PROSPEK DAN PELUANG INVESTASI INDUSTRI DI KABUPATEN GRESIK
2021
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik Badan Pengembangan dan
Pengelolaan Usaha (BPPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kerjasama
i
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 LATAR BELAKANG ... 1
1.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN ... 5
1.2.1 Maksud ... 5
1.2.2 Tujuan ... 5
1.2.3 Sasaran ... 6
1.3 LINGKUP STUDI ... 7
1.3.1 Lingkup Materi Studi ... 7
1.3.2 Lingkup Wilayah Studi ... 8
1.4 KELUARAN ... 8
1.5 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR ... 9
BAB II GAMBARAN UMUM ... 11
2.1 GAMBARAN UMUM KABUPATEN GRESIK...11
2.1.1 Letak Geografis dan Administratif ...11
2.1.2 Kondisi Fisik ...12
2.1.3 Kependudukan ...27
2.1.4 Ketenagakerjaan ...42
2.2 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN KABUPATEN GRESIK ...61
2.2.1 Struktur Ekonomi ...61
2.2.2 Pertumbuhan Ekonomi ...65
2.2.3 PDRB Per Kapita ...69
2.2.4 Investasi ...69
2.2.5 Ekspor-Impor ...70
2.3 GAMBARAN UMUM INDUSTRI GRESIK...72
2.3.1 Pertumbuhan Usaha Mikro dan Koperasi ...72
2.3.2 Pertumbuhan Industri Kecil Mikro Kecil dan Menengah ...72
2.3.3 Pertumbuhan Usaha Industri Besar ...73
2.3.4 Perkembangan PDRB Industri Pengolahan ...75
2.3.5 Kawasan Industri dan Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik ...76
BAB III KAJIAN PUSTAKA... 87
3.1 INDUSTRI ...87
3.2 PERATURAN PERUNDANGAN DAN KEBIJAKAN PERINDUSTRIAN DI INDONESIA ...94
3.2.1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian ...94
3.2.2 Tinjauan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 ...94
3.2.3 Tinjauan Kebijakan Industri Nasional (PP No. 28 Tahun 2008) ...96
3.3 KETERKAITAN ANTAR WILAYAH ... 106
ii
4.2 RUMUSAN TUJUAN, LINGKUP DAN HASIL STUDI ... 110
4.3 KERANGKA STUDI ... 111
4.4 TAHAPAN STUDI ... 112
4.4.1 Tahap Persiapan ... 112
4.4.2 Pengumpulan Data Sekunder ... 112
4.4.3 Kajian Literatur dan Kebijakan ... 112
4.4.4 Pengumpulan Data Primer... 112
4.4.5 Analisis ... 113
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 121
5.1 Integrasi Kebijakan Sektor Perindustrian Kabupaten Gresik ... 121
5.2 Keunggulan Kompetitif Kabupaten Gresik dan Keunggulan Kompetitif Sektor Industri Kabupaten Gresik ... 144
5.2.1 Klasifikasi Typology Klassen ... 144
5.2.2 Sektor Basis dan Non Basis Kabupaten Gresik ... 148
5.2.3 Analisis Shift Share ... 154
5.2.4 Penentuan Sektor Unggulan di Kabupaten Gresik ... 157
5.3 Industri Makanan dan Minuman ... 163
5.3.1 Sebaran Industri Makanan dan Minuman ... 164
5.3.2 Klaster Industri Makanan dan Minuman ... 171
5.3.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Makanan dan Minuman... 173
5.3.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Makanan dan Minuman ... 176
5.4 Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 177
5.4.1 Sebaran Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 177
5.4.2 Klaster Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 183
5.4.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 185
5.4.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 190
5.5 Industri Barang dari Kayu, Rotan dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 191
5.5.1 Sebaran Industri Barang dari Kayu, Rotan dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 192
5.5.2 Klaster Industri Barang dari Kayu termasuk Furnitur ... 206
5.5.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Barang dari Kayu, Rotan dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 208
5.5.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Barang dari Kayu, Rotan dan Sejenisnya termasuk Furnitur... 210
5.6 Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan... 212
5.6.1 Sebaran Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 212
5.6.2 Klaster Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 217
5.6.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 217
5.6.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 217
5.7 Industri Kimia dan Pupuk ... 219
5.7.1 Sebaran Industri Kimia dan Pupuk ... 219
5.7.2 Klaster Industri Kimia dan Pupuk ... 228
5.7.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Kimia dan Pupuk ... 230
5.7.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Kimia ... 236
iii
5.8.2 Klaster Industri Barang dari Karet dan Plastik ... 247
5.8.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Barang dari Karet dan Plastik ... 249
5.8.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Barang dari Karet dan Plastik ... 249
5.9 Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar... 250
5.9.1 Sebaran Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 250
5.9.2 Klaster Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 261
5.9.3 Rantai Pasok dan Rantai Nilai Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 263
5.9.4 Pengembangan Rantai Nilai dan Peningkatan Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 266
BAB VI PELUANG INVESTASI INDUSTRI DI KABUPATEN GRESIK ... 269
6.1 Kebutuhan Sistem Pendukung Klaster Industri ... 270
6.2 Strategi Optimasi Prospek dan Peluang Investasi Industri Kabupaten Gresik ... 275
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Luas Wilayah dan Jumlah Pulau Menurut Kecamatan di Kabupaten Gresik ... 12
Tabel 2. 2 Tabel Ketinggian per Kecamatan Beserta Luasnya di Kabupaten Gresik (Ha) ... 12
Tabel 2. 3 Tabel Kelerengan per Kecamatan Beserta Luasnya di Kabupaten Gresik (Ha) ... 13
Tabel 2. 4 Tabel Peruntukan Penggunaan Lahan Kabupaten Gresik ... 15
Tabel 2. 5 Tabel Sungai di Kabupaten Gresik ... 17
Tabel 2. 6 Tabel Cekungan Air Tanah Kabupaten Gresik ... 18
Tabel 2. 7 Tabel Cekungan Air Tanah Kabupaten Gresik ... 18
Tabel 2. 8 Kawasan Rawan Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Gresik ... 22
Tabel 2. 9 Kawasan Rawan Bencana Epidemi dan Wabah Penyakit di Kabupaten Gresik ... 23
Tabel 2. 10 Kawasan Rawan Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Gresik ... 23
Tabel 2. 11 Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Gresik ... 24
Tabel 2. 12 Kawasan Rawan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Gresik ... 24
Tabel 2. 13 Kawasan Rawan Bencana Kegagalan Teknologi di Kabupaten Gresik ... 25
Tabel 2. 14 Kawasan Rawan Bencana Kekeringan di Kabupaten Gresik ... 25
Tabel 2. 15 Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Gresik ... 26
Tabel 2. 16 Kejadian Bencana Kabupaten Gresik Tahun 2020 ... 26
Tabel 2. 17 Jenis Potensi Bahaya Kabupaten Gresik tahun 2020... 27
Tabel 2. 18 Distribusi Penduduk Kabupaten Gresik, Tahun 2020 ... 29
