• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis

4.2.2 Infratruktur Listrik

Energi listrik telah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan modern manusia, tanpa listrik aktivitas menjadi lumpuh. Hampir seluruh aspek kehidupan akan terpengaruh termasuk roda pemerintahan dan perekonomian secara khusus bisa terganggu bila tidak ada listrik, hampir seluruh aktivitas kehidupan sangat bergantung pada listrik. Menyadari hal tersebut, Pemerintah terus berupaya menyediakan pasokan listrik kepada masyarakat, bahkan Pemerintah mengeluarkan biaya yang besar untuk memastikan ketersediaan energi listrik yang terjangkau bagi masyarakat.PT.PLN (Persero) yang menjadi perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyediakan listrik bagi masyarakat harus terus meningkatkan kapasitasnya agar mampu mengimbangi tingginya pertumbuhan permintaan listrik di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Perkembangan Pelanggan Energi Listrik di Wilayah Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2001- 2016 disajikan dalam tabel berikut:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.2

Perkembangan Pelanggan Energi Listrik di Wilayah Kabupaten Deli Serdang (Pelanggan)

Sumber: BPS Kabupaten Deli Serdang

Terlihat dari tabel diatas hampir setiap tahun terjadi peningkatan pelanggan energi listrik di wilayah Kabupaten Deli Serdang.Hal ini menunjukkan bahwa listrik sangat dibutuhkan oleh setiap individu maupun maupun sektor industri/pengusaha dan lain-lain dalam menjalankan kegiatan sehari-hari yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian wilayah tersebut.

4.2.3 Infrastruktur Air (X3)

Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam hidup. Minum, mencuci, memasak, sampai mandi, semua membutuhkan air bersih. Dalam rumah tinggal, air bersih biasanya didapat melalui dua cara. Cara pertama, melalui mata air dalam rumah yang disedot ke atas dengan bantuan pompa. Cara kedua, menjadi pengguna jasa layanan air bersih yang disediakan oleh Perusahaan Air Minum.

Layanan air bersih PAM disalurkan ke rumah pelanggan melalui pipa khusus dengan jaringan yang tersebar ke beberapa tempat. Dari pipa ini aliran air disalurkan lebih lanjut ke titik-titik pemipaan dalam rumah untuk akhirnya disalurkan ke tiap keran yang ada. Berikut disajikan data jumlah air bersih yang disalurkan di wilayah Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2001-2016:

Tabel 4.3

Jumlah Air Bersih Yang Disalurkan Menurut Kelompok Konsumen di Wilayah Kabupaten Deli Serdang dari Tahun 2001-2016 (M3) Tahun Sosial Non Niaga Niaga Industri Khusus Jumlah

2009 242965 3775611 633139 107694 876187 5635596

2010 182594 2708639 555754 106223 0 3553210 2016 369051 27806596 913576 10797 368194 29468214

Sumber: BPS Kabupaten Deli Serdang

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa jumlah air bersih yang disalurkan selalu mengalami perubahan dan cenderung tidak konstan.Hal ini dikarenakan adanya beberapa pelanggan Perusahaan Air Minum yang beralih menggunakan sumur bor karena dianggap lebih hemat biaya.

Universitas Sumatera Utara

4.2.4 Investasi (Y)

Investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh para penanam modal yang menyangkut penggunaan sumber-sumber seperti peralatan, gedung, peralatan produksi dan mesin-mesin baru lainnya atau persediaan yang diharapkan akan memberikan keuntungan dari investasi tersebut di masa yang akan datang.Investasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri yang menggunakan modal dalam negeri.

Penanam Modal Dalam Negeri adalah perseorangan Warga Negara Indonesia, Badan Usaha Indonesia, Negara Republik Indonesia, atau daerah yang melakukan penanaman modal di wilayah Negara Republik Indonesia. Badan usaha Indonesia yang dimaksud disini dapat berbentuk perseroan terbatas (PT). Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri yang terdapat di wilayah Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2001-2016 dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4

Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2001-2016 (Rupiah)

Tahun Realisasi Investasi PMDN (dalam juta Rp)

Sumber: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang

Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan bentuk investasi dengan membangun jalan, membeli total atau mengakuisisi perusahaan, atau kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatung dengan penanaman modal dalam negeri.

