• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

2.4 Transformasi Organisasi

2.4.4 Indikator Transformasi Organisasi

Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel transformasi organisasional terdiri atas tujuh indikator, antara lain adalah bahwa perusahaan berupa melakukan beberapa hal, yaitu:

1. Fleksibilitas struktur

2. Otonomi

3. Partisipasi dalam pengambilan keputusan 4. Pengendalian

5. Komunikasi 6. Sistem insentif

7. Pengumpulan informasi 2.5 Penelitian Terdahulu

Terdapat beberapa penelitian yang sudah dilaksanakan yang dapat dijadikan acuan atau referensi terkait dengan tema pembahasan yang sama, yaitu implementasi kebijakan, dalam hal ini perencanaan sumber daya manusia atau Human Resource Planning dan transformasi SDM, melalui kinerja karyawan.

Penelitian tersebut antara lain:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Judul Penelitian Metode Penelitian Hasil

1 Pengaruh Perencanaan

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel perencanaan sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan variabel pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang ingin diimplementasi belum berjalan secara maksimal dikarenakan komunikasi, sumber daya manusia, disposisi dan struktur birokrasi. Implementasi kebijakan tidak dapat berjalan secara maksimal tanpa adanya pengawasan yang tetap serta sanksi yang tegas

terhadap kebijakan yang ingin

Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi PT KAI diawali dengan perubahan budaya perusahaan, dengan cara mengubah mindset dan meningkatkan kualitas SDM.

Keberhasilan PT KAI tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pegawai PT KAI melalui transformasi yang cukup berat, serta membuktikan bahwa transformasi suatu SDM dapat diwujudkan melalui satu konsep, seperti

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdatul Ulama Lampung juga melaksanakan perencanaan sumber daya manusia dalam upaya mencapai tujuannya. Perencanaan sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerja sekaligus produktivitas kerja sehingga lembaga tetap dapat bertahan dalam mencapai tujuan. Dalam merencanakan tenaga kerja yang berkualitas LAZISNU Lampung akan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada karyawan, dengan memiliki tujuan agar dapat mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan maksimal dalam bekerja. secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai BPJS Kesehatan.

Dengan demikian, variabel transformasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai. Artinya, perubahan tingkat kinerja pegawai sangat ditentukan oleh berhasil atau tidaknya transformasi yang sedang dilakukan.

Sumber: Peneliti (2021)

2.6 Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan panduan atau bagan yang dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan di dalam satu penelitian. Kerangka berpikir juga dapat diartikan sebagai gambaran dari pemikiran peneliti, dalam proses penyusunan penelitian ini. Kerangka berpikir haruslah memiliki fungsi untuk dapat membantu memahami alur pemikiran dari penelitian ini secara cepat dan ringkas. Berikut merupakan kerangka pemikiran di dalam penelitian ini:

Perencanaan sumber daya manusia atau Human Resource Planning merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam memastikan sumber daya manusia yang tersedia, sejalan dengan tujuan perusahaan/organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Perencanaan ini dilakukan, demi sumber daya manusia yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan yang ada di perusahaan/organisasi.

Pengimplementasian suatu kebijakan pada perusahaan/organisasi dapat mempengaruhi keadaan yang ada. Dalam hal ini, pengimplementasian perencanaan sumber daya manusia sebagai suatu konsep digunakan dalam membantu mentransformasi kinerja sumber daya manusia yang ada di PT IndoWebhost Kreasi.

Dalam penelitian ini, akan dijelaskan secara lebih lanjut mengenai bagaimana perencanaan sumber daya manusia atau Human Resource Planning, dapat memiliki peran terhadap transformasi kinerja SDM yang ada di PT IndoWebhost Kreasi.

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir

Sumber: Peneliti (2021)

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Implementasi Perencanaan Sumber Daya Manusia di PT

IndoWebhost Kreasi

Transformasi Kinerja SDM

51 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deksriptif digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam (Sugiyono, 2020). Penelitian kualitatif adalah pendekatan untuk membangun pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif-konstruktif (misalnya, makna-makna yang bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah, dengan tujuan untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu), atau berdasarkan perspektif partisipatori (misalnya: orientasi terhadap politik, isu, kolaborasi, atau perubahan), atau keduanya (Creswell, dalam Gunawan 2013).