Tabel 2. 19 Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin ... 33
Tabel 2. 20 Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Gresik ... 42
Tabel 2. 21 Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gresik, 2020 ... 43
Tabel 2. 22 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Kabupaten Gresik, 2020 ... 44
Tabel 2. 23 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status Dalam Pekerjaan Utama di Kabupaten Gresik, 2020 ... 44
Tabel 2. 24 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Wilayah dan Kegiatan Seminggu yang Lalu ... 45
Tabel 2. 25 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Lapangan Pekerjaan Utama... 47
Tabel 2. 26 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama dan Status Pekerjaan Utama... 53
Tabel 2. 27 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Wilayah dan Status Pekerjaan Utama... 55
Tabel 2. 28 Jumlah Angkatan Kerja Kabupaten Gresik Menurut Pendidikan Tahun 2017-2020 .... 57
Tabel 2. 29 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Kegiatan Seminggu yang Lalu ... 58
Tabel 2. 30 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Status Pekerjaan Utama ... 59
Tabel 2. 31 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Kegiatan Seminggu yang Lalu ... 60
Tabel 2. 32 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Gresik (juta rupiah), 2015–2020... 62
Tabel 2. 33 Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Gresik Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, 2015─2020 ... 63
v Tabel 2. 35 Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Gresik Atas Dasar Harga Konstan Menurut
Lapangan Usaha (Persen) ... 68
Tabel 2. 36 PDRB dan PDRB Perkpita Kabupaten Gresik, 2016-2020 ... 69
Tabel 2. 37 Jumlah Realisasi Investasi di Kabupaten Gresik, 2015-2020 ... 70
Tabel 2. 38 Ekspor Kabupaten Gresik di Pelabuhan Gresik, 2015-2020 ... 71
Tabel 2. 39 Impor Kabupaten Gresik di Pelabuhan Gresik, 2015-2020 ... 71
Tabel 2. 40 Pertumbuhan Usaha Mikro dan Koperasi ... 72
Tabel 2. 41 Pertumbuhan Industri Mikro Kecil Menengah ... 73
Tabel 2. 42 Klasifikasi Industri berdasarkan Proyek dan Nilai Investasi Tahun 2018 ... 73
Tabel 2. 43 Klasifikasi Industri berdasarkan Proyek dan Nilai Investasi Tahun 2019 ... 74
Tabel 2. 44 Peranan Subkategori terhadap Nilai Tambah Kategori Industri Pengolahan di Kabupaten Gresik(Persen), 2016-2020 ... 76
Tabel 2. 45 Proyeksi Luas Kawasan Industri Kabupaten Gresik ... 77
Tabel 2. 46 Kawasan Industri Gresik ... 78
Tabel 2. 47 Daftar Industri di Kawasan Industri Gresik (KIG) ... 78
Tabel 2. 48 Daftar Industri di Kawasan Maspion Manyar Gresik ... 80
Tabel 2. 49 Proyeksi Luas Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik... 81
Tabel 5. 1 Integrasi Arahan Kebijakan Pada Sektor Perindustrian di Tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten Gresik ... 122
Tabel 5. 2 Klasifikasi Typologi Klassen Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB Harga Konstan 2010 (2014-2019) ... 145
Tabel 5. 3 Klasifikasi Typologi Klassen Sektor Industri Pengolahan Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB Harga Konstan (2016-2020) ... 146
Tabel 5. 4 Perhitungan Koefisien SLQ Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB Harga Konstan 2010 (2014-2019) ... 149
Tabel 5. 5 Perhitungan Koefisien SLQ Kegiatan Industri Pengolahan Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB Harga Konstan (2016-2020) ... 150
Tabel 5. 6 Perhitungan Koefisien DLQ Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB Harga Konstan 2010 (2015-2019) ... 151
Tabel 5. 7 Perhitungan Koefisien DLQ Kegiatan Industri Pengolahan Kabupaten Gresik Berdasarkan PDRB Harga Konstan (2017-2020)... 152
Tabel 5. 8 Penentuan Klasifikasi Sektor Lapangan Usaha di Kabupaten Gresik Berdasarkan PDRB Pada Tahun 2015-2019 ... 153
Tabel 5. 9 Penentuan Klasifikasi Kegiatan Industri Pengolahan di Kabupaten Gresik Berdasarkan PDRB Pada Tahun 2017-2020 ... 153
Tabel 5. 10 Perhitungan Analisis Shift Share Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB harga konstan 2010 (2014-2019) ... 155
Tabel 5. 11 Perhitungan Analisis Shift Share Sektor Industri Pengolahan Kabupaten Gresik berdasarkan PDRB Harga Konstan ... 156
Tabel 5. 12 Hasil Analisis Overlay (Typology Klassen, SLQ, DLQ, dan Shift Share) Lapangan Usaha Di Kabupaten Gresik ... 157
Tabel 5. 13 Hasil Analisis Overlay (Typology Klassen, SLQ, DLQ, dan Shift Share) Sektor Industri Pengolahan Di Kabupaten Gresik ... 159
Tabel 5. 14 Hasil Analisis Overlay Kebijakan Sektor Industri Pengolahan Di Kabupaten Gresik ... 162
Tabel 5. 15 Industri Makanan dan Minuman di Kabupaten Gresik ... 165
Tabel 5. 16 Industri Tekstil ... 179
Tabel 5. 17 Industri Alas Kaki ... 181
Tabel 5. 18 Industri Barang dari Kayu, Rotan dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 193
Tabel 5. 19 Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 213
vi Tabel 5. 22 Industri Barang dari Logam ... 251 Tabel 5. 23 Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 258 Tabel 6. 1 Perbandingan Jumlah Industri, Jumlah Klaster, dan Jumlah Tenaga Kerja yang
Termasuk Dalam Klaster ... 271
vii
Gambar 2. 1 Peta Kelerengan kabupaten Gresik ... 14
Gambar 2. 2 Peta Tutupan Lahan Kabupaten Gresik, 2020 ... 16
Gambar 2. 3 Jumlah Penduduk Kabupaten Gresik, 1961-2020 ... 28
Gambar 2. 4 Persentase Penduduk Kabupaten Gresik Menurut Alamat Domisili dengan KK/KTP... 28
Gambar 2. 5 Peta Distribusi Penduduk Kabupaten Gresik Tahun 2020 ... 31
Gambar 2. 6 Piramida Penduduk Kabupaten Gresik ... 33
Gambar 2. 7 Komposisi Penduduk Kabupaten Gresik Menurut Generasi ... 34
Gambar 2. 8 Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Wilayah dan Status Sekolah ... 35
Gambar 2. 9 Peta Status Sekolah Kabupaten Gresik ... 36
Gambar 2. 10 Penduduk 15 TahuN Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Kegiatan Seminggu yang Lalu ... 37
Gambar 2. 11 Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Status Sekolah ... 38
Gambar 2. 12 Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan ... 39
Gambar 2. 13 Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Wilayah dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan ... 39
Gambar 2. 14 Peta Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan ... 41
Gambar 2. 15 Grafik Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Wilayah dan Kegiatan Seminggu yang Lalu... 46
Gambar 2. 16 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Lapangan Pekerjaan Utama ... 49
Gambar 2. 17 Grafik Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Wilayah dan Lapangan Usaha Utama ... 52
