Siswa dikatakan sudah mencapai ketuntasan belajar jika nilai yang diperoleh sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 70 dengan rentang antara 1-100. Kelas dikatakan sudah mencapai ketuntasan jika banyaknya siswa yang mencapai KKM ≥ 85% dari keseluruhan jumlah siswa. (sumber:
Kurikulum SD Negeri 68 Kassijalla Maros Tahun 2016/2017).
40 A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Siklus I
Siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2017 dengan jumlah siswa yang hadir ada 31 anak. Siklus I dilaksanakan dalam empat tahap, tahapan-tahapan tersebut antara lain:
a. Perencanaan
Langkah pertama yang dilakukan sebelum melaksanakan penelitian adalah menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bangun datar melalui model Project Based Learning (PBL). Selanjutnya menyiapkan absensi untuk mengetahui kehadiran siswa, menyiapkan soal proyek untuk dikerjakan siswa secara kelompok, serta merancang tes formatif bangun datar untuk mengetahui kemampuan siswa sehingga hasil belajar pada siklus I dapat diketahui.
Menyiapkan lembar pengamatan siswa pada materi bangun datar melalui model PBL yang digunakan untuk mengamati aktivitas atau kegiatan siswa pada saat pembelajaran. Peneliti juga tidak lupa menyiapkan lembar pengamatan guru pada materi bangun datar melalui model PBL yang digunakan untuk mengamati dan mengetahui kegiatan guru pada saat pembelajaran berlangsung.
b. Pelaksanaan
Proses pembelajaran pada siklus I pada materi bangun datar melalui model PBL dapat dijelaskan sebagai berikut: pertama yang dilakukan adalah guru mengkondisikan siswa, mengucapkan salam, dan mengajak siswa untuk membaca basmalah bersamasama, menanyakan kabar siswa dan mengabsen siswa. Setelah itu melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai bangun datar persegi, persegi panjang, dan jajargenjang. Kemudian menjelaskan maksud dan tujuan pembelajaran bangun datar.
Guru menunjukkan model bangun datar persegi, persegi panjang, dan jajargenjang, melakukan tanya jawab dengan siswa tentang jenis bangun datar tersebut beserta sifat-sifatnya. Kemudian mempersilahkan siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing, dan siswa berkumpul dengan kelompoknya yang pertemuan sebelumnya telah dibagi.
Guru membagikan materi cara membuat bangun datar persegi, persegi panjang, dan jajargenjang. Guru meminta siswa untuk menghasilkan proyek dengan membuat bangun datar tersebut. Setelah itu setiap kelompok diminta untuk mendaftar pekerjaan yang akan dilakukan, seperti: mencari informasi dari materi yang telah diberikan guru, mendaftar bangun datar yang akan dibuat, menyiapkan peralatan yang digunakan untuk membuat proyek (kertas karton, pensil, penggaris, dll.), menunjukkan pengetahuan yang dimiliki setiap anggota kelompok, pembagian tugas antar anggota kelompok, menyelesaikan tugas proyek yang diberikan guru. Setiap anggota kelompok diminta untuk
bekerjasama menyelesaikan tugas dari guru sesuai dengan waktu yang ditentukan. Guru memantau masing-masing kelompok dan mempersilahkan siswa untuk bertanya jika ada kesulitan.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya ke depan kelas secara bergantian, selanjutnya guru mendampingi siswa mengoreksi pekerjaan setiap kelompok yang maju. Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil proyeknya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah waktu habis, lembar evaluasi dikumpulkan di meja guru.
