• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PENELITIAN

4.2 Deskripsi Data

4.2.2 Analisis Data Penelitian

4.2.2.6 Indeks Pembangunan Manusia

The United Nations Development Program(UNDP) telah membuat indikator pembangunan yang lain, sebagai tambahan untuk beberapa indikator yang telah ada. Ide dasar yang melandasi dibuatnya indeks ini adalah pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Menurut UNDP, pembangunan hendaknya ditujukan kepada pengembangan sumber daya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan mengembangkan pilihan-pilihan yang dapat dilakukan oleh manusia. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia akan diikuti oleh terbukanya berbagai pilihan dan peluang menentukan jalan hidup manusia secara bebas. Untuk memajukan kesejahteraan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakatnya dalam pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai Labuan masyarkat harus mengetahui apa tujuan dari dibangunnya Pelabuhan ini beserta fungsi – fungsinya sehingga masyarakat mampu untuk menggunakan fasilitas yang diberikan dengan baik dan masyarakat juga mampu bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan adanya Pelabuhan ini.

Hal yang serupa juga disampaikan olehI2-1selaku staff BPPP, yaitu berupa :

―Iya karna tujuan pelabuhan dibangun juga untuk kesejahteraan masyarakat lah, untuk mempermudah masyarakat juga dalam melakukan aktivitas nelayannya setiap hari.‖ (Wawancara dengan I2-1pada tanggal 04 September 2015, di tempat tinggal bapak Saepudin di perumahan BTN Makui Labuan, pukul 18.47 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan staff BPPP dapat diketahui bahwa Tujuan Pemerintah membangun Pelabuhan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas nelayan dan pekerjaannya sehari – hari karena dengan disediakannya fasilitas – fasilitas untuk para nelayan sehinggapasti setiap nelayan dapat menikmati fasilitas yang ada.

Selanjutnya I2-1 selaku BPPP Labuan juga mengatakan bahwa:

―Sebagian besar sih kurang karena sumber daya masyarakat disitu terutama dibagian pendidikan kurang, makanya adanya kantor kita itu kita harus banyak bersosialisasi ke masyarakat tersebut. BPPP harus memberikan kebebasan buat masyarakat belajar pengetahuan tentang pelabuhan selama positif kita jelaskan masyarakat karena kita pelayanan sifatnya.‖ (Wawancara dengan I2-1pada tanggal 04 September 2015, di tempat tinggal bapak Saepudin di perumahan BTN Makui Labuan, pukul 18.47 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pelabuhan masih kurang karena sumder daya masyarakat nelayan terutama di bidang pendidikan masih kurang sehingga sosialisasi ke masyarakat sangat penting agar setiap masyarakat menjadi lebih mengeti apabila dijelaskan secara rinci. Pihak BPPP juga harus memberikan kebebasan untuk masyarakat untuk belajar tentang Pelabuhan sehingga masyarakat semakin mengerti apa tujuan dan fungsi dibangunnya Pelabuhan, piihak Bp3 merasa selama tujuan masyarakat nelayan itu positif akan selalu

didukung dan diberikan pelayanan serta penjelasan yang baik karena memang pekerjaan mereka bersifat pelayanan.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-5 selakuketua pokwasmas, yaitu berupa :

―Sedikit banyak tau lah karna ada sosialisasi ke individu individu. Pihak bp3 udah sering sosialisasi cuman kadang beda pendapat antara masyarakat dengan dinas.‖ (wawancara dengan I1-5 pada tanggal 06 September 2015, di kantor karang taruna desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 11.57 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan ketua pokwakmas dapat diketahui bahwa masyarakat banyak mengetahui tentang pelabuhan karena ada sosialisasi kepada nelayan dan sosialisasi sering dilakukan agar masyarakat semakin banyak mengetahui tentang pelabuhan dan fasilitas – fasilitas yang ada, namun sering juga terjadi perbedaan pendapat antara masyarakat dengan pihak dinas karena terkadang setelah sosialisasi pihak dinas tidak memberikan apa yang diinginkan oleh masyarakat nelayan.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-1selaku masyarakat nelayan, yaitu berupa :

