Jalan merupakan salah satu infrastruktur terpenting sebagai salah satu faktor daya tarik investasi di suatu daerah. Pada awal tahun 2009, jalan kota Tangerang Selatan menurut Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan memiliki total panjang jalan kota adalah 137,773 Km dan diperkirakan 5% rusak ringan, 5% rusak sedang dan 20% rusak berat. Setelah dilakukan peningkatan dan pemeliharaan pada tahun 2009, tingkat kerusakan telah banyak berkurang.
Jumlah terminal yang ada di Kota Tangerang Selatan yang resmi baru satu buah yaitu di Pondok Cabe namun saat ini tidak dimanfaatkan dan dalam kondisi tidak terurus. Terminal di BSD juga belum dimanfaatkan secara optimal. Kendaraaan angkutan umum lebih banyak parkir di pinggir jalan untuk menunggu atau menaikturunkan penumpang yang biasanya berlokasi di sekitar pasar, stasiun, kompleks perumahan dan persimpangan jalan. Kondisi ini menimbulkan kemacetan di banyak ruas jalan. Titik rawan kemacetan utamanya terdapat pada 12 titik yang umumnya terdapat pada sekitar persimpangan jalan atau pasar.
1 Jl. Raya Serpong - Pahlawan Seribu Arteri Sekunder
2 Jl. Letnan Sutopo (BSD) - Ciater Kolektor Sekunder
3 Jl. Kapten Subianto (BSD) - Rawa Buntu Arteri Sekunder
4 Jl. Ciater Raya - Bukit Indah Kolektor Sekunder
5 Jl. Astek - Jombang Kolektor Sekunder
6 Jl. Jombang Raya - Aria Putra Kolektor Sekunder
7 Jl. Aria Putra - Pasar Ciputat Kolektor Sekunder
8 Jl. Otista - Dewi Sartika - Pasar Ciputat Arteri Sekunder
9 Jl. Pamulang Raya - Pajajaran Arteri Sekunder
10 Jl. Setiabudi - Cabe Raya Kolektor Sekunder
11 Jl. Cabe Raya - Cireundeu Kolektor Sekunder
12 Jl. Ir. H. Juanda - Pasar Jum'at Arteri Sekunder
13 Jl. Tegal Rotan - Cenderawasih - Ki Hajar Dewantara - Pasar Ciputat Kolektor Sekunder
14 Jl. Rempoa - Gintung Kolektor Sekunder
15 Jl. Menteng Raya (Bintaro) - Bintaro Utama Kolektor Sekunder
16 Jl. Pondok Betung Raya - WR. Supratman (IAIN Ciputat) Kolektor Sekunder
17 Jl. Ceger Raya - Pondok Betung Kolektor Sekunder
18 Jl. Pondok Kacang - Parigi Kolektor Sekunder
19 Jl. Elang (Bintaro) - Menteng Raya (Bintaro) Kolektor Sekunder
20 Jl. Graha Bunga - Parigi Kolektor Sekunder
21 Jl. Bhayangkara - Mas Mansyur Kolektor Sekunder
22 Jl. Sutera Utama (Alam Sutera) Kolektor Sekunder
23 Jl. Raya Puspitek - Pamulang Arteri Sekunder
24 Jl. Tol Serpong - Bintaro Arteri Primer
25 Jl. German Center - Muncul Arteri Sekunder
26 Jl. Rawa Buntu - Viktor Arteri Sekunder
27 Jl. Lingkar Selatan Arteri Sekunder
28 Parakan - Ciater Raya Kolektor Sekunder
Sumber: Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008) Tabel 4.1
Ruas Jalan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008
No. Titik Rawan Kemacetan
1 Jalan Serpong Raya sekitar PT Pratama Abadi Industri hingga Gading Serpong 2 Jalan Serpong Raya sekitar Rumah Sakit Ashshobirin
3 Jalan Pahlawan Seribu di sekitar Pasar Serpong (lintasan Kereta Rel Listrik) 4 Perempatan Jalan Pahlawan Seribu menuju Kampus ITI
5 Perempatan Puspiptek Pasar Jengkol 6 Pasar Jombang sekitar Jalan Tol
7 Pertigaan Jalan Pondok Betung Raya sekitar Kantor Kelurahan Pondok Betung 8 Perempatan Bintaro - Jalan Pondok Betung Raya