Gambar 2. 18 Grafik Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama dan Status Pekerjaan Utama ... 54
Gambar 2. 19 Peta Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama ... 56
Gambar 2. 20 Grafik Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Kegiatan Seminggu yang Lalu ... 58
Gambar 2. 21 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Status Pekerjaan Utama... 59
Gambar 2. 22 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gresik, 2016-2020 ... 66
Gambar 2. 23 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik... 82
Gambar 2. 24 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik... 82
Gambar 2. 25 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (1) ... 83
Gambar 2. 26 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (2) ... 83
Gambar 2. 27 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (3) ... 84
Gambar 2. 28 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (4) ... 84
Gambar 2. 29 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (5) ... 85
Gambar 2. 30 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (6) ... 85
Gambar 2. 31 Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Gresik (7) ... 86
Gambar 2. 32 Perbandingan KPI Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik ... 86
Gambar 3. 1 Bangun Industri Nasional Tahun 2025 ... 98
Gambar 4. 1 Keterkaitan Antara Latar Belakang, Lingkup, dan Tujuan Studi Terhadap Hasil Syudi ... 110
Gambar 5. 1 Kawasan Industri Maspion ... 79
Gambar 5. 2 Peta Sebaran Industri Makanan dan Minuman ... 170
viii
Gambar 5. 5 Rantai Nilai Industri Makanan Hasil Perikanan ... 175
Gambar 5. 6 Sebaran Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 182
Gambar 5. 7 Density Analysis Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 184
Gambar 5. 8 Rantai Pasok Industri Tekstil dan Alas Kaki ... 186
Gambar 5. 9 Rantai Nilai Tenun ATBM Kabupaten Gresik ... 187
Gambar 5. 10 Sebaran Industri Barang dari Kayu, Rotan, dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 205
Gambar 5. 11 Density Analysis Industri Barang dari Kayu, Rotan, dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 207
Gambar 5. 12 Rantai Pasok Industri Barang dari Kayu dan Furnitur ... 209
Gambar 5. 13 Rantai Pasok Industri Barang dari Kayu, Rotan dan Sejenisnya termasuk Furnitur ... 211
Gambar 5. 14 Sebaran Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 216
Gambar 5. 15 Density Analysis Industri Kertas dan Barang dari Kertas termasuk Percetakan ... 218
Gambar 5. 16 Sebaran Industri Kimia dan Pupuk ... 227
Gambar 5. 17 Density Analysis Industri Kimia dan Pupuk ... 229
Gambar 5. 18 Indusri Kimia Secara Vertikal ... 231
Gambar 5. 19 Pohon industri petrokimia berbasis migas dan kondensat ... 232
Gambar 5. 20 Pohon industri petrokimia berbasis batubara (sumber tidak terbarukan lainnya) ... 233
Gambar 5. 21 Pohon industri petrokimia berbasis biomassa (sumber terbarukan) ... 233
Gambar 5. 22 Rantai Pasok Industri Petrokimia Hulu ... 234
Gambar 5. 23 Rantai Nilai Industri Petrokimia Hulu ... 235
Gambar 5. 24 Persentase Nilai Petrokimia Hulu (Aromatic) ... 236
Gambar 5. 25 Sebaran Industri Barang dari Karet dan Plastik... 246
Gambar 5. 26 Density Analysis Industri Barang dari Karet dan Plastik ... 248
Gambar 5. 27 Sebaran Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 260
Gambar 5. 28 Density Analysis Industri Barang dari Logam dan Industri Logam Dasar ... 262
Gambar 5. 29 Rantai Pasok Industri Tembaga ... 264
Gambar 5. 30 Persentase Nilai Kebutuhan Industri Tembaga ... 268
Gambar 6. 1 Blockplan Kawasan Industri Gresik ... 277
Gambar 6. 2 Block Plan Kawasan Industri Maspion ... 278
Gambar 6. 3 Blockplan KEK JIPPE ... 281
-1-
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Terjadinya krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 menekan perekonomian seluruh negara di dunia. Demikian juga halnya perekonomian Indonesia juga tidak bisa terhindar dari dampak pandemi Covid-19. Perekonomian Indonesia secara teknis telah resmi masuk ke zona resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kinerja pada kuartal III/2020. Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi -3,49 persen secara tahunan. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen yoy.
Faktor utama yang menyebabkan hal itu adalah konsumsi rumah tangga dan investasi yang terkontraksi cukup dalam, sehingga berakibat terhadap kondisi industri dalam negeri. Masing-masing industri banyak melakukan efisiensi untuk menjamin kelangsungan proses produksi. Hal ini tentu berakibat terhadap produktivitas industri tersebut dalam mensupplay produksi di pasar. Oleh karena itu diperlukan suatu solusi untuk menjaga produktivitas dengan kondisi produksi berjalan efisien.
Pertumbuhan ekonomi yang terkonstraksi tersebut tidak dapat dihindari Kabupaten Gresik. Pada triwulan II (April–Juni) lalu, pertumbuhan ekonomi sempat minus 3,46 persen. Padahal, pada 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,41 persen. Pada Triwulan III pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik terkontraksi minus 0,84 persen, Pertumbuhannya ekonomi Kabupaten Gresik masih terbilang menggembirakan jika dibandingkan dengan provinsi maupun nasional. Ada dua sektor yang pertumbuhannya positif. Yakni, sektor komunikasi dan pertanian atau ketahanan pangan.1
Di sisi yang lain, saat ini Indonesia tengah melakukan transformasi besar- besaran dalam rangka menumbuhkan minat investasi dan peningkatan penyerapan tenaga kerja dengan disahkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dengan Undang-undang ini diharapkan mampu
1 https://www.jawapos.com/surabaya/22/10/2020 diakses tanggal 20 November 2020
-2-
menyerap tenaga keda Indonesia yang seluas-luasnya di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan tuntutan globalisasi ekonomi. Undang-undang ini mengatur penyesuaian berbagai aspek pengaturan yang berkaitan dengan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah, peningkatan ekosistem investasi, dan percepatan proyek strategis nasional, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Momentum pandemi Covid-19 dan Undang-undang Cipta Kerja akan mendorong terjadinya transformasi struktural dalam perekonomian. Strategi industrialisasi harus berbasis pada sektor dan pelaku usaha yang melibatkan rakyat banyak, sekaligus menggunakan bahan baku lokal yang tersebar di seluruh daerah sesuai produk unggulan dan kearifan lokal. Kolaborasi antar pelaku usaha harus didukung oleh UMKM dan Koperasi yang kuat dan tangguh.
