1. Tahap Persiapan (Ex-ante)
Telah tersusun dokumen kumpulan RPTP/RDHP, ROPP/RODHP, serta Juknis dan Juklak
2. Tahap Pelaksanaan (On-going)
2.1. Telah terlaksanan 17 kegiatan pengkajian dan diseminasi dari anggaran DIPA TA 2012 desertai dengan laporan bulanan dan tengah tahun
2.2. Pengiriman laporan SIM Monev setiap tanggal 5 setiap bulan dan laporan triwulan ke Badan Litbang
3. Tahap Evaluasi
Telah dilaksanakannya monitoring dan evaluasi sebanyak 2 tahap dengan dokumen laporan terpisah.
28
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1996. Panduan Pelaksanaan Program dan Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian. Pusat Penyiapan Program.Badan Litbang Pertanian. Jakarta.
Anonim, 2005. Panduan Umum Pelaksanaan Pengkajian serta Program Informasi, Komunikasi dan Diseminasi di BPTP. Badan Litbang Pertanian. Jakarta
Departemen Pertanian Republik Indonesia. Program dan Kegiatan Departemen Pertanian Tahun 2008. 2007. Departemen Pertanian Republik Indonesia. Jakarta
Sasmita, 1995. Reposisi dan Restrukturisasi Komisi Teknologi dan Tim Teknis Pengkajian Teknologi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Jakarta
Suryana, A. 1997. Pengembangan Sistem Usaha Pertanian (SUP) dan Upaya Mewujudkan Pertanian Modern. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.
Sudana, IW dkk, 1999. Metodologi Penelitian dan Pengkajian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Jakarta.
3
Lampiran 2. Justifikasi Revisi DIPA/POK 2012 BPTP Bengkulu
Uraian Semula Menjadi Justifikasi
DIPA
1801.008 Laporan Kerjasama, Pengkajian, Pengembangan dan
Pemanfaatan Hasil Litbang
10 Laporan 1 Laporan
Kesalahan
redaksional/penulisan
1801.013 Teknologi Spesifik Lokasi 60 Teknologi 6 Teknologi
1801.015 Rekomendasi Kebijakan Pembangungan Pertanian 20 Rekomendasi 2 Rekomendasi
POK
1801.013
011 Teknologi Spesifik Lokasi (Teknologi Pascapanen Buah,
Budidaya Sapi Perah, VUB Padi Rawa, Budidaya Jeruk
Lebong, Budidaya Kentang Merah dan Pengendalian
Hama Tanaman Kakao)
(c) Pengkajian
Varietas Unggul
Padi Rawa Untuk
Peningkatan
Produktivitas >
30% pada 2 Tipe
Lahan Rawa
Spesifik
Bengkulu
(c) Pengkajian Varietas
Unggul Padi Rawa pada
2 Tipe Lahan Rawa
Spesifik Bengkulu
Penyempurnaan judul
atas arahan dari tim
evaluator dalam
kegiatan review RPTP
dan RDHP di Badan
Litbang Pertanian
Jakarta
1801.018
d Penyusunan Bahan Diseminasi dan Publikasi Hasil
Penelitian dan Pengkajian Teknologi Spesifik Lokasi
melalui Siaran TV, Radio, Bahan Cetakan (Model
Penataan Lahan Pekarangan, Teknologi Budidaya
Kentang)
Belanja Bahan Pembuatan film Pembuatan CD
Teknologi
Untuk meningkatkan
jumlah dan sebaran
dari inovasi teknologi
4
Uraian Semula Menjadi Justifikasi
1801.019
c Model
Pengembangan
Pertanian Perdesaan
Melalui Inovasi
(M-P3MI) Berbasis
Padi, Jagung, Kelapa
Sawit di 3
Kabupaten
Model
Pengembangan
Pertanian Perdesaan
Melalui Inovasi
(M-P3MI) Berbasis
Padi di Provinsi
Bengkulu
Perubahan Judul akibat
dari pengurangan alokasi
dana
M-P3MI Belanja bahan 156.000.000 48.600.000 Pengurangan anggaran
Rp. 310.000.000 untuk
dipindahkan ke
kegiatan M-KRPL
Terjadi pengurangan
anggaran sesuai
dengan arahan dari
Bapak Kepala Badan
Litbang Pertanian
untuk mengurangi
unit/lokasi MP3MI,
dan dananya
dialokasikan untuk
meningkatkan jumlah
unit MKRPL menjadi
75% dari kabupaten
yang ada di Provinsi
Selisih Rp. 107.400.000 dipindah ke Belanja Bahan
kegiatan M-KRPL
Honor output kegiatan 20.500.000 8.000.000
