INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN
8.2. Indikasi Kebutuhan Pendanaan Urusan Pemerintah Daerah
Secara keseluruhan, anggaran belanja yang dibutuhkan untuk melaksanakan semua program pada Kabupaten Penajam Paser Utara tahun anggaran 2009 (tahun pertama RPJMD 2009-2013) adalah sebesar Rp. 1.395.852.791.298,-. Belanja tersebut akan digunakan untuk membiayai urusan wajib sebanyak Rp. 1.258.129.045.297,82 ,- serta urusan pilihan sebesar Rp. 137.723.746.000,-.
Dalam kaitan ini, terdapat 25 urusan yang termasuk dalam urusan wajib, antara lain adalah (1) Pendidikan; (2) Kesehatan; (3) Pekerjaan Umum; (4) Perumahan; (5) Penataan Ruang; (6) Perencanaan Pembangunan; (7) Perhubungan; (8) Lingkungan Hidup; (9) Pertanahan; (10) Kependudukan dan Catatan Sipil; (11) Pemberdayaan Perempuan; (12) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera; (13) Sosial; (14) Tenaga kerja; (15) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; (16) Penanaman Modal; (17) Kebudayaan; (18) Pemuda dan Olah Raga; (19) Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri; (20) Pemerintahan Umum; (21) Kepegawaian; (22) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; (23) Statistik; (24) Kearsipan; (25) Komunikasi dan Informasi.
Sedangkan untuk urusan pilihan, terdapat 8 macam urusan, yaitu: (1) Pertanian;
(2) Kehutanan; (3) Energi dan Sumber Daya Mineral; (4) Pariwisata; (5) Kelautan dan Perikanan; (6) Perdagangan; (7) Perindustrian; dan (8) Transmigrasi.
Belanja sebesar Rp. 1.258.129.045.297,82 ,- yang dialokasikan untuk membiayai urusan wajib tersebut didistribusikan secara proporsional pada 25 urusan. Dari 25 jenis urusan wajib itu, bidang Pekerjaan Umum menerima alokasi anggaran yang paling besar yaitu Rp. 692.184.443.152,-. Anggaran sebesar itu dalam pelaksanaannya dikendalikan oleh dua SKPD yaitu Dinas Pekerjaan Umum (Rp. 682.496.204.272,-) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (Rp. 6.510.000.000,-).
Selain Pekerjaan Umum, bidang urusan yang mendapat alokasi anggaran lebih dari seratus miliar rupiah adalah Urusan Pendidikan dan Urusan Pemerintahan Umum.
Urusan pendidikan yang sebagian besar programnya dikonsentrasikan untuk mendukung keberhasilan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun diproyeksikan
mendapat kucuran dana sebesar Rp. 176.566.471.950,-. Sedang Urusan Pemerintahan Umum direncanakan mendapat alokasi anggaran sebanyak Rp. 110.139.844.946,- pada tahun anggaran 2009. Dalam implementasinya, program-program yang termasuk dalam urusan Pemerintahan Umum ini dikendalikan oleh enam SKPD, yaitu Sekretariat Derah, Dinas Pendapatan Daerah, Kecamatan Penajam, Kecamatan Waru, Kecamatan Babulu, dan Kecamatan Sepaku.
Di luar tiga urusan di atas, beberapa urusan yang mendapat jatah anggaran cukup besar lainnya adalah Urusan Perhubungan, Urusan Sosial, dan Urusan Pertanahan. Untuk Urusan Perhubungan, pada tahun 2009 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.
87.963.687.432,-. Sedang untuk urusan Sosial dan Urusan Pertanahan, berturut-turut dianggarkan mendapat kucuran dana sebesar Rp. 48.579.881.216,- dan Rp.
42.120.000.000,-.
Untuk Urusan-Urusan lainnya (yang termasuk dalam Urusan Wajib), untuk tahun anggaran 2009 rata-rata mendapat alokasi anggaran dibawah Dua Puluh Milliar Rupiah, dengan perincian masing-masing sebagai berikut: Urusan kesehatan sebesar Rp.
17.301.310.315,-; Urusan Kepegawaian mendapat anggaran sebesar Rp.
16.500.926.800,-; Perencanaan Pembangunan sebesar Rp. 11.622.820.000,-; Urusan Perumahan sebesar Rp. 6.500.000.000,-; Urusan Lingkungan Hidup Rp. 6.278.500.800,-;
Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Rp. 5.405.905.087,-; Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebesar Rp. 5.367.040.000,-; Urusan Pemuda dan Olah Raga Rp.
3.565.000.000,-; Urusan Komunikasi dan Informasi sebanyak Rp. 2.635.000.000,-;
Urusan Tenaga Kerja dialokasikan Rp. 2.323.344.000,-; Urusan Penataan Ruang Rp.
1.502.000.000,-; Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Rp.
