• Tidak ada hasil yang ditemukan

Industri Makanan dan Minuman

B. Strategi Pembangunan Industri Nasional

5 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Industri Makanan dan Minuman

Sumber: Hasil Analisa, 2021

Dari analisa di atas, maka industri prioritas yang akan dianalisa lebih mendalam pada penelitian ini yaitu:

1. Industri makanan dan minuman;

2. Industri tekstil dan alas kaki;

3. Industri barang dari kayu, rotan dan sejenisnya termasuk furnitur;

4. Industri kertas dan barang dari kertas termasuk percetakan;

5. Industri kimia dan pupuk;

6. Industri barang dari karet dan plastik; dan

7. Industri barang dari logam dan industri logam dasar.

5.3 Industri Makanan dan Minuman

Industri Makanan dan Minuman merupakan gabungan dari dua golongan pokok, yaitu Industri Makanan dan Industri Minuman. Industri makanan mencakup pengolahan produk pertanian, perkebunan dan perikanan menjadi makanan dan juga mencakup produk setengah jadi yang tidak secara langsung menjadi produk makanan. Industri minuman mencakup pembuatan minuman baik minuman beralkohol maupun tidak beralkohol, air minum mineral, bir dan anggur.

-164- 5.3.1 Sebaran Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman di Kabupaten Gresik terbanyak terdapat di Kecamatan Driyorejo dengan 31 perusahaan, Kebomas 16 perusahaan, Manyar 12 perusahaan, Wringinanom 6 perusahaan dan 9 perusahaan yang tersebar di Kecamatan Kedamean, Gresik, Benjeng, Bungah dan Sidayu. Dari sebanyak 79 perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman mampu menyerap sedikitnya 25.241 pekerja, dari sejumlah pekerja tersebut terdapat satu perusahaan yang mempunyai tenaga kerja sangat banyak yaitu PT. Karunia Alam Segar yang merupakan salah satu produsen makanan dan minuman instan terkemuka di Indonesia yaitu sebanyak 12.000 pekerja. Selain itu juga terdapat perusahaan yang mengolah hasil perikanan yaitu PT. Kelola Mina Laut yang juga mempunyai pekerja dalam jumlah besar yaitu sebanyak 1.736 pekerja. Industri yang mengolah hasil perikanan ini sangat penting keberadaannya melihat Kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah penghasil perikanan terbesar di wilayah provinsi Jawa Timur baik dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

-165-

Tabel 5. 15 Industri Makanan dan Minuman di Kabupaten Gresik

No Nama Kecamatan Luas Lahan Tahun

Operasi

Jumlah

Karyawan Jenis Usaha

1 CV. Hasil Tani Sejahtera BENJENG 24.670 m2 2012 26 Industri Tepung Beras dan Penggilingan Padi 2 CV. Gondang Lumiber BUNGAH 300 m2 2011 Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) 3 PT. UNGGUL INDO MODERN

SEJAHTERA (Unimos) DRIYOREJO 20,303 m2 2020 421 Industri Produk Roti dan Kue 4 PT. Illumindo DRIYOREJO 1.891 m2 2013 13 Industri Minyak Kelapa Sawit 5 PT. Karniel Pacific Indonesia DRIYOREJO 5.107,2 m2 2015 80 Industri Makanan dan Minuman

6 PT. Barry Callebaut Indonesia DRIYOREJO 3.500 m2 2016 48 Industri Makanan dari Cokelat dan Kembang Gula 7 CV. Catur Pangan Indonesia DRIYOREJO 8.512 m2 2015 40 Industri Krupuk dan Sejenisnya

8 PT. Ares Kusuma Raya DRIYOREJO 14,215 m2 2020 135 Industri Cokelat dan Kembang Gula 9 UD. Yungfu DRIYOREJO 2.244 m2 2015 30 Industri Tahu,, Saos, Mie, Kecap dan Sirup 10 PT. Multi Aneka Pangan

