• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN EKSEKUTIF Rp ,-. Rp ,-

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RINGKASAN EKSEKUTIF Rp ,-. Rp ,-"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang Tahun 2021 merupakan pertanggungjawaban kinerja KKP Kelas III Kupang dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Sebagai salah satu UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), maka orientasi kinerjanya adalah mendukung tercapainya tujuan dan sasaran kinerja Program P2P sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024.

Dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menjabarkan capaian kinerja terhadap 7 (tujuh) indikator yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2021, dimana 7 (tujuh) indikator tersebut telah mencapai target dengan rata-rata capaian sebesar 98,8%

dengan rincian sebagai berikut:

1) Indikator jumlah pemeriksaan orang , alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan tercapai sebanyak 1.632.850 dari target sebanyak 1.616.067 sehingga capaian kinerjanya >100%

2) Indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan yaitu 100 % dari target 95%, sehingga capaian kinerjanya 105,26%.

3) Indikator indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara yaitu 90% dari target 90%, sehingga capaian kinerjanya 100%.

4) Indikator nilai kinerja anggaran yaitu 65,89 dari target 83, sehingga capaian kinerjanya 79,39%.

5) Indikator tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan yaitu 93,24 dari target 93, sehingga capaian kinerjanya 100,26%.

6) Indikator nilai kinerja implementasi WBK satker yaitu 70.89 dari target 75 sehingga capaian kinerjanya 94,52%.

7) Indikator persentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL yaitu 70% dari target 70% sehingga capaian kinerjanya 100%.

Terkait dengan kinerja anggaran pada tahun 2021, realisasi anggaran yaitu Rp 17.972.485.015,-.atau 89,66 % dari total pagu anggaran Rp 20.045.733.000,-

(4)

iii DAFTAR ISI

Kata Pengantar……… i

Ringkasan Eksekutif ……….. ii

Daftar Isi ……….. iii

Daftar Tabel ………. iv

Daftar Grafik ……… v

Daftar Lampiran……… vii

BAB I. PENDAHULUAN A.Latar Belakang….……… 1

B.Strategi, Sasaran, dan Permasalahan Kesehatan Utama ……….. 2

C.Visi dan Misi Kemenkes RI……… ……... 4

D.Tugas Pokok, Fungsi,dan Struktur Organisasi ………. 4

E.Sumber Daya Manusia (SDM)………... 6

F.Sistematika Penulisan………. 10

BAB II. PERENCANAAN KINERJA A.Perencanaan Kinerja ………. 11

B.Perjanjian Kinerja ……… 14

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi………. 15

B.Realisasi Anggaran Tahun 2021……… 58

BAB IV. PENUTUP A. Kesimpulan ………. 62

B. Tindak Lanjut ………. 63

(5)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. SDM Menurut Jabatan PNS di KKP Kupang ... 7

Tabel 1.2. SDM KKP Menurut Pendidikan Tahun 2020 ... 7

Tabel 1.3. Alokasi dan Realisasi Anggaran KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 .... 8

Tabel 1.4. Sarana dan Prasarana di KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 ... 9

Tabel 2.1. Rencana Aksi kegiatan 2020-2024 (Revisi 2) ... 12

Tabel 2.2 Rencana Pencapaian Kinerja Tahun 2020 ... 13

Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja Tahun 2020 KKP Kelas III Kupang ... 14

Tabel 3.1. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan di KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 ... 16

Tabel 3.2 Target, Capaian dan Kinerja indikator Pertama KKP Kupang dan KKP Kelas III Merauke ... 20

Tabel 3.3 Target dan Kinerja Indikator kedua KKP Kupang dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 26

Tabel 3.4 Parameter Indikator ketiga: Pengendalian Faktor Resiko di Pintu Masuk Negara Tahun 2021 ... 30

Tabel 3.5 Parameter Indikator Ketiga KKP Kelas III Kupang dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 32

Tabel 3.6 Target Capaian dan kinerja Indikator keempat KKP Kupang dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 37

Tabel 3.7 Target Capaian dan Kinerja Indikator kelima KKP Kupang dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 42

Tabel 3.8 Target Capaian dan Kinerja Indikator keenam KKP Kelas III Kupang dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 47

Tabel 3.9 Target, capaian dan kinerja Indikator ketujuh KKP Kelas III Kupang dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 53

Tabel 3.10 Alokasi Anggaran berdasarkan layanan di KKP Kupang Tahun 2021 ... 58

Tabel 3.11 Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Kegiatan dan Per Output Tahun 2021 ... 59

Tabel 3.12. Realisasi Anggaran Per Indikator Kinerja KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 ... 60

Tabel 3.13. Efisiensi dan Nilai Efisiensi Per Output Tahun 2021 ... 61

(6)

v

DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1. Target dan Capaian Indikator Pertama Tahun 2021 ... 20 Grafik 3.2 Target dan Capaian Indikator Pertama tahun 2020 dan Tahun 2021 ... 21 Grafik 3.3 Target dan Capaian Indikator Kedua Tahun 2021 ... 25 Grafik 3.4 Target, Capaian dan Kinerja Indikator Kedua KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021 ... 26 Grafik 3.5 Perbandingan Realisasi Indikator Ke-2 KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 dan Renstra Kemenkes Tahun 2021 ... 27 Grafik 3.6 Target dan capaian Indikator ketiga pada Tahun 2021 ... 31 Grafk 3.7.Perbandingan Realisasi Indikator Ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020 – 2024) Pada Tahun 2021 ... 32 Grafk 3.8.Target dan Capaian Indikator Keempat pada Tahun 2021 ... 36 Grafik 3.9 Target dan Capaian indikator keempat Tahun 2019 dan tahun 2021 .... 37 Grafik 3.10 Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Target Jangka

Menengah (RAK Tahun 2020-2024) ... 38 Grafik 3.11 Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 4 dengan Standar Nasional / Renstra Kemenkes RI tahun 2021 ... 38 Grafik 3.12 Target dan Capaian indikator Kelima tahun 2021 ... 42 Grafik 3.13 Target dan Capaian indikator Kelima Tahun 2020 dan Tahun 2021 .... 43 Grafik 3.14 Perbandingan Realisasi Kinerja Indikator ke 5 dengan Standar Nasional / Renstra kemenkes RI Tahun 2021 ... 44 Grafik 3.15 Target dan Capaian indikator Keenam Tahun 2021 ... 46 Grafik 3.16 Perbandingan Target Nilai Reformasi Birokrasi di lingkup Ditjen P2P dan

KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 ... 48 Grafik 3.17 Target dan Capaian Indikator Keenam Tahun 2020 dan Tahun 2021 . 48 Grafik 3.18 Perbandingan realisasi Indikator ke 6 dengan Target Jangka Menengah

(RAK) 2020-2024 ... 49 Grafik 3.19 Perbandingan realisasi Indikator ke 6 dengan Target Renstra Kemkes RI Tahun 2021 ... 50 Grafik 3.20 Target dan Capaian Indikator Ketujuh Tahun 2021 ... 53 Grafik 3.21 Target dan Capaian Indikator Ketujuh Tahun 2019, 2020, dan Tahun

