BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.6 Informan Penelitian
Pemeilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada asas subyek yang menguasai permasalahan, memiliki data, dan bersedia memberikan informasi lengkap dan akurat. Infroman yang bertindak sebagai sumber data dan informasi harus memenuhi syarat yang telah ditentukan.
Penelitian kualitatif tidak dipersoalkan jumlah informan, tetapi bisa tergantung dari pemilihan informan kunci, dan komplesitas dari keragaman fenomena social yang diteliti. Dengan demikian, informan ditentukan dengan teknik purposive (bertujuan). Penelieti memilih informan sesuai dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Kriteria ini harus sesuai dengan topik peneliti. Mereka yang dipilihpun harus dianggap kredibel untuk menjawab masalah penelitian. Walaupun demikian dalam penelitian nanti, tidak menutup kemungkinan peneliti juga akan menggunakan teknik Snowball disesuaikan dengan kondisi atau situasi yang ada di lapangan.
Dalam penelitian yang dilakukan yang akan menjadi informan peneliti adalah Kasubag Perdagangan Disperindagkop Kota Serang, Kepala Bidang pasar Disperindagkop, staff Disperindagkop Kota Serang, Satpol PP Kota Serang dan Satpol PP Kecamatan Serang beberapa instansi pemerintahan sebagai informan kunci (Key Informan) yang dapat memberi informasi tentang bagaimana pelaksanaan Perda nomor 4 tahun 2014 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kota Serang, kemudian informan pendukung (Second
Informan) akan ditentukan untuk memberi petunjuk dan dapat dijadikan sebagai sumber data dan informasi lain yang dibutuhkan dalam penelitian.
Untuk mengetahui informan dalam penelitian ini, berikut adalah uraian informan yang berkaitan dalam penelitian :
Tabel 3.2
Sumber Informan Penelitian
Kode Informan Informan Keterangan
I1 I1.1 I1.2 I1.3 I1.4 I1.5 I1.6 I1.7 I1.8 I1.9 I1.10 Instansi Pemerintah
1. Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Pasar
Disperindagkop Kota Serang. 2. Kepala Uptd Pasar
Disperindagkop Kota Serang. 3. Kasubag Perundang–Undangan
Bagian Hukum Setda Kota Serang
4. Sekertaris Satpol PP Kota Serang.
5. Kasi Trantib Kec. Serang. 6. Sekertaris Camat Kec. Cipocok
Jaya.
7. Kasi Trantib Kec. Curug. 8. Sekertaris Camat Kec.
Taktakan
9. Kasi Ekonomi Pembangunan Kec.Kasemen
10.Sekertaris Camat Kec. Walantaka
I2
I2.1
I2.2 I2.3
Masyarakat
1. Pedagang Kaki Lima.
2. Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKLI)
3. Pengguna Jalan Raya.
Secondary Informan
(Sumber: Peneliti, 2015)
3.6.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data akan cara pengumpulan data serta jenis dan sumber data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian yang dialkukan. Dalam penelitian ini ada beberapa teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu:
1. Observasi
Menurut moleong (2013:175) observasi (pengamatan) adalah kegiatan untuk mengoptimalkan kemapuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian, perilaku tidak sadar, kebiasaan dan sebagainya. Pengamatan diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta (Partisipan) dan yang tidak berperan serta (non partisipan). Pada pengamatan tanpa peran serta, peneliti hanya melakukan satu fungsi, yaitu mengadakan pengamatan saja. Sedangkan pengamatan berperan serta melakukan dua peranan sekaligus, yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai non partisipan atau tidak berperan serta, karena dalam penelitian ini peneliti tidak terlibat secara langsung dalam proses Implementasi Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki
Lima Di Kota Serang. peneliti hanya melakukan pengamatan saja untuk mengetahui bagaiman implementasi Perda tersebut.
2. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan suatu teknik dengan pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen terulis, gambar maupun elektronik yang bersumber dari dokumen yang resmi dan relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti.
