BAB III METODE PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Penelitian ini intrumen penelitiannya adalah teknik nontes. Kurniawan (2018:159) menjelaskan bahwa teknik nontes merupakan suatu instrumen penilaian yang umumnya dipakai untuk memperoleh data tertentu mengenai keadaan seseorang dengan tidak memakai tes. Artinya bahwa respon yang diberikan oleh seseorang bukan berupa jawaban benar atau salah sebagaimana yang terdapat di jawaban tes.
1. Pedoman Observasi
Di penelitian ini, peneliti melaksanakan kegiatan observasi dengan mengamati kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan observasi dilaksanakan ketika siswa kelas V mengikuti pembelajaran selama 1 penggalan pelajaran. Kegiatan observasi dilaksanakan satu minggu sebelum penyebaran skala kecemasan di SD Negeri Kecamatan Godean.
36 Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun oleh Sucianti di tahun 2018 mengenai penelitian R&D yang berjudul Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar, penelitian ini menggunakan kisi-kisi penelitian tersebut. Berikut ini adalah kisi-kisi pedoman observasi penelitian survei kecemasan aspek kognitif yang digunakan oleh peneliti:
Tabel 3.4 Kisi-kisi Pedoman Observasi Penelitian Survei Kecemasan Aspek Kognitif
No Item Kisi-kisi Observasi Objek yang Diamati 1, 2, 3 Keaktifan siswa pada saat
mengikuti pembelajaran
Siswa mengikuti pembelajaran matematika dengan aktif.
Siswa mengalami kesulitan ketika mengikuti pembelajaran matematika di kelas.
Siswa sangat antusias dalam
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
4, 5 Tanggapan siswa terhadap intruksi yang diberikan oleh guru
Guru memberikan intruksi dengan jelas.
Siswa mampu menjalankan intruksi yang diberikan oleh guru.
Tabel 3.4 adalah tabel yang memaparkan kisi-kisi pedoman observasi penelitian survei kecemasan aspek kognitif. Kisi-kisi pedoman observasi terdiri dari 5 butir pernyataan. Kisi-kisi di atas terbagi menjadi 2 bagian yaitu keaktifan siswa ketika mengikuti pembelajaran dan tanggapan siswa terhadap intruksi yang diberikan oleh guru.
2. Skala Psikologi
Skala psikologi adalah alat ukur dan alat pengumpulan data di penelitian yang mengacu ke aspek atau atribut afektif (Azwar, 2007: 3). Data yang diungkapkan oleh skala psikologi berupa konstrak atau konsep psikologis yang
37 menggambarkan aspek kepribadian individu (Azwar, 2007: 5). Data mengenai sikap terhadap sesuatu, kecemasan laten, strategi menghadapi masalah, orientasi seksual dan semacamnya merupakan contoh data yang harus diungkap oleh skala psikologi (Azwar, 2007: 5). Skala-skala psikologi memiliki pertanyaan sebagai stimulus yang tertuju indikator-indikator perilaku guna memancing jawaban yang merupakan refleksi dari keadaan diri subjek yang biasanya tidak disadari oleh responden yang bersangkutan (Azwar, 2007: 5).
Berdasarkan kisi-kisi indikator yang telah disusun oleh Sucianti di tahun 2018 mengenai penelitian R&D yang berjudul Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar, penelitian ini menggunakan kisi-kisi penelitian tersebut. Berikut ini adalah kisi-kisi indikator skala kecemasan di penelitian survei kecemasan aspek kognitif yang digunakan oleh peneliti:
Tabel 3.5 Kisi-kisi Indikator Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif dengan bentuk kalimat pernyataan
No Indikator
Kecemasan
Nomor Butir Pernyataan
Favorable Unfavorable
Fisik
1. Kegugupan Saya lesu saat mengikuti pelajaran matematika
Saya dapat mengendalikan rasa takut saat memulai pelajaran matematika. 2. Anggota tubuh
gemetaran dan kaku
Saya gemeteran saat mengikuti pelajaran matematika
-
Saya akan kaku saat mengikuti pelajaran matematika.
