BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Pengujian Instrumen
Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu mengukur apa yang diukur (Arikunto, 2010: 213). Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2010: 211). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat (Taniredja, 2011: 42). Penelitian ini menggunakan 2 macam validitas, antara lain:
a. Validitas Isi
Validitas isi menyangkut tingkat kebenaran suatu instrumen mengukur isi (content) dari area yang dimaksudkan untuk diukur (Kountur, 2003: 152). Validitas isi itu lebih mengkaitkan apakah item tes sungguh merepresntasikan isi yang diteskan (Suparno, 2014: 65). Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment, artinya validitas ini diberikan kepada para ahli yang
45 memiliki bidang keahlian berhubungan dengan penelitian (Azwar, 2007: 45). Validitas isi di penelitian ini sudah dilaksanakan oleh peneliti sebelumnya, sehingga peneliti tidak melakukan validitas isi kembali.
b. Validitas Konstruk
Validitas konstruk menunjuk kepada seberapa jauh suatu tes mengukur sifat atau bangunan pengertian (construct) tertentu. Validitas ini penting untuk mengukur kemampuan atau sifat-sifat kejiwaan seseorang. Beberapa contoh tes ini misalnya, tes kecemasan, kecerdasan, motivasi, kemampuan menalar, dan konsep diri. Istilah konstruk dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang tidak dapat diukur secara langsung, tetapi yang dapat menerangkan akibat-akibat yang dapat diamati (Setyosari, 2010: 188). Menurut Azwar (2007: 46) untuk menguji validitas konstruk, dapat menggunakan pendapat dari para ahli ( judgment expert). Azwar (dalam Priyatno, 2012: 184) menjelaskan bahwa semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan. Item yang memiliki nilai koefisien korelasi di bawah 0,30 dianggap tidak valid. Analisis faktor dilakukan dengan cara mengorelasikan jumlah skor faktor dengan skor total. Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat. Jadi berdasarkan analisis faktor itu dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik (Sugiyono, 2010: 178).
Dengan demikian, data dapat dikatakan valid jika suatu item layak digunakan di penelitian yang memiliki batas nilai minimal korelasinya 0,30. Lebih sederhananya, standar kategori suatu item dikatakan valid jika r hitung lebih besar dari nilai 0,3.
46 Penelitian ini menvalidasi kembali instrumen penelitian yang disusun oleh peneliti sebelumnya, mengenai penelitian R&D yang berjudul Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar oleh Sucianti di tahun 2018. Penelitian ini menvalidasi kembali instrumen penelitian yang disusun oleh peneliti sebelumnya sebanyak dua kali karena peneliti ingin memastikan instrumen penelitian yang digunakan memiliki kevalidan dan sungguh layak digunakan di penelitian ini. Di instrumen penelitian tersebut terdapat 17 indikator kecemasan aspek kognitif yang dikembangkan menjadi 45 item pernyataan. Instrumen tersebut berupa pernyataan-pernyataan yang harus divalidasi untuk mengetahui apakah item-item pernyataan yang digunakan telah valid atau tidak valid. Perhitungan validitas skala ini menggunakan program software IBM SPSS Statistic17.0. Hasil pengujian validitas skala mendapatkan r-hitung. Apabila nilai r-hitung yang diperoleh lebih besar dari r-tabel, dapat dinyatakan bahwa item tersebut valid.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti ketika melaksanakan penelitian di SD Negeri Kecamatan Godean, rekapitulasi hasil uji validitas pertama mengenai instrumen skala kecemasan aspek kognitif yang didapat oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 3.9 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Pertama mengenai Instrumen Skala Kecemasan Aspek Kognitif
