AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
3) Indikator ketiga :
Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara a. Pengertian
Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara adalah perhitungan tinggi, sedang, dan rendahnya faktor resiko di KKP Kelas III Kupang berdasarkan akumulasi beberapa parameter besaran faktor resiko.
b. Definisi Operasional
Adalah Status faktor risiko di pintu masuk negara berdasarkan penilaian surveilans,
karantina dan risiko lingkungan dalam satu tahun.
c. Rumus/Cara Perhitungan
Realisasi untuk indikator ini adalah dengan menghitung akumulasi persentase target dan capaian. Ada 11 parameter yang dihitung untuk mengukur besaran faktor resiko di pintu masuk negara seperti berikut ini:
1. Kelengkapan data surveilans
2. Sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam,
30 3. Penyusunan dokumen renkon yang baru (kumulatif dokumen renkon,
tidak termasuk reviu) berdasarkan pintu masuk negara 4. Indeks pinjal β€ 1
5. HI perimeter = 0
6. Tidak ditemukan larva anopheles 7. Kepadatan kecoa rendah
8. Kepadatan lalat < 2 9. TTU memenuhi syarat 10. TPM layak higiene
11. Kualitas air bersih memenuhi syarat
Kesebelas persentasi parameter dijumlahkan dan dibagi 11 dikali 100%
π΄ππ’ππ’πππ π ππππ πππ‘ππ π 11 πππππππ‘ππ ππππ‘ππ πππ πππ
ππππππ‘ ππβπ’π 2021 π₯ 100 %
d. Capaian Indikator
- Target untuk indikator ketiga ini adaah sebesar 85%
- Indikator ketiga yakni Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara dicapai melalui seperti pada tabel berikut ini:
Tabel 3.4
Parameter Indikator ketiga: Pengendalian Faktor Resiko di pintu masuk negara Tahun 2021
No Nama Parameter Realisasi (%)
1 Kelengkapan data surveilans 100
2 Sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam
100
3 Penyusunan dokumen renkon yang baru 100
4 Indeks pinjal β€ 1 100
5 HI perimeter = 0 80
6 Tidak ditemukan larva anopheles 85
7 Kepadatan kecoa rendah 100
8 Kepadatan lalat < 2 100
9 TTU memenuhi syarat 95
10 TPM layak higiene 100
11 Kualitas air bersih memenuhi syarat 30
Rata-rata Parameter 90 %
31 Capaian indikator ke 3 (tiga) Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara di wilayah KKP Kelas III Kupang sebesar , yaitu 76,45% layanan dari target sebesar 85% dengan capaian kinerja sebesar 89,94%, dengan perhitungan sebagai berikut:
(100+100+100+100+80+85+100+100+95+100+30) x 100%
90 %
= 100 %
Berikut ini adalah perbandingan target dan capaian indikator Tahun 2021 1) Grafik Target dan Capaian Indikator Ketiga pada Tahun 2021
Grafik 3.6
Target dan Capaian Indikator Ketiga pada Tahun 2021
Dari grafik 3.6, diketahui bahwa capaian indikator ketiga tahun 2021 tercapai 90 % dari target 90 %.
2) Target dan Capaian Indikator ketiga pada KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021
Target
Realisasi
0%
50%
100%
32 Berikut ini adalah informasi tentang target dan capaian Indikator ketiga: jumlah deteksi dini dalam rangka cegah tangkal dan keluarnya penyakit Tahun 2021 pada 2 (dua) KKP Kelas III sebagai berikut:
Tabel 3.5
Target, Capaian dan Kinerja Indikator Ketiga KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021
No Indikator Ketiga KKP Kelas III Kupang
KKP Kelas III Merauke
1 Target 90 90
2 Capaian 90 % 106 %
3 Kinerja 100 % 118 %
Tabel diatas memberikan informasi bahwa kinerja KKP Kelas III Kupang dan KKP Kelas III Merauke tercapai β₯ 100%.
3) Perbandingan Realisasi Indikator ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020-2024)
Grafik 3.7
Perbandingan Realisasi Indikator Ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020 β 2024) pada Tahun 2021
Realisasi indikator indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara pada tahun 2021 yaitu 100%, mencapai target RAK tahun 2024 yaitu 100%.
