BAB III METODE PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Berbagai instrumen yang digunakan dalam penelitian antara lain:
1. Instrumen Pra Penelitian
a. Lembar observasi terhadap kegiatan guru dalam proses pembelajaran
di kelas sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT
(lampiran 1, halaman 151).
b. Lembar observasi terhadap kegiatan dan sikap siswa dalam proses
pembelajaran di kelas sebelum penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT (lampiran 2, halaman 153).
c. Lembar observasi terhadap keadaan kelas, iklim kelas, sarana dan
prasarana yang terdapat di kelas sebelum penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe TGT (lampiran 3, halaman 154).
d. Pedoman wawancara terhadap guru sebelum penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe TGT (lampiran 4, halaman 155).
e. Pedoman wawancara terhadap siswa sebelum penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe TGT (lampiran 5, halaman 156).
f. Kuesioner motivasi belajar siswa sebelum penerapan model
2. Instrumen Pelaksanaan Penelitian
a. Perencanaan PTK
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdapat pada lampiran
6 halaman 157.
2) Skenario Pembelajaran (lampiran 7, halaman 163).
3) Lembar pembagian kelompok (lampiran 8, halaman 166).
4) Soal pre-test (lampiran 18, halaman 183) dan post-test (lampiran
19, halaman 191).
5) Soal dan media
6) Instrumen observasi yang digunakan saat penerapan PTK ialah:
a) Observasi guru saat penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT (lampiran 9, halaman 167).
b) Observasi siswa saat penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT (lampiran 10, halaman 170).
c) Observasi kelas saat penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT (lampiran 11, halaman 171).
7) Instrumen refleksi guru (lampiran 14, halaman 174) dan refleksi
siswa (lampiran 15, halaman 175).
b. Tindakan PTK
1) Kegiatan awal pembelajaran
a) Papan kelompok
b) Soal pre-test (lampiran 18, halaman 183).
a) Instrumen yang digunakan dalam teams:
(1) Handout untuk siswa (lampiran 28, halaman 243).
(2) Lembar kerja siswa (lampiran 29, halaman 247).
b) Instrumen yang digunakan dalam games:
(1) Neraca saldo Stece Travel per 31 Desember 2011
(lampiran 30, halaman 250)
(2) Kartu bukti memorial (lampiran 31, halaman 251).
(3) Kartu perhitungan dan analisis (lampiran 32, halaman
255).
(4) Kartu jurnal (lampiran 34, halaman 263).
(5) Kartu pengecoh (lampiran 33, halaman 259 dan lampiran
35, halaman 267).
(6) Lembar jawab tempel (lampiran 36, halaman 271).
(7) Uang mainan sebesar Rp 50.000,00 untuk setiap
kelompok (lampiran 37, halaman 277).
(8) Satu buah kotak investasi untuk setiap kelompok.
(9) Lembar kunci jawaban games dan penilaian kelompok
(lampiran 38, halaman 278).
c) Instrumen yang digunakan dalam tournament:
(1) Neraca saldo Stece Travel per 31 Desember 2010
(lampiran 39, halaman 280).
(2) Uang mainan sebesar Rp 50.000,00 untuk setiap
(3) Lembar soal tournament (lampiran 40, halaman 281).
(4) Lembar kunci jawaban tournament dan penilaian
kelompok (lampiran 41, halaman 282).
c. Observasi PTK
1) Lembar observasi guru saat penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT (lampiran 9, halaman 167).
2) Lembar observasi aktivitas siswa saat penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe TGT (lampiran 10, halaman 170).
3) Lembar observasi kelas saat penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT (anekdotal) terdapat pada lampiran 11
halaman 171.
d. Wawancara
1) Pedoman wawancara guru setelah penerapan TGT (lampiran 12,
halaman 172).
2) Pedoman wawancara siswa setelah penerapan TGT (lampiran 13,
halaman 173).
e. Refleksi dan evaluasi
1) Lembar refleksi guru setelah pembelajaran dengan menggunakan
model pembelajaran kooperatif tipe TGT berlangsung (lampiran
14, halaman 174).
