METODE PENELITIAN
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.4.1 Instrumen Penelitian a) Non Tes
Instrumen penelitian non tes yang digunakan oleh peneliti adalah lembar
skala sikap yang sudah disusun oleh peneliti berdasarkan penjabaran
indikator-indikator pada tabel dibawah ini :
Tabel 3.2 Penjabaran Indikator
No Penjabaran Indikator Favorable Unfavorable 1 Menyadari akan adanya
nilai organisasi sebagai kualitas yang perlu diusahakan.
Saya lebih senang belajar didalam kelompok
Saya senang belajar sendiri.
Saya menghargai orang lain.
Saya lebih senang menghargai diri sendiri Saya senang bersikap
terbuka terhadap orang lain.
Saya biasa bersikap tertutup terhadap orang lain.
Saya menghargai diri saya sendiri.
Saya jarang menghargai diri saya sendiri.
Saya suka bekerjasama dalam kelompok.
Saya tidak suka bekerjasama didalam kelompok.
Saya menghargai pendapat orang lain.
Saya menerima pendapat saya sendiri.
2 Menyadari akan peranan nilai organisasi yang
menjadi daya tarik
Saya datang tepat waktu saat kerja kelompok.
Saya tidak pernah datang saat belajar kelompok.
No Penjabaran Indikator Favorable Unfavorable manusia untuk
mewujudkannya.
Saya bersikap tegas saat berpendapat dalam kelompok.
Saya ragu - ragu dalam berpendapat.
3 Menyadari akan sarana-sarana/penunjang/wujud serta cara-cara yang perlu di usahakan demi
terwujudnya nilai organisasi yang akan
dituju.
Saya suka kerja kelompok dimana saja.
Saya jarang ikut kerja kelompok
4 Menyadari sikap sebelum melakukan yang diperlukan demi
terwujudnya nilai organisasi yang
diharapkan
Saya suka mengatur jadwal dalam bekerja kelompok.
Saya mengerjakan tugas tanpa memperhatikan waktu.
Saya membagi tugas dalam kelompok
Saya tidak pernah mengerjakan tugas di dalam kelompok.
Saya selalu bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
Saya cuek atas tugas yang diberikan.
5 Menyadari tindakan yang perlu dilakukan
demi terwujudnya nilai organisasi yang
menjadi tujuan.
Saya berani bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil.
Saya takut dengan keputusan yang saya ambil.
No Penjabaran Indikator Favorable Unfavorable Saya memiliki keberanian
untuk berpendapat.
Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat. Saya bekerjasama di dalam
kelompok untuk tujuan bersama.
Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi.
Berdasarkan hasil penjabaran indikator di atas, peneliti dapat membuat kisi-kisi
yaitu, lembar skala sikap seperti pada tabel 3.3 dibawah ini :
Tabel 3.3 Kisi-kisi Skala Sikap
No Indikator Favorable Unfavorabel
1 Menyadari akan adanya nilai organisasi sebagai kualitas yang perlu diusahakan.
1,2,3,4,5,6 7,8,9,10,11,12
2 Menyadari akan peranan nilai organisasi yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya.
11,13 12,14
3 Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai organisasi yang akan dituju.
15 16
4 Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai organisasi yang diharapkan
17,18,19 20,21,22
5 Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai organisasi yang menjadi tujuan
Kemudian setelah menentukan kisi-kisi,peneliti mulai menyusun lembar skala
sikap. Lembar skala sikap ini diberikan untuk mengetahui kesadaran siswa akan nilai
organisasi kelas V SD Kanisius Totogan pada mata pelajaran PKn sebelum dan sesudah
melaksanakan siklus I. Adapun lembar skala sikap sebelum validasi dapat dilihat pada
tabel 3.4 di bawah ini :