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT IndoWebhost Kreasi yang beralamat di Jalan Sei Batang Hari No.51 A, Medan Sunggal. Penelitian ini mulai dilakukan pada bulan Juni-Juli 2021 dengan waktu yang disesuaikan dengan kondisi lapangan maupun objek penelitian.

3.3 Subyek dan Obyek Penelitian

Subyek dari penelitian ini merupakan transformasi kinerja sumber daya manusia (SDM) pada PT IndoWebhost Kreasi sejak dimulainya implementasi kebijakan baru. Sedangkan obyek dari penelitian ini adalah implementasi kebijakan

Human Resource Planning atau perencanaan sumber daya manusia ke dalam kegiatan operasional sehari-hari di PT IndoWebhost Kreasi.

3.4 Informan Penelitian

Bila penelitian menggunakan metode kualitatif, maka teknik sampling yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Penentuan informan pada penelitian ini akan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik snowball sampling masuk ke dalam nonprobability sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit itu tersebut belum mampu memberikan data yang memuaskan, maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data. Pada penelitian ini, peneliti akan menggunakan dua jenis informan, yaitu:

1. Informan Kunci

Individu yang dapat dimasukkan ke dalam kategori informan kunci merupakan seorang individu yang dipandang tahu permasalahan yang di teliti secara mendalam. Informan kunci bukanlah hanya sekedar memahami konsep yang diteliti secara garis besar, melainkan memiliki informasi yang mendalam mengenai permasalahan yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini, informan kunci yang dipilih oleh peneliti merupakan bagian Human Relations (HR) dari PT Indowebhost Kreasi.

2. Informan Utama

Informan utama merupakan seorang individu yang memahami secara detail tentang masalah yang sedang diteliti dalam penelitian ini. Informan utama juga dapat dideskripsikan sebagai individu yang terlibat secara langsung kesehariannya dengan pengimplementasian kebijakan yang sedang diteliti. Informan utama dalam penelitian ini yaitu karyawan PT Indowebhost Kreasi dengan kriteria masa kerja minimal satu tahun, yang diharapkan sudah merasakan kebijakan Human Resource Planning dalam kesehariannya. Untuk pemilihan informan utama dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan wawancara terhadap minimal satu karyawan per departemen.

3.5 Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.5.1 Data

Data penelitian kualitatif diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu metode yang bersifat interaktif seperti wawancara dan pengamatan berperan serta dan metode kedua merupakan bersifat non interaktif terdiri dari pengamatan tak berperan serta, analisis isi dokumen dan arsip.

1. Data Primer

Data primer adalah data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2015). Data primer didapatkan peneliti langsung dari informan yang menguasai kondisi langsung di perusahaan. Data ini didapatkan melalui wawancara yang nantinya akan dilakukan oleh peneliti 2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada (Sugiyono, 2015). Data sekunder diperlukan untuk melengkapi data yang sudah ada, dan diperoleh melalui dokumen-dokumen yang terkait, arsip serta skripsi.

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara wawancara mendalam (in depth interview) serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Untuk menghindari temuan yang subjektif, penelitian kualitatif menggunakan bermacam sumber data. Untuk memperoleh data secara mendalam, peneliti menggunakan dua cara, yaitu sebagai berikut:

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh tanpa melalui perantara kepada subjek penelitian yang diteliti. Data primer yang digunakan oleh peneliti terbagi dua, yaitu:

 Wawancara

Koentjaningrat (Dalam Gunawan, 2013) membedakan wawancara mendalam berdasarkan sifatnya. Pertama, wawancara yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi, sedangkan yang kedua, wawancara yang dimaksudkan untuk memperoleh keterangan mengenai data pribadi, pendirian, sikap dan pandangan individu yang diwawancarai, yang tujuannya adalah untuk kepentingan komparatif. Individu pada sasaran pertama disebut informan, sedangkan sasaran kedua disebut responden. Perbedaan sasaran tersebut berkaitan dengan pemilihan (seleksi) individu yang dijadikan sasaran atau subjek wawancara. Untuk

memperoleh informasi baru diperlukan keterangan dari seseorang yang dapat memberikan petunjuk pada individu lain (dalam masyarakat) yang lebih diperlukan.

Proses tersebut disebut snowball sampling. Informan pertama ditunjuk karena memang benar-benar ahli atau memiliki pengetahuan tentang unsur-unsur masyarakat atau kebudayaan yang diperlukan itu. Informan tersebut dinamakan informan kunci (key informant).

 Dokumentasi

Menurut Bungin (Dalam Gunawan, 2013) teknik dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian sosial untuk menelusuri data historis. Penggalian sumber data lewat studi dokumen menjadi pelengkap bagi proses penelitian kualitatif. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto) dan karya-karya monumental, yang semuanya memberikan informasi bagi proses penelitian.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui sumber-sumber yang sudah ada sebelumnya dan bertujuan untuk melengkapi sumber data primer.

Data sekunder yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini merupakan:

A. Jurnal atau skripsi penelitian yang berhubungan

B. Dokumen-dokumen yang dimiliki oleh PT Indowebhost Kreasi, seperti perencanaan kegiatan operasional sehari-harinya

C. Buku-buku yang sesuai dengan variabel yang sedang diteliti

3.6 Definisi Konsep

Untuk membatasi lingkup pembatasan penelitian ini, penulis akan membuat definisi konsep sebagai berikut:

1. Menurut Andrew E. Sikula (dalam Sinambela, 2018), bahwa perencanaan SDM adalah suatu proses penentuan kebutuhan tenaga kerja dan upaya mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan perencanaan organisasi. Selanjutnya, Mangkunegara (dalam Sinambela, 2018), mengemukakan bahwa perencanaan SDM adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian, dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penampatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat.

2. Lijan Poltak Sinambela,dkk., (2018), mengemukakan bahwa kinerja pegawai didefinisikan sebagai kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangatlah perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Jika disimak berdasarkan etimologinya, kinerja berasal dari kata performance. Performance berasal dari kata to perform yang mempunyai beberapa masukan (entries): (1) memasukkan, menjalankan, melaksanakan; (2) memenuhi atau menjalankan kewajiban suatu nazar; (3) menggambarkan suatu karakter dalam suatu permainan; (4) menggambarkannya dengan suara atau alat musik; (5) melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab; (6) melakukan suatu kegiatan dalam suatu permainan; (7) memainkan musik;

(8) melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang atau mesin (Haynes dalam Sinambela, 2018).

3. Pemahaman umum mengenai implementasi kebijakan dapat diperoleh dari pernyataan Grindle (Dalam Akib, 2010) bahwa implementasi merupakan proses umum tindakan administratif yang dapat diteliti pada tingkat program tertentu. Deskripsi sederhana tentang konsep implementasi dikemukakan oleh Lane bahwa implementasi sebagai konsep dapat dibagi ke dalam dua bagian yakni implementasi merupakan persamaan fungsi dari maksud, output dan outcome.

4. Perubahan telah menjadi mantra bagi kesuksesan organisasi (Kets de Vries, Dalam Sofo, 2003); ia muncul secara tetap, hanya jika tidak selalu berhasil dalam sebuah organisasi. Satu definisi diantaranya adalah “Segala perubahan terhadap status quo/keadaan tetap dalam sebuah organisasi kerja yang telah ditetapkan oleh para peletak kebijaksanaan manajerial organisasi tersebut sejak awal, yang mempengaruhi baik sistem kerja ataupun lingkungan kerjanya itu sendiri dari tiap individu” (Judson, dalam Sofo 2003).

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis.

Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul.

Bila berdasarkan data yang dapat dikumpukan secara berulang-ulang dengan teknik

triangulasi, ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.

Miles dan Huberman (Dalam Sugiyono, 2020), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

1. Data Collection (Pengumpulan Data)

Kegiatan utama pada setiap penelitian adalah mengumpulkan data. Dalam penelitian kuantitatif pengumpulan data pada umumnya menggunakan kuesioner atau test tertutup. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan statistik. Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi atau gabungan ketiganya (triangulasi).

2. Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit.

Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilah dan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

3. Data Display (Penyajian Data)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, pie chart, pictogram dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah difahami. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.

4. Conclusion Drawing/Verification

Langkah ke empat dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

60 BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Profil Perusahaan

Selama 21 tahun, PT IndoWebhost Kreasi (IWK) sudah bergerak dalam bidang pelayanan teknologi informasi. IWK menyediakan layanan dan solusi IT, Internet dan pembangunan infrastruktur jaringan secara menyeluruh kepada Perusahaan Perkebunan, Manufaktur maupun jenis bisnis lainnya, khususnya di wilayah Pulau Sumatera. Dengan pertumbuhan teknologi, PT IWK menawarkan layanan dan solusi yang menyeluruh dengan mengutamakan efektivitas waktu bagi pelanggan dalam mengembangkan infrastruktur mereka.

Values yang PT IWK tawarkan seiring dengan berjalannya waktu adalah tim yang berpengalaman dan teknisi yang bersertifikasi (Expertise), Teknisi yang siap merespon dan membantu 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun (Availability), Memberikan kenyamanan serta bersahabat dengan pelanggan dan partner yang reliable (Relationship Values), Berbagi talenta, pengetahuan dan latar belakang (Solid Teamwork) dan yang terpenting layanan yang diberikan menjadi solusi kepada permasalahan dan kebutuhan pelanggan (Customer-Oriented).

Product dan Services yang PT IWK tawarkan diantaranya:

 Managed Service Perkebunan & Industri

 OSS Maintenance Service

 Internet

 Data Communications

 Value Added Services

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Adapun visi dan misi dari PT IndoWebhost Kreasi (IWK) sebagai berikut:

1. Visi

Menjadi perusahaan teknologi yang kuat dan tumbuh dalam bisnis Nasional dan Internasional

2. Misi

 Memberikan manfaat kepada Pelanggan dengan menawarkan solusi terbaik dan berkualitas

 Mengembangkan wawasan dan meningkatkan kebahagiaan karyawan

 Membangun hubungan dan kemitraan yang erat di antara pelanggan, karyawan dan rekan

 Memenuhi kebutuhan pasar dengan menciptakan solusi yang inovatif dan

kreatif

4.1.3 Logo Perusahaan

Berikut adalah logo PT IndoWebhost Kreasi (IWK):

Gambar 4.1

Logo PT IndoWebhost Kreasi (IWK)

Sumber: Jobindo.com (2021)

4.2 Karakteristik Informan Penelitian

Informan penelitian ditentukan menjadi dua macam informan, yaitu informan kunci yang merupakan seorang individu yang dapat mengukur sebuah implementasi kebijakan, yang merupakan pegawai PT IndoWebhost Kreasi dan menjabat sebagai Human Resources Generalist. Sedangkan untuk jenis informan yang kedua yaitu informan utama yang berjumlah 4 individu.

Tabel 4.1

Karakteristik Informan Kunci Informan Kunci

No Nama Usia Jabatan Lama

Bekerja

Pendidikan Terakhir 1 Iin Syafitrah Putri 35 Tahun Human

Resources Generalist

3 Tahun S1 Psikologi UMA Sumber: Peneliti (2021)

Sebagai bagian Human Resources, Ibu Iin merupakan individu yang dapat menilai dan mengukur suatu kebijakan dapat diimplementasikan atau tidak di PT IWK. Beliau ditunjuk langsung oleh General Manager PT IWK untuk dapat memberikan izin penelitian, serta membantu dengan semua yang diperlukan dari PT IWK untuk kepentingan penelitan ini.

Tabel 4.2 masing-masing saya wawancarai untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut sudah berjalan sama baiknya di beberapa departemen yang berbeda.

4.3 Penyajian Data

Pada tahap ini penulis akan menyajikan data yang diperoleh berdasarkan dari penelitian di lapangan. Berdasarkan metode penelitian yang sudah dijabarkan sebelumnya, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode teknik wawancara (Interview) secara mendalam untuk pengumpulan datanya sesuai dengan teori yang telah disajikan sebelumnya.

Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang dibuat berdasarkan pada definisi konsep, sehingga tetap terstruktur dan tetap berfokus kepada permasalahan penelitian. Daftar pertanyaan yang peneliti tanyakan pada wawancara ini terlampir.

4.4 Analisis Data

Analisis data dilakukan berdasarkan jawaban para informan yang dibagi berdasarkan indikator dari teori yang ada di definisi konsep. Kemudian, penulis akan menuliskan jawaban beserta analisis dari masing-masing indikator tersebut serta dianalisis berdasarkan teori dari indikator yang digunakan.

4.4.1 Analisis Data Human Resource Planning (Perencanaan Sumber Daya Manusia)

Secara umum, sekarang istilah perencanaan SDM mengacu pada usaha organisasi mengidentifikasi implikasi SDM pada perubahan organisasional dan pada isu bisnis utama supaya dapat menggabungkan SDM dengan kebutuhan yang dihasilkan perubahan dan isu tersebut. Pada awalnya, saat stabilitas lingkungan, perencanaan SDM berpusat pada penyesuaian tuntutan SDM dengan suplai SDM.

Pada masa itu, memperkirakan kebutuhan dan perencanaan SDM yang diperlukan sebagian besar merupakan perhitungan angka belaka. Berikut merupakan hasil

wawancara saya berdasarkan indikator-indikator perencanaan sumber daya manusia

1. Pengadaan

Pengadaan dalam perencanaan sumber daya manusia harus dilakukan secara baik dan benar supaya kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan, diantaranya penarikan dan seleksi. Berikut merupakan hasil wawancara saya mengenai indikator pengadaan pada perencanaan sumber daya manusia dengan informan kunci di PT IWK.

Berdasarkan hasil wawancara mengenai perekrutan karyawan di PT IWK, berikut merupakan jawaban dari Bu Iin Syafitrah Putri selaku Human Resources (HR) di PT IWK. Penulis menanyakan apakah rekrutmen sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, dan berikut merupakan tanggapan beliau:

“Belum 100% sesuai, masih ada beberapa yang mendelegasikan orang internal kepada posisi yang dibutuhkan dikarenakan satu atau dua hal yang lain, namun jika ditotalkan sudah mencapai 70% kebutuhan perusahaan yang terpenuhi dikarenakan oleh perencanaan yang ada pada rekrutmen karyawan”

Berdasarkan hasil wawancara mengenai rekrutmen karyawan di indikator pengadaan, dapat ditemukan bahwa perekrutan karyawan di PT IWK masih belum 100% sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya beberapa posisi yang masih didelegasikan kepada individu yang sudah ada di internal PT IWK. Namun, jika ditotalkan secara keseluruhan, sudah tercapainya 70% kebutuhan perusahaan berdasarkan perekrutan karyawan yang dilakukan oleh PT IWK.

Di dalam indikator pengadaan dijelaskan bahwa pengadaan harus dilakukan secara baik dan benar agar tetap menjaga kualitas SDM sesuai dengan kebutuhan perusahaan, termasuk di dalamnya penarikan. Dalam hal ini, PT IWK sudah

melakukan perencanaan sumber daya manusia yang cukup baik, dilihat dari perekrutan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, walaupun masih berada di angka 70%. Walaupun belum maksimal, perusahaan yang memiliki perencanaan SDM akan dapat memenuhi kebutuhan SDM dibandingkan perusahaan yang tidak memiliki perencanaan, dan perencanaan tersebut berkaitan langsung dengan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. Dengan kata lain, perekrutan karyawan di PT IWK sudahlah sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan, namun belum berada di angka 100%. Di dalam form dijabarkan bagaimana pengetahuan serta kemampuan analisis yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan, hal ini menunjukkan sejak dimulainya proses rekrutmen, PT IWK sudah memilah individu mana yang dapat sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pertanyaan selanjutnya di dalam indikator pengadaan adalah mengenai adakah rotasi yang dilakukan di PT IWK yang dilakukan demi memenuhi kebutuhan perusahaan, yang dijawab oleh Bu Iin Syafitrah Putri, selaku HR PT IWK dan merupakan informan kunci di dalam penelitian ini. Berikut merupakan tanggapannya mengenai pertanyaan rotasi.

“Bisa saja dilakukan dengan cara rotasi, seperti contoh nyatanya ada seorang karyawan yang sudah lama berada di satu divisi, namun setelah dilakukan

“Bisa saja dilakukan dengan cara rotasi, seperti contoh nyatanya ada seorang karyawan yang sudah lama berada di satu divisi, namun setelah dilakukan

Dokumen terkait