Nusantara DRIYOREJO 2.902 m2 2013 141 Industri Makanan dari Coklat 11 PT. Bangun Anugerah Persada DRIYOREJO 2.303 m2 2016 16 Makanan / Minuman

12 PT. Garudafood Putra Putri Jaya DRIYOREJO 119.122 m2 2015 1402 Industri Makanan Ringan (Biskuit)

13 CV. SUMBER SARI PANGAN DRIYOREJO 23,165 m2 2017 135 Industri Produk Roti dan Kue serta Industri Minuman Ringan

14 PT. Manggala Agro Makmur DRIYOREJO 34,909 m2 2021 150

Industri Pati Jagung, Tepung Jagung, Penggilingan dan Pembersihan Jagung dan Industri Glukosa dan Sejenisnya serta Industri Pengolahan Gula Lainnya

15 CV. Aneka Pangan Nasional DRIYOREJO 2.161 m2 2017 30 Industri Bumbu Masak dan Penyedap Masakan 16 PT. Himalaya Mitra Sukses DRIYOREJO 3.243 m2 2016 30 Industri Bumbu Masak dan Penyedap Makanan

17 PT. Tudung Putra Putri Jaya DRIYOREJO 1,497 m2 2019 56 Industri Bumbu Masak dan Penyedap Rasa dan Industri Minuman Lainnya

18 PT. Indraco Global Indonesia (PT. DRIYOREJO 15,633 m2 2016 156 Industri Pengolahan Kopi

-166-

No Nama Kecamatan Luas Lahan Tahun

Operasi

Jumlah

Karyawan Jenis Usaha

Indraco Jaya Perkasa)

19 PT. Segara Mas Sakti DRIYOREJO 960 m2 2019 40 Pengemasan Minyak Goreng

20 PT. Berkat Pangan Abadi DRIYOREJO 864 m2 2016 50 Industri Makanan dan Masakan Olahan

21 PT. SARI BUMI INDONESIA DRIYOREJO 10 m2 2016 28 Industri Bumbu Masak dan Penyedap Masakan

22 PT. Triefta Aroma Nusantara DRIYOREJO 1.944 m2 2015 15 Industri Aroma Makanan, Minuman dan Aroma Rokok 23 CV. Sumber Sari Pangan DRIYOREJO 23,165 m2 2017 135 Industri Makanan Ringan

24 PT. Putera Buana Foods DRIYOREJO 1.836 m2 2012 50 Industri Makanan dari Cokelat dan Kembang Gula 25 CV. Tera Sukses Abadi DRIYOREJO 2,113 m2 2018 30 Industri Makanan dan Masakan Olahan

26 PT. Chamin Jaya International DRIYOREJO 9.745 m2 2020 100 Industri Kecap, Bumbu Masak, Penyedap Rasa Makanan Ringan serta Pengasapan/Pengolahan Ikan

27 PT. Miwon Indonesia DRIYOREJO 340.567 m2 1973 800 Pengembangan Kegiatan PT. Miwon Indonesia 28 PT. Sinar Sosro (Pabrik Gresik) DRIYOREJO 55.170 m2 2014 154 Industri Minuman Ringan (Teh)

29 PT. Gloria Bisco DRIYOREJO 27.795 m2 2018 705 Industri Roti

30 Sdr. Tan Tik Lee DRIYOREJO 13.050 m2 2014 80 Industri Biskuit, Snack, Mie Instan, Saos dan Jelly 31 PT. Duta Pangan Nusantara DRIYOREJO 9.050 m2 2014 93 Industri Roti dan Snack

32 PT. Mega Global Food Industry DRIYOREJO 35.375 m2 2012 100 Makanan dalam Kemasan (Biskuit) 33 PT. Titani Alam Semesta DRIYOREJO 34.155 m2 1993 550 Industri Pembuatan Kerupuk

34 PT. Indu Manis GRESIK Makanan / Minuman

35 PT. Kelola Mina Laut GRESIK 30.000 m2 2011 1736 Industri Pengelolaan Seafood

36 PT. Grahamakmur Ciptapratama KEBOMAS 4.593 m2 2012 147 Industri Pengalengan Daging Rajungan 37 PT. Rekso Nasional Food (Mc

