• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inflasi Kuartalan (qtq)

Dalam dokumen Halaman ini sengaja dikosongkan (Halaman 38-41)

Dampak El-Nino Terhadap Produksi Pertanian

2.1. Inflasi Berdasarkan Kelompok

2.1.1. Inflasi Kuartalan (qtq)

Secara kuartalan, kenaikan harga tertinggi pada triwulan ini terjadi pada kelompok bahan makanan (3,94%), diikuti oleh kelompok makanan jadi (2,49%) dan kelompok pendidikan (2,27%). Dilihat dari sumbangannya terhadap laju inflasi, kelompok bahan makanan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,84%, diikuti oleh kelompok makanan jadi dan kelompok pendidikan masing-masing sebesar 0,50% dan 0,17%. Berikut ini adalah uraian tiga kelompok barang dan jasa yang mengalami inflasi kuartalan tertinggi tersebut.

a. Kelompok Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan mengalami perubahan IHK yang meningkat pada triwulan ini dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan IHK kelompok bahan makanan terutama disebabkan oleh peningkatan IHK subkelompok bumbu-bumbuan (24,28%), subkelompok daging dan hasil-hasilnya (8,84%), dan subkelompok buah-buahan (5,41%). Sementara itu, subkelompok yang mengalami penurunan IHK adalah subkelompok lemak dan minyak 3,13%) dan subkelompok ikan diawetkan (-0,05%).

Beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi dalam kelompok bahan makanan antara lain adalah telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, bandeng, udang basah, bayam, pisang, ikan bawal, kentang, susu, wortel, alpukat, minyak goreng, dan ikan kembung. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi dalam triwulan ini antara lain adalah beras, apel, cabe rawit, sawi hijau, jeruk, ikan asin belah, kacang panjang, tempe, dan tahu mentah.

Sementara itu, pasokan bahan makanan khususnya beras pada triwulan III-2009 tercatat mengalami kenaikan. Berdasarkan data Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, pengadaan stok pangan khususnya beras oleh Bulog mengalami peningkatan. Stok bahan pangan (khususnya beras) yang dimiliki Bulog Jateng sampai dengan September 2009 mencapai sekitar 600.000 ton atau cukup aman untuk memenuhi konsumsi masyarakat kelas bawah selama 12 bulan ke depan. Total pengadaan beras oleh Bulog Jateng tersebut sudah mencapai sekitar 92% dari prognosa tahun 2009 sebesar 650.000 ton.

b. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada kelompok makanan jadi, kenaikan IHK tertinggi terjadi pada subkelompok minuman yang tidak beralkohol (8,72%) dan subkelompok tembakau dan minumal beralkohol (1,84%). Kenaikan ini lebih dipicu oleh tingginya kenaikan harga komoditas gula pasir, rokok kretek, nasi, mie, dan soto. Peningkatan IHK

kelompok komoditas ini disebabkan oleh kenaikan permintaan masyarakat pada saat bulan puasa dan hari raya Lebaran.

c. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kenaikan IHK kelompok pendidikan pada triwulan ini disebabkan oleh peningkatan IHK subkelompok jasa pendidikan (3,18%) dan subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan (1,97%). Komoditas penyumbang inflasi terbesar dalam kelompok ini adalah biaya pendidikan TK, SD, SLTP, SLTA dan Akademi/ Perguruan Tinggi, serta peralatan pendidikan seperti tas sekolah, buku pelajaran, buku tulis dan baju seragam.

TABEL 2.2.

INFLASI JAWA TENGAH KUARTALAN

BERDASARKAN KELOMPOK BARANG DAN JASA (PERSEN; QTQ)

NO KELOMPOK Sep-08 Des-08 Mar-09 Jun-09 Jul-09 Agt-09 Sep-09

UMUM / TOTAL 2,89 0,28 0,77 0,26 0,72 0,91 1,87 1 BAHAN MAKANAN 3,24 0,07 1,73 -1,12 0,76 1,52 3,94 2 MAKANAN JADI 4,63 0,92 1,80 1,86 1,26 1,43 2,49 3 PERUMAHAN 3,32 1,77 1,83 0,28 0,45 0,28 0,35 4 SANDANG 1,71 1,76 3,34 -0,53 0,28 0,65 1,28 5 KESEHATAN 0,81 2,56 1,90 0,66 0,46 0,29 0,16 6 PENDIDIKAN 2,66 0,84 0,12 0,05 1,34 1,75 2,27 7 TRANSPOR 0,65 -3,92 -4,56 0,37 0,34 0,23 1,15 Sumber : BPS, diolah TABEL 2.3.

