• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Uraian Teoritis

1.4.11 Indikator Kepatuhan Wajib Pajak

Adapun indicator kepatuhan Wajib Pajak menurut Siti Kurnia Rahayu (2010:139) adalah :

Universitas Sumatera Utara

a. Wajib Pajak yang mengisi dengan jujur, lengkap, dan benar Surat Pemberitahuan (SPT) sesuai ketentuan.

b. Menyampaikan SPT ke KPP sebelum batas waktu terakhir 1.4.12 Kepatuhan

Pada KBBI, kepatuhan perpajakan dapat di definisikan sebagai suatu keadaan dimana Wajib Pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan melaksanakan hak perpajakannya. Menurut pengalaman penulis ada dua macam kepatuhan yaitu kepatuhan formal dan kepatuhan materil.

Kepatuhan Wajib Pajak di awali dengan adanya kesadaran Wajib Pajak mengenai kewajibannya dalam hal perpajakan. Kesadaran adalah faktor yang berasal dari kemauan dalam perubahan sikap. Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dan hak pajaknya. Ada dua macam kepatuhan yaitu : a. Kepatuhan Formal : Kepatuhan formal adalah suatu keadaan dimana

Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakan secara formal sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang perpajakan.

b. Kepatuhan Material :Kepatuhan Material adalah suatu keadaan dimana Wajib Pajak secara hakekat memenuhi semua ketentuan material perpajakan, yakni sesuai isi dan jiwa undang-undang perpajakan.

Kepatuhan material dapat meliputi juga kepatuhan formal, jadi Wajib Pajak yang memenuhi kepatuhan material dalam mengisi SPT Wajib Pajak Orang Pribadi adalah Wajib Pajak yang mengisi dengan jujur, baik dan benar SPT tersebut sesuai dengan undang-undang PPh dan menyampaikan ke kantor Pelayanan Pajak sebelum batas waktu yang ditentukan.

1.5 Metode Penelitian

Universitas Sumatera Utara

Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data yang sesuai, maka metode penelitian yang digunakan dalam membuat proposal tugas akhir sebagai berikut : 1.5.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menjadikan subek penelitian sebagai sumber informasi mengenai masalah yang dibahas. Data kualitatif memberikan dan menunjukkan kualitatif objek penelitian yang dilakukan.

1.5.2. Jenis Data Penelitian

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan primer dan sekunder :

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek penelitian yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang ada.

Contohnya dokumentasi perusahaan berupa laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, dan lain sebagainya.

1.5.3. Alat Pengumpulan Data

Adapun cara-cara pengumpulan data yang dilakukan penulis yaitu : a. Observasi

Penulis melakukan kegiatan mengumpulkan dan mencari data dengan cara peninjauan langsung ke lapangan untuk mengamati, mendengar dan mencari informasi yang berkaitan dengan Tugas Akhir.

Universitas Sumatera Utara

b. Wawancara

Penulis melakukan Tanya jawab langsung dengan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar, serta pegawai loket Pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia dan memberikan masukan data atau informasi dalam penyusunan Tugas Akhir.

c. Dokumentasi

Penulis mengumpulkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pelaporan SPT secara E-filling di kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia dan data- data lain yang berkaitan dengan Tugas Akhir.

1.5.4. Informan Penelitian

Untuk informan dalam penelitian Tugas Akhir ini yakni pegawai dan juga Wajib Pajak SPT Masa yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan Polonia. Dalam hal ini peneliti akan mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan informasi yang dibutuhkan peneliti.

Universitas Sumatera Utara

BAB II

GAMBARAN UMUM KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN POLONIA

2.1 Lokasi Penelitian

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia yang beralamat di gedung Kanwil DJP Sumatera Utara I Kanwil DJP Sumut I, Jl. Suku Mulia No. 17A, AUR.

Kec. Medan Marimum, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

2.2 Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Polonia

Sebelum disebut Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dulunya bernama Kantor Inspeksi Pajak (KIP). Hal ini berlangsung sampai tahun 1976, mulai bulan Juni Kantor Inspeksi Pajak diubah menjadi Kantor Pelayanan Pajak. Tahun 1976 di Sumatera Utara berdiri dua kantor yaitu:

1. Kantor Inspeksi Pajak Medan Utara yang berada di Jl. Asrama 17A Medan yang wilayah kerjanya meliputi:

a. Kec. Medan Timur b. Kec. Medan Barat c. Kec. Medan Labuhan d. Kec. Medan Deli e. Kec. Medan Belawan f. Kotamadya Binjai g. Kab. Langkat

2. Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan yang berada di Jl. Diponegoro No.

