LAPORAN
AKUNTABILITAS KINERJA
PEMERINTAH
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG
2020
KKP KELAS III KUPANG
Jl. Adi Sucipto, Penfui, Kota Kupang, NTT TAHUN 2020
i KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat dan anugerahNya meskipun di tengah situasi Pandemic Covid-19, sehingga laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020 dapat tersusun berkat kerja sama yang baik dari tim penyusun LAKIP KKP Kelas III Kupang
Laporan akuntabilitas kinerja ini disusun sebagai pertanggungjawaban Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya selama 1 (satu) tahun yang diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pencapaian indicator kegiatan tahun anggaran 2020. Laporan ini merupakan evaluasi kinerja Kantor Kesehatan pelabuhan Kupang pada tahun 2020 yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja selanjutnya
Kami menyadari bahwa laporan akuntabilitas kinerja ini belum sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik, dan saran dari pihak yang berkompeten guna peningkatan kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang pada tahun- tahun berikutnya
Kupang, 29 Januari 2021
ii RINGKASAN EKSEKUTIF
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang Tahun 2020 merupakan pertanggungjawaban kinerja KKP Kelas III Kupang dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Sebagai salah satu UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), maka orientasi kinerjanya adalah mendukung tercapainya tujuan dan sasaran kinerja Program P2P sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024.
Dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menjabarkan capaian kinerja terhadap 7 (tujuh) indikator yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020,dimana 7 (tujuh) indikator tersebut telah mencapai target dengan rata-rata capaian sebesar 101,97% dengan rincian sebagai berikut:
1. Indikator jumlah pemeriksaan orang , alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan tercapai sebanyak 17.816.557 dari target sebanyak 17.000.000 sehingga capaian kinerjanya >100%
2. Indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan yaitu 99,62% dari target 90%, sehingga capaian kinerjanya 110,69%.
3. Indikator indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara yaitu 76,45% dari target 85%, sehingga capaian kinerjanya 89,94%. Dan indikator ke 3 ini masih belum mencapai target.
4. Indikator nilai kinerja anggaran yaitu 85.08 dari target 80, sehingga capaian kinerjanya 106,35%.
5. Indikator tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan yaitu 80% dari target 80%, sehingga capaian kinerjanya 100%.
6. Indikator nilai kinerja implementasi WBK satker yaitu 70.05 dari target 70 sehingga capaian kinerjanya 102,93%.
7. Indikator persentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL yaitu 46.75%
dari target 45% sehingga capaian kinerjanya 103,89%.
Terkait dengan kinerja anggaran pada tahun 2020, realisasi anggaran yaitu Rp 13,485,939,867 atau 86,48% dari total pagu anggaran. Rp15,594,789,000,-
iii DAFTAR ISI
Kata Pengantar……… i
Ringkasan Eksekutif ……….. iii
Daftar Isi ………. iv
Daftar Tabel ……… Daftar Grafik ……….. V Vi BAB I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang….……… 1
B. Strategi, Sasaran, dan Permasalahan Kesehatan Utama ……….. 2
C. Visi dan Misi Kemenkes RI……….. 3
D. Tugas Pokok, Fungsi,dan Struktur Organisasi ………. 4
E. Sumber Daya Manusia (SDM)………. 6
F. Sistematika Penulisan………. 10
BAB II. PERENCANAAN KINERJA A. Perencanaan Kinerja ……….. 12
B. Perjanjian Kinerja ……….. 14
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi 16 B. Realisasi Anggaran 60 C. Efisiensi Berdasarkan Nama Output……… 62
BAB IV. PENUTUP A. Kesimpulan ………. 64
B. Tindak Lanjut ………. 65 Lampiran :
Perjanjian Kinerja
RKT 2020 KKP Kelas III Kupang SK Tim Penyusun Lakip
Dokumentasi Kegiatan
iv DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 SDM menurut Jabatan PNS di KKP Kupang……….……… 7
Tabel 1.2 SDM KKP Menurut Pendidikan Tahun 2020 ……… 7
Tabel 1.3 Alokasi dan Realisasi Anggaran KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 ………. 9
Tabel 1.4 Sarana dan Prasarana di KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 ………. 10
Tabel 2.1 Rencana Aksi kegiatan 2020-2024 (Revisi 2) ………. 13
Tabel 2.2 Rencana Pencapaian Kinerja Tahun 2020 ……….. 14
Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja Tahun 2020 KKP Kelas III Kupang ……… 14
Tabel 3.1 Hasil capaian Indikator Kinerja Kegiatan ………. 17
Tabel 3.2 Target, Capaian dan Kinerja indikator Pertama KKP Kupang dan KKP Kelas III Merauke……… 21
Tabel 3.3 Target dan Kinerja Indikator kedua KKP Kupang, dan KKP Kelas III Merauke ………. 28
Tabel 3.4 Parameter Indikator ketiga: Pengendalian factor Resiko ………. 32
Tabel 3.5 Target, capaian, dan Kinerja indicator ketiga KKP Kupang, , dan KKP Kelas III Merauke ……… 34
Tabel 3.6 Target, capaian dan kinerja inidikator keempat KKP Kupang, dan KKP Kelas III Merauke ……… 38
Tabel 3.7 Target , Capaian dan Kinerja indikator kelima KKP Kupang, dan KKP Kelas III Merauke ……… 44
Tabel 3.8 Target, capaian dan kinerja indikator keenam, KKP Kupang , dan KKP Kelas III Merauke ……… 50
Tabel 3.9 Target, capaian dan kinerja indicator ketujuh, KKP Kupang, KKP Kelas III Merauke ……… 56
Tabel 3.10 Alokasi Anggaran berdasarkan layanan di KKP Kupang Tahun 2020 ……….. 60
Tabel 3.11 Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Kegiatan da per output Tahun 2020……. 61
Tabel 3.12 Realisasi Anggaran Per Indikator Kinerja di KKP Kelas III Kupang……….. 62
Tabel 3.13 Efisiensi dan Nilai Efisiensi Per output Tahun 2020 ………. 63
v DAFTAR GRAFIK
Grafik 3.1 Target dan Capaian indikator Pertama tahun 2020 ………. 21 Grafik 3.2 Target dan Capaian indikator Pertama tahun 2019 dan Tahun 2020……… 22 Grafik 3.3 Target dan Capaian indicator Kedua Tahun 2020 ……….. 27 Grafik 3.4 Target, Capaian dan Kinerja Indikator Kedua KKP Kelas III Kupang, dan KKP
Kelas III Merauke Tahun 2020 ……….. 28 Grafik 3.5 Perbandingan Realisasi Indikator Ke-2 KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 dan
Renstra Kemenkes Tahun 2020 ………
29
Grafik 3.6 Target dan capaian Indikator ketiga pada Tahun 2020 ………. 33 Grafik 3.7 Perbandingan Realisasi Indikator ketiga dengan Target Jangka Menengah
(RAK Tahun 2020-2024 ……… 34
Grafik 3.8 Target dan Capaian Indikator keempat Tahun 2020 ... 38 Grafik 3.9 Target dan Capaian indikator keempat Tahun 2019 dan tahun 2020 ... 39 Grafik 3.10 Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Target Jangka
Menengah (RAK Tahun 2020-2024) ……… 40
Grafik 3.11 Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Standar
Nasional/Renstra Kemenkes RI tahun 2020 ... 40 Grafik 3.12 Target dan Capaian indicator Kelima tahun 2020………. 44 Grafik 3.13 Target dan Capaian indicator Kelima Tahun 2019 dan Tahun 2020 ..…………. 45 Grafik 3.14 Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 5 dengan Standar
Nasional/Renstra kemenkes RI tahun 2020 ……….
