AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
3) Indikator ketiga :
Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara a. Pengertian
Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara adalah perhitungan tinggi, sedang, dan rendahnya factor resiko di KKP Kelas III Kupang berdasarkan akumulasi beberapa parameter besaran factor resiko.
b. Definisi Operasional
Adalah Status faktor risiko di pintu masuk negara berdasarkan penilaian surveilans,
karantina dan risiko lingkungan dalam satu tahun.
c. Rumus/Cara Perhitungan
Realisasi untuk indikator ini adalah dengan menghitung akumulasi persentase target dan capaian. Ada 11 parameter yang dihitung untuk mengukur besaran factor resiko di pintu masuk negara seperti berikut ini:
1. Kelengkapan data surveilans
2. Sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam,
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
32
3. Penyusunan dokumen renkon yang baru (kumulatif dokumen renkon, tidak termasuk reviu) berdasarkan pintu masuk negara
4. Indeks pinjal ≤ 1 5. HI perimeter = 0
6. Tidak ditemukan larva anopheles 7. Kepadatan kecoa rendah
8. Kepadatan lalat < 2 9. TTU memenuhi syarat 10. TPM layak higiene
11. Kualitas air bersih memenuhi syarat
Kesebelas persentasi parameter dijumlahkan dan dibagi 11 dikali 100%
d. Capaian Indikator
- Target untuk indikator ketiga ini adaah sebesar 85%
- Indikator ketiga yakni Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara dicapai melalui seperti pada tabel berikut ini:
Tabel 3.4
Parameter Indikator ketiga: Pengendalian Faktor Resiko di pintu masuk negara Tahun 2020
No Nama Parameter Realisasi (%)
1 Kelengkapan data surveilans 100 2 Sinyal SKD KLB dan Bencana
yang direspon kurang dari 24 jam
100 3 Penyusunan dokumen renkon yang
baru
100
4 Indeks pinjal ≤ 1 94
5 HI perimeter = 0 59
6 Tidak ditemukan larva anopheles 0
7 Kepadatan kecoa rendah 76
8 Kepadatan lalat < 2 71
9 TTU memenuhi syarat 100
10 TPM layak higiene 100
11 Kualitas air bersih memenuhi syarat
41
Rata-rata Parameter 76,45%
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
33
Capaian indikator ke 3 (tiga) Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara di wilayah KKP Kelas III Kupang sebesar , yaitu 76,45% layanan dari target sebesar 85% dengan capaian kinerja sebesar 89,94%, dengan perhitungan sebagai berikut:
(100+100+100+94+59+0+76+71+100+100+41) x 100%
85 %
= 89,94%
Berikut ini adalah perbandingan target dan capaian indikator Tahun 2020.
1) Grafik Target dan Capaian Indikator Ketiga pada Tahun 2020
Grafik 3.6
Target dan capaian Indikator ketiga pada Tahun 2020
Dari grafik diatas, dapat diketahui bahwa capaian indikator ketiga tahun 2020 masih belum tercapai yaitu 76 ,45 % dari target 85%
dengan predikat resiko sedang di pintu masuk negara di KKP Kelas III Kupang.
2) Target dan Capaian Indikator ketiga pada KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2020
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
34
Berikut ini adalah informasi tentang target dan capaian Indikator ketiga: jumlah deteksi dini dalam rangka cegah tangkal dan keluarnya penyakit Tahun 2020 pada 2 (dua) KKP Kelas III sebagai berikut:
Tabel 3.5
Target, Capaian dan Kinerja Indikator Ketiga KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2020
No Indikator Ketiga
KKP Kelas III Kupang KKP Kelas III Merauke
1 Target 85 85 %
2 Capaian 76,45 % 96,60%
3 Kinerja 89,94% 113,65 %
Tabel diatas memberikan informasi bahwa kinerja KKP Kelas III Kupang dan KKP Kelas III Merauke masih <100%, dan perlu untuk ditingkatkan lagi kedepannya.
3) Perbandingan Realisasi Indikator ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020-2024)
Grafik 3.7
Perbandingan Realisasi Indikator ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020-2024)
Realisasi indikator indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara pada tahun 2020 yaitu 76,45%, dan masih belum dapat mencapai melebihi target RAK tahun 2024 yaitu 100%.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
35
4) Perbandingan realisasi Indikator ketiga dengan target Renstra Kemenkes RI tahun 2020
Pada Renstra Kemenkes dan RAP Ditjen P2P Tahun 2020-2024 tidak terdapat indikator pemeriksaan orang, barang, alat angkut, dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan, namun indikator ini mendukung pencapaian target indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan sebesar 86%.
e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator ini adalah sebagai berikut:
Kelengkapan data surveilans
1) Petugas Jabatan fungsional tertentu (JFT) melakukan kelengkapan data surveilans vektor (Lalat, Nyamuk, Tikus, Kecoa), surveilans 10 penyakit terbesar di poliklinik non-KKP, surevilans migrasi malaria, surveilans HIV, surveilans TB, data skrining vaksinasi haji/umroh sebelum era Pandemic Covid-19, data pengawasan alat angkut, data pengawasan penumpang/pelaku perjalanan, data skrining Covid-19, dan data faktor resiko lingkungan (air , makanan, TTU, kebisingan udara, dll)
2) Layanan kekarantinaan kesehatan dalam rangka penerbitan sertifikat CoP (certificate of Pratique) di pelabuhan laut wilker Labuanbajo, dan wilker Tenau
3) Layanan kekarantinaan kesehatan di Bandara dalam rangka penerbitan sertifikat Gendec di bandar udara Internasional El Tari Kupang.
4) Terlaksananya jejaring kerja sama yang baik dengan lintas sektor dan fasilitas kesehatan terdekat
f. Analisis Penyebab Keberhasilan
- Tersedianya anggaran yang cukup di dalam melaksanakan beberapa kegiatan surevilans di lapangan
- SDM yang cukup dilapangan untuk melakukan surevilans seperti tenaga kader, dll, serta jabatan fungsional tertentu (JFT) dengan
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
36
kapasitas dan kompetensi yang baik dalam hal kualitas dan kuantitas sehingga kelengkapan data surveilans dapat terpenuhi.
- Adanya Upaya peningkatan kapasitas ASN secara rutin khususnya fasilitas webinar gratis tentang masa pandemic covid-19 sehinga meningkatkan optimalisasi SDM yang kompeten di dalam melaksanakan surveilans penyakit dan berkoordinasi/bekerjasama dengan lintas sektor yang ada di wilayah KKP Kelas III Kupang
g. Kendala/masalah yang dihadapi
- Ada parameter indikator yang sulit dicapai yaitu parameter dengan
“tidak ditemukan larva anopheles“, Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dimana ada wilayah yang endemis terhadap Malaria.
h. Pemecahan masalah
1) Optimalisasi SDM yang ada
2) Melakukan perpanjangan kontrak tenaga kader, tenaga kesehatan (pramubakti) baik tenaga sanitarian dan tenaga perawat untuk penempatan di seluruh wilayah kerja layanan KKP Kelas III Kupang dengan skala prioritas kebutuhan.
3) Penempatan SDM di wilayah kerja
i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang mendukung indikator ini adalah Rp. 1.130.458.704 atau 65, 48% dari alokasi sebesar Rp. 1.726.522.000. Persentase penyerapan anggaran ini sebesar 100%
dengan pencapaian kinerja masih kurang dari 100% yakni hanya sebesar 89,94%.
4) Indikator Keempat :