―Nelayan mengerti tentang pelabuhan seperti tempat untuk bongkar barang dibarengi dengan aktifitas nelayan lainnya seperti untuk tempat melelang ikan itu saja paling selebihnya fungsi dan tujuan dibangunnya tidak semua mengerti.‖ (Wawancara dengan I1-1pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 14.39 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa pelabuhan berfungsi sebagai tempat untuk bongkar muat ikan dan juga sebagai tempat untuk pelelangan ikan semua nelayan mengerti namun fungsi dan tujuan

nelayan mengerti dan mengetahuinya karena maish ada nelayan yang cuek dengan sekitar yang penting untuk dirinya bisa menghasilkan ikan.

4.2.2.7Lingkungan Sosial

Standar kriteria atau mutu keserasian lingkungan sosial seringkali ditentukan oleh kondisi sosial, budaya dan lingkungan masyarakat itu sendiri. Menurut Jonny Purba (2005:20) dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, indikator lingkungan sosial ditentukan berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan hidup yang bertanggung jawab secara dan dilakukan secara integral, holistik dan adil. 4.2.2.7.1 Prinspi Partisipatif

Segenap pihak diikutsertakan dan masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab. Hal ini didasarkan pada peran dan partisipasi dalam hal ini peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Pelabuhan sangat penting karena akan terjalin kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah untuk memberikan perbaikantaraf hidup masyarakat dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan individu dalam masyarakat sebagai organisasi dengan kata lain perlunya peranan masyarakat dalam pembangunan Pelabuhan karena yang akan merasakan semua dampak dari pembangunan Pelabuhan ini adalah masyarakat nelayan itu sendiri. Prisnip pasrtisipasi adalah partisipasi bermakna kerja kemitraan, dengan kata lain dengan adanya pembangunan Pelabuhan ini maka akan membentuk mitra kerjasama antara pihak pemerintah dengan

masyrakat.Seperti yang disampaikan oleh I2-1 selaku staff BPPP Labuan, beliau mengatakan bahwa :

―Tentu saja untuk pembangunan pelabuhan itu kan harus ada izin dari tokoh masyarakat didesa itu kemudian izin dari kepala desa. Masyarakat diikutsertakan pada saatpembuatan beronjong batu dan setiap mendapatkan tender kami mewajibkan untuk memberikan kontribusi ke musholah,mesjid yang ada di desa. yang jelas semua masyarakat disekitar di libatkan. Ada yang dipekerjakan dikantor masyarakat dari desa rata – rata anak nelayan dilihat dari latar belakang pendidikannya. ada jugamasyarakat yang dipekerjakan sebagai kuli supaya pembangunan tidak ada masalah karena jikamembawaorang dari luar pasti ada pro dan kontra ke masyarakat.‖ (Wawancara dengan I2-1pada tanggal 04 September 2015, di tempat tinggal bapak Saepudin di perumahan BTN Makui Labuan, pukul 18.47 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa dalam pembangunan Pelabuhan masyarakat sangat berperan penting yaitu pada saat akan dibangun Pelabuhan pihak pemerintah meminta izin dari masyarakat melalui tokoh masyarakat didesa dan kepala desa setelah ada izin dari masyarakat kemudian dilakukan pembangunan Pelabuhan. Masyarakat ikut terlibat dalam pembuatan beronjong batu untuk menahan ombak sehingga kapal – kapal nelayan tidak terdampar.Setiap mendapatkan tender pihak pemerintah mewajibkan untuk memberikan kontribusi untu mushola dan mesjid yang ada di desa sehingga semua masyarakat ikut terlibat.Masyarakat juga berperan dalam proses pembangunan Pelabuhan yaitu ada masyrakat yang bekerja sebagai kuli bangunan agar tidak terjadi masalah pada saat pembangunan karena apabila membawa orang dari luar akan menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat sekitar karena merasa tidak adil akan banyak masyarakat yang mengeluhkan kenapa masyarakat sekitar tidak dilibatkan dalam pembangunan tujuan pembangunan itu untuk masyarakat

seharusnya masyarakat harus terlibat.Partisipasi dari masyarakat yaitu dengan adanya anak – anak nelayan yang bekerja dikantor BPPP tetapi dilihat dari kemampuan dan latar belakang pendidikannya masing – masing sehingga akan maksimal dalam melakukan pekerjaannya.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-1selaku masyarakat nelayan, yaitu berupa :