Kegiatan investasi memberikan berbagai manfaat dan dampak positif bagi perkembangan ekonomi lokal dan nasional. Kondisi perekonomian Indonesia yang makin membaik meningkatkan minat investasi yang masuk baik berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penananaman Modal Asing (PMA).
Realisasi investasi PMA dan PMDN selama 3 tahun terakhir sebelum tahun 2020 terus meningkat dibanding tahun sebelumnya, khusus tahun 2020 mengalami kontraksi yang diakibatkan pandemi Covid 19. Peningkatan investasi tersebut tidak terlepas dari pesatnya kemajuan perkembangan pembangunan di berbagai wilayah di Indonesia akibat aktifitas masyarakat yang terus berbenah dan membangun wilayahnya, serta mengelola potensi sumber daya alam dan aset manusia yang dimilikinya.
Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi perekonomian yang cukup besar. Disamping potensi sektor industri dan pertambangan yang mendukung pendapatan asli daerah, ada sektor lain yang sangat potensial dalam mendukum perekonomian masyarakat yaitu IKM (Industri Kecil menengah). Kabupaten Gresik telah melakukan Kajian Kompetensi Inti Industri Kabupaten (KIID) pada tahun 2014, dimana pada kajian tersebut telah ditentukan 5 produk unggulan prioritas yaitu Tenun ATBM, songkok (kopiah), bordir, Meubel pelepah pisang, rebana dan diantara 5 komoditas tersebut
-3-
ditetapkan bahwa komoditas unggulan Kabupaten Gresik adalah Industri Tenun ATBM atau dengan kata lain KIID Kabupaten Gresik ditetapkan berbasis pada Industri tenun ATBM dengan fokus “Kemampuan Menghasilkan Desain dan Produk Tenun ATBM yang Berkualitas dan Bernilai seni tinggi“.
Di sisi lain, Provinsi Jawa Timur juga telah menetapkan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Jawa Timur Tahun 2019-2039, di mana Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIK) mengacu pada RPIP. Pada RPIP Jawa Timur Tahun 2019-2039, Industri unggulan Provinsi yang dapat dikembangkan terdiri dari industri: a.
pengolahan daging dan susu; b. pengolahan kopi dan kakao; c. pengolahan hasil laut; d. pengolahan kayu; e. kimia dasar; f. logam dasar; g. barang galian bukan logam; h. barang modal, dan komponen bahan penolong; i. makanan dan minuman; j. tekstil dan alas kaki; k. kertas; l. farmasi, obat kimia dan tradisional;
m. barang dari karet dan plastik; n. peralatan listrik; o. mesin dan perlengkapan;
dan p. alat angkut.
Industri unggulan tersebut yang berlokasi di Kabupaten Gresik meliputi : 1. Industri pengolahan hasil laut;
2. Industri kimia dasar;
3. Industri barang galian bukan logam;
4. Industri barang modal, dan komponen bahan penolong 5. Industri makanan dan minuman;
6. Industri tekstil dan alas kaki;
7. Industri kertas;
8. Industri farmasi, obat kimia dan tradisional;
9. Industri barang dari karet dan plastik;
10. Industri peralatan listrik;
11. Industri mesin dan perlengkapan; dan 12. Industri alat angkut.
Kebijakan pembangunan industri baik yang telah ditetapkan pada level nasional dengan adanya RIPIN (Rencana Pembangunan Industri Nasional), pada level provinsi disebut RPIP (Rencana Pembangunan Industri Provinsi), serta pada
-4-
level kabupaten dengan adanya Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID) haruslah menjadi pedoman dalam Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Gresik.
Salah satu upaya peningkatan peluang investasi adalah melalui pendekatan dari berbagai aspek yang secara umum membuat gambaran tentang keadaan geografi, kondisi sosial dan perkembangan perekonomian, yang lebih menunjukkan arah serta lokasi dimana kegiatan sektoral tersebut dapat dikembangkan. Pendekatan tersebut mendorong lahirnya konsep pengelolaan potensi sumber daya alam dan aset manusia yang harus mampu meningkatkan suatu daerah menjadi target tujuan investasi yang menarik.
Mengingat potensi sumberdaya alam dan aset manusia merupakan hal yang dinamis, maka data dan informasi terkini yang akurat dan valid tentang potensi dan peluang investasi di Kabupaten Gresik dan keberadaannya menjadi sangat penting dalam perumusan kebijakan investasi di Kabupaten Gresik.
Ketersediaan data dan informasi potensi sumberdaya tersebut sangat membantu para calon investor dalam memilih dan memutuskan minat rencana investasinya sesuai dengan bidang investasi dan wilayah/daerah yang diminatinya.
Salah satu upaya membantu calon investor mendapatkan data dan informasi potensi investasi, antara lain melalui pemetaan potensi dan peluang investasi daerah. Selain itu, kegiatan pemetaan potensi dan peluang investasi daerah juga merupakan upaya penting dalam mempromosikan potensi dan peluang investasi daerah yang ready to invest yang sesuai ketersediaan sumberdaya alamnya, fasilitas dan infrastruktur pendukung, serta dukungan kebijakan daerah dan pusat. Adanya peta potensi dan peluang investasi daerah tersebut diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong penting dalam meningkatkan investasi di Kabupaten Gresik.
Sejumlah hal tersebut yang kemudian melandasi perlunya dilakukan kajian ini guna melihat bagaimana prospek dan potensi investasi industri di Kabupaten Gresik serta menelaah struktur perekonomian hubungan antar industri untuk memahami saling ketergantungan dan kompleksitas perekonomian serta untuk mempertahankan keseimbangan antara supply (penawaran) dan demand (permintaan). Hasil kajian diharapkan dapat menjadi telaahan akademik sehingga
-5-
memberikan rekomendasi penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Gresik.