9 Perempatan Jalan Ir. H. Juanda - Jalan Pahlawan, Rempoa 10 Pertigaan Jalan WR Supratman - Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat 11 Pertigaan Pasar Ciputat
12 Perempatan Pondok Cabe Jalan Setiabudi - Jalan RE Martadinata
Sumber:
- Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
- Jakarta Jabotabek Street Atlas and Index CD-ROM 2005/2006, Gunther W. Holtorf Tabel 4.2
Titik Rawan Kemacetan Kota Tangerang Selatan
Stasiun kereta rel listrik (KRL) berjumlah 5 buah dan tersebar di tiga kecamatan yaitu Serpong, Ciputat dan Ciputat Timur. Wilayah Kota Tangerang Selatan yang dilalui oleh lintasan rel KRL antara lain wilayah Serpong (Stasiun Pasar Serpong), Stasiun Rawa Buntu (BSD), Stasiun Tegal Rotan (Pondok Aren), Ciputat (Stasiun Jombang) dan Ciputat Timur (Stasiun Pondok Ranji). Kereta rel listrik yang melintas adalah KRL penumpang dan kereta api barang.
Moda angkutan KRL ini banyak dipilih warga Kota Tangerang Selatan yang beraktivitas di Jakarta karena berbagai pertimbangan lebih cepat, murah atau memang lokasi stasiunnya yang berdekatan dengan kantor / tempat kerja mereka. Jumlah penglaju yang cukup besar membutuhkan sarana / moda transportasi massal yang cepat, nyaman dan murah yang dapat menarik para penglaju untuk menggunakannya sehingga mereka tidak menggunakan kendaraan, terutama mobil, pribadi yang kemudian diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan tingkat polusi udara. Kereta rel listrik merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan mengingat jaringan rel listrik tepat berada di tengah Kota Tangerang Selatan.
Jika dilihat dari pilihan moda angkutan, kereta api baru mencapai 5% sebagai moda transportasi yang dipilih masyarakat. Perencanaan jaringan rel KRL sudah harus mulai dirancang dengan memperhatikan titik-titik lokasi perumahan dalam penentuan lokasi stasiun-stasiunnya dan perencanaan sistem transportasi secara keseluruhan yang menggabungkan berbagai model transportasi sehingga menjadi moda yang semakin banyak dipilih masyarakat.
No. Nama Stasiun Kereta Rel Listrik Kelurahan/Desa Kecamatan
1 Stasiun Serpong Serpong Serpong
2 Stasiun Rawabuntu Rawabuntu Serpong
3 Stasiun Sudimara Jombang Ciputat
4 Stasiun Tegal Rotan Sawah Ciputat
5 Stasiun Pondok Ranji Pondok Ranji Ciputat Timur
Sumber:
- Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
- Jakarta Jabotabek Street Atlas and Index CD-ROM 2005/2006, Gunther W. Holtorf
Tabel 4.3
No. Nama Stasiun Kereta Rel Listrik Kelurahan/Desa Kecamatan
1 Stasiun Serpong Serpong Serpong
2 Stasiun Rawabuntu Rawabuntu Serpong
3 Stasiun Sudimara Jombang Ciputat
4 Stasiun Tegal Rotan Sawah Ciputat
5 Stasiun Pondok Ranji Pondok Ranji Ciputat Timur
Sumber:
- Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
- Jakarta Jabotabek Street Atlas and Index CD-ROM 2005/2006, Gunther W. Holtorf
Tabel 4.3
Stasiun Kereta Rel Listrik di Kota Tangerang Selatan
Tabel 4.4 Perjalanan Orang
Menurut Moda Angkutan Tahun 2006 No. Moda Angkutan Perjalanan
Orang per Hari Komposisi Pilihan
1 Bus 29% 20%
2 Mobil/Sepeda Motor 32% 40%
