• Tidak ada hasil yang ditemukan

Informasi Keuangan Lainnya

Dalam dokumen AR Bank Saudara 2011 (Halaman 114-120)

Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi, Atau Restrukturisasi Hutang/ Modal

Sepanjang tahun 2011 yang berakhir pada 31 Desember 2011, Perseroan tidak melakukan aktivitas investasi, ekspansi, divestasi, akuisisi, atau restrukturisasi hutang/modal.

Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan

Pada tanggal 1 Agustus sampai dengan 1 September 2011, Bank telah melaksanakan program ESOP/

Offering held on September 28, 2011, Bank Saudara Raised funds from the first Public Offering amounting to Rp 250 billion. The Company would use it as a fund to boost lending, by focusing on Retirement Credit, Employees Credit and Credit for Micro, Small and Median Enterprises. As per December 31, 2011, the Company still hold the use of funds from the first Public Offering of Bank Saudara.

Other significant financial ratios as per December 31, 2011 are as follows

Throughout the year 2011, which ended on December 31, 2011, the Company, did not carry out investment, expansion, divestment, acquisition, or restructuring the debt/capital activities.

Material Information and Facts Occurred After the Auditor’s Report Date

On August 1 to September 1, 2011, the Bank had implemented ESOP/MSOP program Phase III with

ManaGeMenT DISCUSSIOn anD anaLySIS

MSOP Tahap III dengan alokasi maksimal sebesar 68.627.000 opsi saham. Akan tetapi sampai tanggal akhir penawaran, tidak terdapat karyawan dan manajemen yang menggunakan hak opsi tersebut.

Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan

atau Dengan Pihak Afiliasi

Transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat terjadi di dalam kegiatan usaha Bank Saudara. Secara intern, Bank Saudara memiliki kebijakan dan pedoman yang mengatur benturan kepentingan yang tercakup dalam kebijakan dan pedoman penyediaan dana dengan pihak terkait dan penyediaan dana besar serta kebijakan dan pedoman SDM yang mengikat setiap pengurus dan pegawai Bank Saudara.

Setiap keputusan terhadap transaksi mengandung benturan kepentingan didokumentasikan dan dituangkan dalam notulen rapat.

Berikut ini adalah pihak-pihak berelasi Bank Saudara dan sifat hubungan :

Pihak Berelasi Related Parties

Sifat Hubungan Nature of Relationship

PT Medco Intidinamika Pemegang saham utama Bank

The Bank’s majority shareholder

PT Medco Duta Grup Medco

Medco Group

PT Trada International Grup Medco

Medco Group

PT Metra Duta Lestari Grup Medco

Medco Group

PT Usaha Tani Sejahtera Grup Medco

Medco Group

Medco Foundation Grup Medco

Medco Group

Darwin Cyril Noerhadi Grup Medco

Medco Group

KSU Mitra Saudara Dikelola oleh karyawan kunci

Controlled by key management

Yani Yuhani Panigoro Keluarga Pihak berelasi

Family of related party

Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank

Board of Commisioners, Directors and Executive Bank Officers

Manajemen Bank

Bank Management

a maximum allocation of 68,627,000 stock options. However, until the end of the bidding day, there was execution the option.

Transactions containing conflict of interest may occur in the business activities of Bank Saudara. Internally, Bank Saudara has the policies and guidelines governing any conflict of interest included in the policies and guidelines of the provision of funds with any related party and the provision of large funds as well as policies and guidelines of the human resources, which are binding to management and employee of Bank Saudara.

Any decision related to transactions containing conflict of interest is documented and stated in the minutes of the meeting.

The following are the parties relate to Bank Saudara and the nature of the relationships:

peMBaHaSan ManaJeMen Dan anaLISIS

Transaksi yang mengandung benturan kepentingan

atau dengan pihak afiliasi pada 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:

Transaksi dengan Pihak Afiliasi

Transactions with Affiliated Party

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah) Pihak Ailiasi

Affiliated Parties

Jumlah/Amount Jenis Transaksi

Type of Transactions

2010 2011

PT Medco Duta 117,118 - Pinjaman yang Diberikan /

Loans

PT Medco Intidinamika - - Pinjaman yang Diberikan /

Loans

Kredit Karyawan Grup medco 62,726 54,156 Pinjaman yang Diberikan /

Loans

PT Trada International 72,080 - Pinjaman yang Diberikan /

Loans

Yani Yuhani Panigoro 28,100 29,000 Pinjaman yang Diberikan /

Loans

PT Metra Duta Lestari 15,808 - Pinjaman yang Diberikan /

Loans

PT Usaha Tani Sejahtera 5,337 1,937 Pinjaman yang Diberikan /

Loans

Darwin Cyril Noerhadi - 1,316 Pinjaman yang Diberikan /

Loans

Medco Foundation 1,203 - Pinjaman yang Diberikan /

Loans

PT Artistika Mahaswara - 512 Pinjaman yang Diberikan /

Loans

PT Alam Indomesin - 500 Pinjaman yang Diberikan /

Loans

Lainnya (masing-masing dibawah Rp 700juta) /

Others (each below Rp 700 Million) 16,540 19,281

Pinjaman yang Diberikan /

Loans

Total Transaksi Pinjaman yang Diberikan 318,912 106,722 Total Loans

Persentase terhadap jumlah aset 9.83% 2.10% Percentage to total assets

Aset Lain-lain Other Assets

PT Medco intidinamika 3,435 1,245 Sewa Bangunan / Building Lease

KSU Mitra Saudara 5,295 - Sewa Kendaraan / Vehicle Lease

Total Aset Lain-lain 8,730 1,245 Total Other Assets

Persentase terhadap jumlah Aset 0.02% 0.02% Percentage to total assets

Transactions containing conflict of interest or the affiliated party with as per December 31, 2011 are as follows:

ManaGeMenT DISCUSSIOn anD anaLySIS

Transaksi dengan Pihak Afiliasi

Transactions with Affiliated Party

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah) Pihak Ailiasi

Affiliated Parties

Jumlah/Amount Jenis Transaksi

Type of Transactions

2010 2011

Liabilitas Liabilities

Simpanan Nasabah / Customer Deposits 464,233 374,914

Simpanan bentuk tabungan, giro, atau deposito berjangka /

Savings deposits, demand deposits, or time deposits

Total Liabilitas 464,223 374,914 Total Liabilities

Persentase terhadap jumlah liabilitas 8.14% 8.13% Percentage to total liabilities

Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan Bank dengan kebijakan harga dan syarat normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak berelasi, kecuali pinjaman yang diberikan kepada karyawan Bank. Khusus bagi karyawan Bank, kebijakan pinjaman yang diberikan dengan persyaratan khusus:

• Karyawan tetap dengan masa kerja sekurang- kurangnya 1 (satu ) tahun terhitung sejak pengajuan pinjaman.

• Pinjaman diberikan untuk membiayai kebutuhan yang sifatnya primer, seperti pembelian rumah, kendaraan, biaya pendidikan, kesehatan, dan berbagai keperluan lainnya.

• Pinjaman yang diberikan kepada karyawan Bank termasuk pengurus dibebani bunga 3-7,5% per tahun dengan jangka waktu pelunasan maksimal 15 tahun dan dibayar kembali melaui pemotongan gaji.

Financial performance Overview

Transactions with parties related to the Bank were carried out under the Bank’s normal pricing policy and conditions, which treatment also implemented to other parties, unless the loans granted to employees. Especially for the employees of the Bank, the loan is given under following specific requirements:

• Permanent employees who have been working

at least 1 (one) year since the submission of the loan.

• The loan must be used to pay for primary

needs, including house and vehicle purchasing, education and health fund, and other purposes.

• Loans granted to the employees of the Bank

including the board bears interest of 3-7.5% per year with a maximum repayment period of 15 years, payment of which shall be deducted fromthe monthly payroll.

peMBaHaSan ManaJeMen Dan anaLISIS

Peraturan Perundang-Undangan Yang Berpengaruh

Signifikan Terhadap Perseroan

Di tahun 2011 terdapat beberapa Undang-Undang, Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) yang terbit dan berpengaruh signifikan terhadap perseroan, yaitu sebagai berikut :

a. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana;

b. PBI Nomor 13/1/PBI/2011 dan SE BI Nomor 13/24/DPNP tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum;

c. PBI Nomor 13/10/PBI/2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/19/ PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum Pada Bank Indonesia Dalam Rupiah dan Valuta Asing;

d. SE BI Noomor 13/22/DASP tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia;

e. SE BI Nomor 13/23/DPNP tentang Perubahan atas Surat Edaran No. 5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum; dan

f. SE BI Nomor 13/29/DPNP tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank Umum Yang Melakukan Layanan Nasabah Prima.