30 Medan yang wilayah kerjanya meliputi:

20

Universitas Sumatera Utara

a. Kec. Medan Baru b. Kec. Medan Denai

c. Kec. Medan Deli Serdang d. Kab. Karo

e. Kotamadya Tebing Tinggi

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 276/KMK.01/1989 pada tanggal 25 Maret 1989 tentang Organisasi dan Tata Usaha Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Inspeksi Pajak diubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Pajak.

Pada tanggal 1 April 1989 Kantor Inspeksi Pajak di seluruh Indonesia diubah menjadi Kantor Pelayanan Pajak, dari dua KIP yaitu KIP Medan Utara dan KIP Medan Selatan dipecah menjadi tiga KPP yaitu :

1. KPP Medan Utara yang berada di Jl. Asrama No. 17 Medan yang wilayah kerjanya meliputi:

a. Kec. Medan Timur b. Kec. Medan Barat c. Kec. Medan Labuhan d. Kec. Medan Denai e. Kec. Medan Belawan

2. KPP Medan Selatan yang berada di Jl. Diponegoro No. 30 Medan yang wilayah kerjanya meliputi:

a. Kec. Medan Baru b. Kec. Medan Denai c. Kec. Medan Polonia d. Kec. Medan Maimun

Universitas Sumatera Utara

3. KPP Medan Barat yang berada di Jl. Sukamulia No. 27A Medan yang wilayah kerjanya meliputi:

a. Kec. Medan Tuntungan b. Kec. Medan Sunggal c. Kec. Medan Binjai d. Kab. Langkat e. Kab. Karo

f. Kotamadya Tebing Tinggi dan Kab. Deli Serdang menjadi KPP Tebing Tinggi

Kemudian sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No.

94/KMK/1994 tanggal 29 Maret, Kantor Pelayanan Pajak pada jajaran Kantor Wilayah I Sumatera Utara terhitung tanggal 1 April 1994 menjadi 4 (empat) Kantor Pelayanan Pajak yang baru dibentuk yaitu:

1. KPP Medan Utara yang berada di Jl. Asrama No. 17 Medan 2. KPP Medan Barat yang berada di Jl. Sukamulia No. 27A Medan 3. KPP Medan Timur dengan alamat Jl. Diponegoro No. 30A Medan 4. KPP Binjai dengan alamat Jl. Asrama No. 7A Medan

Kemudian sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.

443/KMK.01/2001 tanggal 23 Juli 2001, Kantor Pelayanan Pajak Medan Barat dipecah menjadi dua kantor yaitu Kantor Pelayanan Pajak Medan Barat dan Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia. Dan pada tanggal 19 Mei 2008 Menteri Keuangan mengeluarkan Keputusan dengan no. Kep. 95/PJ/2008 tentang Kantor Pelayanan

Universitas Sumatera Utara

Pajak menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang terdiri dari:

1. KPP Pratama Binjai di Jl. Jambi No. 1 Rambung Barat Binjai

2. KPP Pratama Medan Belawan di Jl. KL. Yos Sudarso No. 27 Km 8.2 Tanjung Mulia, Medan Deli

3. KPP Pratama Medan Barat di Jl. Asrama No. 7A, Medan Helvetia 4. KPP Pratama Medan Petisah di Jl. Asrama No. 7A, Medan Helvetia 5. KPP Madya Medan di Jl. Sukamulia No. 17A, Medan Maimun 6. KPP Pratama Medan Kota di Jl. Sukamulia No. 17A, Medan Maimun 7. KPP Pratama Medan Polonia di Jl. Sukamulia No. 17A, Medan Maimun 8. KPP Pratama Medan Timur di Jl. Sukamulia No. 17A, Medan Maimun

9. KPP Pratama Lubuk Pakam di Jl. P. Diponegoro No. 30A, Madras Hulu Pada tanggal 27 Mei 2008 Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor diubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dengan wilayah kerja mencakup:

1. Kecamatan Medan Polonia 2. Kecamatan Medan Tuntungan 3. Kecamatan Medan Selayang 4. Kecamatan Medan Maimun 5. Kecamatan Medan Baru 6. Kecamatan Medan Joho

2.3 Struktur Organisasi KPP Pratama Medan Polonia 2.3.1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi ialah susunan dari berbagai komponen ataupun unit-unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

