BAB V HASIL PENELITIAN
5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian
5.1.2 Informan Utama I
2. Umur : 23 tahun
3. Tempat/Tgl Lair : Medan, 25 Desember 1996 4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. Agama : Islam
6. Alamat : Jl. Polonia no 47 7. Pendidikan Terakhir : SMA
8. Pekerjaan : Pemijat 9. Status : Belum Nikah
JS adalah pekerja seks komersil berumur 23 tahun berlatang belakang dari keluarga yang tidak mampu. JS anak pertama dari 4 bersaudara, ayah JS sudah lama meninggal sewaktu dia masih SMP dan ibu JS bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Bertemu JS terkesan sebagai individu yang ramah dan cukup terbuka. JS masih terhitung baru sebagai pekerja seks dengan mode pijat-pijat, JS bekerja sebagai pekerja seks komersial berkat temannya yang sudah lama bekerja di panti pijat dan JS sendiri akhirnya tertarik menjadi seorang pekerja seks yang menggunakan jasa layanan seksual dengan mode pijat.
Pelayanan yang ditawarkan oleh JS adalah oral, petting, dan hubungan seks.
Oral adalah memasukan buah zakar ke dalam mulut. Petting adalah istilah asing
untuk bercumbu atau saling berciuman. JS mematok tarif pelayanan di atas sebesar Rp. 800.000,00 untuk satu kali pelayanan kepada lelaki hidung belang yang ingin memakai jasanya.
Sebelum wawancara berlangsung peneliti dan JS membuat kesepakatan untuk tidak mempublikasikan identitas JS. Peneliti bertanya kepada JS, apa alasan anda menjadi PSK?
“saya menjadi psk karna masalah himpitan ekonomi. Keluarga saya dari keluarga yang tidak mampu yang kurang berkecukupan, ayah saya sudah lama meninggal waktu saya SMP dan ibu saya seorang pembantu rumah tangga. Keluarga saya tidak punya cukup biaya untuk menyekolahkan yang lain termasuk adik-adik saya, adik saya yang masih sekolah ada 2 lagi jadi saya harus membiayakan adik saya sampai tamat. Saya tidak mau bekerja keras (mencari pekerjaan yang halal) untuk mendapatkan uang, saya lebih memilih jalan pintas untuk mendapat uang banyak dengan cara menjual tubuh saya kepada laki-laki kaya demi keinginan saya membeli barang-barang mewah contohnya membeli hp, emas, baju ,tas, alat kosmetik serta gaya hidup yang serba mewah juga.”
Selanjutnya peneliti kembali bertanya kepada JS, sudah berapa lama anda bekerja sebagai PSK. Berikut penuturannya.
“aku masih baru bekerja disini (sekitar 2bulan). Awalnya saya habis tamat sekolah bingung mau bekerja apa dan kemauan banyak jadi saya di ajak temen saya buat kerja yang enak akhirnya saya terjerumus sama ajakkan temen saya. Awalnya bekerja sebagai tukang pijat plus-plus saya takut menghadapi pelanggan (laki-laki hidung belang), karna saya berfikir saya harus mendapatkan uang banyak dan harus membiayai keluarga jadi saya bekerja di panti pijat ini la kak yahh mau gimana lagi kerja di tempat yang lain pun gaji nya sedikit.”
Selanjutnya peneliti kembali bertanya kepada JS, siapa yang memperkenalkan pekerjaan ini kepada anda. Berikut jawabannya.
“pekerjaan ini yang memperkenalkan temen saya sendiri yang sudah lama bekerja di panti pijat. Saya pun bingung mau kerja apa demi mendapatkan uang banyak saya pun tergiur dan ingin bekerja disitu, yahh akhirnya saya bekerja disitu, kerja sebagai pelayan seks pun yahh ga capek cuman pijat-pijat terus melakukan hubungan seks.”
54
Kemudian peneliti bertanya kepada JS, siapa yang menjadi pelanggan setia anda ?
“yahh pelanggan setia saya berumur semua, ada yang duda,ada yang ditinggal istri nya(bercerai) kadang juga ada dari mahasiswa kak, yahh tergantung sama mereka bayar saya berapa itula yang menjadi pelanggan setia saya.”
Selanjutnya peneliti bertanya lagi kepada JS, dalam semalam anda melayani berapa orang tamu?
“kalau sepi saya dapat tamu cuman 2 orang aja kak, itupun kalau dibulan puasa kadang enggak ada tamu yang datang di panti pijat ini, yahhh kalau lagi rame nya saya melayani tamu 5 orang dalam sehari nya. Yahh tergantung laki-laki hidung belang yang ingin pijat di panti pijat ini kak”
Kemudian peneliti bertanya kepada JS, berapa penghasilan anda dalam sehari melayani tamu?
“kalau tamu saya rame penghasilan saya bisa 1jt dalam sehari, tergantung dari tamu nya kak mau short time(hubungan seks bentar) atau longtime(hubungan seks lama). Biasanya kalau short time 400rb tapi kalau longtime 600rb “
Lalu peneliti kembali bertanya kepada JS, penghasilan yang anda dapatkan digunakan untuk apa saja
“penghasilan yang saya dapat yahh untuk keluarga saya,karna ayah saya sudah meninggal jadi saya yang jadi tulang punggung dikeluarga saya terutama untuk menyekolahkan adik saya,untuk kebutuhan hidup dan membeli barang-barang yg saya inginkan(barangmewah)seperti handphone dan sepeda motor”
Selanjutnya peneliti bertanya kepada JS, apakah anda sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum menekuni pekerjaan ini
“awalnya sebelum saya bekerja di panti pijat ini saya sudah pernah melakukan hubungan seks bersama mantan pacar saya, sebelum melakukan hubungan seks dulunya mantan pacar saya berjanji enggak akan ninggalin saya akhirnya saya tertipu sama rayuan omongan mantan pacar saya jadi yahh saya dulu nya sering melakukan hubungan seks diluar pernikahan”.
Selanjutnya peneliti bertanya kepada JS, apakah orangtua anda mengetahui anda sebagai PSK. Berikut jawabannya
“awalnya orangtua saya enggak mengetahui kalau saya bekerja di panti pijat tersebut karna saya asal pulang kerja membawa barang-barang mewah seperti handphone, emas,dll jadi lama kelamaan orangtua saya curiga uang saya selalu banyak kak dan akhirnya saya pun jujur sama orangtua saya kalau saya bekerja di panti pijat tersebut. Karna dikeluarga saya pun orang yang tidak mampu jadi orgtua saya mendukung saya bekerja disitu dan saya harus jadi tulang punggung dikeluarga saya.”
Kemudian peneliti kembali bertanya kepada JS, apakah anda pernah mendapat pengalaman buruk selama menjadi PSK. Berikut penuturannya
“pengalaman buruk saya mulai dari penggunaan alat kontrasepsi yang menyakitkan, melakukan seks yang enggak nyaman hingga kekerasan saat berhubungan seks.”
Selajutnya peneliti kembali bertanya dengan pertanyaan yang terakhir, apa harapan anda kedepannya. Berikut jawabannya
“harapan saya kedepannya mungkin saya bisa mendapat pekerjaaan yang layak dan meninggalkan pekerjaan sebagai WTS(wanita tuna susila).”