Tahap III : Uji Efektifitas Produk
DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
B. Menerima pesan
2. Melengkapi teks yang sudah diformat
A. Memahami tujuan teks
1) Mengidentifikasi kata utama untuk memperoleh makna.
B. Memberikan informasi
1) Memberikan informasi sesuai dengan bentuk antara lain, titik, kaliman sederhana atau informasi rinci jika dibutuhkan.
2) Identifikasi informasi yang tepat.
3) Menggunakan kosakata utama yang tepat. 4) Memberikan informasi pada tempat yang tepat. 3. Menulis surat bisnis
A. Mencari dan mengembangkan surat bisnis
1) Analisa masalah.
2) Mengembangkan tujuan yang jelas.
3) Secara efektif mencari topik yang mengacu pada materi yang tepat.
B. Menulis surat
1) Mengidentifikasi pemirsa dan tujuan surat.
2) Rangkaian dan struktur informasi secara logika sesuai dengan tujuan.
3) Menggunakan heading dan sub-heading.
4) Rangkaian informasi fakta dengan hubungan logis dan konsisten.
5) Susunan paragraf yang logis dalam bagian penulisan yang diperpanjang.
6) Membuat rekomendasi untuk tindakan dimasa yang akan datang.
7) Menggunakan jenis konstruksi gramatika untuk menyampaikan maksud yang akurat.
Berdasarkan uraian unit – unit kompetensi bidang kecakapan English Proficiency diatas, keterampilan menyimak (Listening) dan berbicara (Speaking) menjadi aspek keterampilan berbahasa yang lebih diprioritaskan dibandingkan dengan aspek ketrampilan berbahasa yang lain, yaitu ketrampilan membaca (Reading) dan ketrampilan menulis (Writing). Dengan demikian, aspek ketrampilan berbahasa yang menjadi fokus pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja di dalam penelitian ini adalah ketrampilan menyimak (Listening) dan ketrampilan berbicara (Speaking).
Sementara itu, berdasarkan uraian unit kompetensi Front Office, topik-topik yang digunakan di dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja adalah konteks komunikasi yang dilakukan oleh staf bagian Front Office, pada saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yang meliputi: (1) Menerima dan memproses reservasi, (2) Menyediakan layanan akomodasi reception, (3) Memelihara catatan keuangan, (4) Memproses transaksi keuangan, (5) Melaksanakan prosedur klerikal, (6) Berkomunikasi melalui telepon, (7) Melaksanakan audit malam, (8) Menyediakan layanan resepsi klub, dan (9) Menyediakan jasa porter
Berdasarkan analisa terhadap uraian kriteria unjuk kerja masing-masing unit kompetensi bidang kecakapan Front Office, maka unit-unit kompetensi tersebut bisa dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, unit-unit kompetensi yang seluruh kriteria unjuk kerjanya mendeskripsikan kemampuan berkomunikasi. Unit-unit kompetensi tersebut adalah; (1) menerima dan memproses reservasi, (2) menyediakan layanan akomodasi reception, dan (3) berkomunikasi melalui telepon. Dengan demikian, unit-unit kompetensi tersebut bisa secara langsung menjadi topik-topik yang dikembangakan di dalam bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja.
Kedua, unit-unit kompetensi, yang mendeskripsikan kemampuan berkomunikasi di dalam kriteria unjuk kerjanya. Namun demikian, ruang lingkup unit kompetensi tersebut relatif lebih sempit dibandingkan dengan tuntutan unjuk kerja yang sebenarnya di industri. Adapun unit-unit kompetensi tersebut adalah; (1) menyediakan layanan resepsi klub dan (2) menyediakan jasa porter. Oleh karena itu, topik-topik yang dikembangkan berdasarkan unit-unit kompetensi tersebut akan dikembangkan sehingga memiliki ruang lingkup yang lebih sesuai dengan target standar kecakapan
berkomunikasi yang dibutuhkan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja di dalam penelitian ini.
Ketiga, unit-unit kompetensi, yang seluruh kriteria unjuk kerja di dalamnya hanya mendeskripsikan kemampuan teknis operasional dalam menerapkan prosedur kerja standar dan alat kerja di bagian Front Office, tanpa satupun deskripsi mengenai kemampuan berkomunikasi. Adapun unit-unit kompetensi tersebut adalah; (1) memelihara catatan keuangan, (2) memproses transaksi keuangan, (3) melaksanakan prosedur klerikal, dan (4) melaksanakan audit malam. Oleh karena tidak ada deskripsi mengenai kemampuan berkomunikasi, maka topik-topik yang dikembangkan berdasarkan unit-unit kompetensi tersebut akan mengalami penyesuaian sehingga menjadi relevan dengan target standar kecakapan berkomunikasi yang dibutuhkan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja di dalam penelitian ini. Berdasarkan ketiga kriteria unit-unit kompetensi bidang kecakapan Front Office ini, topik-topik di dalam bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja dikembangkan sebagai berikut:
Tabel 4.3:
Topik – topik Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi Kerja Berdasarkan Unit Kompetensi Bidang Kecakapan F ront Office
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Unit Kompetensi Bidang Kecakapan
F ront Office Topik
Menerima dan memproses reservasi Reservation Office Menyediakan layanan akomodasi reception Front Office
Berkomunikasi melalui telepon Telephone Operator Menyediakan layanan resepsi klub Spa & Massage
Menyediakan jasa porter Bellman and General Services Memelihara catatan keuangan
Cashier Memproses transaksi keuangan
Melaksanakan prosedur klerikal Melaksanakan audit malam
Sementara itu, topik-topik yang dirumuskan berdasarkan penyesuaian dan pengembangan unit-unit kompetensi bidang kecakapan Front Office adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4:
Topik – topik Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi Kerja Berdasarkan Pengembangan & Penyesuaian Unit Kompetensi Bidang Kecakapan
F ront Office Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
Pengembangan dan Penyesuaian Topik
Menjelaskan Jenis Hotel Hotel Type Mendeskripsikan Fasilitas Hotel Hotel Facilities
Menjelaskan Profil Hotel Hotel Company Profile Menjelaskan Tugas dan Tanggung jawab Hotel Personnel
Menjelaskan Arah dan Lokasi Location, Direction, and Transportation Menghadapi Keluhan Tamu Guess Complain
Menghadapi Permintaan Khusus Tamu Dealing with Guess Request
b. Merumuskan Tujuan Pembelajaran.
Tujuan pembelajaran di dalam bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kompetensi kerja di dalam penelitian ini dirumuskan berdasarkan pendekatan Audience – Behaviour
– Condition – Degree, atau pendekatan ABCD sebagai berikut: Tabel 4.5:
Pendekatan ABCD (Audience – Behaviour – Condition – Degree)
Komponen Pendekatan Deskripsi
A (Audience): Kepada siapa tujuan
pembelajaran tersebut diarahkan
Peserta didik International Hotel Management School (IHS) program Manajemen Perhotelan, yang akan menempuh On the Job Training di bagian Front Office.
B (Behaiour): Perilaku, sikap, dan
ketrampilan yang teramati
Menunjukkan kecakapan berbahasa Inggris, yang meliputi ketrampilan
berbicara dan menyimak, membaca, dan menulis, sesuai dengan deskripsi kriteria unjuk kerja di unit-unit kompetensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) subsektor Hotel dan Restauran bidang kecakapan English Proficency
C (Condition): Kondisi-kondisi di mana
perilaku, sikap, dan ketrampilan bisa ditunjukkan, atau perilaku, sikap, dan ketrampilan yang bisa ditunjukkan di kondisi-kondisi tertentu