Tabel 3.4 Skala Sikap sebelum Validasi
No. Pernyataan Sangat
Setuju
Setuju Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
1 Saya senang belajar di dalam kelompok
2 Saya tidak senang belajar di dalam kelompok.
3 Saya menerima kritikdan saran dari teman
4 Saya tidak peduli kritik dan saran dari teman
5 Saya senang bersikap terbuka terhadap orang lain.
6 Saya lebih suka menjadi orang yang pendiam
7 Saya menghargai diri saya sendiri.
8 Saya tidak menghargai diri saya sendiri.
9 Saya suka bekerjasama dalam kelompok.
10 Saya tidak suka bekerjasama didalam kelompok.
11 Saya biasa menghargai pendapat orang lain.
12 Saya hanya menerima pendapat saya sendiri.
13 Saya datang tepat waktu saat kerja kelompok.
14 Saya terlambat saat belajar kelompok.
Tabel 3.5 Skala sikap sesudah Validasi
No. Pernyataan Sangat
Setuju
Setuju Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju 1 Saya tidak senang belajar
didalam kelompok.
2 Saya menerima kritik dan saran dari teman
3 Saya tidak peduli kritik dan saran dari teman
4 Saya senang bersikap terbuka terhadap orang lain.
5 Saya tidak menghargai diri saya sendiri.
6 Saya suka bekerjasama dalam 15 Saya lebih senang bersikap tegas
saat berpendapat dalam kelompok.
16 Saya ragu-ragu dalam berpendapat.
17 Saya dapat belajar kelompok dimana saja.
18 Saya tidak ikut kerja kelompok. 19 Saya mengatur jadwal dalam
belajar kelompok.
20 Saya mengerjakan tugas tanpa memperhatikan waktu.
21 Saya membagi tugas dalam kelompok
22 Saya mengerjakan tugas sendiri. 23 Saya bertanggungjawab atas
tugas yang diberikan.
24 Saya cuek atas tugas yang diberikan.
25 Saya berani bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil. 26 Saya takut dengan keputusan
yang saya ambil.
27 Saya memiliki keberaniaan untuk berpendapat.
28 Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat.
29 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk tujuan bersama. 30 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi.
kelompok.
7 Saya tidak suka bekerjasama di dalam kelompok.
8 Saya biasa menghargai pendapat orang lain.
9 Saya datang tepat waktu saat kerja kelompok.
10 Saya tidak ikut kerja kelompok.
11 Saya mengatur jadwal dalam belajar kelompok.
12 Saya bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
13 Saya cuek atas tugas yang diberikan.
14 Saya takut dengan keputusan yang saya ambil.
15 Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat.
16 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk tujuan bersama.
17 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi.
Dalam penelitian ini bentuk skala yang akan digunakan adalah bentukcheck list.
Skala yang akan digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat kesadaran
siswa akan nilai organisasi. Dalam skala Likert terdapat lima alternatif jawaban sebagai
berikut : Sangat Sadar (SS), Sadar (S), Cukup Sadar (CS), Tidak Sadar (TS), dan Sangat
Tabel 3.6 Skala Likert Alternatif Jawaban Skor Favorabel Unfavorabel Sangat Setuju (SS) 5 1 Setuju (S) 4 2 Cukup (C) 3 3 Tidak Setuju (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Skala Likert yang sudah
dimodifikasi dengan menghilangkan alternatif jawaban Cukup Sadar, karena berada
ditengah-tengah yang bisa dianggap ragu-ragu / cukup untuk membenarkan atau
menyalahkan. Untuk menghindari jawaban yang mengarah ke alternatif tersebut maka
dari itu peneliti menghilangkan alternatif jawaban Cukup Sadar. Sehingga skala yang
Tabel 3.7 Skala Likert Modifikasi
Alternatif Jawaban Skor
Favorable Unfavorable
Sangat Setuju (SS) 5 1
Setuju (S) 4 2
Tidak Setuju (TS) 2 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5
3.5 Validitas
Validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa
yang seharusnya di ukur. Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan
dirinya juga dapat dilihat setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah
valid. Validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu : Validitas Isi, Validitas Konstruk,
Validitas Kriteria.
Penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu Validitas Konstruk dan
Validitas Isi. Menurut Sugiyono (2010), validitas konstruk digunakan untuk mengukur
sejauh mana memeriksa kisi–kisi suatu tes untuk mengukur kepribadian seseorang.
Instrumen yang digunakan mengacu pada indikator saat penelitian. Sedangkan validitas
konstruk yang dimaksud adalah untuk memeriksa sejauh mana tes mengukur ranah isi
yang jelas dan tepat. Validitas konstruk ditempuh denganexpert judgement, selanjutnya
siswa akan nilai organisasi. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti
menggunakan program SPSS 16 untuk menghitun skala sikap.
Menurut Sugiyono (2010), yang dimaksud expert judgement adalah menguji
instrumen dengan melakukan penyimpulan pendapat para ahli. Dalamexpert judgement
dilakukan dengan cara bertanya kepada para ahli. Alat ukur yang digunakan dalam
pembuatan instrumen penelitian harus dibuat sebaik mungkin kemudian dikonsultasikan
kepada para ahli. Yang disebut ahli dalam hal ini adalah dosen pembimbing. Dalam
penelitian ini validitas yang digunakan adalah expert judgement untuk memvalidasi
instrumen yang telah dibuat. Instrumen yang digunakan berupa skala sikap.
3.6 Reliabilitas
Reliabilitas adalah tingkatan dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi
hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian hasil suatu tes. Tes dikatakan
reliable, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai
pengukuran. Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara diujikan di
lapangan. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat
reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliable. Konsep reliabilitas adalah
Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas
No Person Corellation Sig.(2-tailed) Keputusan
1 .303 .092 TIDAK VALID 2 .465** .077 VALID 3 .373** .035 VALID 4 .461** .008 VALID 5 .655** .000 VALID 6 .293 .104 TIDAK VALID 7 .304 .091 TIDAK VALID 8 .454** .009 VALID 9 .706** .000 VALID 10 .647** .000 VALID 11 .351** .049 VALID 12 .144 .431 TIDAK VALID 13 .538* .001 VALID 14 .340 .057 TIDAK VALID 15 .313 .081 TIDAK VALID 16 .281 .120 TIDAK VALID 17 .349 .050 TIDAK VALID 18 .655** .000 VALID 19 .522** .002 VALID 20 .107 .561 TIDAK VALID
21 .299 .097 TIDAK VALID 22 .210 .250 TIDAK VALID 23 .457** .008 VALID 24 .687** .000 VALID 25 .145 .430 TIDAK VALID 26 .404* .022 VALID 27 .278 .123 TIDAK VALID 28 .481** .005 VALID 29 .585** .000 VALID 30 .442* .011 VALID
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas dengan program SPSS, dapat
diketahui bahwa dari 30 pernyataan ada 17 pernyataan yang valid. Peneliti mengetahui
kevalidan suatu item yaitu dengan melihat hasil pearson correlation pada tabel output
SPSS 16 tersebut. Jika pada nomor item hasilpearson correlationterdapat tanda asterix
(*) yang disebut sebagai correlation is significant at the0,05 level (2-tailed) atau tanda
asterix (**) yang disebut sebagai correlation is significant at the 0,01 level (2-tailed)
dapat diketahui bahwa item tersebut valid.Correlation is significantat the 0,5 level
(2-tailed) berarti tingkat signifikannya adalah 5% dan suatu soal dikatakan valid jika hasil
pearson correlationlebih kecil dari 0,05. Begitu juga dengan Correlation is significant
at the0.01 level (2-tailed) yang berarti tingkat signifikannya adalah 1% dan suatu soal
menghitung reliabilitas skala setelah menghitung validitas dengan menggunakan
program SPSS 16. Hasil reliabilitas tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.9 Hasil Reliabilitas Skala Sikap
Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpa Based on
Standardized Item
N of Item
.852 .853 17
Berdasarkan tabel di atas perhitungan uji reliabilitas skala sikap diperoleh hasil
0,853sehingga termasuk dalam kualifikasi reliabilitas “tinggi” karena berada pada
koefisien korelasi 0,71–0,90. Peneliti memutuskan menggunakan 30 pernyataan untuk
mengukur kesadaran siswa akan nilai organisasi karena dari hasil uji coba 30 pernyataan
dan perhitungan validitas diperoleh 17 pernyataan yang valid.
Tabel 3.10 Koefisien Reliabilitas Masidjo (1995)
Koefisien Korelasi (X) Kualifikasi 0,91–1,00 Sangat Tinggi 0,71–0,90 Tinggi 0,41–0,70 Cukup 0,21–0,40 Rendah Negatif–0,20 Sangat Rendah