• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini yaitu angket skala sikap dan tes representasi matematik siswa. Adapun uraian tentang instrumen tersebut yaitu:

1. Tes representasi matematik

Tes ini berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi relasi dan fungsi yang terdiri dari 11 butir soal dalam bentuk uraian. Pemilihan bentuk soal uraian didasarkan pertimbangan bahwa tipe soal uraian akan mengasah kemampuan siswa dan hanya siswa yang telah menguasai materi betul-betul yang bisa memberikan jawaban yang baik dan benar. Tes ini diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol diawal penelitian yaitu sebelum diberikannya perlakuan dan diakhir penelitian yaitu setelah kedua kelompok diberikan perlakuan berbeda yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan representasi matematik siswa.

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Uji Instrumen Tes Kemampuan Representasi Matematik

KD Indikator Soal Indikator Kemampuan Representasi No Butir Soal Jumlah Butir Soal 1 2 3 1.Memaham i relasi dan fungsi 1. Memodelkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan relasi dengan kata-kata, diagram panah, diagram cartesius atau himpunan pasangan berurutan 1,9 2 2. Memodelkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan korespodensi satu-satu dengan kata-kata, diagram panah, diagram cartesius atau himpunan pasangan berurutan

3,11 2

3. Menyatakan suatu

masalah yang berkaitan dengan tabel fungsi dengan notasi

6,8 2

4. Menyatakan suatu fungsi

dengan notasi 2,4 2 4. Menentuka n nilai fungsi. 1. Menentukan bentuk

fungsi jika nilai dan data fungsi diketahui

10

1

2. Menyusun tabel

pasangan nilai peubah dengan nilai fungsi

5,7 2

Keterangan :

1 : Visual

2 : Persamaan/Ekspresi Matematik

Pedoman penskoran diperlukan untuk mengukur kemampuan representasi matematik siswa pada setiap butir soal. Kriteria penskoran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skor rubrik yang dimodifikasi dari Cai, Lane dan Jackabesin seperti disajikan pada tabel dibawah ini :

Indikator yang diukur Kriteria Skor

Teks tertulis / kata-kata

Tidak ada jawaban, kalaupun ada hanya memperlihatkan ketidak pahaman tentang konsep sehingga informasi yang diberikan tidak berarti apa-apa

0

Hanya sedikit dari penjelasan yang benar 1

Penjelasan secara matematik masuk akal

namun hanya sebagian lengkap dan benar 2

Penjelasan secara matematik masuk akal dan benar, meskipun tidak tersusun secara logis atau terdapat sedikit kesalahan bahasa

3

Penjelasan secara matematik masuk akal

dan jelas serta tersusun secara logis 4

Visual

Tidak ada jawaban, kalaupun ada hanya memperlihatkan ketidak pahaman tentang konsep sehingga informasi yang diberikan tidak berarti apa-apa

0

Hanya sedikit dari gambar, diagram yang

benar 1

Melukiskan, diagram, gambar, namun

kurang lengkap dan benar 2

Melukiskan, diagram, gambar, secara

kesalahan

Melukiskan, diagram, gambar, secara

lengkap dan benar 4

Ekspresi Matematik/persamaan

Tidak ada jawaban, kalaupun ada hanya memperlihatkan ketidak pahaman tentang konsep sehingga informasi yang diberikan tidak berarti apa-apa

0

Hanya sedikit dari model matematika yang

benar 1

Menentukan model matematika dengan benar, namun salah dalam mendapatkan solusi

2

Menentukan model matematika dengan benar, kemudian melakukan perhitungan atau mendapatkan solusi yang benar namun terdapat sedikit kesalahan penulisan simbol.

3

Menemukan model matematika dengan benar, kemudian melakukan perhitungan atau mendapatkan solusi secara benar dan lengkap

4

Sebelum instrumen digunakan, instrumen tersebut terlebih dahulu diujicobakan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran agar diperoleh data yang valid.

1) Uji validitas

Validitas adalah derajat ketetapan suatu alat ukur tentang pokok isi atau

arti sebenarnya yang diukur. Uji validitas yang digunakan pada instrumen tes

Perhitungan validitas yang digunakan adalah rumus korelasi product moment

dengan angka kasar, yaitu:6

∑ ∑ ∑

√[ ∑ ][ ∑ ]

Keterangan:

= koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua

variable yang dikorelasikan n = banyaknya subjek

= jumlah nilai setiap butir soal

= jumlah nilai total

= jumlah hasil perkalian tiap-tiap skor asli dari X dan Y

Setelah diperoleh hasil koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y

atau harga kemudian dibandingkan dengan pada taraf signifikansi 5%

dengan ketentuan jika , maka soal dikatakan valid, sebaliknya jika

maka soal tersebut tidak valid. Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas (lihat lampiran 8), dari 11 soal representasi matematik yang diujicobakan diperoleh 7 butir soal yang valid

2) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keterpercayaan hasil tes.Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas

instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, yaitu:7

r

i

=

{

}

6

Subana, Dasar-dasar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Pustaka Setia, 2001), h. 130

7

Suarsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), cet. ke-9 h. 109.

Keterangan:

= reliabilitas yang dicari

n = jumlah item dalam instrument

= varians total

= jumlah varians skor tiap-tiap item

Tabel 3.5

Kriteria Koefisien Reliabilitas

Interval Kriteria

r 0,20 Tidak ada korelasi

0,20 0,40 Kolerasi rendah

0,40 0,70 Kolerasi sedang

0,70 0,80 Kolerasi tinggi

0,90 1,00 Kolerasi sangat tinggi

Berdasarkan hasil perhitungan uji reabilitas instrumen (lihat lampiran 10), diperoleh nilai 0,85 maka instrumen penelitian tersebut dapat disimpulkan memiliki kriteria koefisien reliabilitas yang sangat tinggi, dan memenuhi persyaratan instrumen yang memiliki ketetapan jika digunakan.