No Item
r tabel (Sugiyono, 2010)
r hitung
Pearson Correlation Keputusan
1. 0,3 0,692 Valid 2. 0,3 0,355 Valid 3. 0,3 0,272 Tidak Valid 4. 0,3 0,476 Valid 5. 0,3 0,507 Valid 6. 0,3 0,454 Valid
47 No Item r tabel (Sugiyono, 2010) r hitung
Pearson Correlation Keputusan
7. 0,3 0,435 Valid 8. 0,3 0,703 Valid 9. 0,3 0,410 Valid 10. 0,3 0,695 Valid 11. 0,3 0,689 Valid 12. 0,3 0,732 Valid 13. 0,3 0,642 Valid 14. 0,3 0,692 Valid 15. 0,3 0,416 Valid 16. 0,3 0,713 Valid 17. 0,3 0,230 Tidak Valid 18. 0,3 0,776 Valid 19. 0,3 0,540 Valid 20. 0,3 0,268 Tidak Valid 21. 0,3 0,643 Valid 22. 0,3 0,380 Valid 23. 0,3 0,656 Valid 24. 0,3 0,491 Valid 25. 0,3 0,763 Valid 26. 0,3 0,677 Valid 27. 0,3 0,750 Valid 28. 0,3 0,517 Valid 29. 0,3 0,439 Valid 30. 0,3 0,461 Valid 31. 0,3 0,412 Valid 32. 0,3 0,428 Valid 33. 0,3 0,653 Valid 34. 0,3 0,470 Valid 35. 0,3 0,612 Valid 36. 0,3 0,691 Valid 37. 0,3 0,464 Valid 38. 0,3 0,671 Valid 39. 0,3 0,765 Valid 40. 0,3 0,628 Valid 41. 0,3 0,352 Valid 42. 0,3 0,530 Valid 43. 0,3 0,445 Valid 44. 0,3 0,704 Valid 45. 0,3 -0,075 Tidak Valid
48 Tabel 3.9 adalah tabel yang memaparkan hasil uji validitas sebelum instrumen penelitian ini direvisi. Di tabel tersebut dapat diamati bahwa terdapat 4 butir pernyataan /item yang dinyatakan tidak valid, karena 4 pernyataan tersebut setelah diujikan hasilnya tidak melebihi nilai 0,3 yang menjadi batas minimal dapat dikatakan valid untuk sebuah pernyataan di skala kecemasan ini..
Skala kecemasan aspek kognitif terdiri dari 45 item pernyataan yang setelah diuji validitasnya terdapat 4 item pernyataan yang memiliki nilai r-hitung lebih kecil dari r-tabel, sehingga dinyatakan tidak valid, yaitu item nomor 3, 17, 20, dan 45. Keempat item pernyataan tersebut gugur sehingga didapatkan jumlah item yang valid sebanyak 41 item.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti ketika melaksanakan penelitian, rekapitulasi hasil uji validitas kedua mengenai instrumen skala kecemasan aspek kognitif yang didapat oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 3.10 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Kedua mengenai Revisi Instrumen Skala Kecemasan Aspek Kognitif
No Item
r tabel (Sugiyono, 2010)
r hitung
Pearson Correlation Keputusan
1. 0,3 0,692 Valid 2. 0,3 0,355 Valid 3. 0,3 0,476 Valid 4. 0,3 0,507 Valid 5. 0,3 0,454 Valid 6. 0,3 0,435 Valid 7. 0,3 0,703 Valid 8. 0,3 0,410 Valid 9. 0,3 0,695 Valid 10. 0,3 0,689 Valid 11. 0,3 0,732 Valid 12. 0,3 0,642 Valid 13. 0,3 0,692 Valid 14. 0,3 0,416 Valid
49 No Item r tabel (Sugiyono, 2010) r hitung
Pearson Correlation Keputusan
15. 0,3 0,713 Valid 16. 0,3 0,776 Valid 17. 0,3 0,540 Valid 18. 0,3 0,643 Valid 19. 0,3 0,380 Valid 20. 0,3 0,656 Valid 21. 0,3 0,491 Valid 22. 0,3 0,763 Valid 23. 0,3 0,677 Valid 24. 0,3 0,750 Valid 25. 0,3 0,517 Valid 26. 0,3 0,439 Valid 27. 0,3 0,461 Valid 28. 0,3 0,412 Valid 29. 0,3 0,428 Valid 30. 0,3 0,653 Valid 31. 0,3 0,470 Valid 32. 0,3 0,612 Valid 33. 0,3 0,691 Valid 34. 0,3 0,464 Valid 35. 0,3 0,671 Valid 36. 0,3 0,765 Valid 37. 0,3 0,628 Valid 38. 0,3 0,352 Valid 39. 0,3 0,530 Valid 40. 0,3 0,445 Valid 41. 0,3 0,704 Valid
Tabel 3.10 adalah tabel yang memaparkan hasil uji validitas sesudah instrumen penelitian ini direvisi. Di tabel tersebut dapat diamati bahwa tidak terdapat pernyataan /item yang dinyatakan tidak valid. Dengan kata lain, semua pernyataan dapat dikatakan valid, karena pernyataan-pernyataan tersebut setelah diujikan kembali hasilnya melebihi nilai 0,3 yang menjadi batas minimal dapat dikatakan valid untuk sebuah pernyataan di skala kecemasan ini. Total pernyataan di skala kecemasan setelah direvisi berjumlah 41butir pernyataan.