3 Angkutan Kota 37% 35%
4 Kereta Api 2% 5%
Jumlah 100% 100%
Sumber: Studi Sistem Transportasi Commuter Tahun 2006 dalam Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
Gambar 4.1. Rel kereta dan titik-titik
lokasi stasiun
kereta di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008(Sumber : Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan, 2008)
Energi dan Telekomunikasi
Selain prasarana transportasi, prasarana dan sarana terkait energi dan telekomunikasi juga sangat penting. Di Kota Tangerang Selatan terdapat tiga kantor pelayanan PLN, yaitu di Serpong, Ciputat dan Pamulang. Gardu listrik berjumlah 61 unit dengan 195.352 sambungan listrik. Di setiap kecamatan terdapat lebih dari 15.000 sambungan listrik kecuali di Setu yang hanya berjumlah 9.686 sambungan.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) banyak dijumpai di kawasan pusat keramaian dan jalan-jalan utama. Di Kota Tangerang Selatan terdapat 52 SPBU yang tersebar di seluruh kecamatan. Serpong dan Pamulang adalah kecamatan dengan jumlah SPBU terbanyak yaitu 12 dan 13 unit SPBU. Sedangkan Setu dan Pondok Aren hanya memiliki masing-masing 2 dan 3 unit saja.
Kantor Telkom berjumlah 5 buah dan tersebar di 5 kecamatan. Tower GSM/BTS berjumlah 83 unit sedangkan sambungan telepon berjumlah 108.529 sambungan. Sambungan telepon paling banyak terdapat di Pamulang dengan 26.447 sambungan sedangkan paling sedikit terdapat di Setu dengan 5.381 sambungan. Gardu Listrik Kantor PLN Sambungan Listrik SPBU Tower GSM/BTS Kantor Telkom/STO Sambungan Telepon 1 Serpong 14 1 18.508 12 12 - 10.282 2 Serpong Utara 4 - 15.165 6 10 1 8.425 3 Ciputat 10 1 28.375 7 9 1 15.764 4 Ciputat Timur 11 - 28.944 9 8 - 16.080 5 Pamulang 10 1 47.604 13 24 1 26.447 6 Pondok Aren 8 - 47.070 3 8 1 26.150 7 Setu 4 - 9.686 2 12 1 5.381 61 3 195.352 52 83 5 108.529
Sumber: Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
Kota Tangerang Selatan
Tabel 4.5
Sebaran Gardu Listrik, Kantor PLN
Menara Telekomunikasi/BTS dan Kantor Telkom/STO di Kota Tangerang Selatan
No Kecamatan
Energi Telekomunikasi
Utilitas
Terkait dengan pengelolaan limbah baik limbah padat (sampah) maupun limbah cair, terdapat 5
unit water treatment plant (WTP) yang tersebar di Serpong, Serpong Utara dan Pondok Aren. Selain itu
juga terdapat 21 tempat pembuangan sementara (TPS) yang sebagian besarnya menurut Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah TPS liar. Jumlah tersebut belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk. Dengan standar kota metropolitan, tingkat timbulan sampah diasumsikan sebanyak 0,0035 m3 /orang/hari, maka timbulan sampah pada tahun 2008 dengan jumlah penduduk 1.076.302 jiwa mencapai ±3.767,06 m3 sampah/hari.
Di masa mendatang perlu dikembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (PSBM). Paradigma pengolahan sampah yang telah berubah dari “mengumpulkan, mengangkut dan membuang”
menjadi “mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, memulihkan” atau “reduce, reuse, recycle,
recover” menuntuk keterlibatan masyarakat yang lebih besar dalam pengelolaan sampah.
