• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2016 (Halaman 49-56)

Penggunaan Lahan

PERENCANAAN KINERJA

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Bireuen telah ditetapkan dalam RPJM Kabupaten Bireuen dengan Qanun Nomor 2 Tahun 2014. Tujuan dari pada Indikator Kinerja Utama adalah memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.

Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah, dan Merujuk Kepada Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Nomor B/365/D.I.PANRB/01/2016 Tanggal 20

Januari 2015 perihal Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2015.

Sementara untuk Indikator Kinerja Utama (IKU) telah

disempurnakan dan dirumuskan kembali sehingga lebih

menggambarkan hasil (outcome) dengan mengintegrasikan dan mengsingkronkan indikator-indikator yang terdapat pada:

(1). Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang terlampir pada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

40

(2). Indikator Kinerja Utama (IKU) pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Kementerian teknis yang menangani tentang urusan wajib yaitu:

a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/Menkes/Per/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

b. Peraturan Menteri Sosial nomor 80/Huk/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial.

c. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 tahun 2008

tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup.

d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 69 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pemerintahan Dalam Negeri.

e. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 22/

Permen/M/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perumahan Rakyat

f. Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak Nomor 01 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Layanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

g. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 55 / Hk-010/ B5/ 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

h. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2008 tentang tentang Standar Pelayanan minimal Bidang Pendidikan Dasar.

i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun

PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketenaga-Kerjaan Umum dan Tata Ruang.

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

41

j. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor

Per/Men/X/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketenagakerjaan.

k. Peraturan Menteri Komonikasi dan Informatika Nomor.

22/Perim.Kominfo/12/2010 tentang Standar Pelayanan

Minimal Bidang Komunikasi dan Informatika.

l. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65/ Permentan / OT.

140/12/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang ketahanan Pangan

m. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor

PM.106/HK/501/MKP/2010 tentang Standar Pelayanan

Minimal Bidang Kesenian.

n. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 81 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal Perhubungan.

o. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No 14

Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Penanaman Modal.

Tabel II.1

Sasaran Strategi dan Indikator Kinerja Utama

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama

1 2 3

1 Meningkatnya Implementasi Tata Kelola Pemerintahan Yang Islami, Bersih, Dan Berwibawa Yang

Didukung Terobosan Kinerja Secara Terpadu, Akuntabel Dan Integritas.

1 Meningkatnya kualitas pengelolaan kegiatan internal SKPK/unit kerja yang terkait dengan administrasi, SDM, dan sarana dan prasarana 2 Opini WTP atas laporan keuangan 3 Pengesahan APBK Bireuen tepat

waktu

4 Persentase Rancangan Qanun diusulkan Eksekutif dengan qanun yang disahkan

5 Terlaksananya Diklat bagi Pejabat Struktural

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

42

1 2 3

6 Hasil audit dan pengawasan yang ditindaklanjuti

2 Meningkatnya Kapasitas Keuangan Daerah Dalam Menunjang

Pembangunan Daerah Dan Mendukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

1 Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam struktur APBK terus meningkat

2 Komposisi belanja langsung yang terus meningkat dalam struktur APBK 3 Penyampaian Laporan

pertanggungjawaban APBK tepat waktu

3 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik yang Didukung Manajemen Pelayanan yang Profesional, SDM Aparatur Berintegritas, dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

1 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan pemerintah yang terus meningkat

2 Pengurusan perizinan yang cepat, tepat, dan transparan

3 Pelayanan administrasi kependudukan yang baik 4 Meningkatnya Kualitas

Perencanaan Pembangunan yang Inovatif, Integratif dan Partisipasif

1 Pelaksanaan Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) di

Tingkat Kabupaten dan Kecamatan yang Partisipatif dan Tepat Waktu 2 Konsistensi Program Pembangunan

RPKP Mengacu RPJM

3 Pengesahan Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen pada tahun 2013

4 Tersedianya data Statistik dan

Informasi Pembangunan yang Akurat dan Tepat Waktu

5 Pengesahan Qanun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bireuen pada tahun 2014 dan Kawasan Perkotaan Kecamatan sampai dengan tahun 2017

5 Meningkatnya Implementasi Nilai-Nilai Dinul Islam Dalam Tatanan Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat

1 Berkurangnya kasus-kasus pelanggaran Syariat Islam

2 Terlaksananya muzakharah ulama yang berkontribusi positif terhadap penerapan Dinul Islam

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

43

1 2 3

6 Terwujudnya Zona Pendidikan Kota Santri di Wilayah Barat

(Samalanga) dan Kota Pelajar di Wilayah Timur

(Matangglumpangdua)