Pada kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari. Setelah itu guru memberikan umpan balik atau komentar mengenai proses pembelajaran, memberikan motivasi kepada siswauntuk rajin belajar, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam.
c. Pengamatan/Observasi
Proses pelaksanaan pembelajaran bangun datar melalui model PBL dapat diperkuat melalui rekapitulasi hasil pengamatan siswa, pengamatan guru, hasil tes formatif, dan hasil penilaian proyek yang dikerjakan siswa secara kelompok. hasil pengamatan siswa dan guru dijadikan sebagai tambahan informasi bahwa penggunaan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan dapat menggali pengetahuan siswa. Hasil rekapitulasi data tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.1 Rekapitulasi Lembar Pengamatan Aktivitas Siwa Siklus I
No. Tahap Skor
Jumlah
0 1 2 3 4
1. Kegiatan awal 0 1 1 0 1 7
2. Kegiatan Inti 0 4 3 2 2 24
3. Kegiatan Akhir 0 0 1 1 0 5
Jumlah 36
Rata-rata 2,25
Skala kategori penskoran Kategori rata-rata
Skor maksimal = 4 0,0 – 0,8 = Sangat Kurang Skor minimal = 0 0,9 – 1,6 = Kurang
1,7 – 2,4 = Cukup 2,5 – 3,2 = Baik
3,3 – 4,0 = Sangat Baik
Rekapitulasi data pengamatan siswa di atas dapat diketahui bahwa pengamatan terhadap aktivitas siswa pada materi bangun datar melalui PBL siklus I diperoleh skor rata-rata 2,25 pada kategori cukup. Siswa masih beradaptasi dengan penggunaan model Project Based Learning (PBL), sehingga siswa belum sepenuhnya aktif dalam pembelajaran.
Hasil pengamatan aktivitas guru dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.2 Rekapitulasi Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I
No. Tahap Skor
Jumlah
0 1 2 3 4
1. Kegiatan awal 0 2 0 1 0 5
2. Kegiatan Inti 0 1 3 4 4 35
3. Kegiatan Akhir 0 1 2 0 0 5
Jumlah 45
Rata-rata 2,5
Skala kategori penskoran Kategori rata-rata
Skor maksimal = 4 0,0 – 0,8 = Sangat Kurang Skor minimal = 0 0,9 – 1,6 = Kurang
1,7 – 2,4 = Cukup 2,5 – 3,2 = Baik
3,3 – 4,0 = Sangat Baik Aktivitas guru pada rekapitulasi pada tabel 4 dapat diperoleh skor rata-rata 2,5 pada kategori baik. Pada siklus I ini guru masih beradaptasi dengan penggunaan model Project Based Learning (PBL). Data untuk nilai hasil evaluasi siswa dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil Tes Formatif Siklus I
No. Nama Nilai Keterangan
(1) (2) (3) (4)
1. Jusmandi 65 Belum Tuntas
2. Mirna Ramadani 72 Tuntas
3. Abd. Rahim 64 Beum Tuntas
4. Jumasri 78 Tuntas
5. Syahrul 52 Belum Tuntas
6. Sartika Dewi 86 Tuntas
7. Nurahyani 78 Tuntas
8. Aldi Wawan 65 Belum Tuntas
9. Asmaul Husna 72 Tuntas
10. Muh. Darwis 70 Tuntas
11. Ramliah Ramadan 84 Tuntas
12. Rezki Amalia 90 Tuntas
13. Armansyah 92 Tuntas
14. Suriani 84 Tuntas
15. Sinar 75 Tuntas
16. Muh. Rizki 72 Tuntas
17. Junior Aswandi 90 Tuntas
18. Andriana Sukanti 64 Belum Tuntas
19. Muh. Iqbal 60 Belum Tuntas
20. Sitti Aisya 78 Tuntas
21. Fauziah 92 Tuntas
22. Arman Maulana 75 Tuntas
23. Musawwir 92 Tuntas
24. Mutiara 78 Tuntas
25. Muh. Farid Junaidi 62 Belum Tuntas
26. Sumarni 52 Belum Tuntas
27. Bunga 76 Tuntas
28. Risnawati 54 Belum Tuntas
29. Muh. Akram 70 Tuntas
30. Arjuna 65 Belum Tuntas
31. Syamsul Dahrullah 90 Tuntas
Jumlah 2297
Rata-rata 74,09
KKM : 70
Perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I baru mencapai 74,09 dengan siswa yang tuntas sejumlah 21 anak, sehingga persentase ketuntasan dari penelitian siklus I dapat dihitung dengan rumus:
P=
×100%
=
×100%
=67,74%
Jadi perolehan ketuntasan belajar pada siklus I adalah 67,74% dari jumlah siswa.