―Yang kuli pasti ada, membantu untukmembangun jalan mengangkat batu jika nelayan tidak ikut membantu paling menganggur. Ada anak nelayan yang bekerjadi dinas tetapi dilihat dari latar belakang pendidikannya biasanya pegawai.‖ (Wawancara dengan I1-1pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 14.39 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa masyarakat turut berperan dalam pembangunan yaitu sebagai kuli bangunan dengan membantu membangun jalan kemudian mengangkat batu apabila nelayan tidak ikut membantu maka dia menganggur karena tidak melaut dan tidak berperan serta dalam pembangunan. Partisipasi dari masyarakat yaitu anak – anak nelayan yang bekerja dengan menjadi pegawai di dinas tetapi dilihat dari latar belakang pendidikannya.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-3 selaku masyarakat ikan, yaitu berupa :

―Ada untuk kuli bantu kuli bangun ada beberapa orang. Ada beberapa yg bekerja dikantor dilihat dari latar belakang pendidikannya namun rata-rata anak nelayan.‖ (wawancara dengan I1-3 pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 11.40 WIB)

sebagai kuli bangunan dan juga kuli bantu sehingga masyarakat menjadi lebih tau untuk apa dibangun pelabuhan karena mereka turut berperan dalam proses pembangunannya, masyarakat juga berpartisipasi yaitu dalam bentuk anak – anak nelayan ada yang bekerja dikantor dinas sebagai pegawai kantor namun tetap dilihat dari latar belakang pendidikan mereka masing – masing.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-2 selaku masyarakat, yaitu berupa :

―Untuk nelayan punya kerja masing – masing tetapi kalo yang menganggur dan tidak melaut turut membantu dan mendapatkan gaji juga lumayan untuk menmbah uang saku daripada menanggur. Ada yang bekerja dikantor tetapi anak – anak nelayan tetapi tetap dilihat dari sekolahnya sampai di tingkat mana.‖ (Wawancara denganI1-2pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 18.51 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa untuk nelayan sudah memiliki pekerjaan sendiri setiap harinya yaitu pergi melaut dan yang ikut berperan dalam proses pembangunan adalah masyarakat lain yang menanggur atau nelayan yang sudah tidak melaut lagi turut membantu dalam pembangunan dan mereka mendapatkan gaji dari apa yang mereka kerjakan untuk menambah pendapatan mereka masing – masing. Partisipasi dari masyarakat yaitu anak – anak nelayan yang bekerja dikantor sebagai pegawai namun tetap dilihat dari latar belakang pendidikannya.

4.2.2.7.2 Lingkungan Ekonomi

Lingkungan merupakan komponen penting dari sistem ekonomi. Artinya bahwa tanpa adanya lingkungan maka sistem ekonomi tidak akan berfungsi. Ini berarti pula bahwa jika ekonomi ingin diperbaiki maka kualitas sumberdaya alam

dan lingkungan perlu dipertahankan.Lingkungan ekonomi adalah kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungannya yang tersebut dapat dipertahankan dan bahkan penggunaanya dapat ditingkatkan dalam jangka panjang atau berkelanjutan.Untuk mempertahankan sumberdaya alam yang ada di Pelabuhan perlu juga untuk menjaga sumberdaya lautnya seperti ikan yang membutuhkan terumbu karang untuk tempat tinggalnya. Habitat terumbu karang apabila rusak akan berdampak pada tidak ada ikan disekitar kolam Pelabuhan dan dengan seperti ini maka sumberdaya alam dan lingkungannya tidak dipertahankan dengan baik seperti yang dikatakan oleh I2-1 selaku staff BPPP Labuan, beliau mengatakan bahwa :