Selisih Rp. 12.500.000 dipindah ke Honor output
kegiatan M-KRPL
Belanja Barang Non Operasional Lainnya 169.500.000 39.000.000
Selisih Rp. 130.500.000 dipindah ke Belanja Bahan
kegiatan M-KRPL
Belanja Jasa Profesi 6.000.000 4.600.000
Selisih Rp. 1.400.000 dipindah ke Belanja Barang
Non Operasional kegitan M-KRPL
Perjalanan 173.000.000 114.800.000
Selisih Rp. 58.200.000 dipindahkan ke kegiatan
M-KRPL;
Belanja Bahan Rp. 30.200.000
Perjalanan Rp. 14.500.000
Honor Output Kegiatan Rp. 7.900.000
5
Uraian Semula Menjadi Justifikasi
d Model Kawasan
Rumah Pangan
Lestari di 3
Kabupaten-Kota
Model Kawasan
Rumah Pangan
Lestari di 6
Kabupaten-Kota
Provinsi Bengkulu
Perubahan Judul akibat dari
penambahan alokasi dana
M-KRPL Belanja bahan 190.500.000 458.600.000 Ada penambahan
anggaran Rp. 310.000.000
dari kegiatan M-P3MI.
Penambahan unit dan dana
sesuai dengan arahan dari
Bapak Kepala Badan
Litbang Pertanian untuk
menambah jumlah unit
M-KRPL dalam menunjang 4
sukses kementerian
pertanian khususnya
diversifikasi pangan dan
peningkatan nilai tambah.
Kekurangan diambil dari kegiatan M-P3MI ;
Belanja Bahan Rp. 107.400.000
Belanja Barang Non Operasional Lainnya
Rp. 130.500.000
Perjalanan Rp. 30.200.000
Honor output kegiatan 28.600.000 49.000.000
Kekurangan diambil dari kegiatan M-P3MI ;
Honor output Rp. 12.500.000
Perjalanan Rp. 7.900.000
Belanja Barang Non Operasional Lainnya 169.500.000 39.000.000
Kekurangan diambil dari kegiatan M-P3MI ;
Belanja Jasa Profesi Rp. 1.400.000
Belanja Perjalanan Rp. 5.600.000
Belanja Jasa Profesi Rp. 6.000.000 dari kegiatan
M-KRPL
Belanja Jasa Profesi 21.000.000 15.000.0000
Selisih Rp. 6.000.000 dipindah ke Belanja Barang
Non Opersional Lainnya kegitan M-KRPL
Perjalanan 206.400.000 220.900.000
Kekurangan diambil dari belanja perjalanan
Rp. 14.500.000, kegiatan M-P3MI
6
Lampiran 3. REKAP PENGHEMATAN UNTUK SUBSIDI BBM LINGKUP BADAN LITBANG PERTANIAN TA.2012
KODE UNIT KERJA KEGIATAN/URAIAN KEGIATAN
ANGGARAN YANG DIHEMAT JUMLAH Semula (Data Setelah Usulan Revisi) Menjadi (4-5) 1 2 3 4 5 6 633996 BPTP Bengkulu
018.09.12 Program penciptaan teknologi dan varietas unggul berdaya saing 10.063.602.000 9.709.994.000 353.608.000
1801 Pengkajian dan percepatan Diseminasi Inovasi 10.063.602.000 9.709.994.000 353.608.000
teknologi pertanian
1801,013 Teknologi Spesifik lokasi
1801,013,011
Teknologi Spesifik lokasi (Tek. Pasca panen buah, budidaya sapi perah, VUB padi rawa, budidaya jeruk lebong, budidaya kentang merah dan pengendalian hama
tanaman kakao)
A Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Buah Mangga Bengkulu dan Pisang Spesifik Bengkulu Melalui Teknologi Penggorengan Vakum di Propinsi Bengkulu
521211 Belanja bahan - Sarana produksi dan bahan pendukung 36.000.000 21.000.000 15.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Temu lapang Ekspose 25.000.000 12.500.000 12.500.000 B Pengkajian Peluang Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas Ternak Sapi Perah di
Kabupaten Rejang Lebong
150.000.000
521211 Belanja bahan - Bahan pengkajian dan pendukung lainnya 29.375.000 26.973.250 2.401.750 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Konsinyasi pelaksanaan kegiatan
5.000.000 2.500.000 2.500.000 JUMLAH DIPINDAHKAN 32.401.750
7
1 2 3 4 5 6
JUMLAH PINDAHAN 32.401.750
C Pengkajian varietas unggul padi rawa pada 2 tipe lahan rawa spesifik Bengkulu
521211 Belanja bahan