3. Jantung berdebar dengan kencang
Jantung saya berdebar dengan keras saat ditunjuk untuk mengerjakan soal di papan tulis.
-
Jantung saya akan berdetak begitu cepat saat ujian matematika
Saya berdebar-debar saat ujian matematika. 4. Pucat Saya pucat saat pelajaran
matematika.
38
No Indikator
Kecemasan
Nomor Butir Pernyataan
Favorable Unfavorable
5. Gelisah Saya merasa cemas saat mengikuti pelajaran matematika.
Saya merasa tenang saat mengikuti pelajaran matematika.
Saya akan tegang saat mengikuti pelajaran matematika.
6. Gangguan tidur Saya tidak dapat tidur
nyenyak saat menjelang ujian matematika.
Saya selalu mimpi indah menjelang ujian
matematika. Saya sering mimpi buruk saat
menjelang ujian matematika. 7. Banyak berkeringat Saya mudah berkeringatan
saat pelajaran matematika
- 8. Gangguan
pencernaan
Saya tidak dapat menahan air kencing saat menjelang pelajaran matematika.
-
Saya merasa perut melilit saat mengikuti ujian matematika. Saya merasa mulas ketika mengikuti ujian matematika.
Behavior
9. Perilaku menghindar Saya malu ketika teman-teman saya membicarakan hasil ulangan matematika
Saya berani maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
Saya tidak merasa percaya diri ketika menjawab soal di papan tulis.
Saya senang mengikuti pelajaran matematika meskipun nilai saya jelek. Saya ingin duduk di kursi paling depan saat pelajaran matematika.
10. Firasat buruk Saya memiliki firasat buruk saat mengikuti pelajaran matematika
-
11. Perilaku terguncang Saya merasa sedih saat mengikuti ujian matematika.
- Kognitif
12. Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran
Saya merasa daya ingat menurun saat mengikuti pelajaran matematika.
Saya dapat menjawab pertanyaan guru dengan baik ketika di depan kelas, walaupun semua teman saya melihat ke arah saya. Saya sering lupa secara
tiba-tiba ketika diminta untuk maju ke depan kelas dan menjawab pertanyaan dari guru.
Saya dapat berkonsentrasi ketika mengerjakan soal matematika walaupun teman-teman saya ribut. Saya sulit berkonsentrasi saat
pelajaran matematika.
Saya mudah mengingat materi yang sudah diajarkan dan dapat
39
No Indikator
Kecemasan
Nomor Butir Pernyataan
Favorable Unfavorable
mengerjakan soal tanpa melihat catatan.
13. Ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah
Saya merasa tidak percaya diri ketika menunjukkan hasil pekerjaan saya kepada teman-teman saya.
Saya yakin dapat
menyelesaikan semua soal-soal yang diberikan oleh guru dengan baik. Saya takut dimarahi guru jika
jawaban saya salah.
Saya berani bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam memahami materi. Saya takut dimarahi jika
mendapat nilai jelek.
Saya merasa percaya diri ketika membantu teman yang mengalami kesulitn dalam mengerjakan soal matematika.
Saya tidak pernah menyelesaikan soal yang menurut saya itu sulit untuk dikerjakan.
Saya merasa takut jika guru memperhatikan saya saat mengerjakan soal matematika.
14. Khawatir tentang sesuatu
Saya khawatir mendapat nilai jelek dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan guru.
-
15. Merasa terancam oleh orang atau peristiwa yang normalnya hanya sedikit atau tidak mendapat perhatian
Saya takut diejek oleh teman-teman ketika saya
mendapatkan nilai jelek ketika ulangan harian.
-
16. Pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan
Saya merasa tidak mampu dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru.
Saya selalu berusaha menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru meskipun sulit. Saya sering mencontek hasil
kerja teman. 17. Khawatir akan
ditinggal sendirian
- Saya mengerjakan soal
matematika sendiri tanpa bantuan teman.