―akibat hilangnya terumbu karang nelayan jadi jauh untuk mencari ikan dan yang jelas dikolam pelabuhan sudah tidak ada terumbu karang karena sudah tercemar sejak adanya pembangunan pelabuhan.‖(Wawancara dengan I2-1 pada tanggal 04 September 2015, di tempat tinggal bapak Saepudin di perumahan BTN Makui Labuan, pukul 18.47 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan staff BPPPLabuan dapat diketahui bahwa dampak dari hilangnya terumbu karang adalah nelayan menjadi jauh untuk menangkap ikan karena terumbu karang merupakan tempat untuk habitat ikan, nelayan tidak lagi dapat mencari ikan dan memancing disekitar kolam pelabuhan karena terumbu karang sudah tercemar ketika pembangunan pelabuhan.

Hal senada juga disampaikan oleh I1-3 nelayan selakumasyarakat pengusaha ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, bahwa:

―Pada saat pengerukan ya hilang, jadi tidak bisa mencari ikan dikolam pelabuhan dan harus ketengah laut jika dahulu masih bisa mencari ikan di sekitar sini.‖ (wawancara dengan I1-3 pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa pada saat dilakukan pengerukan dikolam pelabuhan terumbu karang menjadi hilang dan nelayan untuk mencari ikan harus ketengah laut dan cukup jauh ditempuh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sebelum adanya pelabuhan masyarakat masih bisa mencari ikan disekitar pelabuhan.

Hal senada juga disampaikan oleh I2-5 selaku staff komunikasi lingkungan bahwa :

―adanya kegiatan penyimpanan jangkar dan pengerukan yang terlalu dalam secara otomatis terumbu karang menjadi tidak ada.‖ (wawancara dengan I2-5 pada tanggal 27 Agustus 2015, di kantor Dinas Lingkungan Hidup, pukul 11.41 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan staff komunikasi lingkungan dapat diketahui bahwa dengan adanya kegiatan penyimpanan jangkar kapal menyebabkan terumbu karang menjadi rusak dan pengerukan yang terlalu dalam mengakibatkan habitat terumbu karang menjadi rusak dan tidak ada karena terumbu karangnya juga ikut terangkut pada saat dilakukannya pengerukan.Rusaknya terumbu karang ini berakibat kepada ikan – ikan karena terumbu karang merupakan tempat tinggal ikan maka ikan – ikan juga menjadi tidak ada lagi disekitar kolam Pelabuhan, dan juga berdampak kepada nelayan karena nelayan sekarang sudah tidak bisa lagi menangkap ikan disekitar kolam Pelabuhan.

Selanjutnya I2-5 selaku staff komunikasi lingkungan juga menyampaikan bahwa :

― pengendapan lumpur atau tanah timbul menjadi keluhan masyarakat karena mengganggu aktifitas nelayan mengakibatkan

dengan laut yang merupakan jalur lintas untuk perahu nelayan yang tadinya satu jalur menjadi dua jalur sehingga nelayan harus mengantri kelaut.‖ (wawancara dengan I2-5 pada tanggal 27 Agustus 2015, di kantor Dinas Lingkungan Hidup, pukul 11.41 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan staff komunikasi lingkungan dapat diketahui bahwa pengendapan lumpur yang terjadi di muara menjadi keluhan dari masyarakat karena terjadinya penyempitan muara yang berdampak pada sulitnya nelayan untuk melaut yang pada awalnya sebelum adanya pelabuhan muara masih dua jalur setelah pembangunan pelabuhan menjadi satu jalur dan untuk melat nelayan harus mengantri karena muara merupakan jalur lintas nelayan untuk pergi melaut dan muara merupakan pertemuan antara ujung sungai dengan laut.