Penanaman modal asing (PMA) lebih banyak mempunyai kelebihan diantaranya sifatnya jangka panjang, banyak memberikan andil dalam teknologi, alih keterampilan manajemen, membuka lapangan kerja baru.Lapangan kerja ini sangat penting bagi Negara sedang berkembang mengingat terbatasnya kemampuan pemerintah untuk penyediaan lapangan kerja. Di wilayah Kabupaten

Universitas Sumatera Utara

Deli Serdang sendiri, realisasi investasi PMA dari tahun 2001-2016 dapat dilihat dalam tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5

Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing di Wilayah Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2001-2016 (US$)

Tahun Realisasi Investasi PMA(dalam .00 US$) Pertumbuhan (%)

2001 21.851,5 -

Sumber: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang

4.3 Analisis Data dan Pembahasan 4.3.1 Uji Asumsi Klasik

4.3.1.1 Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel yang digunakan mengikuti sebaran disribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distrubusi normal. Jika asumsi ini dilanggar, maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2011). Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik Kolmogrov-Smirnov atau biasa disingkat K-S. Uji K-S di buat dengan membuat hipotesis:

Ho : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual tidak berdistribusi normal

Bila sig > 0,05 dengan α = 5% berarti distribusi data normal (Ho diterima), sebaliknya bila sig < 0,05 dengan α = 5% berarti distribusi data tidak normal (Ha diterima).

Tabel 4.6

Hasil Pengujian Normalitas Menggunakan SPSS 16,00

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Infrastruktur Jalan Infratruktur Listrik Infrastruktur Air Investasi PMDN Investasi PMA N

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS 16,00

Tabel 4.7

Keterangan Uji Normalitas

Variabel Probabilitas Acuan Keterangan Infrastruktur Jalan 0,704 0,05 Data Normal Infrastruktur Listrik 0,913 0,05 Data Normal

Infrastruktur Air 0,845 0,05 Data Normal

Investasi PMDN 0,995 0,05 Data Normal

Investasi PMA 0,475 0,05 Data Normal

Sumber: Data Diolah (Maret, 2018)

Berdasarkan tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa nilai probabilitas yang diperoleh untuk masing-masing variabel berada diatas 0,05. Dengan demikian

Universitas Sumatera Utara

dapat dinyatakan bahwa hipotesis awal (H0) diterima dan data pengujian telah mengikuti distribusi normal dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya.

4.3.1.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Model regresi yang memenuhi persyaratan yaitu model yang terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap disebut homokedastisitas.

Tabel 4.8

Hasil Pengujian Heteroskedastisitas dengan Variabel Terikat PMDN Menggunakan SPSS 16,00

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS 16,00

Tabel 4.9

Hasil Pengujian Heteroskedastisitas dengan Variabel Terikat PMA Menggunakan SPSS 16,00

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS 16,00

Tabel 4.10

Keterangan Uji Heteroskedastisitas Variabel Probabilitas Variabel

Terikat Acuan Keterangan

Infrastruktur Jalan 0,704 PMDN 0,05 Tidak terdapat heteroskedastisitas Infrastruktur Listrik 0,913 PMDN 0,05 Tidak terdapat heteroskedastisitas Infrastruktur Air 0,845 PMDN 0,05 Tidak terdapat heteroskedastisitas Infrastruktur Jalan 0,554 PMA 0,05 Tidak terdapat heteroskedastisitas Infrastruktur Listrik 0,559 PMA 0,05 Tidak terdapat heteroskedastisitas Infrastruktur Air 0,601 PMA 0,05 Tidak terdapat heteroskedastisitas

Sumber: Data Diolah (Maret, 2018)

Berdasarkan tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi yang diperoleh untuk variabel Infrastruktur Jalan, Infrastruktur listrik dan Infrastruktur air masing-masing untuk PMDN ataupun PMA sudah berada diatas nilai 0,05. Nilai signfikansi yang dihasilkan tersebut berada diatas 0,05. Sehingga hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas.

Universitas Sumatera Utara

4.3.1.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji ini dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF) dari hasil analisis dengan menggunakan SPSS. Apabila nilai tolerance value > 0,10 atau VIF < 10 maka disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas.