0%
50%
100%
Realisasi Indikator ke-3
Target JK Menengah (RAK 2020 - 2024)
33 4) Perbandingan realisasi Indikator ketiga dengan target Renstra
Kemenkes RI tahun 2021
Pada Renstra Kemenkes dan RAP Ditjen P2P Tahun 2020-2024 tidak terdapat indikator pemeriksaan orang, barang, alat angkut, dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan, namun indikator ini mendukung pencapaian target indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan sebesar 86%.
e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator ini adalah sebagai berikut:
1) Petugas Jabatan fungsional tertentu (JFT) melakukan kelengkapan data surveilans vektor (Lalat, Nyamuk, Tikus, Kecoa), surveilans 10 penyakit terbesar di poliklinik non-KKP, surevilans migrasi malaria, surveilans HIV, surveilans TB, data skrining vaksinasi haji/umroh sebelum era Pandemic Covid-19, data pengawasan alat angkut, data pengawasan penumpang/pelaku perjalanan, data skrining Covid-19, dan data faktor resiko lingkungan (air , makanan, TTU, kebisingan udara, dll),
2) Layanan kekarantinaan kesehatan dalam rangka penerbitan sertifikat CoP (certificate of Pratique) di semua wilayah kerja pelabuhan laut, 3) Layanan kekarantinaan kesehatan di Bandara dalam rangka
penerbitan sertifikat Gendec di bandar udara Internasional El Tari Kupang.
4) Terlaksananya jejaring kerja sama yang baik dengan lintas sektor dan fasilitas kesehatan terdekat
f. Analisis Penyebab Keberhasilan
- Tersedianya anggaran yang cukup di dalam melaksanakan beberapa kegiatan surevilans di lapangan
- SDM yang cukup dilapangan untuk melakukan surevilans seperti tenaga kader, dll, serta jabatan fungsional tertentu (JFT) dengan
34 kapasitas dan kompetensi yang baik dalam hal kualitas dan kuantitas sehingga kelengkapan data surveilans dapat terpenuhi.
- Adanya Upaya peningkatan kapasitas ASN secara rutin khususnya fasilitas webinar gratis tentang masa pandemic covid-19 sehinga meningkatkan optimalisasi SDM yang kompeten di dalam melaksanakan surveilans penyakit dan berkoordinasi/bekerjasama dengan lintas sektor yang ada di wilayah KKP Kelas III Kupang
g. Kendala/masalah yang dihadapi
- Ada parameter indikator yang sulit dicapai yaitu parameter dengan
βtidak ditemukan larva anophelesβ, Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dimana ada wilayah yang endemis terhadap Malaria.
h. Pemecahan masalah
1) Optimalisasi SDM yang ada
2) Melakukan perpanjangan kontrak tenaga kader, tenaga kesehatan (pramubakti) baik tenaga sanitarian dan tenaga perawat untuk penempatan di seluruh wilayah kerja layanan KKP Kelas III Kupang dengan skala prioritas kebutuhan.
3) Penempatan SDM di wilayah kerja
i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang mendukung indikator ini adalah Rp. 560.759.122,- atau 80,26 % dari alokasi sebesar Rp. 698.679.000,-
4) Indikator Keempat : Nilai kinerja anggaran a. Pengertian
Nilai kinerja anggaran adalah nilai kinerja penggunaan anggaran yang
35 dilakukan penilaiannya oleh kementerian keuangan terhadap Kantor
Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang melalui aplikasi Smart DJA.
b. Definisi Operasional
- Capaian keluaran kegiatan diukur dari realisasi Volume Keluaran (RVK) dan realisasi volume keluaran kegiatan (RIKK) dengan menggunakan formula rata geometrik
c. Rumus/Cara Perhitungan
Nilai kinerja anggaran= Realisasi volume kegiatan / target volume kegiatan x realisasi indikator kegiatan / target indikator kegiatan
Nilai Kinerja anggaran =
πππππ πππππππ ππππππππ ππππππ πππππ πππππππ π π β πππππ£ π·π½π΄ π‘πβπ’π 2021
ππππππ‘ ππβπ’π 2021 π₯ 100 %
d. Capaian Indikator
- Target untuk indikator keempat ini adalah 83
- Realisasi nilai kinerja Anggaran di KKP Kelas III Kupang pada tahun 2021 adalah sebesar 65,89
- Capaian kinerja indikator kempat yakni nilai kinerja anggaran dalam periode satu tahun jumlah di KKP Kelas III Kupang sebesar 79, 38%
, yaitu 65,89 realisasi nilai kinerja anggaran dari targetnya sebanyak 83 dengan perhitungan sebagai berikut:
65,89
83 π₯ 100 % = 79,38
Indikator keempat dicapai melalui:
1) Pelaksanaan pelayanan kesehatan haji pada kegiatan Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak dapat dilaksanakan karena adanya pembatalan ibdah haji akibat pandemic Covid-19
36 2) Pelaksanaan layanan pengendalian vektor diare pada kegiatan
Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak dapat dilaksanakan karena berdasarkan hasil survey kepadatan lalat dan kecoa tidak ada peningkatan sehingga tidak dilakukan kegiatan pengendalian
Berikut ini adalah perbandingan target dan capaian indikator Tahun 2020
1) Grafik Target dan Capaian Indikator Keempat Tahun 2021
Grafik 3.8
Target dan Capaian Indikator keempat Tahun 2021
Grafik di atas memberikan informasi bahwa tahun 2021, KKP Kelas III Kupang belum mencapai indikator sesuai target yang telah ditentukan yakni 65,89.
2) Target dan Capaian Indikator keempat pada KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021
Berikut ini adalah informasi tentang target dan capaian Indikator keempat: jumlah pelayanan kesehatan pada situasi khusus Tahun 2021 pada 2 (dua) KKP Kelas III sebagai berikut:
65.89
83
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
realisasi target
37 Tabel 3.6
Target, Capaian dan Kinerja Indikator Keempat KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 No Indikator
Keempat
KKP Kelas III Kupang KKP Kelas III Merauke belum dapat tercapai pada KKP Kelas III Kupang
3) Grafik Target dan Capaian Indikator Keempat Tahun 2020 dan Tahun 2021
Grafik 3.9
Target dan Capaian indikator keempat Tahun 2020 dan tahun 2021
Berdasarkan grafik diatas, dapat diketahui bahwa tahun 2020 indikator ke empat dapat dicapai melebihi target yaitu sebesar 85 namun pada tahun 2021 mengalami penurunan sehingga belum dapat mencapai target yaitu 65,89.
83 85.08
target realisasi tahun 2020 realisasi tahun 2021
38 4) Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke4 dengan Target
Jangka Menengah (RAK Tahun 2020-2024)
Grafik 3.10
Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020-2024)
Realisasi indikator nilai kinerja anggaran pada tahun 2021 yaitu 65,89%, hal ini belum mencapai target RAK tahun 2024 yaitu 95.
5) Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Renstra Kemenkes RI tahun 2021
Grafik 3.11
Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Standar Nasional/Renstra Kemenkes RI tahun 2021
65.89
95
realisasi indikator ke-4 target jk menengah (RAK 2020-2024)
65.89
85
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
realisasi indikator ke-4 Renstra Kemenkes RI 2020-2024
39 Dari grafik diatas terlihat bahwa nilai kinerja anggaran KKP Kelas III Kupang pada tahun 2021 sebesar 65,89 dimana belum memenuhi target nilai kinerja penganggaran Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024 yaitu 95.
e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator ini adalah sebagai berikut:
1) Melaksanakan penginputan data output setiap bulan
2) Melakukan konsultasi online ke bagian PI Ditjen P2P terkait penginputan realisasi anggaran di aplikasi e-monev Smart DJA 3) Berkoordinasi dengan pengelola program terkait capaian output
setiap layanan yang ada
4) Melakukan evaluasi dan menindaklanjuti capaian indikator ke empat
f. Analisis Penyebab Keberhasilan
Pada tahun 2021, target dari indikator ini belum tercapai sesuai dengan yang ditetapkan. Kegagalan ini, disebabkan :
1) Adanya output kegiatan yang tidak tercapai seperti kegiatan pelayanan kesehatan haji karena pembatalan kegiatan haji akibat pandemi Covid-19
2) Adanya output kegiatan bersyarat dimana kegiatan hanya bisa dilakukan apabila kegiatan lain sudah dilakukan seperti pengendalian vektor diare yang dapat dilakukan jika adanya peningkatan kepadatan vektor. Apabila tidak terjadi peningkatan keoadatan maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan.
3) Adanya output kegiatan yang bersifat evidence base seperti pengendalian vektor DBD yang dapat dilakukan jika ada kasus DBD.
g. Kendala/masalah yang dihadapi
1) Fasilitas WIFI yang tidak bisa connect di kantor induk yang mengganggu proses penginputan pada aplikasi SMART DJA
40 2) Kurangnya monitoring terhadap periode revisi anggaran sehingga
anggaran pada kegiatan pelayanan kesehatan haji tidak dapat direvisi ke kegiatan lain tepat waktu
h. Pemecahan masalah
1) Memberikan usulan ke bagian perencana terkait penggantian provider WIFI Kantor Induk
2) Peningkatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran
i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang mendukung indikator ini adalah sebesar Rp 13.964.616.543 atau sebesar 92,15 % dari alokasi dana sebesar Rp 15.154.352.000,- dengan capaian kinerja 79,38 %.