Tabel 4.4 Hasil Penilaian Proyek Siklus I
Kelompok
Jenis Bangun Datar
Jumlah Rata-rata Persegi Persegi
Panjang
Jajargenjang
1 70 60 50 180 60
2 70 70 50 190 63,33
3 60 50 50 160 53,33
4 70 70 50 190 63,33
5 70 70 60 200 66,67
6 70 70 50 190 63,33
Berdasarkan data di atas, perolehan nilai proyek dari setiap kelompok belum memuaskan. Nilai rata-rata pembuatan proyek dari setiap kelompok pun belum mencapai nilai ≥ 70.
d. Refleksi Siklus I
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap situasi pembelajaran pada siklus I ini, peneliti dapat menemukan kelemahan pembelajaran sebagai berikut:Siswa masih belum bisa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model PBL dengan baik, dikarenakan masih beradaptasi dengan model pembelajaran yang baru. Pada langkah PBL yang masih lemah yaitu pada tahap penentuan
pertanyaan mendasar, masih banyak siswa yang bersikap pasif ketika tanya jawab dengan guru. Pada tahap menyusun jadwal, masih banyak kelompok yang belum bisa mengoptimalkan waktu sehingga proyek tidak selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pada tahap monitoring, masih banyak siswa yang belum memperhatikan teman yang sedang melakukan presentasi. Pada tahap evaluasi pengalaman atau pada saat mempresentasikan hasil proyeknya di depan kelas, siswa masih malu dan malah saling tunjuk siapa yang akan mempresentasikannya.
Nilai yang diperoleh siswa pada siklus I belum memuaskan karena baru 21 siswa dari 31 siswa yang dinyatakan tuntas dengan indikator keberhasian yang ditentukan peneliti sebesar ≥ 70. Rata-rata yang diperoleh pada siklus I ini adalah 74,09 dan dengan persentase ketuntasan baru mencapai 67,74%.
Perbaikan yang harus dilakukan pada siklus berikutnya yaitu: guru harus lebih tegas ketika menasehati siswa yang ramai, dan lebih mengarahkan siswa ketika kerja secara kelompok. Guru harus lebih tegas dalam pembatasan waktu ketika setiap kelompok menyelesaikan proyeknya. Selain itu guru memberikan motivasi dan nasehat kepada siswa untuk saling bekerjasama agar mendapatkan hasil yang maksimal, serta guru meminta siswa untuk tidak takut menanyakan hal yang belum jelas.
2. Siklus II
Hasil penelitian pada siklus I belum memuaskan dan belum mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan peneliti, maka dilanjutkan dalam siklus II
yang dilaksanakan pada hari rabu tanggal 8 Februari 2017, dengan jumlah siswa 31 anak. Tahapan-tahapan pada siklus ini adalah:
a. Perencanaan
Yang dilakukan dalam melaksanakan siklus II adalah menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bangun datar melalui model Project Based Learning (PBL). Selanjutnya menyiapkan absensi untuk mengetahui kehadiran siswa, menyiapkan soal proyek untuk dikerjakan siswa secara kelompok, serta merancang tes formatif bangun datar untuk mengetahui kemampuan siswa sehingga hasil belajar pada siklus II dapat diketahui.
Menyiapkan lembar pengamatan siswa pada materi bangun datar melalui model PBL yang digunakan untuk mengamati aktivitas atau kegiatan siswa pada saat pembelajaran. Peneliti juga tidak lupa menyiapkan lembar pengamatan guru pada materi bangun datar melalui model PjBL yang digunakan untuk mengamati dan mengetahui kegiatan guru pada saat pembelajaran berlangsung.
b. Pelaksanaan
Proses pembelajaran pada siklus II pada materi bangun datar melalui model PBL dapat dijelaskan sebagai berikut: pertama yang dilakukan adalah guru mengkondisikan siswa, mengucapkan salam, dan mengajak siswa untuk membaca basmalah bersamasama, menanyakan kabar siswa dan mengabsen siswa. Setelah itu melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai bangun datar segitiga dan trapesium. Kemudian menjelaskan maksud dan tujuan pembelajaran bangun datar.