2021 ... 54 Grafik 3.22 Perbandingan Realisasi Indikator ke 7 dengan Target Jangka Menengah

RAK 2020 – 2024 ... 55

(7)

vi

Grafik 3.17 Target dan Capaian indikator Keenam Tahun 2019 dan Tahun 2020 ……… 51 Grafik 3.18 Perbandingan realisasi Indikator ke 6 dengan Target jangka

menengah (RAK) 2020-2024 ... …….. 51 Grafik 3.19 Perbandingan realisasi Indikator ke 6 dengan Target jangka

menengah (RAK) 2020-2024 ... 52 Grafik 3.20 Target dan Capaian indikator Ketujuh Tahun 2020 ……… 55 Grafik 3.21 Target dan Capaian indikator kelima tahun 2019, dan Tahun 2020………… 56 Grafik 3.22 Perbandingan realisasi indikator ke 7 dengan Target Jangka Menengah

RAK 2020-2024 ... 57

(8)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Perjanjian Kinerja Tahun 2021 ... 64 Lampiran 2. SK Tim Penyusun LAKIP Tahun 2021 ... 65

(9)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2015 Tentang pedoman evaluasi implementasi SAKIP, pelaporan kinerja sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur sebagai salah satu persyaratan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) mewajibkan setiap instansi pemerintah sampai dengan eselon II harus memiliki perencanaan strategis 5 (lima) tahunan, rencana kerja setiap tahun, penetapan kinerja serta pertanggungjawaban kegiatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan adanya system tersebut, maka diharapkan terwujudnya kegiatan pada instansi pemerintah yang akuntabel, efektif, efisien, transparan, dan responsive terhadap semua permasalahan yang dihadapi masyarakat.

KKP Kelas III Kupang merupakan salah satu satuan kerja (satker) yang bernaung di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI sesuai dengan Permenkes 2348 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata kerja KKP dan juga berdasarkan UU No. 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan Kesehatan serta amanat peraturan kesehatan Internasional (IHR) 2005. Sebagai satuan kerja dibawah Ditjen P2P Kemenkes RI, maka KKP Kelas III Kupang wajib menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik bidang kekarantinaan kesehatan, termasuk penyusunan LAKIP sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja terhadap kegiatan dan anggaran yang telah dilaksanakan. Sebagai upaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik tersebut, maka KKP Kelas III Kupang terus berupaya untuk memperbaiki kualitas dari segi performa kerja hingga system administrasi pelayanan guna mempertanggungjawabkan kinerja. Penjabaran kinerja tersebut mulai dari persiapaan, penyusunan, dan penyampaian laporan

(10)

2 kinerja secara tertulis, dan periodic guna mengkomunikasikan capaian kinerja tingkat kinerja yang dicapai.

KKP Kelas III Kupang sebagai satker yang memiliki point of entry baik darat, laut maupun udara dimana posisi strategis yang berbatasan darat dan laut terhadap 2 (dua) Negara yakni Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL) dan Australia menjadi tantangan tersendiri di dalam melakukan mitigasi resiko ancaman terhadap kejadian KKM (kedaruratan kesehatan masyarakat). Hal ini dikarenakan antisipasi dampak globalisasi terhadap kesehatan masyarakat, dimana volume perjalanan internasional dan transcontinental, perdagangan, migrasi manusia, dll memungkinkan adanya ancaman persebaran penyakit secara cepat dalam waktu kurang dari 24 jam dan juga kurang dari waktu masa inkubasi penyakit pada umumnya.

Tantangan lainnya adalah KKP Kelas III Kupang yang memiliki wilayah kerja (wilker) sebanyak 17 wilker tersebut tersebar di berbagai pulau besar dan kecil serta endemis terhadap berbagai macam penyakit dengan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang masih perlu ditingkatkan agar cegah tangkal di pintu masuk negara dapat berjalan dengan optimal.

B. Strategi, Sasaran & Permasalahan kesehatan Utama KKP Kelas III Kupang

1. Strategi Organisasi

Potensi dan permasalahan Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) menjadi input dalam menentukan arah kebijakan dan strategi Kementerian Kesehatan RI dalam bidang pencegahan dan pengendalian penyakit. Selain itu juga menjadi tolok ukur bagi satuan kerja dalam menentukan program kegiatan agar tercapainya indicator keberhasilan program.

KKP Kelas III Kupang sebagai salah satu UPT Ditjen P2P, memfokukan pada pencegahan penyakit yang berpotensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di pintu masuk Negara baik di Pelabuhan Laut Internasional, bandara Internasional, serta Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN), pelaksanaan kegiatan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya di KKP Kelas III Kupang antara lain perencanaan berbasis

(11)

3 data, pembangunan Zona Integritas menuju zona wilayah bebas korupsi (WBK) dan WBBM, pemanfaatan anggaran dengan efektif dan efisien, peningkatan kompetensi ASN, dan pengelolaan BMN.

2. Sasaran kegiatan atau output

Ada 2 (dua) sasaran strategis atau output di dalam melaksanakan program KKP Kelas III Kupang yaitu :

1. Terselenggaranya Pengendalian Faktor risiko dipintu masuk negara dan wilayah sebesar 100%

2. Meningkatnya tata kelola manajemen KKP 3. Permasalahan Kesehatan

Secara geografis, KKP Kelas III Kupang memiliki posisi strategis yang berbatasan dengan 2 (dua) Negara yaitu Australia dan Tmor Leste.

Oleh karena itu, pentingnya pembangunan dan peningkatan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas status kesehatan masyarakat dan juga cegah tangkal terhadap penyakit yang beresiko KKM terutama di wilayah kerja perbatasan darat.

Permasalahan lainnya adalah KKP Kelas III Kupang terletak di Propinsi NTT yang memiliki banyak pulau yakni sekitar 550 pulau besar dan kecil, dengan 3 pulau terbesar yakni Pulau Timor, pulau Sumba, dan Pulau Flores. KKP Kelas III Kupang memiliki pintu masuk negara terbanyak di Indonesia dengan masalah kesehatan terbanyak adalah TB, HIV AIDS, DBD, Malaria, Kusta, dan Antraks, dll.

Tantangan kesehatan lainnya di KKP Kelas III Kupang adalah, propinsi NTT merupakan daerah endemis terhadap penyakit malaria dan DBD. Selain itu, jarak tempuh antar wilker yang tidak mudah ditempuh dengan waktu yang singkat, dan juga masalah keterbatasan jumlah SDM khususnya di wilayah kerja KKP Kelas III Kupang serta adanya penyakit yang baru muncul di dunia seperti Covid-19 menjadikan tantangan dan permasalahan kesehatan masa sekarang dan juga pada masa mendatang semakin kompleks dalam pencegahan, penanganan, serta pengawasan Pandemic Covid-19 di pintu masuk negara.

