• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Dalam dokumen RENSTRA (RENCANA STRATEGIS) TAHUN (Halaman 67-76)

MISI V : Peningkatan kualitas lingkungan melalui pemberdayaan perempuan

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerja sama dengan masyarakat guna mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Agar tujuan dan sasaran dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan, maka berdasarkan kebijakan, ditetapkan Program dan kegiatan. Program dan kegiatan didukung oleh pendanaan/ pagu yang bersifat indikatif. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan indikatif Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Timur.

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana merupakan salah satu Lembaga Teknis Daerah Provinsi Kalimantan Timur yang termasuk dalam pokok urusan wajib. Namun mengingat lembaga ini baru ditetapkan pada awal tahun 2009 yaitu dengan Peraturan Gubernur 09 tahun 2009, sehingga Program/kegiatan sangat mendasar, hal ini tentu tidak terlepas dari RPJMD Provinsi yang telah ditetapkan. Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan peningkatan kesejahteraan & Perlindungan anak merupakan prioritas karena menyangkut pembangunan sumber daya manusia. Prioritas ini tertuang dalam RPJMD Kaltim tahun 2013-2018.

Rencana Program untuk lima tahun kedepan dibuat secara bertahap. Program dan kegiatan sampai dengan tahun 2018 adalah 15 Program dan 78 Kegiatan. Program dan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana keluarga sejahtera di provinsi Kalimantan Timur. Program – program pembangunan ini harus dilaksanakan secara konsisten, agar mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Dalam menetapkan Program-Program ini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana membuat skala prioritas atau bertahap dengan memperhatikan urusan wajib dan urusan pilihan serta mempertimbangkan kondisi faktual isu - isu strategis di daerah.

Pelaksanaan kebijakan daerah yang responsive gender baik oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, belum sepenuhnya dilaksanakan secara konsisten karena berbagai kendala dan hambatan yang mencakup perbedaan pemahaman tentang kebijakan itu sendiri, keterbatasan sumber daya, perbedaan perspektif tentang keadilan dan kesetaraan gender. Kendala dan hambatan tersebut harus diatasi untuk mendapatkan kepastian bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat terlaksana dan mencapai hasil yang optimal serta memberi manfaat yang sebesar besarnya untuk semua masyarakat Kalimantan Timur secara adil, merata, dan berkesetaraan.

Masalah sosial adalah masalah yang sangat komplek dan harus ditangani secara bersama seluruh elemen lain, pemerintah melalui seluruh SKPD terkait dan LM pemerhati perempuan dan anak, serta masyarakat itu sendiri. Karena itu perlu dilakukan penetapan kebijakan dengan membuat strategi pelaksanaan, standar operasional pelayanan dan pengefektifan/ penertiban Lembaga-lembaga masyarakat yang kompeten serta mengaktifkan peran serta masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah , LSM, Organisasi Masyarakat.

Semua program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta program kb/ks perlu advokasi, sosialisasi, fasilitasi dan pembinaaan serta koordinasi antar lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif atau lembaga-lembaga teknis terkait baik organisasi kemasyarakatan, lembaga-lembaga masyarakat, tokoh masyarakat/tokoh agama dalam menyamakan persepsi tentang kesetaraan dan keadilan gender perlu terus dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Pemutakhiran data secara terpilah pada sektor-sektor berbentuk statistik gender, profil gender, data anak/profil anak, profil lansia, data kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu dibuat agar memudahkan pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan dan langkah tindak lanjut yang harus dilakukan.

Dalam Rencana Strategis BPPKB Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013-2018 telah ditetapkan rencana Program dan Kegiatan sebagai berikut :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat;

b. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber daya air dan listrik; c. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor;

d. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan dinas/ operasional;

e. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor; f. Penyediaan Alat Tulis Kantor;

g. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan;

h. Penyediaan Komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor; i. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan; j. Penyediaan makanan dan minuman;

k. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah;

l. Rapat-rapat koordinasi, pembinaan dan pengawasan ke dalam daerah; m. Pengamanan aset, kantor dan rumah jabatan.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

a. Pengadaan kendaraan dinas/operasional; b. Pengadaan peralatan gedung kantor; c. Pengadaan meubelair;

d. Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan;

e. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional; f. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor; g. Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor.

