DAFTAR PUSTAKA
Adi. 2010. Meningkatkan kebugaran jasmani anak SD melalui latihan kebugaran aerobik. http://blogjurnalkesehatan.com//.html [11 September 2012]. Afriwardi. 2002.Ilmu Kedokteran Olaharaga. Jakarta: EGC.
AlmatsierS. 2004.Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. ________. 2006.Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Andarwulan N, Madanijah S, Zulaikhah. 2008. Monitoring Verifikasi dan Profil
Keamanan Pangan Makanan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Nasional tahun 2008. Seafast Center.
Arisman. 2004.Gizi Daur Dalam Kehidupan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Astrand 1992.Physical activity and fitness.Am J. Clin-Nutr. 55 (6 Suppl: 1231-6S) Briawan D, Madanijah S. 2008. Penilaian Status Gizi Cara Antropometri.Diktat
Mata Kuliah Penilaian Status Gizi Departemen Gizi Masyarakat, Bogor: Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
[DEPKES] Departemen Kesehatan. 1997. Unsur-Unsur Kesegaran Jasmani. Jakarta: Departemen Kesehatan.
________. 2010. Panduan kesehatan olahraga bagi petugas kesehatan. http://www.depkes.go.id//PanduanKesehatan.pdf [11 September 2012]. Dunia Fitness. 2012. VO2 max dan faktor yang mempengaruhinya.
http://duniafitnes.com//vo2maxdanfaktoryangmempengaruhinya.html [11 September 2012].
Dwiyani L. 2011. Indeks Massa Tubuh dan Tingkat Kesegaran Jasmani Pada Anak Obesitas Setelah Lepas Intervensi Diet dan Olahraga [skripsi]. Semarang: Kedokteran, UNDIP.
FAO/WHO/UNU. 2001.Human Energy Requirement. Rome: FAO/WHO/UNU. Fauzi. 2011. Penilaian status gizi. http://myblogpoltekespadang.htm [04
September 2012].
[FKM-UI] Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Gibson RS. 2005. Principle of Nutritional Assessment. OXFORD University Press.Second Edition.
Hanum FN. 2011. Hubungan Karakteristik Atlet, Pengetahuan Gizi, Konsumsi Pangan, dan Tingkat Kecukupan gizi Terhadap Tingkat Kebugaran Atlet Bola Basket di SMP/SMA Ragunan Jakarta Selatan [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Hardinsyah, Martianto D. 1992.Menaksir Kecukupan Energi dan Protein Serta Penilaian Mutu Konsumsi Pangan.Jakarta: Wirasari.
______, Briawan D. 1994. Penilaian dan perencanaan asupan pangan.Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
______, Briawan D, Retnaningsih, Herwati T, Wijaya R. 2002.Analisis Kebutuhan Konsumsi Pangan. Bogor: Pusat Studi Kebijakan Pangan (PSKPG) IPB dan Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Dina Ketahanan Pangan, Deptan.
______, Tambunan V. 2004. Angka Kecukupan Energi, Protein, Lemak, dan Serat Makanan. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII. Jakarta: LIPI. Hurlock EB. 1997.Perkembangan Anak Jilid II.Jakarta: Erlangga.
Hastuti S. 2003. Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kesegaran Jasmani Anak Sekolah Dasar di Sd Negeri Majasto I Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo [skripsi]. Semarang: Gizi Kesehatan Masyrakat, UNDIP.
Judarwanto W. 2005. Perilaku makan anak
sekolah.http://gizi.depkes.go.id/makalah/ [04 September 2012].
Jumirah, Lubis Z, Aritonang E. 2008. Status Gizi dan Tingkat Kecukupan Energi dan Protein Anak Sekolah Dasar di Desa Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan. Medan: Jurnal Penelitian USU, Juni 2008, 12(1): 1-6. Kesehatan Komunitas. 2002. Panduan Kesehatan Olahraga Bagi Petugas
Kesehatan. Jakarta: Kesehatan Komunitas.
Khomsan A. 2002. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan.Bogor:Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Kusharto CM dan Sa’diyyah NY. 2008. Penilaian Konsumsi Pangan. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB.
Kustiyah L, Syarief H, Hardinsyah, Rimbawan, Suradijono SH. 2006. Pengaruh Intervensi Makanan Kudapan terhadap Peningkatan Kadar Glukosa Darah dan Daya Ingat Anak Sekolah Dasar. Bogor: Media Gizi & Keluarga,Juli 2006, 30 (1): 42-57.
Muhilal, Sulaeman A. 2004. Angka Kecukupan Vitamin Larut Lemak.Jakarta: Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII.
Muslichatun.2005. Perbandingan Pengaruh Latihan Senam Kesegaran Jasmanis Usia Sekolah Dasar Antara Tiga Kali dengan Empat Kali dalam Seminggu terhadap Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Putri di SD Negeri Gunungjati 4 dan Nangkosawit Tahun Ajaran 2004/2005 [skripsi]. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Napitu N. 1994. Perilaku jajan di kalangan siswa SMA di kota dan pinggiran kota DKI Jakarta [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Nasoetion A, Riyadi H. 1994. Gizi Terapan. Bogor: Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB.
Nurhasan H, Cholil H, 2007. Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.
Puspitorini M. 2009. Cara Mudah dan Murah menjadi Wanita Sehat. Yogyakarta: Bookmarks.
Rahmawati SM. 2001. Pengaruh Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Terhadap Status Gizi Contoh Sekolah Dasar [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, IPB.
[RISKESDAS] Riset Kesehatan Dasar. 2010. Status Gizi Anak Usia 6-12 tahun Provinsi Jawa Barat. http://www.riskesda.litbang.depkes.id [11 September 2012].
Riyadi H. 2004. Penilaian Status Gizi. Dalam Baliwati YF, Khomsan A, Dwiriani CM, editor. Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Penebar Swadaya; hlm 78-82.
_______. 2006.Gizi dan Kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas Terbuka. Riyadi H, Kohomsan A, Anwar F, Mudjajanto SE. 2007.Studi Implementasi
Program Gizi. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat IPB.
Satya WI. 2008. Kebugaran jasmani dalam mendukung kinerja. J IQRA, Ilmu Kependidikan dan Keislaman4(2):211-222.
Santoso BI, Hardinsyah, Siregar P, Pardede SO. 2011. Air Bagi Kesehatan. Jakarta: Centra Communications.
Setiawan B, Rahayuningsih S. 2004. Angka Kecukupan Vitamin Larut Air.Jakarta: Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII.
Soekirman, Hardinsyah, Jus’at I, Jahari AB. 2002. Regional study of nutritional status of urban primary school children, West Jakarta and Bogor, Indonesia. Food and Nutrition Bulletin, 23 (1): 31-40.
Soetardjo S. 2011. Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT. Gramedia.
Sriundy MIM. 2009. Profil kebugaran jasmani anak usia 7 – 13 tahun sebagai sasaran evaluasi penjasorkes.Jurnal Pendidikan Dasar10(1): 92-104. Sudarsono NC. 2008. Kebugaran. http://kebugaran.myblog.com/2011/07/15/tes-
Suharjana F, Purwanto H. 2008. Kebugaran jasmani mahacontoh D II PGSD penjas FIK UNY.Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia5(2).
Suntoda A. 2007. Pedoman dan Instrumen Praktikum Tes dan Pengukuran Olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.
Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi.Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
______. 2002.Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Susilowati. 2007. Faktor-Faktor Risiko Kesegaran Jasmani Pada Polisi Lalu
Lintas di Kota Semarang [tesis]. Semarang: Program Pasca Sarjana Diponegoro, Universitas Diponegoro.
Thoha WH. 2003 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Jajan dan Makanan Jajanan pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja dengan Kebiasaan Jajan Anak Sekolah Dasar [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
[WHO] World Health Organization. 2007. BMI for Age (5-19 years). http://www.who.inti/growthhref/who2007bmi-for-age/en/index.html. [04 September 2012].
Wulandari AWR. 2004. Hubungan Antara Status Gizi dan Latihan Fisik dengan Kesegaran Jasmani Lansia di Klub Jantung Sehat Semarang [skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.
Lampiran 1 Nilai p hasil uji beda karaktersitik contoh dengan status gizi, asupan zat gizi dan aktivitas fisik
Karakteristik Contoh
Nilai p Variabel Status
Gizi
Asupan Zat Gizi
Aktivitas Fisik Energi Protein Vitamin
A Vitamin B1 Vitamin C Zat Besi Kalsium Jenis Kelamin 0.693 0.693 0.045 0.284 0.000 0.030 0.043 0.187 0.793 Usia 0.938 0.211 0.167 0.315 0.686 0.024 0.350 0.144 0.174 Uang Saku 0.617 0.588 0.602 0.361 0.063 0.144 0.459 0.506 0.330 Lampiran 2 Nilai p hasil uji korelasi berbagai variabel dengan tingkat kebugaran
Variabel P
Usia 0.015
Status gizi 0.497
Aktivitas fisik 0.615
Tingkat kecukupan energy 0.863
Tingkat kecukupan protein 0.414
Tingkat kecukupan vitamin A 0.697
Tingkat kecukupan vitamin B1 0.870
Tingkat kecukupan vitamin C 0.825
Tingkat kecukupan zat besi 0.046
Tingkat kecukupan kalsium 0.491
Lampiran 3 Nilai p hasil uji beda berbagai variabel berdasarkan status kebugaran
Variabel P Variabel P
Jenis Kelamin 0.000 Konsumsi daging putih 0.671
Uang saku 0.810 Konsumsi telur 0.341
Status gizi 0.459 Konsumsi protein nabati 0.001
Aktivitas fisik 0.615 Konsumsi air putih 0.495
Frekuensi makan 0.882 Konsumsi susu 0.190
Kebiasaan sarapan 0.274 Tingkat kecukupan energi 0.192 Konsumsisupplement 0.928 Tingkat kecukupan protein 0.969 Frekuensi jajan 0.411 Tingkat kecukupan vitamin A 0.482 Makanan pantangan 0.180 Tingkat kecukupan vitamin B1 0.298 Konsumsi sayuran 0.025 Tingkat kecukupan vitamin C 0.386 Konsumsi buah 0.178 Tingkat kecukupan kalsium 0.180 Konsumsi daging merah 0.560 Tingkat kecukupan zat besi 0.641
Lampiran 4 Tabel Penilaian VO2max
Tabel Penilaian VO2max BerdasarkanBleep Test
TK BLK VO2max TK BLK VO2max TK BLK VO2max
2 1 20.1 3 1 23 4 1 26.2 2 2 20.4 3 2 23.6 4 2 26.8 2 3 20.7 3 3 23.9 4 3 27.2 2 4 21.1 3 4 24.3 4 4 27.6 2 5 21.4 3 5 24.6 4 5 27.9 2 6 21.8 3 6 25 4 6 28.3 2 7 22.1 3 7 25.3 4 7 28.9 2 8 22.5 3 8 25.7 4 8 29.5 4 9 29.7
TK BLK VO2max TK BLK VO2max TK BLK VO2max
5 1 29.9 6 1 33.2 7 1 36.7 5 2 30.2 6 2 33.6 7 2 37.1 5 3 30.6 6 3 33.9 7 3 37.4 5 4 31 6 4 34.3 7 4 37.8 5 5 31.4 6 5 34.6 7 5 38.1 5 6 31.8 6 6 35 7 6 38.5 5 7 32.1 6 7 35.3 7 7 38.8 5 8 32.5 6 8 35.7 7 8 39.2 5 9 32.9 6 9 36 7 9 39.5 6 10 36.4 7 10 39.9
TK BLK VO2max TK BLK VO2max TK BLK VO2max
8 1 40.2 9 1 43.6 10 1 47.1 8 2 40.5 9 2 43.9 10 2 47.4 8 3 40.8 9 3 44.2 10 3 47.9 8 4 41.1 9 4 44.5 10 4 48.4 8 5 41.4 9 5 44.8 10 5 48.5 8 6 41.8 9 6 45.2 10 6 48.7 8 7 42.1 9 7 45.6 10 7 49 8 8 42.4 9 8 45.9 10 8 49.3 8 9 42.7 9 9 46.2 10 9 49.6 8 10 43 9 10 46.5 10 10 49.9 8 11 43.3 9 11 46.8 10 11 50.2