PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN
TAHUN 2016
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
(LKIP)
KABUPATEN BIREUEN
i
uji syukur kita ucapkan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga tugas penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kabupaten Bireuen Tahun 2015 dapat kami selesaikan. Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah Kabupaten Bireuen
disusun sesuai Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Penyusunan laporan ini merupakan upaya kami untuk menginformasikan pertanggungjawaban kinerja yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen selama tahun 2015, sebagai konsistensi kami terhadap komitmen untuk menciptakan transparansi yang merupakan pilar terwujudnya tata pemerintahan yang baik.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bireuen pada tahun ke tiga periode pemerintahan Tahun 2012 - 2017 memuat informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan, serta pencapaian sasaran dalam mewujudkan visi Pemerintah
Kabupaten Bireuen yaitu ”Kabupaten Bireuen Yang Bermartabat Dan
Mandiri Berlandaskan UUPA” untuk pencapaian sasaran strategis sebagaimana tercantum dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Bireuen Tahun 2012 - 2017.
Hal ini sebagai perwujudan komitmen dan tekad yang kuat untuk melaksanakan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil, baik berupa
ii
Sejalan dengan fokus pada peningkatan akuntabilitas dan capaian kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kabupaten Bireuen Tahun 2015 memberikan informasi tentang capaian kinerja kegiatan dan sasaran sebagaimana yang telah ditetapkan dan sejalan dengan RPJM Kabupaten Bireuen Tahun 2012 -2017.
Secara umum capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat dikatakan “berhasil”, walaupun terdapat beberapa indikator/sasaran yang masih perlu mendapat perhatian guna meningkatkan kinerja di masa mendatang. Hasil pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bireuen tidak terlepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak yakni masyarakat, swasta dan aparat pemerintah daerah baik dalam perumusan kebijakan, maupun dalam implementasi serta pengawasannya.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan serta partisipasi dalam penyusunan LKIP Kabupaten Bireuen Tahun 2015.
Bireuen, Maret 2016
BUPATI BIREUEN,
iii
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun 2015 adalah LKIP tahun ke tiga dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bireuen Tahun 2012-2017 dimana pada tahun 2015 ini RPJMD tersebut akan dievaluasi berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah.
Tuntutan pelayanan publik kearah yang lebih transparan, partisipatif dan akuntabel merupakan isu aktual mendapat respon positif dari Pemerintah Kabupaten Bireuen. Tuntutan ini akibat dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang dipicu oleh meningkatnya sumber daya manusia, serta semakin mandirinya media masa yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang menembus sekat-sekat ruang dan waktu termasuk pemerintahan.
Dalam rangka meningkatkan akses informasi, cakupan dan kualitas pelayanan publik, masyarakat menuntut visi, misi dan program kerja Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Bireuen sebagaimana amanat dari Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang kongkrit dan aplikatif dari pemerintah sebagai acuan penilaian kinerja. Selanjutnya pada setiap awal tahun anggaran, pemerintah juga dituntut untuk menyiapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) untuk SKPK yang kemudian pada akhir tahun diharuskan mempertanggung jawabkan pelaksanaan rencana kerjanya.
Sejalan dengan itu telah ditetapkan TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan
iv
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Pemerintah Kabupaten Bireuen diwajibkan menyiapkan semua dokumen yang berkaitan akuntabilitas kinerja dan LKIP ini merupakan salah satu dokumen pertanggung jawaban Akuntabilitas kinerja mulai dari visi sampai dengan capaian target kinerja kegiatan.
“KABUPATEN BIREUEN YANG BERMARTABAT DAN MANDIRI BERLANDASKAN UUPA”, adalah visi dari Pemerintah
Kabupaten Bireuen kemudian dijabarkan dalam 4 (empat) misi yang telah
ditetapkan, yaitu :
1. Mewujudkan Pemerintahan yang Islami, Berbudaya, Bersih, dan
Berwibawa (good and clean governance).
2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
3. Memberdayakan ekonomi berdayasaing secara berkelanjutan berbasis
sumber daya lokal.
4. Mewujudkan persatuan dan keberlanjutan perdamaian berdasarkan
UUPA.
Penjabaran/implimentasi misi tersebut di atas di arahkan pada pencapaian tujuan lima tahunan. Sesuai dengan data pengukuran kinerja, pencapaian sasaran kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen tahun 2015 dapat diklasifikasikan bahwa, dari 19 (sembilan belas) sasaran dan 51 indikator kinerja dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 (tujuh) sasaran rata-rata melebihi target dengan pencapaian melebihi 100,00% dikategorikan sangat berhasil, 5 (lima) sasaran rata-rata sesuai dengan target yaitu 100,00% dan dikategorikan sangat berhasil, 3 (tiga) sasaran rata-rata mendekati dengan target berkisar 88,88% sampai dengan 94,55% dan dikategorikan sangat berhasil, 1 (satu) sasaran rata-rata mendekati target
v (lima) dan dikategorikan cukup berhasil.
Terdapat 2 (dua) sasaran yang sulit diukur yaitu sasaran ke 16 (enam belas) dan sasaran ke 18 (delapan belas), dikarenakan target yang ditetapkan besar akan tetapi tidak ada realisasinya sama sekali akan tetapi dapat diinterpretasikan dengan sangat berhasil.
Pada Tahun Anggaran 2015, untuk pencapaian kinerja 19 (sembilan belas) sasaran strategis dan 51 (lima puluh satu) indikator kinerja pada RPJM Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan pada Badan, Dinas dan Kantor serta Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Bireuen sebesar Rp 1.741.136.818.350,01 dengan realisasi serapan anggaran sebesar Rp 1.607.648.395.634,41 atau kemampuan tingkat serapan dana mencapai 92,33% (data sebelum dilakukan audit oleh BPK).
Terlepas dari kendala dan keterbatasan yang ada, LKIP Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun 2015 ini merupakan upaya untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan rencana kinerjanya, dengan harapan dapat dipergunakan sebagai salah satu media informasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Bireuen, Maret 2016 SEKRETARIS DAERAH,
Ir. ZULKIFLI, Sp
Pembina Utama Madya Nip. 196102151992031002
vi
KATA PENGANTAR ... i
IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
BAB I : PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang……… .. 1
B. Gambaran Umum………... .. 6
C. Perekonomian……… ... 17
D. Sumber Daya Manusia dan Aparatur ... 23
E. Isu – Isu Strategis.……… ... 29
F. Permasalahan Utama (strategic issued) Organisasi. ... 31
BAB II : PERENCANAAN KINERJA……… ... 33
A. Rencana Strategis…...………. ... 33
B. Indikator Kinerja Utama (IKU)……….. 39
C. Strategi, Arah Kebijakan, Program dan Indikator Kinerja dalam RPJM Kabupaten Bireuen 2012 - 2017 .... 46
BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA ... 64
A. Pengukuran Kinerja ... 66
B. Capaian Indikator Kinerja………. . 69
1. Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2015 ………. ... 69
2. Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2015 ……..……… ... 73
3. Perbandingan antara Realisasi Kinerja Tahun 2015 dengan Target Akhir Rencana Jangka Menengah Kabupaten Tahun 2012-2017 ... 77
vii
A. Realisasi Anggaran ……… ... 132
BAB IV : PENUTUP …..………….……… 141 LAMPIRAN
viii 1. Tabel I.1 ... 15 2. Tabel I.2 ... 16 3. Tabel I.3 ... 18 4. Tabel I.4 ... 20 5. Tabel I.5 ... 21 6. Tabel I.6 ... 23 7. Tabel II.1 ... 41 8. Tabel II.2 ... 47 9. Tabel II.3 ... 49 10. Tabel II.4 ... 50 11. Tabel II.5 ... 51 12. Tabel II.6 ... 53 13. Tabel II.7 ... 58 14. Tabel II.8 ... 59 15. Tabel III.1... 67 16. Tabel III.2... 69 17. Tabel III.3... 73 18. Tabel III.4... 77 19. Tabel III.4.1 ... 80 20. Tabel III.4.2 ... 87 21. Tabel III.4.3 ... 88 22. Tabel III.4.4 ... 91 23. Tabel III.4.5 ... 94 24. Tabel III.4.6 ... 96 25. Tabel III.4.7 ... 99 26. Tabel III.4.8 ... 107 27. Tabel III.4.9 ... 108 28. Tabel III.4.9.1 ... 111 29. Tabel III.4.10 ... 112
ix 32. Tabel III.4.13 ... 122 33. Tabel III.4.14 ... 124 34. Tabel III.4.15 ... 126 35. Tabel III.4.16 ... 127 36. Tabel III.4.17 ... 128 37. Tabel III.4.18 ... 128 38. Tabel III.4.19 ... 129
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif, penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi bagian kunci dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik.Upaya ini juga selaras dengan tujuan perbaikan pelayanan publik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Untuk itu, pelaksanaan otonomi daerah perlu mendapatkan dorongan yang lebih besar dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dalam pengembangan akuntabilitas melalui penyusunan dan pelaporan kinerja pemerintah daerah.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kabupaten Bireuen disusun berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, di mana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen .
Pada setiap akhir tahun anggaran setiap instansi sudah mulai melakukan proses penyusunan LKIP untuk mengukur pencapaian target kinerja yang sudah ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja. pengukuran pencapaian target kinerja ini dilakukan dengan
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
2 membandingkan antara target dan realisasi kinerja setiap instansi pemerintah, yang dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Bireuen. LKIP menjadi dokumen laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung-jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/ sasaran strategis instansi. Dalam lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah disebutkan bahwa Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahunan dari setiap Kabupaten/Kota disampaikan kepada Presiden/Wakil Presiden dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Gubernur/Kepala Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
1. Dasar Hukum Penyusunan LKIP
LKIP Kabupaten Bireuen sebagai salah satu bentuk pertanggung-jawaban kinerja tahunan yang telah disusun dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan perjanjian kinerja dipakai sebagai salah satu tolok ukur untuk mengukur keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. LKIP Kabupaten Bireuen Tahun 2015 disusun berdasarkan beberapa landasan sebagai berikut :
1. Landasan Idiil yaitu Pancasila
2. Landasan Konstitusional yaitu UUD 1945 3. Landasan Operasional:
a. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten
Simeulue, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2000;
b. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang
Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
3
c. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara;
d. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara;
e. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara;
f. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang–Undang Nomor 12 Tahun 2008;
g. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah;
i. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang
Pedoman penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimal;
j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
k. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
l. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
m. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
n. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
4 Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
2. Maksud Dan Tujuan
Adanya pola pikir yang terukur untuk dapat memberdayakan fungsi publik agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ekonomi, politik, dan budaya, diperlukan etos kerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil dan pertanggungjawaban berdasarkan nilai–nilai akuntabilitas menuju pemerintah yang bersih, berwibawa, dan akuntabel.
Atas dasar ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen pada setiap akhir periode menyusun laporan pelaksanaan program/kegiatan, capaian kinerja dalam wujud Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
(LKIP) yang dikomunikasikan kepada para stakeholders dan pada
hakekatnya adalah merupakan ”Pertanggungjawaban Publik”.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) selain memiliki fungsi sebagai penyediaan informasi untuk mengambil keputusan pihak–pihak terkait, juga sebagai umpan balik dan sebagai sarana perbaikan manajemen kepemerintahan serta sebagai media pertangungjawaban kepada lembaga legislatif dan publik. Fungsi tersebut merupakan cerminan dari maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LKIP Kabupaten Bireuen.
Maksud penyusunan dan penyampaian LKIP pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun 2015 adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah daerah selama kurun waktu 1 (satu) tahun dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Penyusunan LKIP juga menjadi alat kendali untuk mendorong peningkatan kinerja setiap unit organisasi.
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
5 Tujuan penyusunan LKIP sebagai salah satu alat untuk
mendapatkan masukan stakeholders demi perbaikan kinerja
Pemerintah Kabupaten Bireuen. Identifikasi keberhasilan,
permasalahan dan solusi yang tertuang dalam LKIP, menjadi sumber untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang. Dengan pendekatan ini, LKIP sebagai proses evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perbaikan yang berkelanjutan di pemerintah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan melalui perbaikan pelayanan publik.
3. Sistematika Penyajian
Pada dasarnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini mengkomunikasikan Pencapaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen selama Tahun 2015. Pengukuran capaian kinerja (performance results) tahun 2015 tersebut diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja tahun 2015 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap penetapan kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya
sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di
masa datang. Dengan pola pikir seperti itu, sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun 2015 dapat diilustrasikan dalam bagan berikut ini.
Sistematika penyajian LKIP Kabupaten Bireuen Tahun 2015 adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Gambaran Umum Kabupaten Bireuen
C. Perekonomian
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
6
E. Isu – Isu Strategis
F. Permasalaha Utama
BAB II : PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis
B. Indikator Kinerja Utama (IKU)
C. Strategi, Arah Kebijakan, Program dan Indikator Kinerja
dalam RPJM Kabupaten Bireuen 2012-2017
BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran Kinerja
B. Capaian Indikator Kinerja Utama
C. Realisasi Anggaran
BAB IV : PENUTUP
LAMPIRAN
B. GAMBARAN UMUM KABUPATEN BIREUEN 1. Sejarah Pemerintah Kabupaten Bireuen
Kabupaten Bireuen dalam catatan sejarah dikenal sebagai daerah Jeumpa. Dahulu Jeumpa merupakan sebuah kerajaan kecil di Aceh. Menurut Ibrahim Abduh dalam Ikhtisar Radja Jeumpa, Kerajaan Jeumpa terletak di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Kerajaan-kerjaan kecil di Aceh tempo dulu termasuk Jeumpa mengalami pasang surut. Apalagi setelah kehadiran Portugis ke Malaka pada tahun 1511 M yang disusul dengan kedatangan Belanda. Secara de fakto Belanda menguasai Aceh pada tahun 1904, yaitu ketika Belanda dapat menduduki Benteng Kuta Glee di Batee Iliek, di bagian barat Kabupaten Bireuen.
Kemudian dengan Surat Keputusan Vander Guevernement General Van Nederland Indie tanggal 7 September 1934, Aceh dibagi
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
7 menjadi enam Afdeeling (Kabupaten) yang dipimpin oleh seorang Asisten Residen. Salah satunya adalah Afdeeling Noord Kust van Aceh (Kabupaten Aceh Utara) yang dibagi dalam tiga Onder
Afdeeling (kewedanan).Kewedanan dikepalai oleh seorang
Countroleur (wedana) yaitu: Onder Afdeeling Bireuen (kini Kabupaten Bireuen), Onder Afdeeling Lhokseumawe (Kini Kota Lhokseumawe) dan Onder Afdeeling Lhoksukon (Sekarang jadi Ibu Kota Aceh Utara). Selain Onder Afdeeling tersebut, terdapat juga beberapa daerah Ulee Balang (Zelf Bestuur) yang dapat memerintah sendiri terhadap daerah dan rakyatnya, yaitu Ulee Balang Keureutoe, Geureugok, Jeumpa dan Peusangan yang diketuai oleh Ampon Chik.
Pada masa pendudukan Jepang istilah Afdeeling diganti dengan Bun, Onder Afdeeling diganti dengan Gun, Zelf Bestuur disebut Sun. Sedangkan mukim disebut Kun dan gampong disebut Kumi. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Aceh Utara disebut Luhak, yang dikepalai oleh Kepala Luhak sampai tahun 1949.
Kemudian, setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar pada tanggal 27 Desember 1949, dibentuklah Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan beberapa negara bagian. Salah satunya adalah Negara Bagian Sumatera Timur, Aceh dan Sumatera Utara tergabung didalamnya dalam Provinsi Sumatera Utara. Kemudian melalui Undang-Undang Darurat nomor 7 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom setingkat Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, maka dibentuklah Daerah Tingkat II Aceh Utara.
Keberadaan Aceh dibawah Provinsi Sumatera Utara menimbulkan rasa tidak puas masyarakat Aceh. Para tokoh Aceh menuntut agar Aceh berdiri sendiri sebagai sebuah provinsi. Hal ini
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
8 juga yang kemudian memicu terjadinya pergolakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pada tahun 1953.
Pergolakan ini baru padam setelah keluarnya Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia Nomor 1/ Missi/ 1957 tentang pembentukan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan Aceh Utara sebagai salah satu daerah Tingkat dua, Bireuen masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Baru pada tahun 1999 Bireuen menjadi Kabupaten tersendiri setelah lepas dari Aceh Utara selaku Kabupaten Induk, pada tanggal 12 Oktober 1999, melalui Undang Undang Nomor 48 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2000.
Beragam kisah heroik terekam dalam catatan sejarah, dan pada benteng pertahanan di Batee Iliek menjadikan daerah terakhir yang diserang oleh
pasukan Belanda yang
menyisakan kisah kepahlawan
pejuang Aceh dalam
menghadapi serangan Belanda. Beragam kisah heroik terekam dalam catatan sejarah, dan pada benteng pertahanan di Batee Iliek menjadikan daerah terakhir yang diserang oleh pasukan Belanda yang menyisakan kisah kepahlawan pejuang Aceh dalam menghadapi serangan Belanda. Kisah heroik lainnya terekam pada situs sejarah makam syahid lapan di Kecamatan Simpang Mamplam. Pelintas jalan Medan-Banda Aceh, sering menyinggahi tempat ini untuk ziarah. Di kuburan itu, delapan syuhada dikuburkan. Mereka wafat pada tahun 1902 saat melawan pasukan Marsose, Belanda.
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
9 Menurut penuturan sejarah, delapan syuhada tersebut berhasil menewaskan pasukan Marsose yang berjumlah 24 orang namun ketika mereka mengumpulkan senjata dari tentara Belanda yang tewas itu, mereka diserang oleh pasukan Belanda lainnya yang datang dari arah Jeunieb yang menewaskan delapan pejuang aceh tersebut, kedelapan pejuang yang syahid adalah : Tgk Panglima Prang Rayeuk Djurong Bindje, Tgk Muda Lem Mamplam, Tgk Nyak Bale Ishak Blang Mane, Tgk Meureudu Tambue, Tgk Balee Tambue, Apa Sjech Lantjok Mamplam, Muhammad Sabi Blang Mane, serta Nyak Ben Matang Salem Blang Teumeuleuk. Nama mereka tertera pada situs makam yang dikenal sebagai kubu syuhada lapan yang terletak di pinggir jalan lintas Banda Aceh - Medan di kawasan Tambue Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.
Istana Tun Sri Lanang atau yang dikenal dengan nama Rumoh Krueng adalah sebuah bangunan tempat tinggal Tun Sri Lanang tahun 1613-1659. Yang terletak di Mukim Kuta Blang Kecamatan Samalanga.
Istana Tun Sri Lanang terbuat dari kayu beratap rumbia yang menghadap ke arah selatan dengan denah persegi panjang yang berukuran 18 x 12,17 meter.
Istana ini memilki bentuk atau ciri khas bangunan tradisional Aceh : berbentuk rumah panggung, mempunyai atap tampung lima, mempunyai dua serambi atau seramoe keue dan seramo likoet yang berfungsi seramoe keue (serambi depan) untuk tempat bertamu kaum laki-laki dan seramoe likoet atau serambi belakang untuk tamu-tamu kaum perempuan. Kemudian pada bagian tengah ada kamar tidur dalam bahasa Aceh disebut Juree. Secara umum
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
10 bangunan atau Istana Tun Sri lanang ini didominasi oleh warna putih dengan pemakaian warna hijau sebagai penegasan bentuk
elemen bangunan.
2. Kondisi Geografis
Kabupaten Bireuen merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota yang berada di bawah wilayah administrasi Provinsi Aceh. Posisi geografis Bireuen sangat strategis dibanding kabupaten lain, karena berada di bagian Timur Provinsi Aceh yang menghubungkan bagian tengah sampai bagian barat dengan berbatasan langsung laut lepas (Selat Malaka). Kabupaten Bireuen menjadi hilir dari sungai-sungai besar yang mengalir perairan lepas serta mempunyai topografi yang sangat fluktuatif, mulai dari datar (pantai) sampai bergelombang (gunung dan perbukitan). Nilai strategis Kabupaten Bireuen adalah sebagian wilayah selatan merupakan perbukitan dan wilayah utara didominasi oleh kawasan pesisir pantai.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, Dalam kebijakan penataan ruang nasional (Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRWN), Kota Juang yang menjadi ibukota Kabupaten Bireuen ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKWp) dan satu pusat permukiman lainnya yaitu Kecamatan Peusangan ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) serta ditetapkan jaringan jalan nasional disepanjang sisi pantai timur sebagai Trans Lintas Timur Sumatera. Selain jalan sisi Pantai Timur, di Kabupaten Bireuen juga terdapat jalur jalan lintas tengah yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah yang juga telah ditetapkan
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
11 Kabupaten Bireuen merupakan salah satu kabupaten dalam Provinsi Aceh yang letaknya sangat strategis dan dilintasi oleh jalan nasional serta diapit oleh beberapa kabupaten dan merupakan pusat perdagangan di wilayahnya. Secara geografis, Kabupaten Bireuen terletak pada posisi N 4053’20,3” - N 5016’25,8”Lintang Utara (LU) dan E 096055’30,1” - E 096019’45,9” Bujur Timur (BT) dengan luas
wilayahnya 1,796.32 Km2 atau (179.632 Ha) dan berada pada
ketinggian 0 sampai 2.637 meter Dari Permukaan Laut (DPL). Batas-batas administratif Kabupaten Bireuen adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : berbatas dengan Selat Malaka;
Sebelah Timur : berbatas dengan Kabupaten Aceh Utara;
Sebelah Selatan : berbatas dengan Kabupaten Bener Meriah,
Aceh Tengah dan Pidie;
Sebelah Barat : berbatas dengan Kabupaten Pidie Jaya dan
Pidie.
Secara geografis wilayah Kabupaten Bireuen memiliki posisi strategis, karena terletak sebagai berikut:
1. Kawasan Pantai Timur Pulau Sumatera yang merupakan kawasan cepat berkembang di Pulau Sumatera, dibandingkan dengan kawasan tengah dan kawasan Pantai Barat Sumatera. 2. Berdekatan dengan pusat pertumbuhan Kota Lhokseumawe dan
Medan yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Disamping itu, di Kota Medan juga terdapat Pelabuhan dan Bandar Udara Internasional.
3. Berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif dan jalur pelayaran perdagangan internasional yang padat.
4. Dilintasi oleh Jalan Trans Sumatera, yang merupakan jalur perdagangan yang padat di Pulau Sumatera. Di masa mendatang, Jalan Trans Sumatera pada ruas antara Medan
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
12 sampai Bandar Lampung direncanakan untuk dikembangkan sebagai jalan internasional Trans Asia dan Trans Asean.
Kabupaten Bireuen terletak antara 040 54’ – 050 21’
Lintang Utara dan 960 20’ – 970 21’ Bujur Timur serta berada pada
ketinggian 0 – 2637 meter dari permukaan laut (DPL). Topografi Kabupaten Bireuen terdiri dari 1 lembah, 53 lereng, dan 555 dataran dimana pantai dengan dataran rendah berada di sebelah utara dan daerah pegunungan berada di sebelah selatan.
Kabupaten Bireuen juga dilalui oleh 17 sungai, yaitu Krueng Samalanga, Krueng Inong, Krueng Agam, Krueng Pandrah, Krueng Jeunib, Krueng Suyoh, Krueng Nalan, Krueng Peudada, Krueng Uneun, Krueng Wie, Krueng Bugeng, Krueng Simpo, Krueng Meuh, Krueng Gunci, Krueng Pineueng, Krueng Mane, Krueng Peusangan yang seluruhnya bermuara ke Selat Malaka.
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
13
3. Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Bireuen adalah 1,796.32 Km2 atau
(179.632 Ha), terdiri dari 17 kecamatan yang dibagi menjadi 75 Mukim dan 609 Gampong (desa). Kecamatan Peudada mempunyai wilayah terbesar yaitu 312,84 Km2, sementara kecamatan Kota Juang dengan wilayah paling kecil yaitu 16,91 Km2. Jumlah Gampong (desa) yang terbanyak terdapat di Kecamatan Peusangan dengan jumlah Penduduk 51.312, dan Jumlah Gampong (desa) yang kecil terdapat di Kecamatan Kota Juang dengan jumlah Penduduk 47.125 jiwa.
Penggunaan lahan adalah informasi yang menggambarkan sebaran pemanfaatan lahan yang ada di Kabupaten Bireuen. Klasifikasi penggunaan lahan terdiri dari pekarangan, sawah dengan luas nya. 22.601,00 Ha atau 11,89 persen, Tegal/Kebun 49.403,00 Ha atau 25,99 persen, ladang/Huma 21.402,00 Ha atau 11,26 persen, perkebunan 20.263,00 Ha atau 10,66 persen, hutan rakyat 9.517,00 Ha atau 5,01 persen, padang rumput 7.868,00 Ha atau 4,1 persen, lain-lain 18.678,00 Ha atau 9,82 persen, Lahan Bukan Pertanian 40.389,00 Ha atau 21,24 persen.
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
14 Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bireuen
4. Demografi
a. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Bireuen pada tahun 2015 sebanyak 423.397 jiwa terdiri dari laki-laki sebanyak 207.664 jiwa dan perempuan perempuan sebanyak 215.733 jiwa.
5,000.00 10,000.00 15,000.00 20,000.00 25,000.00 30,000.00 35,000.00 40,000.00 45,000.00 50,000.00 2 2 ,6 0 1 .0 0 4 9 ,4 0 3 .0 0 2 1 ,4 0 2 .0 0 2 0 ,2 6 3 .0 0 9 ,5 1 7 .0 0 7 ,8 6 8 .0 0 1 8 ,6 7 8 .0 0 4 0 ,3 8 9 .0 0
Penggunaan Lahan
HaLKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
15 Tabel I.1
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2015
No Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Samalanga 15.210 15.210 30.476 2 SimpangMamplam 14.042 14.042 27.881 3 Pandrah 3.933 3.933 7.974 4 Jeunieb 12.894 12.894 25.867 5 Peulimbang 5.390 5.390 11.225 6 Peudada 12.697 12.697 26.045 7 Jeumpa 15.974 15.974 32.158 8 Kota Juang 18.169 18.169 36.086 9 Juli 23.466 23.466 47.125 10 Kuala 8.317 8.317 17.411 11 Jangka 12.877 12.877 26.639 12 Peusangan 24.713 24.713 51.312 13 Peusangan Selatan 6.921 6.921 14.286 14 Peusangan Siblah Krueng 5.623 5.623 11.622 15 Kuta Blang 7.085 7.085 14.676 16 Gandapura 10.185 10.185 21.420 17 Makmur 10.168 10.168 21.194 Jumlah 207.664 215.733 423.397
Sumber data Buku Bireuen Dalam Angka Tahun 2015.
Kepadatan penduduk dapat dilihat dari ‘beberapa sudut pandang giografis, kepadatan penduduk agraris, penduduk pada suatu daerah setiap kilometer persegi. Selain itu, kepadatan penduduk geografis menunjukkan penyebaran penduduk dan tingkat kepadatan penduduk di suatu daerah. Penyebaran penduduk Kabupaten Bireuen tidak merata. Wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk geografis rata-rata tertinggi terletak pada Kecamatan Peusangan dengan jumlah penduduk 51,312 jiwa, Kecamatan Kota Juang 47,125 jiwa dan Kecamatan Jeumpa 36,086 jiwa, sedangkan rata-rata terendah terletak
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
16 pada Kecamatan Pandrah 7,974 jiwa, Kecamatan Peulimbang 11,225 jiwa dan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng 11,622 jiwa.
Tabel I.2
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Per Km2 tahun 2015
No Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Penduduk Jumlah Kepadatan Per Km2
1 Samalanga 156,22 30.476 195 2 SimpangMamplam 218,49 27.881 128 3 Pandrah 89,33 7.974 89 4 Jeunieb 114,52 25.867 226 5 Peulimbang 64,15 11.225 175 6 Peudada 391,33 26.045 67 7 Jeumpa 212,08 32.158 152 8 Kota Juang 69,42 36.086 520 9 Juli 31,56 47.125 1.493 10 Kuala 23,72 17.411 734 11 Jangka 81,18 26.639 328 12 Peusangan 122,48 51.312 419 13 Peusangan Selatan 106,33 14.286 134
14 Peusangan Siblah Krueng 76,62 11.622 152
15 Kuta Blang 66,53 14.676 221
16 Gandapura 36,15 21.420 593
17 Makmur 41,10 21.194 516
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
17
C. PEREKONOMIAN
1. Potensi Unggulan Daerah.
a. Sektor Pertanian dan Tanaman Pangan
Peningkatan kesejahteraan
masyarakat akan mempengaruhi perkembangan dan pergeseran
pola hidup dan budaya
masyarakat, juga diikuti dengan pergeseran konsumsi kebutuhan pokok termasuk pola makan dan konsumsi bahan makanannya, di Kabupaten Bireuen aktivitas pertanian dan perkebunan berpotensi didorong sebagai sektor strategis yang mendukung pengembangan wilayah terutama jika dikaitkan dengan pengembangan perekonomian masyarakat Kegiatan pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan terdiri atas kegiatan penanaman padi, kedelai, tanamam jagung, tanaman kacang tanah, kacang hijau tanaman hortikultura, Pertanian dan perkebunan merupakan sektor utama di Kabupaten Bireuen, sebesar 78,76 persen wilayah kabupaten bireuen digunakan sebagai lahan pertanian. Dari 149.732 Hektar sebesar 15.09 persen merupakan lahan pertanian sawah. Sementara itu sebesar 38,86 persen lahan pertanian bukan sawah digunakan sebagai lahan tegal.
Lahan Sawah di kabupaten Bireuen sebesar 70,05 persen merupakan lahan sawah irigasi, dengan luas sawah irigasi terbesar berada di kecamatan Peusangan 1.752 Ha dan Kecamatan Simpang Mamplam 1.690 Ha. Semua sawah irigasi di kabupaten ini ditanami dua kali dalam setahun. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, produksi padi kabupaten bireuen mengalami penurunan sebesar 11,22 persen dengan
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
18 produksi padi terbesar berada di kecamatan Peusangan 29.460 ton dan kecamatan Jangka 18.587 ton.
Selain padi, Kabupaten Bireuen juga memiliki produktivitas tanaman kedelai yang cukup tinggi. Dua Kecamatan dengan Produktivitas Penanaman Kedelai Tertinggi berada di Kecamatan Peusangan (17,41 Kw/Ha) dan Kecamatan Simpang Mamplam (16,80 Kw/Ha). Berdasarkan Total Produksi Kedelai Kabupaten Bireuen pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 15,94 persen.
Tabel I.3
Luas Lahan Pertanian Dan Bukan Pertanian
Menurut Kecamatan Dalam Kabupaten Bireuen Tahun 2014
No Kecamatan Luas Kecamatan Luas Lahan Pertanian Luas Lahan Bukan
Pertanaian 1 Samalanga 156,22 117,85 38,37 2 Sp. Mamplam 218,49 93,42 125,07 3 Pandrah 89,33 83,26 6,07 4 Jeunieb 114,52 103,68 10,84 5 Peulimbang 64,15 52,92 11,23 6 Peudada 391,33 382,96 8,37 7 Juli 212,08 161,75 50,33 8 Jeumpa 69,42 50,97 18,45 9 Kota Juang 31,56 15,53 16,03 10 Kuala 23,72 18,15 5,57 11 Jangka 81,18 64,95 16,23 12 Peusangan 122,48 90,30 32,18 13 Peusangan Selatan 106,33 90,40 15,93 14 Peusangan Siblah Krueng 76,62 58,48 18,14 15 Makmur 66,53 51,64 14,89 16 Gandapura 36,15 26,33 9,82 17 Kuta Blang 41,1 34,73 6,37 Jumlah/Total 1.901,21 1.497,32 403,89
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
19
2. Pendapatan Domestik Regional Bruto
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bireuen, sebagai salah satu
indikator perekonomian
Kabupaten, dari tahun ke
tahun terus mengalami
fluktuasi, yang tentu
menggambarkan geliat
pembangunan ekonomi dan
kesejahteraan yang juga
meningkat dari waktu ke waktu. Pada Tahun 2011, laju Pertumbuhan PDRB bila menurut ADHB adalah 11,63 % dengan nilai sebesar Rp. 6,46 Triliun dan mengalami sedikit penurunan di tahun 2012 menjadi 11,51 % dengan nilai sebesar Rp. 7,2 Triliun. Untuk tahun 2013, memiliki Laju Pertumbuhan 10,82 % dengan nilai sebesar Rp. 7,99 Triliun. Sebagai Proyeksi, tahun 2014, PDRB ADHB Kabupaten Bireuen memiliki laju pertumbuhan sebesar 11,32 %. dengan nilai sebesar Rp. 8,9 Triliun. Tahun 2015, PDRB ADHB Kabupaten Bireuen memiliki laju pertumbuhan sebesar 11,22 %. dengan nilai sebesar Rp. 9,93 Triliun
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
20 Table I.4
Gambaran progresif kenaikan PDRB (ADHB) Kabupaten Bireuen tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
2011 2012 2013 2014 2015
1 PERTANIAN 2.428.000.730.000 9,93 2.697.037.070.000 11,08 2.896.122.830.000 7,38 3.170.096.049.718 9,46 3.465.231.991.947 9,31
2 PERTAMBANGAN &
PENGGALIAN 70.371.240.000 6,62 75.807.320.000 7,72 81.493.380.000 7,50 87.426.098.064 7,28 93.983.055.419 7,50 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 79.802.060.000 6,29 81.954.930.000 2,70 89.250.790.000 8,90 94.570.137.084 5,96 100.102.490.103 5,85
4 LISTRIK, GAS & AIR
BERSIH 27.094.640.000 9,73 28.111.770.000 3,75 31.239.450.000 11,13 33.801.084.900 8,20 36.400.388.329 7,69 5 KONSTRUKSI 586.041.080.000 6,90 624.305.910.000 6,53 697.075.090.000 11,66 755.350.567.524 8,36 822.199.092.750 8,85
6 PERDAGANGAN, HOTEL &
RESTORAN 1.682.481.330.000 11,87 1.845.046.120.000 9,66 2.043.789.950.000 10,77 2.263.906.127.615 10,77 2.499.352.364.887 10,40 7 PENGANGKUTAN DAN
KOMUNIKASI 825.489.450.000 12,06 933.314.120.000 13,06 1.086.966.880.000 16,46 1.237.620.489.568 13,86 1.416.580.412.360 14,46 8 KEUANGAN, REAL ESTAT
& JS. PRSH. 130.873.300.000 13,40 147.742.380.000 12,89 159.917.890.000 8,24 178.324.439.139 11,51 197.726.138.117 10,88 9 JASA - JASA 632.300.310.000 23,93 773.095.720.000 22,27 900.194.340.000 16,44 1.088.154.918.192 20,88 1.304.262.484.945 19,86
6.462.454.140.000 11,63 7.206.415.340.000 11,51 7.986.050.600.000 10,82 8.909.249.911.804 11,32 9.935.838.418.856 11,22
NO LAPANGAN USAHA TAHUN PROYEKSI
JUMLAH
Kenaikan yang optimis juga dapat dilihat dari PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang menunjukkan trend kenaikan yang positif, dari sebesar Rp 2,77 Triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 2,93 Triliun pada tahun 2012, Rp 3,07 Triliun pada tahun 2013 dan Rp 3,23 Triliun proyeksi pada tahun 2014 serta proyeksi PDRB ADHK untuk Tahun 2015 sebesar Rp. 3,42 Triliun. Kenaikan ini rata-rata mencapai angka laju pertumbuhan sebesar 5,30% pada tahun 2011, 5,59% pada tahun 2012 dan 4,66% pada tahun 2013 dan proyeksi untuk tahun 2014 sebesar 5,18% dan proyeksi laju pertumbuhan tahun 2015 sebesar 5,14 %. Gambaran tentang kenaikan yang progresif PDRB (ADHK) Kabupaten Bireuen tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
21 Tabel I.5
Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha
Berdasarkan kontribusinya terhadap PDRB (ADHK), struktur perekonomian Kabupaten Bireuen secara umum kontribusi paling besar diberikan oleh sektor jasa - jasa yang mencapai 8,01%
sepanjang tahun 2011‐ 2014, diikuti oleh sektor pengangkutan dan
komunikasi sebesar 6,96%, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 5,73%, sektor perdagangan,hotel dan restoran sekitar 5,12%, sektor kontruksi sebesar 5,02%; sektor pertambangan sebesar 4,75%, sektor keuangan dan real estate sebesar 4,48%, sektor pertanian sebesar 4,18% dan sektor industri pengolahan sebesar 2,55%.
Sektor utama dalam beberapa tahun ke depan masih akan menjadi tiang penyangga perekonomian Kabupaten Bireuen, yang apabila dilihat dalam konteks pengelompokkan lapangan usahanya, maka struktur perekonomian Kabupaten Bireuen didominasi oleh
2011 2012 2013 2014 2015
1 PERTANIAN 869.122.160.000 4,50 917.215.810.000 5,53 934.452.470.000 1,88 969.120.656.637 5,34 1.004.493.560.604 3,65
2 PERTAMBANGAN &
PENGGALIAN 44.822.450.000 5,26 46.794.640.000 4,40 48.853.600.000 4,40 51.003.158.400 5,33 532.217.957.790 4,35 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 37.330.060.000 4,25 38.049.530.000 1,93 38.614.150.000 1,48 39.274.451.965 3,40 39.922.480.422 1,65
4 LISTRIK, GAS & AIR
BERSIH 10.425.580.000 8,71 10.759.730.000 3,21 11.381.110.000 5,78 11.892.121.839 6,47 12.421.321.261 4,45 5 KONSTRUKSI 202.083.130.000 5,43 210.914.160.000 4,37 221.312.230.000 4,93 231.603.248.695 5,77 242.233.837.810 4,59
6 PERDAGANGAN, HOTEL &
RESTORAN 896.537.530.000 4,50 940.879.280.000 4,95 987.665.870.000 4,97 1.036.654.097.152 6,29 1.087.450.147.912 4,90 7 PENGANGKUTAN DAN
KOMUNIKASI 295.564.480.000 7,06 314.916.140.000 6,55 338.579.100.000 7,51 362.381.210.730 6,70 387.711.657.360 6,99 8 KEUANGAN, REAL ESTAT
& JS. PRSH. 43.221.470.000 7,26 45.132.500.000 4,42 45.832.660.000 1,55 47.203.056.534 6,18 48.609.707.619 2,98 9 JASA - JASA 375.993.290.000 7,49 405.653.400.000 7,89 440.243.760.000 8,53 476.387.772.696 7,97 543.224.977.205 8,17
2.775.100.150.000 5,30 2.930.315.190.000 5,59 3.066.934.950.000 4,66 3.225.519.774.648 5,18 3.419.289.485.984 5,14
NO LAPANGAN USAHA TAHUN PROYEKSI
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
22 sektor tersier (Perdagangan, Hotel dan Restoran; Transportasi dan Komunikasi; Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; serta
Jasa‐ jasa lainnya) yang mencapai 7,30%, disusul sektor primer yang
mencapai 5,34% (Pertanian, Pertambangan); dan sisanya adalah sektor sekunder yang hanya sebesar 5,20% (Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Bersih serta Kontruksi). Dalam kurun empat tahun terakhir sektor tersier semakin dominan, dimana secara rata-rata lebih dari separuh perekonomian Bireuen dibentuk oleh sektor tersier, hal ini disebabkan karena faktor semakin menggeliatnya perdagangan dengan semakin kondusifnya stabilitas keamanan. Sedangkan jika ditinjau dari segi sektoral, maka kontribusi yang paling dominan dihasilkan dari sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian. Sepanjang kurun waktu 2011-2014 perekonomian Kabupaten Bireuen mengalami pertumbuhan yang cukup stabil.
3. Distabulasi Persentase PDRB
Kenaikan yang optimis juga dapat dilihat dari PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) yang menunjukkan trend kenaikan yang positif, dari sebesar Rp 6,46 Triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 7,21 Triliun pada tahun 2012, Rp 7,99 Triliun pada tahun 2013 dan Rp 8,91 Triliun pada tahun 2014. Kenaikan ini rata-rata mencapai angka 11,63% pada tahun 2011, 11,51% pada tahun 2012 dan 10,82% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 sebesar 11,32%. Gambaran tentang kenaikan yang progresif PDRB (ADHB) Kabupaten Bireuen tahun 2011-2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
23 Tabel I.6
Distabulasi Persentase Produk Domestik Regional Bruto
Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha
2011 % 2012 % 2013 % 2014 % 2015 %
1 PERTANIAN 2.428.000.730.000 37,57 2.697.037.070.000 37,43 2.896.122.830.000 36,26 3.170.096.049.718 35,58 3.465.231.991.947 34,88
2 PERTAMBANGAN &
PENGGALIAN 70.371.240.000 1,09 75.807.320.000 1,05 81.493.380.000 1,02 87.426.098.064 0,98 93.983.055.419 0,95 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 79.802.060.000 1,23 81.954.930.000 1,14 89.250.790.000 1,12 94.570.137.084 1,06 100.102.490.103 1,01
4 LISTRIK, GAS & AIR
BERSIH 27.094.640.000 0,42 28.111.770.000 0,39 31.239.450.000 0,39 33.801.084.900 0,38 36.400.388.329 0,37 5 KONSTRUKSI 586.041.080.000 9,07 624.305.910.000 8,66 697.075.090.000 8,73 755.350.567.524 8,48 822.199.092.750 8,28
6 PERDAGANGAN, HOTEL &
RESTORAN 1.682.481.330.000 26,03 1.845.046.120.000 25,60 2.043.789.950.000 25,59 2.263.906.127.615 25,41 2.499.352.364.887 25,15 7 PENGANGKUTAN DAN
KOMUNIKASI 825.489.450.000 12,77 933.314.120.000 12,95 1.086.966.880.000 13,61 1.237.620.489.568 13,89 1.416.580.412.360 14,26 8 KEUANGAN, REAL ESTAT
& JS. PRSH. 130.873.300.000 2,03 147.742.380.000 2,05 159.917.890.000 2,00 178.324.439.139 2,00 197.726.138.117 1,99 9 JASA - JASA 632.300.310.000 9,78 773.095.720.000 10,73 900.194.340.000 11,27 1.088.154.918.192 12,21 1.304.262.484.945 13,13
6.462.454.140.000 100,00 7.206.415.340.000 100,00 7.986.050.600.000 100,00 8.909.249.911.804 100,00 9.935.838.418.856 100,00
NO LAPANGAN USAHA TAHUN PROYEKSI
JUMLAH
D. SUMBER DAYA MANUSIA DAN APARATUR
Keadaan Aparat Pemerintah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mendukung kegiatan pemerintahan, pembangunan dan
pelayanan masyarakat pada tahun 2015 sejumlah 10.050 orang yang
terdiri dari : Jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut:
a. Golongan I : 87 orang, Golongan II : 2.820 orang, Golongan III : 4.144
orang, Golongan IV : 2.999 orang;
b. Jabatan Struktural yang terdiri dari Eselon II :32 orang, Eselon III :
168 orang, Eselon IV : 500 orang, Eselon V : 39 orang;
Jabatan Fungsional terdiri dari : Jabatan Tenaga Guru : 5.227 orang,
Tenaga Kesehatan : 2.030 orang dan Tenaga Teknis/Administrasi
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
24
c. Tingkat Pendidikan terdiri dari SD : 18 orang, SMP : 92 Orang,
SMA/D1 2.489 orang, D2 : 167 orang, D3 : 1.238 orang, D4 : 69
orang, S1 : 5.820 orang, S2 : 156 orang, S3 : 1 orang.
Upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja Aparat Pemerintah Kabupaten Bireuen telah melakukan berbagai program melalui memberikan penghargaan, pendidikan pelatihan teknis umum dan fungsional, serta pemberian hukuman dan pembinaan.
1. Kelembagaan Perangkat Daerah
Sebagai pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen serta upaya mendukung peningkatan pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten telah menetapkan Struktur Organisasi Dan Tata Kerja (SOTK) Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam bentuk Qanun Kabupaten yang terdiri dari:
a. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 4 Tahun 2010 tentang
Perubahan atas Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 5 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Dalam Kabupaten Bireuen;
b. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Dalam Kabupaten Bireuen;
c. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 8 Tahun 2010 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sekretariat Kabupaten Bireuen;
d. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 7 Tahun 2012 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen;
e. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 8 Tahun 2012 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas pada Kabupaten Bireuen;
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
25
f. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 10 Tahun 2012 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bireuen
g. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 11 Tahun 2012 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Lembaga Keistimewaan Kabupaten Bireuen;
h. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Bireuen.
i. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 1 Tahun 2015 tentang
Perubahan atas Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 9 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bireuen;
Susunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Instansi pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen adalah sebagai berikut :
1. Sekretariat Daerah
Sekretariat Daerah merupakan unsur staf Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Tugas Pokok Sekretaris Daerah adalah membantu Bupati dalam melaksanakan tugas di bidang penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksana serta memberikan pelayanan administratif kepada seluruh perangkat daerah.
Sementara itu, untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, fungsi dari Sekretariat Daerah ini mencakup: (1) pengkoordinasian perumusan kebijakan Pemerintah Daerah, (2) penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pembangunan,
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
26 kemasyarakatan serta organisasi dan tata laksana, (3) pengkoordinasian kegiatan perangkat daerah dalam rangka penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, (4) pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana pemerintahan daerah, dan (5) pengembangan dan pelaksanaan pola kerja sama antar daerah dan/ atau dengan pihak ketiga, (6) pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
2. Dinas Daerah
Dinas Daerah merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
3. Lembaga Teknis Daerah
Lembaga Teknis Daerah merupakan badan/kantor yang dikepalai oleh seorang Kepala Badan/Kepala Kantor sebagai unsur penunjang yang membantu dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk bidang-bidang tertentu. Kepala Badan/Kepala Kantor berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
4. Pemerintah Kecamatan
Pemerintah Kecamatan merupakan perangkat daerah yang dipimpin oleh seorang camat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Kabupaten Bireuen terdiri dari 17 (tujuh belas) Kecamatan, 75 (tujuh lima) Kemukiman dan 609 Gampong/desa.
Untuk lebih jelas tentang Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat dijabarkan sebagai berikut :
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
27
a). Bupati dan Wakil Bupati Bireuen.
b). Staf Ahli Bupati Bireuen:
1). Staf Ahli Bidang Kesejahteraan dan Peningkatan
SDM.
2). Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kerjasama Antar
Lembaga.
3). Staf Ahli Bidang Administrasi Keuangan.
4). Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah.
5). Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum.
c). Sekretariat Daerah:
1). Asisten Pemerintahan :
a. Bagian Pemerintahan Umum.
b. Bagian Pemerintahan Mukim dan Gampong.
c. Bagian Hukum.
2). Asisten Ekonomi Pembangunan :
a. Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam.
b. Bagian Administrasi Pembangunan.
c. Bagian Kesejahteran Rakyat dan Keistimewaan
Aceh.
3). Asisten Administrasi Umum:
a. Bagian Umum.
b. Bagian Organisasi dan Kepegawaian.
c. Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokoler.
d). Sekretariat DPRK
1). Bagian Umum.
2). Bagian Risalah dan Hukum.
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
28
e). Dinas Daerah
1). Dinas Syariat Islam
2). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
3). Dinas Kesehatan
4). Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
5). Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan
Informatika
6). Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Perumahan
Rakyat
7). Dinas Pengairan, Pertambangan dan Energi
8). Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah (UKM)
9). Dinas Pertanian, Peternakan,
10). Dinas Kelautan dan Perikanan
11). Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah
12). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
13). Dinas Kehutanan dan Perkebunan
14). Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata
15). Dinas Pegelolaan Pasar, Kebersihan dan Pertamanan
g). Lembaga Teknis Daerah
1). Inspektorat Kabupaten
2). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
3). Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
4). Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan
Keluarga Sejahtera
5). Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
6). Badan Pembinaan Pendidikan Dayah
7). Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah
8). Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
29
10). Kantor Perpustakaan dan Arsip
11). Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen
12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
h). Sekretariat Lembaga Keistimewaan Kabupaten Bireuen
1). Sekretariat MPU
2). Sekretariat MAA
3). Sekretariat MPD
4). Sekretariat BMK
i). Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI
Pemerintah Kabupaten Bireuen dan seluruh perangkat di bawahnya berusaha melaksanakan tugas dan kegiatan pemerintahan daerah maupun tugas-tugas perbantuan dan tugas dekonsentrasi selaku penyelenggara semua urusan pemerintahan yang menjadi tanggungjawab Pemerintahan Kabupaten.
E. ISU – ISU STRATEGIS
Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Bireuen. Berdasarkan
permasalahan pembangunan di Kabupaten Bireuen serta
mempertimbangkan isu-isu dan dinamika secara nasional dan regional, Isu-isu strategis yang harus diatasi secara sungguh-sungguh oleh pemerintah Kabupaten Bireuen dalam periode 2012-2017 sebagai berikut :
1. Belum optimalnya implementasi nilai-nilai islam dalam kehidupan
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
30
2. Belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan
berwibawa
3. Masih rendahnya sumber daya manusia yang tercermin dari kualitas
pelayanan pendidikan dan kesehatan yang belum optimal.
4. Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dan tingginya angka
kemiskinan
5. Belum memadainya kesediaanya ketersediaan infratruktur dalam
mendorong percepatan perekonomiaan daerah.
6. Pemanfaatan sumber daya ekonomi lokal yang belum optimal
7. Kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana
8. Kerentanan keberlanjutan perdamaian
1. Inovasi Daerah.
Beberapa hal yang mendasari implementasi inovasi daerah Kabupaten Bireuen adalah terjadinya pergeseran perekonomian global dari ekonomi yang berbasis industri menuju ke ekonomi
berbasis pengetahuan (knowledge based economy); adanya daya saing
daerah yang ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan potensi daerah melalui inovasi; karakteristik pasar yang dinamis, kompetisi global, dan cenderung membentuk jejaring; posisi tenaga kerja dengan upah tinggi, ketrampilan luas dengan berbagai disiplin, pembelajaran tanpa kenal waktu, dan pengelolaan SDM kolaboratif;
serta rendahnya entrepreneurship masyarakat. Fakta-fakta tersebut
harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bireuen. Mengabaikan hal-hal tersebut bisa mengakibatkan tertinggalnya Kabupaten Bireuen dalam kompetisi dengan daerah-daerah lainnya. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bireuen senantiasa memotivasi dan mendorong aparat pemerintah,
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
31 mengembangkan kreativitas dan inovasi serta lebih memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Inovasi sebagai cara untuk menerapkan Iptek yang telah ada disesuaikan dengan kondisi dan
kebutuhan diupayakan selalu menjadi mindset semua elemen
kabupaten, sedangkan Sistem Inovasi Daerah yang selanjutnya disingkat SIDa adalah keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuh kembangkan inovasi yang dilakukan antar instansi pemerintah, pemerintah daerah, lembaga Litbang, lembaga pendidikan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha, dan masyarakat di daerah.
Dalam melaksanakan pengembangan inovasi daerah,
Pemerintah Kabupaten Bireuen senantiasa menjalin kerjasama dengan daerah lain, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, swasta, perguruan tinggi, lembaga riset, dan masyarakat, dengan senantiasa mengacu pada kondisi kultural/budaya Bireuen agar terjadi kolaborasi/sinergitas sehingga menjadi sebuah sistem inovasi
daerah yang saling terkait dan berkelanjutan. Kerjasama yang telah
dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam rangka sistem inovasi daerah.
F. PERMASALAHAN UTAMA (Strategic Issued) ORGANISASI
Dengan mempertimbangkan berbagai potensi, kondisi,
permasalahan dan berbagai tantangan strategis yang dihadapi Kabupaten Bireuen, serta merujuk kepada Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 02 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Bireuen Tahun 2012-2017, maka perlu diketahui Isu Strategis dan permasalahan yang berkembang di tahun 2015 yang sedang dihadapi organisasi, yaitu;
1. Belum maksimalnya pelaksanaan syari’at islam; 2. Tata kelola pemerintahan yang belum maksimal;
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
32 3. Belum optimalnya pemanfaatan sumber daya ekonomi lokal;
4. Masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM); 5. Disparitas kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan; 6. Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran;
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
33BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. RENCANA STRATEGIS
Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Daerah merupakan langkah awal pencapaian tujuan jangka menengah lima tahunan yang pada hakikatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya melalui pembinaan, penataan, perbaikan, penertiban, penyempurnaan dan pembaharuan terhadap sistem, kebijakan, yang diwujudkan dalam suatu dokumen perencanaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu Pemerintahan Daerah Kabupaten Bireuen, melalui Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 2 Tahun 2014 telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Bireuen 2012-2017 sebagai dasar acuan penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan, serta sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintahan dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan organisasi pada 2012-2017.
1. Visi dan Misi Pembangunan Daerah
Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan instansi pemerintah. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa untuk mewujudkan tujuan pembangunan Kabupaten Bireuen ditetapkan visi daerah yaitu :
“Kabupaten Bireuen yang Bermartabat dan Mandiri Berlandaskan UUPA”
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
34 Visi tersebut mengandung 3 (tiga) unsur pokok, yaitu; bermartabat, mandiri dan berlandaskan UUPA. Masing-masing unsur tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut :1. Bermartabat dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen
yang beradab, beretika dalam segala segi kehidupan, memiliki harga diri, saling hormat-menghormati, kepedulian sosial yang tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat, cinta damai, bersatu, taat hukum, dan menolak segala bentuk kemungkaran, bermartabat juga mengandung unsur maju, integritas, dan sejahtera, yang masing-masing bermakna sebagai berikut.
a. Maju dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen yang
berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, cerdas dan terampil, memiliki wawasan luas kreatif dan produktif, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam mendorong percepatan pembangunan, berikutnya, mencermikan pula menurunnya angka kemiskinan dan angka pengangguran serta terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah berkualitas.
b. Integritas dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen
yang menjadi masyarakat yang berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, cerdas dan terampil memiliki wawasan luas, kreatif dan tekun dan rajin,
produktif mampu memberikan kontribusi dalam
pembangunan, makmur dalam kehidupan dan tingginya pertumbuhan ekonomi daerah.
c. Sejahtera dimaksudkan, masyarakat Kabupaten yang
sehat baik jasmani maupun rohani, hidup layak, mencapai kemakmuran maupun memenuhi kebutuhan dasar dengan sebaik-baiknya, bebas dari kemiskinan dan
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
35 kesengsaraan, bebas dari ketakutan, ancaman dan tindak kekerasan, tertib dan aman, baik dalam keluarga maupun dilingkungan masyarakat.2. Mandiri yang dimaksud adalah masyarakat Kabupaten Bireuen mampu mengembangkan potensi diri guna memenuhi kebutuhan hidup. Mandiri diartikan pula bahwa Kabupaten Bireuen harus sejajar dan sederajat dengan daerah lainnya yang telah maju dengan mengandalkan kemampuan potensi sumber daya dan kekuatan sendiri.
3. Berlandaskan UUPA dimaksudkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bireuen sebagaimana yang telah dituangkan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh
sehingga terwujudnya masyarakat Bireuen yang
bermartabat, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Misi Pembangunan Daerah
Misi adalah sesuatu yang harus diemban dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Dengan demikian diharapkan seluruh anggota organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan dan peran instansi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Untuk merealisasikan dan mewujudkan Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Bireuen, Kepala Daerah Kabupaten Bireuen menetapkan 4 (empat) misi pembangunan Kabupaten Bireuen untuk Tahun 2012–2017, sebagai berikut:
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
361. Mewujudkan Pemerintahan yang Islami, Berbudaya, Bersih,
dan Berwibawa (good and clean governance).
2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
3. Memberdayakan ekonomi berdaya saing secara
berkelanjutan berbasis sumber daya lokal
4. Mewujudkan persatuan dan keberlanjutan perdamaian
berdasarkan UUPA
3. Tujuan dan Sasaran
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan visi dan misi serta yang menggambarkan hasil akhir yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan,program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi. Sasaran yang dimaksud di sini adalah hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu tertentu, yang merupakan penjabaran dari tujuan. Penetapan sasaran didasari atas isu-isu strategis, analisis lingkungan internal dan eksternal, untuk menentukan faktor kunci keberhasilan, sejalan dengan proses perencanaan strategis. Fokus utama penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi dana dan sumber daya ke dalam kegiatan atau operasional untuk pencapaian kinerja yang diinginkan. Dalam penetapan sasaran juga dirancang dan diidentifikasikan indikator pencapaiannya, yaitu suatu ukuran tingkat keberhasilan perwujudan pencapaiannya pada priode tahun tertentu. Setiap indikator pencapaian sasaran disertai dengan targetnya masing-masing. Penetapan indikator sasaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, baik yang bersifat makro maupun mikro, diharapkan dapat memberikan fokus pada penentuan strategi dan prioritas dalam menetapkan kebijakan–kebijakan dan program–
LKIP Kabupaten Bireuen Tahun
2015
37 program pilihan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan,visi dan misi Kabupaten Kabupaten Bireuen.Adapun sasaran strategis yang merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur pada tahun 2015 sebagai ukuran kinerja utama Pemerintah Kabupaten Bireuen dan sejalan dengan RPJM Kabupaten Bireuen Tahun 2012–2017, dengan uraian sebagai berikut:
a. Misi 1
Tujuan misi pertama adalah Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang islami, berbudaya, bersih, dan berwibawa dengan sasarannya yaitu :
Meningkatnya implementasi tata kelola pemerintahan
yang Islami, bersih, dan berwibawa yang didukung terobosan kinerja secara terpadu, akuntabel, dan integritas
Meningkatnya kapasitas keuangan daerah dalam
menunjang pembangunan daerah dan mendukung penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM),
Meningkatnya kualitas pelayanan publik yang didukung
manajemen pelayanan yang profesional, SDM aparatur berintegritas, dan penerapan standar pelayanan minimal
Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan yang
inovatif dan partisipasif,
Meningkatnya implementasi nilai-nilai Dinul Islam dalam
tatanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.
b. Misi 2
Tujuan misi kedua adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, misi ini didukung dengan sasarannya yaitu :