BAB III METODE PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Dalam pengumpulan data, peneliti lebih banyak bergantung pada dirinya sendiri sebagai alat pengumpulan data (Moleong, 2000: 19). Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam dalam menjaring data dan informasi yang diperlukan. pengumpulan data dan informasi yang diperlukan pedoman wawancara, tape recorder, kamera, dan lainnya.
56
Kelengkapan instrumen yang digunakan yaitu catatan lapangan dengan catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan selama berlangsungnya pengumpulan data.
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan peneliti untuk menjaring dan mengumpulkan data penelitian. Alat bantu yang digunakan peneliti berhubungan dengan teknik pengumpulan data berupa pedoman wawancara, pedoman kuesioner atau angket, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan instrumen sebagai pedoman atau alat bantu untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III. Alat bantu atau pedoman digunakan peneliti sebagai suatu instrumen penelitian yang dikembangkan untuk mengumpulkan data serta menjawab semua masalah dalam penelitin.
Berikut penjelasan mengenai alat bantu atau pedoman instrumen penelitian.
1. Pedoman Wawancara
Peneliti menggunakan pedoman wawancara dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data dari kepala sekolah dan guru sebagai berikut.
a. Pedoman wawancara kepala sekolah
Pedoman wawancara kepala sekolah yang digunakan peneliti dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III. Berikut di bawah ini adalah indikator wawancara guru kelas IV:
Table 3.2 Indikator Wawancara Kepala Sekolah
No Kategori Aspek yang ditanyakan
1. Perencanaan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan
Perencanaan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan soal evaluasi 2. Pelaksanaan implementasi
pendidikan karakter kedisiplinan
Pelaksanaan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran
57 B
e r
Berdasarkan tabel di atas, indikator wawancara kepada kepala sekolah SD Negeri Sleman III ini digunakan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian, hambatan, dan upaya untuk mengatasi hambatan dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
b. Pedoman wawancara kepada guru
Peneliti menggunakan pedoman wawancara untuk memperoleh data mengenai implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III. Pedoman wawancara yang digunakan bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn berupa perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran serta mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi guru kelas IV di SD Negeri Sleman III. Peneliti menyusun kisi-kisi pedoman wawancara guru tentang implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III. Berikut di bawah ini adalah indikator wawancara guru kelas IV:
3. Penilaian implementasi pendidikan karakter kedisiplinan
Penilaian implementasi pekarakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran
4. Hambatan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan
Hambatan-hambatan yang dialami guru kelas IV dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan 5. Upaya dalam implementasi
pendidikan karakter kedisiplinan
Upaya untuk mengatasi
hambatan yang ditemui di kelas IV dan guru kelas IV dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan
58
Table 3.3 Indikator Wawancara Guru Kelas IV No Kategori Aspek yang ditanyakan karakter kedisiplinan yang akan diterapkan
Kegiatan pada rencana pembelajaran
Model pembelajaran sesuai dengan karakter kedisiplinan yang diterapkan
Media pembelajaran sesuai dengan karakter kedisiplinan yang diharapkan pembelajaran dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan
Langkah-langkah dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui proses pembelajaran
Karakter kedisiplinan yang diharapkan sudah sesuai dengan siswa di kelas
Penilaian karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran
Hasil dari implementasi pendidikan karakter kedisiplina melalui kegiatan yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Berdasarkan tabel di atas, indikator wawancara kepada guru kelas IVA dan IVB SD Negeri Sleman III ini digunakan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan hasil dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
2. Pedoman kuesioner atau angket a. Kuesioner untuk guru
Peneliti menggunakan pedoman kuesioner atau angket untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
Pedoman angket ini diberikan kepada guru kelas IVA dan IVB di SD
59
Negeri Sleman III. Berikut di bawah ini adalah kisi-kisi kuesioner untuk guru kelas IV A dan IV B:
Table 3.4 Kisi-kisi Kuesioner untuk guru
No Kategori Aspek yang ditanyakan No.Item
Indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar PPKn mengenai karakter kedisiplinan
2
Materi pelajaran relevan dengan karakter kedisiplinan
3 Model pembelajaran yang digunakan menunjang karakter kedisiplinan
4
Media pembelajara yang digunakan sesuai dengan karakter kedisiplinan
5 Merencanakan kegiatan dalam proses pembelajaran
6, 7, 11 Berencana menggunakan Lembar
Kerja Peserta Didik
8 Lembar Kerja Peserta Didik memiliki manfaat dalam pengembangan karakter
Ketercapaian Indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar PPKn mengenai karakter kedisiplinan dalam RPP
11
Materi pelajaran yang diajarkan relevan dengan karakter kedisiplinan
12
Model pembelajaran yang dilaksanakan menunjang karakter kedisiplinan
13
Media yang digunakan sesuai dengan model pembelajaran yang mendukung karakter kedisiplinan
14
Melaksanakan seluruh kegiatan sesuai dengan karakter kedisiplinan
15, 16, 18 Menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik untuk mendukung karakter kedisiplinan
Membuat penilaian karakter kedisiplinan
19 Melaksanakan penilaian karakter
kedisiplinan sesuai
20
60
kedisiplinan kegiatan-kegiatan selama proses pembelajaran
Hasil karakter kedisiplinan sesuai dengan yang diharapkan
21
Berdasarkan tabel di atas, kisi-kisi kuesiner untuk guru kelas IV A dan IV B SD Negeri Sleman III digunakan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan hasil dalam implementasi pendidikan karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
b. Kuesioner untuk siswa
Peneliti menggunakan pedoman kuesioner atau angket untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
Pedoman angket ini diberikan kepada beberapa siswa kelas IV.