Tabel 4.11

Hasil Pengujian Multikolinearitas Menggunakan SPSS 16,00

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Investasi PMDN

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS 16,00

Tabel 4.12

Keterangan Uji Multikolinearitas

Variabel Tollerance Acuan VIF Acuan Keterangan

Infrastruktur Jalan 0,021 >0,10 47,929 <10 Terdapat multikolinearitas Infrastruktur Listrik 0,016 >0,10 60,892 <10 Terdapat multikolinearitas

Infrastruktur Air 0,281 >0,10 3,558 <10 Tidak terdapat multikolinearitas Sumber: Data Diolah (Maret, 2018)

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa nilai tolerance untuk variabel bebas masing-masing adalah 0,021, 0,016 dn 0,281. Selanjutnya nilai VIF yang diperoleh untuk masing-masing variabel bebas adalah 47,929, 60,892 dan 3,558.

Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa hanya variabel infrastruktur air yang tidak terjadi multikolinearitas, hal ini dikarenakan nilai tolerance>0,10 dan nilai VIF yang diperoleh<10.

4.3.1.4 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengtahui apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2006). Alat analisis yang digunakan adalah uji Durbin-Watson Statistic. Untuk mengetahui terjadi atau tidak autokorelasi dilakukan dengan membandingkan nilai statistik hitung Durbin Watson pada perhitungan regresi dengan statistik tabel Durbin Watson.

Tabel 4.13

Hasil Pengujian Autokorelasi dengan Variabel Terikat PMDN Menggunakan SPSS 16,00

a. Predictors: (Constant), Infrastruktur Air, Infrastruktur Jalan, Infratruktur Listrik b. Dependent Variable: Investasi PMDN

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS 16,00

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.14

Hasil Pengujian Autokorelasi dengan Variabel Terikat PMA Menggunakan SPSS 16,00

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .761a .579 .474 .34557 1.779

a. Predictors: (Constant), Infrastruktur Air, Infrastruktur Jalan, Infratruktur Listrik b. Dependent Variable: Investasi PMA

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS 16,00

Berdasarkan Tabel 4.13 dan 4.14 diatas dapat dilihat bahwa nilai Durbin Witson yang diperoleh untuk model dengan variabel terikat PMDN dan PMA masing-msing adalah 2,900 dan 1,779. Nilai dL yang terdapat pada tabel Durbin Witson dengan jumlah sampel sebanyak 16 dan variabel independen sebanyak 3 adalah 0,8572 sedangkan nilai dU adalah 1,7277. Nilai yang diperoleh tersebut lebih besar daripada nilai dL (0,8572) dan lebih kecil daripada nilai 4-dL (3,1428).

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada model penelitian yang digunakan.

4.3.2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun hasil estimasi yang dilakukan sebagai berikut:

Tabel 4.15

Hasil Regresi Linier Berganda

Pengaruh Infrastruktur Jalan, Infrastruktur Listrik dan Infrastruktur Air Terhadap Investasi PMDN di Wilayah Kabupaten Deli Serdang

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Investasi PMDN

Berdasarkan tabel 4.15 diatas diperoleh hasil regresi sebagai berikut:

Y1 = -1,522 + 6,619X1 -3,404X2 - 0,235X3 Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Konstanta (a) = -1,522 ini menunjukkan harga constant, dimana jika variabel Infratruktur Jalan (X1 ), Infratruktur Listrik (X2 ), Infratruktur Air (X3 ) = 0, maka Investasi PMDNakan bernilai negatif/mengalami penurunan sebesar 1,522.

b. Koefisien X1 (b1 ) = 6,619, ini berarti bahwa variabel Infrastruktur Jalan(X1 ) berpengaruh positif terhadap Investasi PMDN, atau dengan kata lain jika Infratruktur Jalan (X1 ) ditingkatkan sebesar satu-satuan, maka Investasi PMDNakan bertambah sebesar 6,619. Koefesien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif dan searah antara variabel Infrstruktur Jalan dengan