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

a. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya; b. Pengadaan pakaian Korpri;

c. Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu.

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

5. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD.

6. Program Keluarga Berencana

a. Pembinaan Keluarga Berencana, dalam bentuk:

 Seminar Peran Perempuan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (dalam Rangka Hari Ibu);

 Orientasi Tenaga Penyuluh Agama Terhadap Calon Pengantin;  Rapat dan Koordinasi Tentang regulasi SPM KBKS.

7. Program keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan

a. Perumusan kebijakan peningkatan peran dan posisi perempuan di bidang politik dan jabatan publik;

b. Pelaksanaan sosialisasi yang terkait dengan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dalam bentuk:

 Sosialisasi kebijakan hukum tentang perlindungan perempuan dan anak.

c. Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

8. Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)

a. Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) , dalam bentuk:

 Seminar KRR (dalam rangka Hari Kartini);

 Advokasi/Konseling calon pengantin guna menuju keluarga bahagia dan sejahtera;

 Jumlah penyuluh lapangan KB yang mendapat capacity building.

9. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak

a. Advokasi dan fasilitasi PUG bagi perempuan;

b. Fasilitasi pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP2);

c. Penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, dalam bentuk:

 Penguatan Pokja;

 Workshop Regulasi tentang PUG di daerah;  Semiloka Stranas tentang PUG melalui PPRG.

d. Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak, dalam bentuk:

 Rangkaian Peringatan HAN;*  Peringatan Hari Anak Nasional;*

 Fasilitasi penguatan kelembagaan forum pemerhati anak

berkebutuhan khusus;*

 Pembinaan dan fasilitasi Pengembang KLA;*  Fasilitasi Penguatan kelembagaan FAKT;*  Pertemuan Forum Anak Kaltim;*

 Rapat Kerja Teknis Kab/Kota Layak Anak;*

 Pembinaan Advokasi dan Evaluasi Forum Anak Kaltim (FAKT);*  Pemilihan Tunas Muda Pemimpin Indonesia;*

 Sosialisasi regulasi tentang anak;*

 FGD (Focus Group Discussion) Percepatan capaian standar layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan;

 Pelatihan pendamping perempuan dan anak korban kekerasan;  Gugus tugas trafficking;

 Pelatihan Pembuatan Pencatatan dan Pelaporan Pembiayaan ecosting dan Penerapan Sistem Prosedur PP/PA.

e. Evaluasi Pelaksanaan PUG, dalam bentuk:  Fasilitasi Forum PP dan PA;

 Advokasi / pendampingan penyusunan PPRG;  Forum Data Terpilah SKPD;

f. Pengembangan Sistem Informasi Gender dan Anak; g. Monitoring, evaluasi dan pelaporan, dalam bentuk:

 Validasi data dan keberadaan penerima bantuan hibah bansos. h. Workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan,

 Workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan (jabatan politik);

 Workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan (jabatan LM);

 Workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan (jabatan publik).

10. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

a. Peningkatan manajemen pengelolaan keuangan daerah.

11. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan

a. Pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan di daerah; b. Penyusunan sistem perlindungan bagi perempuan, dalam bentuk:

 Sosialisasi penanggulangan masalah pornografi, HIV,narkoba dan kenakalan remaja;

 Sosialisasi dan fasilitasi pembentukan forum koordinasi penyelengggaraan kerjasama dan pemulihan korban kekerasan dalam rumah tangga;

 Evaluasi/pembinaan terhadap implemantasi SPM bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

c. Sosialisasi dan advokasi kebijakan penghapusan buta aksara perempuan (PBAP);

d. Sosialisasi sistem pencatatan dan pelaporan KDRT, dalam bentuk:  Bimtek pencatatan dan pelaporan SPM;

e. Sosialisasi dan advokasi kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan;

f. Pelatihan bagi pelatih (TOT) SDM pelayanan dan pedampingan korban KDRT;

g. Penyusunan profil perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan.

12. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri

a. Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB, dalam bentuk:  Fasilitasi Pembinaan Peran Serta Masyarakat Peduli KB/Lomba

Posyandu Terbaik Prov. Kaltim;*

 Pembinaan/penilaian lomba pengelola BKB Tk Prov. Kaltim;**  Capacity Building bagi PLKB.

13. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan

a. Kegiatan pembinaan organisasi perempuan, dalam bentuk:

 P2WKSS, GSI, RSSI & perusahaan terbaik pembina nakerwan; b. Kegiatan pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta dan

kesetaraan gender, dalam bentuk:

 kajian Pembangunan Manusia berbasis gender;

c. Kegiatan penyuluhan bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga sejahtera, dalam bentuk:

 Fasilitasi pengukuhan keluarga sakinah tingkat Provinsi Kalimantan Timur;

 Advokasi dan Pembinaan Pengelola UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera);

d. Kegiatan bimbingan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola usaha, dalam bentuk:

 Advokasi dan fasilitasi desa Pima (Perempuan Indonesia Maju & Mandiri);*

 Pembinaan dan Evaluasi Model Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju & Mandiri);

e. Kegiatan pameran hasil karya perempuan dibidang pembangunan.

14. Program pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU

a. Pengkajian pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU, dalam bentuk:

 Pembinaan/penilaian pengelola BKB Tk Prov. Kaltim;*

 Fasilitasi Pembinaan Peran Serta Masyarakat Peduli KB/Lomba Posyandu Terbaik Prov. Kaltim.**

15. Program penanggulangan kemiskinan bidang pemberdayaan perempuan

a. Peningkatan Kewirausahaan Perempuan, dalam bentuk:

 Advokasi dan fasilitasi desa Pima (Perempuan Indonesia Maju & Mandiri).**

16. Program peningkatan perlindungan dan pemenuhan hak anak

a. Advokasi dan Fasilitasi penetapan Kab/Kota Pengembang menuju Kota Layak Anak

 Rangkaian Peringatan HAN;**  Peringatan Hari Anak Nasional;**

 Fasilitasi penguatan kelembagaan forum pemerhati anak

berkebutuhan khusus;**

 Pembinaan dan fasilitasi Pengembang KLA;**  Fasilitasi Penguatan kelembagaan FAKT;**  Pertemuan Forum Anak Kaltim;**

 Rapat Kerja Teknis Kab/Kota Layak Anak;**

 Pembinaan Advokasi dan Evaluasi Forum Anak Kaltim (FAKT);**  Pemilihan Tunas Muda Pemimpin Indonesia;**

 Sosialisasi regulasi tentang anak.**

 Pelaksanaan Kegiatan Pokja Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Anak

b. Pemenuhan kebutuhan salah satu cluster hak anak

 pemetaan anak usia sekolah yang tidak bersekolah, advokasi kab/kota dan penyusunan MOU penanganan anak usia sekolah yang tidak sekolah.

17. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR

a. Fasilitasi forum pelayanan kesehatan reproduksi remaja (KRR) bagi kelompok remaja dan kelompok sebaya diluar sekolah.

18. Program peningkatan penanggulangan narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS

a. Penyuluhan penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS di Rutan/Lapas, dalam bentuk

 Fasilitasi penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS di Rutan/Lapas oleh LM.

19. Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak

a. Pengumpulan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.

Catatan :

(*) Penempatan Program/Kegiatan semula hingga taun 2014 (**) Pemindahan Program/Kegiatan dari tahun 2015

Rincian lebih lanjut mengenai rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif BPPKB Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013 - 2018 dapat dilihat pada lampiran Tabel Lampiran 5.1.

BAB VI

INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA TUJUAN

Dalam dokumen RENSTRA (RENCANA STRATEGIS) TAHUN (Halaman 67-76)