1.049.500.000,-; Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera sebesar Rp.
690.655.600,-; Urusan Penanaman Modal dianggarkan Rp. 699.000.000,-; Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mendapat alokasi Rp. 564.569.000,-; dan untuk Urusan Kebudayaan direncanakan mendapat alokasi anggaran Rp.
473.145.000,-urusan pilihan tersebut didistribusikan secara proporsional kepada 7 (tujuh) bidang urusan.
Dari tujuh bidang urusan yang termasuk dalam urusan pilihan, urusan pertanian mendapat alokasi anggaran paling besar yakni Rp. 73.657.920.000,-. Pelaksanaan Program yang dibiayai oleh anggaran itu akan dikendalikan oleh dua SKPD, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Selain untuk Urusan Pertanian, urusan lain yang mendapat alokasi anggaran cukup besar adalah Urusan Kelautan dan Perikanan yang pada tahun 2009 dialokasikan anggaran sebanyak Rp.
11.416.000.000,-Di luar dua urusan di atas, bidang-bidang lain yang masuk pada Urusan Pilihan rata-rata diproyeksikan mendapat alokasi anggaran di bawah sepuluh Milliar Rupiah, dengan rincian sebagai berikut: Urusan Kehutanan sebesar Rp. 7.483.150.400,-; Urusan Pariwisata direncanakan mendapat sebesar Rp. 5.604.200.000,-; Urusan Pedagangan sebesar Rp. 4.035.733.350,-; Urusan Perindustrian mendapat alokasi Rp. 2.959.742.250,-;
dan Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diproyeksikan mendapat jatah anggaran sebesar Rp. 700.000.000,-.
Lebih jelasnya, alokasi anggaran untuk masing-masing urusan pada tahun anggaran 2009 dapat disimak pada tabel berikut ini:
Tabel
Alokasi Anggaran untuk Masing-Masing Urusan Tahun Anggaran 2009 (Tahun Pertama RPJMD 2009-2013)
NO URUSAN ANGGARAN
URUSAN WAJIB 1.258.129.045.297,82
1 PENDIDIKAN 176.566.471.950
2 KESEHATAN 35.397.310.315
3 PEKERJAAN UMUM 692.184.443.152
4 PERUMAHAN 6.500.000.000
5 PENATAAN RUANG 1.502.000.000
6 PERENCANAAN PEMBANGUNAN 11.622.820.000
7 PERHUBUNGAN 87.963.687.432
8 LINGKUNGAN HIDUP 6.278.500.800
9 PERTANAHAN 42.120.000.000
10 KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL 5.405.905.087
11 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
12 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA
SE-JAHTERA 690.655.600
13 SOSIAL 48.579.881.216
14 TENAGA KERJA 2.323.344.000
15 KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH 564.569.000
16 PENANAMAN MODAL 699.000.000
17 KEBUDAYAAN 473.145.000
18 PEMUDA DAN OLAH RAGA 3.565.000.000
19 KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI 1.049.500.000
20 PEMERINTAHAN UMUM 110.139.844.946
21 KEPEGAWAIAN 16.500.926.800
22 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 5.367.040.000
23 STATISTIK
24 KEARSIPAN
25 KOMUNIKASI DAN INFORMASI 2.635.000.000
URUSAN PILIHAN 137.723.746.000
26 PERTANIAN 73.657.920.000
27 KEHUTANAN 7.483.150.400
28 ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL 700.000.000
29 PARIWISATA 5.604.200.000
Untuk tahun-tahun berikutnya, terutama yang masuk dalam periode perencanaan RPJMD 2009-2013 Kabupaten Penajam Paser Utara, besaran anggaran untuk masing-masing urusan (baik urusan wajib maupun urusan pilihan) diproyeksikan tumbuh antara 7% hingga 15% tiap tahunnya. Pertumbuhan persentase belanja itu terutama didasarkan pada pertimbangan tentang tingkat urgensi program serta ketersediaan anggaran atau kemampuan keuangan daerah untuk membiayai program dan atau kegiatan yang direncanakan tadi. Untuk lebih lengkapnya, proyeksi anggaran belanja untuk masing-masing urusan dapat disimak pada matrik yang terlampir pada bagian akhir dokumen RPJMD ini.
Sedangkan alokasi anggaran belanja untuk masing-masing SKPD selama periode RPJMD 2009-2014 dapat di paparkan dalam tabel di bawah ini.
