• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

4.4.2 Industri tuna loin (PT. Awindo International)

PT.Awindo International merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di

bidang pengolahan produk perikanan, termasuk salah satunya produk tuna loin.Perusahaan ini terletak di dalam kawasan PPSNZJ.Perusahaan ini berkomitmen pada produksi dan pemasaran serta terhadap keamanan produk perikanan dalam memenuhi persyaratan Internasional dan Indonesia pada sistem mutu HACCP atau manajemen keamanan pangan.Adapun visi dan misi perusahaan tersebut.Visi perusahaan yaitu ingin memproduksi produk perikanan yang berkualitas ekspor dan sehat dikonsumsi manusia dan bisa menembus pasar Eropa, Amerika, Canada, Jepang, Korea Selatan dan Cina. Misi perusahaan yaitu akan menerapkan dan mengawasi panduan program Manajemen Mutu Terpadu berdasarkan konsepsi HACCP dengan baik dan benar untuk menjamin hasil olahan memenuhi standar yang ditetapkan.

1) Struktur Organisasi Perusahaan

PT Awindo International dipimpin oleh seorang General Managerdengan tugas pokok mengambil keputusan operasional perusahaan, menetapkankebijakan umum perusahaan, menentukan dan mengendalikan perusahaan,membina koordinasi yang baik dengan berbagai bidang kerja yang ada dibawahnya, meminta pertanggungjawaban dari masing-masing Manajer Pelaksana(Kepala Bagian) serta bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan. General Manajer ini membawahi beberapa bagian yaitu bagian Quality Control,bagian Mekanik, bagian Pembelian Bahan Baku, bagian Proses, bagian Acounting, dan bagianumum dan

administrasi.Setiap Kepala Bagian ini bekerja sesuai dengan bidangatau bagiannya dengan penuh tanggung jawab dan saling berkoordinasi.

(1) Bagiankontrol kualitas dan mutu(quality control)

Bagian ini bertanggung jawab dalam mengendalikan, mengawasi dan menjamin kualitas/mutu produk yang dihasilkan, serta bertanggung jawab atassanitasi selama proses produksi yang berlangsung. Bagian quality control(QC)inibertugas dari bahan baku datang untuk menguji kualitas bahan baku diskalalaboratorium, dengan melakukan uji seperti pengujian kandungan histamin, dan lain-lain. Selain itu melakukan kontrol setiap kali produksi sesuaidengan pedoman dan melakukan koreksi apbila terjadi kesalahan, sertamemastikan produk yang dihasilkan masih bermutu tinggi.Dalam pelaksanaanproses produksi dilapangan, bagian QC ini juga dibantu bagian check line untukmembantu dalam pemantauan secara langsung proses produksi disetiap bagian.

(2) Bagian mekanik

Bagian ini bertanggung jawab atas kelancaran dalam penggunaan mesinmesinpabrik, listrik, kendaraan, dan alat-alat penunjang lain seperti lori (keretadorong), sensor suhu ruang, dan lain sebagainya. Bagian ini juga bertanggungjawab melakukan perbaikan apabila ada permasalahan serta juga melakukan pemeliharaan gedung/bangunan.Kepala bagian ini berhak untukmelakukan usulan penggantian mesin apabila mesin mengalami masalah danterjadi penurunan efisiensi kerja dan tidak memungkinkan untuk dilakukanperbaikan.

(3) Bagian pembelian

Bagian ini bertanggung jawab atas pengadaan bahan baku baik dalambentuk kuantitas maupun kualitasnya. Bagian ini menentukan pembelian bahanbaku disesuaikan dengan order yang diminta pasar tetapi tidak menutupkemungkinan untuk membeli bahan baku yang nantinya akan dibekukan untukproduksi selanjutnya.

(4) Bagian proses

Bagain ini bertanggung jawab atas semua proses produksi dan

Bagian produksibertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan produksi.Kepala produksiada disetiap tahapan proses produksi yangmeliputi ruang penerimaan bahan baku, potong kepala, grading mesin, koreksi,dan

sampai ruang packing. Bagian planning bertanggung jawab atas

perencanaanproduksi yang akan dilaksanakan perusahaan sesuai dengan keadaan pasar sekaligus mengontrol jalannya proses produksi sehingga

didapatkan produk yangbermutu tinggi. Sedangkan bagian control bertugas

untuk mengontrol setiaptahapan proses untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dibagian proses. Selain itu juga terdapat warehouse yang bertugas untuk mencukupi kebutuhan alat alat yang digunakan selama proses pembuatan produk.

(5) Bagian accounting

Bagian ini bertanggung jawab atas fungsi-fungsi keuanganmeliputi pelaksanaan sistem pembukuan, anggaran, pemberian gaji padakaryawan dan pembiayaan dalam rangka mendukung kelancaran operasionalperusahaan.Bagian accounting dibagi menjadi bagian cost control (kasir) dangeneral ledger (pembukuan). Bagian kasir bertugas melakukan kegiatanpenerimaan terhadap kegiatan tersebut.Seksi pembukuan bertugas membuatlaporan kas dan bank harian setiap hari akhir kerja dan melaporkannya padakepala bagian Acounting.