1 Adanya Peraturan Penetapan Zona Pendidikan Kota Santri di Wilayah Barat (Samalanga) dan Kota Pelajar di Wilayah Timur (Matangglumpangdua) 7 Meningkatnya Akses dan

Pemerataan Pelayanan Pendidikan yang Terpadu dan Berkualitas

1 Angka Melek Huruf (persen) 2 Angka Rata-rata Lama Sekolah

(tahun)

3 Angka Partisipasi Kasar (APK) a. SD/Sederajat (%)

b. SMP/Sederajat (%) c. SMA/Sederajat (%)

4 Angka Partisipasi Murni (APM) a. SD/Sederajat (%)

b. SMP/Sederajat (%) c. SMA/Sederajat (%) 8 Meningkatnya Mutu dan

Manajemen Pendidikan, Formal maupun Informal

1 Rasio Guru Murid a. SD/MI

b. SMP/MTs c. SMA/MA

2 Persentase Guru yang memenuhi Kualifikasi S1/D-IV pada jenjang SMA/Sederajat

3 Terlaksananya Kegiatan yang

Mendukung Revitalisasi Kelembagaan Dayah

9 Meningkatnya Akses Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan yang berkualitas

1 Meningkatnya Angka Harapan Hidup 2 Menurunnya Angka Kematian Ibu

Melahirkan per 100.000 kelahiran hidup

3 Menurunnya Angka Kematian Bayi per 1.000 kelahiran hidup

4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih(%)

5 Rasio Dokter per 100.000 penduduk a. Dokter Spesialis

b. Dokter Umum c. Dokter Gigi d. Paramedis

6 Manajemen Kesehatan Berbasis Sistim informasi

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

44

1 2 3

10 Menurunnya Tingkat Kemiskinan Menjadi 9,45 % dari jumlah Penduduk pada akhir tahun 2017

1 Persentase penduduk miskin 11 Terlaksananya revitalisasi pertanian

yang didukung pengembangan komoditas unggulan sesuai potensi dan karakteristik wilayah

1 Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan

2 Produktivitas Padi (Ton/Ha) a. Padi b. Kedelai c. Jagung d. Kacang Hijau e. Kacang Tanah f. Ubi Jalar g. Ubi Kayu

3 Kontribusi Sektor Perkebunan terhadap PDRB

4 Meningkatnya Populasi ternak yang mendukung ketahanan Pangan Daerah a. Sapi b. Kerbau c. Kambing d. Ayam e. Itik 12 Berkembangnya ekonomi

masyarakat pesisir dan meningkatnya kesejahteraan nelayan

1 Meningkatnya produksi a. Perikanan tangkap b. Perikanan budidaya

2 Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB

3 Terlaksananya program minapolitan dalam mendukung peningkatan pendapatan nelayan secara berkesinambungan

13 Berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa serta meningkatnya kapasitas UMKM berbasis sumber daya lokal

1 Kontribusi sektor perdagangan dan jasa yang terus meningkat signifikan dalam struktur ekonomi daerah

2 Meningkatnya unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam

mendorong percepatan ekonomi daerah

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

45

1 2 3

14 Meningkatnya kualitas infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat

1 Meningkatnya kualitas dan jaringan infrastruktur jalan dan jembatan 2 Meningkatnya kualitas pelayanan

transportasi darat (rasio panjang jalan per kendaraan)

3 Meningkatnya kualitas dan jaringan irigasi dalam mendukung peningkatan produktivitas komoditas pangan 4 Meningkatnya Rumah Tangga yang

terlayani air minum ledeng/isi ulang/kemasan

5 Meningkatnya Rumah Tangga yang terlayani listrik

6 Meningkatnya rumah layak huni bagi masyarakat miskin/kaum dhuafa 15 Terciptanya kelestarian lingkungan

dan pengelolaan kebencanaan yang terpadu

1 Meningkatnya kualitas lingkungan 2 Berkurangnya daerah yang rawan

bencana dan cakupan penanganan bencana

16 Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan perdamaian

1 Berkurangnya kasus-kasus yang mengganggu keamanan dan keberlanjutan perdamaian 17 Terbangunnya kerjasama lintas

sektor dalam menjaga keamanan dan perdamaian

1 Terlaksananya Rakorpimda 18 Terwujudnya supremasi hukum

yang berkeadilan 1 Persentase Bantuan Hukum bagi masyarakat miskin 19 Meningkatnya eksistensi

kelembagaan adat dalam mendukung perdamaian dan berperan strategis dalam pembangunan daerah

1 Persentase kegiatan kelembagaan adat mendukung pembangunan daerah dan perdamaian

LKIP Kabupaten Bireuen Tahun

2015

46

C. STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN, PROGRAM DAN INDIKATOR

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2016 (Halaman 49-56)

Dokumen terkait