• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2011. Menggugat angka produksi padi. http://agroindonesia.co.id/ 2011/07/19/ menggugat-angka-produksi-padi/ [3 Desember 2011].

Anggraeni WM. 2002. Studi ketahanan varietas padi terhadap wereng batang coklat Nilaparvata lugens Stål (Homoptera: Delphacidae) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Ardiwinata AN, Bahagiawati, Iman M. 1991. Komposisi asam amino dalam batang padi, wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stål) dan cairan ekskretanya. Seminar Hasil Penelitian Tanaman Pangan. Bogor 19-20 Februari 1991. Bogor: Puslitbangtan.

Baehaki SE. 1984. Studi perkembangan populasi wereng coklat Nilaparvata lugens Stål asal imigran dan pemencarannya di pertanaman [disertasi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Baehaki SE. 1987. Dinamika populasi wereng coklat Nilaparvata lugens Stål. Di dalam: Soejitno, editor. Wereng Coklat. Edisi Khusus 1:16-30.

Baehaki SE, Iman M. 1991. Status hama wereng pada tanaman padi dan pengendaliannya. Di dalam: Sunarjo E, Damardjati DS, Syam M, editor.

Padi3. Bogor: Puslitbangtan.

Baehaki SE. 1993. Berbagai Hama Serangga Tanaman Padi. Bandung: Angkasa Baehaki SE. 2007. Perkembangan wereng coklat biotipe 4. http://www.litbang.

deptan.go.id/artikel/one/171/pdf/perkembangan%20Wereng%20Coklat%20 Biotipe%204.pdf [10 Juli 2008].

Baehaki SE, Abdullah B. 2007. Evaluasi karakter ketahanan galur padi terhadap wereng cokelat biotipe 3 melalui uji penapisan dan uji peningkatan populasi.

Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi. BB Padi. http://www.litbang.dep tan.go.id /special/padi/bbpadi_2008_p2bn1_25.pdf [2 Maret 2012].

Baehaki SE, Munawar D. 2007. Identifikasi biotipe wereng cokelat di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan reaksi ketahanan kultivar padi. Di dalam: Baehaki SE, Hidayat S, editor. Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi. BB Padi. 15p.

Baehaki SE. 2008. Perubahan wereng coklat biotipe 4 di beberapa sentra produksi padi. Di dalam: Sutrisno H, Baehaki SE, Daradjat AA, editor.

Pemberdayaan Keanekaragaman Serangga untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Prosiding Seminar Nasional V Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI); Bogor 18 Maret 2008. Bogor: PEI.

Baehaki SE, Widiarta IN. 2008. Hama wereng dan cara pengendaliannya pada tanaman padi. Di dalam: Daradjat AA, Setyono A, Makarim AK, Hasanudin A, editor. Padi 2: Inovasi Teknologi Produksi. Jakarta: LIPI Press.

[BB Padi ] Balai Besar Penelitian Tanaman Padi . 2011. Wereng cokelat. BB Padi. http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.php/in/hama-padi/228-wereng -coklat- [7 Desember 2011].

CAB International. 2005. Crop Protection compendium. Waliingford, UK: CAB (Commonwealth Agricultural Bureaux) International. Disajikan dalam Compact disc.

Chapman RF. 1998. The Insect Structure and Function. Ed ke 4. Cambridge University Press. Cambridge.

Chen YH, Bernal CC, Tang J, Horgan FG, Fitzgerald MA. 2011. Planthopper ‘adaptation’ to resistant rice varieties. Journal of Insect Physiology 57 (10): 1375-1384p.

Dadang. 2006. Konsep hama dan dinamika populasi. Di dalam: Workshop Hama dan Penyakit pada Tanaman Jarak (Jatropha curcas linn.). Potensi Kerusakan dan Teknik Pengendaliannya. Bogor, 5-6 Desember 2006. http://repository.ipb.ac.id/ bitstream /handle/ 123456789 /25631/ workshop_hama_jarak_pagar-1.pdf?sequence=1 [8 Desember 2011]. Grodnitsky DC. 1999. The Evolution of Biological Structures. London: The

John Hopkins University Press.