Adanya struktur organisasi ini kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda dapat dikoordinasikan dengan baik, selain itu juga struktur organisasi kita juga bisa mengetahui

beberapa spesialisasi dari sebuah jabatan, pekerjaan, saluran pemerintah, maupun penyampaian laporan. KPP Pratama Medan Polonia menerapkan Struktur Organisasi Lini danStaff. Yaitu dipimpin oleh seorang Kepala KPP yang secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera I.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia terdiri dari :

1. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal 2. Seksi Pelayanan

3. Seksi Penjamin Kualitas Data

4. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan 5. Pegawai Fungsional

6. KP2KP

7. Seksi Pengawas I 8. Seksi Pengawas II 9. Seksi Pengawas III 10. Seksi Pengawas IV 11. Seksi Pengawas V

2.3.2. Deskripsi Kerja KPP Pratama Medan Polonia a. Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal

Universitas Sumatera Utara

Sub bagian umum ini memiliki tugas dan fungsi dalam pelayanan kesekretariatan, terutama dalam melakukan hal urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian dan rumah tangga. Sub bagian umum ini terdiri dari :

1. Koordinator Pelaksana Tata Usaha dan Kepegawaian, yang memiliki tugas membantu urusan tata usaha, kepegawaian dan laporan.

2. Koordinator pelaksana Keuangan, bertugas membantu pada seksikeuangan.

3. Koordinator Pelaksana Rumah Tangga, yang bertugas membantuurusan rumah tangga serta perlengkapan.

Untuk penyelenggara tugas-tugas tersebut, maka sub bagian umum berfungsi sebagai :

a. Pengurus tata usaha serta kepegawaian

b. Pengurusan keuangan kantor, contohnya pengurus gaji karyawan, pengajuan usul pengangkatan bendaharawan, penyusunan realisasi belanja, pembayaran tagihan rutin, lembur pegawai, dan lain sebagainya.

c. Penggurusan rumah tangga dan perlengkapan yang dibutuhkan.

d. Penerimaan dokumen, pemprosesan dan pengarsipan dokumen masuk serta penyampaian dokumen keluar.

b. Seksi Pelayanan

Universitas Sumatera Utara

Mempunyai tugas yang berkaitan dengan administrasi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pengukuran Pengusaha Kena Pajak (PKP), penerbitan dan perpanjangan Sertifikat Elektronik, aktivasi EFIN, percetakan produk-produk hukum, peminjaman dan pengiriman berkas, serta permohonan- permohonan perpajakan lainnya.

c. Seksi Penjamin Kualitas Data

Bertugas melakukan pencarian, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi perpajakan, melakukan penjaminan kualitas dan validasi atas data atau alat keterangan yang berkaitan dengan kegiatan pencarian,pengumpulan, pengolahan data, dan informasi perpajakan, melakukan pelayanan dukungan teknis komputer, serta penyiapan laporan kinerja.

d. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan

Pemeriksa pajak mengemban tugas untuk melakukan kegiatan pemeriksaan sebagai bagian dari proses penegakan hukum bagi Wajib Pajak yang tidak atau belum melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik dan benar, sedangkan penilai mempunyai tugas melaksanakan penilaian dan atau pemetaan, dan penagih mempunyai tugas melakukan penagihan tunggakanpajak, melakukan penatausahaan piutang pajak, melakukan penyelesaian permohonan penundaan dan angsuran tunggakan pajak, melalukan usulan penghapusan piutang pajak dan atau sanksi administrasi perpajakan serta melakukan penatausahaan

Universitas Sumatera Utara

dan penyimpanan dokumen penagih.

e. Seksi Pengawasan I

Mempunyai tugas melakukan proses penyelesaian tindak lanjut atau pencabutan permohonan Wajib Pajak maupun masyarakat melakukan usulan pembetulan ketetapan hasil pemeriksaan/penelitian, dan melakukan pemberianbimbingan dan konsultasi teknis perpajakan kepada Wajib Pajak maupun masyarakat, serta melakukan tindak lanjut permohonan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan.

f. Seksi Pengawasan II

Mempunyai tugas melakukan analisis, penjabaran, dan pencapaian target penerimaan pajak untuk Wajib Pajak Strategis, melakukan pendataan dan pemetaan Wajib Pajak Stategis dan objek pajak yang dimiliki, dikuasai,dan atau dimanfaatkan oleh wajib pajak strrategis, melakukan analisis kinerja