(12)

4 C. Visi dan Misi Kemenkes RI

KKP Kelas III Kupang sebagai UPT Ditjen P2P Kemenkes RI berperan dalam rangka mewujudkan Visi Presiden Republik Indonesia 2021-2024 yakni 'Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong royong" dan pelaksanaan 9 misi pembangunan, khususnya misi ke-1 yaitu peningkatan kualitas manusia Indonesia. Dan sesuai dengan arahan Presiden RI terkait pembangunan SDM yakni membangun SDM pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi didukung dengan kerjasama industri dan talenta global. Kementerian Kesehatan juga memiliki peran penting dalam rangka mencapai 9 (sembilan) agenda prioritas nasional yang dikenal dengan Nawacita, terutama agenda ke-5: meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

D. Tugas Pokok Dan Fungsi dan Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah satuan kerja yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu dari organisasi induknya. Kantor Kesehatan Pelabuhan yang selanjutnya disingkat KKP adalah UPT yang melaksanakan tugas di bidang cegah tangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan.

KKP mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak risiko kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan obat, makanan, kosmetika, dan alat kesehatan serta bahan adiktif (OMKABA) serta pengamanan terhadap penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

(13)

5 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, KKP menyelenggarakan fungsi:

1. Pelaksanaan kekarantinaan;

2. Pelaksanaan pelayanan kesehatan;

3. Pelaksanaan pengendalian risiko lingkungan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

4. Pelaksanaan pengamatan penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali;

5. Pelaksanaan pengamatan radiasi pengion dan nonpengion, biologi, dan kimia;

6. Pelaksanaan sentra/simpul jejaring surveilans epidemiologi sesuai penyakit yang berkaitan dengan lalu lintas nasional, regional, dan internasional;

7. Pelaksanaan fasilitasi dan advokasi kesiapsiagaan dan penanggulangan kejadian luar biasa dan bencana bidang kesehatan, serta kesehatan matra termasuk penyelenggaraan kesehatan haji dan perpindahan penduduk;

8. Pelaksanaan fasilitasi dan advokasi kesehatan kerja;

9. Pelaksanaan pemberian sertifikat kesehatan OMKABA ekspor dan mengawasi persyaratan dokumen kesehatan OMKABA impor;

pelaksanaan kesehatan alat angkut dan muatannya;

10. Pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

11. Pelaksanaan jejaring informasi dan teknologi di bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

12. Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di bidang kesehatan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

13. Pelaksanaan kajian kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan, dan surveilans kesehatan pelabuhan;

14. Pelaksanaan pelatihan teknis bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

15. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan 16. Pelaksanaan urusan administrasi KKP.

(14)

6 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang memiliki wilayah kerja Bandara El Tari Kupang, Pelabuhan Laut Tenau, Pelabuhan Laut Bolok, PLBD Napan, PLBD Metamauk, PLBD Motaain, PLBN Wini,Pelabuhan Laut Atapupu, Pelabuhan Laut Kalabahi, Pelabuhan Laut Lembata, Pelabuhan Laut Maumere, Pelabuhan Laut Ende, Pelabuhan Laut Reo, Pelabuhan Laut Labuan Bajo, Bandara Tambolaka, Pelabuhan Laut Waingapu dan Pelabuhan Laut Baa.

Struktur Organisasi

(Sumber: Lampiran 1 Peraturan Menteri Kesehatn Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan)

E. Sumber Daya

1). Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia di KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 80 orang dan Pegawai Pemerintah Non ASN (honorer) sebanyak 33 orang. Berikut ini adalah tabel SDM menurut jabatan ASN di KKP Kelas III Kupang tahun 2021

INSTALASI

Wilayah Kerja:

Wilker Pel. Laut Bolok Wilker Pel.Laut Tenau Pos Bandara El Tari Wilker Pel. Laut Rote Wilker Pel. Laut Waingapu Wilker Bandara Tambolak- Pos Pel.Laut Waikelo

Wilker Pel. Laut Labuan Bajo Wilker Pel. Laut Reo

Wilker Pel. Laut Maumere –Pos Laut Larantuka

Wilker Pel. Laut Ende Wilker Pel. Laut Kalabahi, Alor Wilker Pel. Laut Atapupu PLBN Wini

PLBN Napan PLBN Motaain PLBN Metamauk Kelompok Jabatan

Fungsional : Sanitarian Epidemiolog Entomolog Analis Kepegawaian Perawat Dokter, dll

Kepala

Sub Bagian Administrasi

(15)

7 Tabel 1.1

SDM menurut jabatan ASN di KKP Kelas III Kupang Tahun 2021

No Jabatan Jumlah

1 Struktural 2

2 Jabatan Fungsional Tertentu 38

3 Jabatan Fungsional Umum 39

Total 80

Kekuatan SDM dari segi pendidikan juga sangat memadai untuk pencapaian target kinerja. Berikut ini adalah tabel 1.2 tentang SDM KKP Kelas III Kupang berdasarkan tingkat Pendidikan pada tahun 2021:

Tabel 1.2

SDM KKP Kelas III Kupang Menurut Pendidikan Tahun 2021 No Tingkat pendidikan Jumlah

1 SD 1

2 SPK 2

3 SPPH 1

4 D-III Keperawatan 16

5 D-III Kesling 15

6 D-III Labkes 1

7 D-III Non Kesehatan 2

8 S-1 Kesehatan Masyarakat 25

9 S-1 Apoteker 1

10 S-1 Keperawatan 1

11 S-1 Kedokteran Umum 7

12 Magister Kesehatan Masyarakat 4

13 Magister Epid 2

14 Magister of Health and International Development

2

Total 80

(Sumber : Sub.bag Administrasi Umum KKP Kupang 2021)

Dilihat dari jenis dan tingkat pendidikan, SDM di dalam mendukung pencapaian indikator kinerja di KKP Kelas III Kupang, tingkat pendidikan terbanyak adalah pada level pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat sebanyak 25 orang, namun masih ada tingkat pendidikan setingkat sekolah dasar 1 orang yaitu dengan jabatan sebagai pramukantor.

Jenis dan tingkat pendidikan diatas menunjukkan kekuatan SDM di KKP Kelas III Kupang. Dengan proporsi SDM yang ada, masih harus meningkatkan kuantitas dan kualitas terutama dalam pengetahuan dan

(16)

8 pemahaman kegiatan di KKP Kelas III Kupang dan kuantitas SDM di wilayah kerja dengan volume/beban kerja layanan kekarantinaan kesehatan yang tinggi seperti di PLBN Motaain dan Wilayah kerja Pelabuhan Laut Labuan Bajo dll. Peningkatan jenjang pendidikan formal, peningkatan kualitas SDM dapat juga melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat).

2). Sumber Daya Anggaran

Dalam mencapai kinerjanya, KKP Kelas III Kupang memperoleh sumber daya anggaran yang berasal dari APBN sesuai DIPA Tahun Anggaran 2021 Rp. 20.045.733.000,- Realisasi belanja negara TA 2021 adalah sebesar Rp. 17.972.485.015 (89.66%).