Berikut di bawah ini adalah kisi-kisi kuesioner untuk siswa:
Table 3.5 Kisi-kisi Kuesioner untuk siswa
No Kategori Aspek yang ditanyakan No.Item
Perasaaan yang dialami selama mengikuti pembelajaran
1 Pengertian karakter kedisiplinan 2 Manfaat karakter kedisiplinan 3 Dorongan untuk melakukan karakter disiplin
4 Tindak lanjut karakter kedisiplinan yang dilakukan
5
Berdasarkan tabel di atas, kisi-kisi kuesioner untuk siswa kelas IVA dan IVB SD Negeri Sleman III ini digunakan untuk mengetahui hasil dari implementasi pendidikan karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
61 F. Kredibilitas dan Transferabilitas
1. Kredibilitas
Kredibilitas adalah kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang dilakukan dengan cara trianggulasi dan member check (Sugiyono, 2010:
372). Kredibilitas digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data (Indrawan & Yaniawati, 2014: 153).
a. Trianggulasi
Trianggulasi pengujian kredibilitas terdiri dari trianggulasi sumber data, trianggulasi waktu. Peneliti menggunakan sumber teknik untuk menguji kredibilitas dalam pengumpulan data digabungkan berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Berikut di bawah ini adalah gambar trianggulasi sebagai teknik pengumpulan data:
Gambar 3.2 Trianggulasi Teknik Pengumpulan Data Sumber: Sugiyono, 2010: 372
Berdasarkan gambar diatas, triangulasi teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu wawancara, kuesioner dan dokumentasi yang akan digunakan sebagai teknik pengumpulan data penelitian.
b. Member check
Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti dari pemberian data. Peneliti melakukan member check bertujuan untuk memperoleh data dari informasi yang diberikan dan
Wawancara Dokumentasi
Kuesioner
62
akan digunakan dalam penulisan laporan berdasarkan sumber data atau informan (Sugiyono, 2010: 375).
2. Transferabilitas
Transferabilitas adalah validitas eksternal yang menunjukkan derajat ketetapan atau hasil penelitian yang diterapkan kepada populasi di mana sampel yang diambil (Sugiyono, 2010: 376). Transferabilitas adalah suatu konsep yang menyataan generalisasi suatu data penelitian yang berlaku atau diterapkan pada konteks lain yang memiliki karakteristik yang sama (Indrawan & Yaniawati, 2014: 154). Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai dengan konteks.
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data terdiri atas empat tahap yang harus dilakukan oleh peneliti yaitu (1) tahap pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) tahap display atau penyajian data, (4) tahap penarikan kesimpulan atau verifikasi (Miles &
Huberman, dalam Herdiansyah, 2012: 164).
1. Tahap pengumpulan data
Proses pengumpulan data dilakukan sebelum penelitian, saat penelitian dan diakhir penelitian. Peneliti akan memproses dan menganalisis data yang telah didapatkan ke tahap selanjutnya yaitu melakukan reduksi data.
2. Reduksi data
Reduksi data adalah proses dalam menggabungkan dan menyeragamakan semua bentuk data yang telah diperoleh menjadi satu bentuk tulisan yang akan dianalisis.
