• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian

5.1.3 Informan Utama II

1. Nama : SMM (Disamarkan)

2. Umur : 20 tahun

3. Tempat/Tgl Lair :Sibolga, 7 Maret 1999 4. Jenis Kelamin : Perempuan

56

SMM pekerja seks yang hampir sama dengan JS. Berumur masih muda (20 tahun) masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu universitas yang kampusnya masuk malam karna jam siang SMM bekerja di panti pijat tersebut.

SMM baru 1 tahun tinggal di Medan berasal dari Sibolga, awalnya merantau ke Medan karna ingin kuliah dan orang tua nya tidak cukup biaya untuk kuliah.

SMM anak ke 2 dari 2 bersaudara, mempunyai 1 orang kakak dan kakak SMM sudah berkeluarga. Ayah SMM adalah seorang petani dan ibu nya seorang ibu rumah tangga. SMM berlatang belakang dari keluarga yang tidak mampu, harus membiayai keluarganya yang lain. SMM merupakan sosok yang terbuka dan bersikap ramah dalam sesi wawancara.

SMM berbeda dengan JS dalam memanjakan konsumen(laki-laki hidung belang) dengan pelayanan seksnya. SMM tidak membatasi antara hubungan kelamin dengan petting. Pelayanan SMM yaitu dengan hubungan kelamin sekaligus petting tanpa oral, berbeda dengan JS yang membatasi keduanya yang kemungkinan terjadinya perubahan tarif pelayanan dalam negosiasi. Hal ini merupakan manajemen yang diterapkan oleh setiap perempuan pekerja seks berbeda-beda.

Kemudian peneliti bertanya kepada SMM, apa alasan anda menjadi PSK?

“yahh alasan utama aku karna masalah ekonomi yang rendah. Simple, aku kerja seperti ini untuk cari uang buat kuliah dan aku ingin sarjana tapi orangtua aku tak punya dana yahh terpaksa aku bekerja jadi psk dengan model jasa pijat”.

Lalu peneliti bertanya lagi kepada SMM, sudah berapa lama anda bekerja sebagai PSK.

“aku bekerja disini sekitar kurang lebih 1 tahun gitula kak. Awalnya sihh aku enggak tertarik sama pekerjaan ini dan aku pun enggak mau bekerja di

panti pijat ini karna aku pingin kuliah terus aku mau membanggakan orang tua aku dikampung supaya bisa jadi sarjana jadi aku memutuskan buat bekerja disini kak. Lagian kalau aku kerja dikampung gaji dikit paling cuman jaga toko yahh paling cuman bisa cuman makan doangg yahh bisa dibilang kurangla buat kehidupan aku untuk kedepannya kaakk ”.

Kemudian peneliti bertanya kepada SMM, siapa yang memperkenalkan pekerjaan ini kepada anda.

“awalnya yang memperkenalkan aku bekerja disini dari temen kampus aku yang dulunya dia pernah menjadi pelanggan dan dia pun menceritakan sama aku tentang panti pijat ini, akhirnya aku pun berencana buat kerja di panti pijat tersebut”.

Lalu peneliti kembali bertanya kepada SMM, siapa yang menjadi pelanggan setia anda.

“yahh pelanggan setia aku banyak sihh kak, tergantung laki-laki hidung belang nya juga yang datang. Biasa nya sih om-om yang berumur agak tua gitu kira-kira berumur 47 tahunan. Karna mereka senang sama pelayanan seks aku jadi mereka menjadi pelanggan setia aku”.

Kemudian peneliti bertanya lagi kepada SMM, permintaan pelanggan yang paling aneh seperti apa.

“aku sihh tidak membatasi antara hubungan kelamin dengan petting.

Awalnya aku memijat tubuh pelanggan dulu kak setelah itu pelayanan yang aku berikan kepada pelanggan dengan hubungan kelamin sekaligus petting tanpa ora. Permintaan aneh pelanggan ada yang minta di kocokin aja, ada juga yang sampe keluar”.

Gimana cara anda agar pelanggan itu kerasan atau betah sama anda?

“harus bisa merawat dirilah kak, kayak cewek-cewek lainnya pakaian yang menyolok, sering luluran biar kulitnya putih bersih, pake bedak, lipstick, minyak wangi”.

Lalu peneliti kembali bertanya kepada SMM, dalam semalam anda melayani berapa tamu.

“yahh tergantung dari pelanggan nya kak bisa semalam kalau lagi rame aku melayani tamu bisa sampek 4 orang”.

58

Selanjutnya peneliti bertanya lagi kepada SMM, berapa penghasilan anda dalam sehari melayani tamu.

“tergantung dari tamu yang datang kak, biasa nya sehari bisa sampai 1jt kalau pelanggannya rame tapi kalau sepi yahh enggak sampai segitula kak, yahh paling pas-pasan buat makan aja kak, sekitar 350rb. Kalo kocokin doing mah 200rb aja kak, kalo mau yang sampe keluar 400rb kakk”.

Kemudian peneliti bertanya kepada SMM, apakah anda sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum menekuni pekerjaan ini.

“sudah pernah aku kak dulu sama pacar aku waktu duduk di bangku SMA”

Lalu peneliti kembali bertanya kepada SMM, apakah orangtua anda mengetahui anda sebagai PSK.

“orang tua aku yahh enggak tahu kalau aku bekerja di panti pijat itu kak, orang tua aku tahu yahh aku merantau untuk kuliah, aku pun bekerja disini cuman untuk membayar uang kuliah doang jadi yahh aku sembunyikan sama orangtua aku kerja disini, yahh kalau jujur aku bekerja disitu yahh pasti orangtua aku marah besar laa kak hehehehe manada orang tua yang mengizinkan anaknya bekerja sebagai tukang pijat plus-plus (pelayanan seks laki-laki hidung belang)”.

Selanjutnya peneliti bertanya kepada SMM, apakah anda pernah mendapat pengalaman yang buruk selama menjadi PSK.

“pengalaman pahit yang aku takuti soal penyakit HIV/AIDS yang bisa saja menular dengan mudah dari laki-laki yang tidur dengan aku kak,yahh saya sadar resiko itu mengerikan tapi kembali lagi karna masalah ekonomi”.

Lalu peneliti kembali bertanya kepada SMM, apa harapan anda kedepannya.

“harapan aku kedepannya supaya bisa jadi orang sukses setelah lulus kuliah ini kak dan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan meninggalkan pekerjaan di panti pijat ini, yahh kalau udah sukses aku pun juga pengen nikah dengan laki-laki yang tulus menyayangi aku dan mau nerima kekurangan aku”.

Dokumen terkait