1.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
1.2.1 Maksud
Maksud dari pekerjaan Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik ini adalah menyediakan data dan informasi potensi investasi Kabupaten Gresik serta peluang pengembangan investasi dalam bentuk data peta yang dilengkapi dengan metode analisis kajian yang terpadu, lengkap dan akurat tentang:
1. Potensi investasi unggulan daerah;
2. Peluang-peluang usaha termasuk didalamnya tentang:
a. Lokasi;
b. Ketersediaan lahan;
c. Ketersediaan bahan baku;
d. Ketersediaan sarana prasarana;
e. Peluang pasar; serta
f. Kawasan industri dan Kawasan khusus investasi (KEK, FTZ, Kawasan Berikat, dll).
3. Kebijakan dan kajian Terdahulu terkait investasi dan perindustrian di Kabupaten Gresik
1.2.2 Tujuan A. Tujuan Umum
Secara umum tujuan dari pekerjaan ini adalah mengidentifikasi potensi dan peluang investasi industri daerah serta menelaah struktur hubungan antar industri untuk memahami saling ketergantungan/ keterkaitan antar industri sehingga dapat meningkatkan ataupun mempertahankan keseimbangan antara supply (penawaran) dan demand (permintaan) pelaku industri di Kabupaten Gresik. Data dan informasi berupa buku kajian dan peta secara terpadu, lengkap, akurat dan terkini secara memadai sebagai bahan kebijakan dan promosi investasi yang lebih
-6-
fokus, sehingga mampu meningkatkan keuntungan kompetitif daerah yang menarik untuk tujuan investasi.
B. Tujuan Khusus
Secara khusus kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka:
1. Menelaah Kajian Inti Industri Kabupaten Gresik Tahun 2014 serta Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2039 serta kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan investasi industri yang akan dijadikan rekomendasi penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Gresik; dan
2. Menelaah struktur perekonomian hubungan antar industri untuk memahami saling ketergantungan/ keterkaitan antar industri sehingga dapat meningkatkan ataupun mempertahankan keseimbangan antara supply (penawaran) dan demand (permintaan).
1.2.3 Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah adanya hasil analisis prospek dan peluang investasi industri di Kabupaten Gresik, dengan hasil (outcome) yang ditargetkan sebagai berikut :
1. Integrasi kebijakan sektor perindustrian di level Nasional, Provinsi dan Kabupaten Gresik;
2. Keunggulan kompetitif Kabupaten Gresik dan keunggulan kompetitif sector industri Kabupaten Gresik;
3. Pemetaan klaster industri di kabupaten gresik;
4. Pemetaan rantai pasok dan rantai nilai industri di Kabupaten Gresik;
5. Identifikasi kebutuhan sistem pendukung dari klaster industri yang meliputi klaster industri, badan usaha dan fasilitas Pendidikan
6. Strategi optimasi prospek dan peluang investasi industri di Kabupaten Gresik
-7- 1.3 LINGKUP STUDI
1.3.1 Lingkup Materi Studi
Ruang lingkup dari kegiatan Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik adalah sebagai berikut :
1. Persiapan
Pekerjaan persiapan ini mencakup kegiatan sebagai berikut :
a. Kegiatan administrasi, mobilisasi personil, penyusunan program kerja, pengadaan data, pembuatan desain survei, dan sebagainya;
b. Melakukan kordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gresik yang berkompeten terhadap penyediaan data mengenai kegiatan ini.
c. Menyusun laporan pendahuluan dan rencana kerja.
2. Survei, Pengumpulan data, dan Pengambilan sampel
a. Pengumpulan semua data yang diperlukan baik data teknis maupun data yang berkaitan dengan regulasi kebijakan (data ekonomi, sosial, lingkungan, dll);
b. Pengambilan sampel pelaku kegiatan industri untuk mengetahui input- output industri dan atau supply demand.
3. Analisis Data
Analisis data yang dilakukan diantaranya meliputi :
a. Analisis kebijakan spasial dan sektoral, baik kebijakan pusat maupun daerah;
b. Analisis perekonomian dan peran industri;
c. Analisis sebaran / klaster industri;
d. Analisis supply demand;
e. Analisis supply chain;
f. Analisis dukungan sarana dan prasarana;
g. Analisis dukungan sumberdaya manusia; dan h. Analisis potensi pengembangan.
-8- 1.3.2 Lingkup Wilayah Studi
Ruang lingkup wilayah pekerjaan Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik adalah Kabupaten Gresik.
1.4 KELUARAN
Kegiatan Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik diharapkan dapat memberikan informasi detail tentang potensi investasi industri yang tepat dan terkini tentang peluang usaha, ketersediaan lahan, sarana dan prasarana penunjang, dan potensi industri unggulan lainnya kepada para calon investor baik lokal maupun asing. Disamping itu kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan rekomendasi bagi penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Gresik. Keluaran pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Dokumen Hasil studi dalam bentuk laporan analisis data dan dalam bentuk peta eksisting dan analisa industri Kabupaten Gresik;
2. Laporan dan dokumen hasil Penyusunan Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik dalam bentuk soft copy.
Buku Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik, berupa:
a. Buku laporan pendahuluan sebanyak 5 (lima) buku;
b. Buku laporan antara sebanyak 5 (lima) buku;
c. Buku laporan akhir kegiatan sebanyak 10 (sepuluh) buku;
d. Buku ringkasan eksekutif sebanyak 10 (sepuluh) buku;
e. Softcopy dalam hardisk portable sebanyak 1 (satu) buah.
-9- 1.5 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR
Sistematika penyusunan Laporan Akhir Prospek dan Peluang Investasi Industri di Kabupaten Gresik adalah sebagai berikut :
Bab 1 Pendahuluan
Memuat tentang latar belakang, tujuan, sasaran, ruang lingkup dan keluaran.
Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Studi
Memuat tentang profil geografi, demografi, ekonomi, sarana dan prasarana yang dipaparkan dalam dua lingkup sektoral, yaitu secara umum dan khusus sector industri.
Bab 3 Kajian Pustaka
Memuat tentang kajian studi dan literatur mengenai perindustrian, peraturan perundangan terkait, kebijakan pembangunan dan penataan ruang.
Bab 4 Metodologi
Berisi tentang uraian pendekatan umum, rumusan tujuan, lingkup dan hasil studi, kerangka studi, tahapan studi dan hasil studi.
Bab 5 Hasil dan Pembahasan
Menjelaskan tentang data-data dan analisis pengolahan data untuk menjawab sasaran berikut : 1. Integrasi kebijakan sektor perindustrian di level Nasional, Provinsi dan Kabupaten Gresik; 2. Keunggulan kompetitif Kabupaten Gresik dan keunggulan kompetitif sector industri Kabupaten Gresik; 3. Pemetaan klaster industri di kabupaten gresik; 4. Pemetaan rantai pasok dan rantai nilai industri serta pengembangan rantai nilai industri di Kabupaten Gresik.
