ANALISIS CAPAIAN KINERJA 2021
IKU 1.1 NILAI REFORMASI BIROKRASI
Nilai evaluasi Reformasi Birokrasi merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kegiatan dimulai dengan Penilaian Mandiri (self assessment) Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) yang dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sesuai dengan panduan yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB, dengan komponen penilaian dalam 8 (delapan) area perubahan, sebagai berikut:
Evaluasi Reformasi Birokrasi menghasilkan indeks penilaian dan kategori sebagai berikut.
TABEL3.5KATEGORINILAIREFORMASIBIROKRASI No Kategori Nilai Angka Interpretasi
1 AA >90 -100 Istimewa
2 A >80 – 90 Memuaskan
3 BB >70 – 80 Sangat Baik
4 B >60 – 70 Baik, dan perlu sedikit perbaikan.
5 CC >50 – 60 Cukup (Memadai), perlu banyak perbaikan tidak Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Utama (IKU) Target Realisasi % Kinerja NSS Tata Kelola Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian yang Baik
1.1 Nilai Reformasi
Birokrasi 78 N/A N/A N/A
% NSS N/A
No Kategori Nilai Angka Interpretasi
6 C >30 - 50 Kurang, perlu banyak perbaikan dan perubahan yang mendasar.
7 D 0 - 30 Sangat Kurang, perlu banyak sekali perbaikan dan perubahan yang sangat mendasar.
Capaian Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Nilai Reformasi Birokrasi setiap Tahunnya dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang biasanya dikeluarkan pada akhir Tahun atau pada awal Tahun berikutnya melalui Surat Dinas Resmi kepada setiap instansi pemerintahan. Sampai dengan akhir Tahun 2021, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi belum menyampaikan Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2021.
TABEL3.6CAPAIANNILAIREFORMASIBIROKRASI
No Nilai Reformasi Birokrasi 2020 2021 2022 2023 2024
A. Target 77 78* 79* 80* 81*
B. Realisasi/Proyeksi Realisasi 76,63 N/A - - -
Persentase Nilai Capaian Reformasi Birokrasi 99,51 N/A - - -
*masih bersifat proyeksi
Nilai ini berada berkategori kuning atau belum memenuhi ekspektasi. Meskipun belum memenuhi ekspektasi terhadap target kinerja Tahun 2021, Nilai RB Tahun 2021 diproyeksikan akan lebih tinggi atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan Tahun sebelumnya.
Dengan melihat pada tren kenaikan nilai Reformasi Birokrasi setiap tahunnya, maka optimisme yang terus dibangun pada setiap pencapaian target hingga Tahun 2024 sesuai dengan target dalam Rencana Strategis Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan peningkatan sebesar 1 basis poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Nilai Reformasi Birokrasi merupakan salah satu cerminan yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan perubahan-perubahan ke arah perbaikan yang dilakukan oleh suatu instansi. Pada Tahun 2020 dan 2021 nilai Reformasi Birokrasi masih belum dapat mencapai target yang ditetapkan. Meski begitu, berbagai perbaikan yang dilakukan dalam berbagai aspek akan mendorong capaian nilai Reformasi Birokrasi jangka menengah. Untuk menjaga capaian target ini maka diperlukan strategi yang tepat dan eksukusi yang baik dilapangan.
Kegiatan yang Menunjang Capaian Target
Indeks Nilai Reformasi Birokrasi (RB) diperoleh sebagai hasil dari Evaluasi RB, yaitu evaluasi untuk menilai kemajuan pelaksanaan program Reformasi Birokrasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja, mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Untuk memperoleh nilai Reformasi Birokrasi yang sesuai dengan target, Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang perekonomian telah melakukan beberapa hal yang dianggap dapat membantu pencapaian target kinerja yang sudah ditetapkan, yakni:
1. Pelaksanaan Evaluasi Reformasi Birokrasi Tahun 2021
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah melaporkan hasil pelaksanaan
Reformasi Birokrasi pada Tanggal 21 September 2021. Acara yang berlangsung secara virtual ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Susiwijono dan didampingi oleh para Eselon I dan Eselon II di masing-masing unit kerja, hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendapatkan perhatian dan didukung langsung oleh para pimpinan.
