• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS CAPAIAN KINERJA 2021

IKU 2.1 INDEKS KEPUASAN LAYANAN SEKRETARIAT

Salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) pada Sekretariat adalah “Indeks Kepuasan Layanan” yang diukur melalui Survei Kepuasan Layanan dengan responden para pejabat/pegawai pada unit kerja kedeputian di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Fokus pertanyaan pada Survei Kepuasan adalah jenis layanan yang dilaksanakan oleh masing-masing Biro disesuaikan dengan output layanan pada masing-masing bagian.

Laporan Hasil Survei Kepuasan Layanan Sekretariat merupakan bentuk pertanggungjawaban atas seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat dalam memberikan kualitas pelayanan pada Tahun berjalan dan menjadikan indikator dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Maksud dan tujuan dilaksanakan survei adalah untuk memperoleh informasi yang objektif terkait kinerja dan tingkat kepuasan terhadap Layanan Sekretariat yang meliputi Layanan Perencanaan, Layanan Komunikasi, Informasi, dan Persidangan, Layanan Hukum dan Organisasi, dan Layanan Umum.

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Utama

(IKU) Target Realisasi % Kinerja

Terwujudnya Pelayanan Prima

Indeks Kepuasan

Layanan Sekretariat 3 dari 4 3 dari 4 100% (Memenuhi Ekspektasi)

% NSS 100%

Capaian Kepuasan Layanan Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Nilai Indeks Kepuasan Layanan Sekretariat setiap tahunnya dikeluarkan oleh Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada akhir tahun atau pada awal tahun berikutnya. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan, Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperoleh nilai indeks kepuasan layanan Sekretariat Tahun 2021 sebesar 3 dari 4 atau masuk dalam kategori Memuaskan. Keberhasilan pencapaian target pada IKU indeks kepuasan layanan Sekretariat ini juga sudah dicapai pada Tahun 2020 dengan skor 3. Dilihat dari pencapaian realisasi yang konsisten dari tahun ke tahun, maka diharapkan akan tetap bisa dipertahankan sampai target jangka menengah dan pada Tahun 2024 diharapkan capaian pada Indeks Kepuasan Layanan Sekretariat ini berada pada tingkat Sangat Memuaskan.

TABEL3.8INDEKSKEPUASANLAYANANSEKRETARIAT2021

No Nilai Indeks Kepuasan 2020 2021 2022 2023 2024

A. Target 3 dari 4 3 dari 4 3 dari 4* 3 dari 4* 3 dari 4*

B. Realisasi/Proyeksi Realisasi 3 dari 4 3 dari 4 3 dari 4* 3 dari 4* 4 dari 4*

Capaian Kategori Kepuasan PUAS PUAS PUAS* PUAS* SANGAT PUAS

*masih bersifat proyeksi

Pelaksanaan survei kepuasan layanan Sekretariat dilakukan secara online melalui tautan link https://bit.ly/surveykepuasanlayanansekre2021. Pengukuran survei bertujuan untuk mengukur realisasi layanan sekretariat yang diukur melalui 5 (lima) aspek. Adapun aspek-aspek tersebut terdiri dari : 1) Ketanggapan dalam Pelayanan (responsiveness); 2) Keandalan dalam Pelayanan (Reliability); 3) Sarana dan Prasarana Fisik (Tangible); 4) Kepastian dalam Pelayanan (Assurance); dan 5) Sikap dalam Pelayanan (Empathy).

TABEL3.9KATEGORIINDEKSPENILAIAN Rentang

Nilai Kriteria

1 Sangat Tidak Puas

2 Tidak Puas

3 Puas

4 Sangat Puas

Nilai indeks diperoleh dari nilai rata-rata hasil kuisioner yang telah diisi oleh responden. Target Indeks kepuasaan pelayanan kesekretariatan yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2021 adalah pada tingkat “3” dengan kategori “Memuaskan”.