Wajib Pajak, melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan serta melakukan imbauan dan konseling kepada Wajib Pajak Strategis, melakukan produksi produksi alat keterangan hasil kegiatan pengawasan Wajib PajakStrategis, melakukan pemutakhiran basis data Wajib Pajak Strategis, melakukan pemeriksaan dengan kriteria tertentu, melakukan tindak lanjut data yang diterima dari Kantor Pusat, serta melakukan pemutakhiran basis data nilai objek pajak yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Strategis.

g. Seksi Pengawasan III, IV, V

Universitas Sumatera Utara

Mempunyai tugas melakukan pemberian dan atau penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, pengukuhan dan atau pencabutan Pengusaha Kena Pajak, pemberiandan atau penghapusan nomor objek pajak secara jabatan, melakukan analisis, penjabaran, dan pencapaian target penerimaan pajak, melakukan pengamatan potensi pajak, melakukan pendataan dan pemetaan wajib pajak dan objek pajak, melakukan pengumpulan data pendukung dan rekonsiliasi data dalamrangka pengawasan Wajib Pajak, melakukan analisis kinerja Wajib Pajak, melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan serta melakukan imbauan dan konseling kepada Wajib Pajak, melakukan produksi alat keterangan hasil pengamatan, pendataan, pemetaan, dan pengawasan Wajib Pajak, melakukan pemutakhiran basis data Wajib Pajak, melakukan pemeriksaan dengan kriteria tertentu, melakukan tindak lanjut data yang diterima dari Kantor Pusat, serta melakukan pemutakhiran basis data nilai objek pajak.

2.4 Visi, Misi, dan Motto KPP Pratama Medan Polonia

1. Visi dari KPP Pratama Medan Polonia adalah mewujudkan pelayanan yang profesional dengan kinerja yang baik dan dapat dipercaya untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak di lingkungan Kanwil DJP Sumut I.

2. Misi dari KPP Pratama Medan Polonia adalah meningkatkan penerimaan dan pendapatan negara melalui PPh, PPN, dan PPnBM serta senantiasa

Universitas Sumatera Utara

memperbaharui diri sesuai perkembangan aspirasi masyarakat dan tata tertib administrasi

3. Janji Layanan / Motto P : Professionalism O : Objective L : Loyality O : Oriented N : Normative I : Integrity A : Aspirative

Universitas Sumatera Utara

30 BAB III

HASIL PENELITIAN

Pada bab ini penulis akan menyajikan data-data yang terkait dengan objek yang diteliti selama melakukan penelitian di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia. Berdasarkan penelitian yang diperoleh di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dapat diuraikan dan dideskripsikan sebagai berikut.

3.1. Wajib Pajak Badan terdaftar,Wajib Pajak Badan yang melaporkan manual, Wajib Pajak Badan yang melaporkan E- Filing, dan Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Masa PPh Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia

Dari penelitian yang dilakukan di KPP Pratama Medan Polonia, peneliti mendapatkan berupa data jumlah Wajib Pajak Badan yang terdaftar, Wajib Pajak Badan yang melaporkan secara manual, Wajib Pajak Badan yang melaporkan secara E-Filing, dan tingkat kepatuhan jumlah Wajib Pajak Badan yang terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia pada tahun 2018-2020. Dapat dilihat pada table berikut ini.

Table 3.1 Jumlah Wajib Pajak Badan terdaftar, pelaporan SPT Masa PPh Badan secara manual, Pelaporan SPT Masa PPh Badan secara E-Filing, dan

Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan pada KPP Pratama Medan Polonia

Tahun WP

Sumber : KPP Pratama Medan Polonia 2020

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan table 3.1 dapat diketahui pada tahun 2018 jumlah Wajib Pajak Badan yang terdaftar sebanyak 15.972, Wajib Pajak Badan yang melaporkan secara manual sebanyak 2.049, sedangkan Wajib Badan yang melaporkan secara E-Filing sebanyak 1.749 dan jika di persentasekan Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Masa Wajib Pajak Badan sebesar 59.89%. Pada Tahun 2019 jumlah Wajib Pajak Badan yang terdaftar sebanyak 16.953, untuk Wajib Pajak yang melaporkan secara manual sebanyak 1.509, sedangkan Wajib Pajak Badan yang melaporkan secara E-Filing sebanyak 2.512, dan jika di persentasekan tingkat kepatuhan pelaporan SPT Masa Wajib Pajak Badan sebesar 63.93%. Kemudian Pada tahun 2020 jumlah Wajib Pajak yang terdaftar sebanyak 18.055, untuk Wajib Pajak yang melaporkan secara manual sebanyak 369, sedangkan Wajib Pajak Badan yang melaporkan secara E-Filing sebanyak 3.724, dan jika di persentasekan Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Masa Wajib Pajak Badan sebesar 69.92%.