Universitas Sumatera Utara

Investasi PMDN, semakin meningkat Infrastruktur Jalan akan menambah nilai Investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

c. Koefisien X2 (b2 ) = -3,404, ini berarti bahwa variabel Infrastruktur Listrik (X2 ) berpengaruh negatif terhadap Investasi PMDN, atau dengan kata lain jika Infratruktur Listrik(X2 ) meningkat sebesar satu-satuan, maka Investasi PMDN akan menurun sebesar 3,404. Koefesien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negative dan berbanding terbalik antara variabel Infratruktur Listrik dengan Investasi PMDN, semakin meningkat Infrastruktur Listrik maka akan semakin menurun pula nilai Investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

d. Koefisien X3 (b3 ) = -0,235, ini berarti bahwa variabel Infratruktur Air (X3 ) berpengaruh Negatif terhadap Investasi PMDN, atau dengan kata lain jika Infratruktur Air (X3 ) meningkat sebesar satu-satuan, maka Investasi PMDN akan berkurang sebesar 0,235. Koefesien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara variabel Infratruktur Air dengan Investasi PMDN, semakin meningkat Infratruktur Air maka akan semakin berkurang nilai Investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Hasil analisis regresi di atas menunjukkan bahwa jika variabel Infrastruktur jalan (X1 ) memiliki hubungan yang positif terhadap Investasi PMDN, sedangkan variabel Infratruktur Listrik (X2 ) dan Infratruktur Air (X3 ) memiliki hubungan yang negatif terhadap Investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Tabel 4.16

Hasil Regresi Linier Berganda

Pengaruh Infrastruktur Jalan, Infrastruktur Listrik dan Infrastruktur Air Terhadap Investasi PMA di Wilayah Kabupaten Deli Serdang Coefficientsa

Model

a. Dependent Variable: Investasi PMA

Berdasarkan tabel 4.16 diatas diperoleh hasil regresi sebagai berikut:

Y2 = -1,042 + 9,805X1 - 6,570X2 + 1,170X3 Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Konstanta (a) = -1,042 ini menunjukkan harga constant, dimana jika variabel Infratruktur Jalan (X1 ), Infratruktur Listrik (X2 ), Infratruktur Air (X3 ) = 0, maka Investasi PMAakan bernilai negatif/mengalami penurunan sebesar -1,042.

b. Koefisien X1 (b1 ) = 9,805, ini berarti bahwa variabel Infrastruktur Jalan (X1 ) berpengaruh positif terhadap Investasi PMA, atau dengan kata lain jika Infratruktur Jalan (X1 ) ditingkatkan sebesar satu-satuan, maka Investasi PMA akan bertambah sebesar 9,805. Koefesien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara variabel Infrstruktur Jalan dengan Investasi PMA, semakin meningkat Infrastruktur Jalan akan menambah nilai Investasi PMA di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Universitas Sumatera Utara

c. Koefisien X2 (b2 ) = -6,570, ini berarti bahwa variabel Infrastruktur Listrik (X2 ) berpengaruh negatif terhadap Investasi PMA, atau dengan kata lain jika Infratruktur Listrik (X2 ) meningkat sebesar satu-satuan, maka Investasi PMA akan berkurang sebesar 6,570. Koefesien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara variabel Infratruktur Listrik dengan Investasi PMA, semakin meningkat Infrastruktur Listrik maka akan semakin berkurang pula nilai Investasi PMA di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

d. Koefisien X3 (b3 ) = 1,170, ini berarti bahwa variabel Infratruktur Air (X3 ) berpengaruh positif terhadap Investasi PMA, atau dengan kata lain jika Infratruktur Air (X3 ) meningkat sebesar satu-satuan, maka Investasi PMA akan berkurang sebesar 1,170. Koefesien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara variabel Infratruktur Air dengan Investasi PMA, semakin meningkat Infratruktur Air maka akan semakin meningkat pula nilai Investasi PMA di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Hasil analisis regresi di atas menunjukkan bahwajika variabel Infrastruktur Jalan (X1 ) dan Infrastruktur Air (X3 ) memiliki hubungan yang positif terhadap Investasi PMA, sedangkan variabel Infratruktur Listrik (X2 ) memiliki hubungan yang negatif terhadap Investasi PMA di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

4.3.2.1Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing atau secaraparsial variabel independen yaitu Infratruktur Jalan, Infratruktur Listrik dan Infratruktur Air terhadap variabel dependen yaitu Investasi PMDN dan PMA.

Untukmenentukan hipotesis digunakan kriteria sebagai berikut :

Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara variabel X1 , X2 , X3 dan X4 terhadap variabel Y1 dan Y2 .

