• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi Kerja yang Dibutuhkan Program-program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS, dikembangkan untuk

Tahap III : Uji Efektifitas Produk

DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

A. Tahap Studi Pendahuluan

3. Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi Kerja yang Dibutuhkan Program-program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS, dikembangkan untuk

mempersiapkan peserta didik agar bisa memenuhi kecakapan berkomunikasi Bahasa Inggris sesuai dengan standar dan tuntutan pekerjaan di sektor industri perhotelan. Program-program pembelajaran Bahasa Inggris ini dikembangkan berdasarkan perinsip pengembangan program pembelajaran English for Occupational Purposes (EOP), yaitu situasi atau keadaan di mana peserta didik membutuhkan kerampilan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sebagai bagian tuntutan pekerjaan mereka. Oleh karena itu, aspek-aspek pengembangan program dan penyajian program pembelajaran Bahasa Inggris ini, sangat tergantung pada kapan peserta didik mengikuti program pembelajaran EOP ini; apakah sebelum, pada saat, atau setelah mengikuti program latihan kerja. Implikasinya, analisis kebutuhan pembelajaran (Need Analysis) menjadi tahap yang paling menentukan di dalam proses pengembangan sebuah program pebelajaran EOP.

Sesuai dengan perinsip pengembangan sebuah program pembelajaran EOP, di dalam mengembangkan program-program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS, bagian Kurikulum dan Pengembangan Program IHS melakukan analisis kebutuhan pembelajaran (Need Analysis), yang tujuannya adalah, mengidentifikasi dan merumuskan; (1) ketrampilan berbahasa Inggris yang perlu ditekankan untuk dikuasai oleh peserta didik; (2) ketrampilan berbahasa yang perlu dijadikan prioritas bagi peserta didik jika mendapat kesempatan dan waktu untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris; dan (3) perbedaan antara apa yang telah diterima oleh peserta didik di IHS, ketrampilan yang dikuasai oleh peserta didik pada saat memasuki industri, dengan kerampilan berbahasa Inggris yang peserta didik serta industri harapkan bisa mereka kuasai. Temuan-temuan di dalam analisis kebutuhan pembelajaran tersebut, selanjutnya dijadikan dasar pengembangan program-program pembelajaran EOP di IHS, yang meliputi; English for Hotel and Tourism, English for Hotel Operation, English for Business, dan English for Business.

Berdasarkan analisa terhadap proses pengembangan dan deskripsi materi program pembelajaran Bahasa Inggris yang dihasilkan oleh bagian Kurikulum dan Pengembangan Program IHS, teridentifikasi;

a. Ketidaksesuaian antara subyek analisis kebutuhan pembelajaran (Needs Analysis) dengan peserta didik yang menempuh program pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan, di mana analisis kebutuhan pembelajaran (Need Analysis) dilakukan terhadap peserta didik IHS yang sedang menempuh OJT, sementara kurikulum, silabus, dan bahan ajar yang dihasilkan dari proses analisis kebutuhan pembelajaran (Need Analysis) tersebut, digunakan oleh peserta didik IHS yang tengah mempersiapkan diri menempuh OJT.

b. Ketidaksesuaian antara tujuan pengembangan program pembelajaran dengan kurikulum, silabus, dan bahan ajar program pembelajaran Bahasa Inggris yang dihasilkan. Program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS dikembangkan berdasarkan latar belakang dan kebutuhan profesi dan pekerjaan peserta didik dan berkaitan langsung dengan motivasi, posisi atau jabatan, serta status peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran. Akan tetapi, tidak satupun dari program- program pembelajaran Bahasa Inggris di kurikulum pendidikan IHS, yang secara jelas dan tegas merujuk pada profesi tertentu di sektor industri perhotelan. Sebagai contoh, tidak ada program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS yang secara khusus dikembangkan berdasarkan latar belakang dan kebutuhan profesi dan pekerjaan sebagai staff Front Office, atau staff Pramusaji di Restauran Hotel.

Seluruh program pembelajaran Bahasa Inggrisditempuh oleh peserta didik IHS, yang belum memiliki referensi memadahi mengenai kebutuhan kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang akan menjadi bagian dari tuntutan pekerjaan. Oleh karena itu aspek pengembangan program dan penyajian program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS, tidak bisa didasarkan pada analisis kebutuhan pembelajaran yang melibatkan peserta didik, yang akan mengikuti program pembelajaran tersebut. Dengan demikian, dibutuhkan sumber data dan informasi yang lebih relevan untuk merumuskan dan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, yang selanjutnya akan menjadi dasar pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh peserta didik IHS.

Oleh karena keikutsertaan dan keberhasilan peserta didik di dalam menempuh program pembelajaran Bahasa Inggrisakan menentukan tahap distribusi dan proses OJT mereka, maka dasar pengembangan dan penyajian program-program pembelajaran Bahasa Inggrisdi IHS idealnya adalah, standar kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang merujuk pada norma atau standar kompetensi kerja, yang ditetapkan oleh institusi atau lembaga yang memiliki otoritas untuk menyusun dan menetapkan standar kompetensi kerja tersebut. Dengan merujuk pada standar kompetensi kerja, yang tidak hanya diterima, namun juga diterapkan di sektor industri perhotelan, program pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan akan relevan dan benar-benar mendukung persiapan peserta didik memasuki dunia kerja, sesuai dengan pilihan profesi yang ingin mereka tekuni. Selain itu, kurikulum, silabus, dan bahan ajar yang dihasilkan akan benar-benar membekali peserta didik IHS dengan kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sesuai dengan kompetensi kerja yang dibutuhkan untuk bisa berada di posisi dan jabatan tertentu di hotel, serta melaksanakan suatu tugas sesuai dengan posisi atau jabatan itu.

Standar kompetensi kerja yang saat ini ada dan berlaku di Indonesia adalah sistem standarisasi kompetensi kerja yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dengan demikian, dasar pengembangan dan program pembelajaran Bahasa Inggris di IHS adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ini, khususnya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pariwisata subsektor Hotel dan Restoran.

Dengan demikian, dasar pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja, yang dikembangkan di dalam penelitian ini, adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pariwisata subsektor Hotel dan Restoran. Dalam hal ini, rujukan pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja tersebut adalah bidang kompetensi English Proficiency dan bidang kecakapan Front Office. Bidang kompetensi English Proficiency menjadi pedoman dalam menetapkan aspek dan ruang lingkup ketrampilan berbahasa yang menjadi fokus pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja. Sementara itu, bidang kecakapan Front Office akan menjadi pedoman dalam menentukan dan

mengembangkan konteks-konteks situasional di mana komunikasi dalam Bahasa Inggris akan dilakukan dan terjadi.

4. Urgensi Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris berbasis