukup tinggi.

Dokumen terkait