Donald) KEBOMAS 2.375 m2 2014 Makanan / Minuman

38 PT. Rizki Jaya Gres KEBOMAS 869 m2 2019 15 Pengolahan Sisa Ampas Penggorengan Minyak Kelapa

-167-

No Nama Kecamatan Luas Lahan Tahun

Operasi

Jumlah

Karyawan Jenis Usaha

Sawit dan Turunannya 39 PT. Sasanacitta Husada KEBOMAS 4.032 m2 2017 30 Industri Susu Bubuk 40 PT. Surya Trimegah Wisesa KEBOMAS 9.835 m2 2016 40 Industri Minyak Nabati 41 PT. Kasih Prima KEBOMAS 3.979 m2 2021 18 Industri Tepung Ikan 42 PT. Pole Wali Wali KEBOMAS 6.991 m2 2011 50 Industri Minyak Nabati

43 CV. Kudatama Mas KEBOMAS 4.619,32 m2 2015 160 Industri Pengolahan Hasil Perikanan

44 PT. Sarana Karya Utama KEBOMAS 14.574 m2 2016 301 Industri Pengolahan dan Pengemasan Makanan dan Minuman

45 PT. Wilmar Nabati Indonesia KEBOMAS 107.641.700

m2 2009 1000

Industri Minyak Makan dan Lemak dari Nabati serta Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Hasil Pertanian dan Kemasan dari Plastik

46 PT. Kelola Mina Laut Plant II KEBOMAS 5.870 m2 2015 300 Industri Pegolahan dan Pengawetan Lainnya untuk Ikan dan Biota Air Lainnya

47 PT. Swabina Gatra KEBOMAS 5.517 m2 2017 43 Industri Air Minum dalam Kemasan 48 PT. Buana Tirta Utama KEBOMAS 16.834 m2 2003 177 Industri Minuman

49 PT. Madsumaya Indo Seafood KEBOMAS 8.550 m2 2002 354 Industri Cold Storage (Pembekuan Udang) 50 PT. Murti Jaya Abadi KEBOMAS 27.870 m2 2011 51 Industri Pembuatan Tepung (Gandum)

51 PT. Fruit-Ing Indonesia KEBOMAS 4.943,6 m2 2014 30 Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah-Buahan dan Sayuran

52 CV. SIONCHEMIE KEDAMEAN 34,465 m2 2018 63 Kegiatan Industri Minyak Makan Kelapa, Minyak Makan dan Lemak Nabati dan Hewani Lainnya

53 PT. Trio Mahajaya KEDAMEAN 3.045 m2 2014 75 Industri Roti dan Snack

54 Iwan Sutikno (Perorangan) KEDAMEAN 7.108 m2 2015 18 Industri Pengolahan Tepung Rumput Laut

55 PT. Javagri Inti Lestari KEDAMEAN 7.000 m2 2020 20 Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Minuman (Gudang Hasil Pertanian)

-168-

No Nama Kecamatan Luas Lahan Tahun

Operasi

Jumlah

Karyawan Jenis Usaha

56 PT. Harum Alam Segar MANYAR 2020 Makanan / Minuman

57 PT. Fugui Flour & Grain Indonesia MANYAR 108.076 m2 2007 263 Tepung Terigu

58 PT. Cargill Indonesia Plant MANYAR 116.173 m2 2020 216 Kegiatan Industri Pengolahan Kakao 59 PT. Karya Indah Alam Sejahtera

(KIAS) MANYAR 100 m2 2011 527 Industri Minyak Goreng Sawit dan Turunannya

60 CV. Glory Persada Manunggal MANYAR 20.000 m2 2017 21 Industri Berbagai Macam Tepung dari Padi - padian, Biji - bijian, Kacang - kacangan, Ubi - ubian dan Sejenisnya 61 PT. Nippon Indosari Corporindo,