….
46 Grafik 3.15 Target dan Capaian indicator Keenam Tahun 2020 ……….. 49 Grafik 3.16 Perbandingan Target Nilai Reformasi Birokrasi di lingkup Ditjen P2P dan KKP Kelas III Kupang Tahun 2020……….. 50 Grafik 3.17 Target dan Capaian indicator Keenam Tahun 2019 dan Tahun 2020 ……….. 51 Grafik 3.18 Perbandingan realisasi Indikator ke 6 dengan Target jangka
menengah (RAK) 2020-2024 ... 51
vi Grafik 3.19 Perbandingan realisasi Indikator ke 6 dengan Target jangka
menengah (RAK) 2020-2024 ... 52 Grafik 3.20 Target dan Capaian indicator Ketujuh Tahun 2020 ……… 55 Grafik 3.21 Target dan Capaian indicator kelima tahun 2019, dan Tahun 2020……… 56
Grafik 3.22 Perbandingan realisasi indikator ke 7 dengan Target Jangka Menengah
RAK 2020-2024 ... 57
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2015 Tentang pedoman evaluasi implementasi SAKIP, pelaporan kinerja sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur sebagai salah satu persyaratan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) mewajibkan setiap instansi pemerintah sampai dengan eselon II harus memiliki perencanaan strategis 5 (lima) tahunan, rencana kerja setiap tahun, penetapan kinerja serta pertanggungjawaban kegiatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dengan adanya system tersebut, maka diharapkan terwujudnya kegiatan pada instansi pemerintah yang akuntabel, efektif, efisien, transparan, dan responsive terhadap semua permasalahan yang dihadapi masyarakat.
KKP Kelas III Kupang merupakan salah satu satuan kerja (satker) yang bernaung di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI sesuai dengan Permenkes 2348 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata kerja KKP dan juga berdasarkan UU No. 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan Kesehatan serta amanat peraturan kesehatan Internasional (IHR) 2005. Sebagai satuan kerja dibawah Ditjen P2P Kemenkes RI, maka KKP Kelas III Kupang wajib menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik bidang kekarantinaan kesehatan, termasuk penyusunan LAKIP sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja terhadap kegiatan dan anggaran yang telah dilaksanakan. Sebagai upaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik tersebut, maka KKP Kelas III Kupang terus berupaya untuk memperbaiki kualitas dari segi performa kerja hingga system administrasi pelayanan guna mempertanggungjawabkan kinerja. Penjabaran kinerja tersebut mulai dari persiapaan, penyusunan, dan penyampaian laporan kinerja secara tertulis, dan periodic guna mengkomunikasikan capaian
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
2
kinerja KKP Kelas III Kupang serta menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang dicapai.
KKP Kelas III Kupang sebagai satker yang memiliki point of entry baik darat, laut maupun udara dimana posisi strategis yang berbatasan darat dan laut terhadap 2 (dua) Negara yakni Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL) dan Australia menjadi tantangan tersendiri di dalam melakukan mitigasi resiko ancaman terhadap kejadian KKM (kedaruratan kesehatan masyarakat). Hal ini dikarenakan antisipasi dampak globalisasi terhadap kesehatan masyarakat, dimana volume perjalanan internasional dan transcontinental, perdagangan, migrasi manusia, dll memungkinkan adanya ancaman persebaran penyakit secara cepat dalam waktu kurang dari 24 jam dan juga kurang dari waktu masa inkubasi penyakit pada umumnya.
Tantangan lainnya adalah KKP Kelas III Kupang yang memiliki wilayah kerja (wilker) sebanyak 17 wilker tersebut tersebar di berbagai pulau besar dan kecil serta endemis terhadap berbagai macam penyakit dengan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang masih perlu ditingkatkan agar cegah tangkal di pintu masuk negara dapat berjalan dengan optimal.
B. Strategi, Sasaran & Permasalahan kesehatan Utama KKP Kelas III Kupang
1. Strategi Organisasi
Potensi dan permasalahan Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) menjadi input dalam menentukan arah kebijakan dan strategi Kementerian Kesehatan RI dalam bidang pencegahan dan pengendalian penyakit. Selain itu juga menjadi tolok ukur bagi satuan kerja dalam menentukan program kegiatan agar tercapainya indicator keberhasilan program.
KKP Kelas III Kupang sebagai salah satu UPT Ditjen P2P, memfokukan pada pencegahan penyakit yang berpotensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di pintu masuk Negara baik di Pelabuhan Laut Internasional, bandara Internasional, serta Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN), pelaksanaan kegiatan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya di KKP Kelas III Kupang antara lain perencanaan berbasis
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
3
data, pembangunan Zona Integritas menuju zona wilayah bebas korupsi (WBK) dan WBBM, pemanfaatan anggaran dengan efektif dan efisien, peningkatan kompetensi ASN, dan pengelolaan BMN.
2. Sasaran kegiatan atau output
Ada 3 (tiga) sasaran strategis atau output di dalam melaksanakan program KKP Kelas III Kupang yaitu :
- Terselenggaranya Pengendalian Faktor risiko dipintu masuk negara dan wilayah sebesar 100%
- Meningkatnya tata kelola manajemen KKP
3. Permasalahan Kesehatan
Secara geografis, KKP Kelas III Kupang memiliki posisi strategis yang berbatasan dengan 2 (dua) Negara yaitu Australia dan Tmor Leste.
Oleh karena itu, pentingnya pembangunan dan peningkatan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas status kesehatan masyarakat dan juga cegah tangkal terhadap penyakit yang beresiko KKM terutama di wilayah kerja perbatasan darat.