Survei Kepuasan Layanan Kesekretariatan Tahun 2021 telah dilakukan pada tanggal 11 – 23 Januari 2022. Jumlah responden tervalidasi adalah sebanyak 61 orang dengan klasifikasi gender pria sebesar 51% responden dan wanita sebesar 49% responden. Seluruh responden berasal dari unit kerja di luar Sekretariat yaitu dari unit kerja : 1) Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan; 2) Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisinis; 3) Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset & Inovasi; 4) Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital KUKM; 5) Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri; 6) Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang; 7) Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional; dan 8) Staff Ahli.

Berdasarkan hasil rekapitulasi pengolahan survei, diperoleh total seluruh nilai Kepuasan Layanan Sekretariat selama Tahun 2021 sebesar 3,2 poin. Adapun rincian masing-masing layanan dapat di lihat pada tabel sebagai berikut:

TABEL3.10REKAPITULASIINDEKSKEPUASANLAYANANSEKRETARIATTAHUN2021

Indikator Nilai Rata-Rata

Layanan Perencanaan 3.3 (Memuaskan)

a. Layanan Program & Anggaran 3.4

b. Layanan Analis Kebijakan 3.2

c. Layanan Data dan Sistem Informasi 3.2

d. Layanan Fasilitasi Penguatan Kinerja 3.3

Layanan Hukum dan Organisasi 3.2 (Memuaskan)

a. Layanan Hukum I dan Hukum II 3.3

b. Layanan Reformasi Birokrasi 3.2

c. Layanan Organisasi dan Tata usaha 3.2

Layanan Komunikasi, Informasi dan Persidangan 3.3 (Memuaskan)

a. Layanan Fasilitasi Penyiapan Naskah 3.3

b. Layanan KLIP 3.3

c. Layanan Hubungan Masyarakat dan

Informasi Publik 3.3

d.

a. Layanan Keuangan 3.3

b. Layanan Sumber Daya Manusia 3.3

c. Layanan Rumah Tangga 3.2

d. Layanan Prokoler dan Tata Usaha Pimpinan 2.9 TOTAL KEPUASAN SELURUH LAYANAN

Sumber: Survey indeks kepuasan layanan sekretariat 2021

Tingkat Kepuasan Masing-masing Biro di Sekretariat sesuai Aspek Penilaian

Dari masing-masing Biro yang terdapat di Sekretariat yaitu Biro Perencanaan, Biro Komunikasi, Layanan Informasi & Persidangan, Biro Hukum & Organisasi, dan Biro umum, maka dapat disimpulkan hasil tingkat kepuasan dari ke lima aspek yang sudah ditentukan sebagai indikator penilaian survei kepuasan layanan, yang dapat dilihat sebagai berikut.

TABEL3.11REKAPITULASITINGKATKEPUASANASPEKLAYANANSEKRETARIAT

Indikator Biro

Perencanaan

Biro KLIP

Biro Hukum dan Organisasi

Biro Umum 1. Ketanggapan dalam Pelayanan

(responsiveness); 3.3 3.3 3.2 3.3

2. Keandalan dalam Pelayanan

(Reliability); 3.3 3.3 3.2 3.3

3. Sarana dan Prasarana Fisik

(Tangible); 3.3 3.3 3.2 3.3

4. Kepastian dalam Pelayanan

(Assurance); 3.3 3.3 3.2 2.9

5. Sikap dalam Pelayanan

(Empathy). 3.3 3.3 3.2 3.2

Rata-rata 3.3 3.3 3.2 3.2

Kategori Puas Puas Puas Puas

Layanan Manajemen dan Publikasi 3.3

Layanan Biro Umum 3.2 (Memuaskan)

3.3 (Memuaskan)

