• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

4.3.2 Sumber Daya

4.3.2.3 Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Sumber Daya Sarana dan Prasarana adalah bukan lagi sekedar indikator kesuksesan suatu pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah, melainkan suatu kebutuhan bagi dinas dalam pelaksanaannya dan kebutuhan juga bagi masyarakat sebagai penerima sarana dan prasarana sekaligus pengguna sarana dan prasarana yang ada, khususnya yang ada di Kota Serang.

Dalam pelaksanaan kebijakan akan mewujudkan suatu tujuan yang diinginkan jika suatu dinas terkait mempunyai akses yang tidak menyulitkan dalam menjalankan tugasnya, seperti Disperindagkop Kota Serang yang mempunyai kendaraan operasional yang selama ini digunakan untuk membantu pelaksanaan pada saat di lapangan, kondisi tersebut di katakan oleh Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Serang (Disperindagkop), beliau mengatakan:

Disperindagkop Kota Serang ada kok kendaraan operasional, kita punya satu mobil untuk menuju ke lokasi PKL, sekalian untuk angkut barang-barang yang dibutuhin.”(Wawancara: Selasa 22 Desember 2015 11.00 WIB. Kantor Disperindagkop Kota Serang)

Seperti yang dikatakan oleh I1.1, Disperindagkop mempunyai satu buah kendaraan operasional berupa mobil yang selama ini digunakan untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan di lapangan. Selain

Disperindagkop yang mempunyai mobil untuk peninjauan ke lapangan. Dalam pembahasan tentang sarana dan prasarana ini, Sekertaris Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang memberikan keterangan yang sama, beliau mengatakan:

Sarana dan prasarana cukup buat kita, mau minta apalagi. Mobil truk ada satu, mobil operasional anggota ada satu”(Wawancara: Kamis 17 Desember 2015 09.00 WIB. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang)

Berdasarkan wawancara dengan I1.4, Satpol PP Kota Serang mempunyai kendaraan operasional berupa satu mobil truk dan satu mobil operasional anggota. Semua digunakan untuk penertiban Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Serang, selain itu juga dua kendaraan operasional Satpol PP ini sangat bermanfaat untuk mengangkut barang dari pedagang yang diangkut dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Serang. Selain dari Disperindagkop dan Satpol PP Kota Serang, ada juga Kecamatan Serang yang memiliki kendaraan operasional berupa mobil. Seperti yang di katakana oleh Kasi Trantib Kecamatan Serang yang mengatakan:

“Cukup, Kecamatan punya fasilitas satu mobil khusus untuk Satpol PP. saya

rasa cukup untuk kegiatan”(Wawancara: Jumat 27 November 2015 09.00

WIB. Kantor Kecamatan Serang)

Dari pernyataan yang diungkapkan oleh I1.5, Kecamatan Serang mempunyai satu buah mobil untuk kendaraan operasional yang berguna untuk penanganan Pedagang Kaki Lima yang ada di Kecamatan Serang.

UPTD Pasar Disperindagkop Kota Serang juga mempunyai kendaraan operasional berupa motor untuk membantu pegawai dalam menuju ke lokasi pelaksanaan. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala UPTD Pasar Disprindagkop Kota Serang yang menyatakan bahwa:

“Kalau fasilitas sih UPTD pasar ini ada dua motor, yang kegunaannya ya untuk meninjau pasar setiap harinya, dua motor juga cukup kok”

(Wawancara: Selasa 15 Desember 2015 10.00 WIB. Kantor UPTD Pasar Disprindagkop, Pasar Rau.)

Menurut I1.2, UPTD Pasar Disperindagkop Kota Serang mengatakan bahwa dengan kendaraan motor sudah cukup untuk menijau ke beberapa pasar yang akan dilakukan penataan dan pemberdayaan di Kota Serang.

Hampir semua dinas mempunyai kendaraan operasional, termasuk di kantor Kecamatan juga sudah pasti mempunyai kendaraan operasional. Seperti yang di katakana oleh Sekertaris Camat Kecamatan Taktakan yang mengatakan:

“Ada dua motor untuk fasilitas di Kecamatan, ya termasuk fasilitas untuk

pelaksanaan masalah PKL ini juga” (Wawancara: Senin 23 November 2015

10.00 WIB. Kantor Kecamatan Taktakan)

Dengan memiliki dua kendaraan operasional berupa motor yang berguna untuk melaksanakan Kebijakan Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di wilayah Kecamatan Taktakan.