Permasalahan lainnya adalah KKP Kelas III Kupang terletak di Propinsi Nusa tenggara Timur yang memiliki banyak pulau yakni sekitar 550 pulau besar dan kecil., dengan 3 pulau terbesar yakni Pulau Tmor, pulau Sumba, dan Pulau Flores. Oleh karena pulau yang banyak, maka tidak heran, KKP Kelas III Kupang memiliki pintu masuk negara terbanyak di Indonesia dengan masalah kesehatan terbanyak adalah TB, HIV AIDS, DBD, Malaria, Kusta, dan Antraks, dll.
Tantangan kesehatan lainnya di KKP Kelas III Kupang adalah, propinsi NTT merupakan daerah endemis terhadap penyakit malaria dan DBD. Selain itu, jarak tempuh antar wilker yang tidak mudah ditempuh dengan waktu yang singkat, dan juga masalah keterbatasan jumlah SDM khususnya di wilayah kerja KKP Kelas III Kupang serta adanya penyakit yang baru muncul di dunia seperti Covid-19 menjadikan tantangan dan permasalahan kesehatan masa sekarang dan juga pada masa mendatang semakin kompleks dalam pencegahan, penanganan, serta pengawasan Pandemic Covid-19 di pintu masuk negara.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
4
C. Visi dan Misi Kemenkes RI
KKP Kelas III Kupang sebagai UPT Ditjen P2P Kemenkes RI berperan dalam rangka mewujudkan Visi Presiden Republik Indonesia 2020-2024 yakni 'Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong royong" dan pelaksanaan 9 misi pembangunan, khususnya misi ke-1 yaitu peningkatan kualitas manusia Indonesia. Dan sesuai dengan arahan Presiden RI terkait pembangunan SDM yakni membangun SDM pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi didukung dengan kerjasama industri dan talenta global. Kementerian Kesehatan juga memiliki peran penting dalam rangka mencapai 9 (sembilan) agenda prioritas nasional yang dikenal dengan Nawacita, terutama agenda ke-5: meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
D. Tugas Pokok Dan Fungsi dan Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah satuan kerja yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu dari organisasi induknya. Kantor Kesehatan Pelabuhan yang selanjutnya disingkat KKP adalah UPT yang melaksanakan tugas di bidang cegah tangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan.
KKP mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak risiko kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan obat, makanan, kosmetika, dan alat kesehatan serta bahan adiktif (OMKABA) serta pengamanan terhadap penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, KKP menyelenggarakan fungsi:
1) Pelaksanaan kekarantinaan;
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
5
2) Pelaksanaan pelayanan kesehatan;
3) Pelaksanaan pengendalian risiko lingkungan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
4) Pelaksanaan pengamatan penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali;
5) Pelaksanaan pengamatan radiasi pengion dan nonpengion, biologi, dan kimia;
6) Pelaksanaan sentra/simpul jejaring surveilans epidemiologi sesuai penyakit yang berkaitan dengan lalu lintas nasional, regional, dan internasional;
7) Pelaksanaan fasilitasi dan advokasi kesiapsiagaan dan penanggulangan kejadian luar biasa dan bencana bidang kesehatan, serta kesehatan matra termasuk penyelenggaraan kesehatan haji dan perpindahan penduduk;
8) Pelaksanaan fasilitasi dan advokasi kesehatan kerja;
9) Pelaksanaan pemberian sertifikat kesehatan OMKABA ekspor dan mengawasi persyaratan dokumen kesehatan OMKABA impor;
pelaksanaan kesehatan alat angkut dan muatannya;
10) Pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
11) Pelaksanaan jejaring informasi dan teknologi di bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
12) Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di bidang kesehatan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
13) Pelaksanaan kajian kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan, dan surveilans kesehatan pelabuhan;
14) Pelaksanaan pelatihan teknis bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;
15) Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan 16) Pelaksanaan urusan administrasi KKP.
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang memiliki wilayah kerja Bandara El Tari Kupang, Pelabuhan Laut Tenau, Pelabuhan Laut Bolok, PLBD Napan, PLBD Metamauk, PLBD Motaain, PLBN Wini,
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
6
Pelabuhan Laut Atapupu, Pelabuhan Laut Kalabahi, Pelabuhan Laut Lembata, Pelabuhan Laut Maumere, Pelabuhan Laut Ende, Pelabuhan Laut Reo, Pelabuhan Laut Labuan Bajo, Bandara Tambolaka, Pelabuhan Laut Waingapu dan Pelabuhan Laut Baa.
Struktur Organisasi
(Sumber: Lampiran 1 Peraturan Menteri Kesehatn Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan)
E. Sumber Daya
1). Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) (77 orang) dan Pegawai Pemerintah Non ASN (honorer): 33 orang. Berikut ini adalah tabel SDM menurut jabatan ASN di KKP Kelas III Kupang tahun 2020
Sub Bagian Administrasi
Umum
Kelompok Jabatan Fungsional : - Sanitarian - Epidemiolog - Entomolog - Analis
Kepegawaian - Perawat - Dokter, dll
Wilayah Kerja:
1. Wilker Pel. Laut Bolok 2. Wilker Pel. Laut Tenau 3. Pos Bandara El Tari 4. Wilker Pel. Laut Rote 5. Wilker Pel. Laut Waingapu 6. Wilker Bandara Tambolak- Pos
Pel.Laut Waikelo
7. Wilker Pel. Laut Labuan Bajo 8. Wilker Pel. Laut Reo
9. Wilker Pel. Laut Maumere –Pos Laut Larantuka
10. Wilker Pel. Laut Ende 11. Wilker Pel. Laut Kalabahi, Alor 12. Wilker Pel. Laut Atapupu 13. PLBN Wini
14. PLBN Napan 15. PLBN Motaain 16. PLBN Metamauk
Kepala
INSTALASI
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
7
Tabel 1.1
SDM menurut jabatan ASN di KKP Kelas III Kupang Tahun 2020
No Jenis Jabatan Jumlah
(orang)
1 Struktural 2
2 JFT 20
3 JFU 55
Total 77
Berdasarkan tabel 1.1 di atas, jenis jabatan struktural menunjukkan bahwa ada 2 orang. Jabatan Fungsional Umum (JFU) merupakan jabatan PNS terbanyak di KKP Kelas III Kupang yakni 55 orang. Sedangkan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) ada 20 orang dan masih perlu ditingkatkan penigkatan kapasitas ASN agar semua ASN yang masih JFU memiliki jabatan fungsional tertentu sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku tentang ASN.
. Klasifikasi SDM di KKP Kelas III Kupang menurut pendidikan, level pendidikan terbanyak adalah level pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat.
