• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan data PDRB tahun 2008, struktur ekonomi Kota Tangerang Selatan didominasi oleh sektor sektor tersier, yaitu pengangkutan dan komunikasi; perdagangan hotel dan restoran; jasa-jasa; dan bank, persewaan dan jasa perusahaan, yang memberikan kontribusi hampir 72,93%. Sektor sekunder (industri pengolahan; listrik, gas dan air bersih; dan konstruksi) memberikan kontribusi 26,26%, dan sektor primer (pertanian, pertambangan dan penggalian) hanya memberikan kontribusi kurang dari 1%. Jika dilihat kecenderungan tahun 2007 dan tahun 2008, sektor primer dan sekunder mengecil kontribusinya sedangkan sektor tersier meningkat kontribusinya.

Gambar 7.1. Grafik persentase peranan sektoral terhadap pembentukan PDRB Kota Tangerang Selatan adh Berlaku Tahun 2008

(Juta Rupiah) Distribusi

(%) (Juta Rupiah) Distribusi (%) 1 Primer 70.960,94 0,92% 73.159,35 0,80% 2 Sekunder 2.202.893,67 28,56% 2.387.006,01 26,26% 3 Tersier 5.438.672,54 70,52% 6.628.498,29 72,93% 7.712.527,15 100,00% 9.088.663,66 100,00% 1 Primer 45.070,92 1,03% 44.968,80 0,95% -0,23% 2 Sekunder 1.437.654,83 32,73% 1.456.012,74 30,91% 1,28% 3 Tersier 2.909.264,31 66,24% 3.208.774,60 68,13% 10,30% 4.391.990,06 100,00% 4.709.756,14 100,00% *) Angka Perbaikan **) Angka Sementara

Sumber: BPS Kabupaten Tangerang, 2009

Total

Total

Atas Dasar Harga Berlaku

Atas Dasar Harga Konstan

Tabel 7.4

Produk Domestik Regional Bruto Menurut Kelompok Sektor

Kota Tangerang Selatan

No. Kelompok Sektor

2007*) 2008**)

Pertumbuhan (%)

Keuangan Daerah

Pada tahun 2009, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang berisi rencana pendapatan, belanja serta pembiayaan daerah.

Pendapatan

Dalam APBD Tahun Anggaran 2009, pendapatan daerah hanya berasal dari lain-lain pendapatan daerah yang sah, yaitu dari pendapatan hibah, bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya, dan bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya. Hal tersebut disebabkan pendapatan asli daerah, baik pajak maupun retribusi, masih masuk ke dalam pendapatan daerah Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kota Tangerang Selatan juga belum mendapatkan dana perimbangan baik berupa bagi hasil pajak / bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum maupun dana alokasi khusus, karena peraturan mengenai dana perimbangan ditetapkan sebelum ditetapkannya Undang-undang Nomor 51 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Propinsi Banten. Dalam perkembangannya, pendapatan asli daerah sudah dapat diterima langsung oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, tidak lagi seperti asumsi awal yang harus masuk ke dalam kas Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2009, total pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan direncanakan sebesar Rp.191.699.005.762,00 yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Pendapatan Asli Daerah. PAD berasal dari pajak, retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Besar target PAD adalah sebesar Rp.25.367.150.025,00 yang berasal dari pajak sebesar Rp.15.397.425.025,00, retribusi Rp.9.219.725.000,00 dan lain-lain PAD yang sah Rp.750.000.000,00.

Dana Perimbangan. Kota Tangerang Selatan juga belum mendapatkan dana perimbangan baik berupa bagi hasil pajak / bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum maupun dana alokasi khusus, oleh karenanya target capaian untuk dana perimbangan adalah nol.

Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Lain-lain pendapatan daerah yang sah berasal dari pendapatan hibah, bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya, dan bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya. Pendapatan hibah sebesar Rp.15.000.000.000,00, bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya sebesar Rp.131.331.855.737,00 dan bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya sebesar Rp.20.000.000.000,00.

Pendapatan hibah seluruhnya berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, sedangkan bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya adalah bantuan dana dari Pemerintah Propinsi Banten sebesar Rp.5.000.000.000,00. Besar hibah dan bantuan keuangan tersebut sesuai dengan yang ditetapkan dalam UU No. 51 Tahun 2008. Selain itu, Pemerintah Propinsi Banten juga

memberikan bantuan khusus pendidikan (specific grant) sebesar Rp. Rp.15.000.000.000,00.

Belanja

Besar alokasi belanja Tahun Anggaran 2009 adalah sebesar Rp.191.698.355.762,00 yang dialokasikan untuk belanja seluruh SKPD Kota Tangerang Selatan.