-10- Bab Peluang Investasi Industri
Berisi Identifikasi kebutuhan sistem pendukung dari klaster industri yang meliputi klaster industri, badan usaha dan fasilitas Pendidikan serta Strategi Optimasi Prospek dan Peluang Investasi Industri Kabupaten Gresik
-11-
2 BAB II GAMBARAN UMUM
2.1 GAMBARAN UMUM KABUPATEN GRESIK
2.1.1 Letak Geografis dan Administratif
Secara administratif, Kabupaten Gresik terbagi menjadi 18 Kecamatan terdiri dari 330 Desa dan 26 Kelurahan. Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai dengan panjang pantai 140 km, 69 km di daratan Pulau Jawa memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah, dan Panceng serta 71 km di Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang berada di Pulau Bawean. Wilayah Kabupaten Gresik sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Madura dan Kota Surabaya, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Mojokerto, serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lamongan.
Kabupaten Gresik merupakan hinterland Surabaya Metropolitan Area dengan segmentasi kota industri manufaktur yang didukung pengembangan pelabuhan-pelabuhan serta infrastruktur air bersih dan listrik. Kecamatan di Kabupaten Gresik dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Sangkapura seluas 118,72 km2 atau 9,97 persen dari luas total Kabupaten Gresik. Sedangkan Kecamatan di Kabupaten Gresik dengan wilayah terkecil adalah Kecamatan Gresik seluas 5,54 km2 atau 0,47 persen dari luas total Kabupaten Gresik.
-12-
Tabel 2. 1 Luas Wilayah dan Jumlah Pulau Menurut Kecamatan di Kabupaten Gresik
Kecamatan Luas (km2) Persentase Terhadap
Luas Kabupaten Jumlah Pulau
1 Wringinanom 62,62 5,26 -
2 Driyorejo 51,30 4,31 -
3 Kedamean 65,96 5,54 -
4 Menganti 68,71 5,77 -
5 Cerme 71,73 6,02 -
6 Benjeng 61,26 5,14 -
7 Balongpanggang 63,88 5,36 -
8 Duduksampeyan 74,29 6,24 -
9 Kebomas 30,06 2,52 -
10 Gresik 5,54 0,47 -
11 Manyar 95,42 8,01 -
12 Bungah 79,49 6,67 1
13 Sidayu 47,13 3,96 -
14 Dukun 59,03 4,96 -
15 Panceng 62,59 5,25 -
16 Ujungpangkah 94,82 7,96 1
17 Sangkapura 118,72 9,97 5
18 Tambak 78,70 6,65 4
Gresik 1191,25 100 11
Sumber: BPS Kabupaten Gresik Tahun 2021
2.1.2 Kondisi Fisik A. Topografi
Tabel 2. 2 Tabel Ketinggian per Kecamatan Beserta Luasnya di Kabupaten Gresik (Ha)
Kecamatan Ketinggian Jumlah
0-10 Meter dpl 10-20 Meter dpl >20 Meter dpl
Wringinanom 0,00 6.254,00 0,00 6.262,00
Driyorejo 0,00 5.130,00 0,00 5.130,00
Kedamean 6.588,00 0,00 0,00 6.596,00
Menganti 6.196,00 0,00 0,00 6.367,00
Cerme 6.126,00 0,00 0,00 6.126,00
Benjeng 0,00 6.862,00 0,00 6.871,00
Balongpanggang 7.167,00 0,00 0,00 7.167,00
Duduksampeyan 7.440,00 0,00 0,00 7.449,00
Kebomas 2.966,00 0,00 0,00 3.433,00
Gresik 524,00 0,00 0,00 799,00
Manyar 8.287,00 0,00 0,00 8.671,00
Bungah 8.022,00 0,00 0,00 7.936,00
Sidayu 4.521,00 0,00 0,00 4.521,00
Dukun 5.909,00 0,00 0,00 5.909,00
Panceng 0,00 0,00 6.318,00 6.529,00
Ujungpangkah 9.470,00 0,00 0,00 10.406,00
Sangkapura 11.872,00 0,00 0,00 11.872,00
Tambak 7.755,00 0,00 0,00 7.739,00
Jumlah 92.843,00 18.246,00 6.318,00 119.513,00
Prosentase 79,08 15,54 5,38 100,00
Sumber: Materi Teknis RTRW Kabupaten Gresik 2020-2040
-13-
Tabel 2. 3 Tabel Kelerengan per Kecamatan Beserta Luasnya di Kabupaten Gresik (Ha)
Kecamatan Lereng Jumlah
0-2 % 3-15 % 16-40 % >40 %
Wringinanom 3.968,00 2/286,00 0,00 0,00 6.262,00
Driyorejo 4.680,00 450,00 0,00 0,00 5.130,00
Kedamean 5.684,00 904,00 0,00 0,00 6.596,00
Menganti 6.196,00 0,00 0,00 0,00 6.367,00
Cerme 6.126,00 0,00 0,00 0,00 6.126,00
Benjeng 6.862,00 0,00 0,00 0,00 6.871,00
Balongpanggang 7.167,00 0,00 0,00 0,00 7.167,00
Duduksampeyan 7.440,00 0,00 0,00 0,00 7.449,00
Kebomas 2.409,00 518,00 39,00 0,00 3.433,00
Gresik 524,00 0,00 0,00 0,00 799,00
Manyar 8.197,00 90,00 0,00 0,00 8.671,00
Bungah 8.022,00 0,00 0,00 0,00 7.936,00
Sidayu 4.521,00 0,00 0,00 0,00 4.521,00
Dukun 5.909,00 0,00 0,00 0,00 5.909,00
Panceng 3.897,00 2.324,00 72,00 25,00 6.529,00
Ujungpangkah 8.063,00 972,00 243,00 192,00 10.406,00
Sangkapura 4.805,00 2.050,34 4.216,68 799,98 11.872,00
Tambak 143,00 2.756,94 4.899,81 55,25 7.739,00
Jumlah 94.613,00 12.251,28 9.470,49 1.071,23 119.513,00
Prosentase 80,59 10,43 8,07 0,91 100,00
Sumber: Materi Teknis RTRW Kabupaten Gresik 2020-2040
-14-
Gambar 2. 1 Peta Kelerengan kabupaten Gresik
-15- B. Penggunaan Lahan
Tabel 2. 4 Tabel Peruntukan Penggunaan Lahan Kabupaten Gresik KAWASAN LINDUNG
No. Jenis Peruntukan Ruang Perda RTRW Kab. Gresik (ha) Eksisting Penggunaan
Lahan(ha)
1 Kawasan Rawan Bencana Banjir 9,426.12 9,426.11
2 Kawasan Pantai Berhutan Bakau 5,828.62 1,804.18
3 Kawasan Terumbu Karang 5,387.00 5,387.00
4 Blok Rimba Suaka Marga Satwa 3.918,85 3.918,85
5 Kawasan Resapan Air 1,252.58 1,040.61
6 Kawasan Cagar Alam 661,38 661,38
Jumlah 21,898.24 17,661.82
KAWASAN BUDIDAYA
1 Kawasan Permukiman 26,063.55 15,331.14
2 Kawasan Pertanian Lahan Basah 23,372.70 39,572.98
3 Kawasan Perikanan Budidaya 21,678.36 31,092.21
4 Kawasan Hortikultura 16,885.48 191.79
5 Kawasan Industri 12,448.03 10,108.57
6 Kawasan Perdagangan, Jasa,
dan Fasum 6,644.01 2,797.65
7 Kawasan Perkebunan 2,573.67 10,761.86
8 Kawasan Hutan Produksi 1,034.56 6,544.01
9 Kawasan Pertambangan 817.25 952.34
10 Kawasan Pariwisata 82.85 7.92
11 Kawasan Bandar Udara 68.44 72.82
12 Kawasan Pelabuhan 1,257.69 366.89
Jumlah 112,926.56 117,800.18
Sumber: Fakta dan Analisa RTRW Kabupaten Gresik 2020-2040
-16-
Gambar 2. 2 Peta Tutupan Lahan Kabupaten Gresik, 2020
-17- C. Hidrologi
Keadaan permukaan air tanah di Kabupaten Gresik relative dangkal dan hanya daerah tertentu yang mempunyai permukaan air tanah agak dangkal.