Untuk level magister, KKP Kelas III Kupang memiliki kekuatan SDM nya sebanyak 8 (delapan) orang. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan SDM dari segi pendidikan sangat memadai untuk pencapaian target kinerja. Berikut ini adalah tabel 1.2 tentang SDM KKP Kelas III Kupang berdasarkan tingkat Pendidikan pada tahun 2020:
Tabel 1.2
SDM KKP Kelas III Kupang Menurut Pendidikan Tahun 2020 No Nama Pendidikan Jumlah %
1 SD 1 1
2 SPK 1 1
3 SPPH 2 3
4 Diploma III
Keperawatan
17 22
5 Diploma III Kesling 16 21
6 D III Labkes 1 1
7 D III Non
Kesehatan
2 3
8 S1 Kesehatan Masyarakat
20 26
9 S1 Aptoker 1 1
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
8
10 S1 Keperawatan 1 1
11 S1 Kedokteran Umum
7 9
12 Magister Kesehatan Masyarakat
4 5
13 Magister Epid 2 3
14 Master of Health and International Development
2 3
Total 77 orang 100 %
(Sumber : Sub.bag Administrasi Umum KKP Kupang 2020)
Dilihat dari jenis dan tingkat pendidikan, SDM di dalam mendukung pencapaian indikator kinerja di KKP Kelas III Kupang, tingkat pendidikan terbanyak adalah pada level pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat yaitu masing-masing 26 % (20 orang), namun masih ada tingkat pendidikan setingkat sekolah dasar 1 orang yaitu dengan jabatan sebagai pramukantor.
Jenis dan tingkat pendidikan diatas menunjukkan kekuatan SDM di KKP Kelas III Kupang. Dengan proporsi SDM yang ada, masih harus meningkatkan kuantitas dan kualitas terutama dalam pengetahuan dan pemahaman kegiatan di KKP Kelas III Kupang dan kuantitas SDM di wilayah kerja dengan volume/beban kerja layanan kekarantinaan kesehatan yang tinggi seperti di PLBN Motaain dan Wilayah kerja Pelabuhan Laut Labuan Bajo dll. Peningkatan jenjang pendidikan formal, peningkatan kualitas SDM dapat juga melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat).
2). Sumber Daya Anggaran
Dalam mencapai kinerjanya, KKP Kelas III Kupang memperoleh sumber daya anggaran yang berasal dari APBN sesuai DIPA Tahun Anggaran 2020 Rp15,594,789,000, Realisasi belanja negara TA 2020 adalah sebesar Rp. 13,485,939,867 (86,48%).
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
9
Tabel 1.3
Alokasi dan Realisasi Anggaran KKP Kelas III Kupang Tahun 2020
URAIAN
ANGGARAN (DIPA AWAL)
2020
ANGGARAN
REVISI 2020 REALISASI 2020 REALISASI 2019 PENDAPATAN
660,000,000
660,000,000
1,092,335,004
1,049,786,828 Penerimaan
Pajak - - - -
Penerimaan Negara Bukan Pajak
660,000,000
660,000,000
1,092,335,004
1,049,786,828
BELANJA
15,594,789,000
15,594,789,000
15,594,789,000
18,071,412,817 Belanja Pegawai
9,628,510,000
9,628,610,000
8,513,991,093
8,668,567,113 Belanja Barang
5,966,279,000
5,966,279,000
4,971,948,774
4,380,995,538
Belanja Modal - - -
5,021,850,166 Belanja Bantuan
Sosial - - - -
13,485,939,867
% Realisasi 86.48
3). Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Wujud transparansi dan akuntabilitas sarana dan prasarana Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang dituangkan di dalam laporan Barang Milik Negara (BMN), yang juga merupakan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan Negara. Laporan BMN disusun menggunakan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Berikut ini adalah tabel Neraca sarana dan prasarana KKP Kelas III Kupang per 31 Desember 2020:
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
10
Tabel 1.4
Sarana dan Prasarana di KKP Kelas III Kupang Tahun 2020
KODE AKUN NERACA
URAIAN JUMLAH
117111 Barang Konsumsi 0
117113 Bahan untuk Pemeliharaan 0
117114 Suku Cadang 0
117128 Barang Persedian Lainnya u/ Dijual / Diserahkan ke Masyarakat
Rp. 53.059.800
117131 Bahan Baku 0
117191 Persediaan untuk tujuan strategis / berjaga-jaga 0
117199 Persediaan lainnya Rp. 473.484.000
131111 Tanah Rp. 6.050.535.500
132111 Peralatan dan Mesin Rp. 55.182.972.593
133111 Gedung dan Bangunan Rp. 29.303.413.776
135121 Aset Tetap Dalam Renovasi Rp. 0
136111 Aset Tetap Lainnya Rp. 0
137111 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp.0
137211 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp. 29.137.427.288 166112 Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan Rp. 1.463.137.875 166112 Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam Operasi
Pemerintahan
Rp. 1.427.115.074 169122 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang tidak
digunakan dalam operasi
Rp. 941.225.331
Jumlah Rp 60.948.790.249
Berdasarkan laporan posisi Barang Milik Negara (BMN) di neraca pada tahun 2020, sarana dan prasarana di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang adalah sebesar Rp. 60.948.790.249,- , nilai tersebut sudah termasuk barang persediaan yang terdiri dari barang konsumsi suku cadang dan persediaan lainnya.
F. Sistematika Penulisan Bab I. Pendahuluan
Pada Bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
11
A. Visi dan Misi B. Latar Belakang
C. Tugas Pokok dan Fungsi D. Struktur Organisasi
E. Strategi, Sasaran & Permasalahan kesehatan Utama KKP Kelas III Kupang
F. Sumber Daya
G. Sistematika Penulisan Bab II. Perencanaan Kinerja
Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perencanaan kinerja dan perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.
A. Perencanaan Kinerja B. Perjanjian Kinerja
Bab III. Akuntabilitas Kinerja A. Capaian Kinerja
B. Realisasi Anggaran Bab IV. Penutup
Pada bab ini diuraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja
organisasi serta tindak lanjut di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
A. Kesimpulan B. Tindak Lanjut Lampiran:
1. Perjanjian Kinerja 2. RKT
3. Dokumentasi Indikator 1-7 4. SK Tim Lakip Tahun 2020
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
12
BAB II
PERENCANAAN KINERJA A. Perencanaan Kinerja
1. Rencana Aksi Kegiatan (RAK)
Sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai bidang yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Tatanan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, khususnya dalam bidang kesehatan ditandai dengan:
1) Terjaminnya keamanan kesehatan negara melalui kemampuan dalam melakukan pencegahan, deteksi, dan respon terhadap ancaman kesehatan global;
2) Kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat yang ditunjukkan dengan jangkauan bagi setiap warga negara terhadap lembaga jaminan sosial yang lebih menyeluruh
3) Status kesehatan dan gizi masyarakat yang semakin meningkat serta proses tumbuh kembang yang optimal, yang ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dan Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE).