Ha : Secara parsial ada pengaruh antara variabel X1 , X2 , X3 dan X4 terhadap variabel Y1 dan Y2.

a) Ho ditolak jika thitung > ttabel berarti bahwasecara individual ada pengaruh antara variabel bebas (variabel independen)dengan variabel terikat (variabel dependen)

b) Ho diterima jika thitung <ttabel berarti secara individual tidak ada pengaruhantara variabel bebas dengan variabel terikat.

Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k) n = jumlah sampel, n = 16

k = jumlah variabel yang digunakan, k = 4

Derajat kebebasan/ degree of freedom(df) =(n-k) = 16 - 4 = 2,179

Uji-t yang dilakukan adalah uji dua arah, maka ttabel yang digunakan adalah t0,05 (12) = 2,179. Hasil analisis uji t dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.17

Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji-t) dengan PMDN Sebagai Variabel Terikat

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Investasi PMDN

Universitas Sumatera Utara

Hasil uji t berdasarkan tabel 4.17 di atas adalah sebagai berikut : 1. Infratruktur Jalan (X1 )

Nilai thitung variabel Infrastruktur Jalan adalah 0,394 dan nilai ttabel 2,179 maka thitung < ttabel (0,394<2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel infrastruktur jalan tidak berpengaruh signifikan (0,700> 0,05) secara parsial terhadap Investasi PMDN.

2. Infrastruktur Listrik (X2 )

Nilai thitung variabel Infrastruktur Listrik adalah -0,259 dan nilai ttabel 2,179 makathitung <ttabel (-0,259<2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Infrastruktur Listriktidak berpengaruh signifikan (0,800>0,05) secara parsial terhadap Investasi PMDN.

3. Infrastruktur Air (X3 )

Nilai thitung variabel Infrastruktur Air adalah 0,240 dan nilai ttabel 2,179 makathitung <ttabel (0,240 < 2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Infrastruktur Air tidak berpengaruh signifikan (0,815> 0,05) secara parsial terhadap Investasi PMDN.

Tabel 4.18

Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji-t) dengan PMA Sebagai Variabel Terikat

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Investasi PMA

Hasil uji t berdasarkan tabel 4.18 di atas adalah sebagai berikut : 1. Infratruktur Jalan (X1 )

Nilai thitung variabel Infrastruktur Jalan adalah 1,138 dan nilai ttabel 2,179 maka thitung < ttabel (1,138<2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel infrastruktur jalan tidak berpengaruh signifikan (0,277 > 0,05) secara parsial terhadap Investasi PMA.

2. Infrastruktur Listrik (X2 )

Nilai thitung variabel Infrastruktur Listrik adalah -1,489 dan nilai ttabel 2,179 makathitung <ttabel (-1,489< 2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Infrastruktur Listrik tidak berpengaruh signifikan (0,328>0,05) secara parsial terhadap Investasi PMA.

3. Infrastruktur Air (X3 )

Nilai thitung variabel Infrastruktur Air adalah 2,431 dan nilai ttabel 2,179 makathitung <ttabel (2,431 > 2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Infrastruktur Air berpengaruh signifikan (0,032<0,05) secara parsial

Universitas Sumatera Utara

terhadap Investasi PMA. Artinya, jika variabel Infrastruktur Air meningkat sebesar satu satuan, maka Investasi PMA akan bertambah sebesar 1,170.

4.3.2.2Uji Signifikan Simultan (Uji-F)

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Kriteria pengujiannya adalah :

Ho : b1=0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Ho : b1 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

Ho diterima jika F hitung < F tabel pada α= 5%

Ho ditolak jika F hitung > F tabel pada α= 5%

Berdasarkan hasil analisis uji F dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 4.19

Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji-F) dengan PMDN Sebagai Variabel Terikat

a. Predictors: (Constant), Infrastruktur Air, Infrastruktur Jalan, Infratruktur Listrik b. Dependent Variable: Investasi PMDN

Pada Tabel 4.19 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 0,385 dengan tingkat signifikansi = 0.766, lebih kecil dari nilai Ftabel yakni 3,49, dengan tingkat kesalahan α = 5%, atau dengan kata lain Fhitung < Ftabel

(0,385<3,49).

Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung < Ftabel dan tingkat signifikansinya (0.766> 0.05), menunjukkan bahwa variabel bebas (Infrastruktur Jalan, Infrastruktur Listrik dan Infrastruktur Air) secara serempak tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Investasi PMDN).

Tabel 4.20

Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji-F) dengan PMA Sebagai Variabel Terikat

ANOVAb

a. Predictors: (Constant), Infrastruktur Air, Infrastruktur Jalan, Infratruktur Listrik b. Dependent Variable: Investasi PMA

Pada Tabel 4.20 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 5,512 dengan tingkat signifikansi = 0.013, lebih besar dari nilai Ftabel yakni 3,49, dengan tingkat kesalahan α = 5%, atau dengan kata lain Fhitung >

Ftabel (5,512> 3,49).

Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansinya (0.013<0.05), menunjukkan bahwa variabel bebas (Infrastruktur Jalan, Infrastruktur Listrik dan Infrastruktur Air) secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Investasi PMA).

Universitas Sumatera Utara

4.3.2.3 Hasil Koefisien Determinasi (R2)

Pengujian koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat.Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R² ≤ 1). Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.

Tabel 4.21

Koefisien Determinasi dengan PMDN Sebagai Variabel Terikat

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Infrastruktur Air, Infrastruktur Jalan, Infratruktur Listrik b. Dependent Variable: Investasi PMDN

Berdasarkan Tabel 4.21 dapat dilihat bahwa :

1. R = 0,296 berarti tingkat hubungan antara variabel Infrastruktur Jalan (X1 ), Infrastruktur Listrik (X2 ) danInfrastruktur Air (X3 ) terhadap Investasi PMDNb(Y1 ) sebesar 0,296.

2. Nilai R Square sebesar 0,088 berarti 8,8% variabel Investasi PMDN(Y1 ) dapat dijelaskan oleh variable Infrastruktur Jalan (X1 ), Infrastruktur Listrik (X2 ) dan Infrastruktur Air (X3 ). Sedangkan sisanya 92,2% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 0.70388. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.

Tabel 4.22

Koefisien Determinasi dengan PMA Sebagai Variabel Terikat

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Infrastruktur Air, Infrastruktur Jalan, Infratruktur Listrik b. Dependent Variable: Investasi PMA

Berdasarkan Tabel 4.22 dapat dilihat bahwa :

1. R = 0,761 berarti tingkat hubungan antara variabel Infrastruktur Jalan (X1 ), Infrastruktur Listrik (X2 ) dan Infrastruktur Air (X3 ) terhadap Investasi PMA (Y1 ) sebesar 0,761. Nilai R yang semakin baik adalah nilai yang semakin mendekati angka 1.

2. Nilai R Square sebesar 0,579 berarti 57,9% variabel Investasi PMA (Y1 ) dapat dijelaskan oleh variabel Infrastruktur Jalan (X1 ), Infrastruktur Listrik (X2 ) dan Infrastruktur Air (X3 ). Sedangkan sisanya 42,1% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 0,34557. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.

Universitas Sumatera Utara

4.3 Pembahasan

4.3.1 Pengaruh Infrastruktur Jalan Terhadap Investasi di Wilayah Kabupaten Deli Serdang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel infrastruktur jalan memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai 6,918 dan nilai thitung (0,395) yang lebih kecil dari nilai ttabel (2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel infrastruktur jalan tidak berpengaruh signifikan (0,700>0,05) secara parsial terhadap investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel infrastruktur jalan memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap investasi PMA di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai 9,805 dan nilai thitung (1,138) yang lebih kecil dari nilai ttabel (2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel infrastruktur jalan tidak berpengaruh signifikan (0,277> 0,05) secara parsial terhadap investasi PMA di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Partahian Panjaitan (2012) yang berjudul “Analisis Pengaruh Infrastruktur Jalan Terhadap Investasi, Ekspor dan PDRB Provinsi Sumatera Utara”.Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan (jalan sedang, jalan rusak ringan dan jalan rusak berat), inflasi dan tingkat suku bunga berpengaruh negatif terhadap investasi.

4.3.2 Pengaruh Infratruktur Listrik Terhadap Investasi di wilayah Kabupaten Deli Serdang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel infrastruktur listrik berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel infrastruktur listrik berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap investasi PMDN di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang

Dokumen terkait