Tabel
Alokasi Anggaran Belanja pada Masing-Masing SKPD Periode RPJMD 2009-2013
SKPD 2009 2010 2011 2012 2013
Bappeda 13.664.820.000 15.148.075.042 16.208.440.295 17.018.862.310 17.529.428.179
Dinas Kehutanan, Perkebunan,
Dan Pertambangan 39.350.150.400 42.498.162.432 45.048.052.178 50.003.337.917 52.003.471.434 Dinas Kesehatan 17.301.310.315 18.512.402.037 20.919.014.302 22.801.725.589 25.309.915.404 Dinas Pekerjaan Umum 701.424.704.272 462.940.304.819 402.758.065.193 354.427.097.370 329.617.200.554 Dinas Pendapatan Daerah 4.069.101.000 4.435.036.859 4.612.438.333 4.750.811.483 4.988.352.058 Dinas Pendidikan, Pemuda Dan
Olahraga 178.131.471.950 188.819.360.267 194.483.941.075 202.263.298.718 212.376.463.654 Dinas Pertanian, Peternakan,
Perikanan, Dan Kelautan 59.716.920.000 109.907.519.718 141.780.700.436 162.338.901.999 184.254.653.769 Dinas Kependudukan, Capil,
Sosial Dan Tenaga Kerja 25.271.289.087 27.339.387.740 22.691.691.825 22.578.233.365 23.820.036.201 Dinas Perhubungan,
Kebudayaan Dan Pariwisata 78.291.032.432 63.415.736.270 52.635.061.104 45.792.503.161 44.418.728.066 Dinas Koperasi,Ukm,
Perindustrian Dan
Perdagangan 7.160.044.600 7.589.647.276 8.120.922.585 8.283.341.037 8.697.508.089
Kecamatan Babulu 732.066.710 811.530.836 843.992.069 894.631.593 921.470.541
Kecamatan Penajam 1.908.719.000 1.725.515.223 1.760.025.528 1.830.426.549 1.995.164.938
Kecamatan Sepaku 865.074.500 783.314.864 830.313.756 888.435.719 986.163.648
Kecamatan Waru 50.000.000 550.000.000 650.000.000 700.000.000 850.000.000
Rumah Sakit Umum Daerah 8.896.000.000 7.879.472.102 8.194.650.986 9.178.009.105 10.004.029.924 Sekretariat Daerah 196.366.616.366 153.459.671.939 139.648.301.465 143.837.750.509 152.468.015.539
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada periode RPJMD 2009-2013, Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Penajam Paser Utara merupakan SKPD yang paling banyak menerima alokasi anggaran. Jumlah yang baling besar diterima oleh SKPD tersebut pada
tahun 2009 yaitu sebesar Rp. 701.424.704.272,-. Namun untuk empat tahun berikutnya, alokasi anggaran belanja untuk Dinas ini diproyeksikan turun secara gradual hingga tinggal Rp. 329.617.200.554,- pada tahun 2013.
Selain Dinas Pekerjaan Umum, beberapa SKPD juga diproyeksikan berkurang alokasi anggaran belanjanya mulai tahun 2010 hingga 2013. Beberapa SKPD yang anggaran belanjanya diproyeksikan turun dengan prersentase yang cukup besar itu antara lain adalah Dinas Perhubungan, Kebudayaan, dan Pariwisata (dari Rp. 78.291.032.432,- pada tahun 2009 menjadi Rp. 44.418.728.066,- pada tahun 2013) dan Dinas Sekretariat Daerah (dari Rp. 196.366.616.366,- pada tahun 2009 menjadi Rp. 152.468.015.539 pada tahun 2013). Penurunan volume belanja secara signifikan ini dilakukan dalam rangka menekan tingkat defisit anggaran, dimana untuk tahun 2009 tingkat defisit anggaran pada kabupaten ini diproyeksikan lebih dari 700 miliar rupiah. Kondisi defisit yang sangat besar itu jelas mencerminkan kondisi keuangan daerah yang tidak sehat. Karena itu dengan upaya pengurangan alokasi belanja pada beberapa SKPD itu diharapkan akan dapat membantu menyehatkan kondisi keuangan daerah pada kabupaten ini.
Pengurangan volume belanja pada beberapa SKPD itu tentu harus di didasari oleh pertimbangan yang bijak dan matang hingga tidak sampai mengakibatkan menurunnya aktivitas pembangunan, terutama yang berkaitan langsung dengan perbaikan tingkat kehidupan masyarakat. Atas dasar pertimbangan tersebut, pada beberapa SKPD justru di tambah volume anggaran belanjanya. SKPD-SKPD yang alokasi anggarannya diproyeksikan meningkat cukup besar selama periode 2009-2013 antara lain adalah Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Pertambangan (Rp. 39.350.150.400,- pada tahun 2009 menjadi Rp. 52.003.471.434,- pada tahun 2013); Dinas Kesehatan (pada tahun 2009 sebesar Rp. 17.301.310.315,- menjadi Rp. 25.309.915.404,- pada tahun 2013); Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (dari Rp. 178.131.471.950,- pada tahun 2009 menjadi Rp. 212.376.463.654,- pada tahun 2013); serta Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (meningkat dari Rp. 59.716.920.000,- pada tahun 2009 menjadi Rp.
9.1. INDIKATOR KINERJA PROSES PARUH