In 2011 consisting of several Laws, Bank Indonesia Regulation (PBI) and the Circular Letter of Bank Indonesia (SE BI) issued and had significant impacts to the Company were as follows:

a. Law Number 3 Year 2011 regarding the Transfer of Funds;

b. Bank Indonesia Regulation Number 13/1/ PBI/2011 and the Circular Letter of Bank Indonesia 13/24/DPNPregarding the Assessment of Performance of Commercial Banks;

c. Bank Indonesia Regulation Number 13/10/ PBI/2011 on Amendment to Bank Indonesia Regulation Number 12/19/PBI/2010 regarding Minimum Statutory Reserves of Commercial Banks at Bank Indonesia in Rupiah and Foreign Exchange;

d. Circular Letter of Bank Indonesia Number 13/22/ DASP regarding the Implementation of Chip Technology and the Use of PersonalIdentification Number on the ATM card and/or Debit Card issued in Indonesia;

e. Circular Letter of Bank Indonesia Number 13/23/DPNP concerning the Amendment to Circular Letter of Bank Indonesia Number 5/21/ DPNP concerning the Implementation of Risk Management for Commercial Banks; and

f. Circular Letter of Bank Indonesia Number

13/29/DPNP regarding the Implementation of Risk Management in Commercial Banks ConductingPrime Customer Service.

ManaGeMenT DISCUSSIOn anD anaLySIS

Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi

Sejak 1 Januari 2010 Bank Saudara menerapkan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) secara prospektif sesuai dengan ketentuan transisi atas standar tersebut. Ketentuan Transisi Penerapan Awal PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) dilakukan sesuai dengan Buletin Teknis No.4, yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, telah memberikan pedoman, antara lain sebagai berikut:

• Perhitungan suku bunga

Perhitungan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang diperoleh sebelumnya dan masih bersaldo pada 1 januari 2010 ditentukan berdasarkan arus kas masa depan yang akan diperoleh sejak penerapan awal PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) sampai dengan jatuh tempi instrumen keuangan tersebut.

• Penghentian pengakuan

Instrumen keuangan yang sudah dihentikan pengakuannya sebelum tanggal 1 januari 2010 tidak dievaluasi kembali berdasarkan ketentuan penghentian pengakuan dalam PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006)

• Penurunan nilai instrumen keuangan

Pada 1 Januari 2010, Bank telah menentukan penurunan nilai instrumen keuangan berdasarkan kondisi pada saat itu berdasarkan PSAK 55 (Revisi 2006). Selisih antara penurunan nilai ini dengan penurunan nilai yang ditentukan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku sebelumnya diakui langsung ke saldo laba pada tanggal 1 Januari 2010.

Since 1 January 2010 has made Bank Saudarato apply PSAK 50 (Revision 2006) and PSAK 55 (Revision 2006) prospectively in accordance with the transitional provisions of the standards.The Early Implementation of the Transitional Provisions PSAK 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revised 2006) carried out in accordance with Technical Bulletin No. 4,issued by the Indonesian Institute of Accountants, has given the guidelines, among others:

• The calculation of the effective interest rate for

financial instruments measured at amortized cost which acquired previously and still had balanceas per January 1, 2010 is determined based on the future cash flows to be derived from the initial application of PSAK 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revised 2006) to the maturity periodof the financial instruments.

• Cessation of the recognition of the financial

instruments that have been derecognized before January 1, 2010 will not be re-evaluated based on the recognition of the termination provisions of PSAK No. 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revised 2006)

• Decline in the value of financial instruments

On January 1st 2010, the Bank has determined the decline of the value of financial instruments based on the condition at that time according to PSAK (2006 Revision). The deviation between this declining value and the declining value according to accepted accounting principals recognized directly to retained earnings on January 1st 2010.

peMBaHaSan ManaJeMen Dan anaLISIS

Dampak penerapan awal PSAK 55 (Revisi 2006) secara prospektif, pada 1 januari 2010 Bank Saudara telah melakukan penghitungan kembali cadangan kerugian nilai aset keuangan sesuai dengan ketentuan transisi. Perbedaan saldo cadangan tersebut per 31 Desember 2009 dengan saldo cadangan yang dihitung berdasarkan PSAK 55 (Revisi 2006) per 1 Januari 2010 untuk semua aset keuangan sebesar Rp 644 juta dan telah didebitkan ke saldo laba awal per Januari 2010. Rincian penyesuaian terhadap saldo cadangan untuk masing-masing akun aset keuangan adalah sebagai berikut:

Rincian Penyesuaian Cadangan

Dalam dokumen AR Bank Saudara 2011 (Halaman 114-120)