2) Lembar refleksi siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan
model pembelajaran kooperatif tipe TGT berlangsung (lampiran
3. Instrumen Motivasi Belajar
Uno (2007:23) mengatakan motivasi belajar adalah dorongan
internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk
mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa
indikator atau unsur yang mendukung yang dapat diklasifikasi sebagai
berikut: (a) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (b) adanya dorongan
dan kebutuhan belajar; (c) adanya harapan dan cita-cita masa depan; (d)
adanya penghargaan dalam belajar; (e) adanya kegiatan yang menarik
dalam belajar; (f) adanya lingkungan belajar yang kondusif. Berikut
kisi-kisi motivasi yang digunakan dalam penelitian ini:
Tabel 3.1
Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Variabel Indikator Nomor
Pertanyaan (+)
Nomor Pertanyaan (-) Motivasi a. Adanya hasrat dan
keinginan berhasil
1, 7, 10 4, 8, 11
b. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar
2, 12, 13
c. Adanya harapan dan cita-cita masa depan
3, 6
d. Adanya penghargaan dalam belajar
15, 16, 17 14
e. Adanya kegiatan menarik dalam belajar
5, 20
f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif
9, 18 19
Berdasarkan kisi-kisi tersebut disusun item-item pernyataan dan
pertanyaan (lampiran 16 halaman 176). Setiap pernyataan disusun dalam
skala Likert dengan opsi linear dengan alternatif jawaban Sangat Setuju
(SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).
Tabel 3.2
Pemberian Skor pada Kuesioner
Kategori Positif Negatif
Sangat Setuju 4 1
Setuju 3 2
Tidak Setuju 2 3
Sangat Tidak Setuju 1 4
Kuesioner penelitian ini mengadopsi Sitarusmi (2011:49).
Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian ini telah
dilakukan oleh Sitarusmi (2011:49) pada siswa SMA BOPKRI 1
Yogyakarta kelas XI IPS 1 (25 siswa) dan XI IPS 4 (24 siswa) tanggal 11
November 2011. Berikut ini disajikan hasil pengujian validitas dan
reliabilitas variabel motivasi belajar.
a. Pengujian Validitas Instrumen Motivasi Belajar Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar
Butir No. Nilai r tabel Nilai r hitung Status 1 0,2377 0,407 Valid 2 0,2377 0,302 Valid 3 0,2377 0,514 Valid 4 0,2377 0,493 Valid 5 0,2377 0,478 Valid 6 0,2377 0,288 Valid 7 0,2377 0,257 Valid 8 0,2377 0,414 Valid 9 0,2377 0,304 Valid 10 0,2377 0,485 Valid 11 0,2377 0,303 Valid 12 0,2377 0,518 Valid 13 0,2377 0,565 Valid 14 0,2377 0,652 Valid 15 0,2377 0,259 Valid 16 0,2377 0,562 Valid 17 0,2377 0,485 Valid 18 0,2377 0,504 Valid 19 0,2377 0,393 Valid 20 0,2377 0,384 Valid Sumber: Data diolah oleh Sitarusmi (2011:49)
Dari tabel 3.3 menunjukkan bahwa kedua puluh butir pernyataan
dan pertanyaan motivasi belajar adalah valid. Dengan jumlah data (n)
sebanyak 27 responden dan derajat keyakinan (α) = 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai rtabel sebesar 0,381. Karena rhitung > rtabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua butir pernyataan/pertanyaan variabel
motivasi belajar adalah valid.
b. Pengujian Reliabilitas Instrumen Motivasi Belajar
Tabel 3.4
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items N of Items
0.840 0.849 20 Sumber: Data diolah oleh Sitarusmi (2011:49)
Dari dua puluh pertanyaan pada variabel motivasi belajar diperoleh
nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,840. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini reliabel dengan nilai
Cronbach's Alpha sebesar 0,840 > 0,60 (Nunnally, 1967 dalam Imam
Ghozali, 2006:42).
4. Instrumen Pemahaman Siswa
Pengukuran pemahaman siswa dilakukan berdasarkan hasil pre-test
dan post-test sesuai dengan materi pembelajaran. Pre-test dilakukan
sebelum proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe
TGT berlangsung, sedangkan post-test dilakukan setelah proses
pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Soal
soalnya. Skor maksimum yang bisa dicapai siswa adalah 100. Berikut ini
merupakan kisi-kisi soal yang digunakan sebagai pengukur pemahaman
siswa:
Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal
No. Indikator Nomor Soal 1. Siswa mampu mendefinisikan
pengertian jurnal penyesuaian
1, 2, 3
2. Siswa mampu melakukan pencatatan jurnal pernyesuaian
4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15
Sumber: Alam S. (2007:220)
Berdasarkan kisi-kisi tersebut disusun soal-soal pre-test yang terdapat
pada lampiran 18 halaman 183 dan soal-soal post-test yang terdapat pada
lampiran 19 halaman 191.