Kegiatan yang menunjang Capaian Kinerja Layanan Sekretariat

Nilai Indeks Kepuasan Layanan Sekretariat diperoleh dari total seluruh nilai indeks Layanan Biro Perencanaan, Layanan Biro Hukum & Organisasi, Layanan Biro Umum, dan Layanan Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan yaitu mengevaluasi tingkat kepuasan dari layanan yang diberikan kepada seluruh unit-unit kerja di Lingkungan Kementerian Koordinator Perekonomian dalam mendukung kemajuan pelaksanaan kegiatan-kegiatan unit kerja sehingga Nilai Indeks ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas layanan Sekretariat dimasa depan pada area responsive, reability, Tangible, Assurance, dan Emphaty. Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang perekonomian telah melakukan beberapa hal yang dianggap dapat membantu pencapaian target kinerja yang sudah ditetapkan, yakni :

1. Pelaksanaan Administrasi dan Kesejahtaraan Pegawai;

Salah satu tujuannya yaitu guna meningkatkan kualitas sumber daya aparatur untuk meningkatkan kompetensi sesuai tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan melalui pendidikan dan latihan, peningkatan pendidikan formal dan meningkatkan ketrampilan teknik dan fungsional aparatur pemerintah.

2. Penguatan layanan hukum;

Persentase penyelesaian penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-Undangan, Pelaksanaan Advokasi Hukum, serta Pelaksanaan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum.

3. Penyusunan dan penerbitan Permenko OTK di lingkungan Kemenko Bidang Perekonomian setelah penyederhanaan organisasi disetujui oleh Kementerian PAN-RB;

Pada prinsipnya Organisasi dan Tata Kerja (OTK) instansi pemerintah merupakan wahana yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi yang tercantum dalam Rencana Strategis. Prinsip dalam penataan suatu OTK adalah terbentuknya organisasi yang tepat fungsi, tepat proses, dan tepat ukuran. Penerbitan OTK yang baru pada Permenko No.8 Tahun 2021 untuk mewujudkan organisasi dan tata kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang lebih proporsional, efektif, dan efisien, guna meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsinya, diperlukan kebijakan penyederhanaan birokrasi di lingkungan organisasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

4. Penyusunan dan penerbitan Permenko Uraian Fungsi Organisasi JPT Pratama dan Kelompok Substansi Jabatan Fungsional;

Permenko No. 11 Tahun 2021 Tentang Uraian Fungsi Organisasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Dan Kelompok Substansi Jabatan Fungsional Di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merupakan penjabaran dari masing-masing tusi dari Permenko No.8 Tahun 2021.

5. Reviu dan Koordinasi Peta Jabatan, Analisis Beban Kerja, Standar Kompetensi Jabatan, dan Kelas Jabatan dari berbagai Jabatan Fungsional hasil penyederhanaan organisasi di lingkungan Kemenko Perekonomian.

6. Reviu SOP Tim Penilai Instansi dan Penilaian DUPAK;

Penilaian DUPAK untuk pengangkatan pertama kali ke dalam Jabatan Fungsional Perekayasa dilakukan setelah yang bersangkutan diangkat sebagai PNS. Masa Penilaian Angka Kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS sampai dengan saat PNS yang bersangkutan mengajukan DUPAK (kegiatan pada periode CPNS harus diajukan semuanya). Jika kegiatan pada periode CPNS tidak diajukan, maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan lagi pada periode berikutnya.

7. Menyusun analisis dan kajian terhadap kebijakan di bidang perekonomian;

Tujuannya yaitu memberikan informasi yang bersifat deskriptif, evaluatif, atau preskriptif pada suatu masalah publik. Kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kualitas kebijakan publiknya.

8. Melakukan monitoring dan evaluasi pengisian capaian output melalui aplikasi E-Monev dan SMART DJA setiap bulan yang dilakukan di awal bulan berikutnya;

Dengan melakukan monitoring setiap bulan, maka jika terdapat permasalahan diawal, dapat dipecahkan bersama-sama.