Harahap IS, Tjahjono B. 1997. Pengendalian Hama Penyakit Padi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Hidayati T. 1991. Pengaruh kepadatan nimfa wereng coklat Nilaparvata lugens

Stål. (Homoptera: Delphacidae) terhadap mortalitas nimfa dan pembentukan makroptera pada beberapa stadia tanaman padi (Oryza sativa) [laporan makalah khusus]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Hoffmann AA, Woods RE, Collins E, Wallin K, White A, McKenzie JA. 2005.

Wing shape versus asymmetry as indicator of changing environmental conditions in insects. Australian Journal of Entomology 44: 233-243p.

Iriana DW. 2009. Lampu merah swasembada beras. Agrina 25 November 2009:6 (kolom 2).

Kalode MB, Khrisnha TS. 1979. Varietal resistance to brown planthopper in India. In Brown Plantopper, Threat to Rice Production in Asia. International Rice Research Institute. 187-199p.

Kalshoven LGE. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. Laan PA van der, penerjemah. Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve. Terjemahan dari: De Plagen van de Cultuurgewassen in Indonesie.

Kartohardjono A, Trisnaningsih, Abdullah B. 2010. Reaksi ketahanan varietas differensial terhadap wereng cokelat, Nilaparvata lugens STAL, koloni IR

64 dibanding biotipe 3. Di dalam: Sutrisno H Baehaki SE, Daradjat AA, editor. Pemberdayaan Keanekaragaman Serangga untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Prosiding Seminar Nasional V Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI); Bogor 18 Maret 2008. Bogor: PEI. hlm 84-90. Kazushige S, Pathak MD. 1970. Mechanisms of brown planthopper resistance in

Mudgo variety of rice (Hemiptera: Delphacidae). Applied Entomology and Zoology 5 (3):145-158p.

Laksono C. 1991. Pengaruh zat tumbuh hidrasil, atonik dan dharmasri terhadap peletakan telur, siklus hidup, dan pertumbuhan populasi wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stål.) serta tingkat kerusakan pada padi varietas Cisedane [laporan makalah khusus]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Mochida O, Okada T. 1979. Taxonomy and biology of Nilaparvata lugens

(Hom: Delphacidae). In Brown Plantopper, Threat to Rice Production in Asia. International Rice Research Institute. 369p.

Mustaghfirin H. 2008. Bioekologi, peramalan, dan pengendalian wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal). Jakarta: BBPOPT. http://agribisnis.web.id /web/diperta-ntb/artikel/ wereng.htm [20 Mei 2009].

Nasoetion AH. 2001. Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian. Jakarta: PT. Pustaka Litera AntarNusa.

Odum EP. 1996. Dasar-Dasar Ekologi. Ed ke-3. Tjahjono S, penerjemah. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari: Fundamental of Ecology.

Oka IN, Bahagiawati AH. 1991. Pengendalian hama terpadu. Di dalam: Sunarjo E, Damardjati DS, Syam M, editor. Padi buku 3. Bogor: Puslitbangtan. Price PW. 1997. Insect Ecology. Ed ke-3. New York: John Wiley & Sons Inc. Saxena RC, Pathak MD. 1979. Factor governing susceptibility and resistance of

certain rice varieties to the brown planthopper. In Brown Plantopper, Threat to Rice Production in Asia. International Rice Research Institute. 303-317p. Saxena RC, Okech SH, Liquido NJ. 1981. Wing morphism in the brown

planthopper, Nilaparvata lugens. Insect Science Applications, 1(4): 343-348p.

Schoonhoven LM, Loon JJ Van, Dicke M. 2005. Insect Plant Biology. Ed ke-2. England: Oxford University Press.

Soesilohadi RCH, Permana AD, Subahar TSS, Sastrodiharjo S. 2003. Fluktuasi rasio seks lalat buah (Bractocera carambolae) dan parasitoid (Biosteres vandenboschi) sebagai tanggapan terhadap fluktuasi kelimpahan inang dan suhu lingkungan. Biologi 3 (1): hlm 9-23.

