BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
4.3.2 Sumber Daya
4.3.2.4 Sumber Daya Waktu
Dalam sebuah kebijakan memiliki waktu yang harus dijadwalkan, Pemerintah Daerah harus bisa mengatur jadwal tersebut agar tidak saling tumpang tindih dengan kebijakan daerah lainnya. Sumber daya waktu adalah merupakan indikator penting dalam sebuah pelaksanaan kebijakan, dengan adanya sumber daya
waktu, pemerintah daerah bisa mengetahui kapan kebijakan itu harus dilakukan dan kapan kebijakan itu sudah harus selesai.
Menurut Van Meter dan Van Horn, sumber daya waktu merupakan indikator penentu pemerintah dalam merencanakan dan melaksanakan kebijakan. Dalam kebijakan tentang penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Serang ini, pemerintah daerah Kota Serang sudah mulai melakukan penataan Pedagang Kaki Lima di Kota Serang, seperti yang dikatakan oleh Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Serang (Disperindagkop), beliau mengatakan:
“Dengan waktu yang ada, kami sudah berusaha dengan optimal sesuai
dengan waktu yang ditentukan. Saya rasa cukup”(Wawancara: Selasa 22
Desember 2015 11.00 WIB. Kantor Disperindagkop Kota Serang)
Berdasarkan wawancara dengan I1.1 Dengan waktu yang ada, Disperindagkop Kota Serang sudah berusaha dengan optimal sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dengan faktanya, Disperindagkop selama ini sudah melakukan beberapa penataan kepada Pedagang Kaki Lima di Kota Serang, mulai dengan memberikan tenda sampai merelokasi pedagang. Pernyataan tersebut juga di benarkan oleh Kepala UPTD Pasar Disprindagkop Kota Serang, beliau mengatakan:
“Disprindagkop sangat memanfaatkan waktu yang ada ya menurut saya,
sejauh ini juga sudah ada beberapa lokasi PKL yang
diberdayakan”(Wawancara: Selasa 15 Desember 2015 10.00 WIB. Kantor
UPTD Pasar Disprindagkop, Pasar Rau.)
Berdasarkan wawancara dengan I1.2 yang mengatakan bahwa Disperindagkop sudah sangat memanfaatkan waktu yang ada, sejauh ini sudah ada beberapa lokasi
Pedagang Kaki Lima yang diberdayakan. Disperindagkop dan Uptd pasar sudah memberikan kebutuhan pedagang, sedikit demi sedikit semua pedagang yang ada di sekitar pasar sudah mulai di tata.
Dalam penataannya, waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama karena hanya melakukan penataan yaitu memperindah lokasi pedagang yang sudah ada. Seperti yang dikatakan oleh Kasi Trantib Kecamatan Curug, beliau mengatakan:
“Saya rasa waktunya sudah cukup untuk Kecamatan menata PKL”
(Wawancara: Selasa 24 November 2015 13.00 WIB. Kantor Kecamatan Curug)
Menurut I1.7 waktu yang diberikan sudah cukup untuk Kecamatan menata pedagang. Dengan waktu yang ada, Kecamatan bisa dengan cepat melakukan sosialisasi kepada pedagang. Seperti yang dikatakan oleh Sekertaris Camat Kecamatan Taktakan, beliau mengatakan:
“Waktu yang diberikan sudah cukup saya rasa, kami melakukan penataan dan pemberdayaan ini kepada PKL di Kecamatan Taktakan bisa melakukannya dengan waktu yang diberikan. Walaupun baru beberapa PKL
yang kami tata dan berdayakan.” (Wawancara: Senin 23 November 2015
10.00 WIB. Kantor Kecamatan Taktakan)
Menurut wawancara yang dilakukan dengan I1.8 dapat diketahui bahwa Kecamatan Taktakan sudah melakukannya dengan maksimal, terbukti dengan pelaksanaannya yang sudah dilakukan ke beberapa pedagang yang ada di daerah Taktakan. Pada dasarnya Disperindagkop tidak memberikan tenggang waktu yang ditetapkan, Disperindagkop hanya menyarankan untuk pihak Kecamatan bisa melakukan dengan cepat dalam kegiatan sosialisasinya kepada pedagang, seperti yang dikatakan oleh Sekertaris Camat Kecamatan Walantaka, beliau mengatakan:
“Disperindagkop ga kasih harus berapa hari dalam penyelesaian
pelaksanaannya, tapi Disperindagkop menyarankan untuk cepat
menyelesaikan dan kita sudah semaksimal mungkin untuk cepat
menyelesaikannya.”(Wawancara: Selasa 29 Desember 2015 11.00 WIB.