Belanja Langsung. Belanja langsung dialokasikan sebesar Rp.137.997.533.096,00 dengan rincian belanja pegawai sebesar 25.439.759.820,00, belanja barang dan jasa Rp.67.035.480.416,00 dan belanja modal Rp.45.522.292.860,00.

Belanja Tidak Langsung. Tahun 2009, belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp.53.700.822.666,00. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp.37.999.149.862,20 merupakan belanja pegawai; Rp.9.783.787.000,00 merupakan belanja hibah yang diperuntukkan bagi Bantuan Operasional Pendidikan Daerah dan untuk badan / lembaga / organisasi kemasyarakatan; Rp.4.917.885.803,80 merupakan belanja bantuan sosial yang dialokasikan untuk bantuan sosial organisasi kemasyarakatan; dan Rp.1.000.000.000,00 merupakan belanja tidak terduga. Tidak ada rencana alokasi untuk belanja bunga, belanja subsidi, belanja bagi hasil dan belanja bantuan keuangan.

Pembiayaan

Dari segi pembiayaan, tidak ada kebijakan untuk mendapatkan penerimaan maupun melakukan pengeluaran pembiayaan. Belum ada sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun 2008, pencairan dana cadangan, serta penerimaan piutang daerah karena Perubahan APBD Tahun Anggaran 2009 merupakan perubahan dari rencana penganggaran pertama yang disusun Pemerintah Kota Tangerang Selatan yaitu APBD Tahun Anggaran 2009. Selain itu, juga belum ada rencana penerimaan pembiayaan dari penerimaan pinjaman daerah dan obligasi daerah. Tidak ada rencana pengeluaran daerah, baik dari pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi), pembayaran pokok utang dan pemberian pinjaman daerah.

Ringkasan pendapatan, belanja dan pembiayaan selengkapnya tertera pada Tabel 7.5.

Rp %

PENDAPATAN 162.832.859.180,00 191.699.005.762,00 28.866.146.582,00 17,73 PENDAPATAN ASLI DAERAH 0,00 25.367.150.025,00 25.367.150.025,00 100,00

HASIL PAJAK DAERAH 0,00 15.397.425.025,00 15.397.425.025,00 100,00

HASIL RETRIBUSI DAERAH 0,00 9.219.725.000,00 9.219.725.000,00 100,00

LAIN-LAIN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG SAH

0,00 750.000.000,00 750.000.000,00 100,00

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH

162.832.859.180,00 166.331.855.737,00 3.498.996.557,00 2,15

PENDAPATAN HIBAH 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00 0,00 0,00

DANA BAGI HASIL PAJAK DARI PROVINSI DAN PEMERINTAH DAERAH LAINNYA

127.832.859.180,00 131.331.855.737,00 3.498.996.557,00 2,74

BANTUAN KEUANGAN DARI PROVINSI ATAU PEMERINTAH DAERAH LAINNYA

20.000.000.000,00 20.000.000.000,00 0,00 0,00

Jumlah Pendapatan 162.832.859.180,00 191.699.005.762,00 28.866.146.582,00 17,73 BELANJA 162.832.859.180,00 191.698.355.762,00 28.865.496.582,00 17,73 BELANJA TIDAK LANGSUNG 59.083.451.280,00 53.700.822.666,00 (5.382.628.614,00) (9,11)

BELANJA PEGAWAI 43.159.187.441,20 37.999.149.862,20 (5.160.037.579,00) (11,96)

BELANJA HIBAH 8.853.787.000,00 9.783.787.000,00 930.000.000,00 10,50

BELANJA BANTUAN SOSIAL 6.070.476.838,80 4.917.885.803,80 (1.152.591.035,00) (18,99)

BELANJA TIDAK TERDUGA 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 0,00 0,00

BELANJA LANGSUNG 103.749.407.900,00 137.997.533.096,00 34.248.125.196,00 33,01

BELANJA PEGAWAI 19.516.960.620,00 25.439.759.820,00 5.922.799.200,00 30,35

BELANJA BARANG DAN JASA 54.015.653.457,00 67.035.480.416,00 13.019.826.959,00 24,10

BELANJA MODAL 30.216.793.823,00 45.522.292.860,00 15.305.499.037,00 50,65 Jumlah Belanja 162.832.859.180,00 191.698.355.762,00 28.865.496.582,00 17,73 Surplus / (Defisit) (0,00) 650.000,00 650.000,00 PEMBIAYAAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 0,00 0,00 0,00 0,00

Jumlah Penerimaan Pembiayaan 0,00 0,00 0,00 0,00

PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH

0,00 0,00 0,00 0,00

Jumlah Pengeluaran Pembiayaan 0,00 0,00 0,00 0,00

Pembiayaan Netto 0,00 0,00 0,00 0,00

SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN (SiLPA) TAHUN BERKENAAN (0,00) 650.000,00 (650.000,00) Uraian Sebelum Perubahan Setelah Perubahan Bertambah /(Berkurang) Tabel 7.5 Tahun 2009

