MISI V : Peningkatan kualitas lingkungan melalui pemberdayaan perempuan
INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Indikator Kinerja yang dibuat Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur telah mengacu pada misi, tujuan dan sasaran dalam RPJMD 2013-2018.
BAB V RPJMD Kalimantan Timur Tahun 2013-2018 terdapat agenda mengenai Peningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat. Dan untuk mewujudkan peningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat. Tujuan yang terkait langsung dengan tugas pokok dan fungsi Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur yaitu tujuan pertama, kedua dan ketiga. Uraian mengenai komitmen Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Kalimantan Timur Tahun 2013-2018 adalah sebagai berikut :
Tujuan :
1. Tujuan pertama sebagaimana tertuang RPJMD yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Kalimantan Timur. Sasaran yang relevan dengan indikator kinerja Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur yaitu sasaran kedua dan ketiga.
a. Dalam rangka mencapai sasaran kedua RPJMD Provinsi Kalimantan Timur yaitu menurunkan angka buta aksara, Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur memiliki indkator kinerja meningkatnya angka melek huruf perempuan. Upaya yang dilakukan untuk mencapaian indikator ini dilaksanakan antara lain melalui program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan, berupa kegiatan sosialisasi dan advokasi kebijakan penghapusan buta aksara perempuan (PBAP).
b. Sasaran ketiga RPJMD Provinsi Kalimantan Timur yaitu meningkatkan rata-rata lama sekolah. Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut
tercermin melalui indikator sasaran rata-rata lama sekolah perempuan. Dalam rangka mendorong pemenuhan hak anak di bidang pendidikan, upaya yang akan dilakukan Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur yaitu dengan mendorong pemerintah provinsi/ kabupaten/ Kota di Provinsi Kalimantan Timur agar membuat kebijakan pelaksanaan tumbuh kembang dan perlindungan anak. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini diantaranya yaitu program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, melalui kegiatan evaluasi pelaksanaan PUG, dalam bentuk forum data terpilah SKPD.
2. Tujuan kedua Provinsi Kalimantan Timur yaitu meningkatkan
kesejahteraan dan pemerataan pendapatan masyarakat. Sasaran yang relevan dengan indikator kinerja Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur yaitu sasaran keenam, ketujuh dan kedelapan.
a. Sasaran keenam yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Provinsi Kalimantan Timur. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bukan hanya dilihat dari seberapa besar angka pertumbuhan ekonomi setiap tahun. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menginginkan agar pertumbuhan dirasakan oleh semua pihak secara merata dan berkeadilan. Salah satu tantangan perekonomian kedepan yaitu bagaimana memangkas kesenjangan perekonomian antara laki-laki dan perempuan sehingga keadilan dan pemerataan ekonomi dapat terwujud. Lebih rendahnya angka IPG dibanding angka IPM di Kalimantan Timur menunjukan bahwa persoalan kesenjangan gender masih terjadi. Dalam rangka perbaikan kesejahteraan dan pemerataan pendapatan masyarakat khususnya bagi perempuan, upaya yang akan dilakukan Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur yaitu dengan memperbaiki angka Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), angka harapan hidup perempuan, dan sumbangan pendapatan perempuan. Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut tercermin melalui indikator sasaran berikut:
Angka IDG provinsi Kalimantan Timur. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini diantaranya melalui program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan, dengan bentuk kegiatan perumusan kebijakan peningkatan peran dan posisi perempuan di bidang politik dan jabatan publik.
Angka harapan hidup perempuan pada awal periode renstra. Program yang terkait dengan pencapaian indikator ini adalah program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan, melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan.
Persentase sumbangan pendapatan perempuan pada
perekonomian. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini yaitu melalui program
peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam
pembangunan, melalui kegiatan sebagai berikut:
Kegiatan bimbingan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola usaha;
Pembinaan dan Evaluasi Model Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju & Mandiri).
b. Sasaran ketujuh adalah menurunkan tingkat pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur. Untuk mencapai sasaran ini, Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur berfokus untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam program dan kegiatan pembangunan. Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut tercermin melalui jumlah kebijakan perencanaan pembangunan yang responsif gender di tingkat provinsi dan Kabupaten/kota. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini yaitu melalui program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan, dengan kegiatan:
Pembinaan organisasi perempuan P2WKSS, GSI, RSSI & perusahaan terbaik pembina tenaga kerja wanita.
Pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta dan kesetaraan gender, dalam bentuk pelaksanaan kajian pembangunan manusia berbasis gender.
c. Sasaran kedelapan yaitu menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur, Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur memiliki dua belas indikator sasaran, empat diantaranya terkait langsung, sedangkan delapan indikator sasaran yang tidak terkait langsung (pendukung) untuk mencapai sasaran RPJMD tersebut. Sasaran yang terkait langsung penurunan tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur adalah:
Prosentase perempuan miskin yang memiliki usaha ekonomi produktif. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini antara lain:
Program peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan, melalui kegiatan bimbingan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola usaha;
Program penanggulangan kemiskinan bidang pemberdayaan perempuan melalui kegiatan peningkatan kewirausahaan perempuan, berupa pemberian bimbingan manajemen usah abagi perempuan dalam mengelola usaha dan pembinaan dan evaluasi model Desa Prima (perempuan indonesia maju & mandiri);
Prosentase peran perempuan dalam jabatan politik. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian yaitu program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, melalui kegiatan workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dalam jabatan politik dan jabatan Lembaga Masyarakat.
Prosentase peran perempuan dalam jabatan publik. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian yaitu program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, melalui kegiatan workshop peningkatan peran perempuan dalam
pengambilan keputusan dalam jabatan publik.
Jumlah kelompok UPPKS yang mendapatkan advokasi dan pembinaan. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian yaitu program peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan, melalui kegiatan penyuluhan bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga sejahtera, dengan bentuk advokasi dan pembinaan pengelola usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS)
d. Sedangkan delapan indikator sasaran Badan PP dan KB Provinsi Kalimantan Timur lainnya yang mendukung pencapaian sasaran kedelapan RPJMD secara tidak langsung, yaitu:
Pembentukan focal point PUG pada setiap SKPD, dengan program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, melalui kegiatan evaluasi pelaksanaan PUG.
Anggota Pokja PUG yang mendapat capacity building, indikator ini
dicapai melalui program penguatan kelembagaan
pengarusutamaan gender dan anak, dengan kegiatan:
Advokasi dan fasilitasi PUG bagi perempuan, dalam bentuk: penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan
anak, dan penguatan Pokja;
Workshop regulasi tentang PUG di daerah; dan Semiloka Stranas tentang PUG melalui PPRG.
Evaluasi pelaksanaan PUG melalui fasilitasi forum pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan anak.
Jumlah Regulasi tentang Pelaksanaan PUG, dengan program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak, melalui kegiatan evaluasi pelaksanaan PUG dalam bentuk pemberian advokasi / pendampingan penyusunan PPRG.
Jumlah kebijakan tentang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) pada provinsi/ kabupaten/ Kota, indikator
tersebut dicapai melalui program dan kegiatan berikut:
Program keluarga berencana, dengan kegiatan pembinaan keluarga berencana, dalam bentuk:
Seminar peran perempuan untuk meningkatkan
kesejahteraan keluarga (dalam rangka hari ibu);
Orientasi tenaga penyuluh agama terhadap calon pengantin;
Rapat dan koordinasi tentang regulasi SPM KBKS.
Program Kesehatan Reproduksi Remaja, dengan kegiatan advokasi dan KIE tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR), dalam bentuk:
Seminar KRR (dalam rangka Hari Kartini)
Advokasi/Konseling calon pengantin guna menuju keluarga bahagia dan sejahtera
Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR, dengan kegiatan berupa fasilitasi forum pelayanan kesehatan reproduksi remaja (KRR) bagi kelompok remaja dan kelompok sebaya diluar sekolah.
Jumlah pengelola BKB Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dibina/dinilai, dengan program dan kegiatan berikut:
Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri melalui kegiatan fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB, berupa pembinaan/penilaian lomba pengelola BKB Tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Program pengembangan model operasional
BKB-Posyandu-PADU/, melalui kegiatan pengkajian pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU, berupa fasilitasi pembinaan peran serta masyarakat peduli KB/lomba posyandu terbaik Provinsi Kalimantan Timur.