Pengujian validitas dan reliabilitas soal pre-test dilakukan pada siswa
kelas XI IPS 2 (30 siswa) dan soal post-test pada XI IPS 3 (29 siswa)
SMA Stella Duce 1 Yogyakarta pada tanggal 19 Oktober 2012. Berikut
ini disajikan hasil uji validitas dan reliabilitas butir soal pre-test dan
post-test.
a. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Butir Soal Pre-test
1) Rangkuman Uji Validitas Butir Soal Pre-test
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Butir Soal Pre-test
Butir No. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Nilai r tabel Status 1. 0,5041 0,005 0,3610 Valid 2. 0,5022 0,005 0,3610 Valid 3. 0,4017 0,028 0,3610 Valid 4. 0,4521 0,012 0,3610 Valid 5. 0,6096 0,000 0,3610 Valid 6. 0,5051 0,004 0,3610 Valid 7. 0,5895 0,001 0,3610 Valid
8. 0,5092 0,004 0,3610 Valid 9. 0,6918 0,000 0,3610 Valid 10. 0,6500 0,000 0,3610 Valid 11. 0,5240 0,003 0,3610 Valid 12. 0,4096 0,025 0,3610 Valid 13. 0,5371 0,002 0,3610 Valid 14. 0,4325 0,017 0,3610 Valid 15. 0,5925 0,001 0,3610 Valid
Tabel 3.6 menunjukkan bahwa setiap butir soal pre-test
memiliki nilai Pearson Correlation lebih besar dari nilai koefisien
teoritik (r = 0,3610). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
seluruh butir soal pre-test variabel pemahaman siswa adalah
valid.
2) Pengujian Reliabilitas Butir Soal Pre-test (Lampiran 52, halaman
336)
Pengujian reliabilitas dilakukan berdasarkan rumus Kuder
Richardson (KR20) dalam Masidjo (2006:232-235):
= � � −1 2− 2 Perhitungan: = 30 30−1 15,223315,2233−3,6367 = 30 29 11,5867 15,2233 =347,6000 441,4767 = 0,8155
Dari ke-15 butir soal pre-test pada variabel pemahaman siswa
diperoleh nilai sebesar 0,8155. Kategori koefisien reliabilitas
tersebut sangat tinggi, mengingat nilai berada pada kisaran nilai
0,80 < < 1,00 (Guilford, 1956:145).
b. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Butir Soal Post-test
1) Uji Validitas Butir Soal Post-test
Tabel 3.7
Hasil Uji Validitas Butir Soal Post-test
Butir No. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Nilai r tabel Status 1. 0,5111 0,005 0,3673 Valid 2. 0,4477 0,015 0,3673 Valid 3. 0,5048 0,005 0,3673 Valid 4. 0,5525 0,002 0,3673 Valid 5. 0,4348 0,018 0,3673 Valid 6. 0,5424 0,002 0,3673 Valid 7. 0,6334 0,000 0,3673 Valid 8. 0,5154 0,004 0,3673 Valid 9. 0,4236 0,022 0,3673 Valid 10. 0,7097 0,000 0,3673 Valid 11. 0,5953 0,001 0,3673 Valid 12. 0,4885 0,007 0,3673 Valid 13. 0,5929 0,001 0,3673 Valid 14. 0,4581 0,012 0,3673 Valid 15. 0,4097 0,027 0,3673 Valid
Tabel 3.7 menunjukkan bahwa setiap butir soal post-test
memiliki nilai Pearson Correlation lebih besar dari nilai koefisien
teoritik (r = 0,3673). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
seluruh butir soal post-test variabel pemahaman siswa valid.
2) Uji Reliabilitas Butir Soal Post-test (Lampiran 53, halaman 344)
Pengujian reliabilitas dilakukan berdasarkan rumus Kuder
= � � −1 2− 2 Perhitungan: = 29 29−1 13,881113,8811−3,3888 = 29 28 10,492313,8811 =304,2759 388,6706 = 0,8099
Dari ke-15 butir soal post-test pada variabel pemahaman
siswa diperoleh nilai sebesar 0,8099. Kategori koefisien
reliabilitas tersebut tinggi, mengingat nilai berada pada kisaran
nilai 0,80 < < 1,00 (Guilford, 1956:145).