Ketenagakerjaan

Letak Kota Tangerang Selatan yang berdekatan dengan ibu kota negara menyebabkan perekonomian berjalan dengan cepat dan oleh karenanya banyak tersedia lapangan kerja yang merupakan daya tarik bagi para penduduk daerah lain untuk bermigrasi ke Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan perhitungan sementara BPS Kabupaten Tangerang, angkatan kerja adalah sebesar 62,61% dari keseluruhan penduduk usia 15 tahun ke atas dengan penduduk yang bekerja sebesar 55,81% sedangkan pengangguran sebesar 6,8%. Berdasarkan sebaran penyerapan tenaga kerja pada sektor lapangan usaha, sebagian besar tenaga kerja diserap oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar 45,46%, sektor industri 18,50%, sektor jasa-jasa 12,74% dan sektor pengangkutan & komunikasi 11,22%. Sektor-sektor lain dengan penyerapan tenaga kerja kurang dari 10% adalah sektor pertanian 1,40%, bangunan dan konstruksi sebesar 9,55%, sektor bank, persewaan & jasa perusahaan 0,74% , sektor listrik, gas & air bersih 0,26% dan sektor pertambangan & penggalian 0,13%.

Berdasarkan tingkat pendidikan pencari kerja yang tercatat pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang pada tahun 2008, pencari kerja dengan tingkat pendidikan SLTA merupakan kelompok pencari kerja terbesar dengan jumlah 5.490 orang dari total 8.874 orang atau sebesar 61,87%. Pencari kerja dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi (DI-DII, DIII dan Sarjana) juga tercatat cukup besar yaitu berjumlah 3.297 orang atau 18,91%. Pencari kerja tak tamat SD hanya sebanyak 1 orang atau 0,01%.

Jumlah Tenaga Kerja

(Orang) Distribusi (%)

1 Pertanian 7.995,00 1,40%

2 Pertambangan & Penggalian 733,00 0,13%

3 Industri Pengolahan 105.443,00 18,50%

4 Listrik, Gas & Air Bersih 1.486,00 0,26%

5 Bangunan / Konstruksi 54.423,00 9,55%

6 Perdagangan, Hotel & Restoran 259.034,00 45,46%

7 Pengangkutan & Komunikasi 63.934,00 11,22%

8 Bank, persewaan & jasa perusahaan 4.191,00 0,74%

9 Jasa-jasa 72.595,00 12,74%

569.834,00

100,00%

*) Angka Perbaikan **) Angka Sementara

Sumber: BPS Kabupaten Tangerang, 2009

Jumlah Tabel 7.6

Komposisi Penyerapan Tenaga Kerja Kecil, Menengah dan Besar Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2007 dan 2008

Kota Tangerang Selatan

No. Lapangan Usaha

Serpong Serpong

Utara Setu Pamulang Ciputat

Ciputat Timur Pondok Aren Laki-laki 1 - - - - - - 1 Perempuan - - - - - - - -Jumlah 1 - - - - - - 1 Laki-laki 58 55 1 - - 5 - 119 Perempuan 106 71 4 - - 10 8 199 Jumlah 164 126 5 - - 15 8 318 Laki-laki 106 286 120 14 8 86 2 622 Perempuan 131 212 232 4 4 177 5 765 Jumlah 237 498 352 18 12 263 7 1.387 Laki-laki 919 324 956 323 114 106 47 2.789 Perempuan 672 254 1.334 236 54 120 31 2.701 Jumlah 1.591 578 2.290 559 168 226 78 5.490 Laki-laki 9 46 24 31 - 22 - 132 Perempuan 40 59 18 46 6 20 - 189 Jumlah 49 105 42 77 6 42 - 321 Laki-laki 40 34 6 23 9 51 - 163 Perempuan 59 25 6 48 14 80 2 234 Jumlah 99 59 12 71 23 131 2 397 Laki-laki 122 24 6 103 36 71 6 368 Perempuan 146 28 4 281 41 79 13 592 Jumlah 268 52 10 384 77 150 19 960 Laki-laki 1.255 769 1.113 494 167 341 55 4.194 Perempuan 1.154 649 1.598 615 119 486 59 4.680 Jumlah 2.409 1.418 2.711 1.109 286 827 114 8.874 Sumber: Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang dalam Kabupaten Tangerang Dalam Angka 2008/2009 Sarjana Total Tak Tamat SD SD SLTP SLTA DI-DII DIII Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tabel 7.7

Jumlah Pencari Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan

BAB VIII

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN

Dokumen terkait