Bentuk tindak lanjut dari RPJMN ditingkat Kementerian dan Lembaga adalah menyusun Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024.
Tingkat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyusun Rencana Aksi Program P2P Tahun 2020–2024 yang merupakan penjabaran dari kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal P2P termasuk langkah-langkah antisipasi tantangan program selama 5 (lima) tahun mendatang. Selanjutnya pada setiap unit satuan kerja baik satuan kerja ditingkat pusat maupun daerah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) sesuai dengan tugas dan fungsi serta
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
13
memperhatikan visi, misi, tujuan, nilai-nilai dan sasaran strategis Kementerian Kesehatan dalam menyusun Rencana Aksi Kegiatan (RAK).
Tabel 2.1
Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Tahun 2020 – 2024 (Revisi 2)
No Indikator Kinerja Target
2020 2021 2022 2023 2024 1. Jumlah pemeriksaan orang, alat
angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
33.461 35.134 36.891 38.735 40.672
2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
90%
92,5 % 95% 97,5% 100 %
3. Indeks Pengendalian Faktor
Risiko di pintu masuk negara 85% 86 87 88 90 4. Nilai kinerja anggaran
80 82 83 84 85
5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan
80%
85 90 92 95
6. Kinerja implementasi WBK
satker 70 72,5 75 77,5 80
7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
45%
46 % 47 % %48 50%
2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT)
RKT KKP Kelas III Kupang disusun berdasarkan Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas III Kupang Tahun 2020-2024 dan sasaran tahunan yang mengacu pada rencana tingkat capaian kegiatan pada tahun berjalan.
Singkatnya, di dalam rencana kinerja tahunan (RKT) KKP Kelas III Kupang adalah 100% tercapai secara keseluruhan sesuai dengan target pada masing-masing indikator yang telah disepakati. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 2.2 sebagai berikut
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
14
Tabel 2.2
Rencana Pencapaian Kinerja Tahun 2020
SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA
TARGET PENCAPAI
AN (%) Terselenggaranya
Pengendalian Faktor risiko dipintu masuk negara dan wilayah
1 .
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
100%
2 .
Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
100%
Terwujudnya
pengendalian faktor risiko di Pintu masuk negara
3 Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara
100%
Meningkatnya tata kelola manajemen KKP
4 Nilai kinerja anggaran 80
5 Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan
80%
6 Kinerja implementasi WBK satker 70 7 Persentase Peningkatan kapasitas
ASN sebanyak 20 JPL
45%
B. Perjanjian Kinerja (Penetapan Kinerja)
Perjanjian Kinerja KKP Kelas III Kupang tahun 2020, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja tahun 2020 KKP Kelas III Kupang
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
(1) (2) (3) (4)
1 Terselenggaranya Pengendalian Faktor risiko dipintu masuk negara
1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
33.461
2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan
lingkungan
90%
2 Terwujudnya 3. Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara
85%
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
15
pengendalian faktor risiko di Pintu masuk negara
3 Meningkatnya tata kelola manajemen KKP
4. Nilai kinerja anggaran 80 5. Persentase tingkat kepatuhan
penyampaian laporan keuangan
80%
6. Kinerja implementasi WBK satker
70 7. Persentase Peningkatan
kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
45%
Kegiatan Anggaran
1 Layanan Dukungan Manajemen Satker Rp 1.409.883.000
2 Layanan Perkantoran Rp . 11.424.867.000
3 Layanan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit yang Dikendalikan di Pintu Masuk
Rp. 2.760.039.000
Total Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Rp. 15.594.789.000
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
16
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Pengukuran dan analisa terhadap pencapaian kinerja KKP Kelas III Kupang dilaksanakan setiap bulan untuk mengetahui kemajuan pencapaian target, dan kemudian pengukuran secara keseluruhan pada akhir tahun 2020.
Pengukuran capaian kinerja tersebut dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur berupa indikator seperti yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Kinerja (PK) tahun 2020 untuk dapat mengetahui keberhasilan dan kegagalan di dalam mencapai kinerja KKP Kelas III Kupang. Hal ini dilakukan dengan membandingkan realisasi kinerja dengan target kinerja yang tertera pada masing-masing indicator, kemudian membandingkan dengan capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun–tahun sebelumnya dengan indicator yang memiliki definisi operasional (D.O) yang sama, serta membandingkan dengan KKP Kelas III yang mempunyai wilayah kerja (wilker) Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).
Singkatnya, dari 7 (tujuh) indikator yang dilaksanakan pada KKP Kelas III Kupang tahun 2020, ada 5 (lima) indikator yang mencapai ≥100%, dan 1 (satu) indikator tidak mencapai target. Hasil Pengukuran kinerja KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 dapat dilihat pada tabel 3.1.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
17
Tabel 3.1
Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan di KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 No Sasaran Indikator
Kinerja
Target Capaian 2019
Capaian 2020
Kinerja (%)
Ket
1. 1
.
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
33.461 sertifikat
29.043 sertifikat
17.816.55 7 sertifikat
53.245,74
% (>100%)
Melebihi target
2 .
Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
90 % - 99,62 110,69 Melebihi
target
3 .
Indeks
Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara
85 % - 76,45% 89,94% Belum
mencap ai target
2. 4 Nilai kinerja anggaran
80 85,18 85,08 106,35 Melebihi target
3. 5 Persentase
tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan
80 % 90 80 100 Mencap
ai target
4. 6 Kinerja
implementasi WBK satker
70 77,03 72.05 102, 93 Melebihi target 7 Persentase
Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
45 % 10,38 46,75 % 103,89% Melebihi target
Rata rata 101,97%
Secara umum, dari 7 (tujuh) indikator perjanjian kinerja di KKP Kelas III Kupang tahun 2020, terdapat 1 (satu) indikator yang tidak mencapai target yakni Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara. Secara detail, berikut ini adalah gambaran pencapaian masing – masing indikator:
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
18
Realisasi Capaian Kinerja Tahun 2020 1) Indikator Pertama :
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
a. Pengertian
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan adalah jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk negara yang sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan.
b. Definisi Operasional
1) Jumlah pemeriksaan penapisan orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang dilakukan di pintu masuk negara
2) Pemeriksaan penapisan orang adalah pelaku perjalanaan, crew pesawat/ABK Kapal, dan atau Sopir kendaraan darat yang melintas di PLBN
3) Jumlah pemeriksaan alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan sehingga dapat diterbitkan dokumen PHQC (Port Health Quarantine Clearance) dan atau SSCEC/SSCC (Ship Sanitation Control Exemption certificate/Ship Sanitation Control Certificate) dalam periode 1 (satu) tahun.