Tbk MANYAR 41,204 m2 2018 71 Industri Produk Roti dan Kue

62 PT. Harvestar Flour Mills MANYAR 75.906 m2 2013 198 Industri Tepung, Pakan Ternak dan Penggilingan Gandum 63 PT. Liwayway MANYAR 63.520 m2 2016 75 Industri Roti dan Sejenisnya

64 CV. La Fancy Foods MANYAR 1.050 m2 2018 12 Industri Bumbu Masak dan Penyedap Masakan 65 PT. Jebe Koko MANYAR 19.572 m2 2014 197 Industri Pengolahan Kakao

66 PT. Batara Elok Semesta Terpadu

(BEST) MANYAR 90,942 m2 2012 850

Industri Minyak Makan dan Lemak dari Nabati serta Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Hasil Pertanian dan Kemasan dari Plastik

67 PT. Karunia Alam Segar (KAS) MANYAR 251.796 m2 2004 12000 Industri Makanan, Minuman dan Makanan Bermerek

68 CV. Indo Jaya Putra MENGANTI 2.185 m2 2016 20

Industri Bahan Tambahan Pangan, Bumbu Masak dan Penyedap Makanan serta Gudang Penyimpanan dan Perdagangan Bahan dan Barang Kimia Dasar Makanan 69 UD. Sumber Untung MENGANTI 5,3 m2 2018 15 Industri Makanan yang Tidak diKlasifikasikan di Tempat

Lain (Terasi)

70 PT. Sindoreksa Abadi Makmur MENGANTI 9.040 m2 2014 17 Industri Kecap dan Minuman, Bumbu Bumbuan dan Produk Masak Lainnya

71 PT. Jatim Ice Tube MENGANTI 4.346 m2 2011 30 Industri Es Batu Kristal (Tube Ice)

-169-

No Nama Kecamatan Luas Lahan Tahun

Operasi

Jumlah

Karyawan Jenis Usaha

72 PT. Fruto Fresha Indonesia MENGANTI 4.730 m2 2020 15 Industri Pengolahan Es Krim, Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Suku Cadang dan Perlengkapannya 73 UD. Sinar Jaya SIDAYU 4.056 m2 2021 50 Industri Pengeringan Hasil Laut/Ikan

74 PT. Cipta Tirta Sumengko WRINGINANOM 860 m2 2020 4 Produksi dan Perdagangan Es Batu

75 PT. Sangkaya Makmur Abadi WRINGINANOM 19,19 m2 2020 20 Industri Masakan dan Makanan Olahan dan Perdagangan Besar Hasil Pertanian

76 PT. Puji Surya Indah WRINGINANOM 7.767 m2 2011 24 Industri Kopi, Sereal, Permen dan Minuman Ringan Dalam Kemasan

77 Sdr. Siwi WRINGINANOM 5,1 m2 2013 25 Industri Makanan Ringan (Snack) 78 PT. Sentra Pangan Utama WRINGINANOM 13.700 m2 2010 109 Industri Produk Roti dan Kue 79 PT. Anugrah Mitra Maju WRINGINANOM 208 m2 2009 15 Industri Makanan Ringan

-170-

Gambar 5. 2 Peta Sebaran Industri Makanan dan Minuman Sumber : Hasil Analisis, 2021

-171- 5.3.2 Klaster Industri Makanan dan Minuman

Penentuan kalster industri dalam penelitian ini menggunakan density analysis, dalam hal ini adalah salah satu alat analisis dalam aplikasi ArcGIS, density analysis merupakan metode clustering di mana akan menghasilkan data raster dan juga memiliki fitur radius yang sangat baik dan relefan untuk penelitian ini sehingga dapat digunakan untuk mengolah dan menganalisis data klaster industri.

Alat Point Density menghitung kepadatan fitur titik di sekitar setiap sel raster keluaran. Secara konseptual, lingkungan didefinisikan di sekitar setiap pusat sel raster, dan jumlah titik yang termasuk dalam lingkungan dijumlahkan dan dibagi dengan luas lingkungan.