- Bahan Sarana Produksi, pendukung pengkajian 25.500.000 20.000.000 5.500.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Temu lapang , temu usaha 25.000.000 15.000.000 10.000.000
D Pengkajian Teknologi Pembungaan dan Pembuahan Jeruk Gergah di Lebong di Propinsi Bengkulu
521211 Belanja barang non operasional lainnya
- Temu lapang /Kemitraan 20.000.000 10.000.000 10.000.000 524119 Belanja Perjalanan Lainnya
- Perjalanan luar provinsi, konsultasi, diseminasi 30.000.000 20.000.000 10.000.000
E Pengkajian peluang pasar dan teknologi produksi kentang merah spesifik lokasi dataran tinggi dan medium di Provinsi Bengkulu 521211 Belanja Bahan
- Bahan sarana produksi pendukung pengkajian 52.130.000 42.130.000 10.000.000 - Bahan informasi tekn. Spesifik lokasi 6.250.000 - 6.250.000 521219 - Belanja barang non operasional Temu lapang/sosialisasi 10.000.000 5.000.000 5.000.000
F
Pengkajian Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) di Kabupaten Kepahiang Bengkulu
521211 Belanja Bahan - Bahan pembuatan informasi teknologi 5.000.000 5.000.000
521219 Belanja barang non operasional - Temu Lapang/kemitraan/sosialisasi 20.000.000 10.000.000 10.000.000
522141 Belanja Sewa - Sewa Kendaraan 1.200.000 1.200.000
1
JUMLAH PINDAHAN
184.851.750 1801,019
Laporan pelaksanaan kegiatan pendampingan Inovasi Pertanian dan Program Starategisnasional 011 Pengawalan Inovasi Pertanian pada Program Starategis
Nasional/Daerah
A Pendampingan SLPTT Padi dan Jagung di 9 Kabupaten dan Kota
521211 Belanja bahan
- ATK dan Komputer Suplies, Bahan informasi, penggandaan 4.000.000 3.000.000 1.000.000 - Bahan Pertemuan (apresisi, temu lapang, Temu Informasi 15.000.000 10.000.000 5.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Temu lapang,temu usaha, pelatihan 15.000.000 10.000.000 5.000.000 521213 Honor Output Kegiatan
- Honor Petani 15.000.000 12.500.000 2.500.000 - Honor Petugas Lapang 13.000.000 10.000.000 3.000.000
B Pendampiungan Program PSDSK di 3 Kabupaten
521211 Belanja bahan
- Bahan pertemuan, temu lapang, apresiasi 12.000.000 6.000.000 6.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya - Ongkos kirim bahan,porto, dokumentasi 10.000.000 5.000.000 5.000.000
C Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI)
Berbasis Padi di Propinsi Bengkulu
521211 Belanja bahan - Sarana Produksi Demplot dan Bahan Pendung Lainnya 34.600.000 24.600.000 10.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Temu Lapang, Temu Usaha/Kemitraan 21.000.000 14.000.000 7.000.000 - Pengiriman, forto 5.000.000 1.000.000 4.000.000 524119 Belanja Perjalanan Lainnya - Perjalanan ke Pusat 25.000.000 25.000.000 -
1
JUMLAH PINDAHAN 233.351.750 D Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di 6 Kabupaten-Kota Provinsi Bengkulu521211 Belanja bahan
- Bahan saprodi dan pendukung lain (6 Kabupaten/kota) 390.000.000 336.243.750 53.756.250 - Pencetakan bahan informasi, Papan merek, dll 14.000.000 10.000.000 4.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Rapat koordinasi dengan stakehiolders, temu mitra 64.000.000 40.000.000 24.000.000 - Pengiriman/porto 5.000.000 2.500.000 2.500.000 521219 Belanja Perjalanan Lainnya
- Perjalanan Luar Propinsi 50.000.000 50.000.000 -
1801,025 Produksi Benih
011 UPBS/Perbenihan
A UPBS/Perbenihan
521211 Belanja bahan
- ATK, komputer suplies 5.186.000 3.186.000 2.000.000 - Pencetakan bahan informasi(juknis,papan merk) 10.000.000 6.000.000 4.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Temu usaha kemitraan 20.000.000 10.000.000 10.000.000 - Open House 30.000.000 25.000.000 5.000.000 522141 Belanja Sewa