Guru menunjukkan model bangun datar segitiga dan trapesium, melakukan tanya jawab dengan siswa tentang jenis bangun datar tersebut beserta sifat-sifatnya. Kemudian mempersilahkan siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing, dan siswa berkumpul dengan kelompoknya yang pertemuan sebelumnya telah dibagi.
Guru membagikan materi cara membuat bangun datar segitiga dan trapesium. Guru meminta siswa untuk menghasilkan proyek dengan membuat bangun datar tersebut. Setelah itu setiap kelompok diminta untuk mendaftar pekerjaan yang akan dilakukan, seperti: mencari informasi dari materi yang telah diberikan guru, mendaftar bangun datar yang akan dibuat, menyiapkan peralatan yang digunakan untuk membuat proyek (kertas karton, pensil, penggaris, dll.), menunjukkan pengetahuan yang dimiliki setiap anggota kelompok, pembagian tugas antar anggota kelompok, menyelesaikan tugas proyek yang diberikan guru. Setiap anggota kelompok diminta untuk bekerjasama menyelesaikan tugas dari guru sesuai dengan waktu yang ditentukan. Guru memantau masing-masing kelompok dan mempersilahkan siswa untuk bertanya jika ada kesulitan.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya ke depan kelas secara bergantian, selanjutnya guru mendampingi siswa mengoreksi pekerjaan setiap kelompok yang maju. Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil proyeknya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa untuk
dikerjakan dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah waktu habis, lembar evaluasi dikumpulkan di meja guru.
Pada kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari. Setelah itu guru memberikan umpan balik atau komentar mengenai proses pembelajaran, memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam.
c. Pengamatan/ Observasi
Proses pelaksanaan pembelajaran bangun datar melalui model PBL dapat diperkuat melalui rekapitulasi hasil pengamatan siswa, pengamatan guru, hasil tes formatif, dan hasil penilaian proyek yang dikerjakan siswa secara kelompok. hasil pengamatan siswa dan guru dijadikan sebagai tambahan informasi bahwa penggunaan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan dapat menggali pengetahuan siswa. Hasil rekapitulasi data tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.5 Rekapitulasi Lembar Pengamatan Aktivitas Siwa Siklus II
No. Tahap Skor
Jumlah
0 1 2 3 4
1. Kegiatan awal 0 0 1 1 1 9
2. Kegiatan Inti 0 0 3 5 3 33
3. Kegiatan Akhir 0 0 0 2 0 6
Jumlah 48
Rata-rata 3
Skala kategori penskoran Kategori rata-rata
Skor maksimal = 4 0,0 – 0,8 = Sangat Kurang Skor minimal = 0 0,9 – 1,6 = Kurang
1,7 – 2,4 = Cukup 2,5 – 3,2 = Baik
3,3 – 4,0 = Sangat Baik Rekapitulasi data pengamatan siswa di atas dapat diketahui bahwa pengamatan terhadap aktivitas siswa pada materi bangun datar melalui PjBL siklus II diperoleh skor rata-rata 3 pada kategori baik. Siswa sudah berperan aktif dalam pembelajaran bangun datar dengan menggunakan model Project Based Learning (PBL). Sedangkan hasil pengamata dapat dilihat pada rekapitulasi data di bawah ini:
Tabel 4.6 Rekapitulasi Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II
No. Tahap Skor Jumlah
0 1 2 3 4
1. Kegiatan awal 0 0 2 1 0 7