Kantor Kecamatan Walantaka)
Menurut I1.10, Disperindagkop tidak memberikan tenggang waktu mengenai kapan kebijakan harus selesai dilakukan, Disperindagkop hanya menyarankan agar Kecamatan bisa dengan cepat melakukan sosialisasi kepada pedagang. Sama seperti yang dikatakan oleh Sekertaris Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang, beliau mengatakan:
“Kalau Satpol PP sih tinggal pelaksanaan yaa, kita ga pernah dikasih batas waktu tertentu dari Disperindagkop selaku dinas yang berkoordinasi dengan kita, tapi kita pasti selesaikan secepat mungkin.”(Wawancara: Kamis 17 Desember 2015 09.00 WIB. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang)
Berdasarkan wawancara dengan I1.4 yang mengatakan bahwa Satpol PP tidak diberikan batas waktu, namun Satpol PP menyelesaikan pelaksanaannya secepat mungkin. Penataan Pedagang Kaki Lima sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama, jika dalam pelaksanaannya meliputi relokasi pedagang mungkin pihak Kecamatan membutuhkan waktu lebih dalam pemilihan dan pencarian lokasi baru untuk pedagang. Seperti yang dikatakan oleh Kasi Trantib Kecamatan Serang, beliau mengatakan:
“Cukup. Penataan PKL saya pikir cuma butuh beberapa hari saja ya. Yang penting semua SKPD siap. Tapi kalau untuk pemberdayaan PKL khususnya
relokasi PKL, itu memang butuh waktu banyak”(Wawancara: Jumat 27
Menurut wawancara dengan I1.5 menerangkan bahwa waktu yang diberikan sudah cukup jika hanya melakukan penataan kepada pedagnag, tapi jika harus merelokasi pedagang waktu yang diberikan kurang cukup untuk pelaksanaannya. Seperti yang dikatakan oleh Sekertaris Camat Kecamatan Cipocok Jaya, beliau mengatakan:
“Waktu dalam penataan PKL ga butuh waktu lama, tapi kalau pemberdayaan PKL yang harus memberikan tempat atau ruang khusus PKL,
ya butuh waktu lama untuk cari lokasi yang pas.”(Wawancara: Selasa 1
Desember 2015 09.00 WIB. Kantor Kecamatan Cipocok Jaya)
Pernyataan dari I1.6 tersebut diperkuat oleh Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kasemen, beliau mengatakan:
“Kalau cuma menata PKL sih cukup, tapi untuk merelokasi PKL kan butuh waktu lebih dan biaya lebih juga dalam memberikan lahan untuk
mereka.”(Wawancara: Rabu 25 November 2015 13.00 WIB. Kantor
Kecamatan Kasemen)
Menurut wawancara dengan I1.6 dan I1.9 bahwa waktu yang diberikan untuk penataan sudah cukup, namun jika dalam pelaksanaannya harus melakukan pemberdayaan atau memberikan tuang khusus untuk pedagang akan membutuhkan waktu yang lebih biaya yang tidak sedikit untuk lahan yang cocok. Dengan pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Kasubag Perundang – Undangan Bagian Hukum Setda Kota Serang, beliau mengatakan:
“Sebenarnya kurang membantu dengan waktu yang diberikan, karena kita membutuhkan waktu lebih untuk mencari lokasi yang pas untuk PKL itu sendiri.” (Wawancara: Rabu 6 Januari 2016 10.00 WIB. Kantor Sekertariat Daerah Kota Serang)
Menurut wawancara dengan I1.3 menyatakan bahwa pelaksanaan pemberdayaan yang mengharuskan memberikan lokasi baru untuk pedagang membutuhkan waktu yang lebih, karena lokasi yang baru harus lebih baik dan pas bagi pedagang.
Setelah peneliti mewawancarai semua informan terkait sumber daya ini terutama dalam hal sumber daya waktu peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa dalam waktu yang diberikan untuk penataan tidak membutuhkan waktu yang banyak jika semua SKPD yang terkait bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan cepat. Namun jika dalam pelaksanaannya mengharuskan pemberdayaan atau merelokasi pedagang, waktu yang diberikan masih dirasa kurang untuk penyelesaiannya, karena butuh waktu dan biaya lebih dalam mendapatkan lahan yang cocok untuk pedagang nantinya.
4.3.3 Karakteristik Agen Pelaksana