(6) Bagian urusan umum (general affair)

Kepala bagian dari bagian ini dikepalai langsung oleh manajer perusahaan.Bagian urusan umum ini dibagi menjadi bagian personalia, ekspor impor, danwarehouse.Bagian Personalia bertanggung jawab atas urusan kepegawaian dankesejahteraan pegawai, seperti menyediakan tenaga kerja yang diperlukanperusahaan dan melakukan pegawasan terhadap kerja dan absensi karyawan.Disamping itu, bagian ini juga bertanggung jawab atas keamanaan perusahaan,rumah tangga, pengawasan, dan pengelolaan stok/ persediaan barang digudang.Bagian ekspor impor bertanggung jawab atas pelaksanaan ekspor impor yangdilakukan perusahaan sedangkan bagian warehouse bertanggung jawab ataspengadaan logistik, seperti bahan pengemas dan lain sebagainya.

2) Tenaga Kerja Perusahaan

PT.Awindo International mempekerjakan lebih kurang 200 pekerja, yang terdiri dari karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap (karyawan borongan).Karyawan ini disebar di berbagai bagian produksi, diantaranya : ruang receiving, ruang trimming fresh dan bak perendaman, ruang proses fresh, ruang sanitasi, ruang CO, chilling room, cold storage, ruang air blast freezer(ABF), ruang trimming, ruang proses frozen, ruang loading (stuffing area), ruang limbah, ruang listrik dan beberapa ruang lainnya. Untuk organisasi perusahaan dapat dilihat di lampiran 5.

Karyawan (SDM) sebagai komponen jalannya suatu kegiatan merupakan salah satu penyebab berfungsinya suatu organisasi dan menjadi unsur terpenting dalam manajemen.Peranan sumberdaya manusia ini sangat penting untuk mencapai visi dan misi sebuah perusahaan.Hal tersebut dapa dilihat dari aktivitas yang dilakukan oleh karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.Pada umumnya karyawan cenderung senang dengan kondisi lingkungan kerja yang baik dan nyaman, sehingga efisiensi kerja sebuah organisasi dapat tercapai. Oleh karena itu, sangat penting bagi pimpinan kantor untuk memperhatikan hal ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan semangat karyawan. Semangat dan disiplin kerja merupakan sikap yang perlu dimiliki oleh karyawan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan baik.

Seberapa besar semangat dan disiplin kerja karyawan terhadap pekerjaannya dapat diukur melalui unsur-unsur tersebut :

1) Disiplin kerja, merupakan suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik yang tertulis maupun yang tidak (Alex dan Nitisemito 1996).

Berikut bukti disiplin kerja yang dilakukan karyawan :

(1) Masuk kerja maksimal jam 07.00 WIB dan selesai jam 16.00 WIB. Untuk

karyawan yang lembur sampai jam 21.00 WIB. Sebelum memasuki ruang produksi, karyawan wajib menggunakan pakaian khusus kerja beserta perlengkapannya (baju kerja, jas lab, sarung tangan dan sepatu boot)

(2) Sebelum melakukan kegiatan, karyawan membersihkan dan mensterilkan

pisau, baskom, pinset, dan sebagainya). Untuk mensterilkan alat-alat tersebut digunakan alkohol serta cairan yang telah dicampur dengan klorin.

2) Kerjasama, merupakan kemampuan seorang tenaga kerja untuk bekerja sama

dengan orang lain menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan yang telah ditentukan sehingga mencapai daya guna yang sebesar-besarnya (Siswanto 1988).

Berikut bukti bentuk kerjasama yang dilakukan :

(1) Adanya kesadaran untuk bekerjasama dalam tim serta memberi dan

menerima kritik dan saran, mau membantu teman sekerja, atasan maupun bawahan yang mengalami kesulitan dalam bekerja.

(2) Selalu menjaga komunikasi antar semua pihak yang terlibat dalam produksi, baik untuk kebutuhan dan ketersediaan bahan baku, kendala selama melakukan proses produksi dan lain sebagainya.

3) Tanggung Jawab, merupakan kesanggupan tenaga kerja dalam menyelesaikan

tugas dan pekerjaan yang telah diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya serta berani menanggung resiko atas tindakan yang diambilnya (Siswanto 1988).

Berikut bukti tanggung jawab yang dilakukan :

(1) Setiap bagian bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, contoh :

selau ada laporan bagian penerimaan bahan baku, jumlah produk yang dihasilkan tiap harinya serta jumlah stok bahan baku yang masih tersisa, serta laporan lainnya.

(2) Setiap bagian selalu mengecek kendala di setiap bagian proses dan

bertanggung jawab untuk mengantisipasi kendala tersebut, contoh : apabila terjadi kerusakan mesin pengolah produk, segera dilakukan perbaikan.