Hal yang serupa juga dikatakan I1-1 selaku masyarakat nelayan desa Teluk Kecamatan Labuan bahwa:

―Penyempitan muara juga jadi masalah, karena jadi satu jalur dulunya muara itu luas tetapi sekarang menjadi satu jalur karenamenjadi satu jalur kapal besar jadi tidak bisa masuk mengakibatkan macet juga jika satu kapal tidak jalan ya kapal lain juga ikutan tidak jalan apabila mau keluar ya menunggu yang di depan keluar.‖ (Wawancara dengan I1-1pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 14.39 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa penyempitan muara menjadi salah satu masalah untuk masyarakat karena setelah adanya pelabuhan menjadi satu jalur sehingga kapal besar tidak bisa masuk dan juga mengakibatkan macet apabila satu kapal tidak jalan kapal yang lainnya juga ikut tidak jalan apabila kapal ingin keluar harus menunggu kapal yang didepan keluar terlebih dahulu.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-2 selaku masyarakat, yaitu berupa :

―Semenjak satu jalur jadi macet ya apabila kapal tidak keluar satu maka semua ikut tidak keluar , kapal itu yang datang sama yang pulang itu tidak boleh bertemu. Apabila bersandar didermagakandas kapalnya terkena batu untuk keluar juga sulit kipas nya banyak yang putus.‖ (Wawancara denganI1-2pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 18.51 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa semenjak adanya pelabuhan dan kapal menjadi satu jalur mengakibatkan macet karena apabila satu kapal tidak keluar maka kapal yang lain juga tidak keluar, kapal yang akan pergi melaut dan kapal yang pulang melaut tidak dapat bertemu karena sempitnya muara sehingga menunggu kapal yang pergi keluar dulu setelah itu kapal yang akan pulang masuk. Nelayan tidak mau kapalnya bersandar di dermaga karena dangkalnya kolam pelabuhan mengakibatkan kapal kandas terkena batu dan apabila kapal akan keluar untuk pergi melaut kipas bisa rusak dan putus karena benturan dengan batu. Sebelum adanya pelabuhan muara masih luas dan kolam pelabuhan juga masih pesisir pantai sehingga nelayan masih bisa menyandarkan kapalnya.

4.2.2.7.2.1Indikator Kesejahteraan Rakyat

Selain data pendapatan dan pengeluaran, ada pula berbagai komponen tingkat kesejahteraan lain yang sering digunakan. Pada salah satu publikasi PBB pada tahun 1961 yang berjudul International and Measurement of Levels of Living : An Interim Guide dikemukakan ada sembilan komponen kesejahteraan, antara lain : kesehatan, konsumsi, makanan dan gizi, pendidikan, kesempatan kerja,

perumahan, jaminan sosial, sandang, rekreasi dan kebebasan.Hal ini ditandai dengan kesehatan yang prima, konsumsi makanan yang cukup bergizi, tingkat pendidikan yang meningkat, adanya kesempatan bekerja dan berusaha, tempat tinggal dan permukiman yang sehat dan aman, adanya kebebasan bagi masyarakat untuk berekreasi dan menikmati fasilitas yang ada di Pelabuhan. Berkenaan dengan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat, sudah selayaknya pembangunan Pelabuhan yang ada bisa dimanfaatkan dan dinikmati dan juga dipergunakan untuk menciptakan kesejahteraan hidup masyarakat nelayan disekitar. Dalam hal ini adanya Pelabuhan seharusnya mampu meningkatan standar hidup masyarakat nelayan, Seperti yang disampaikan oleh I2-3 selaku manajer TPI, beliau mengatakan bahwa :