50 2. Reliabilitas
Mahmud (2011: 167) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah tingkat ketepatan, ketelitian, atau keakuratan sebuah instrumen. Reliabilitas menunjukkan apakah instrumen tersebut secara konsisten memberikan hasil ukuran yang sama mengenai sesuatu yang diukur di waktu yang berlainan (ajeg). Sedangkan Sekaran (dalam Priyatno, 2012: 187) mengungkapkan bahwa reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. Dari kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa reliabilitas merupakan tingkat keakuratan sebuah instrumen dengan menunjukkan apakah sebuah instrumen secara konsisten memberikan hasil ukuran yang ajeg tentang sesuatu yang telah diukur, dan cara untuk menentukan suatu instumen itu reliabel atau tidak, dapat menggunakan batas nilai Alpha 0,6.
Penelitian ini melakukan uji reliabilitas sebanyak dua kali pada instrumen penelitian yang disusun oleh peneliti sebelumnya, mengenai penelitian R&D yang berjudul Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar oleh Sucianti di tahun 2018. Penelitian ini melakukan uji reliabilitas sebanyak dua kali pada instrumen penelitian yang disusun oleh peneliti sebelumnya, karena peneliti ingin memastikan instrumen penelitian yang digunakan memiliki tingkat keakuratan yang layak digunakan di penelitian ini.
Pengujian reliabilitas ini menggunakan program software IBM SPSS Statistic17.0, dan berdasarkan data yang diperoleh peneliti ketika melaksanakan penelitian, rekapitulasi hasil uji reliabilitas pertama mengenai instrumen skala kecemasan aspek kognitif yang didapat oleh peneliti adalah sebagai berikut:
51 Tabel 3.11 Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Pertama mengenai Instrumen Skala
Kecemasan Aspek Kognitif Cronbach’s Alpha N of Items
,947 45
Tabel 3.11 adalah tabel yang memaparkan hasil uji reliabilitas sebelum instrumen penelitian direvisi.. Di tabel tersebut dapat diamati bahwa di kolom Cronbach’s Alpha nilai yang dicapai adalah 0,947 sehingga hal ini menunjukkan bahwa skala kecemasan aspek kognitif tersebut reliabel.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti saat melaksanakan penelitian di SD Negeri Kecamatan Godean, rekapitulasi hasil uji reliabilitas kedua mengenai instrumen skala kecemasan aspek kognitif yang didapat oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 3.12 Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Kedua mengenai Revisi Instrumen Skala Kecemasan Aspek Kognitif
Cronbach’s Alpha N of Items
,950 41
Tabel 3.12 adalah tabel yang memaparkan hasil uji reliabilitas sesudah instrumen penelitian direvisi.. Di tabel tersebut dapat diamati bahwa di kolom Cronbach’s Alpha nilai yang dicapai adalah 0,950 sehingga hal ini menunjukkan bahwa skala kecemasan aspek kognitif tersebut reliabel. Hasil dari uji reliabilitas dapat dikatakan reliabel karna hasilnya melebihi batas nilai Alpha yakni 0,6 di skala kecemasan ini, sehingga instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan data.