- Sewa Kendaraan 10.500.000 5.500.000 5.000.000 524119 Belanja Perjalanan Lainnya
- Perjalanan Pendek 20.100.000 10.100.000 10.000.000 JUMLAH TOTAL 353.608.000
1
JUMLAH PINDAHAN
105.351.750 1801,015 Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian
1801,015,011 Analisis kebijakan pembangunan pertanian di Bengkulu (Rekomendasi program ketahanan pangan dan dampak perubahan iklim)
521211 Belanja Bahan
- Bahan pengkajian dan pendukung lainnya 14.000.000 7.000.000 7.000.000 521219 Belanja barang non operasional
- Sosialisasi, FGD, Pertemuan 40.000.000 20.000.000 20.000.000 1801,018 Teknologi yang terdiseminasi ke Pengguna
1801,018,011 Diseminasi/advokasi inovasi pertanian (budidaya padi
rawa, hortikultura, teknologi bio kompos, budidaya vertikultur, budididaya ternak, model penataan lahan pekarangan, teknologi budi
A Visotorplot Teknologi Budidaya Padi Rawa
521219 Belanja barang non operasional
- Apresiasi, Sosialisasi, Temu Lapang 20.000.000 10.000.000 10.000.000
C Komunikasi, Sosialisasi , Temu Informasi, Pameran, apresiasi (Teknologi Budidaya Vertikultur, Teknologi Budidaya Ternak)
521211 Belanja Bahan
- Bahan Pameran 15.000.000 10.000.000 5.000.000 521219 Belanja barang non operasional
- Sosialisasi Kegiatan BPTP/Litbang/Program 44.000.000 29.000.000 15.000.000
D Penyusunan bahan diseminasi dan publikasi hasil penelitian dan pengkajian teknologi spesifik lokasi melalui siaran TV Radio, bahan cetakan (Model penataan lahan pekarangan, tekn. Budidaya kentang)
521211 Belanja bahan
- Buku/Prosiding 30.000.000 22.500.000 7.500.000 - Brosur, komik 15.000.000 10.000.000 5.000.000 521219 Belanja barang non operasional lainnya
- Biaya produksi siaran TV 50.000.000 40.000.000 10.000.000 JUMLAH DIPINDAHKAN 184.851.750
2
Lampiran 4. MATRIK 2012 BPTP BENGKULU
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-) Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun berakhir 1 Pengkajian Peningkatan Nilai
Tambah Buah Mangga Bengkulu dan Pisang Spesifik Bengkulu Melalui Teknologi Penggorengan Vakum di Propinsi Bengkulu
varietas Mangga Bengkulu memiliki keunggulan dapat berbuah sepanjang musim (4-5 kali/tahun) juga memiliki ukuran buah yang besar (0.6-2.4 kg) dengan daging yang tebal, lebih tahan terhadap hama lalat buah dan penggerek buah dibandingkan dengan mangga pada umumnya serta tahan terhadap tingkat curah hujan yang tinggi (Rambe, 2004b). Pada musim panen raya tiba, ketersediaan buah melimpah sehingga menyebabkan kelebihan produksi buah tersebut. Mangga Bengkulu mempunyai karakterstik dengan aroma sedang sehingga kurang cocok untuk diolah menjadi produk seperti sari buah dan selai yang bercirikan aroma khas bahan baku kedua produk tersebut. Salah satu alternative yang diperlukan untuk mengatasi kelebihan produksi buah mangga Bengkulu untuk menjadikan buah tersebut dalam bentuk yang tahan lama dalam penyimpanan yaitu dengan cara penggorengan secara vakum untuk menjadi kripik.Produk keripik buah-buahan di Provinsi Bengkulu sendiri masih jarang dijumpai, sehingga keripik buah Mangga Bengkulu berpotensi dikembangkan dalam industri rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya dan bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif makanan khas Provinsi Bengkulu sekaligus souvenir bagi para wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Bengkulu.