3. Wawancara
Wawancara adalah proses pengumpulan data atau informasi melalui tatap muka antara pihak penanya (interviewer) dengan pihak yang ditanya atau penjawab. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Teknik laporan ini mendasarkan pada laporan tentang diri sendiri (self report) atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. (Sugiyono, 2012:72).
Wawancara mendalam adalah teknik pengolahan data yang pengumpulan datanya didasarkan pada percakapan intensif dengan suatu tujuan tertentu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Wawancara dilakukan dengan cara mendapatkan berbagai informasi menyangkut masalah yang diajukan dalam penelitian. Wawancara dilakukan pada informan yang dianggap menguasasi mengenai apa yang diteliti. Adapaun wawancara yang digunakan dalam penelitian
ini adalah wawancara terstruktur yang pewawancaranya menetapkan masalah yang akan diajukan peneliti kepada informan.
Untuk kelancaran wawancara, peneliti sebelumnya telah mempersiapkan berupa panduan wawancara. Mengingat sebagai instrument pengumpul data adalah peneliti sendri yang dihadapkan langsung dengan informan, maka harus diciptakan suasana sedemikian rupa antara kedua belah pihak agar tercipta kemudahan memperoleh informasi. Berikut adalah pedoman wawancara yang peneliti buat :
Tabel 3.3 Pedoman Wawancara
Dimensi Indikator Pertanyaan Kode
Informan Ukuran Dan Tujuan
Kebijakan
1. Ukuran realistis kebijakan 2. Tujuan realistis
kebijakan
1. Seperti apa ukuran realistis kebijakannya?
2. Seperti apa tujuan realistis kebijakannya?
I1, I2.1, I2.2, I2.3
I1, I2, I2.2,
I2.3 Sumberdaya 1. Sumberdaya manusia 2. Sumberdaya anggaran 3. Sumberdaya sarana dan prasarana 4. Sumberdaya waktu
1. Apakah jumlah dari pelaksana dari penataan dan pemberdayaan PKL sudah cukup?
2. Darimana sumber anggaran yang didapat?
3. Apakah fasilitas pelaksanaan sudah cukup memadai? 4. Apakah waktu yang diberikan
sudah cukup membantu?
I1, I2.3 I1 I1 I1 Karakteristik Agen Pelaksana
1. Birokrasi/lembaga 1. Apakah karakteristik dari implementor sudah sesuai untuk kebijakan ini?
2. Siapa saja yang turut dilibatkan dalam pelaksanaan kebijakan ini?
I1, I2
Sikap/Kecenderungan Para Pelaksana
1. Inisiatif 2. Partisipatif
1. Adakah kepedulian untuk lingkungan sekitar wilayah? 2. Adakah partisipasi dari
lingkungan internal dan eksternal? I1 I1,I2, I2.3 Komunikasi Antar Organisasi dan Aktivitas Pelaksana 1. Komunikasi 2. koordinasi
1. Bagaimana proses komunikasi dilakukan ?
2. Seperti apa koordinasi yang dilakukan antar SKPD dan kepada pedagang?
I1, I2 I1
Lingkungan Ekonomi, Sosial dan Politik
1. Ekonomi, Sosial dan Politik
1. Apakah kondisi ekonomi, sosial dan politik turut mempengaruhi kebijakan ini?
I1, I2, (Sumber : Peneliti, 2015)
1.6.2Jenis Dan Sumber Data
Sumber data dalam penelitian kualitatif ini adalah data primer dan sekunder. Sumber data primer yaitu data-data yang didapat langsung dari lapangan atau tempat penelitian yang langsung dari sumbernya dan masih bersifat data mentah karena belum diolah. Sedangkan data sekunder ini merupakan sumber data yang diperoleh melalui kegiatan studi literature atau studi kepustakaan dan dokumentasi mengenai data yang diteliti. Adapun alat bantu lainnya yang peneliti gunakan dalam melakukan penelitian ini adalah:
1. Alat perekam. 2. Kamera.
3. Catatan lapangan.