Tabel 1.3

Alokasi dan Realisasi Anggaran KKP Kelas III Kupang Tahun 2021

URAIAN ANGGARAN

(DIPA AWAL) 2021

ANGGARAN REVISI 2021

REALISASI 2021

PENDAPATAN 13.162.217.000

19.498.343.000 - Penerimaan

Negara Bukan Pajak

547.390.000 547.390.000 494.519.433 BELANJA 13.709.607.000 20.045.733.000 17.972.485.015

Belanja Pegawai 9.311.471.000 9.311.471.000 8.926.145.472

Belanja Barang 4.398.136.000 5.057.442.000 4.130.332.955

Belanja Modal - 5.676.820.000 4.916.006.588

Jumlah 13.709.607.000 20.045.733.000 17.972.485.015

3). Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Wujud transparansi dan akuntabilitas sarana dan prasarana Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang dituangkan di dalam laporan Barang Milik Negara (BMN), yang juga merupakan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan Negara. Laporan BMN disusun menggunakan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Berikut ini adalah tabel Neraca sarana dan prasarana KKP Kelas III Kupang per 31 Desember 2021:

(17)

9 Tabel 1.4

Sarana dan Prasarana di KKP Kelas III Kupang Tahun 2021

KODE AKUN NERACA

URAIAN JUMLAH

117111 Barang Konsumsi 0

117113 Bahan untuk Pemeliharaan 0

117114 Suku Cadang Rp. 2.280.000

117128 Barang Persedian Lainnya u/ Dijual / Diserahkan ke

Masyarakat Rp. 36.140.520

117131 Bahan Baku 0

117191 Persediaan untuk tujuan strategis / berjaga-jaga 0

117199 Persediaan lainnya Rp. 401.379.940

131111 Tanah Rp. 6.050.535.500

132111 Peralatan dan Mesin Rp. 57.978.253.081

133111 Gedung dan Bangunan Rp. 29.176.413.776

135121 Aset Tetap Dalam Renovasi 0

136111 Aset Tetap Lainnya 0

137111 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp.1.858.112.985 137211 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp. 36.879.256.565) 166112 Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan Rp. 2.054.324.389) 166112 Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam Operasi

Pemerintahan Rp. 2.247.662.574

169122 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang tidak

digunakan dalam operasi Rp. 1.772.361.632)

Jumlah Rp. 57.044.835.79

Berdasarkan laporan posisi Barang Milik Negara (BMN) di neraca pada tahun 2021, sarana dan prasarana di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang adalah sebesar Rp. 57.044.835.79,- , nilai tersebut sudah termasuk barang persediaan yang terdiri dari barang konsumsi suku cadang dan persediaan lainnya.

(18)

10 F. Sistematika Penulisan

Bab I. Pendahuluan

Pada Bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.

a. Visi dan Misi b. Latar Belakang

c. Tugas Pokok dan Fungsi d. Struktur Organisasi

e. Strategi, Sasaran & Permasalahan kesehatan Utama KKP Kelas III Kupang

f. Sumber Daya

g. Sistematika Penulisan Bab II. Perencanaan Kinerja

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perencanaan kinerja dan perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

a. Perencanaan Kinerja b. Perjanjian Kinerja Bab III. Akuntabilitas Kinerja

a. Capaian Kinerja b. Realisasi Anggaran Bab IV. Penutup

Pada bab ini diuraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja Organisasi serta tindak lanjut di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

a. Kesimpulan b. Tindak Lanjut Lampiran:

1. Perjanjian Kinerja

2. SK Tim Lakip Tahun 2021

(19)

11 BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. Perencanaan Kinerja

1. Rencana Aksi Kegiatan (RAK)

Sasaran pembangunan jangka menengah 2021-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai bidang yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Tatanan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, khususnya dalam bidang kesehatan ditandai dengan:

1. Terjaminnya keamanan kesehatan negara melalui kemampuan dalam melakukan pencegahan, deteksi, dan respon terhadap ancaman kesehatan global;

2. Kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat yang ditunjukkan dengan jangkauan bagi setiap warga negara terhadap lembaga jaminan sosial yang lebih menyeluruh

3. Status kesehatan dan gizi masyarakat yang semakin meningkat serta proses tumbuh kembang yang optimal, yang ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dan Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE).

Bentuk tindak lanjut dari RPJMN ditingkat Kementerian dan Lembaga adalah menyusun Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2021-2024.

Tingkat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyusun Rencana Aksi Program P2P Tahun 2021–2024 yang merupakan penjabaran dari kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal P2P termasuk langkah-langkah antisipasi tantangan program selama 5 (lima) tahun mendatang. Selanjutnya pada setiap unit satuan kerja baik satuan kerja ditingkat pusat maupun daerah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) sesuai dengan tugas dan fungsi serta

(20)

12 memperhatikan visi, misi, tujuan, nilai-nilai dan sasaran strategis

Kementerian Kesehatan dalam menyusun Rencana Aksi Kegiatan (RAK).

Tabel 2.1

Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Tahun 2021 – 2024 (Revisi 2)

No Indikator Kinerja Target

2020 2021 2022 2023 2024 1. Jumlah pemeriksaan orang, alat

angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan

33.461 35.134 36.891 38.735 40.672

2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

90% 92,5 % 95% 97,5% 100 %

3. Indeks Pengendalian Faktor

Risiko di pintu masuk negara 85% 86 87 88 90

4. Nilai kinerja anggaran

80 82 83 84 85

5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan

80% 85 90 92 95

6. Kinerja implementasi WBK

satker 70 72,5 75 77,5 80

7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL

45% 46 % 47 % %48 50%

(21)

13 2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

RKT KKP Kelas III Kupang disusun berdasarkan Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas III Kupang Tahun 2021-2024 dan sasaran tahunan yang mengacu pada rencana tingkat capaian kegiatan pada tahun berjalan.

Singkatnya, di dalam rencana kinerja tahunan (RKT) KKP Kelas III Kupang adalah 100% tercapai secara keseluruhan sesuai dengan target pada masing-masing indikator yang telah disepakati. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 2.2 sebagai berikut

Tabel 2.2

Rencana Pencapaian Kinerja Tahun 2021

SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA

TARGET PENCAPAI

AN (%)

Terselenggaranya

Pengendalian Faktor risiko dipintu masuk negara dan wilayah

1 .

Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan

kesehatan

100%

2 .

Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

100%

Terwujudnya

pengendalian faktor risiko di Pintu masuk negara

3 Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara

100%

Meningkatnya tata kelola manajemen KKP

4 Nilai kinerja anggaran 83

5 Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran

93 6 Kinerja implementasi WBK satker 75 7 Persentase Peningkatan kapasitas

ASN sebanyak 20 JPL

70%

(22)

14 B. Perjanjian Kinerja (Penetapan Kinerja)

Perjanjian Kinerja KKP Kelas III Kupang tahun 2021, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja tahun 2021 KKP Kelas III Kupang

SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA

TARGET PENCAPAI AN

(%)

Terselenggaranya

Pengendalian Faktor risiko dipintu masuk negara dan wilayah

1 .

Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan

kesehatan

1.616.067

2 .

Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

95%

Terwujudnya

pengendalian faktor risiko di Pintu masuk negara

3 Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara

90%

Meningkatnya tata kelola manajemen KKP

4 Nilai kinerja anggaran 83

5 Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran

93 6 Kinerja implementasi WBK satker 75 7 Persentase Peningkatan kapasitas

ASN sebanyak 20 JPL

70%

Kegiatan Anggaran

1 Dukungan layanan kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah

Rp 3.760.247.000 2 Dukungan manajemen pelaksanaan program di

Ditjen Pencegahan dan Pencegahan Penyakit

Rp. 16.285.486.000 Total Program Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit

Rp. 20.045.733.000

(23)

15 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Pengukuran dan analisa terhadap pencapaian kinerja KKP Kelas III Kupang dilaksanakan setiap bulan untuk mengetahui kemajuan pencapaian target, dan kemudian pengukuran secara keseluruhan pada akhir tahun 2021.