K Keeggiiaattaann P Peennggkkaajjiiaann d diillaakkssaannaakkaannddii L Laabboorraattoorriiuumm P PaassccaappaanneennBBPPTTPP B Beennggkkuulluuddaannddii s seennttrraapprroodduukkssii B BuuaahhMMaannggggaa B BeennggkkuulluuddiiPPrroovviinnssii B Beennggkkuulluuddaann d diillaakkuukkaannppaaddaa b buullaannJJaannuuaarrii s saammppaaiiDDeesseemmbbeerr 2 2001122..PPeennggkkaajjiiaanniinnii a akkaannmmeelliibbaattkkaann k keelloommppookkttaannii p peennggoollaahhbbuuaahh s seebbaaggaaiippeettaannii k kooooppeerraattoorr.. 1. Dihasilkan paket Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying) buah Mangga Bengkulu. 2. Diketahui tingkat penerimaan/adopsi petani terhadap aplikasi Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying). 3. Tercapainya peningkatan nilai tambah buah Mangga Bengkulu melalui paket teknologi penggorengan Hampa.
3
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun
berakhir 2 Pengkajian Peluang
Pengembangan dan Produktivitas Ternak Sapi Perah di Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong merupakan sentra pengembangan sapi perah di Provinsi Bengkulu. Populasi saat ini mencapai 387 ekor, namun produksi susu rendah 6 - 8 l/ekor/hr. Rendahnya produksi susu sapi perah diduga akibat belum terpenuhi kebutuhan pakannya, peternak hanya memberikan pakan hijauan saja. Pada hal dalam memproduksi susu, sapi perah sangat dipengaruhi oleh pemberian tambahan pakan yang sangat membantu dalam peningkatan produksi susu dan pengembangan usaha sapi perah, sehingga dapat menjadi salah satu usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan pendapatan petani peternak dan pencapaian akan kebutuhan susu bagi masyarakat di Bengkulu.
Pengkajian akan dilakukan di desa Air Duku sentra pengembangan sapi perah di Kabupaten Rejang Lebong, merupakan pengkajian inovasi teknologi spesifik lokasi yang dilakukan melalui pendekatan Participatory On Farm Research (diagnosis dengan metode experimentasi di lapangan) - Peluang pengembangan memanfaatkan bahan pakan lokal dilakukan dengan metode survey terhadap 30 orang responden menggunakan daftar isian - Peluang peningkatan
produktivitas melalui eksperimen perlakuan pakan tambahan lokal berdasarkan kandungan nutrisi kebutuhan protein (%) - Metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dan anova
,- Pengembangan usaha sapi perah - Meningkatkan produksi dan kualitas susu serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi produksi susu
4
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun
berakhir 3 Pengkajian Varietas Unggul Padi
Rawa untuk Penigkatan Produktivitas >30% pada 2 Tipe Lahan Rawa Spesifik Bengkulu
Di Provinsi Bengkulu, potensi pengembangan lahan rawa untuk komoditas padi masih terbuka. Lahan rawa di Provinsi Bengkulu cukup luas (12.411 ha) mencapai 11,79% dari luas lahan sawah. Wilayah yang mempunyai lahan rawa cukup luas adalah Kabupaten Seluma, Muko muko, Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Pada umumnya lahan rawa bersifat masam, miskin unsur hara, dan mengandung besi (Fe) yang tinggi. Saat ini petani padi rawa di Bengkulu masih menggunakan teknologi sederhana dengan varietas padi sawah seperti Ciherang, Ciliwung dan IR 64 serta padi lokal yang berumur dalam (5-6 bulan). Dengan pendekatan PTT, lahan rawa mempunyai potensi untuk dikembangkan dan diharapkan mampu menjadi penyumbang produksi beras yang cukup signifikan di Provinsi Bengkulu. Budidaya padi di lahan rawa mempunyai resiko Keracunan besi dan ketidakseimbangan kandungan unsur hara yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan produktivitas padi dilahan rawa relatif rendah (1-2 t/ha) atau bahkan tidak menghasilkan. Kondisi ini harus dapat segera diatasi untuk mencegah adanya alih fungsi/konversi lahan. Salah satu cara untuk mengatasi keracunan besi, diantaranya adalah penanaman varietas yang toleran dan pemupukan untuk meningkatkan keseimbangan unsur hara. Beberapa varietas padi rawa telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian diantaranya adalah Banyu Asin, Dendang, Mendawak, dan Inpara 1-6. Dengan pengelolaan tanaman dan sumberdaya secara terpadu, produktivitas padi di lahan rawa dapat mencapai 4-6 t/ha.