Hasil analisis Point Density untuk menentukan klaster industri makanan dan minuman disajikan seperti pada Gambar 5.3. Berdasarkan Gambar Analisis Kerapatan pada industri makanan dan minuman di Kabupaten Gresik menghasilkan enam klaster industri makanan dan minuman yaitu klaster Kebomas, klaster Kebomas-Gresik, klaster Manyar, Klaster Menganti-Kedamean, Klaster Driyorejo, dan klaster Wringinanom.

-172-

Gambar 5. 3 Peta Density Analysis Industri Makanan dan Minuman Sumber : Hasil Analisis, 2021

-173-

5.3.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Makanan dan Minuman Jenis produk industri makanan dan minuman di Kabupaten Gresik sangat beragam. Industri makanan di Kabupaten Gresik mencakup pengolahan produk pertanian, perkebunan dan perikanan menjadi makanan dan juga mencakup produk setengah jadi yang tidak secara langsung menjadi produk makanan.

Produk industri makanan di kabupaten Gresik di antaranya : hasil perikanan seperti daging ikan/kepiting/rajungan/udang, kulit ikan, ikan/udang beku, tepung ikan, krupuk ikan, rumput laut kering; bahan pembuatan makanan seperti tepung, bumbu masak, penyedap masakan, minyak goreng, margarin, saus, kecap, MSG (Mono Sodium Glutamat) ; makanan ringan seperti mie instan, roti, biskuit, wafer, snack, coklat, sereal, jelly, permen. Sedangkan industri minuman di Kabupaten Gresik di antaranya air minum dalam kemasan, minuman serbuk, kopi/teh/coklat bubuk.

Dalam kajian ini, industri makanan dan minuman di Kabupaten Gresik difokuskan pada industri hasil perikanan, hal ini mengingat Kabupaten Gresik merupakan salah satu daearah penting penghasil perikanan baik itu perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

Rantai pasok industri hasil perikanan digunakan untuk mengetahui arus distribusi barang antar rantai pasok yang ada dalam industri perikanan. Dengan analisis ini akan dapat diketahui kebutuhan untuk meningkatkan arus distribusi industri perikanan dengan baik. Rantai pasok industri pengolahan ikan di Kabupaten Gresik diawali dari supplier industri pengolahan ikan atau pengepul ikan. Para pengepul mendapatkan pasokan ikan berasal dari nelayan perikanan budidaya maupun nelayan perikanan tangkap.

Konsumen ikan dari pengepul meliputi industri besar dan Industri Kecil Menengah (IKM). Produk dari industri besar sebagian besar untuk memenuhi pasar internasional. Sedangkan IKM, maka industri pengolahan ikan tersebut biasanya dikelola untuk memenuhi kebutuhan domestik. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan pula jika IKM tersebut menyuplai kebutuhan luar negeri.

-174-

Sementara itu, para konsumen ikan dapat mendapatkan kebutuhan ikan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pelabuhan.

Industri pengolahan ikan di Kabupaten Gresik mendapat pasokan ikan dari pengepul lokal. Pengepul tersebut juga dapat memasarkan langsung ikan segar ke pedagang besar yang mayoritas berada di Surabaya dan Jakarta. Moda transportasi yang digunakan untuk mendukung distribusi barang adalah truk petikemas berpendingin. Industri pengolahan ikan mengirim produknya ke luar negeri (eskpor) melalui Pelabuhan Tanjung Perak atau Terminal Teluk Lamong.

Untuk produk domestik luar pulau dapat menggunakan pelabuhan ikan terdekat atau Pelabuhan komersil lain. Berikut ini merupakan skema yang menjelaskan proses rantai pasok industri pada industri perikanan.