Pengukuran capaian kinerja tersebut dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur berupa indikator seperti yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Kinerja (PK) tahun 2021 untuk dapat mengetahui keberhasilan dan kegagalan di dalam mencapai kinerja KKP Kelas III Kupang. Hal ini dilakukan dengan membandingkan realisasi kinerja dengan target kinerja yang tertera pada masing-masing indikator, kemudian membandingkan dengan capaian kinerja tahun 2021 dengan tahun–tahun sebelumnya dengan indikator yang memiliki definisi operasional (D.O) yang sama, serta membandingkan dengan KKP Kelas III yang mempunyai wilayah kerja (wilker) Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).

Singkatnya, dari 7 (tujuh) indikator yang dilaksanakan pada KKP Kelas III Kupang tahun 2021, ada 5 (lima) indikator yang mencapai ≥100%, dan 2 (dua) indikator tidak mencapai targe atau < 100%. Hasil Pengukuran kinerja KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 dapat dilihat pada tabel 3.1.

(24)

16 Tabel 3.1

Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan di KKP Kelas III Kupang Tahun 2021

No Sasaran Indikator Kinerja Target Capaian 2021 Kinerja (%) Keterangan 1 Meningkatnya

pelayanan

kekarantinaan di pintu masuk negara dan wilayah

1 Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan

1.616.067 1.632.850 101,04 Tercapai dengan baik

2 Persentase faktor risiko yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang, dan lingkungan

95 % 100 % 105,26 Tercapai dengan

baik

3 Indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara

90 % 90 % 100 Tercapai dengan

baik

2 Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada program pencegahan dan pengendalian penyakit

4 Nilai kinerja anggaran 83 65,89 79,39 Tidak mencapai target

5 Nilai indikator kinerja pelaksanaan anggaran

93 93,24 100,26 Tercapai dengan

baik 6 Kinerja implementasi

WBK satker

75 70,89 94,52 Tidak mencapai

target 7 Persentase peningkatan

kapsitas ASN sebanyak 20 JPL

70 % 70 % 100 Tercapai dengan

baik

Rata-rata 98,80 %

Secara umum, dari 7 (tujuh) indikator perjanjian kinerja di KKP Kelas III Kupang tahun 2021, terdapat 2 (dua) indikator yang tidak mencapai target yakni nilai kinerja anggaran dan kinerja implementasi WBK satker. Secara detail, berikut ini adalah gambaran pencapaian masing – masing indikator:

(25)

17 Realisasi Capaian Kinerja Tahun 2021

1) Indikator Pertama :

Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan a. Pengertian

Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan adalah jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk negara yang sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan.

b. Definisi Operasional

1) Jumlah pemeriksaan penapisan orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang dilakukan di pintu masuk negara

2) Pemeriksaan penapisan orang adalah pelaku perjalanaan, crew pesawat/ABK Kapal, dan atau Sopir kendaraan darat yang melintas di PLBN

3) Jumlah pemeriksaan alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan sehingga dapat diterbitkan dokumen PHQC (Port Health Quarantine Clearance) dan atau SSCEC/SSCC (Ship Sanitation Control Exemption certificate/Ship Sanitation Control Certificate) dalam periode 1 (satu) tahun.

4) Pemeriksaan barang yang dimaksud adalah jenazah, barang cargo, dan barang bawaan pelaku perjalanan

5) Pemeriksanaan lingkungan adalah pemeriksaan terhadap faktor resiko di tempat –tempat umum dan tempat penngolahan makanan atau TPP (tempat pengelolaan pangan)

6) Alat angkut adalah sarana transportasi, yang menjadi moda angkutan barang atau orang di wilayah pelabuhan dan bandara

7) Standar kekarantinaan kesehatan adalah syarat minimal yang harus dipenuhi oleh alat angkut yang sesuai dengan ketentuan berlaku dalam pengawasan kekarantinaan kesehatan seperti kelengkapan dokumen kesehatan kapal, kesehatan crew pesawat dan anak buah kapal (ABK) serta penumpang, higiene sanitasi kapal dan pesawat bebas vektor, serta ketersediaan obat-obatan dan alat P3K di kapal dan pesawat.

(26)

18 c. Rumus/Cara perhitungan

Akumulasi Jumlah pemeriksaan penapisan orang, pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina, pemeriksaan barang dan pemeriksaan lingkungan (TTU, TPM, air dan udara) di pintu masuk dalam 1 (satu) tahun.

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑟𝑖𝑘𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑢𝑡, 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑝𝑖𝑛𝑡𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑟𝑎

𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑟𝑖𝑘𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑢𝑡, 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑝𝑖𝑛𝑡𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑟𝑎 𝑥 100 %

d. Capaian indikator

Capaian indikator jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk negara adalah 1.632.850 dari target yang ditentukan yaitu 1.616.067. Capaian indikator ini sebesar 101 %.

Perbandingan antara target dan capaian indikator kinerja tahun 2021, berupa jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk sesuai standar kekarantinaan tercapai 101 %, yaitu jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di pintu masuk adalah 1.632.850 dari target sebesar 1.616.067, dengan perhitungan sebagai berikut :

1.616.067

1.632.850 𝑥 100 % = 101,04 %

Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan dicapai melalui kegiatan sebagai berikut ini:

1. Pemeriksaan orang sesuai standar kekarantinaan kesehatan

a. Pada tahun 2021, pemeriksaan orang mengalami lonjakan dalam hal jumlah orang atau pelaku perjalanan yang diperiksa. Hal ini dikarenakan dalam situasi pandemic Covid 19 sejak Maret 2020 yang mengharuskan untuk melakukan screening pelaku perjalanan, dan pemeriksaan dokumen kesehatan berupa dokumen pemeriksaan rapid test terhadap Covid-19 bagi pelaku perjalanan. Sreening bagi pelaku perjalanan dengan melakukan

(27)

19 pemeriksaan suhu menggunakan thermogun dan atau thermo

scanner, serta pengamatan tanda dan gejala yang muncul ada pelaku perjalanan seperti demam, pilek atau batuk. Untuk pemeriksaan dokumen bagi pelaku perjalanan dilakukan untuk melihat kelayakan melakukan perjalanan dengan melihat hasil pemeriksaan pada dokumen dengan hasil reaktif atau tidak reaktif.

Bila hasil reaktif, maka dilakukan pemeriksaan ulang rapid test antibody/antigen, atau pembatalan atau juga rujukan ke fasilitas kesehatan yang terdekat.

b. Pelaksana program ini adalah petugas di seluruh wilayah kerja dan juga petugas BKO (bantuan kerja operasional ) dari kantor induk untuk wilayah kerja terdekat dengan kantor induk/kota Kupang atau petugas KKP yang dikirim untuk BKO ke wilayah kerja lainnya yang membutuhkan tenaga kesehatan tambahan.

c.