Pengkajian padi rawa akan dilaksanakan selama dua tahun, yang dimulai dari tahun 2012 hingga akhir tahun 2013. Pada tahun pertama dilakukan pengkajian adaptif VUB padi rawa pada dua tipologi lahan. Tipologi lahan yang menjadi sasaran pengkajian adalah lahan rawa lebak dangkal dan rawa pantai. Ada 7 VUB padi rawa (Banyu Asin, Batang Hari, Dendang, Mendawak, Inpara 2, Inpara 4, dan Inpara 5) yang diadaptasikan dan 1 VUB padi sawah sebagai pembanding (Ciherang/Ciliwung). Pada tahun pertama percobaan dilaksanakan dalam 2 musim tanam untuk masing lokasi percobaan. Kegiatan akan dilaksanakan di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah. Bentuk kegiatannya adalah percobaan lapangan pada lahan petani, uji laboratorium (tanah dan jaringan tanaman), dan survey melalui Focus Group Discussion (FGD). Pada tahun pertama dilakukan pengkajian adaptif terhadap 8 varietas (7 varietas unggul padi rawa, 1 varietas existing) yang dikombinasikan dengan 2 dosis pemupukan.
1. varietas unggul baru padi rawa pada dua level pemupukan di dua tipolologi lahan rawa spesifik
Bengkulu 2. 6 alternatif varietas padi
rawa untuk pengembangan padi rawa di Provinsi
Bengkulu 3. Varietas dan adopsi
teknologi budidaya padi rawa
5
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun
berakhir 4 Pengkajian teknologi
pembungaan dan pembuahan jeruk Gerga Lebong di Provinsi Bengkulu
Keunggulan kompetitif jeruk Rimau Gerga Lebong: buahnya berwarna kuning-orange, berbuah sepanjang tahun, ukuran buah besar 200-350 gram, kadar sari buah tinggi. Selain itu, Dirjen hortikultura menetapkan keprok jeruk Gerga Lebong ini sebagai prioritas nasional untuk dikembangkan dari yang sekarang baru sekitar 6 ha menjadi kawasan agribisnis hortikultura/jeruk di eks lahan tidur seluas 6000 ha lima tahun mendatang. Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan jeruk keprok Gerga Lebong ini adalah masih sangat terbatasnya dokumentasi informasi dan komponen teknologi hasil penelitian tentang jeruk keprok Gerga Lebong yang dapat dirakit menjadi teknologi budidaya spesifik lokasi.
Pengkajian pola pembungaan dan pembuahan dilakukan pada 20-30 pohon yang diambil secara diagonal melintang. Perlakuan saat petik buah dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan. Penentuan daya simpan buah dilaksanakan berdasarkan rancang acak kelompok dengan perlakuan saat petik dan diulang lima kali. Analisis jaringan tanah/tanaman dan analisis mutu dlakukan di laboratorium. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan uji statistik dan analisis deskriptif.
Tersedianya informasi lengkap tentang perkembangan pembungaan dan pembuahan jeruk gerga lebong
6
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun
berakhir 5 Pengkajian PeluangPasar dan
Teknologi Produksi Kentang Merah Spesifik Lokasi Dataran Tinggi dan Medium di Propinsi Bengkulu
1. Di Provinsi Bengkulu, kentang pada umumnya banyak di tanam pada dataran tinggi Kabupateng Rejang Lebong dan Kepahiang termasuk kentang merah 2. Kentang merah menjadi unggulan didaerah tersebut karena kaya karbohidrat, dan zat besi, kadar air rendah, dapat dijadikan keripik dan sebagai bahan makanan olahan lainnya. Masa
panennya memerlukan waktu 100-130 hari. 3. Produktivitasnya hanya 7,1 ton/ha.