SUBKELOMPOK BARANG DAN JASA

DENGAN KENAIKAN HARGA KUARTALAN (QTQ) TERTINGGI (PERSEN)

NO KELOMPOK Jun-08 Sep-08 Jun-09 Sep-09

UMUM / TOTAL 3,91 2,89 0,26 1,87

1 BAHAN MAKANAN 2,53 3,24 -1,12 3,94

BUMBU-BUMBUAN -0,49 -17,58 -6,48 24,28

DAGING-DAN HASIL-HASILNYA 7,19 19,07 0,86 8,84

2 MAKANAN JADI,MINUMAN,ROKOK & TEMBAKAU 1,61 4,63 1,86 2,49

MINUMAN YANG TIDAK BERALKOHOL 0,60 0,77 3,81 8,72

TEMBAKAU DAN MINUMAN BERALKOHOL 3,02 8,78 0,87 1,84

3 PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BHN BAKAR 4,76 3,32 0,28 0,35

BAHAN BAKAR, PENERANGAN DAN AIR 7,97 6,31 1,17 0,96

PERLENGKAPAN RUMAHTANGGA 2,11 2,34 0,69 0,49

4 SANDANG 0,12 1,71 -0,53 1,28

SANDANG ANAK-ANAK 1,91 1,21 0,66 2,28

SANDANG LAKI-LAKI 0,97 3,20 0,58 1,58

5 KESEHATAN 1,54 0,81 0,66 0,16

PERAWATAN JASMANI DAN KOSMETIKA 2,99 1,27 1,17 0,24

OBAT-OBATAN 0,98 0,29 0,46 0,16

6 PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 1,30 2,66 0,05 2,27

Perkembangan harga beberapa komoditas di pasar tradisional dan pasar modern yang menjadi tempat Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh KBI Semarang pada bulan Juli-September 2009 secara umum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan SPH pada bulan September 2009, peningkatan harga tertinggi dialami oleh bawang putih (16,37%), diikuti oleh gula pasir (13,65%), minyak goreng curah (11,50%), daging ayam ras (10,78%), dan cabe merah (10,72%). Peningkatan harga berbagai komoditas penting yang terpantau dalam SPH KBI Semarang pada triwulan III-2009, searah dengan laju inflasi kuartalan pada triwulan ini yang mengalami peningkatan. Perkembangan harga beberapa komoditas hasil SPH KBI Semarang dapat dilihat dalam Grafik 2.3.

4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000

I II III IV I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Mei-09 Jun-09 Jul -09 Agt-09 Sep-09

Beras

Beras Medium I (IR 64I) Beras Medium I (IR 64II) Beras Super I (Rojolele) Beras Super II (Sentra Ramos)

4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 10 .000 11 .000 12 .000 13 .000

I II III IV I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Mei -09 Jun-09 Jul-09 Agt-09 Sep-09

Minyak Goreng

Curah Kemasan isi ulang_1 Kemasan isi ulang_2

40. 000 50. 000 60. 000 70. 000 80. 000

I II III IV I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Mei-09 Jun-09 Jul-09 Agt-09 Sep-09

Daging Sapi Bistik Kwalitas biasa -2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12 .000 14 .000 16 .000 18 .000

I II III IV I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Mei-09 Jun-09 Jul -09 Agt-09 Sep-09

Bawang Merah & Bawang Putih

Bawang Merah Bawang Putih 6.000 6.500 7.000 7.500 8.000 8.500 9.000 9.500 10 .000 10 .500 11 .000

I II III IV I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Mei-09 Jun-09 Jul-09 Agt-09 Sep-09

Gula Pasir SHS Putih SHS Kuning Merk 12 .000 13 .000 14 .000 15.000

I II III IV I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Mei-09 Jun-09 Jul-09 Agt-09 Sep-09

Sabun Detergen

Merk_1 Merk_2

Sumber : data mingguan SPH KBI Semarang, diolah

Berdasarkan SPH KBI Semarang tersebut, dapat diperoleh informasi terkait dengan kondisi harga beberapa komoditas penting pada triwulan III-2009 yang dapat dilihat dalam Tabel 2.4.

TABEL 2.4.

KONDISI HARGA BEBERAPA KOMODITAS PENTING

Komoditi Kondisi Harga Faktor Penyebab Keterangan

Beras Relatif Stabil dgn kecenderungan

menurun

- Di beberapa daerah mulai masuk masa panen tahap II, - Stok beras masih

cukup

- Stok beras di gudang Bulog Jateng mampu memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan Daging sapi Relatif stabil - Permintaan stabiil - Stok daging sapi

mencukupi Daging ayam Cenderung

meningkat - Permintaancenderung naik

- Stok daging ayam mencukupi

Telur ayam ras Relatif stabil - Permintaan stabil - Stok telur mencukupi Minyak goreng Relatif stabil - Stok memadai,

permintaan relatif stabil

- Pengaruh harga CPO internasional

-Bawang merah Cenderung

menurun -- Pasokan memadaiPermintaan stabil - Masih panen di daerahpemasok (Brebes, dll) Gula pasir Cenderung naik - Belum memasuki

masa giling

- Kenaikan harga diperkirakan sampai dengan akhir Juni 2009 Emas perhiasan Relatif stabil - Pengaruh harga

internasional

-Dilihat dari sumbangannya terhadap laju inflasi kuartalan pada triwulan ini, kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi memberikan sumbangan inflasi terbesar yaitu masing-masing sebesar 0,84% dan 0,50%. Oleh karena itu, pergerakan harga komoditas dalam dua kelompok tersebut perlu dipantau, dicermati dan dikendalikan untuk dapat mengendalikan laju inflasi ke depan. Beberapa komoditas yang perlu terus dipantau dan dikendalikan harganya antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, cabe merah, bawang putih, bawang merah dan kambing. Sumbangan nilai konsumsi beberapa komoditas tersebut sekitar 12% dari total nilai konsumsi yang digunakan untuk menghitung inflasi Jawa Tengah.

Dalam dokumen Halaman ini sengaja dikosongkan (Halaman 38-41)

Dokumen terkait