Kabupaten Gresik merupakan daerah muara Sungai Bengawan Solo dan Kali Lamong, dan juga dilalui oleh Kali Surabaya di Wilayah Selatan. Kondisi Hodografi Kabupaten Gresik juga ditentukan oleh adanya waduk, embung, mata air, pompa air dan sumur bor.
Tabel 2. 5 Tabel Sungai di Kabupaten Gresik Nama Sungai Panjang (Km)
Bengawan Solo 59,17
Kali Baturata 6,01
Kali Baturaya 3,10
Kali Bedahan 6,38
Kali Benem 30,33
Kali Ceper 6,95
Kali Corong 8,90
Kali Deje 5,49
Kali Gladakgede 3,86
Kali Grunjungan 5,57
Kali Joho 3,93
Kali Kebonagung 4,42
Kali Kope 4,23
Kali Lamongan 63,87
Kali Lancabur 2,22
Kali Laok 5,59
Kali Legundi 2,69
Kali Lewean 4,12
Kali Mantup 14,99
Kali Mas 30,11
Kali Medangan 14,23
Kali Mentani 4,01
Kali Mireng 6,67
Kali Raya 4,16
Kali Tambak 7,05
Kali Wadak 3,91
Kali Wangen 9,76
Sumber: Kajian Lingkungan Hidup Strategis Terhadap RTRW Gresik Tahun 2020-2040
-18-
Tabel 2. 6 Tabel Cekungan Air Tanah Kabupaten Gresik Cekungan
Air Tanah Keterangan Air Tanah Bebas (m3/tahun)
Air Tanah Tertekan (m3/tahun)
Sumber Luas (Ha)
CAT Brantas Daerah Lepasan Air Tanah
3674 juta 175 juta Kepres No 26
Tahun 2011 10472,23 CAT Panceng Daerah
Lepasan Air Tanah
27 juta 41 juta 10967,81
CAT Surabaya-
Lamongan Daerah Lepasan Air Tanah
843 juta 37 juta 16883,05
CAT Surabaya- Lamongan
Daerah Lepasan Air Tanah
843 juta 37 juta 16699,34
CAT Surabaya-
Lamongan Daerah Lepasan Air Tanah
843 juta 37 juta 9451,36
Sumber: DD Pembangunan Waduk Lamong 2012 dalam KLHS Terhadap RTRW Gresik Tahun 2020-2040 Tabel 2. 7 Tabel Cekungan Air Tanah Kabupaten Gresik
No Nama Waduk Lokasi Total Areal
(Ha)
Desa Kecamatan
1 Palem Watu Palem Watu Menganti 40,00
2 Menganti Menganti Menganti 13,00
3 Mojotengah Mojotengah Menganti 7,00
4 Kepatihan Kepatihan Menganti 7,00
5 Randu Padang Randu Padang Menganti 7,00
6 Pengalangan Pengalangan Menganti 7,00
7 Boteng Boteng Menganti 5,00
8 Hendro Sari Hendro Sari Menganti 4,00
9 Sido Jangkung Sido Jangkung Menganti 3,00
10 Pranti Pranti Menganti 3,00
11 Sido Wungu Sido Wungu Menganti 2,00
12 Laban Laban Menganti 2,00
13 Kedamean I Kedamean Kedamean 9,00
14 Ngepung I Ngepung Kedamean 8,50
15 Doro (Ngepung II) Ngepung Kedamean 8,50
16 Balong Jrambah (Kedamean
II) Kedamean Kedamean 7,00
17 Belahan Rejo Belahan Rejo Kedamean 4,00
18 Slempet Slempet Kedamean 4,00
19 Gading Sido Raharjo Sido Raharjo Kedamean 4,00
20 Tanjung Tanjung Kedamean 3,00
21 Katimoho Katimoho Kedamean 3,00
22 Tulung Tulung Kedamean 3,00
23 Turi Rejo Turi Rejo Kedamean 3,00
24 Mojowuku Mojowuku Kedamean 2,50
25 Gunung Daten Gowo, Sumput Driyorejo 5,00
26 Mojosari Rejo Mojosari Rejo Driyorejo 4,00
-19-
No Nama Waduk Lokasi Total Areal
(Ha)
Desa Kecamatan
27 Wedoro Radegan Sari, Wedoro Anom Driyorejo 3,00
28 Anom Gadung, Wedoro Anom Driyorejo 3,00
29 Banjaran Karang Andong, Banjaran Driyorejo 1,00
30 Sumber Sooko Sooko Wringin Anom 2,12
31 Ngasin Ngasin Balong Panggang 15,00
32 Pacuh Pacuh Balong Panggang 12,00
33 Pinggir Pinggir Balong Panggang 9,00
34 Tanah Landeyan Tanah Landean Balong Panggang 9,00
35 Brangkal Brangkal Balong Panggang 8,00
36 Doho Agung Doho Agung Balong Panggang 5,00
37 Kedung Sumber Kedung Sumber Balong Panggang 5,00
38 Tenggor Tenggor Balong Panggang 4,50
39 Sekar Putih Sekar Putih Balong Panggang 4,00
40 Ngampel Ngampel Balong Panggang 3,50
41 Kedung Jati Babatan Balong Panggang 3,00
42 Mojo Gede Mojo Gede Balong Panggang 3,00
43 Babatan Babatan Balong Panggang 2,00
44 Bandung Sekaren Bandung Sekaren Balong Panggang 2,00
45 Cerme Lor Cerme Lor Cerme 4,00
46 Wedani Wedani Cerme 5,00
47 Kandangan Kandangan Cerme 4,00
48 Betiting Betiting Cerme 4,00
49 Cagak Agung Cagak Agung Cerme 2,50