9. Menyiapkan revisi anggaran terkait kebijakan automatic adjustment Belanja Kemenko Perekonomian;

Berkaca pada tahun ini dan sebelumnya, pelaksanaan APBN diwarnai kejutan bagi kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda). Di mana saat ada lonjakan kasus Covid-19, pemerintah langsung menginjak pedal rem berupa pemotongan anggaran atau dikenal dengan nama realokasi dan refocusing. Rancangan baru ini bernama automatic adjustment. Secara sederhana, kebijakan tersebut menuntut instansi mengalokasikan dana sebanyak 5% dari total anggaran sebagai cadangan.

10. Implementasi aplikasi UU Cipta Kerja;

Aplikasi ini bertujuan supaya masyarakat mendapatkan informasi terupdate dan terpercaya, yang dapat diakses pada https://uu-ciptakerja.go.id/ dan dapat diakses secara umum.

11. Penyusunan Tim Keamanan Komputer dan insiden Siber Pemerintah (Gov-CSIRT) dalam rangka peluncuran Gov-CSIRT Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

Computer Security Incident Response Team Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, disingkat Ekon-CSIRT merupakan CSIRT sektor pemerintah pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sesuai Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 257 Tahun 2021 tanggal 28 Oktober 2021.

12. Peremajaan Infrastruktur Nirkabel (Wi-Fi) Gd. Ali Wardhana dan Gd. Pos Indonesia;

Kemenko bidang Perekonomian memiliki 2 gedung, Gd. Ali Wardhana yang terdapat pada lingkungan Kementerian Keuangan dan menyewa Gd. Pos Indonesia di lantai 5 dan 6. Untuk membantu kinerja yang lancar dan koneksi yang cepat, maka dilakukan peremajaan infrastruktur nirkabel (Wi-Fi).

13. Evaluasi dan Pengembangan serta Integrasi modul e-Sign SDK BSrE (Tanda Tangan Elektronik) pada Layanan Elektronik Manajemen Kinerja (Ekon-GO);

Aplikasi berbasis web yaitu Evaluasi Kinerja Online – Gerai Otomatisasi (Ekon-GO) telah dilakukan pengembangan, dengan pengintegrasian e-Sign pada satu aplikasi. Sehingga aplikasi lebih sederhana dan memudahkan user dalam penggunaannya. Serta tampilan Ekon-GO yang lebih fresh dan tool yang lebih sederhana untuk digunakan pada publik.

14. Reviu Cascading Kinerja dan Piloting Cascading Kinerja;

Cascading adalah salah satu bagian penting dalam perencanaan kinerja yang menjadi tahap pertama dalam sistem akuntabilitasi kinerja pemerintah (SAKIP). Semakin baik nilai SAKIP, maka penyelenggaran pemerintahan juga semakin efektif dan efisien.

15. Melakukan focus group discussion (FGD) dengan kalangan akademisi dan pihak terkait mengenai proses penyusunan Peta Strategi dan Pohon Kinerja pada instansi pemerintahan;

Guna penyusunan permenko yang baik dan sesuai standar, maka kami juga mengundang akademisi dari universitas untuk memberikan arahan dan masukan yang membangun dalam penyusunan permenko Peta Strategi dan manajemen pengelola kinerja.

16. Melakukan mentoring dengan pihak Kemenpan RB atas catatan hasil evaluasi SAKIP 2020 yang dijadikan sebagai pedoman perbaikan di tahun 2021.

Untuk menghasilkan SAKIP yang semakin baik setiap tahunnya, maka kami melakukan mentoring dengan pihak Kemenpan RB secara berkala dengan meminta masukan dan arahan dalam penyusunan dokumen terkait kinerja dan SAKIP.

Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat kepuasan Layanan Sekretariat

Tercapainya target Kepuasan Layanan Sekretariat Tahun 2021 tidak terlepas dari berbagai faktor-faktor yang mendukung upaya pencapaian kinerja ini diantaranya adalah:

1. Mekanisme koordinasi lintas bagian dan lintas biro dengan menggunakan sarana komunikasi zoom meeting mampu mendorong efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kinerja di lingkungan Sekretariat

2. Anggaran yang memadai dalam pelaksanaan setiap program kegiatan mampu menghasilkan layanan yang berkualitas kepada setiap unit kerja yang memerlukan pelayanan

3. Perhatian segenap pimpinan dan pejabat di lingkungan Sekretariat untuk senantiasa memberikan pelayanan yang baik kepada unit kerja baik layanan perencanaan, layanan hukum dan organisasi, layanan umum, maupun layanan komunikasi, informasi, dan persidangan

4. Ketanggapan dalam pelayanan dan kesesuaian informasi yang diberikan oleh setiap pegawai di lingkungan Sekretariat mampu mendorong peningkatan kepuasan layanan yang diberikan

Pada Tahun 2021, terdapat beberapa kendala atau hambatan yang dihadapi dalam mencapai target yang telah di tetapkan, antara lain :

1) Keterbatasan sarana dan prasaran kerja yang memadai dalam implementasi mekanisme kerja melalui Work From Home selama pandemi Covid-19

2) Keterbatasan jumlah pegawai di lingkungan Sekretariat

3) Dikarenakan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat secara Mikro (PPKM) maka beberapa hal kegiatan layanan administrasi dilakukan secara online sehingga memerlukan transisi dari sebelumnya lebih sering pelayanan offline menjadi lebih sering pelayanan secara online atau daring.

4) Masih terdapat pegawai yang belum berupaya untuk memenuhi jam pelatihan sehingga diperlukan tanggungjawab langsung oleh pimpinan tinggi untuk dapat lebih memonitor staff-nya disamping memenuhi kinerja juga perlu memenuhi pengembangan kompetensinya

Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Tahun 2021 masih menjadi Tahun pandemi covid-19 yang secara tidak langsung menekan Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk lebih memaksimalkan teknlogi informasi yang ada. Selama Tahun 2021, banyak kegiatan terkait Layanan Sekretariat yang menggunakan sistem informasi yang memfasilitasi layanan secara daring atau online.

Beberapa pengembangan layanan sekretariat yang dapat dinikmati oleh seluruh unit kerja lain yaitu;

• E-Office

Dengan keadaan di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, maka harus ada inovasi dalam meningkatkan kinerja dengan tetap memperhatikan kesehatan.

Salah satunya yaitu dengan dibentuknya

dokumen kepada seluruh unit kerja dan penggunaan tanda tangan elektronik (e-sign) tanpa kontak langsung. Hal ini sangat memudahkan juga bagi pembagian sistem kerja yang saat ini masih berlaku Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO).

Pegawai yang mendapatkan jadwal kerja di rumah atau sedang ada Surat Tugas diluar kantor, tetap dapat menyampaikan dokumen yang ingin disampaikan dari jarak jauh. Alamat situs yaitu https://office.ekon.go.id/

GAMBAR3.5BERANDAE-OFFICE

• Ekon-Go (Evaluasi Kinerja Online-Gerai Otomatisasi)

Aplikasi kinerja berbasis web atau yang dikenal dengan sebutan Ekon-GO (Evaluasi Kinerja Online-Gerai Otomatisasi) adalah suatu aplikasi yang mempermudah user dalam mengelola suatu pelaporan kinerja. Pada Tahun 2021 kami mengembangkan aplikasi tersebut dengan tujuan untuk menyempurnakan, menyederhanakan, dan meningkatkan kembali kemudahan proses bisnis Menko Perekonomian

agar menjadi user friendly dan penggunaan pengintegrasian PK Online. Aplikasi Ekon-GO yang sebelumnya dapat diakses pada alamat http://kinerja.ekon.go.id/, saat ini situs yang dapat digunakan yaitu pada alamat https://2021.kinerja.ekon.go.id/. Karena aplikasi ini masih masa transisi, jadi penggunaannya baru dilaksanakan pada pelaporan triwulan IV Tahun 2021, dan akan mulai dipakai secara sempurna pada Tahun 2022.