Sumarno. 1992. Pemuliaan untuk ketahanan terhadap hama. Prosiding symposium Pemuliaan Tanaman I. Surabaya: Perhimpunan Pemuliaan Tanaman Indonesia.

Suprihatno B, Daradjat AA, Satoto, Baehaki SE, Suprihanto, Setyono A, Indrasari SD, Wardhana IP, Sembiring H. 2010. Deskripsi Varietas Padi. Sukamandi: BB Padi.

Sutan ZE. 2008. Interaksi populasi wereng batang cokelat Nilaparvata lugens

Stal (Hemiptera: Delphacidae) dengan kepik predator Cyrtorhinus lividipennis (Hemiptera: Miridae) pada padi Ciherang [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Syam M, Suparyono, Hermanto, Wuryandari D. 2007. Masalah lapang: hama, penyakit, hara pada padi. Pusat Penelitian dan pengembangan Tanaman Pangan.http://www.knowledgebank.irri.org/regionalsites/indonesia/PDF%2 0files/buklet520hapen%203rd%20ed.pdf [10 Mei 2008].

Van Alphen JJM, Jervis MA. 1996. Foraging behaviour. In Jervis M, Kidd N, editor. Insect Natural Enemies Practical Approaches to Their Study and Evaluation. London: Chapman and Hall.

Yamada S. 1990. The relation of adult wing-form in the brown planthopper

Nilaparvata lugens Stål (Homoptera: Delphacidae) to wing-pad length of last instar nymphs. Applied Entomology and Zoology 25 (4): 439-446p. Ying Z, Xiao-li T, Feng-kuan H. 2006. Content variation of the secondary

compounds in rice plants and their influence on rice resistance to brown planthopper Nilaparvata lugens. Rice Science 13 (1): 75-78p.

Lampiran 1 Sidik ragam interaksi antara varietas dengan kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3) terhadap perkembangan populasi wereng

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Pelepasan 1 2389298.000 2389298.00 33.87 <.0001 Varietas 8 7887934.111 985991.764 13.98 <.0001 Pelepasan*Varietas 8 2409739.222 301217.403 4.27 0.0002 Biotipe 2 392485.444 196242.722 2.78 0.0664 Pelepasan*Biotipe 2 287728.259 143864.130 2.04 0.1351 Varietas*Biotipe 16 2091677.222 130729.826 1.85 0.0330 Pelepasan*Varietas*Biotipe 16 4943718.852 308982.428 4.38 <.0001 Galat 108 7618772.00 70544.19 Total 161 28021353.11 R-square = 0.728108= 72,81%

Lampiran 2 Sidik ragam interaksi antara varietas dengan kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3) terhadap waktu kemunculan makroptera

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Pelepasan 1 96.450617 96.450617 1.28 0.2603 Varietas 8 1916.444444 239.555556 3.18 0.0028 Pelepasan*Varietas 8 605.382716 75.672840 1.00 0.4370 Biotipe 2 1036.925926 518.462963 6.88 0.0015 Pelepasan*Biotipe 2 28.012346 14.006173 0.19 0.8306 Varietas*Biotipe 16 3721.074074 232.567130 3.09 0.0003 Pelepasan*Varietas*Biotipe 16 2581.987654 161.374228 2.14 0.0112 Galat 108 8135.33333 75.32716 Total 161 18121.61111 R-square = 0.551070= 55,10%

Lampiran 3 Sidik ragam interaksi antara varietas dengan kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3)

terhadap populasi brakhiptera

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Pelepasan 1 76440.5000 76440.5000 9.78 0.0023 Varietas 8 499093.5556 62386.6944 7.98 <.0001 Pelepasan*Varietas 8 120829.7778 15103.7222 1.93 0.0622 Biotipe 2 498502.3704 249251.1852 31.90 <.0001 Pelepasan*Biotipe 2 8722.8148 4361.4074 0.56 0.5739 Varietas*Biotipe 16 175479.1852 10967.4491 1.40 0.1536 Pelepasan*Varietas*Biotipe 16 166155.4074 10384.7130 1.33 0.1931 Galat 108 843922.667 7814.099 Total 161 2389146.278 R-square = 0.646768= 64,67%