`

Gambar 5. 4 Rantai Pasok Industri Makanan Hasil Perikanan Sumber : Hasil Analisis, 2021

Rantai nilai industri perikanan dapat berupa pengolahan ikan dan udang dari beberapa bagian yang dapat dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi industri pengolahan ikan. Seperti pada pamanfaatan daging ikan yang dapat diproduksi menjadi ikan kaleng, tepung ikan dan lain sebagainya sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Begitu pula pada hati ikan yang dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak ikan serta pemanfaatan lebih lanjut dengan

Kabupaten

-175-

nilai ekonomis yang lebih tinggi seperti minyak goreng ataupun farmasi (minyak ikan omega 3). Berikut ini merupakan skema yang menjelaskan proses nilai rantai industri perikanan.

Gambar 5. 5 Rantai Nilai Industri Makanan Hasil Perikanan Sumber : Hasil Analisis, 2021

Ikan

-176-

Dari bagan rantai nilai industri perikanan di Kabupaten Gresik di atas, industri perikanan di Kabupaten Gresik menghasilkan produk ikan/udang kaleng, ikan/udang beku, minyak ikan, tepung ikan, kerupuk ikan/udang. Dari data dan hasil analisa yang telah dilakukan produk olahan hasil perikanan yang paling besar adalah ikan beku dan minyak ikan.

5.3.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Makanan dan Minuman

Dari bagan rantai nilai industri perikanan di Kabupaten Gresik, perlu dilakukan pengembangan olahan ikan lain sehingga memberikan nilai tambah yang lebih baik. Industri minyak ikan sebagai suplemen perlu ditingkatkan, produksi gelatin, kitin, dan enzim kitosan perlu dilakukan atau ditingkatkan mengingat produk ini mempunyai nilai tinggi dan sangat dibutuhkan bagi industri lain.

Rantai nilai industri pengolahan ikan dapat berupa pengolahan ikan dari beberapa bagian yang dapat dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi industri pengolahan ikan, seperti pada pamanfaatan pada daging ikan yang dapat diproduksi menjadi ikan kaleng, tepung ikan dan lain sebagainya sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Begitu pula pada hati ikan yang dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak ikan, serta pengolahan untuk mendapatkan pemanfaatan lebih lanjut dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi seperti minyak goreng ataupun farmasi (minyak ikan omega 3)

Ikan patin adalah satu ikan yang dibudidayakan di Kabupaten Gresik, Sebagian besar ikan patin diolah menjadi fillet (30%) sedangkan sisanya merupakan limbah. Kulit ikan patin ini dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan gelatin. Gelatin adalah senyawa turunan protein yang diperoleh dengan cara mengekstrak kolagen hewan dan mengeringkannya. Karakteristik gelatin adalah bening sehingga tembus cahaya, tak berwarna, rapuh (jika kering), dan tak berasa. Kemampuannya membentuk gel menjadikan gelatin banyak dimanfaatkan dalam industri makanan & minuman, industri farmasi, kecantikan, industri kimia, industri fotografi dan militer.

-177-

Pada industri pangan banyak memanfaatkan gelatin, antara lain dalam produk yang memerlukan pembentukan busa, biasanya pada pembuatan es krim, sedang prodk yang perlu menstabilkan pada hasilnya, maka gelatin berfungsi sebagai stabilizer. Ada juga produk yang memerlukan gelatin untuk meningkatkan viskositas dan juga berfungsi sebagai pengikat (binder), serta emulsifier dan thickener.

Di samping itu, industri pengolahan udang menghasilkan limbah padat berupa kepala, kulit, kaki, dan ekor. Limbah tersebut mudah sekali busuk akibat mikroba dan bersifat kambat sehingga membutuhkan penanganan yang serius.

Oleh karena itu, dibutuhkan suatu usaha untuk memanfaatkan limbah udang sehingga tidak mencemari lingkungan dan dapat meningkatkan nilai tambah dari lirnbah udang tersebut. Pemanfaatan limbah kulit udang untuk memproduksi produk-produk bioteknologi yaitu bahan baku pembuatan kitin (kulit udang terdeproteinasi dan kulit udang terdemineralisasi) dan enzim kitosanase. Kedua produk ini bermanfaat untuk industri farmasi, kosmetik, dan pengawetan kayu.