Tabel 3.5 adalah tabel yang memaparkan kisi-kisi indikator dari penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dengan bentuk kalimat pernyataan. Kisi-kisi indikator ini terdiri dari 17 butir indikator. Indikator kisi-kisi di atas terbagi menjadi 2 jenis yaitu favorable dan unfavorable. Kisi-kisi indikator penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dapat pula dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu fisik, behavior, dan kognitif.
40 Berdasarkan Blue-print yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya, penelitian ini tidak menyusun kembali blue-print skala kecemasan. Berikut ini adalah blue-print skala kecemasan di penelitian survei kecemasan aspek kognitif yang digunakan oleh peneliti:
Tabel 3.6 Blue-print Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif dengan Bentuk Angka
No Indikator Kecemasan Nomor Butir Pernyataan Jumlah Bobot
Favorable Unfavorable
Fisik
1 Kegugupan 2 3 2
40% 2 Anggota tubuh
gemetaran dan kaku
1, 13 2 3 Jantung berdebar dengan kencang 8, 11, 17 3 4 Pucat 9 1 5 Gelisah 10 24, 25 3 6 Gangguan tidur 15 14, 21 3 7 Banyak berkeringat 16 1 8 Gangguan pencernaan 19, 20, 22 3 Behavior 9 Perilaku menghindar 7, 44, 45 6, 5 5 15,5% 10 Firasat buruk 12 1 11 Perilaku terguncang 18 1 Kognitif
12 Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran 27, 28, 29 26, 23, 4 6 44,5% 13 Ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah 34, 30, 31 32, 38, 39, 40, 43 8 14 Khawatir tentang sesuatu 33 1
15 Merasa terancam oleh orang atau peristiwa yang normalnya hanya sedikit atau tidak mendapat perhatian
35 1
16 Pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan
37 36, 41 3
17 Khawatir akan ditinggal sendirian
42 1
41 Tabel 3.6 adalah tabel yang memaparkan adalah tabel yang memaparkan kisi-kisi indikator dari penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dengan bentuk angka. Kisi-kisi indikator ini terdiri dari 17 butir indikator dengan total jumlah pernyataan terdapat 45 butir. Indikator kisi-kisi di atas terbagi menjadi 2 jenis yaitu favorable dan unfavorable. Bagian favorable jumlah total pernyataan terdapat 14 pernyataan, sedangkan bagian unfavorable jumlah total pernyataan terdapat 31 pernyataan. Kisi-kisi indikator penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dapat pula dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu fisik, behavior, dan kognitif.
Berdasarkan Blue-print skala kecemasan yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya, peneliti melakukan revisi blue-print skala kecemasan. Revisi dilakukan dengan mengugurkan nomor butir pernyataan yang termasuk kategori tidak valid. Setelah peneliti melakukan uji validitas ulang dan uji relabilitas ulang di blue-print skala kecemasan ini, peneliti menemukan 4 nomor pernyataan yang tidak valid antara lain nomor 3, 17, 20 dan 45. Berikut ini adalah revisi blue-print skala kecemasan di penelitian ini:
Tabel 3.7 Revisi Blue-print Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif dengan Bentuk Angka
No Indikator Kecemasan Nomor Butir Pernyataan Jumlah Bobot
Favorable Unfavorable
Fisik
1 Kegugupan 2 3 2
40% 2 Anggota tubuh
gemetaran dan kaku
1, 13 2
3 Jantung berdebar dengan kencang 8, 11, 17 3 4 Pucat 9 1 5 Gelisah 10 24, 25 3 6 Gangguan tidur 15 14, 21 3 7 Banyak berkeringat 16 1 8 Gangguan pencernaan 19, 20, 22 3 Behavior
42
No Indikator Kecemasan Nomor Butir Pernyataan Jumlah Bobot
Favorable Unfavorable 9 Perilaku menghindar 7, 44, 45 6, 5 5 15,5% 10 Firasat buruk 12 1 11 Perilaku terguncang 18 1 Kognitif
12 Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran 27, 28, 29 26, 23, 4 6 44,5% 13 Ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah 34, 30, 31 32, 38, 39, 40, 43 8
14 Khawatir tentang sesuatu 33 1
15 Merasa terancam oleh orang atau peristiwa yang normalnya hanya sedikit atau tidak mendapat perhatian
35 1
16 Pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan
37 36, 41 3
17 Khawatir akan ditinggal sendirian
42 1
Jumlah 14 31 45 100%
Tabel 3.7 adalah tabel yang memaparkan kisi-kisi indikator dari penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dengan bentuk angka. Kisi-kisi indikator ini terdiri dari 17 butir indikator dengan total jumlah pernyataan terdapat 45 butir. Indikator kisi-kisi di atas terbagi menjadi 2 jenis yaitu favorable dan unfavorable. Kisi-kisi indikator penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dapat pula dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu fisik, behavior, dan kognitif. Tabel 3.6 kisi-kisi indikatornya mengalami perubahan, terdapat 4 butir nomor pernyataan yang digugurkan karena tidak valid, yaitu nomor 3, 17, 20, dan 45.
Berdasarkan blue-print skala kecemasan yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya, peneliti melakukan revisi blue-print skala kecemasan. Revisi dilakukan dengan mengugurkan nomor butir pernyataan yang termasuk kategori tidak valid. Setelah peneliti melakukan uji validitas ulang dan uji relabilitas ulang di blue-print skala kecemasan ini, peneliti menemukan 4 nomor pernyataan yang
43 tidak valid. Berikut ini adalah hasil dari proses revisi blue-print skala kecemasan aspek kognitif di penelitian ini:
Tabel 3.8 Revisi Blue-print Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif dengan Bentuk Angka
No Indikator Kecemasan Nomor Butir Pernyataan Jumlah Bobot
Favorable Unfavorable
Fisik
1 Kegugupan 2 1
40% 2 Anggota tubuh
gemetaran dan kaku
1, 12 2 3 Jantung berdebar dengan kencang 7, 10 2 4 Pucat 8 1 5 Gelisah 9 21, 22 3 6 Gangguan tidur 14 13, 18 3 7 Banyak berkeringat 15 1 8 Gangguan pencernaan 17 , 19 2 Behavior 9 Perilaku menghindar 6, 41 5, 4 4 15,5% 10 Firasat buruk 11 1 11 Perilaku terguncang 16 1 Kognitif 12 Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran 24, 25, 26 23, 20, 3 6 44,5% 13 Ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah 31, 27, 28 29, 35, 36, 37, 40 8 14 Khawatir tentang sesuatu 30 1
15 Merasa terancam oleh orang atau peristiwa yang normalnya hanya sedikit atau tidak mendapat perhatian
32 1
16 Pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan 34 33, 38 3 17 Khawatir akan ditinggal sendirian 39 1 Jumlah 13 28 41 100%
Tabel 3.8 adalah tabel yang memaparkan kisi-kisi indikator dari penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dengan bentuk angka yang telah direvisi. Kisi-kisi indikator penyusunan skala ini mengalami perubahan, terdapat 4
44 butir nomor pernyataan yang digugurkan karena tidak valid. Tabel 3.7 kisi-kisi indikatornya di bagian penomoran tiap pernyataan mengalami perubahan dengan cara menaikkan tiap nomor pernyataan. Kisi-kisi indikator ini terdiri dari 17 butir indikator dengan total jumlah pernyataan terdapat 41 butir. Indikator kisi-kisi di atas terbagi menjadi 2 jenis yaitu favorable dan unfavorable. Bagian favorable jumlah total pernyataan terdapat 13 pernyataan, sedangkan bagian unfavorable jumlah total pernyataan terdapat 28 pernyataan. Kisi-kisi indikator penyusunan skala kecemasan aspek kognitif dapat pula dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu fisik, behavior, dan kognitif.
G. Teknik Pengujian Instrumen