Melalui RB, seluruh unit organisasi dan individu melakukan perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat luas, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelaksanaan RB diharapkan mampu berimplikasi pada peningkatan outcome negara dari sektor perekonomian sesuai tugas dan fungsi (tusi) yang diemban oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Dalam evaluasi RB Tahun ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di 8 Area perubahan sesuai dengan Road Map dan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Kementerian Tahun 2021 dan tindak lanjut dari rekomendasi hasil evaluasi Tahun 2020 yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB. Sebagai contoh pelaksanaan rencana aksi dalam rangka mendorong terciptanya Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terbentuknya Tim Reformasi Birokrasi serta pemilihan Agen Perubahan Reformasi Birokrasi baik di tingkat Kementerian maupun tingkat unit kerja.
2. Pelaksanaan Rencana Aksi 8 Area Perubahan
Terkait dengan Peta Jalan Reformasi Birokrasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2020-2024, sejumlah strategi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi terfokus pada rencana aksi di 8 (delapan) Area Perubahan yang terdiri dari:
• Manajemen Perubahan
Dilaksanakan dengan mewujudkan perubahan secara sistematis dan konsisten, yang terdiri dari komitmen, pola pikir (mindset), serta budaya kerja (culture set) seluruh individu unit kerja yang dibangun, menjadi lebih baik (budaya professional, integritas, kerjasama, inovasi, dan responsibility/tanggung jawab). Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu pembentukan tim RB pusat dan unit kerja, monitoring dan evaluasi hasil kinerja tim RB, workshop dan sosialisasi RB oleh pimpinan tertinggi, survei pengembangan budaya kerja, perencanaan dan pengorganisasian PMPRB, PMPRB online yang dilakukan setiap Tahun oleh Inspektorat, pelatihan bagi tim asessor PMPRB serta sosialisasi terkait tugas dan fungsi asessor.
• Penguatan Pengawasan
Dilaksanakan dengan mewujudkan praktik tata kelola unit kerja organisasi yang bersih dan bebas dari KKN melalui kepatuhan dalam pengelolaan keuangan dan implementasi sistem pencegahan terjadinya penyimpangan/penyalahgunaan wewenang. Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu melakukan sosialisasi terkait SPIP, melakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan manajemen risiko, melakukan self assesment penyelenggaraan SPIP, melakukan kegiatan pengawasan berupa penjaminan dan konsultansi, melakukan peningkatan kompetensi SDM Inspektorat melalui pendidikan dan pelatihan, peningkatan kematangan UKPBJ, penyusunan laporan keuangan, penyusunan laporan BMN, reviu dan pemeriksaan lapran keuangan, membangun zona integritas, melakukan sosialisasi kebijakan
benturan kepentingan, melakukan sosialisasi dan menindaklanjuti laporan gratifikasi, melakukan sosialisasi dan monev penerapan kebijakan gratifikasi, WBS.
• Penguatan Akuntabilitas
Dilaksanakan dengan mewujudkan budaya kinerja dan capaian kinerja organisasi secara berjenjang melalui implementasi manajemen kinerja organisasi terintegrasi melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu melakukan penyusunan peta strategi diseluruh tingkatan entitas akuntabilitas kinerja, menyusun sistem manajemen kinerja berbasis balanced scorecard, melaksanakan dialog kinerja, menyusun dokumen perencanaan yang terintegrasi dan lintas sektor, melaksanakan monitoring dan evaluasi implementasi value for money dalam rangka mewujudkan anggaran berbasis kinerja.
• Penataan dan Penguatan Organisasi
Dilaksanakan dengan mewujudkan organisasi yang efektif dan efisien, tepat fungsi, dan tepat ukuran. Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu evaluasi dan penyusunan organisasi yang sesuai dengan Renstra Kementerian, melakukan pemetaan jabatan fungsional dengan melibatkan instansi pembina, menyusun dokumen analisis jabatan, ABK, dan peta jabatan yang ditetapkan.
• Penguatan Tata Laksana
Dilaksanakan dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem kerja dan transparansi kepada publik. Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu menyusun dokumen peta bisnis proses sesuai dengan tugas dan fungsi, menyusun roadmap pengembangan aplikasi dan desain enterprise architecture sebagai penerjemah RITIK yang sudah ada, penyusunan kebijakan SPBE, peningkatan skor IKPA dan SMART, perencanaan dan pengelolaan manajemen arsip.
• Penguatan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
Dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas implementasi manajemen Sumber Daya Manusia dan mewujudkan profesionalisme manajemen Aparatur Sipil Negara.
Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu tersusunnya dokumen standar kompetensi pegawai yang sesuai dengan Renstra Kementerian, melakukan fasilitasi penilaian pegawai berdasarkan capaian kinerja, melakukan diklat sesuai dengan hasil asesmen, penyusunan dokumen HCDP, menerapkan sistem manajemen talenta (talent pool) yang berdasarkan pada objektivitas penilaian asesmen center yang ada, internalisasi budaya kerja ASN, melakukan penilaian berkala terhadap pegawai dalam penerapan reward dan punishment, monitoring kinerja dan disiplin pegawai.
• Penguatan Peraturan Perundang-undangan
Dilaksanakan dengan melakukan penataan peraturan perundang-undangannya agar tidak tumpang tindih dan mutakhir (update) serta taat asas penyusunan peraturan perundang-undangan sebagai perwujudan peningkatan kulitas regulasi yang baik.
Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu pemetaan/reviu/kajian peraturan perundang-undangan, penyelarasan peraturan perundangan, analisis hukum terkait gugatan hukum atau permohonan uji materiil yang diterima, laporan hasil sidang.
• Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik pemerintah secara berkala sesuai kebutuhan dan harapan stakeholder demi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2021 yaitu survei kepuasan pelayanan masyarakat, pengembangan sistem pelayanan berbasis Informasi Teknologi, identifikasi layanan publik, penerapan standar pelayanan publik, tindaklanjut atas rekomendasi Ombudsman RI atas pelayanan publik, pengintegrasian sistem pengelolaan pengaduan masyarakat.
Menindaklanjuti Rekomendasi Pelaksanaan RB Tahun Sebelumnya
Penilaian Reformasi Birokrasi Tahun 2020, Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2020 disampaikan pada Bulan Mei 2021 dengan nilai 76,63 dengan kategori BB. Peningkatan Nilai Reformasi Birokrasi dari Tahun 2019 ke Tahun 2020 merupakan keberhasilan dalam penerapan Reformasi Birokrasi dengan menindaklanjuti rekomendasi perbaikan dari hasil evaluasi Tahun sebelumnya.
Secara teknis, hasil evaluasi sementara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap gambaran umum pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian adalah sebagai berikut:
• Pada beberapa unit kerja pelaksanaan Reformasi Birokrasi masih terbatas pada anggapan untuk kewajiban dan belum menjadi kebutuhan untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas, hal ini berakibat perubahan pola pikir dan budaya kinerja pada setiap pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang merupakan tujuan akhir dari pelaksanaan Reformasi Birokrasi belum terlihat secara merata;
• Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah membentuk Tim Monitoring Evaluasi Reformasi Birokrasi dalam rangka monitoring terhadap capaian pelaksanaan reformasi secara berkala. Namun keterlibatan seluruh pimpinan sampai unit kerja terkecil belum dapat dipastikan dalam menindaklanjuti hasil monev capaian RB yang telah dilakukan;
• Rencana Aksi yang disusun belum sepenuhnya mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dan juga belum menetapkan hasil yang ingin dicapai, sehingga rencana aksi yang ada masih berupa pelaksanaan kegiatan saja dan belum sepenuhnya dapat menjawab permasalahan yang ada dalam mencapai hasil yang diinginkan.
Dengan beberapa catatan dan masukan dari Kementerian PAN-RB diatas maka Sekretariat Kemenko Perekonomian telah dilakukan perbaikan pada Tahun 2021 sebagai berikut :
1. Sosialisasi dan monev RB yang dilakukan secara internal dan berkala setiap triwulan.
Dengan demikian semua unit kerja bersama-sama membangun dan mencapai reformasi birokrasi yang baik dan mencapai target organisasi yang telah ditentukan.
2. Pelaksanaan dialog kinerja yang dilakukan secara berkala dengan level eselon I dan eselon II juga dilakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil monev capaian RB yang telah
GAMBAR3.4RAPATEVALUASI BERSAMA
3. Rencana aksi Reformasi Birokrasi pada Tahun 2021 sudah disusun dengan permasalahan, sasaran, indikator sasaran, kegiatan, rincian kegiatan, keluaran (output), penanggung jawab, dan target pelaksanaan dalam triwulanan.
Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Nilai RB
Meskipun Nilai Reformasi Birokrasi Tahun 2021 belum dikatahui namun indeks pemenuhan PMPRB 2021 mencapai 90%, lebih besar daripada target yang ditetapkan (82%). Hasil survey harapan pegawai yang telah dilaksanakan pada 26 Juli 2021 dengan hasil 90% pegawai mengaku telah merasa ada perubahan perbaikan dan berharap perbaikan terus menerus tetap perlu dilakukan. Berapa indiaktor ini mencerminkan bahwa pelaksanaan Reformasi Birokrasi telah mendapat perhatian seluruh elemen di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Keterlibatan pimpinan juga terlihat dari beberapa kegiatan yang melibatkan para pimpinan tinggi madya dan pratama .
Adapun faktor-faktor yang mendukung sehingga target-target kinerja yang telah ditetapkan bisa berjalan dengan baik diantaranya adalah:
Adanya Road Map Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2021 yang telah mempunyai rencana aksi triwulanan yang dapat menjadi arah dan pedoman pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Sekretariat Kemenko Perekonomian.
Komitmen dan perhatian pimpinan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi membantu terselenggaranya pelaksanaan manajemen perubahan RB serta pelaksanaan rencana aksi yang telah ditetapkan
Monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Tim RB Pusat Kementerian terhadap setiap rencana aksi yang telah ditetapkan sangat membantu dalam proses pelaksanaan rencana aksi RB terutama dalam hal memberikan masukan dan saran perbaikan atas setiap pelaksanaan rencana aksi RB.
Pada Tahun 2021, terdapat beberapa kendala atau hambatan yang dihadapi dalam mencapai target yang telah ditetapkan, diantaranya:
1. Beberapa agenda pelaksanaan agenda Reformasi Birokrasi, seperti pembekalan Agen Perubahan tertunda dikarenakan adanya kondisi dan situasi yang kurang mendukung akibat wabah Covid-19;
2. Adanya keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia sesuai analisis beban kerja, membuat beban kerja dan tenggat waktu dalam penyelesaian pencapaian target sedikit terkendala;
3. Nilai pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas hasil evaluasi Kementerian PAN-RB belum diterima sehingga belum ada arah dan dasar dalam penyusunan rencana aksi pelaksanaan Reformasi Birokrasi di tahun berjalan
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Tahun 2021 masih merupakan Tahun pandemi covid yang secara tidak langsung mendorong Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memaksimalkan teknologi informasi yang ada. Selama Tahun 2021, banyak kegiatan terkait Reformasi Birokrasi yang menggunakan sistem informasi berbasis virtual. Tercatat beberapa kali rapat bersama unit kerja lain menggunakan zoom meeting. Selain penggunaan zoom meeting, teknologi informasi lain yang digunakan dalam pencapaian target kinerja adalah penggunaan web cloud untuk menyimpan dan berbagi dokumen-dokumen tentang pelaksanaan road map Reformasi Birokrasi.
Melalui penggunaan web cloud ini, dokumen dari unit-unit kerja dapat tersimpan dengan baik,
serta mempermudah akses bagi unit kerja untuk mengumpulkan ataupun mengakses dokumen yang diperlukan.
Customer Perspective
Padaperspektif customer, terdapat satu sasaran yaitu “Terwujudnya Pelayanan Prima”
dengan satu Indikator Kinerja Utama “Indeks Kepuasan Layanan Sekretariat”.
SS. 2 Terwujudnya Pelayanan Prima
Pelayanan prima dapat didefinisikan sebagai upaya yang dilakukan dalam memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan dengan baik dan terukur sehingga dapat memenuhi ekspektasi pelanggan.
TABEL3.7CUSTOMERPERSPEKTIF
Pelayanan yang prima bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada unit kerja lainnya sebagai pelanggan dan sebagai dasar acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan. Salah satu ukuran keberhasilan dalam menyajikan pelayanan prima sangat tergantung pada tingkat kepuasan pelanggan atau dalam hal ini adalah unit kerja kedeputian di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Indikator ini diukur melalui pelaksanaan survei layanan kepada unit kerja lain. Setelah dilakukan survei layanan Sekretariat kepada unit kerja lain, maka akan diperoleh nilai rata-rata realisasinya dengan poin 3, yang mengindikasikan bahwa indeks kepuasan layanan Sekretariat. Hal ini menunjukkan bahwa Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mampu mewujudkan pelayanan prima dan sasaran strategis yang diharapkan telah berhasil diwujudkan.