3.2. Wajib Pajak Orang Pribadi terdaftar, Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan manual, Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan E-Filing, dan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak SPT Masa PPh Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia

Dari Penelitian yang dilakukan di KPP Pratama Medan Polonia, Peneliti mendapatkan data berupa jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar,Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara manual, dan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak SPT PPh Masa Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Universitas Sumatera Utara

Pratama Medan Polonia. Dapat dilihat pada table berikut ini.

Table 3.2 Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi terdaftar, pelaporan SPT Masa PPh Orang Pribadi yang melaporkan manual, SPT PPh Orang Pribadi yang melaporkan E-Filing, dan Tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi pada

KPP Pratama Medan Polonia

Sumber : KPP Pratama Medan Polonia 2020

Pada table 3.2 dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebanyak 167.511, untuk jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara manual sebanyak 4.762, sedangkan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara E-Filing sebanyak 42.998, dan jika di persentasekan Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Masa Wajib Pajak Orang Pribadi Sebesar 97.64%. Pada tahun 2019 Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebanyak 178.284, untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara manual sebanyak 4.329, sedangkan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara E-Filing sebanyak 40.868, dan jika di persentasekan Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Masa Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar 88.99%, Kemudian pada tahun 2020 jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebanyak 201.365, untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara manual sebesar 3.312, sedangkan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan secara E-Filing sebanyak 41.406, dan jika di persentasekan Tingkat Kepatuhan

Universitas Sumatera Utara

Pelaporan SPT Masa Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar 83.87%.

3.3. Wajib Pajak yang menyampaikan SPT secara E-Filing di KPP Pratama Medan Polonia Tahun 2018-2020

Dengan E-Filing, kegiatan mengisi dan mengirim SPT dapat dilakukan dengan mudah dan efisien, selain itu, layanan pajak online juga dapat diakes kapan dan dimana pun, sehingga penyampaian SPT dapat dilakukan setiap saat.

Dengan E-Filing tidak perlu lagi dokumen fisik berupa kertas, karena semua dokumen akan dikirim dalam bentuk dokumen elektronik tersebut. Berikut ini adalah Wajib Pajak yang menyampaikan SPT Secara E-Filing di KPP Pratama Medan Polonia pada tahun 2018-2020 dapat dilihat pada table dibawah ini. .

Table 3.3 Jumlah Wajib Pajak yang menyampaikan SPT secara E- Filing di KPP Pratama Medan Polonia pada tahun 2018-2020

Jenis Formulir 2018 2019 2020

Sumber : KPP Pratama Medan Polonia 2020

Berdasarkan Table 3.2 dapat diketahui bahwa jumlah Wajib Pajak yang menyampaikan SPT secara E-Filing dilihat dari total yang melaporkan menggunakan E-Filing. Pada tahun 2018 sebesar 44.747, sedangkan Wajib Pajak yang menggunakan E-Filing pada tahun 2019 menjadi sebesar 43.380. dan pada tahun 2020 Wajib Pajak yang menggunakan E-Filing menjadi sebesar 45.130 jumlah Wajib Pajak yang melaporkan SPT menggunakan E-Filing.

Universitas Sumatera Utara

34 BAB IV PEMBAHASAN

Pada bab ini, penulis akan menganalisis hasil data yang telah penulis dapatkan selama penelitian dan membahas tentang masalah-masalah yang dalam pelaporan SPT Masa PPh Orang pribadi menggunakan E-Filing dan masalah dalam upaya meningkatkan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Polonia Medan.

4.1. Pemahaman Wajib Pajak terhadap E-filing sebagai suatu Pelaporan SPT Massa PPh orang pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber selaku wajib pajak orang pribadi dan salah satu pegawai yang ada di KPP Pratama Medan Polonia. Hasil wawancara tersebut sebagai berikut :

1. Masih banyak Wajib Pajak yang tidak begitu paham dan kurang mengerti bagaimana cara pelaporan SPT Masa PPh Orang Pribadi melalui sistem E-Filing atau pelaporan dengan menggunakan internet.