2. Kegiatan Inti 0 0 1 7 4 39
3. Kegiatan Akhir 0 0 2 1 0 7
Jumlah 53
Rata-rata 2,94
Skala kategori penskoran Kategori rata-rata
Skor maksimal = 4 0,0 – 0,8 = Sangat Kurang Skor minimal = 0 0,9 – 1,6 = Kurang
1,7 – 2,4 = Cukup 2,5 – 3,2 = Baik
3,3 – 4,0 = Sangat Baik Aktivitas guru pada siklus II ini mengalami peningkatan yaitu skor rata-rata yang diperoleh 2,94 pada kategori baik. Sedangkan perolehan nilai bangun datar pada siklus II dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.7 Hasil Tes Formatif Siklus II
No. Nama Nilai Keterangan
(1) (2) (3) (4)
1. Jusmandi 70 Tuntas
2. Mirna Ramadani 86 Tuntas
3. Abd. Rahim 70 Tuntas
4. Jumasri 92 Tuntas
5. Syahrul 74 Tuntas
6. Sartika Dewi 95 Tuntas
7. Nurahyani 90 Tuntas
8. Aldi Wawan 92 Tuntas
9. Asmaul Husna 80 Tuntas
10. Muh. Darwis 91 Tuntas
11. Ramliah Ramadan 100 Tuntas
12. Rezki Amalia 92 Tuntas
13. Armansyah 87 Tuntas
14. Suriani 92 Tuntas
15. Sinar 80 Tuntas
16. Muh. Rizki 81 Tuntas
17. Junior Aswandi 90 Tuntas
18. Andriana Sukanti 95 Tuntas
19. Muh. Iqbal 70 Tuntas
20. Sitti Aisya 90 Tuntas
21. Fauziah 70 Tuntas
22. Arman Maulana 81 Tuntas
23. Musawwir 100 Tuntas
24. Mutiara 90 Tuntas
25. Muh. Farid Junaidi 62 Belum Tuntas
26. Sumarni 74 Tuntas
27. Bunga 80 Tuntas
28. Risnawati 72 Tuntas
29. Muh. Akram 86 Tuntas
30. Arjuna 70 Tuntas
31. Syamsul Dahrullah 100 Tuntas
Jumlah 2602
Rata-rata 83,94
KK M : 70
Perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus II mengalami peningkatan, rata-rata yang diperoleh adalah 83,94 dengan siswa yang tuntas sejumlah 30 anak, sehingga persentase ketuntasan dari penelitian siklus II dapat dihitung dengan rumus:
P=
×100%
=
×100%
= 96,77%
Jadi perolehan ketuntasan belajar pada siklus II adalah 96,77% dari jumlah siswa. Sedangkan data perolehan nilai proyek dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.8 Hasil Penilaian Proyek Siklus II
Kelompok
Jenis Bangun Datar
Jumlah Rata-rata Segitiga Trapezium
1 70 63,33 133,33 66,665
2 70 76,67 146,67 73,34
3 67,5 73,33 140,83 70,42
4 50 73,33 123,33 61,67
5 80 73,33 153,33 76,66
6 70 73,33 143,33 71,67
Hasil nilai proyek yang diperoleh setiap kelompok meningkat dibanding siklus sebelumnya, tetapi masih ada dua kelompok yang mendapat nilai rata-rata
≤ 70 .
d. Refleksi siklus II
Proses pembelajaran pada siklus II ini sudah berlangsung dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari guru yang yang sudah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model PBL dengan baik dan dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang terus meningkat pada setiap siklus. Persentase ketuntasan yang
diperoleh pada siklus II sudah mencapai 96,77% dengan rata-rata kelas 83,94 dan nilai siswa sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan peneliti.
Siklus II masih ada satu siswa yang belum tuntas tetapi indikator keberhasilan secara klasikal yang ditentukan peneliti sudah tercapai yaitu ≥ 85%
siswa sudah tuntas pada materi bangun datar melalui model PBL, sehingga tidak perlu dilakukan penelitian lagi. Untuk siswa yang belum tuntas sebaiknya diberikan soal latihan mngenai bangun datar, dengan banyak latihan diharapkan hasil belajar siswa tersebut dapat meningkat.