Risiko keuangan utama yang dihadapi Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar. Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia.
Direksi telah menelaah kebijakan manajemen risiko keuangan secara berkala.
(i) Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak rekanan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya dan aset keuangan tidak lancar lainnya.
Jumlah eksposur risiko kredit maksimum aset keuangan pada 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Eksposur Nilai Tercatat Eksposur
Maksimum Maksimum
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 204.377.950.369 204.377.950.369 740.436.843.020 740.436.843.020
Piutang Usaha 850.144.045.515 850.144.045.515 775.978.241.129 775.978.241.129
Aset Keuangan Lancar Lainnya 19.329.143.619 19.329.143.619 152.108.827.407 152.108.827.407
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 334.803.070 334.803.070 525.498.069 525.498.069
Jumlah 1.074.185.942.573 1.074.185.942.573 1.669.049.409.625 1.669.049.409.625
30 September 2017 31 Desember 2016
Grup mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan dan lebih selektif dalam pemilihan bank dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan yang berpredikat baik yang dipilih.
Tabel berikut menganalisis aset yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai dan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai serta aset keuangan yang ditentukan secara individu mengalami penurunan nilai:
Mengalami
Penurunan Jumlah
Nilai Individual
0-90 Hari 91-180 Hari > 181 Hari Perusahaan Perbankan Non-perbankanPerusahaan Perseorangan
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Kas dan Setara Kas -- -- -- -- 196.354.734.032 8.023.216.337 -- 204.377.950.369
Piutang Usaha 62.573.610.903 613.352.802.827 71.485.424.837 165.305.817.851 -- -- -- 912.717.656.418
Aset Keuangan Lancar Lainnya -- -- -- -- -- 19.329.143.619 -- 19.329.143.619
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- -- -- 334.803.070 -- 334.803.070
Jumlah 62.573.610.903 613.352.802.827 71.485.424.837 165.305.817.851 196.354.734.032 27.687.163.026 -- 1.136.759.553.476 30 September 2017
Lewat jatuh tempo tetapi Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai tidak mengalami penurunan nilai
Mengalami Penurunan Jumlah Nilai Individual 0-90 Hari/ Days 91-180 Hari/ Days > 181 Hari/
Days Perusahaan Perbankan/
Perusahaan Non-perbankan/ Perseorangan/ Banking Company Non-banking Company Individual Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Kas dan Setara Kas -- -- -- -- 734.499.567.802 5.937.275.218 -- 740.436.843.020
Piutang Usaha 265.005.985.782 265.556.621.052 81.538.264.525 207.314.808.488 -- -- -- 819.415.679.847
Aset Keuangan Lancar Lainnya -- -- -- -- -- 152.108.827.407 -- 152.108.827.407
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- -- -- 525.498.069 -- 525.498.069
Jumlah 265.005.985.782 265.556.621.052 81.538.264.525 207.314.808.488 734.499.567.802 158.571.600.694 -- 1.712.486.848.343 31 Desember 2016
Lewat jatuh tempo tetapi Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai/ tidak mengalami penurunan nilai
Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha (Catatan 4).
Aset keuangan yang belum jatuh tempo yang terindikasi risiko kredit terutama dari kas dan setara kas dan aset keuangan lancar lainnya.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan atas penempatan dana di bank yang penggunaanya tidak dibatasi maupun yang dibatasi, karena penempatan dana hanya ditempatkan pada bank-bank yang berpredikat baik.
(ii) Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Grup menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel berikut menganalisis rincian liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo:
Tidak Memiliki Jumlah
Kurang dari 1 - 5 Tahun Lebih dari Jatuh Tempo
1 Tahun 5 Tahun
Rp Rp Rp Rp Rp
Diukur dengan biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Usaha - Pihak Ketiga 352.393.264.800 -- -- -- 352.393.264.800
Beban Akrual 292.692.305.612 -- -- -- 292.692.305.612
Utang Bank 9.152.633.438 3.682.609.440 -- -- 12.835.242.878 Utang Sewa Pembiayaan 26.466.579.495 149.268.017.453 -- -- 175.734.596.948 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 130.306.455.547 -- -- -- 130.306.455.547
Jumlah 811.011.238.892 152.950.626.893 -- -- 963.961.865.785
30 September 2017 Akan Jatuh Tempo dalam/ Will Due On
Tidak Memiliki Jumlah
Kurang dari 1 - 5 Tahun Lebih dari Jatuh Tempo
1 Tahun 5 Tahun
Rp Rp Rp Rp Rp
Diukur dengan biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Usaha - Pihak Ketiga 314.126.455.716 -- -- -- 314.126.455.716
Beban Akrual 234.211.191.714 -- -- -- 234.211.191.714
Utang Bank 8.411.353.189 9.884.512.480 -- -- 18.295.865.669 Utang Sewa Pembiayaan 21.994.996.558 105.042.006.950 -- -- 127.037.003.508 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 80.114.380.612 -- -- -- 80.114.380.612 Utang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- 197.506.875 197.506.875
Jumlah 658.858.377.789 114.926.519.430 -- 197.506.875 773.982.404.094
31 Desember 2016 Akan Jatuh Tempo dalam
(iii) Risiko Pasar a. Risiko Mata Uang
Risiko mata uang merupakan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
Grup secara signifikan terekspos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi Grup dalam mata uang asing.
Analisa Sensitivitas
Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak periode/ tahun berjalan sebesar Rp613.475.128 (2016: Rp264.145.803).
Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Singapura sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak periode/ tahun berjalan sebesar Rp357.072.177 (2016: Rp335.758.099).
Pelemahan nilai tukar terhadap mata uang asing lainnya tidak berdampak material terhadap laba sebelum pajak.
b. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Grup tidak memiliki risiko suku bunga terutama karena tidak memiliki pinjaman dengan suku bunga mengambang.
Pengukuran Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar masing-masing kategori aset dan liabilitas keuangan:
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Kas dan Setara Kas 204.377.950.369 204.377.950.369 740.436.843.020 740.436.843.020
Piutang Usaha 850.144.045.515 850.144.045.515 775.978.241.129 775.978.241.129
Aset Keuangan Lancar Lainnya 19.329.143.619 19.329.143.619 152.108.827.407 152.108.827.407
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 334.803.070 334.803.070 525.498.069 525.498.069
Jumlah 1.074.185.942.573 1.074.185.942.573 1.669.049.409.625 1.669.049.409.625
30 September 2017 31 Desember 2016
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas Keuangan Diukur dengan Biaya
Perolehan Diamortisasi
Utang Usaha - Pihak Ketiga 352.393.264.800 352.393.264.800 314.126.455.716 314.126.455.716
Beban Akrual 292.692.305.612 292.692.305.612 234.211.191.714 234.211.191.714
Utang Bank 12.835.242.878 12.835.242.878 18.295.865.669 18.295.865.669
Utang Sewa Pembiayaan 175.734.596.948 175.734.596.948 127.037.003.508 127.037.003.508 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 130.306.455.547 130.306.455.547 80.114.380.612 80.114.380.612
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- 197.506.875 197.506.875
Jumlah 963.961.865.785 963.961.865.785 773.982.404.094 773.982.404.094
30 September 2017 31 Desember 2016
Pada 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, manajemen memperkirakan bahwa nilai tercatat aset lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek dan yang jatuh temponya tidak ditentukan telah mencerminkan nilai wajarnya.