4) Pemeriksaan barang yang dimaksud adalah jenazah, barang cargo, dan barang bawaan pelaku perjalanan
5) Pemeriksanaan lingkungan adalah pemeriksaan terhadap faktor resiko di tempat –tempat umum dan tempat penngolahan makanan atau TPP (tempat pengelolaan pangan)
6) Alat angkut adalah sarana transportasi, yang menjadi moda angkutan barang atau orang di wilayah pelabuhan dan bandara
7) Standar kekarantinaan kesehatan adalah syarat minimal yang harus dipenuhi oleh alat angkut yang sesuai dengan ketentuan berlaku dalam pengawasan kekarantinaan kesehatan seperti kelengkapan dokumen kesehatan kapal, kesehatan crew pesawat dan anak buah kapal (ABK) serta penumpang, higiene sanitasi kapal dan pesawat bebas vektor, serta ketersediaan obat-obatan dan alat P3K di kapal dan pesawat.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
19
c. Rumus/Cara perhitungan
Akumulasi Jumlah pemeriksaan penapisan orang, pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina, pemeriksaan barang dan pemeriksaan lingkungan (TTU, TPM, air dan udara) di pintu masuk dalam 1 (satu) tahun.
d. Capaian indikator
Capaian indikator jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk negara adalah 17.816.557 sertifikat dari target yang ditentukan yaitu 33.461 sertifikat. Capaian indikator ini sebesar 53.245,74%. Perbandingan antara target dan capaian indicator kinerja tahun 2020, berupa jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk sesuai standar kekarantinaan tercapai 53.245,74%, yaitu jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk adalah 17.816.557 dari target sebesar 33.461, dengan perhitungan sebagai berikut :
= 53245,74 %
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan dicapai melalui kegiatan sebagai berikut ini:
1. Pemeriksaan orang sesuai standar kekarantinaan kesehatan
a. Pada tahun 2020, pemeriksaan orang mengalami lonjakan dalam hal jumlah orang atau pelaku perjalanan yang diperiksa. Hal ini dikarenakan dalam situasi pandemic Covid 19 sejak Maret 2020 yang mengharuskan untuk melakukan screening pelaku perjalanan, dan pemeriksaan dokumen kesehatan berupa dokumen pemeriksaan rapid test terhadap Covid-19 bagi pelaku perjalanan. Sreening bagi pelaku perjalanan dengan melakukan
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
20
pemeriksaan suhu menggunakan thermogun dan atau thermo scanner, serta pengamatan tanda dan gejala yang muncul ada pelaku perjalanan seperti demam, pilek atau batuk, dll. Untuk pemerksaan dokumen bagi pelaku perjalanan dilakukan untuk melihat kelayakan melakukan perjalanan dengan melihat hasil pemeriksaan pada dokumen dengan hasil reaktif atau tidak reaktif.
Bila hasil reaktif, maka dilakukan pemeriksaan ulang rapid test antibody/antigen, atau pembatalan atau juga rujukan ke fasilitas kesehatan yang terdekat.
b. Pelaksana program ini adalah petugas di seluruh wilayah kerja dan juga petugas BKO (bantuan kerja operasional ) dari kantor induk untuk wilayah kerja terdekat dengan kantor induk/kota Kupang atau petugas KKP yang dikirim untuk BKO ke wilayah kerja lainnya yang membutuhkan tenaga kesehatan tambahan.
2. Pemeriksaan alat angkut sesuai standar kekarantinaan kesehatan a. Pelaksana dari program ini adalah wilker pelabuhan laut yang
ada di KKP Kelas III Kupang yaitu Wilker Pelabuhan Laut Tenau, Wilker Pelabuhan Laut Bolok, Wilker pelabuhan Laut Atapupu, Wilker Pelabuhan Laut Waingapu, Wilker Bandara Tambolaka Pos Laut Waikelo, Wilker Pelabuhan Laut Labuan Bajo, Wilker Pelabuhan Laut Reo, Wilker Pelabuhan Laut Maumere, Pos laut Larantuka, Wilker Pelabuhan Laut Ende, dan Wilker Pelabuhan Laut Kalabahi
3. Pemeriksaan barang sesuai standar kekarantinaan kesehatan
Pemeriksaan barang ini dilakukan untuk barang cargo, barang bawaan pelaku perjalanan, dan jenazah/abu/kerangka.
4. Pemeriksaan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan, seperti TTU dan TPM terhadap factor resiko penykait khususnya Di masa pandemic Covid-19.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
21
1) Grafik Target dan Capaian Indikator Pertama Tahun 2020
Grafik 3.1
Target dan Capaian Indikator pertama tahun 2020
Grafik diatas menggambarkan capaian indikator KKP Kelas III Kupang tahun 2020 yaitu 17.816.557 sertifikat yang melebihi dari target yang telah ditetapkan sebesar 33.461 sertifikat.
2) Target dan Capaian Indikator Pertama pada KKP Kelas III Kupang, KKP Kelas III Merauke
Berikut ini adalah tabel informasi tentang target dan capaian Indikator pertama (jumlah alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan) pada Tahun 2020 pada kedua KKP Kelas III sebagai berikut:
Tabel 3.2
Target, Capaian dan Kinerja Indikator Pertama KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2020
No Indikator Pertama
KKP Kelas III Kupang
KKP Kelas III Merauke
1 Target 33.461
sertifikat
297.332 sertifikat
2 Capaian 17.816.557
sertifikat 353.171 sertifikat
3 Kinerja 53.245,74 118,78
Tabel diatas memberikan informasi KKP Kelas III Kupang daan KKP Kelas III Merauke dapat mencapai kinerja > 100%.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
22
3) Grafik target dan capaian indikator Pertama Tahun 2019 dan Tahun 2020
Grafik 3.2
Target dan Capaian indaktor Pertama tahun 2019 dan Tahun 2020
`
Pada tahun 2019, capaian nya sebesar 29.043 dari target 21.876 dan pada tahun 2020 mengalami lonjakan hingga mencapai 17.816.557 sertifikat. Hal ini dikarenakan masa pandemic Covid-19 yang mengharuskan semua orang, mengisi dokumen manual atau electronic saat melakukan perjalanan dan juga dilakukan pemeriksaan terhadap tanda dan gejala covid-19 (skrining), pemeriksaan dokumen kesehatan yang menyatakan bebas Covid-19, dan juga pemeriksaan alat angkut, barang dan juga pemeriksaan lingkungan pelabuhan lebih ketat dibandingkan dengan tahun 2019.
e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator ini adalah sebagai berikut:
1) Penggunaan Aplikasi pelaporan dan penerbitan dokumen Online yang dikenal dengan nama Sinkarkes (Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan) dan aplikasi electronic health alert card (e-HAC) pada aplikasi handphone android.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
23
2) Adanya layanan intensifikasi pelaksanaan kekarantinaan yakni adanya sistem pengembangan dan pemeliharaan Sinkarkes, serta monitoring setiap bulan terkait ketersediaan data Sinkarkes.
3) Penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti peralatan pengolahan data Sinkarkes. Penyediaan alat pengolah data untuk mendukung pelaksanaan sistem pelaporan dan penerbitan dokumen dengan baik, kegiatan ini berupa belanja modal, peralatan dan mesin.
Belanja yang dimaksud adalah berupa langganan paket internet indihome untuk wilker pelabuhan laut Kalabahi, wilker pelabuhan Laut Waingapu, dan langganan paket internet hallo.
4) Layanan pemeriksaan sanitasi kapal dalam rangka penerbitan sertifikat SSCEC/SSCC
5) Layanan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan dalam rangka penerbitan PHQC
6) Adanya koordinasi program karantina kesehatan di pelabuhan dengan lintas sektor terkait dan pengguna jasa di pelabuhan laut
7) Melaksanakan kegiatan konsultasi dari wilker pelabuhan ke kantor induk,
8) Melaksanakan kegiatan konsultasi Sinkarkes ke pusat
9) Melaksakan kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan dari kantor induk (Pengelola Program) ke wilayah kerja pelabuhan dan di group Whatsaap, serta pertemuan orientasi Sinkarkes dan penerbitan dokumen kesehatan di Aula kantor Induk KKP Kelas III Kupang bagi petugas wilker.
10) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap alat angkut (kapal), orang/pelaku perjalanan khususnya dari daerah terjangkit Covid-19, dan barang serta pemeriksaan lingkungan tempat-tempat umum dan tempat pengolhan makanan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19.
f. Analisa Penyebab keberhasilan
Keberhasilan dalam upaya pencapaian indikator dikarenakan oleh:
1) Tersedianya Alat pelindung diri (APD) ketika melaksanakan pemeriksaan pada orang dengan suspect/orang tanpa gejala
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
24
(OTG)/kasus konfirmasi seperti baju hazmath, masker bedah, masker N95, kaca mata pelindung (google), faceshield, sepatu boots, dll.
2) Sosialisasi dan advokasi dengan lintas sektor tentang layanan kekarantinaan kesehatan di masa pandemic Covid-19
3) Adanya dukungan sarana prasarana yang memadai untuk kegiatan pemeriksaan alat angkut, barang, dan pemeriksaan lingkungan pelabuhan seperti tempat-tempat umum dan tempat pengolahan makanan
4) Bimbingan teknis dan evaluasi kekarantinaan kesehatan baik secara langsung maupaun via Zoom meeting atau WA group.
5) Petugas yang terlatih di dalam melaksanakan tugas pengawasan sanitasi kapal dan komunikasi yang bagus di dalam berkoordinasi dengan lintas sektor terkait dan pengguna jasa
6) Dukungan dari lintas sektor terkait yakni seperti laboratorium ASA untuk pemeriksaan laboratorium bebas covid yakni pemeriksaan rapid test antibody dengan laboratorium mobile yang tersedia di pelabuhan laut dan bandara.
g. Kendala/masalah yang dihadapi
Pelaksanaan kegiatan ini tidak ada masalah yang krusial dan kinerja untuk indikator kinerja pertama tercapai > 100 % (53.245,74 %).
Meskipun demikian, ada beberapa yang masih perlu ditingkatkan antara lain:
1) Koordinasi di dalam rapat atau pertemuan sudah diminimalisir, dan lebih ke koordinasi virtual seperti di WA group. Meningkatkan koordinasi dengan Satgas Covid-19, Pengguna jasa, KSOP, dan lintas sektor terkait lainnya sangat penting untuk proses pemeriksaan pelaku perjalanan, alat angkut, barang, dan lingkungan.
2) Melakukan advokasi ke lintas program dan Pemda setempat serta kampus Undana untuk tenaga volunteer yang akan dimanfaatkan untuk melaksanakan pemeriksaan pelaku perjalanan yang mengalami lonjakan dikarenakan banyak yang kembali ke daerah masing-masing dan juga persiapan lockdown, dan beberapa alat angkut berhenti
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
25
beroperasi di masa pandemic Covid-19.
3) Penambahan tenaga kesehatan terutama di wilker dengan volume kapal penumpang yang setiap bulannya tinggi, dll seperti di wilker pelabuhan Laut Labuan Bajo, wilayah kerja Pelabuha Laut Maumere, dan wilayah kerja pelabuhan laut Tenau, serta wilayah kerja pelabuhan Waingapu dan Lembata dimana ASN yang ada mengambil cuti sehingga perlu tenaga pengganti yang bersifat temporary.
4) Kualitas layanan website sinkarkes online terkadang terkendala dengan listrik padam dan gangguan jaringan internet yang dapat menghambat kecepatan pelayanan penerbitan sertifikat
h. Pemecahan masalah
1) Rotasi tenaga kesehatan/dokter sesuai dengan kebutuhan untuk ditempatkan di wilayah kerja yang membutuhkan tambahan tenaga kesehatan.
2) Membuka peluang pindah bagi ASN Pemda NTT untuk pindah ke KKP Kelas III Kupang khususnya wilayah kerja yang sangat membutuhkan.
3) Meningkatkan koordinasi dan jejaring informasi dan data terkait penyakit Covid-19 dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan laut
4) Menggunakan fasilitas generate dokumen pada saat terjadi gangguan jaringan internet atau listrik padam dan persediaan dokumen generate untuk langkah antisipasi.