Lampiran 4 Sidik ragam interaksi antara varietas dengan kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3)

terhadap populasi makroptera

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Pelepasan 1 304.222222 304.222222 3.51 0.0636 Varietas 8 3484.666667 435.583333 5.03 <.0001 Pelepasan*Varietas 8 486.666667 60.833333 0.70 0.6887 Biotipe 2 3061.814815 1530.907407 17.68 <.0001 Pelepasan*Biotipe 2 87.148148 43.574074 0.50 0.6060 Varietas*Biotipe 16 1816.629630 113.539352 1.31 0.2036 Pelepasan*Varietas*Biotipe 16 2309.962963 144.372685 1.67 0.0641 Galat 108 9352.00000 86.59259 Total 161 20903.11111 R-square = 0.614981= 61,49%

Lampiran 5 Sidik ragam interaksi antara varietas kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3) terhadap rasio seks brakhiptera

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Pelepasan 1 23.7130889 23.7130889 8.43 0.0045 Varietas 8 133.2811556 16.6601444 5.93 <.0001 Pelepasan*Varietas 8 25.4418222 3.1802278 1.13 0.3485 Biotipe 2 8.1845778 4.0922889 1.46 0.2378 Pelepasan*Biotipe 2 4.2606815 2.1303407 0.76 0.4712 Varietas*Biotipe 16 37.7835111 2.3614694 0.84 0.6383 Pelepasan*Varietas*Biotipe 16 26.9568074 1.6848005 0.60 0.8784 Galat 108 303.6650667 2.8117136 Total 161 563.2867111 R-square = 0.540381= 54,03%

Lampiran 6 Sidik ragam interaksi antara varietas dengan kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3) terhadap rasio seks makroptera

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Pelepasan 1 0.02568889 0.02568889 0.49 0.4837 Varietas 8 0.99436049 0.12429506 2.39 0.0207 Pelepasan*Varietas 8 0.62333333 0.07791667 1.50 0.1664 Biotipe 2 0.86429753 0.43214877 8.31 0.0004 Pelepasan*Biotipe 2 0.33903333 0.16951667 3.26 0.0423 Varietas*Biotipe 16 1.24810247 0.07800640 1.50 0.1130 Pelepasan*Varietas*Biotipe 16 1.06787778 0.06674236 1.28 0.2212 Galat 108 5.61846667 0.05202284 Total 161 10.78116049 R-square = 0.478863= 47,88%

Lampiran 7 Sidik ragam interaksi antara varietas dengan kelompok pelepasan wereng (satu dan sepuluh pasang induk) dan kelompok biotipe (1, 2, dan 3) terhadap produksi padi

Sumber Db JK KTG F hitung P vaule

Pelepasan 1 202.3743340 202.3743340 42.57 <.0001 Varietas 7 682.9351604 97.5621658 20.52 <.0001 Pelepasan*Varietas 7 60.4107493 8.6301070 1.82 0.0930 Biotipe 2 66.9078347 33.4539174 7.04 0.0014 Pelepasan*Biotipe 2 3.5517097 1.7758549 0.37 0.6893 Varietas*Biotipe 14 294.9898542 21.0707039 4.43 <.0001 Pelepasan*Varietas*Biotipe 14 84.0458236 6.0032731 1.26 0.2450 Galat 96 456.383600 4.753996 Total 143 1851.599066 R-square = 0.753519= 75,35%

Lampiran 8 Sidik ragam regresi terhadap pelepasan satu pasang WBC

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Regresi 1 175,603 175,603 15,16 0,000

Error 70 810,881 11,584

Total 71 986,483

Lampiran 9 Sidik ragam regresi terhadap pelepasan sepuluh pasang WBC

Sumber Db JK KTG F hitung P value

Regresi 1 165,737 165,737 23,34 0,000

Error 70 497,005 7,100

Dokumen terkait