2. Pemeriksaan alat angkut sesuai standar kekarantinaan kesehatan a. Pelaksana dari program ini adalah petugas di seluruh wilayah kerja

dan juga petugas BKO (bantuan kerja operasional ) dari kantor induk untuk wilayah kerja terdekat dengan kantor induk/kota Kupang atau petugas KKP yang dikirim untuk BKO ke wilayah kerja lainnya yang membutuhkan tenaga kesehatan tambahan.

3. Pemeriksaan barang sesuai standar kekarantinaan kesehatan Pemeriksaan barang ini dilakukan untuk barang cargo, barang bawaan pelaku perjalanan, dan jenazah/abu/kerangka, yang banyak dilakukan di PLBDN.

4. Pemeriksaan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan, seperti TTU dan TPM terhadap faktor resiko penyakit khususnya di

masa pandemic Covid-19.

(28)

20 1) Grafik Target dan Capaian Indikator Pertama Tahun 2021

Grafik 3.1

Target dan Capaian Indikator pertama tahun 2021

Grafik diatas menggambarkan capaian indikator KKP Kelas III Kupang tahun 2021 yaitu 1.632.850 yang melebihi dari target yang telah ditetapkan sebesar 1.616.067.

2) Target dan Capaian Indikator Pertama pada KKP Kelas III Kupang, Berikut ini adalah tabel informasi tentang target dan capaian Indikator pertama (jumlah alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan) pada Tahun 2021 pada kedua KKP Kelas III sebagai berikut:

Tabel 3.2

Target, Capaian dan Kinerja Indikator Pertama KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021

No Indikator Pertama

KKP Kelas III Kupang

KKP Kelas III Merauke

1 Target 1.616.067 324.800

2 Capaian 1.632.850 384.492

3 Kinerja 101 % 118 %

Tabel 3.2 memberikan informasi KKP Kelas III Kupang daan KKP

(29)

21 Kelas III Merauke dapat mencapai kinerja > 100%.

3) Grafik target dan capaian indikator Pertama Tahun 2020 dan Tahun 2021

Grafik 3.2

Target dan Capaian indaktor Pertama tahun 2020 dan Tahun 2021

`

Pada tahun 2020, capaian nya sebesar 1.781.655 dari target 33.461 dan pada tahun 2021 mencapai 1.632.850 sertifikat. Penurunan terjadi karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang selalu diperbaharui oleh pemerintah sejalan dengan lonjakan kasus. Di tahun 2021 terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan di bulan Juni – Juli, sehingga PPKM diterapkan hampir disemua Provinsi dengan tingkat yang sama.

e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator ini adalah sebagai berikut:

1) Penggunaan Aplikasi pelaporan dan penerbitan dokumen Online yang

0 200000 400000 600000 800000 1000000 1200000 1400000 1600000 1800000 2000000

2020 2021

Target Realisasi

(30)

22 dikenal dengan nama Sinkarkes (Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan) dan aplikasi electronic health alert card (e-HAC) pada aplikasi handphone android.Adanya layanan intensifikasi pelaksanaan kekarantinaan yakni adanya sistem pengembangan dan pemeliharaan Sinkarkes, serta monitoring setiap bulan terkait ketersediaan data Sinkarkes.

2) Penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti peralatan pengolahan data Sinkarkes. Penyediaan alat pengolah data untuk mendukung pelaksanaan sistem pelaporan dan penerbitan dokumen dengan baik, kegiatan ini berupa belanja modal, peralatan dan mesin.

Belanja yang dimaksud adalah berupa langganan paket internet indihome untuk wilker pelabuhan laut Kalabahi, wilker pelabuhan Laut Waingapu, dan langganan paket internet hallo.

3) Layanan pemeriksaan sanitasi kapal dalam rangka penerbitan sertifikat SSCEC/SSCC

4) Layanan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan dalam rangka penerbitan PHQC

5) Adanya koordinasi program karantina kesehatan di pelabuhan dengan lintas sektor terkait dan pengguna jasa di pelabuhan laut

6) Melaksakan kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan dari kantor induk (Pengelola Program) ke wilayah kerja pelabuhan dan di group Whatsaap, serta pertemuan orientasi Sinkarkes dan penerbitan dokumen kesehatan di Aula kantor Induk KKP Kelas III Kupang bagi petugas wilker.

7) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap alat angkut (kapal), orang/pelaku perjalanan khususnya dari daerah terjangkit Covid-19, dan barang serta pemeriksaan lingkungan tempat-tempat umum dan tempat pengolahan makanan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19.

f. Analisa Penyebab keberhasilan

Keberhasilan dalam upaya pencapaian indikator dikarenakan oleh:

(31)

23 1) Tersedianya anggaran untuk kegiatan pengawasan alat angkut, orang,

dan barang dalam masa pandemi Covid 19 di wilayah kerja baik berupa kegiatan untuk BKO maupun layanan kekarantinaan kesehatan di PLBDN.

2) Sosialisasi dan advokasi dengan lintas sektor tentang layanan kekarantinaan kesehatan di masa pandemic Covid-19

3) Adanya dukungan sarana prasarana yang memadai untuk kegiatan pemeriksaan alat angkut, barang, dan pemeriksaan lingkungan pelabuhan seperti tempat-tempat umum dan tempat pengolahan makanan

4) Bimbingan teknis dan evaluasi kekarantinaan kesehatan baik secara langsung maupaun via Zoom meeting atau WA group.

5) Petugas yang terlatih di dalam melaksanakan tugas pengawasan sanitasi kapal dan komunikasi yang bagus di dalam berkoordinasi dengan lintas sektor terkait dan pengguna jasa

6) Dukungan dari lintas sektor terkait yakni seperti laboratorium ASA untuk pemeriksaan laboratorium bebas covid yakni pemeriksaan rapid test antibody dengan laboratorium mobile yang tersedia di pelabuhan laut dan bandara.

g. Kendala/masalah yang dihadapi

Pelaksanaan kegiatan ini tidak ada masalah yang krusial dan kinerja untuk indikator kinerja pertama tercapai > 100 % (101 %).

h. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Penggunaan anggaran untuk pencapaian indikator ini adalah sebesar Rp. 519.038.000, dengan realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan ini untuk mencapai indikator ini adalah Rp 433.667.092,- dengan persentase realisasi adalah sebesar 83,5% , indikator tercapai melebihi

target yakni >100%.

(32)

24 2) Indikator kedua :

Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

a. Pengertian

Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan adalah faktor resiko penyakit yang ditemukan dan dilakukan pengendalian pada orang/pelaku perjalanan, alat angkut, barang serta lingkungan pelabuhan/bandara/PLBN.

b. Definisi Operasional

Faktor Risiko yang dikendalikan berdasarkan temuan pada pemeriksaan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan dalam satu tahun (berdasarkan pada Indikator 1)

c. Rumus/Cara Perhitungan

- Jumlah faktor resiko yang dikendalikan pada orang , alat angkut, barang, dan lingkungan pada tahun 2021 dibagi dengan target jumlah faktor risiko yang ditemukan pada pemeriksaan orang , alat angkut, barang, dan ligkungan (TTU dan TPM) pada tahun 2021 dikali 100%.

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑟𝑖𝑠𝑖𝑘𝑜 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑛𝑑𝑎𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑢𝑡, 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑑𝑎𝑛 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛

𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑟𝑖𝑠𝑖𝑘𝑜 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑛𝑑𝑎𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑢𝑡, 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑑𝑎𝑛 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 100 %

d. Capaian Indikator

Capaian indikator Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan di wilayah layanan KKP dengan perhitungan sebagai berikut :

95 %

100 % 𝑥 100 % = 105,26 %

(33)

25 Indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang, dan lingkungan di wilayah layanan KKP Kelas III Kupang sebesar 105,26 % sudah dilakukan pengendalian terhadap faktor resiko yang dtemukan.

Berikut ini adalah perbandingan target dan capaian indikator kedua Tahun 2021.

1) Grafik Target dan capaian Indikator Kedua Tahun 2021

Grafik 3.3

Target dan Capaian indikator Kedua Tahun 2021

Grafik diatas menunjukkan bahwa realisasi indikator kedua melebihi target yang telah ditetapkan yakni sebesar 100 % untuk faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan dimana target 95 %.

2) Target dan Capaian Indikator Kedua pada KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021

Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan respon sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan Bencana di KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021 pada 2 (dua) KKP Kelas III sebagai berikut:

Target

Realisasi

90%

95%

100%

(34)

26 Tabel 3. 3

Target, Capaian dan Kinerja Indikator Kedua KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021

No Indikator Kedua

KKP Kelas III Kupang

KKP Kelas III Merauke

1 Target 95 % 95 %

2 Capaian 100 % 100 %

3 Kinerja 105,26 % 105,26 %

Dari informasi tabel diatas dapat diketahui bahwa kinerja KKP Kupang dan KKP Merauke sama-sama 105,26 %.

3) Grafik target dan capaian indikator Kedua Tahun 2020 dan Tahun 2021

Grafik 3.4

Target dan Capaian Indikator Kedua KKP Kelas III Kupang Tahun 2020 dan Tahun 2021

Dari grafik terlihat adanya peningkatan target dari tahun sebelumnya, dan realisasi indikator kedua baik ditahun 2020 maupun tahun 2021 sama-sama tercapai, sehingga target dua tahun berturut-turut tetap diatas 100 %.

Target Realisasi

85%

90%

95%

100%

2020

2021

(35)

27 4) Perbandingan Realisasi Indikator kedua Tahun 2021 dan Capaian

Kinerja dengan Standar Nasional

Grafik 3.5

Perbandingan Realisasi Indikator Ke-2 KKP Kelas III Kupang Tahun 2021 dan Renstra Kemenkes Tahun 2021

Dari grafik diatas terlihat bahwa capaian KKP Kelas III Kupang pada indikator faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan pada tahun 2021 telah melebihi target indikator tersebut pada Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2021 yaitu 86%.

e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator kedua adalah sebagai berikut:

1) Melaksanakan kegiatan pengendalian faktor risiko lingkungan

2) Melaksanakan kegiatan pengendalian faktor resiko pada barang- barang bawaan pelaku perjalanan

3) Melaksanakan kegiatan pengendalian faktor risiko pada situasi khusus dan KLB

4) Melaksaakan kegiatan pengendalian faktor risiko pada alat angkut,

Renstra Kemkes RI Tahun 2021 Realisasi Indikator ke-2

75 80 85 90 95 100

1 86

100

(36)

28 orang, barang

5) Melaksanakan kegiatan Kekarantinaan Kesehatan Untuk Penerbitan SSCC/SSCEC

6) Melaksanakan kegiatan layanan Kesehatan Pada Situasi Khusus yaitu nataru

7) Melaksanakan kegiatan layanan pengendalian vektor

f. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan

- Keberhasilan pencapaian ini dikarenakan oleh koordinasi dan komunikasi dengan lintas sektoral, pengguna jasa, dan masyarakat - Tersedianya alat dan bahan dalam melaksanakan kegiatan upaya

pengendalian baik pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan - Adanya kerjasama yang baik dengan badan usaha milik Swasta

(BUS) untuk kegiatan fumigasi alat angkut

- Adanya program pengiriman tenaga BKO (bantuan kerja operasional) dari kantor induk ke wilayah kerja untuk membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan

- Ada kerjasama dengan pihak kampus Undana, dan RS Undana/pendidikan untuk tenaga volunteer dengan latar pendidikan kedokteran dan kesehatan masyarakat

g. Kendala/masalah yang dihadapi

- SDM yang masih kurang jumlahnya di wilayah kerja dibandingkan dengan volume kegiatan KKP Kelas III Kupang khususnya di masa pandemi Covid-19

- Alat dan bahan desinfeksi yang masih belum cukup untuk kebutuhan selama pandemic Covid di beberapa wilayah kerja KKP Kelas III Kupang.

- Petugas KKP Kelas III Kupang mengalami kelelahan fisik melakukan skrining pelaku perjalanaan dan pemeriksaan alat angkut di lapangan

(37)

29 h. Pemecahan masalah

- Program bantuan kerja operasional (BKO) bagi tenaga kesehatan di kantor induk ke wilayah kerja

i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang mendukung indikator kedua di KKP Kelas III Kupang adalah sebesar Rp.

2.590.247.218,- Penyerapan anggaran sebesar 85,98 % dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 3.012.588.000,- dengan capaian kinerja sebesar 105,26 % dan melebihi target yang telah ditetapkan.

3) Indikator ketiga :

Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara a. Pengertian

Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara adalah perhitungan tinggi, sedang, dan rendahnya faktor resiko di KKP Kelas III Kupang berdasarkan akumulasi beberapa parameter besaran faktor resiko.

b. Definisi Operasional

Adalah Status faktor risiko di pintu masuk negara berdasarkan penilaian surveilans,

karantina dan risiko lingkungan dalam satu tahun.

c. Rumus/Cara Perhitungan

Realisasi untuk indikator ini adalah dengan menghitung akumulasi persentase target dan capaian. Ada 11 parameter yang dihitung untuk mengukur besaran faktor resiko di pintu masuk negara seperti berikut ini:

1. Kelengkapan data surveilans

2. Sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam,

(38)

30 3. Penyusunan dokumen renkon yang baru (kumulatif dokumen renkon,

tidak termasuk reviu) berdasarkan pintu masuk negara 4. Indeks pinjal ≤ 1

5. HI perimeter = 0

6. Tidak ditemukan larva anopheles 7. Kepadatan kecoa rendah

8. Kepadatan lalat < 2 9. TTU memenuhi syarat 10. TPM layak higiene

11. Kualitas air bersih memenuhi syarat

Kesebelas persentasi parameter dijumlahkan dan dibagi 11 dikali 100%

𝐴𝑘𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 11 𝑝𝑎𝑟𝑎𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑟𝑖𝑠𝑖𝑘𝑜

𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 2021 𝑥 100 %

d. Capaian Indikator

- Target untuk indikator ketiga ini adaah sebesar 85%

- Indikator ketiga yakni Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara dicapai melalui seperti pada tabel berikut ini:

Tabel 3.4

Parameter Indikator ketiga: Pengendalian Faktor Resiko di pintu masuk negara Tahun 2021

No Nama Parameter Realisasi (%)