Jumlah penyuluh lapangan KB yang mendapat Capacity Building, indikator tersebut dicapai melalui program dan kegiatan berikut:
Program kesehatan reproduksi remaja, melalui kegiatan advokasi dan KIE tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR), berupa jumlah penyuluh lapangan kb yang mendapat capacity
building;
Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri, melalui kegiatan fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB, berupa capacity building bagi PLKB;
Tersedianya laporan tentang data bidang KBKS, dicapai melalui program peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan, dengan kegiatan penyuluhan bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga sejahtera, berupa Fasilitasi pengukuhan keluarga sakinah tingkat provinsi Kalimantan Timur
Jumlah komunikasi informasi edukasi penanggulangan narkoba dan HIV/ AIDS, indikator tersebut dicapai melalui program peningkatan penanggulangan narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS, melalui kegiatan penyuluhan penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS di rutan/Lapas, berupa fasilitasi penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS di Rutan/ Lapas oleh Lembaga Masyarakat.
3. Tujuan ketiga Provinsi Kalimantan Timur yaitu Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Sasaran yang relevan dengan indikator kinerja BPPKB Provinsi Kalimantan Timur yaitu sasaran keempat belas, dan kelima belas.
a. Sasaran keempat belas RPJMD yaitu meningkatnya kualitas pelayanan publik. Untuk mencapai sasaran tersebut, BPPKB Provinsi Kalimantan Timur berupaya meningkat pelayanan kemasyarakat khususnya dalam upaya perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan. Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut tercermin melalui indikator sasaran berikut:
rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini antara lain:
Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak, kegiatan Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak, dalam bentuk:
Rangkaian Peringatan HAN; Peringatan Hari Anak Nasional;
Fasilitasi penguatan kelembagaan forum pemerhati anak berkebutuhan khusus.
Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, dengan kegiatan berupa pengumpulan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.
Prosentase pengaduan yang terlayani di pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP2). Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini antara lain:
Program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, melalui kegiatan fasilitasi pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP2).
Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan, melalui kegiatan berikut:
Pelatihan bagi pelatih (TOT) SDM pelayanan dan pedampingan korban KDRT
Sosialisasi sistem pencatatan dan pelaporan KDRT Bimtek pencatatan dan pelaporan SPM
Jumlah Kab/kot pengembang menuju Kota Layak Anak (KLA) indikator ini dicapai melalui program/ kegiatan berikut:
Program peningkatan perlindungan dan pemenuhan hak anak, melalui kegiatan anak advokasi dan fasilitasi penetapan kab/kota pengembang menuju kota layak anak, berupa:
Pembinaan dan fasilitasi Pengembang KLA Fasilitasi penguatan kelembagaan FAKT Pertemuan forum anak kaltim
Rapat kerja teknis kab/kota layak anak
Pembinaan advokasi dan evaluasi forum anak Kaltim (fakt) Pemilihan tunas muda pemimpin Indonesia
sosialisasi regulasi tentang anak
Pelaksanaan Kegiatan Pokja Perlindungan dan
Pemenuhan Hak-Hak Anak
Program peningkatan perlindungan dan pemenuhan hak anak, melalui kegiatan Pemenuhan kebutuhan salah satu cluster hak anak.
4. Program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, melalui kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan, berupa validasi data dan keberadaan penerima bantuan hibah bansos.
b. Sasaran kelima belas yaitu meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja. Untuk mencapai sasaran tersebut, BPPKB Provinsi Kalimantan Timur berupaya meningkat kualitas pelayanan administrasi kantor. Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut tercermin melalui indikator sasaran berikut:
Jumlah dokumen administrasi (surat masuk dan surat keluar). Adapun rencana program pendukung pencapaian indikator sasaran ini diantaranya adalah program pelayanan administrasi perkantoran, dengan bentuk kegiatan berikut:
Penyediaan jasa surat menyurat;
Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik; Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor;
Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas / operasional;
Penyediaan jasa kebersihan kantor; Penyediaan alat tulis kantor;
Penyediaan barang cetakan dan penggandaan;
Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor;
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Penyediaan makanan dan minuman;
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah;
Rapat-rapat koordinasi, pembinaan dan pengawasan ke dalam daerah; dan
Pengamanan aset, kantor dan rumah jabatan
Jumlah sarana dan prasarana kantor. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini yaitu Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur. Dengan kegiatan sebagai berikut:
Pengadaan kendaraan dinas/operasional Pengadaan peralatan gedung kantor Pengadaan meubelair
Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan
Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor
Jumlah pakaian dinas, korpri dan pakaian khusus hari-hari tertentu. Adapun rencana Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan bentuk kegiatan berikut
Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Pengadaan pakaian Korpri
Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan
Jumlah laporan kegiatan bidang, monitoring dan evaluasi. Adapun rencana program/ kegiatan pendukung pencapaian indikator sasaran ini
antara lain:
Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak, melalui kegiatan:
Pengembangan sistem informasi gender dan anak; dan Monitoring, evaluasi dan pelaporan
Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan, melalui kegiatan pameran hasil karya perempuan dibidang pembangunan.