Pemasarannya melalui tengkulak dengan harga Rp. 3500/kg, sedangkan harga ditingkat konsumen mencapai Rp 5000 – 6000/kg. Sedang harga untuk bibit yang besarnya 50 gr/umbi mencapai Rp 8000 – Rp 9000/kg pada tahun 2010. 4. Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang mengembangkan kentang merah terutama pada daerah dataran tinggi diatas 1000 m dpl yang dapat meningkatkan bahaya erosi. Berdasarkan hasil beberapa penelitian, umumnya pengembangan kentang untuk produksi dengan penerapan teknologi ramah lingkungan terhadap sumber daya lahan sehingga diarah pada dataran medium (350-700 m dpl).
1. Lokasi : Kabupaten Rejang
Lebong (2 unit) 2. Waktu bulan Maret sampai
Desember 2012 3. Pendekatan : Partisipatif
melibatkan 5 orang petani dari kelompok tani yang terpilih denga luas lahan 0,25-05 ha, petugas lapang setempat .4. Rancangan Pengkajian RAK ,
5 ulangan 5. Perlakuan : Membandingkan
teknologi petani dan introduksi (A. Granola Eksisting, B. Granola Introduksi, C. Kentang Merah Eksisting, D. Kentang Merah Introduksi)
6. Paramater : Lebar Kanopi, Umur Berbunga, Jumlah Umbi/tanaman, Berat
Umbi/tanam, klas umbi/tanaman, Hama/Penyakit, Data Iklim "
1. Didapatkan dua rekomendasi teknologi budidaya kentang merah spesifik dataran tinggi dan mdium di Provinsi Bengkulu 2. Didapatkan
data/informasi usahatani kentang merah yang
menguntungkan 3. Diketahuinya rantai pasar dan propek
pengembangannya
7
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun
berakhir 6 Pengkajian Teknologi
Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) di Kabupaten Kepahiang Bengkulu
Sektor perkebunan di Provinsi Bengkulu adalah penyumbang devisa yang tinggi setelah tanaman pangan. Kakao merupakan tanaman yang cukup prospektif karena didukung oleh kesesuaian agroekosistem dan kondisi sosial masyarakat. Berdasarkan data BPS (2010) kakao diusahakan oleh 22.667 orang petani dengan luasan 14.361 ha dengan tanaman mati atau rusak 362 ha. Produktivitas kakao di Provinsi Bengkulu masih rendah jika dibandingkan dengan potensi kakao yang bisa mencapai 3 t/ha. Rendahnya produktivitas kakao salah satunya disebabkan oleh PBK. PBK dapat menurunkan produksi sebanyak 80%. Untuk mengendalikan hama PBK, maka diperlukan pengkajian terhadap paket pengendalian yang sudah ada yang sesuai untuk kondisi tanaman di Provinsi Bengkulu. Sehingga produktivitas kakao dapat meningkat.
Pengkajian implementasi paket pengendalian hama
PBK.Dilakukan dengan penerapan komponen pengendalian PBK yaitu : Pemangkasan, Frekuensi Panen Sering, Sanitasi dan Sistem rampasan, Pengendalian Hayati, Pengendalian kimiawi, dan Sarungisasi buah kakao).Hasil dianalisis dan dibandingkan dengan data yang diperoleh dari tanaman kakao tanpa penerapan paket yang diintroduksikan melalui pendekatan with and without. Analisis menggunakan uji t. Pengkajian respon petani terhadap paket teknologi pengendalian hama PBK. Dilakukan mengukur data jenis dan komposisi komponen yang digunakan oleh petani dilakukan dengan kuesioner.
1. Rekomendasi teknologi pengendalian hama PBK spesifik lokasi. 2. Tingkat pemahaman petani terhadap paket pengendalian hama PBK.