1 Kelengkapan data surveilans 100

2 Sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam

100

3 Penyusunan dokumen renkon yang baru 100

4 Indeks pinjal ≤ 1 100

5 HI perimeter = 0 80

6 Tidak ditemukan larva anopheles 85

7 Kepadatan kecoa rendah 100

8 Kepadatan lalat < 2 100

9 TTU memenuhi syarat 95

10 TPM layak higiene 100

11 Kualitas air bersih memenuhi syarat 30

Rata-rata Parameter 90 %

(39)

31 Capaian indikator ke 3 (tiga) Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara di wilayah KKP Kelas III Kupang sebesar , yaitu 76,45% layanan dari target sebesar 85% dengan capaian kinerja sebesar 89,94%, dengan perhitungan sebagai berikut:

(100+100+100+100+80+85+100+100+95+100+30) x 100%

90 %

= 100 %

Berikut ini adalah perbandingan target dan capaian indikator Tahun 2021 1) Grafik Target dan Capaian Indikator Ketiga pada Tahun 2021

Grafik 3.6

Target dan Capaian Indikator Ketiga pada Tahun 2021

Dari grafik 3.6, diketahui bahwa capaian indikator ketiga tahun 2021 tercapai 90 % dari target 90 %.

2) Target dan Capaian Indikator ketiga pada KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021

Target

Realisasi

0%

50%

100%

(40)

32 Berikut ini adalah informasi tentang target dan capaian Indikator ketiga: jumlah deteksi dini dalam rangka cegah tangkal dan keluarnya penyakit Tahun 2021 pada 2 (dua) KKP Kelas III sebagai berikut:

Tabel 3.5

Target, Capaian dan Kinerja Indikator Ketiga KKP Kelas III Kupang, dan KKP Kelas III Merauke Tahun 2021

No Indikator Ketiga KKP Kelas III Kupang

KKP Kelas III Merauke

1 Target 90 90

2 Capaian 90 % 106 %

3 Kinerja 100 % 118 %

Tabel diatas memberikan informasi bahwa kinerja KKP Kelas III Kupang dan KKP Kelas III Merauke tercapai ≥ 100%.

3) Perbandingan Realisasi Indikator ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020-2024)

Grafik 3.7

Perbandingan Realisasi Indikator Ketiga dengan Target Jangka Menengah (RAK Tahun 2020 – 2024) pada Tahun 2021

Realisasi indikator indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara pada tahun 2021 yaitu 100%, mencapai target RAK tahun 2024 yaitu 100%.

0%

50%

100%

Realisasi Indikator ke-3

Target JK Menengah (RAK 2020 - 2024)

(41)

33 4) Perbandingan realisasi Indikator ketiga dengan target Renstra

Kemenkes RI tahun 2021

Pada Renstra Kemenkes dan RAP Ditjen P2P Tahun 2020-2024 tidak terdapat indikator pemeriksaan orang, barang, alat angkut, dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan, namun indikator ini mendukung pencapaian target indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan sebesar 86%.

e. Upaya yang dilakukan untuk mencapai indikator ini adalah sebagai berikut:

1) Petugas Jabatan fungsional tertentu (JFT) melakukan kelengkapan data surveilans vektor (Lalat, Nyamuk, Tikus, Kecoa), surveilans 10 penyakit terbesar di poliklinik non-KKP, surevilans migrasi malaria, surveilans HIV, surveilans TB, data skrining vaksinasi haji/umroh sebelum era Pandemic Covid-19, data pengawasan alat angkut, data pengawasan penumpang/pelaku perjalanan, data skrining Covid-19, dan data faktor resiko lingkungan (air , makanan, TTU, kebisingan udara, dll),

2) Layanan kekarantinaan kesehatan dalam rangka penerbitan sertifikat CoP (certificate of Pratique) di semua wilayah kerja pelabuhan laut, 3) Layanan kekarantinaan kesehatan di Bandara dalam rangka

penerbitan sertifikat Gendec di bandar udara Internasional El Tari Kupang.

4) Terlaksananya jejaring kerja sama yang baik dengan lintas sektor dan fasilitas kesehatan terdekat

f. Analisis Penyebab Keberhasilan

- Tersedianya anggaran yang cukup di dalam melaksanakan beberapa kegiatan surevilans di lapangan

- SDM yang cukup dilapangan untuk melakukan surevilans seperti tenaga kader, dll, serta jabatan fungsional tertentu (JFT) dengan

(42)

34 kapasitas dan kompetensi yang baik dalam hal kualitas dan kuantitas sehingga kelengkapan data surveilans dapat terpenuhi.

- Adanya Upaya peningkatan kapasitas ASN secara rutin khususnya fasilitas webinar gratis tentang masa pandemic covid-19 sehinga meningkatkan optimalisasi SDM yang kompeten di dalam melaksanakan surveilans penyakit dan berkoordinasi/bekerjasama dengan lintas sektor yang ada di wilayah KKP Kelas III Kupang

g. Kendala/masalah yang dihadapi

- Ada parameter indikator yang sulit dicapai yaitu parameter dengan

“tidak ditemukan larva anopheles“, Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dimana ada wilayah yang endemis terhadap Malaria.

h. Pemecahan masalah

1) Optimalisasi SDM yang ada

2) Melakukan perpanjangan kontrak tenaga kader, tenaga kesehatan (pramubakti) baik tenaga sanitarian dan tenaga perawat untuk penempatan di seluruh wilayah kerja layanan KKP Kelas III Kupang dengan skala prioritas kebutuhan.

3) Penempatan SDM di wilayah kerja

i. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang mendukung indikator ini adalah Rp. 560.759.122,- atau 80,26 % dari alokasi sebesar Rp. 698.679.000,-

4) Indikator Keempat : Nilai kinerja anggaran a. Pengertian

Nilai kinerja anggaran adalah nilai kinerja penggunaan anggaran yang

Referensi

Dokumen terkait

Indikator dan target kinerja Perangkat Daerah provinsi yang mengacu pada sasaran RKPD provinsi:. Dinas Sosial

KKP Kelas III Bengkulu mempunyai tugas dalam melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan,

Team keabsahan berhak melakukan pemeriksaan melalui Test Forensik bagi pemain yang diragukan kebenaran umurnya, atlit yang menolak Test Forensik akan didiskualifikasi dan tidak

Sehubungan dengan sasaran tersebut di atas, KKP Kelas III Bengkulu menitikberatkan pada peningkatan persentase faktor resiko potensial PHEIC yang terdeteksi di

Dengan pemberlakuan legalitas materiil dalam RKUHP, dimana disebutkan bahwa selain hukum pidana yang bersifat tertulis, juga diakui keberadaan hukum pidana yang hidup

Selain itu bangkitnya raksasa China sebagai salah satu negara adi-daya di wilayah Asia ditambah disetujuinya ASEAN-China Free Trade Assosiation (AC-.. FTA) membuat kita semua

Menjual kendaraan kepada pelanggan di lingkungan PT Astra International Tbk – Toyota Cabang SM.Raja Medan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Kepala Cabang..

Hasil perhitungan dari uji validitas skala Interaksi Sosial didapat hasil bahwa terdapat 10 item yang gugur dari 28 item yang ada, sehingga banyaknya item yang