Jumlah laporan keuangan dan kinerja, Indikator ini dicapai melalui program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dengan kegiatan penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja BPPKB Provinsi Kalimantan Timur.
Rincian lebih lanjut mengenai indikator kinerja BPPKB Provinsi Kalimantan Timur yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD dapat dilihat pada lampiran Tabel 6.1
BAB VII PENUTUP
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana merupakan salah satu urusan wajib dari Pemerintah di dalam penyelenggaraan Pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Di dalam menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) periode 2013-2018 didasarkan pada prinsip Keluarga Sejahtera dan Mandiri yang berbasis Kesetaraan dan Keadilan Gender, hal ini merupakan tugas bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat yang bertumpu pada kemitraan Pemerintah dan Masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki sumber daya yang berlimpah dan sumber daya manusia yang memadai. Kehadiran Lembaga Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana yang menjunjung tinggi perwujudan keluarga yang berkualitas serta keadilan dan kesetaraan gender melengkapi berbagai dinamika dalam Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur
Dalam mewujudkan komitmen terhadap pemerintahan yang bersih, amanah dan akuntabel yang berkeadilan gender, maka berbagai program Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana sangatlah penting dan dibutuhkan. Oleh karena itu, rencana strategis ini hendaknya dapat dijabarkan pula untuk pembinaan sumberdaya manusia, seiring dengan rencana implementasi program hingga perencanaan dan alokasi anggaran yang memadai.
Sebagai Lembaga baru, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Timur sangat memerlukan dukungan dari SKPD lain. Mengingat lembaga ini bukan saja menangani urusan Pemberdayaan Perempuan tetapi juga generasi penerus bangsa atau anak-anak, lansia yang merupakan arus utama yang bukan hanya berada pada bidang ini saja namun juga SKPD lain. Untuk itu komitmen
dan konsistensi pemimpin dan pengambil kebijakan pada jajaran kepemerintahan dan lembaga/institusi pendukung lainnya sangat dibutuhkan.
Adanya perhatian penting dengan penentuan pada indikator sasaran berupa pencapaian pada Angka melek huruf perempuan, Rata-rata lama sekolah perempuan, Angka harapan hidup perempuan, dan sumbangan pendapatan perempuan merupakan target kinerja BPPKB dengan tujuan untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah yang secara langsung dapat mendorong pencapaian pembangunan daerah pada program penanggulangan kemiskinan bidang pemnberdayaan perempuan.
Memperhatikan fungsi struktural BPPKB Prov Kaltim yaitu sebagai badan koordinatif, dimana capaian kinerja bersifat lintas sektor dan multi program, maka pada aspek pembiayaan program/kegiatan tidak harus dikelompokkan pada sektor tertentu, tapi dapat di sebarkan pada semua sektor pembangunan sebagai bentuk komitmen sektoral dalam pembangunan pengarusutamaan gender khususnya pada Perencanaan Penganggaran Responsive Gender (PPRG) dan Anggran Responsive Gender (ARG). Dengan demikian, tugas dan tanggung jawab perwujudan pembangunan keluarga sejahtera dan mandiri yang berbasis pada kesetaraan dan keadilan gender menjadi tanggung jawab bersama sesuai dengan tugas kewenangan setiap skpd, hal tersebut berpengaruh dalam mewujudkan visi Kaltim yaitu mewujudkan Kaltim Sejahtera yang merata dan berkeadilan berbasis agroindustri dan energi ramah lingkungan