50 Iker-iker Geger Iker-iker Geger Cerme 2,50
51 Cerme Kidul Cerme Kidul Cerme 2,00
52 Kambingan Kambingan Cerme 1,00
53 Banjar Anyar Banjarsari Cerme 92,00
54 Gedang Kulud Gedang Kulud Cerme 52,50
55 Ngabetan Ngabetan Cerme 9,00
56 Jogodalu Jogodalu Benjeng 29,00
57 Banter Banter Benjeng 17,00
58 Pundutrate Pundutrate Benjeng 7,00
59 Gluran Ploso Gluran Ploso Benjeng 3,00
60 Sumengko Sumengko Duduk Sampeyan 218,00
61 Kali Ombo Tambak Rejo Duduk Sampeyan 64,00
62 Gredek Gredek Duduk Sampeyan 8,00
63 Sumari Sumari Duduk Sampeyan 7,00
64 Pandanan Pandanan Duduk Sampeyan 7,00
65 Kedanyang Kedanyang Kebomas 2,50
66 Sidomukti Sidomukti Bungah 1,50
67 Mojopuro Gede Mojopuro Gede Bungah 4,00
68 Mojopuro Wetan Mojopuro Wetan Bungah 4,00
69 Melirang Melirang Bungah 8,00
70 Grogol Masangan Bungah 5,50
71 Abar-abir Abar-abir Bungah 1,25
-20-
No Nama Waduk Lokasi Total Areal
(Ha)
Desa Kecamatan
72 Raci Wetan Raci Wetan Bungah 8,00
73 Pengundan Pengundan Bungah 4,00
74 Kemangi Kemangi Bungah 2,50
75 Indro Delik Indro Delik Bungah 1,50
76 Kisik Kisik Bungah 1,50
77 Joho Sawo Dukun 13,60
78 Lowayu Lowayu Dukun 97,00
79 Mentaras Mentaras & Tebuwung Dukun 36,00
80 Siraman Lasem & Sembung Anyar Sidayu & Dukun 8,00
81 Mojo Petung Mojo Petung Dukun 22,00
82 Sambo Gunung Sambo Gunung Dukun 6,00
83 Mentaras Ds Mentaras Dukun 3,00
84 Bulangan Bulangan Dukun 1,70
85 Wonokerto Wonokerto Dukun 1,80
86 Suci Suci Manyar 9,00
87 Banjarsari Banjarsari Manyar 4,00
88 Sukorejo Sukorejo Sidayu 2,50
89 Wadeng Wadeng Sidayu 2,00
90 Raci Kulon Raci Kulon Sidayu 1,50
91 Raci Raci Sidayu 2,50
92 Rabit Purwodadi Sidayu 3,00
93 Petung Petung Panceng 4,50
94 Doudo Doudo Panceng 2,00
95 Ketanen Ketanen Panceng 1,50
96 Wotan Wotan Panceng 3,50
97 Delegan Delegan Panceng 4,00
98 Ketapang Ketapang Lor Ujung Pangkah 4,00
99 Bolo Bolo Ujung Pangkah 5,60
100 Gogor Wonorejo Balongpanggang 35,50
101 DI Kali Corong
Gumeno Manyar 347,00
Pejangan Manyar 7,00
Tanggulrejo Manyar 145,00
Sumberejo Manyar 69,00
Betoyo Kauman Manyar 313,00
Betoyo Guci Manyar 88,00
Sembayat Manyar 10,00
102 Leideng Delik
Kedung Rukem Benjeng 7
Bulurejo Benjeng 44
Munggugianti Benjeng 88
Dermo Benjeng 56
Klampok Benjeng 5
Bulurejo Benjeng 30
Ngembung Cerme 20
Ngembung 28
Gurangnyar Cerme 112
Morowudi Cerme 25
Dadapkuning Cerme 28
-21-
No Nama Waduk Lokasi Total Areal
(Ha)
Desa Kecamatan
103 DI Leideng Delik
Dooro Cerme 32
Dampaan Cerme 52
Ngembung Cerme 22
104 DI Krikilan
- Waduk Mojosari Rejo Mojosarirejo Driyorejo 15
- Waduk Sumput Sumput Driyorejo 15
105 DI Leideng Gawok
Sidomukti Dukun 18
Padang Bandung Dukun 114
Mojopuro Gede Dukun 99
MojopuroWetan Dukun 99
Raci Wetan Dukun 96
Pegundang Dukun 7
106 Di Kali Solo
Morobakung Manyar 73
Pejangganan Manyar 53
Gumeno Manyar 98
Ngampel Manyar 21
Sembayat Manyar 103
Karangrejo Manyar 107
Bedanten Bungah 15
107 DI Wadak
Bendungan Duduksampeyan 18
Eadak Lor Duduksampeyan 200
Wadak Kidul Duduksampeyan 256
Kemudi Duduksampeyan 170
Petis Benem Duduksampeyan 279
Palebon Duduksampeyan 108
Lowayu Duduksampeyan 82
Samir Plapen Duduksampeyan 173
Kawistowindu Duduksampeyan 190
108 DI Leideng Jono
Cerme Lor Cerme 7
Jono Cerme 96
Padeg Cerme 64
Pandu Cerme 40
Samirplapan Cerme 76
Semampir Cerme 110
Tambak Beras Cerme 210
109 DI Balonmojo Balongmojo Benjeng 15
110 Waduk Sukodono Sukodono Panceng 15
111 Waduk Pantenan Pantenan Panceng 12
Sumber: DD Pembangunan Waduk Lamong tahun 2012 dalam KLHS Terdahap RTRW Gresik Tahun 2020- 2040
D. Kawasan Rawan Bencana
1. Kawasan Rawan Bencana Banjir
Tingkat bahaya banjir di Kabupaten Gresik seluruh kecamatan masuk dalam kawasan rawan bencana banjir dengan indeks resiko bencana banjir tinggi,