3) Uji Tingkat Kesukaran Soal

Uji tingkat kesukaran soal dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal test yang diberikan tergolong mudah, sedang atau sukar, maka dilakukan uji taraf

kesukaran digunakan rumus-rumus berikut:8

Keterangan :

P = indeks kesukaran

B = jumlah skor siswa peserta tes pada butir soal tertentu Js = jumlah skor maksimum seluruh siswa peserta tes

8

Ibid., h. 208

Tabel 3.6

Klasifikasi Indeks Kesukaran

P Keterangan

0,00 – 0,30 Sukar

0,30 – 0,70 Sedang

0,70 – 1,00 Rendah

Berdasarkan hasil perhitungan uji tingkat kesukaran butir soal instrumen (lihat lampiran 12), dari 11 soal yang diujikan diperoleh 10 soal dengan tingkat

kesulitan “sedang”, dan 1 soal dengan tingkat kesulitan “mudah”.

4) Daya Pembeda Soal

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan rendah. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut dengan indeks diskriminasi.

Untuk menghitung daya pembeda soal, digunakan rumus sebagai berikut:9

Keterangan:

J = Jumlah peserta tes

JA = Skor maksimum peserta kelompok atas

JB = Skor maksimum peserta kelompok bawah

BA = Jumlah skor kelompok atas BB = Jumlah skor kelompok bawah PA = Proporsi peserta kelompok atas PB = Proporsi peserta kelompok bawah

9

Ibid , h. 213

Tabel 3.7

Klafisifikasi Indeks Daya Pembeda

D Keterangan

0,00 – 0,20 Jelek

0,20 – 0,40 Cukup

0,40 – 0,70 Baik

0,70 – 1,00 Baik Sekali

Pada indeks deskriminasi (daya pembeda) terdapat tanda negatif.Tanda

negatif digunakan jika sesuatu soal “terbalik” dalam mengukur kemampuan

siswa. Misalnya suatu butir soal lebih banyak dijawab benar oleh kelompok bawah dibandingkan dengan jawaban benar dari kelompok atas. Ini berarti bahwa untuk menjawab soal dengan benar, dapat dilakukan dengan menebak oleh karena itu sebaiknya jika semua butir soal mempunyai indeks deskriminasi negatif sebaiknya dibuang.

Berdasarkan hasil perhitungan dari uji daya pembeda butir soal instrumen

(lihat lampiran 14), ditemukan 4 soal memiliki daya beda “cukup’, 3 soal

memiliki daya pembeda “baik”, 2 soal memiliki daya beda “jelek” dan 2 soal

memiliki daya pembeda “sangat jelek”. Untuk lebih jelasnya, hasil uji validitas instrumen tes dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.8

Rekap Data Hasil Uji Coba Instrumen No.

Soal Validitas

Taraf

Kesukaran Daya Beda Keterangan

1 Valid Mudah Cukup Digunakan

2 Tidak Valid Sedang Sangat Jelek Tidak Digunakan

3 Valid Sedang Cukup Digunakan

4 Tidak Valid Sedang Sangat Jelek Tidak Digunakan

5 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak Digunakan

6 Valid Sedang Baik Digunakan

7 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak Digunakan

8 Valid Sedang Cukup Digunakan

9 Valid Sedang Baik Digunakan

10 Valid Sedang Cukup Digunakan

11 Valid Sedang Baik Digunakan

Derajat Reliabilitas 0,81

2. Angket Siswa

Angket adalah sekumpulan pernyataan atau pertanyaan yang harus dilengkapi oleh responden dengan memilih jawaban atau menjawab pertanyaan melalui jawaban yang sudah disediakan atau melengkapi kalimat dengan jalan

mengisi.10 Dalam penelitian ini digunakan Angket berupa seperangkat pernyataan

tertulis yang berhubungan dengan respon. Angket ini digunakan untuk mengetahui

respon siswa terhadap penggunaan Strategi heuristik vee dalam pembelajaran

dalam materi relasi dan fungsi.

Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert dalam bentuk cheklist, skala likert meminta kepada kita sebagai individual untuk menjawab Sangat Setuju (SS), setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju

(STS). Masing –masing jawaban dikaitkan dengan angka atau nilai, misalnya

SS=5, S=4, TS=2, STS =1 bagi suatu pernyataan yang mendukung sifat positif dan nilai-nilai sebaliknya yaitu SS=1, S=2, TS=4, STS =5 bagi pernyataan yang

10

mendukung sifat negative.11 Alternatif jawaban netral tidak digunakan dalam angket, hal ini bertujuan agar siswa dapat menunjukkan sikap yang jelas terhadap setiap pernyataan yang diajukan.

Tabel 3.9 Kisi-kisi Angket

No Indikator Nomor Pernyataan

Positif Negatif

1 Menunjukkan minat terhadap pembelajaran

menggunakan pembelajaran strategi heuristik

vee pada materi relasi dan fungsi

1 2 5 6 3 4 12 11

2 Menunjukkan kegunaan mengikuti

pembelajaran menggunakan strategi heuristik

vee pada materi relasi dan fungsi

7 9

8 10

Dokumen terkait