5) Menerima tenaga volunteer baik dari kalangan mahasiswa , dokter muda, maupun tenaga kesehatan yang fresh graduate
i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Penggunaan anggaran untuk pencapaian indikator ini adalah sebesar Rp. 12.219.046.4000, dengan realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan ini untuk mencapai indikator ini adalah Rp. 10.779.019.854 dengan persentase realisasi adalah sebesar 88,42% , indikator tercapai melebihi target yakni >100%.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
26
2) Indikator kedua :
Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
a. Pengertian
Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan adalah factor resiko penyakit yang ditemukan dan dilakukan pengendalian pada orang/pelaku perjalanan, alat angkut, barang serta lingkungan pelabuhan/bandara/PLBN.
b. Definisi Operasional
Faktor Risiko yang dikendalikan berdasarkan temuan pada pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan dalam satu tahun (berdasarkan pada Indikator 1)
c. Rumus/Cara Perhitungan
- Jumlah faktor resiko yang dikendalikan pada orang , alat angkut, barang, dan lingkungan pada tahun 2020 dibagi dengan target jumlah faktor risiko yang ditemukan pada pemeriksaan orang , alat angkut, barang, dan ligkungan (TTU dan TPM) pada tahun 2020 dikali 100%.
d. Capaian Indikator
Capaian indikator Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan di wilayah layanan KKP dengan perhitungan sebagai berikut :
= 99.62
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
27
Indikator persentase factor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di wilayah layanan KKP Kelas III Kupang sebesar 99,62 % sudah dilakukan pengendalian terhadap factor resiko yang dtemukan.
Berikut ini adalah perbandingan target dan capaian indikator kedua Tahun 2020.
1) Grafik Target dan capaian Indikator Kedua Tahun 2020
Grafik 3.3
Target dan Capaian indikator Kedua Tahun 2020
Grafik diatas menunjukkan bahwa realsasi indikator kedua melebihi target yang telah ditetapkan yakni sebesar 99,62 % untuk faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan dimana target 90 %.
2) Target dan Capaian Indikator Kedua pada KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2020
Berikut ini adalah informasi tentang target dan capaian Indikator kedua : Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan respon sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan Bencana di KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2020 pada 2 (dua) KKP Kelas III sebagai berikut:
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
28
Tabel 3. 3
Target, Capaian dan Kinerja Indikator Kedua KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2020
No Indikator Kedua
KKP Kelas III Kupang
KKP Kelas III Merauke
1 Target 90 % 90 %
2 Capaian 99,62% 99,75 %
3 Kinerja 110,69% 110,83%
Dari informasi tabel diatas dapat diketahui bahwa kinerja KKP Kupang dapat mencapai angka 110,69 % lebih rendah sedikit dari KKP Kelas III Merauke.
3). Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 2 Tahun 2020 dengan Target Jangka Menengah (RAK 2020-2024)
Grafik 3.4
Target, Capaian dan Kinerja Indikator Kedua KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2020
Realisasi indikator kedua persentase fator resio penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan pada tahun 2020 yaiitu sebesar 99,62% dan hampir mencapai target jangka menengah atau RAK tahun 2020-2024.
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
29
4) Perbandingan Realisasi Indikator kedua Tahun 2020 dan Capaian Kinerja dengan Standar Nasional
Grafik 3.5
Perbandingan Realisasi Indikator Ke-2 KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 dan Renstra Kemenkes Tahun 2020
Dari grafik diatas terlihat bahwa capaian KKP Kelas III Kupang pada indikator faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan pada tahun 2020 telah melebihi target indikator tersebut pada Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2020 yaitu 86%.
e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator kedua adalah sebagai berikut:
1) Melaksanakan kegiatan pengendalian faktor risiko lingkungan
2) Melaksanakan kegiatan pengendalian faktor resiko pada barang- barang bawaan pelaku perjalanan
3) Melaksanakan kegiatan pengendalian faktor risiko pada situasi khusus dan KLB
4) Melaksaakan kegiatan pengendalian faktor risiko pada alat angkut,
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
30
orang, barang
5) Melaksanakan kegiatan Kekarantinaan Kesehatan Untuk Penerbitan SSCC/SSCEC
6) Melaksanakan kegiatan layanan Kesehatan Pada Situasi Khusus yaitu nataru
7) Melaksanakan kegiatan layanan pengendalian vektor
f. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan
- Keberhasilan pencapaian ini dikarenakan oleh koordinasi dan komunikasi dengan lintas sektoral, pengguna jasa, dan masyarakat - Tersedianya alat dan bahan dalam melaksanakan kegiatan upaya
pengendalian baik pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan - Adanya kerjasama yang baik dengan badan usaha milik Swasta
(BUS) untuk kegiatan fumigasi alat angkut
- Adanya program pengiriman tenaga BKO (bantuan kerja operasional) dari kantor induk ke wilayah kerja untuk membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan
- Ada kerjasama dengan pihak kampus Undana, dan RS Undana/pendidikan untuk tenaga volunteer dengan latar pendidikan kedokteran dan kesehatan masyarakat
g. Kendala/masalah yang dihadapi
- SDM yang masih kurang jumlahnya di wilayah kerja dibandingkan dengan volume kegiatan KKP Kelas III Kupang khususnya di masa pandemi Covid-19
- Alat dan bahan desinfeksi yang masih belum cukup untuk kebutuhan selama pandemic Covid di beberapa wilayah kerja KKP Kelas III Kupang.
- Persediaan Alat pelindung Diri (APD) yang sangat minim di wilayah kerja KKP Kelas III Kupang
- Petugas KKP Kelas III Kupang mengalami kelelahan fisik melakukan skrining pelaku perjalanaan dan pemeriksaan alat angkut di lapangan
Laporan Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang Tahun 2020
31
h. Pemecahan masalah
- Program bantuan kerja operasional (BKO) bagi tenaga kesehatan di kantor induk ke wilayah kerja
- Merevisi anggaran untuk lebih dititik fokuskan ke penanganan, pengawasan, dan pencegahan Covid-19, termasuk anggaran untuk daya tahan tubuh (DTT) bagi petugas KKP khususnya di lapangan.
i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang mendukung indikator kedua di KKP Kelas III Kupang adalah sebesar Rp.
728.218.278. Penyerapan anggaran sebesar 91,01 % dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 800.141.000 dengan capaian kinerja sebesar 99,62% dan melebihi target yang telah ditetapkan.
3) Indikator ketiga :
Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara a. Pengertian
Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara adalah perhitungan tinggi, sedang, dan rendahnya factor resiko di KKP Kelas III Kupang berdasarkan akumulasi beberapa parameter besaran factor resiko.
b. Definisi Operasional
Adalah Status faktor risiko di pintu masuk negara berdasarkan penilaian surveilans,
karantina dan risiko lingkungan dalam satu tahun.
c. Rumus/Cara Perhitungan
Realisasi untuk indikator ini adalah dengan menghitung akumulasi persentase target dan capaian. Ada 11 parameter yang dihitung untuk mengukur besaran factor resiko di pintu masuk negara seperti berikut ini:
1. Kelengkapan data surveilans
2. Sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam,