BAB III METODE PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Menurut Emory (Sugiyono, 2011: 102) meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat jika dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penelitian. Instrumen penilaian harus disesuaikan dengan metode pengumpulan data yang digunakan. Instrumen yang digunakan untuk observasi adalah lembar panduan observasi. Sedangkan untuk tes, instrumen yang digunakan adalah soal tes objektif.
1. Observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung. Adapun kisi-kisi yang digunakan sebagai berikut.
54
Tabel 3. Kisi-kisi Observasi Guru
No. Aspek Indikator Ya Tidak Keterangan
1. Pembelajaran Mengkoordinasikan siswa. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Menjelaskan Menjelaskan tentang membaca pemahaman
Menjelaskan tentang Sustained Silent Reading (SSR) atau membaca dalam hati.
3. Penggunaan teknik pembelajaran
Mempersiapkan siswa melakukan Sustained Silent Reading (SSR) atau membaca dalam hati. Membimbing siswa melakukan Sustained Silent Reading (SSR) atau membaca dalam hati. 4. Memeriksa
pemahaman siswa
Memberikan soal-soal maupun pertanyaan secara lisan.
5. Refleksi Membimbing siswa dalam menyimpulkan.
Melakukan tindak lanjut. 6. Penilaian Melakukan tes evaluasi.
Kisi-kisi observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman disesuaikan dengan teori tentang strategi pengajaran membaca pemahaman menggunakan Sustained Silent Reading (SSR) serta aspek aspek yang dapat diamati peneliti menurut teori Andri Wicaksono dan Ahmad Subhan Roza pada kajian teori.
55
Tabel 4. Kisi-kisi Observasi Siswa
No. Aspek Indikator Ya
(skor 1) Tidak (skor 0) Keterangan 1. Keterampilan membaca pemahaman.
Siswa menjawab pertanyaan guru tentang isi bacaan. Siswa menyampaikan isi bacaan secara lisan. Siswa mengerjakan soal tentang bacaan dengan cepat dan benar.
Siswa berani menyimpulakan isi bacaan. 2. Pelaksanaan Sustained Silent Reading (SSR) atau membaca dalam hati.
Siswa membaca dengan tenang dan tanpa suara. Siswa menggunakan alat bantu untuk menunjuk bacaan. Siswa menggerakan mata saat membaca.
Siswa tidak menggerakan kepala saat membaca.
Siswa tidak menggerakan bibir saat membaca.
Siswa sungguh-sungguh mengikuti pembelajaran. Jumlah Skor
Kisi-kisi dan rubrik penilaian observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman tersebut disesuaikan dengan teori tentang pembelajaran membaca menggunakan Sustained Silent Reading (SSR) dan aspek-aspek yang dapat diamati peneliti. Kisi-kisi observasi tersebut disesuaikan dengan teori tentang karakteristik Sustained Silent Reading (SSR) menurut Dalman dalam kajian teori. Rumus untuk menghitung persentase aktivitas siswa adalah sebagai berikut.
Persentase =
56
Data yang telah terkumpul dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel persentase aktivitas siswa dalam proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman berdasarkan pendapat Acep Yonny, dkk. (2010: 175: 176) sebagai berikut.
Tabel 5. Persentase Hasil Observasi Proses Pembelajaran Siswa
Persentase (%) Kategori 75 – 100 Sangat Tinggi 50 – 74,99 Tinggi 25 – 49,99 Rendah < 24,99 Sangat Rendah 2. Tes
Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif pilihan ganda. Sukardi (2010: 40) berpendapat bahwa instrumen sebagai alat pengumpul data penelitian perlu memenuhi persyaratan validitas, reliabilitas, dan kebermanfaatan. Validitas suatu instrumen menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur.
Instrumen penelitian keterampilan membaca pemahaman disusun berdasarkan pada teori aspek kognitif dan standar kompetensi atau kompetensi inti serta kompetensi dasar khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Aspek kognitif yang digunakan di sekolah dasar meliputi ingatan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3). Berdasarkan aspek-aspek yang digunakan dalam penilaian keterampilan membaca pemahaman dapat disusun kisi-kisi instrumen sebagai berikut.
57
Tabel 6. Kisi-kisi Instrumen Keterampilan Membaca Pemahaman Pratindakan
No Indikator Deskriptor
Nomor Butir Aspek
Kognitif Jumlah
Soal
C1 C2 C3
1. Pemahaman Literal
Memahami arti kata sulit dalam bacaan.
15 20 17 3
Memahami setting/ latar pada bacaan.
10 2, 24 18 4
Memahami gagasan pokok/ pokok pikiran pada bacaan.
16 1 19 3
Memahami tokoh dan karakter dalam bacaan.
13, 23 12 21 4 Penggunaan kata/ kalimat
tanya.
7 4 8 3
5. Pemahaman Interpretatif
Menentukan amanat/ pesan dan saran berdasarkan isi bacaan.
9, 11 5 6 4
Menyimpulkan isi bacaan. 14 3, 25 22 4
Tabel 7. Kisi-kisi Instrumen Keterampilan Membaca Pemahaman Siklus I
No Indikator Deskriptor
Nomor Butir Aspek
Kognitif Jumlah
Soal
C1 C2 C3
1. Pemahaman
Literal
Memahami arti kata sulit dalam bacaan.
18 12 19 3
Memahami setting/ latar pada bacaan.
3 8, 20 17 4
Memahami gagasan
pokok/ pokok pikiran pada bacaan.
1, 25 15 16 4
Memahami tokoh dan karakter dalam bacaan.
10 11, 24 21 4 Penggunaan kata/ kalimat tanya. 5 4 6 3 5. Pemahaman Interpretatif Menyimpulkan isi bacaan. 22 2, 23 9 4 Menentukan amanat/
pesan dan saran
berdasarkan isi bacaan.
7 13 14 3
Sebelum digunakan untuk penelitian, instrumen tes objektif terlebih dahulu dilakukan uji validitas melalui validasi expert judgement. Validator instrumen penelitian sebagai expert judgement dalam penelitian ini adalah H. Sujati, M. Pd. yang merupakan salah satu dosen penelitian Fakultas Ilmu
58
Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Berikut ini hasil validasi instrumen tes yang telah dilakukan validasi.
Tabel 8. Hasil Pelaksanaan Validasi InstrumenExpert Judgement
No. Hari/
Tanggal Materi Saran/ Tanggapan 1. Senin/ 6 Februari 2017 Bab II dan Instrumen Penelitian
Merevisi Bab II sebagai pedoman pembuatan instrumen.
2. Senin/ 13 Februari 2017
Bab II Membatasi jenis membaca pemahaman yang digunakan untuk membuat instrumen.
3. Selasa/ 14 Februari 2017 Instrumen Penelitian
Instrumen dikelompokan berdasarkan jenis membaca pemahaman yang digunakan dan aspek kognitif (C1, C2, dan C3).
4. Jumat/ 17 Februari 2017 Instrumen Penelitian
a. Proporsi penyebaran soal pada kisi-kisi kurang proporsional sehingga perlu diseimbangkan dan disesuaikan.
b. Menambahkan tes kompetensi membaca pada bab II sebagai pedoman evaluasi.
5. Jumat/ 24 Februari 2017 Instrumen Penelitian
Kisi-kisi soal tes instrumen penelitian sudah disesuaikan dengan indikator dan aspek kognitif (C1, C2, dan C3) serta sudah proporsional.
Berdasarkan hal di atas, instrumen penelitian berupa tes objektif pilihan ganda sudah dapat digunakan untuk pengambilan data berupa nilai pada penelitian. Apabila sudah diketahui nilai yang diperolah, nilai tersebut kemudian diartikan atau dimasukkan dalam bentuk data kualitatif yang dimasukkan rentang hubungan antara skala angka dengan huruf sesuai pendapat Suharsimi Arikunto (2007: 245), seperti tabel berikut.
59
Tabel 9. Rentang Nilai Siswa
Rentang Angka Huruf Keterangan
80 – 100 A Baik Sekali
66 – 79 B Baik
56 – 65 C Cukup
40 – 55 D Kurang
0 – 39 E Gagal
Tabel rentang nilai siswa akan menjadi pedoman untuk memasukkan nilai siswa kedalam kualitatif serta digunakan dalam analisis data. Indikator ketercapaian keterampilan membaca pemahaman yang ditentukan adalah apabila nilai rata-rata tiap siklus meningkat. Indikator ketercapaian keterampilan membaca pemahaman tidak menggunakan nilai tertentu seperti Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), karena penelitian ini hanya meneliti tentang peningkatan salah satu aspek bahasa yaitu keterampilan membaca pemahaman dan bukan meneliti satu mata pelajaran.
3. Studi Dokumenter
Penelitian dilakukan dengan menggunakan hasil observasi, nilai tes pratindakan, nilai tes setiap siklus, serta foto yang diambil saat proses pembelajaran berlangsung.