‖Ya sejahtera dilihat dari memiliki kapal sendiri juga untuk makan sehari hari sudah enak makannya ikan yang banyak gizinya sehingga nelayan – nelayan disini ya sehat – sehat semua apalagi sekarang sudah ada klinik semakin mudah masyarakat untuk berobat‖ (wawancara dengan I2-3pada tanggal 05 September 2015, di kantor Tempat Pelelangan Ikan, pukul 19.27 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan manajer TPI II dapat diketahui bahwa masyarakat dapat dikatakan sejahtera karena sudah memilikikapal sendiri dan untuk makannya sehari – hari sudah enak yaitu makan ikan hasil tangkapan dari nelayan, ikan banyak mengandung protein sehingga sangat baik untuk dikonsumsi masyarakat sehingga gizi masyarakat semakin baik juga karena makanan masyarakat yang cukup bergizi maka kesehatan masyarakat juga semakinmembaik didukung dengan adanya klinik di dekat kantor bppp sehingga memudahkan masyarakat untuk berobat, mengecek kesehatan secara rutin dan membeli obat sesuai kebutuhan masing – masing masyarakat.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-1 selaku masyarakat, yaitu berupa :

―Apa saja masuk yang penting kenyang, tidak beli karena rasanya yang penting murah dan banyak tetapi untuk kesehatannelayan nelayan disini sehat sehat karena banyak makan ikan yang cukup bergizi‖ (Wawancara dengan I1-1pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 14.39 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa masyarakat lebih baik makan apa saja yang dimasak dirumah asalkan perutnya merasakan kenyang dan mereka tidak mau membeli makanan diluar karena masak lebih hemat dan banyak sedangkan kalau membeli makanan diluar belum tentu sebanyak yang dimasak. Nelayan dapat dikatakan sehat karena hamper setiap hari mengkonsumsi ikan yang memang cukup bergizi sehingga kesehatan mereka juga semakin membaik.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh I1-2 selaku masyarakat, yaitu berupa :

‖Ya untukkebutuhan makan cukup terpenuhi hampir tiap hari makan ikan ya makanannya cukup bergizi lah, apabila lagi mendapat banyak ikan juga rejeki juga cukup lumayan‖ (Wawancara denganI 1-2pada tanggal 05 September 2015, di Tempat Pelelangan Ikan desa Teluk Kecamatan Labuan, pukul 18.51 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan masyarakat dapat diketahui bahwa kebutuhan untuk makan nelayan sehari – hari terpenuhi dan juga makanan sehari – hari nelayan adalah ikan sehingga cukup bergizi untuk para nelayan apalagi jika nelayan mendapat ikan yang banyak dan pendapatan juga berlebih tentu makanan yang dikonsumsi juga bisa bergizi.Selain itu juga adanya pembangunan Pelabuhan

mendapatkan pekerjaan dan juga memiliki peluang untuk membuka jenis usaha baru dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti yang dikatakan oleh I2-1selaku staff BPPP yaitu berupa:

―Yang jelas jika pelabuhan berkembang yang diserap pasti tenaga dari masyarakat sekitar dulu, terutama sesuai dengan keahliannya karna pelabuhan ini milik daerah bukan pusat jadi otomatis yang ditarik daerah situ terlebih dahulu.‖ (Wawancara dengan I2-1pada tanggal 04 September 2015, di tempat tinggal bapak Saepudin di perumahan BTN Makui Labuan, pukul 18.47 WIB)

Berdasarkan wawancara diatas dengan staff BPPP dapat diketahui bahwa apabila Pelabuhan berekembang dengan pesat tenaga yang diserap paling utama adalah dari masyarakat sekitar Pelabuhan terlebih dahulu karena Pelabuhan Perikanan Pantai di Labuan adalah milik daerah sehingga yang di utamakan adalah masyarakat sekitar Pelabuhan terlebih dahulu baru dari masyarakat lain karena adanya Pelabuhan ini bertujuan untuk memajukan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Teluk.

Selanjutnya I2-1selaku staff BPPP juga menyampaikan bahwa :

‖Adanya perbengkelan kapal (yang usaha masyarakat disekitar dan nelayan), jika untuk nelayan nampungair bersih kemudian air bersih dijual ke kapal untuk nelayan musiman, berdagang perbekalan seperti sembako.‖ (Wawancara dengan I2-1pada tanggal 04

Dokumen terkait