3. Penyajian data
Penyajian data adalah proses dalam mengolah data setengah jadi yang sudah diseragamkan dalam bentuk tulisan neratif yang telah memiliki alur tema yang jelas ke dalam suatu matriks kategori serta memecahkan ke dalam bentuk yang lebih konkret dan sederhana.
63 4. Penarikan kesimpulan atau verifikasi
Penarikan kesimpulan atau verifikasi adalah tahap terakhir yang menjurus menjawab dari pertanyaan yang telah diajukan dalam penelitian serta mengungkapkan pertanyaan “What” dan “How” dari temuan penelitian.
Berikut dibawah ini adalah teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian:
Gambar 3.3 Model Interaktif Miles dan Huberman Sumber: Herdiansyah, 2012: 164
Berdasarkan gambar diatas teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman terdiri dari 4 tahap yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data 3) penyajian data, 4) kesimpulan.
Pengumpulan data
Reduksi data Penyajian data
Kesimpulan/
verifikasi
64 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Uraian dari bab ini, peneliti membahas tentang deskripsi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. Dalam hasil penelitian dan pembahasan membahas mengenai perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan hasil implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
A. Deskripsi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sleman III yang beralamat di Jl.
Sersan Kusdiyo, Kalakijo 1, Triharjo, Kec. Sleman, Kab. Sleman, DIY 55514 (0274 866034). Bangunan sekolah menghadap ke arah utara dengan memiliki halaman yang sedikit luas. Gedung yang dimiliki SD Negeri Sleman III terdiri dari 12 ruang kelas untuk kelas I sampai VI, 1 laboratorium, 1 perpustakaan, halaman dan lapangan sekolah, mushola, ruang UKS, kantin, tempat parkir, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang gudang, ruang olahraga, serta kamar mandi untuk siswa dan toilet guru. Jumlah siswa SD Negeri Sleman III pada tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 352 siswa dengan perincian siswa laki-laki 182 siswa dan siswa perempuan 170 siswa.
SD Negeri Sleman III, didukung oleh 22 guru dan 2 tenaga non pendidik dengan perincian yaitu 1 kepala sekolah, 12 guru kelas, 2 guru Penjas (Pendidikan Jasmani), 2 guru PAI (Pendidikan Agama Islam), 1 guru PA Katholik, 1 guru PA Kristen, 1 guru Bahasa Jawa, 1 guru Bahasa Inggris, 1 guru Matematika, 2 orang penjaga sekolah. Jumlah guru dan tenaga non pendidik di SD Negeri Sleman III memiliki status pegawai dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 4.1 Status guru dan tenaga non pendidik
No Status Jumlah
1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 12
2 Guru Tetap Yayasan (GTY) 1
3 Honorer 11
65
Jumlah guru dan tenaga non pendidikan yang berstatus memiliki sertifikasi pada tahun ajaran 2019/2020 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 4.2 Status sertifikasi guru dan tenaga non pendidik
No Status Jumlah
1 Sertifikasi 9
2 Belum sertifikasi 15
Jumlah guru dan tenaga non pendidik di SD Negeri Sleman III pada tahun ajaran 2019/2020 memiliki golongan dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 4.3 Golongan guru dan tenaga non pendidik
No Golongan Jumlah
“Unggul dalam prestasi, berakhlak mulia berbudaya, dan berwawasan global berdasarkan imtaq dan iptek”
2. Misi
a. Meningkatkan kualitas SDM SD Negeri Sleman III yang beriman, berakhlak mulia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa b. Meningkatkan semangat kerja dan etos kerja yang tinggi pada
seluruh komponen sekolah untuk meraih prestasi
c. Meningkatkan keterampilan dan kecakapan untuk hidup mandiri di lingkungannya
d. Melaksanakan budaya budi pekerti guna membentuk perilaku siswa yang berkarakterIndonesia
e. Melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris dan TIK guna menyiapkan peserta didik dalam menghadapi dunia global
66
f. Menerapkan manajemen sekolah dengan melibatkan partisipasi warga sekolah, komite sekolah, serta lingkungan sekolah
Siswa kelas IV di SD Negeri Sleman III berjumlah 56 siswa yang terdiri dari kelas IV A dan kelas IV B. Siswa kelas IV A berjumlah 28 siswa dan siswa kelas IV B berjumlah 28 siswa. Guru kelas IV berjumlah 2 orang guru terdiri dari guru kelas IV A dan guru kelas IV B. Guru yang mengampu mata pelajaran PPKn di kelas IV yaitu guru kelas IV A dan guru kelas IV B.
Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, kuesioner dan wawancara. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara secara semi terstruktur sehingga peneliti dapat mengembangkan kembali pertanyaan yang masih berhubungan dengan pertanyaan yang berada pada pedoman wawancara. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas IVA, guru kelas IV B, dan beberapa siswa kelas IV. Objek penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn.
Kegiatan pengambilan data dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti sebanyak satu kali yang terdiri dari perangkat pembelajaran guru kelas IV A dan guru kelas IV B. Perangkat pembelajaran ini terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik, dan soal evaluasi.
Kegiatan pengambilan data kuesioner yang dilakukan oleh peneliti sebanyak dua kali. Kegiatan kuesioner pertama kepada guru kelas IV A dan guru kelas IV B. Kegiatan kuesioner kedua kepada 1 siswa kelas IV A dan 1 siswa kelas IV B.
Kegiatan pengambilan data wawancara yang dilakukan oleh peneliti sebanyak tiga kali. Kegiatan wawancara pertama kepada Kepala Sekolah SD Negeri Sleman III. Kegiatan wawancara kedua kepada guru kelas IV A.
Kegiatan wawancara ketiga kepada guru kelas IV B. Kegiatan wawancara ini berpedoman pada pedoman wawancara yang digunakan untuk mewawancarai kepala sekolah, guru kelas IV A dan guru kelas IV B.
67 B. Hasil Penelitian
Peneliti melakukan pengambilan data untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan hasil implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn dengan langkah pertama yaitu pengambilan data melalui dokumentasi perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan soal evaluasi pembelajaran. Langkah kedua peneliti melakukan pengambilan data melalui kuesioner untuk guru kelas IV A dan IV B serta kuesioner untuk siswa kelas IV A dan IV B. Langkah ketiga yang dilakukan oleh peneliti yaitu melakukan wawancara kepada guru kelas IV A, guru kelas IV B serta Kepala Sekolah SD. Peneliti menyampaikan data sebagai berikut.
1. Perencanaan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020
a. Dokumentasi perangkat pembelajaran
Peneliti telah melakukan pengambilan data berupa dokumentasi perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan soal evaluasi pembelajaran pada tanggal 9 Desember 2020 dengan guru kelas IV A dan guru kelas IV B di SD Negeri Sleman III.
Berdasarkan hasil dokumentasi perangkat pembelajaran, peneliti akan menyampaikan data sebagai berikut:
Dalam RPP yang telah dibuat oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B berisi komponen-komponen yang ada dalam RPP seperti Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Kompetensi Dasar (KD) PPKn yang diambil oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B sudah menunjang karakter kedisiplinan yang akan diterapkan yaitu 3.2 Mengidentifikasi pelaksanaaan kewajiban dan hak sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan 4.2 Bekerjasama melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga
68
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Indikator yang digunakan dalam RPP sudah sesuai dengan penjabaran dari KD yang digunakan yaitu 3.2.1 Memberikan contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat, dan 4.2.1 Memperagakan perbedaan hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat.
Materi pembelajaran PPKn yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B dalam RPP yaitu mengenai contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat mendukung untuk mengimplementasikan pendidikan karakter kedisiplinan. Metode pembelajaran yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B yaitu ceramah, tanya jawab, Contextual Teaching and Learning (CTL), diskusi, dan pemberian tugas.
Kegiatan pendahuluan dalam RPP yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B terdapat kegiatan motivasi berupa kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penghormatan kepada bendera Merah Putih. Kegiatan apersepsi dalam RPP yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan IV B tidak ada dan tidak dijabarkan. Kegiatan orientasi yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan IV B berupa penyampaian tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu memberikan contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat melalui kegiatan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan perbedaan hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat melalui kegiatan berdiskusi.
Kegiatan inti yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B dalam RPP yaitu guru menyampaikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama pembelajaran. Guru membawa air keruh dan air bersih ke dalam kelas, setelah itu guru menanyakan kepada siswa manfaat air bersih bagi kehidupan. Apabila siswa dapat menjawab pertanyaan dari guru harus menunjuk tangan dan guru menanyakan kembali pertanyaan berkaitan dengan manfaat air berish bagi kehidupan dengan dikaitkan dalam hak dan kewajiban. Guru menyampaikan bahwa dalam kehidupan masyarakat terdapat hak dan
69
kewajiban. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Dalam kelompok siswa mendiskusikan hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat.
Setelah melakukan kegiatan berdiskusi siswa menuliskan pada buku siswa. Setiap kelompok menyampaikan hasil jawabannya di depan kelas.
Kegiatan penutup yang ditentukan oleh guru kelas IV A dan guru kelas IV B yaitu terdapat kegiatan tanya jawab setelah kegiatan pembelajaran berlangsung serta mengulas materi pembelajaran yang telah disampaikan. Dalam kegiatan refleksi ini guru dan siswa melakukan perenungan dan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku guru serta guru dapat menambahkan pertanyaan berdasarkan pada panduan yang terdapat dalam buku guru. Kegiatan tindak lanjut yang dilakukan yaitu siswa menyampaikan kepada orang tuanya pentingnya air bersih lalu mendiskusikan dengan orangtuanya apakah di keluarga sudah menghemat air bersih.
Penilaian dalam RPP guru kelas IV A dan guru kelas IV B berupa rubrik penilaian tentang perbedaaan hak dan kewajiban dengan kriteria sebagai berikut; arti dari hak dan kewajiban, contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, dan pentingnya hak dan kewajiban. Dari ketiga kriteria tersebut memiliki kriteria skor sebagai berikut; skor 4 (sangat baik), 3 (baik), 2 (cukup), 1 (Perlu pendampingan). Penilaian dalam RPP terdapat penilaian karakter dengan kriteria belum terlihat, mulai terlihat, mulai berkembang, dan membudaya.
Lembar Kerja Peserta Didik yang direncanakan oleh guru kelas IV A dan guru IV B mengacu pada materi pembelajaran yang direncanakan yaitu hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
Lembar Kerja Peserta Didik ini berupa tabel mengenai pengertian hak dan kewajiban serta contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat. Soal evaluasi pembelajaran yang direncanakan oleh
70
guru kelas IV A dan guru kelas IV B yaitu soal pilihan ganda mengenai hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Berdasarkan hasil pengambilan data dokumentasi berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan soal evaluasi dapat dilihat dari guru kelas IVA dan guru kelas IVB sudah merencanakan perangkat pembelajaran dalam mengimplementasikan pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Negeri Sleman III.
b. Kuesioner
Peneliti telah melakukan pengambilan data melalui kuesioner kepada guru kelas IV A dan guru kelas IV B pada tanggal 12 Desember 2020 dengan daftar pertanyaan sebanyak 25 butir pertanyaaan yang berisi 9 butir pertanyaaan mengenai perencanaan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan berupa pengisian kuesioner peneliti akan menyampaikan data sebagai berikut:
Pertanyaan mengenai menentukan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) PPKn mengenai karakter kedisiplinan dalam perencanaan RPP. Guru kelas IVA dan guru kelas IVB menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan KD PPKn mengenai karakter kedisplinan dalam perencanaan RPP dengan cara menelaah Kompetensi Dasar (KD) dan Kompetensi Inti (KI).
Pertanyaan mengenai merencanakan materi pembelajaran yang relevan dengan karakter kedisiplinan dalam perencanaan RPP. Guru kelas IVA dan guru kelas IVB merencanakan materi pembelajaran mengenai contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan masyarakat yang relevan dengan karakter kedisiplinan disesuaikan dengan situasi sehari-hari yang dilakukan oleh siswa.
71
Pertanyaan mengenai menentukan model pembelajaran yang digunakan untuk menunjang karakter kedisiplinan dalam perencanaan RPP. Guru kelas IV A dan guru kelas IV B menentukan model pembelajaran dengan sosiodrama yang dapat menunjang karakter kedisiplinan dalam perencanaan RPP.
Pertanyaan mengenai menentukan media yang menunjang karakter kedisiplinan dalam perencanaan RPP. Dalam perencanaan RPP, guru kelas IV A dan guru kelas IV B menentukan media cuplikan film singkat yang sesuai dengan karakter kedisiplinan sehingga dapat menunjang karakter kedisiplinan dengan menggunakan media sarana LCD (Liquid Crystal Display).
Pertanyaan mengenai merencanakan kegiatan awal dengan
Pertanyaan mengenai merencanakan kegiatan awal dengan