2. Dalam hal penyampaian SPT Masa PPh Orang Pribadi secara online kebanyakan Wajib Pajak tidak mempunyai email atau punya email tapi lupa password, hal ini membuat petugas Wajib Pajak harus mendaftarkan terlebih dahulu email Wajib Pajak atau menggantikan password yang tentunya akan memakan banyak waktu dari yang diperkirakan sebelumnya.

3. Website terkadang tidak dapat diakses karena sistem E-Filing

Universitas Sumatera Utara

sedang down atau sibuk.

4. Saat ingin menyampaikan SPT PPh Orang Pribadi secara online terkadang Wajib Pajak lupa EFIN, sehingga proses menjadi semakin lama karena Wajib Pajak harus meminta cetak ulang EFIN Kembali 5. Tidak jarang bukti potong yang diberikan oleh bendaharawan kepada Wajib Pajak salah sehingga memperlambat proses penyampaian SPT PPh Orang Pribadi secara online, sebab setiap data yang dilaporkan harus sesuai dengan bukti potong.

4.2. Peningkatan dalam Kepatuhan Wajib Pajak Melalui Berlakunya Pelaporan E-filing pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia.

Tabel 4.1 Jumlah Wajib Pajak yang menyampaikan SPT secara E-Filing di KPP Pratama Medan Polonia pada tahun 2018-2020

Jenis Formulir 2018 2019 2020

Sumber : KPP Pratama Medan Polonia 2020

Peningkatan dalam kepatuhan Wajib Pajak melalui berlakunya pelaporan E-Filing berdasarkan data pada table 4.1 menunjukkan jumlah dari tahun 2018, 2019, dan 2020 di KPP Pratama Medan Polonia tidak terjadi adanya peningkatan dikarenakan dapat dilihat dari data tiga tahun terakhir ini (2018, 2019, dan 2020 )

Universitas Sumatera Utara

bahwa dari data tersebut peningkatan dalam kepatuhan Wajib Pajak melalui berlakunya pelaporan E-Filing mengalami penurunan pelaporan SPT Masa PPh Orang Pribadi. Berdasarkan pada table 4.1 dapat diketahui pada tahun 2018 jumlah Wajib Pajak SPT PPh OP 1770 sebesar 7.114, SPT PPh OP 1770 S dengan jumlah 22.580, dan jumlah SPT PPh OP 1770 SS sebesar 13.304, maka pada tahun 2018 jumlah keseluruhan Wajib Pajak yang melaporkan SPT PPh OP secara E-Filing yaitu 42.998, dengan persentase 25.66%, dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak PPh OP yang terdaftar sebesar 167.511. Pada tahun 2019 jumlah Wajib Pajak SPT PPh OP 1770 sebesar 6.730, SPT PPh OP 1770 S sebesar 21.744, dan jumlah SPT PPh OP 1770 SS sebesar 12.394, maka total keseluruhan Wajib Pajak yang melaporkan SPT PPh OP secara E-Filing sebesar 40.868 dengan persentase 22.92%, dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak PPh OP yang terdaftar pada tahun 2019 yaitu 178.284. Pada tahun 2020 jumlah Wajib Pajak SPT PPh OP 1770

bahwa dari data tersebut peningkatan dalam kepatuhan Wajib Pajak melalui berlakunya pelaporan E-Filing mengalami penurunan pelaporan SPT Masa PPh Orang Pribadi. Berdasarkan pada table 4.1 dapat diketahui pada tahun 2018 jumlah Wajib Pajak SPT PPh OP 1770 sebesar 7.114, SPT PPh OP 1770 S dengan jumlah 22.580, dan jumlah SPT PPh OP 1770 SS sebesar 13.304, maka pada tahun 2018 jumlah keseluruhan Wajib Pajak yang melaporkan SPT PPh OP secara E-Filing yaitu 42.998, dengan persentase 25.66%, dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak PPh OP yang terdaftar sebesar 167.511. Pada tahun 2019 jumlah Wajib Pajak SPT PPh OP 1770 sebesar 6.730, SPT PPh OP 1770 S sebesar 21.744, dan jumlah SPT PPh OP 1770 SS sebesar 12.394, maka total keseluruhan Wajib Pajak yang melaporkan SPT PPh OP secara E-Filing sebesar 40.868 dengan persentase 22.92%, dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak PPh OP yang terdaftar pada tahun 2019 yaitu 178.284. Pada tahun 2020 jumlah Wajib Pajak SPT PPh OP 1770