• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1.7 Bank OCBC NISP

Bank OCBC NISP (sebelumnya dikenal dengan nama Bank NISP) merupakan bank tertua keempat di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.

Bank OCBC NISP berkembang menjadi Bank yang solid dan handal, terutama melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bank OCBC NISP resmi menjadi bank komersial pada tahun 196, bank devisa pada tahun 1990, dan perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994.

Pada akhir tahun 1990-an, Bank OCBC NISP berhasil melewati krisis keuangan Asia dan jatuhnya sektor perbankan di Indonesia tanpa dukungan

pemerintah. Saat itu, Bank OCBC NISP menjadi salah satu bank pertama yang terus mampu menjalankan fungsi intermediasi antara lain dengan menyalurkan kredit selama masa krisis.

Reputasi Bank OCBC NISP yang baik di industrinya dan pertumbuhannya yang menjanjikan, telah menarik perhatian berbagai institusi internasional antara lain International Finance Corporation (IFC), bagian dari Grup Bank Dunia, yang memberikan pinjaman jangka panjang pada tahun 1999 dan kemudian menjadi pemegang saham pada tahun 2001 – 2010. Selain itu, sejak awal tahun 1990-an the Netherlands Development Finance Company (FMO) memberikan berbagai pinjaman jangka panjang dengan bunga menarik yang digunakan untuk penyaluran kredit pada segmen UKM. Selanjutnya, OCBC Bank - Singapura menjadi pemegang saham mayoritas Bank OCBC NISP melalui serangkaian akuisisi dan penawaran tender sejak tahun 2004. OCBC Bank - Singapura saat ini memiliki saham Bank OCBC NISP sebesar 85,1%. Didukung kehadiran OCBC Bank, Bank OCBC NISP sukses memperkuat infrastruktur, antara lain dalam bidang sumber daya manusia, teknologi informasi, pengelolaan risiko, jaringan kantor dan audit intern.

Kantor Pusat Bank OCBC NISP juga dipindahkan ke Jakarta pada tahun 2005 dengan tujuan untuk mempermudah akses langsung ke pusat bisnis di Indonesia. Pada tahun 2008, sebagai bagian dari strategi jangka panjang, meningkatkan citra dan sebagai tanda dukungan controling shareholder, Bank NISP menggunakan nama baru “Bank OCBC NISP”, diikuti dengan penguatan budaya dan dasar kebijakan di seluruh organisasi.

Searah dengan kebutuhan pasar, Bank memperkuat keragaman jasa layanan. Bank OCBC NISP mendirikan Unit Usaha Syariah sejak 12 Oktober

2009. Pada tahun 2011, Bank OCBC NISP memasuki tonggak sejarah penting setelah OCBC Bank Singapura mengkonsolidasikan strategi bisnis di Indonesia melalui penggabungan anak perusahaannya, Bank OCBC Indonesia ke dalam Bank OCBC NISP.

Dengan tujuan memperkuat dasar budaya Bank dalam menjalankan usaha, pada tahun 2012 Bank OCBC NISP menyesuaikan budaya perusahaan dengan kondisi terkini sekaligus mengantisipasi masa depan. Budaya penting ini disebut sebagai ONe PIC, untuk menjadi pedoman bagi seluruh karyawan dalam berperilaku dan bekerja. ONe PIC merupakan singkatan dari OCBC NISP One, Professionalism, Integrity, dan Customer Focus. Penerapan budaya ini terus dilakukan dengan konsisiten terhadap segenap bagian organisasi yang saat ini terdiri dari 6.796 karyawan yang bermotivasi tinggi dalam melayani segenap nasabah di 340 kantor di 61 kota di Indonesia.

Visi

Menjadi bank pilihan dengan standar dunia yang diakui kepeduliannya dan terpercaya.

Misi

Bank OCBC NISP berusaha dan bekerja sebagai warga korporat yang bertumbuh-kembang bersama masyarakat secara berkelanjutan dengan cara:

 Menyediakan dan mengembangkan pelayanan keuangan yang inovatif,

berkualitas dan melebihi harapan masyarakat yang dinamik dengan hasil terbaik.

 Membina jaringan kerjasama yang saling menguntungkan dan dilandasi rasa saling percaya.

 Menciptakan lingkungan kerja yang dapat meningkatkan profesionalisme

dan mendorong pembaharuan organisasional dengan semangat kekeluargaan.

 Membangun kepercayaan publik melalui perilaku etikal, peduli dan hati-hati (prudent).

4.1.1.8 Pan Indonesia Bank, Tbk.

Pan Indonesia Bank (Panin Bank) didirikan 17 Agustus tahun 1971 dan memperoleh izin sebagai bank devisa tahun 1972, PaninBank merupakan hasil merger Bank Kemakmuran, Bank Industri Djaja Indonesia dan Bank Industri &

Dagang Indonesia. Keputusan PaninBank untuk menjadi Bank pertama di Indonesia yang go-public pada tahun 1982, mencerminkan tingginya kepercayaan diri Bank yang masih terus terjaga hingga hari ini. Dengan fundamental yang kuat, PaninBank berhasil melewati krisis keuangan Asia 1998 sebagai Bank Kategori A, dan selanjutnya melangkah maju mengembangkan produk dan layanannya di bidang Perbankan Ritel dan Komersial.

Dengan tetap mempertahankan pendekatan sebagai bank lokal dengan pelayanan personal, PaninBank memanfaatkan reputasi yang telah terbina sekian lama di segmen perbankan korporasi, untuk berkembang menjadi salah satu bank SME terdepan di Indonesia, serta membangun basis nasabah ritel yang kuat. Melalui beragam produk dan layanan di segmen perbankan Konsumer, SME dan Mikro, Komersial, Korporat, dan Tresuri, PaninBank terus menjaga komitmen untuk tumbuh dengan kompetensi yang telah teruji dalam menciptakan nilai sejalan dengan prinsip kehati-hatian.

Dalam perkembangan yang terakhir, Panin Bank terus meningkatkan penerapan proses tata kelola internal yang baik, dan secara efektif memanfaatkan sistem Teknologi Informasi untuk menjawab tuntutan pertumbuhan Bank yang dalam satu dekade ini terus menunjukkan kinerja yang solid. Hingga akhir tahun 2016 Panin Bank memiliki total aset sebesar Rp199,18 triliun atau merupakan salah satu dari 10 besar bank nasional. Kredit yang diberikan sebesar Rp134,63 triliun dan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp142,65 triliun dan modal sendiri sebesar Rp 34,2 triliun.

Panin Bank terus meningkatkan produk dan pelayanan yang inovatif dan bernilai tambah melalui cross selling dengan Perusahaan Anak dan perusahaan afiliasi, terutama produk-produk perbankan syariah dan produk bancassurance yang dipasarkan melalui Divisi Wealth Management.

Saat ini Panin Bank mampu menyediakan kenyamanan pelayanan sebagaimana yang diinginkan dan layak didapatkan oleh nasabah berkat jaringan kantor cabangnya yang terus bertambah dan kini mencapai 564 kantor cabang dan 973 jaringan ATM yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kedua pemegang saham utama, yakni PT Panin Financial Tbk (46,04%) dan ANZ Bank melalui Votraint No 1103 Pty Ltd (38.82%), memberikan dukungan strategis bagi Bank untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepemilikan saham publik di Panin Bank pada akhir tahun 2016 adalah 15,14%, yang terdiri dari pemegang saham domestik dan internasional, institusi dan individu.

Misi

Mentransformasikan Panin Bank menjadi salah satu bank terkemuka dalam perbankan konsumen dan bisnis di Indonesia.

Strategi

 Nasabah

 Produk

 Distribusi

 Efesiensi

 Staf

 Pemegang Saham

4.1.1.9 Bank Permata

Permata Bank dibentuk sebagai hasil merger dari 5 bank di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yakni PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot pada tahun 2002. Di tahun 2004, Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk mengambil alih PermataBank dan memulai proses transformasi secara besar-besaran didalam organisasi. Selanjutnya, sebagai wujud komitmennya terhadap PermataBank, kepemilikan gabungan pemegang saham utama ini meningkat menjadi 89,12% sejak 2006 hingga per Desember 2015.

Kombinasi unik dari kedua pemegang saham strategis merupakan salah satu kekuatan utama PermataBank. PT Astra International Tbk merupakan salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia dan memiliki pengalaman kuat di pasar domestik. Standard Chartered Bank dengan keahlian dan pengalaman global terkemuka yang dimilikinya menjadikan PermataBank berada dalam posisi yang unik.

Dokumen terkait