8
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun
dimulai berakhir Tahun 7 Study Potensi dan Peluang
Pengembangan Sapi Perah di Bengkulu
Sapi perah merupakan salah satu komoditas peternakan yang dapat memenuhi kebutuhan protein hewani berupa susu di Provinsi Bengkulu. Populasi sapi perah di Provinsi Bengkulu saat ini baru mencapai 387 ekor yang tersebar di beberapa kelompok peternak di Kabupaten Rejang Lebong. Keberhasilan kegiatan budidaya sapi perah sangat tergantung pada sejauhmana tingkat efisiensi dan optimalisasi semua faktor produksi/budidaya yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Study ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang potensi daerah yang dapat mendukung terhadap pengembangan sapi perah mulai dari hulu sampai ke hilir sehingga agribisnis sapi perah dapat berjalan dengan baik.
L Lookkaassiikkeeggiiaattaannddiirreennccaannaakkaann d diillookkaassiisseennttrraappeennggeemmbbaannggaann s saappiippeerraahh ddiiBBeennggkkuulluu.. M Meettooddoollooggiiyyaannggddiigguunnaakkaann a addaallaahhddeennggaannssuurrvveeiikkee k keelloommppookkppeetteerrnnaakkssaappiippeerraahh,, p peeddaaggaannggppeenngguummppuull,, k keelloommppookkppeennggoollaahhssuussuu,, p peennjjuuaallpprroodduukkoollaahhaannsseerrttaa k koonnssuummeenn.. D Daattaayyaannggddiiddaappaattaakkaann d diiaannaalliissiissddeennggaann aannaalliissiiss Q QSSPPMM,,SSWWOOTT,,aannaalliissiissaalluurr p paassaarrddaannaannaalliissiisseekkoonnoommii
- Rekomendasi potensi daerah Provinsi Bengkulu untuk pengembangan sapi perah sebagai penghasil susu - Data Sumber pakan lokal untuk sumber pakan sapi perah
100.000
100.000
8 Analisis Kebijakan Pembangunan Pertanian di Bengkulu
(Rekomendasi Program Ketahanan Pangan, dan Dampak Perubahan Iklim
Pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat merupakan salah satu prioritas program pemerintah. Berbagai upaya dilakukan diantaranya melalui upaya diversifikasi pangan dan antisipasi alih fungsi lahan pangan ke peruntukan lain. Kebijakan yang tepat untuk mendorong upaya-upaya tersebut perlu dilakukan. BPTP Bengkulu berfungsi untuk mendukung Pemda dalam formulasi kebijakan melalui analisis ilmiah.
P PeenngguummppuullaannDDaattaa:: W Waawwaannccaarraaddeennggaannddaaffttaarr p peerrttaannyyaaaann,, AAnnaalliissaaDDaattaa:: d deesskkrriippttiiffddaannssttaattiissttiikk i innffeerreennssiiaall Rekomendasi kebijakan diversifikasi pangan dan antisipasi alih fungsi lahan di Provinsi Bengkulu. 155.000 1 15555..000000
9
No Judul RPTP/RDHP/RKTM JUSTIFIKASI Metodologi Keluaran
BIAYA (Rp. 000,-)
Anggaran (Rp. Juta) Tahun dimulai Tahun
berakhir 9 Pendampingan SLPTT Padi dan
Jagung di 9 Kabupaten dan Kota
Komoditas tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan. Padi dan jagung merupakan komoditas utama subsektor tanaman pangan, dan berperan penting terhadap pencapaian ketahanan pangan. Tanaman padi dan jagung mempunyai potensi dan peluang yang besar untuk dikembangkan di Provinsi Bengkulu. Provinsi Bengkulu memiliki lahan sawah seluas 105.177 ha dengan produktivitas yang masih rendah (4,06 t/ha). Pendampingan merupakan salah satu aspek penting dalam mensukseskan program SL-PTT. Pendampingan yang holistik, bersinergi, terkoordinir, terfokus dan terukur sangat diharapkan oleh semua pihak dalam mengakselerasi pencapaian dari sasaran yang telah ditetapkan.
Tahapan kegiatan SL PTT adalah: a) Studi literatur, b) Pembentukan Tim Inti Pelaksana SL PTT BPTP Bengkulu, c) Penyediaan inovasi teknologi, bahan, dan alat pendukung SL-PTT, d) Penunjukan