Dalam hal pelayanan air bersih, PDAM Kabupaten Tangerang berperan dalam pelayanan bagi pabrik/industri. Wilayah pelayanan PDAM belum mencakup seluruh wilayah kota. Di bagian selatan kota belum ada jaringan perpipaan. Di daerah perumahan, pelayanan air bersih diberikan oleh pihak
pengembang melalui pompa deepwell, yang berarti masih menggunakan air tanah. Demikian juga
masyarakat yang tinggal di kawasan bukan perumahan yang menggunakan pompa air untuk mendapatkan air bersih dengan sumber dari air tanah. Tingkat kedalaman air semakin berubah menjadi semakin dalam untuk mendapatkan air bersih melalui pemasangan pompa yang menunjukkan turunnya permukaan air tanah.
Ada dua makam pahlawan yang terdapat di Pondok Aren dan Setu, yaitu Taman Makam Pahlawan Seribu di dekat kawasan industri Taman Tekno di Kecamatan Setu dan Taman Makam Bahagia di Parigi Kecamatan Pondok Aren. Tempat pemakaman umum (TPU) berjumlah 26 unit dengan jumlah terbanyak terdapat di Ciputat yaitu sebanyak 6 unit. Di Serpong Utara dan Pondok Aren masing-masing hanya terdapat 2 unit TPU.
TPS WTP 1 Serpong 1 3 2 Serpong Utara 3 1 3 Ciputat 3 0 4 Ciputat Timur 1 0 5 Pamulang 3 0 6 Pondok Aren 3 1 7 Setu 7 0 21 5
Sumber: Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
Kota Tangerang Selatan
Tabel 4.6
Sebaran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Water Treatment Plant (WTP) di Kota Tangerang Selatan
No No Sebaran
Catatan: Sebagian besar tempat pembuangan sementara (TPS) merupakan TPS liar (Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang Selatan)
Gambar 4.2. Wilayah pelayanan air bersih perpipaan di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008
(Sumber : Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan, 2008)
Jumlah Luas 1 Serpong - 5 5,6 2 Serpong Utara - 2 2,5 3 Ciputat - 6 10,6 4 Ciputat Timur - 3 4,5 5 Pamulang - 5 5,0 6 Pondok Aren 1 2 4,0 7 Setu 1 3 3,5
Kota Tangerang Selatan 2 26 35,7
Sumber: Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008) Tabel 4.7
Makam Pahlawan dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2008
No Kecamatan Makam
Pahlawan
TPU
Lainnya
Bencana banjir merupakan masalah yang harus dihadapi oleh penduduk yang bahkan di lokasi tertentu harus dihadapi secara rutin. Lokasi rawan banjir terdapat di sepanjang beberapa sungai yang mengalir di Kota Tangerang Selatan, di antaranya Kali Angke, Kali Serua, Kali Pasanggrahan, Kali Ciputat dan Kali Kedaung. Titik-titik lokasi rawan banjir tersebut dapat dilihat pada tabel dan gambar.
No Lokasi Sungai Kecamatan
1 Kompleks Sekretariat Negara Kali Angke Pondok Aren
2 Perumahan Maharta Kali Serua Pondok Aren
3 Taman Mangu Kali Pasanggrahan Pondok Aren
4 Graha Permai, Bintaro Kali Ciputat Ciputat
5 Perumahan Bintaro Sektor 9, Bintaro Kali Serua Pondok Aren
6 Kompleks Inhutani Kali Pasanggrahan Ciputat
7 Perumahan Pondok Hijau Kali Ciputat Ciputat
8 Perumahan Graha Hijau Kali Pasanggrahan Ciputat
9 Perumahan Reni Jaya Kali Angke Pamulang
10 Perumahan Bukit Pamulang Indah Kali Kedaung Pamulang Sumber: Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008)
Tabel 4.8 Lokasi Rawan Banjir di Kota Tangerang Selatan
Gambar 4.4. Sebaran
lokasi rawan
banjir
di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008(Sumber : Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan, 2008)