Sama seperti yang diungkapkan oleh I1.8 yang memiliki sebuah motor untuk operasional dinas dalam pelaksanaan kebijakan, Sekertaris Camat Kecamatan Walantaka juga mengatakan:

Ada tuh motor untuk fasilitas pegawai, bermanfaat juga kok untuk kegiatan penanganan PKL(Wawancara: Selasa 29 Desember 2015 11.00 WIB. Kantor Kecamatan Walantaka).

Berdasarkan wawancara dengan I1.10 yang mengatakan bahwa Kecamatan Walantaka mempunyai kendaraan operasional berupa motor yang selama ini masih digunakan untuk semua kegiatan, termasuk penanganan PKL. Dengan ketercukupan

mengenai sarana dan prasarana ini juga diungkapkan oleh Kasubag Perundang – Undangan Bagian Hukum Setda Kota Serang yang mengatakan:

“Sarana dan prasarana menurut saya sudah cukup kayanya, fasilitas juga

cukup untuk koordinasi dengan beberapa dinas.” (Wawancara: Rabu 6

Januari 2016 10.00 WIB. Kantor Sekertariat Daerah Kota Serang)

Sarana yang sudah ada sudah cukup seperti yang diungkapkan I1.3 juga dibenarkan oleh Kasi Trantib Kecamatan Curug. Beliau mengatakan:

“Fasilitas sudah cukup, kalau hanya untuk meninjau lokasi selama ini.”

(Wawancara: Selasa 24 November 2015 13.00 WIB. Kantor Kecamatan Curug)

Berdasarkan wawancara dengan I1.7 yang mengatakan bahwa fasilitas yang ada di Kantor Kecamatan Curug sudah cukup, jarak antara lokasi pedagang tidak terlalu jauh. Selain itu juga jumlah Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Curug tidak terlalu banyak karena mayoritas masyarakat Kecamatan Curug berjualan ke pasar-pasar yang ada di luar daerah Kecamatan Curug.

Ada juga komentar tentang sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan, seperti yang diungkapkan Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kasemen yang mengatakan:

“Di Kasemen sudah cukup, ada beberapa kendaraan untuk para pegawai

menuju lokasi PKL.”(Wawancara: Rabu 25 November 2015 13.00 WIB.

Kantor Kecamatan Kasemen)

Menurut pernyataan yang diungkapkan oleh I1.9 bahwa di Kecamatan Kasemen memiliki kendaraan operasional berupa motor yang berguna untuk menuju ke lokasi atau langsung ke pasar ke daerah pelaksanaan penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di daerah Kecamatan Kasemen. Berbeda

dengan pernyataan yang diungkapkan oleh I1.9, bahwa ada Kantor Kecamatan yang masih menyayangkan belum lengkapnya fasilitas untuk pelaksanaan kebijakan penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Seperti yang diungkapkan oleh Sekertaris Camat Kecamatan Cipocok Jaya. Beliau mengatakan:

“Di Kecamatan Cipocok ini jujur ya menurut saya sarana dan prasarana masih kurang kalau untuk penanganan PKL, untuk kendaraan

operasionalnya saja saya rasa masih kurang, cuma ada motor”(Wawancara:

Selasa 1 Desember 2015 09.00 WIB. Kantor Kecamatan Cipocok Jaya) Menurut wawancara dengan I1.6, beliau mengungkapkan bahwa kendaraan operasional kantor dengan hanya sebuah motor masih dirasa kurang dalam kegiatan pelaksanaan kebijakan. Selama ini pegawai yang bertugas untuk meninjau Pedagang Kaki Lima menggunakan kendaraannya masing-masing.

Memiliki kendaraan operasional untuk sebuah kantor dinas sangat penting perannya, karena kendaraan operasional sangat diperlukan dalam kegiatan diluar ruangan seperti peninjauan lokasi di beberapa tempat khususnya di Kota Serang, sayangnya masih ada beberapa kantor dinas yang masih kekurangan memiliki kendaraan operasional untuk beberapa kegiatan.